Penyebab Terjadinya Kondisi Penyakit Ablasi Retina

Penyebab Terjadinya Kondisi Penyakit Ablasi Retina

Hallo Kawan Mama, Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa mata merupakan salh satu bagian dari organ atau anggota tubuh yang memiliki peran penting sebagai alat penglihatan. Pasalnya mata sendiri cenderung memiliki karakter yang sangat sensitive sehingga mudah mengalami gangguan. Beberapa jenis ganggguan mata bahkan di sangat perlu untuk di hindari karena dapat menyebabkan kebutaan, salah satunya adalah seperti penyakit abalsi retina. Selain itu, beberapa faktor dapat menjadi penyebab terjadinya kondisi mata yang mengalami penyakit ablasi retina.

Pada dasarnya ablasi retina merupakan salah satu kondisi medis yang terjadi di mana mata sebagai alat penglihatan mengalami gangguan pada bagian retina. Banyak kasus yang menyebutkan bahwa tidak jarang pasien beerakhir dengan kebutaan yang di akibatkan oleh penyakit tersebut. Karenanya tidak akan mengagetkan bila kondisi ini banyak yang menjauhi dan tidak ingin mengalaminya. Oleh karena itu, pentinhg untuk mengetahui faktot-faktor yang berkaitan dengan kondisi tersebut.

Pada umumnya, seseorang yang mengalami kondisi ablasi retina akan mengalami berbagai gejala pada fungsi hingga ketajaman peglihatannya. Hal yang paling umum terjadi adalah terjadinya penurunan kemampuan penglihatan yang terjadi secara mendadak. Terjadinya kondisi ini tentu tidak terlepas dari beberapa fakto yang menjadi penyebab munculnya penyakit ablasi retina. Nah, berikut Kawan Mama telah merangkum beberapa faktor yang menjadi penyebab mata mengalami kondisi penyakit ablasi retina. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Apa Itu Ablasi Retina ?

Penyebab Terjadinya Kondisi Penyakit Ablasi Retina

Sebagaimana yang telah di singgung di atasm bahwa pada dasarnya, ablasi retina merupakan salah satu gangguan atau masalah kesehatan yang terjadi pada retina mata. Penyakit mata yang satu ini atau juga di kenal dengan istilah retinal detachment terjadi berupa adanya pelepasan retina dari bola mata. Kondisi ini merupakan salah satu penyakit mata yang serius di mana kondisi ini dapat menyabakan penderitanya mengalami kebutaan. Bahkan kasus yang terburuk menyebutkan ablasi retina dapat menyebabkan kebutaan secara permanen apabila tidak segera di tangani.

Pada dasarnya retina merupakan selaput atau lapisan tipis yang terletak di bagian terdalam pada area mata bagian belakang. Lapisan tipis tersebut pada dasarnya kaya akan sel-sel yang peka terhadap cahaya yang ada di sekitar dan masuk ke mata. Retina mata ini memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dalam proses penglihatan. Seba retina akan bertugas untuk memproses cahaya objek yang masuk dan di tangkap oleh mata. Cahaya objek yang masuk ke mata dan sampai ke retina tersebut kemudian akan di ubah menjadi informasi visual berupa sinyal listrik yang akan di kirimkan ke otak.

Sinyal listrik yang di kirim oleh retina dan sampai ke otak tersebut kemudiana akan di proses oleh otak untuk kemudian di interpretasikan sebagai gambar yang dapat di lihat oleh mata. Ketika retina mata mengaami gangguan, maka secara otomatis kondisi ini akan mempengaruhi kemampuan penglihtan mata. Sebab informasi visual yang ada di retina akan mengalami penghambatan dalam proses pengolahannya menjadi sinya listrik yang akan di kirimkan ke otak.

Retina mata sendiri pada dasarnya di sokong oleh lapisan yang ada di bawahnya yakni berupa lapisan koroid. Lapisan tersebut merupakan lapisan koroid yang kaya akan pembuluh darah yang bertugas untuk menyediakan oksigen dan nutrisi untuk retina. Ketika retina mengalami pelepasan amak suplai oksigen mengalami gangguan dan mempengaruhi fungsi penglihatan. Umumnya, kondisi balasi retina ini dapat terjadi hanya sebagian saja atau terjadi pada area seluruhnya, di mana kondisi ini juga tergantung oleh seberapa besar bagian retina yang terlepas. Sementera itu,

Penderita Ablasi Retina

umumnya kondisi ini seringkali di alami orang dengn usia lanjut atau 50 tahun ke atas. Meski demikian, ablasi retina juga dapat di alami oleh siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Di lansir dari laman hellosehat, menyebutkan bahwa ablasi retina merupakan masalah kesehatan pada fungsi penglihatan di mana kondisi ini telah mempengaruhi 0.6-1.8 orang per 10.000 orang atau sekitar 0,3 % pertahunnya.

Umumnya kondisi yang paling umum di mana seseorang mengalami ablasi retina adalah ketika ia bernjak menua atau memasuki usia 60 hingga 70 tahun ke atas. Meski demikian, kondisi ini juga dapat di alami dan mulai berkembang pada usia 50 tahun. Selain itu, ablasi retina merupakan gangguan penglihatan di mana kaum pria lebih sering atau lebih mudah mengalami kondisi ini di bandingkan dengan kaum wanita.

Penyebab Ablasi Retina

Pada dasarnya, penyebab mata mengalami kondisi ablasi retina umumnya dapat di sebabkan oleh berbagai faktor yang cukup beragam. Seperti mata yang mengalami cedera, peradangan, komplikasi atau luka pasca operasi hingga katarak dan glaucoma atau penyakit mata lainya. Namun pada umumnya, beberapa kondisi tertentu menjadi penyebab umu terjadinya ablasi retina. Yakni anatara lain sebagai berikut.

  1. Adanya Robekan Kecil Pada Bagian Retina

Bagian retina yang mengalami atau terdapat robekan tersebut akan menyebabkan cairan pada bagian tengah pada bola mata atau cairan vitreus dapat merembes masuk. Akibatnya cairan tersebut akan menumpuk pada bagian belakang retina. Penumpukan cairan tersebut akan menjadi penyebab terjadinya seluruh bagian dari lapisan retina yang mengalami pelepasan dari posisi aslinya.

Umumnya, robekan yang di alam oleh bagian retina tersebut, dapat terjadi akibat adanya perubahan jaringan yang di sebabkan oleh faktor bertambahnya usia atau penuaan. Beberapa kondisi seperti orang yang mengidap mata minus atau rabun jauh atau bahkan pernah mengalami operasi katarak memiliki risiko adany robekan pada retinanya. Oleh sebab itu, beberapa kasus ablasi retina dapat terjadi akibat kondisi tersebut.

  1. Terbentuknya Jaringan Parut Atau Tractional

Pada kondisi ini, lepasnya retina terjadi ketika terbentuknya jaringan parut pada permukaan retina. Jaringan parut tersebut, akan mengakibatkan bagian pada lapisan mata tersebut tertarik hingga retina tersebut mengalami pelepasan. Kondisi ini umumnya seringkali di temukan pada penderita diabetes militus. Sebab dalam kondisi tersebut kadar gula darah di dalam tubuh sudah tidak dapat terkontrol lagi.

  1. Adanya Cairan Yang Menumpuk Pada Retina

Dalam kondis tertentu, beberapa cairan dapat menumpuk dan mengendap, bahkan tanpa dadnaya robekan yang terjadi pada retina. Umumnya kondisi ini di sebabkan oleh faktor cedera, tumor, peradangan atau bahkan penyakit degenerasi macula. Selain itu, adanya cairan eksudatif yang mengumpul pada bagian bawah retina juga dapat menyababkan kondisi tersebut. Selain itu, umumnya kondisi ini seringkali di sebabkan oleh adanya benturan berat pada mata, tumor atau uveitis.

Pada dasarnya, penyakit ablasi retina merupakan salah satu gangguan penglihatan yang sangat berbahaya. Dan bahkan kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami hilangnya fungsi penglihatan atau kondisi kebutaan secara permanen. Oleh sebab itu, ablasi retina merupakan salah satu kondisi kesehatan yang perlu untuk di hindari dan di tangani dengan segera apa bila muncul gejala-gejala yang berkaitan. Meskipun umumnya kondisi ini akan terjadi pada usia 50 tahun hingga 60 tahun ke atas, namun beberapa faktor di atas dapat menyebabkan kondisi ini terjadi dengan lebih cepat. Karenanya sebisa mungkin rutin memeriksakan mata untuk mencegah kondisi tersebut.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa fakto yang menjadi penyabab terjadinya penyakit ablasi retina. Faktor-faktor di atas umumnya merupakan masalah-masalah kesehatan pada fungsi penglihatan yang sangat biasa di alami oleh semua orang. Meskipun terbilang tidak berbahaya, namun nyatanya beberapa faktor tersebut dapat menyebabkan kondisi berbahaya seperti ini. Dengan demikian dapat di katahui bahwa seringan apapun gangguan penglihatan tetap adapat menyebabkan kondisi yang berbahaya bial tidak segera di tangani atau di sepelekan.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Alodokter
  • Klikdokter
Hidari Bahan Makanan Penyebab Kondisi Penyakit Graves

Hidari Bahan Makanan Penyebab Kondisi Penyakit Graves

Hallo Kawan Mama, Usia dewasa hingg menginjak usia tua adalah salah satu keadaan di mana tubuh rentan mengalami penyakit graves. Meskipun demikian, penyakuit graves merupakan salah satu jenis penyakit berbahaya yang umumnya dapat di alami oleh semua orang. Tubuh yang mengalami kondisi ini umumnya akan mengalami berbagai gejala ringan hingga gejala-gejala serius. Namun tahukah kamu bahwa beberapa jenis makanan dapat menjadi penyebab dan memperparah kondisi penyakit graves?

Bahan makanan yang kita konsumsi sehari[hari, pada dasarnya memiliki dungsi dan manfaat bagi kelangsungan kesehatan tubuh yang kita miliki. Sebab setiap dari komponen di dalam tubuh, seperti organ, jaringan hingga sel membutuhkan asupan energy serta nutrisi atau [rotein sebagai bahan bakar untuk menjalankan fungsinya. Namun beberapa jenis bahan makanan ternyata dapat menjadi penyebab seseorang mengalami masalah kesehatan tertentu, seperti halnya dengan penyakit graves.

Penyakit graves, pada dasarnya merupakan salah satu jenis penyakit autoimun di mana kondisi ini terjadi akibat system kekebalan tubuh yang mengalami gangguan. Kondisi ini akan mengakibatkan kelenjar teroid di dalam tubuh mengalami peningkatan produksi dalam menghasilkan hormon teroid bagi tubuh. Peningkatan produktiitas homron teroid ini akan berpengaruh terhadap aktivitas yang di lakukan oleh fungsi dari organ tubuh.

Akibat dari tubuh yang mengalami kondisi tersebut, berbagai gejala mulai dari yang ringan hingga gejala-gejala yang berat akan bermunculan. Dan di antara banyaknya penyebab munculnya penyakit graves, beberapa bahan makanan di anggap dapat menjadi penyabab hingga memperparah kondisi tersebut. Nah, pada tulisan kali ini, Kawan Mama akan membahas menganai beberapa bahan makanan yang dapat menjadi penyabab kondisi penyakit graves. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Pengertian Penyakit Graves

Hidari Bahan Mekanan Penyabab Kondisi Penyakit Graves

Penyakit graves pada dasarnya merupakan salah satu jenis penyakit autoimun di mana system kekebalan tubuh mengalami gangguan atau masalah kesehatan. System autoimun yang ada di ddalam tubuh pada dasarnya ada dan terdapat pada setiap tubuh mahluk hidup. Ia akan bekerja sebagai pengotrol dan penjaga kesehatan fungsi dari tubuh. ketika system autoimun atau kekebalan tubuh sendiri mengalami gangguan, maka tentunya kondisi ini akan berdampak pada fungsi organ tubuh lainya.

System autoimun di dalam tubuh pada dasarnya berupa kelenjar teroid yang berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak pada di leher bawah pada bagian depan. Kelenjar teroid akan bekerja sebagai penghasil hormon teroid yang akan mengontrol dan mengatur aktivitas yang di lakukan oleh organ tubuh. Sedangkan penyaikit graves terjadi akibat kondisi di mana system autoimun atau kekbalan tubuh mengelami kekeiruan dengan menyerang teroid. Akibatnya, aktivitas dari organ tubuh tidak dapat terkontrol.

Gangguan pada system autoimun tersebut berdampak pada kelenjar terroid yang menjadi mengalami peningkatan dalam memeproduksi hormon teroid. Kondisi ini menyebabkan jumlah hormon di dalam tubuh yang menjadi lebih banyak dari jumlah yang di butuhkan oleh organ tubuh pada kondisi normal. Pada kondisi ini tubuh akan mengalami hiperteroid atau kelebihan jumlah teroid di dalam tubuh. kondisi ini akan berkibat pada kondisi organ tubuh seperti jantung dengan detak yang tidak stabil, tremor pada tubuh hingga kondisi mata yang lebih menonjol.

Di lansir dari laman orami , menyabutkn bahwa ketika tubuh memiliki ormoan dalam jumlah yang lebih banyak dari kondisi biasa atau normal, maka hal ini akan berpengaruh terhadap aktivitas organ tubuh. peningkatan tersebut akan membuat fungsi serta proses atau kinerja dari teroid di dalam tubuh menjadi berlangsung dengan waktu yang lebih cepat. Kondidi ini akan mengakibatkan tubuh mengalami disfungsi aktivita torgan tubuh yang tidak terkontrol.

Bahan Makanan Penyebab Dan Dapat Memperburuk Panyakit Graves

Pada dasarnya, pola makan yang kita lakukan setiap hari, termasuk bahan makanan yang kita konsumsi memiliki peran besar terhadap kesehatan tubuh serta fungsi organ di dalam tubuh. pola makan yang tidak atepat atau keliru dapat menyababkan seseorang mangalami kondisi ini. Seperti halnya dengan faktor sensitivitas atau alergi makanan yang dapat berdampak pada system kekbalan tubuh. kondisi ini bahkan seringkali menyababkan komplikasi.

Berikut adalah bahan makanan yang menjadi penyebab dan dapat memperparah penyakit graves yang juga pelru untuk fi hindari.

  1. Gluten

Bahan makanan yang terdapat kandungan gluten di dalamnya dapat membuat perawatan bagi penyandang graves disease menajdi lebih sulit. Selain itu, penting untuk membaca label dalam produk makanan yang kamu konsumsi dan mencari bahan makanan yang mengandung gluten. Sebab baiknya jika kamu memiliki riwayat atau sedang mangalami penyakit graves, maka hindari mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung gluten.

Beberapa jenis bahan makanan yang mengandung gluten anatar lain seperti, gandum atau produk gandum, jelai, malt, triticale, ragi dan segala jenis biji-bijian.

  1. Lodin

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa asupan yodium yang berlebihan pada tubuh dapat memicu terjadinya gejala hiperteroidisme terutama pada orang dewasa. Kondisi ini juga akan menyababkan hiperteroidisme terjadi lebih cepat pada seseorang yang sudah memiliki masalah kesehatan terutama pada kelanjar teroid. Meskipun demikian, pada dasarnya, yodium merupakan zat gizi mikro yang di perlukan untuk kesehatan dan asalakan di konsumsi dengan baik.

Beberapa jenis makanan yang mengandung jumlah yodium yang tinggi berupa, garam roti, produk olahan susu, makanan laut, teruata,a ikan putih, rumput laut dan ganggang.

  1. Protein Hewani

Selanjutnya bahan makanan yang dapat memperburuk kondisi penyakit graves adalah bahan makanan yang mengandung protein hewani. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa vegetarian memiliki non tingkat hipertiroidisme yang lebih rendah dari pada mereka yang menjalani pola makan non vegetarian. Selain itu, beberapa makanan ayng mengandung nutrisi tentu dapat membantu mengurangi beberapa gejala yang muncul akibat penyakit graves.

  1. Makanan Yang Mengandung Nitrat

Makanan yang mengandung nitrat merupakan salah satu pantangan bagi penderirta panyakit graves. Sebab zat nitrat yang ada di dalam makanan dapat menyebabkan kelenjar teroid menyerap terlalu banyak yodium. Ketika asupan nitrat yang terlalu banyak masuk ke tubuh, maka kelenjar teroid akan semakin membesar. Karenanya, agar kondisi penyakit graves tidak bertabah parah, maka sebaiknya hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung nitrat.

Beberapa jenis makanan yang tinggi akan kandungan nitrat berupa daging olahan seperti sosis, ham, salami dan sejenisnya. Selain itu, hindari juga makanan yang di oleh dengan cara pengawetan.

  1. Makanan Sejenis Kedelai

Beberapa ahli meekomendasikan bagi pemderita panyakit graves untuk menghindari mengkonsumsi bahan makanan sejenis kedelai. Makana n berbasis kedelai seperti tahu temped an sejanisnya mengandung senyawa isoflavon. Senyawa tersebut dapat menghambat penyerapan obat teroid. Karenanya penderita penyakit graves perlu untuk menghindari bahan makanan sejenis kedelai.

  1. Kafein

Bahan makanan yang tinggi akan kandungan kafein merupakan salah satu jenis bahan makanan yang perlu di hindari bagi penderita penyakit graves. Sebab kandungan kafein dalam bahan makanan dapat menigkatkan kecemasan, rasa gugup serta emosional dan detak jantung yang tidak stabil. Untuk mensiasatinya kamu bisa mengkonsumsi the herbal atau sari buah sebagai pengganti bahan makanan berkafein.

Beberapa jenis bahan makanan yang tinggi akan kafein berupa kopi, teh, soda dan juga coklat.

  1. Bahan Makanan Tinggi Lemak

Bahan makanan yang mengandung lemak atau minyak yang tinggi perlu untuk di handi bagi penderita penyakit graves. Sebab makanan yag tinggi akan lemak dapat menjadi penghambat bagi kemampuan tubuh dalam menyerap obat-oabatan untuk mengintrol penyakit graves. Selain itu, kandungan lemak yang tinggi juga dapat menganggu kemampuan kelenjar teroid dalam memproduksi hormon teroid.

Beberapa ahli kesehatan menyarnkan kepada penderita penyakit graves untuk menghindari semua makanan yang di olah dengan di goren, mentega, meyonaise, daging berlemak, jeroan dan sejenisnya.

Pada dasarnya, penyakit graves merupakan penyakit autoimun di mana system kekebalan tubuh justru menyerang hormon teroid yang di produksi oleh kelenjar teroid. Kondisi ini umumnya juga tidak terlepas dari bahan makanan yang di konsumsi setiap hari. Sebab setiap bahan makanan yang kita konsumsi setiap hari pastinya akan mempengaruhi kondisi kesehatan serta fungsi dari organ tubuh serta kondisi system autoimun atau kekebalan tubuh yang kita miliki. Beberapa dari jenis makanan di atas cenderung dapat menjadi penyabab yang akan memberuburuk kondisi penyakit graves. Karenanya bahan makanan tersebut perlu untuk di hindari, terutama bagi kamu penderita panyekit graves.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa jenis bahan makanan yang dapat menjadi penyabab dan memperburuk kondisi penyakit graves. Sebagai catatan bahwa beberapa jenis zat pada bahan makanan di atas selain dapat menyebabkan dan memperburuk kondisi penyekit graves, ia juga dapat menyebabkan masalah hiperteroidisme yang lainya. untuk itu, ola hidup harus segera di perbaiki untuk membantu memulihkan kondisi tubuh.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber:

  • Antaranews
  • Health.kompas
Cara Alami Dan Sederhana Mengobati Penyakit Graves

Cara Alami Dan Sederhana Mengobati Penyakit Graves

Hallo Kawan Mama, Panyakit graves adalah salah satu penyakit yang terjadi dan menyerang system autoimun atau system kekebalan tubuh. sebagaimana yang telah kita ketahui, bahwa system imun atau kekebalan tubuh berfungsi untuk menjaga setiap aktivitas organ tubuh. Ketika jaringan tersebut mangalami gangguan atau masalah kesehatan makan hal ini akan menyebabkan kondisi kesehatan yang cukup serius. Pada dasarnya, beberapa cara alami di ketahui dapat mengobati kondisi panyekit graves.

Seiap dari tubh mahluk hidup(terutama manusia), pada dasarnya pasti memiliki system autpimun di dalam tubuhnya. Jaringan tersebut umumnya berupa kelenjar teroid yang akan berfungsi untuk menghasilkan atau memproduksi hormon teoid secara alami. Hormon teroid yang di produksi inilah yang akan berfugsi sebagai pengontrol aktivitas fungsi dari organ tubuh, serta menjaganya dari beberapa faktor yang dapat menyebabkan organ tubuh mengkalami gangguan atau masalah kesehatan.

Umumya penyakit graves merupakan jenis penyakit yang cednerung sering terjadi dan di alami oleh orang dewasa hingga orang dengan usia lanjut. Pada usia 20 tahun ke atas, terutama pada usia 35 sampai 40 tahun ke atas adalah usia di mana seringkali seseorang mengalami penyakit graves. Meskipun demikian, faktanya kondisi ini juga dapat di alami oleh anak-anak di mana kondisi ini akan menganggu tumbuh kembang sang anak.

Kondisi ini umumnya akan menyebabkan beberapa kondisi kesehatan yang cukuo serius. Seperti gangguan pada jantung, tubuh yang mengalami tremor atau gangguan pada penglihatan. Biasanya pengobatan medis merupakan langkah yang aka di pilih untuk mengatasi penyakit graves. Namu ternyata, beberapa cara alami dapat menjadi solusi penyakit graves. Nah, pada tulisan kali ini Kawan Mama akan membahs mengenai cara alami dsn sederhana untuk mengobati penyakit graves. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Apa Itu Penyakit Graves?

Cara Alami Dan Sederhana Mengobati Penyakit Graves

Pada dasarnya, penyakit graves atau yang biasa di kenal dengan istilah basedow merupakan salah satu penyaikt yang terjadi pada autoimun yang bisa di alami oleh siapa saja. Meskipun begitu, usia dewasa dan orang dengan usia lanjut memiliki risiko yang lebih besar yang dapat menyebabkan ia mengalami penyakit graves. Setiap tubuh dari manusia memiliki system imun yang bertugas untuk menjaga dan mengontrol aktivitas dan kesehatan dari fungsi organ tubuh.

System autoimun atau kekebalan tubuh pada dasarnya berupa kelanjar teroid yang berbentuk seperti kupu-kupu yang ada di dalam tubuh. Kelenjar teroid ini terletak di dalam leher, tepatnya pada bagian depan pada leher bawah. Kelenjar teroid memiliki fungsi yang akan secara otomasti memnghasilkan atau memproduksi hormon teroid di dalam tubuh. Hormon teroid yang di produksi secara alami oleh kelenjar teroid dari bahan makanan yang mengandung nutrisi dan protein yang masuk ke tubuh.

Penyakit graves terjadi akibat fungsi kelenjar teroid yang bertugas memproduksi hormon teroid mengalami gangguan sehingga menyababkan produktivitas hormon teroid mangalami peningkatan. Ketika kelenjar teroid mengalami peningkatan produktivitas hormon teroid, maka tubuh akan mengalami kondisi hiperteroid. Kondisi inilah yang akan berdampak pada aktivias dan kinerja dari fungsi organ tubuh menjadi tidak stabil.

Kondisi ini akan berdampak pada sisten saraf, fungsi perkembanga otak yang juga sebagai pengatur suhu tubuh. Sebagaimana di lansir dari laman orami di mana ketika tubuh mangalami kondisi hiperteroid atau kondisi jumlah teroid yang lbih banyak dari waktu normal, maka hal ini akan membuat proses atau fungsi teroid yang akan bekerja menjadi lebih cepat. Umumnya dapak dari kondisi ini seperti terjadinya detak jantung yang lebih cepat atau bahkan tak menentu.

Kondisi ini juga berpengaruh terhadap aliran darah yang menyababkan tubuh atau setidaknya tangan mengalami kondisi tremor atau gemetar. Selain itu, funngsi penglihatan juga akan mengalami gangguan di mana struktur mata biasanya akan menjadi lebih menonjol atau cenderung keluar dari kelopak mata. Bahkan dalam kondisi yang lebih buruk, penyakit graves dapat menyababkan seseorang mengalami kerusakan otak. Seperti kondisi kraniosinostosis, gagal tumbuh, gangguan prilaku, dan masalah bicara teruatama pada 2 tahun pertama.

Cara Alami Mengobati Penyakit Graves

Pada dasarnya metode pengobatan di lakukan untuk mengurangi kondisi di mana hormon teroid mengalami peningkatan produksi, serta efek samping yang di sebabkan oleh kondisi tersebut. Umumnya, pengobatan medis menjadi pilihan yang seringkali di pilih untuk mengatasi penyakit graves. Namun beberapa jenis pengobatan alami juga dapat di gunakan atau sebagai pemabantu proses pemulihan dari penyakit graves.

Beriku adalah beberapa cara alami untuk mengobati kondisi penyakit graves.

  1. Mengkonsumsi Makanan Sehat

Salah satu cara untuk mengatsi penyakit graves adalah dengan mengkonsumsi beberapa makanan sehat. Penderita penyakit graves dapat mencoba untuk menjalani diet dengan mengkonusmi jenis makanan sehat tertentu, seperti sayuran, buah segar, bumubu rempah, makanan probiotik dan jenis makanan yang mengandung asam lemak omega 3.

Dengan melakukan jenis diet tersebut atau mengkonsumsi makanan sehat yang mengandung zat-zat tersebut maka akan dapat mengurangi peradangan yang terjadi di dalam tubuh. Hal tersebut juga akan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh menjadi lebih baik, hal tersebut juga akan menjaga usus dari kondisi radang yang dapat memicu gangguan pada system autoimun akibat kekurangan nutrisi.

  1. Mengelola Stress

Fikiran yang stress tentu akan mempengaruhi kondisi tubuh menjadi lebih rentan mengalami masalah kesehatan. Dan dengan mengatasi atau menghindari stress maka hal tersebut akan menjauhkan masalah ksehatan serta menjaga kesehatah serta kebugaran tubuh. Kondisi stress berisiko memicu reaksi autoimun yang dapat memperparah gejala peradangan yang sudah terjadi. Dan dengan menjaga tubuh agr tidak stress, maka dapat menghindarkan tubuh dari penyakit graves.

  1. Rutin Melakukan Olahraga

Sebagaimana telah kita ketahui, bahwa olahraga dengan rutin akan membuat kesehatah tubuh tetap terjaga dan tetap bugar. Selain itu, dalam hal ini, melakukan olahraga dengan rutin dapat menjadi obat alami untuk mengatasi gejala penyakit graves. Sebab olahraga dapat menghindarkan tubuh dari stress dan membuat tubuh menjadi lebih rileks dan menurunkan peradangan yang di alami oleh tubuh. Oleh sebab itu, olahraga menjadi salah satu cara tepat untuk mengindari serta mengurangi gejala penyakit graves.

  1. Menghindari Racun Polusi

Polusi keadaan udara yang tidak baik tentu akan membuat kinerja dari system autoimun di dalam tubuh bekerja dengan lebih berat. Kondisi ini dapat mengakibatkan seseorang mengalami gejala panyakit graves karena system autoimun yang bekerja terlalu keras. Karenanya melindungi tubuh dari polusi tentu sangat perlu untuk di lakukan sebaagi upaya untuk mencegah dan mengirankan beban atau pekerjaan system autoimun menjadi lebih ringan.

  1. Melindungi Mata

Mata adalah salah satu bagian dari prgan tubuh yang dapat megalami masalah kesehatan akibat penyakit graves. Maka untuk mangatsi kondisi tersebut, ada baiknya kamu untuk menjaga dan merawat mata dengan upaya yang lebih keras. Sebab seseorang yang mengalami penyait graves dapat mengalami risiko kondisi pembangkakan pada bola mata. selai itu, kondisi ini juga dapat menyababkan mata menjadi mudah kering dan gatal. Untuk mengatasi kondisi tersebut, maka sebaiknya rawat kondisi mata dengan mengompres dingin atau dengan menggunakan obat tetes mata.

  1. Beberapa Bahan Alami

Selain makanan sehat dan beberapa cra di atas, penyaiktgraves juga dapat di atasi dengan manggunakan beberapa bahan-bahan alami. Berikut adalah beberapa bahan alami yang memiik hasiat untuk mengatasi hiperteroid.

    • Lemon balm
    • Herbal motherwort
    • Brokoli
    • Rumput laut
    • Buah beri

Penyakit graves adalah penyakit yang terjadi di mana system autoium atau kekbalan tubuh mengalami gangguan. System autoimun berupa di dalam tubuh berupa kelenjar teroid yang berfungsi untuk menghasilkan hormon teroid. Dan penyakit graves merupakan kondisi di mana terjadinya peningkatan produktivitas hormon teroid oleh kelenjar teroid. Hal ini tentu akan menganggu system kekbalan tubuh sehingga akan berdampak pada kesehatan fungsi organ tubuh yang mengalami masalah kesehatan. Metode pangobatan penyakit graves yang di lakukan tentu untuk mengurangi gejala yang muncul, serta menurunkan peninglatan produktivitas hormon teroid di dalam tubuh.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa cara alami untuk mengobati penyakit graves. Pada dasarnya baik jenis pengobatan medis atau pengobatan alami merupakan metode yang di gunakan dengan tujuan yang sama, yakni untuk mengatasi dan mengurangi perkembangan serta gejal teroid yang menganggu kesehatan penderitanya. Dengan melakukan beberapa cara di atas, maka kamu akan mendapatkan manfaat baik di dalamnya.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • Grid.id
Cara Mengobati Kondisi Penyakit Graves

Cara Mengobati Kondisi Penyakit Graves

Hallo Kawan Mama, Pernahkah kamu merasakan kondisi di mana tubuh atau tangan kamu merasakan tremor atau gemetar? Sebaiknya waspadai kondisi ini tersebut. Sebab bisa saja kondisi tersebut merupakan salah satu indikasi adanya penyakit graves. Sebab graves adalah salah satu kondisi yang akan membuat penderitanya mengalami tremor, atau bahkan berdampak pada mata hingga masalah kesehatan yang cukup serius. Beberapa cara dapat di lakukan untuk mengobati penyakit graves.

Penyakit graves adalah masalah kesehatan yang umumnya seringkali menyerang dan di alami oleh orang dewasa hingga orang tua. Usia 20 hingga 40 tahun adalah usia di mana tubuh rawan mengalami kondisi tersebut. Meski begitu, pada usia anak-anak juga dapat mengalami kondisi penyakit graves yang mana kondisi ini akan menganggu tumbuh kembang anak-anak. Sebab [enyakit graves adalah salah satu jenis penyakit autoimun.

Kondisi ini terjadi akibat system autoimun atau system kekebalan yang ada di dalam tubuh mengalami gengguan. Sebagai mana kita ketahui bahwa system autoimun memiliki fungsi untuk memproduksi antibody yang akan bertugas untuk menjaga kesehatan tubuh. ketika system autoimun sendiri mengalami gangguan atau masalah kesehatan maka tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap kondisi dan aktivitas dari berbagai organ tubuh.

Umumnya, dalam tahap awal, kondisi ini tidak akan menimbublkan gejala yang serius sehingga seringkali penderitanya tidak menyadari munculnya penyakit graves. Namun dalam tahap yang serisu, kondisi penyakit graves akan menyebabkan berbagai gejala atau bahlan kondisi yang sangat serius. Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa cara untuk mengobati penyakit graves. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya sebagai berikut.

Definisi Penyakit Graves

Cara Mengobati Kondisi Penyakit Graves

Penyakit graves pada dasarnya merupakan jenis penyakit di mana system autoimun yang ada di dalam setiap mahluk hidup, (khususnya manusia) mengalami gangguan atau masalah kesehatan. Kondisi ini terjadi akibat kelenjar teroid yang berfungsi sebagai penghasil atau produktivitas hormon teroid mengalami peningkatan. Peningakatan peoduktivitas hormon teroid ini akan menyebabkan tubuh mengalami kondisi hiperteroid yang akan menyebabkan berbagai gangguan pada organ tubuh.

Hormon teroid yang di produksi oleh kelenjar teroid sendiri pada dasarnya merupakan jaringan tubuh yang memiliki fungsi untuk mengatur kondisi dan kinerja system atau organ di dalam tubuh. seperti halnya dengan bagian system saraf, hingga fungsi dan perkembangan otak dan juga bertugas untuk mengatur suhu tubuh. Karenanya, ketika kelenjar teroid mengalami gangguan atau masalah kesehatan, maka hal ini akan berdampak pada kinerja organ-organ yang ada di dalam tubuh.

Pada dasarnya, kelenjar teroid sendiri merupakan jaringan di dalam tubuh berupa kelenjar yang berbentuk seperti kupu-kupu yang letaknya ada di depan pada bagian dalam leher bawah. Di tempat tersebut, kelenjar teroid ini akan memproduksi hormon teroid yang akan berfungsi untuk mengatur system metabolisme di dalam tubuh. dengan begitu, segala aktivitas yang terjadi pada organ tubuh akan terkontrol oleh hormon teroid tersebut.

Ketika kelenjar teroid yang bertugas untuk memproduksi hormon teroid mengalami peningkatan, maka tubuh akan mengalami kondisi hiperteroid. Sebagaimana di lansir dari laman orami di mana ketika tubuh memiliki hormon teroid dalam jumlah yang lebih banyak, maka proses atau fungsi dari teroid akan bekerja atau berlangsung dengan lebih cepat. Kondisi ini akan mengakibatkan disfungsi organ tubuh atau aktivitas organ tubuh yang menjadi tidak terkontrol. Pada kondisi inilah seseorang tersebut di nayatakan mengalami penyakit graves.

Cara Mengobati Kondisi Penyakit Graves

Penyakit graves merupakan penyakit yang terjadi pada autoimun yang umumnya lebih mudah dan sering terjadi pada usia 40 tahun ke atas. Penyakit ini juga lebih sering terjadi dan di alami oleh kaum wanita. Kondisi ini akan mengakibatkan seorang wanita mengalami gangguan di mana siklus menstruasi menjadi tidak menentu dan bisa berlangsung lebih cepat atau bahkan terjadi dengan begitu lambat. Kondisi ini juga akan mengakibatkan kesulitan untuk bisa hamil.

Tujuan di lakukannya metode pengobatan graves adalah untuk menghambat atau memperlambat kelenjar teroid untuk memproduksi hormon teroid. Sehingga kondisi produktivitas yang menurun akan membuat kondisi autoimun kembali dalam keadaan normal. Berikut adalah beberapa cara untuk mengobati kondisi penyakit graves.

  1. Obat-Obatan

Beberapa jenis oebat-obatan umumnya merupakan langkah pertama yang akan di lakukan dokter untuk mengobati penyakit teroid. Sebab beberapa jenis obat memiliki manfaat untuk meredakan atau mengurangi peningkatan produktivitas hormon teroid. Yakni antara lain sebagai berikut.

    • Obat Anti-Teroid

Jenis obat anti-teroid akan menganggu dan menghambat penggunaan yodium oleh kelenjar teroid untuk memproduksi hormon teroid sehingga kadar hormon teroid di dalam tubuh akan menurun. Dalam penggunaan obat jenis ini, baiknya ikuti resep dari dokter untuk mencegah efek samping dari penggunaan obat tersebut. Obat anti-teroid tersebut anatara lain seperti methimazole, propylthiouracil.

    • Obat Penghambat Beta

Jenis obat penghambat beta atau beta blocker umumnya tidak akan dapat untuk menghambat produksi homon teroid. Namun obat ini akan menghambat atau mengurangi efek jumlah homron teroid yang banyak di dalam tubuh. Seperti efek samping berupa detak jantung yang tidak stabil, tremor, hingga diare  dan kondisi lainya. Obat jenis ini antara lain seperti propranolol, atenolol, metropolol dan nadolol.

    • Obat Untuk Ibu Hamil

Ibu hamil memiliki kondisi yang berbeda di bandingkan dengan orang biasa pada umumnya. Pada ibu hamil, untuk mengrangi efek panyakit graves serta penggunaan obat yang aman, maka ibu hamil di minta untuk mengkonsumsi obat PTU atau propylthiouricil, terutama pada trimester pertama.

  1. Terapi Radioiodine Atau Terapi Yodium Radioaktif

Metode pengobatan yang satu ini, berupa pemebrian jenis obat untuk di konsumsi di mana obat tersebut mengandung yodium radioaktif dalam dosis yang rendah. Obat tersebut akan berfungsi sebagai penghancur sel teroid yang sifatnya terlalu aktif. Selain itu, obat tersebut juga akan mengecilkan kelenjar teroid, sehingga gejala akibat penyakit graves akan erkurang secara bertahap selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Namun metode terapi ini tidak di anjurkan untuk di gunakan pada pasien penderita graves ophtalmopathy. Sebab penggunaan obat ini dapat menyababkan pasien mangalami gejala yang lebih buruk. Selain itu, umumnya terapi ini juga tidak dapat di gunakan oleh wanita hamil atau yang sedag menyusui.  Perlu di garis bawahi bahwa terapi ini bersifat mengahncurkan teroid sehingga kemungkinan pasien membutuhkan asupan teroid untuk mengganti teroid yang telah hancur.

  1. Operasi Atau Pembedahan

Umumnya cara pengobatan di atas sudah dapat atau menimbulkan efek dan perubahan pada jumlah hormon teroid yang ada di dalam tubuh. metode operasi atau pembedahan umumnya cenderung cukup jarang di lakukan dan hanya akan di lakukan apabila kedua metode di atas tidak menimbbulkan dampak yang signifikan atau tidak berhasil hingga penggunaan selama kurang lebih dalam waktu 6 bulan..

Dalam metode ini, kemungkinan dokter akan melakukan lankag pengangkatan sebagian besar kelenjar teroid atau subtotal tiroidektomi. Namun metode yangs satu ini memiliki risiko yang cukup serius yang bisa saja di alami oleh pasien. yakni seperti kondisi saraf pita suara yang mengalami kecacatan sehingga menyababkan suara menjadi parau. Selain itu, risiko rusaknya kelenjar paratiroid yang berdekatan dengan kelenjar tiroid yang berfungsi sebagai pengatur kadar kalsium dalam darah.

Sebagai catatan, graves ophtalmopathy bisa tetap bertahan walaupun penyakit graves telah berhasil di obati. Bahkan gejala graves ophtalmopathy masih bisa memburuk hingga 3-6 bulan setelah melakukan pengobatan. Kondisi ini umumnya akan bertahan hingga setahun dana akan membaik dengan sendririnya. Namun jika di perlukan, graves ophtalmipathy akan di obati dengan pemberian kortikosterid atau teprotumumab. Dalam beberapa kasus menyebutlan bahwa metode operasi mungkin akan di butuhkan untuk mencegah terjadinya kebutaan.

 

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai cara untuk mengobati kondisi penyakit graves. Sebagai mana yang telah di jelaskan di atas, bahwa penyakit graves merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kondisi yang cukup serius. Bahkan dalam kondisi yang lebih parah, kondisi disfungsi akibat penyakit graves dapat menyababkan terjadinya kematian. Untuk itu, perlu adanya perawatan tubuh dengan paling tidak dengan menerapkan gaya hidup sehat untuk menghindari kondisi tersebut.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Linksehat
  • Alodokter
Cara Mendiagnosis Kondisi Penyakit Graves

Cara Mendiagnosis Kondisi Penyakit Graves

Hallo Kawan Mama, Setiap orang pada dasarnya memiliki jaringan di dalam tubuh yang berfungsi untuk menjaga kinerja serta fungsi dan kesehatan tubuh yang di sebut dengan system kekebalan tubuh. Jaringan ini akan selalu aktif untuk mengntrol setiap aktivitas yang di lakukan oleh organ tubuh. Namun bagaimana jika system kekbalan tubuh sendiri mengalami masalah kesehatan? Kondisi tersebut akan menyebabkan tubuh mangalami penyakit graves. Kondisi ini umumnya cenderung sulit untuk di kenali sehingga membutuhkan cara untuk mendiagnosis penyakit graves.

System kekebalan tubuh merupakan jaringan yang memiliki peran yang sangat penting di dalam tubuh. Ia juga yang akan berfungsi sebagai stabilitas kondisi organ tubuh. Selain it, system kekebalan tubuh atau autoimun tersebut juga akan menjaga fungsi organ tubuh dari berbagai serangan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Ketika system kekebalan tubuh itu sendiri mengalami gangguan tentu ini akan berpengaruh terhadap fungsi dan kinerja organ tubuh lainya.

Penyakit graves adalah salah satu penyakit yang muncul dan di sebabkan oleh kondisi tersebut. Umumnya, kondisi ini cenderung lebih sering muncul dan di pengaruhi oleh faktor usia. Seseorang yang beranjak dewasa hingga mulai menua, yakni berkisar pada usai 20 hingga 40 tahun ke atas adalah usia yang paling rawan untuk mengalami penyakit graves. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa faktanya usia anak-anak juga dapat mengalami penyakit graves.

Dalam tahap awal atau kondisi yang masih terhitung ringan, penyakit graves umumnya masih cenderung sulit untuk di kenali. Hal ini di sebabkan karena gejala berupa perubahan pada keadaa organ tubuh yang tidak terlalu berdampak secara signifikan. Pada akhirnya, kondisi ini seringkali di temui ketika penderitanya telah memasuki tahap lebih lanjut atau parah. Nah, berikut ini Kawan Mama akan membahas mengenai cara untuk mendiagnosis kondisi penyakit graves. Berikut adalah penjelasannya.

Pengertian Penyakit Graves

Cara Mendiagnosis Kondisi Penyakit Graves

Pada dasarnya, penyakit graves adalah sebuah salah satu masalah kesehatan yang cukup serius dan akan mengakibatkan berbagai dampak buruk bagi penderitanya. Kondisi ini berupa adanya gangguan atau masalah kesehatan yang terjadi pada autoimun atau system kekebalan tubuh. Gangguan tersebut akan menyebabkan kelenjar teroid yang ada di tubuh menjadi tidak stabil sehingga membuat terjadinya peningkatan dalam memproduksi kelenjar teroid.

Kelenjar teroid yang di produksi dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya atau biasa di kenal dengan istilah hiperteroid ini akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Sebab sebagaimana telah di singgung di atas, bahwa system kekebalan tubuh memiliki fungsi sebagai pengontrol setiap aktivitas yang di lakukan oleh organ tubuh. Karenanya, peningkatan produktivitas teroid ini akan mengakibatkan keseimbangan tubuh menjadi terganggu.

Teroid pada dasarnya merupakan jaringan yang ada di dalam tubuh yang berupa kelenjar yang berbentuk menyerupai kupu-kupu yang terletak pada bagian depan di dalam leher. Kelenjar teroid akan memproduksi teroid yang akan berfungsi untuk membantu mengatur system kekebalan metabolisme di dalam tubuh. Teroid ini juga berperan sebagai pengontrol segala aktivitas dari organ tubuh. Peningkatan jumlah teroid ini akan membuat system kekebalan tubuh mengalami masalah sehingga keseimbangan tubuh menjadi tidak stabil.

Kondisi tersebut umumnya akan mengakibatkan berbagai masalah kesehatan pada berbagai organ tubuh yang berada pada kondisi yang cukup serius. Umumnya kondisi ini akan menyebabkan peningkatan detak jantung yang tidak normal dan stabil seperti pada umumnya, serta tubuh atau tangan yang akan mengalami tremor atau gemetar. Hal ini juga akan berdampak pada struktur mata di mana bola mata cenderung akan lebih menonjol keluar.

Cara Mendiagnosis Penyakit Graves

Dalam upaya untuk mendiagnosis penyakit graves, umumnya dokter akan memberikan pertanyaan seputar gejala dan keluhan terkait penyakit graves yang di alami oleh pasien. Setelah hal itu di lakukan, dokter akan memeriksa tanda-tanda vital pada pasien, termasuk denyut nadi, tekanan darah, suhu tubuh, hinga laju panas. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pemeriksaan kelenjar teroid di leher dan mencari tanda-tanda keberadaan grave’s ophtalmopathy dan grave’s dermopathy.

Selain itu, cara untuk mendiagnosis penyakit graves, dapat melalui beberapa pemeriksaan sebagai berikut.

  1. Pemeriksaan Fisik

Umumnya, dalam metode ini, dokter akan mencari beberapa tanda yang di cari oleh dokter melalui pemeriksaan ini adalah apakah adanya iritasi mata atau bola mata. Sebab, umumnya penyakit graves di tadai dengan adanya kondisi di mana bola mata cenderung lebih menonjol seperti mau keluar dari kelopak mata. Untuk mengetahui hal ini dokter akan melihat apakah terjadi pembesaran pada kelenjar teroid. Selain itu, dokter juga akan memeriksa denyut nadi atau tekanan darah, serta mencari tahu apakah pasien mengalami tremor.

  1. Tes Darah

Tes darah ini di lakukan terutama untuk mengevaluasi kadar hormon peransang teroid atau thyroid-stimulating hormone (TSH). TSH merupakan hormon yang di produksi oleh hipofisis (kelenjar yang terletak di bawah otak. TSH yang di di produksi oleh hipofisis tersebut akan merangsang kelenjar teroid dan kadar hormon teroid. Umumnya, penderita panyakit graves juga memiliki kadar TSH yang lebih rendah dari batas normal dengan kadar hormon teroid yang lebih tinggi.

  1. Tes Laboratorium

Selain metode pemeriksaan di atas, umumnya dokter juga aka menggunakan metode tes laboratprium untuk mengethui kondisi pasien dengan lebih jelas. Pada dasarnya terdapat beberapa tes laboratprium yang dapat di gunakan untuk mengukur kadar antibody yang di ketahui dapat menjadi penyebab terjadinya penyakit graves pada pasien.

Tes-tes tersebut biasanya tidak di perlukan untuk membuat diagnosis, tetapi hasil negative yang mungkin akan menunjukkan adanya penyakit lain yang dapat menyababkan terjadinya hiperteroidisme. Berikut adalah beberapa tes laboratorium yang di lakukan oleh dokter.

    • Uji Serapan Yodium Radioaktif (Radioactive Lodine Uptake)

Pada dasarnya, tubuh membutuhkan yodium untuk membuat hormon teroid tetap ada. Dengan memberikan sedikit ypoduim radioaktif dan kemudian mengukur jumlahnya di dalam kelenjar teroid menggunakan kamera khusus. Maka kemudian dapat di tentukan tingkat pengambilan yodium oleh kelenjar teroid. Jika kelenjar teroid mengambil yodium radioaktif dalam jumlah yang besar, maka kemungkinana besar pasien mengalami penyakit graves.

    • Pemindaian Kelenjar Teroid

Hampir sama dengan tes sebelumnya, tes ini merupakan tes pencitraan pada kelenjar teroid dan juga akan menggunakan dosis yodium radioaktif. Perbedaanya adalah di mana tes ini akan menunjukkan bagaimana serta di mana yodium tersebar pada kelenjar teroid. Apabila pasien menderita penyakit graves maka seluruh kelenjar teroid akan di penuhi oleh yodium. Berbeda dengan kondisi hiperteroidisme lain yang akan menunjukkan pola sebaran yodium yang berbeda pada kelenjar teroid.

    • Ultrasonografi (USG)

Tes laboratorium menggunakan metode pemeriksaan USG dapat menunjukkan apakah kelenjar teroid membesar. Hal ini juga akan sangat berguna pada pasien yang tidak dapat melakukan tes serapan yodium radioaktif seperti kondisi wanita yang sedang hamil.

    • Pemeriksaan Radiologi

Umumnya, beberapa metode pemeriksaan di atas telah di lakukan maka dokter akan mengathui kondisi yang sedang di alami oleh pasien. Namiun apabila setelah beberapa metode pemeriksaan di atas di lakukan namun tak membuahkan hasil yang di iniginkan. Maka mungkin dokter akan meminta untuk melakukan tes pencitraan, seperti menggunakan CT scan atau menggunakan MRI.

Penyakit graves pada dasarnye merupakan kondisi di mana system autoimun atau kekebalan tubuh yang bertugas mengontrol aktivitas oran tubuh serta menjaga ksehatan mengalami gangguan. Umumnya, terjadinya kondisi ini akibat adanya peningkatan produktivitas hormon teroid oleh kelenjar teroid yang akan mengakibatkan berbagai masalah kesehatan. Umumnya kondisi penyakit graves pada tahap awal atau ringam tidak akan menimbulkan gejala atau dampak yang signifikan pada penderitanya. Namun ketika kondisi ini telah memasuki tahap yang serius, maka dapat menyebabkan kondisi yang cukup serius dan berbahaya bagi penderitanya.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa cara untuk mendiagnosis kondisi penyakit graves. Karena gejala yang di timbulkan terutama dalam tahap awal cenderung tidak akan begitu terlihat, dan gejala yang di timbulkan cenderung sangat beragam (kondisi lebih lanjut). Maka perlu bagi pasien untuk melakukan beberapa pemeriksaan di atas untuk mengetahui atau mendiagnosis penyakit graves.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Sehatq
  • Alodokter
Kenali Tanda Atau Gejala Penyakit Graves

Kenali Tanda Atau Gejala Penyakit Graves

Hallo Kawan Mama, Pernahkah kamu mendengar istilah autoimun? Ya, autoimun atau system kekebalan tubuh merupakan jaringan yang ada di tubuh yang memiliki fungsi untuk mengintrol dan menjaga oragn tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Lalu bagaimana bila sitem kekebalan tubuh tersebut mengalami gangguan, sedangkan ia bertugas untuk menjaga kesehatan organ tubuh? Ketika kondisi ini terjadi maka yang menimbulkan kondisi penyakit graves. Kondisi ini akan menimbulkan beberapa gejala dari penyakit graves.

Seperti yang telah di singgu di atas, bahwa autoimun atau system kekebalan tubuh memiliki fungsi untuk mengontrol dan menjaga kesehatan serta kondisi organ tubuh agar tetap dalam kondisi yang baik. Selain itu, system kekbalan tubuh juga akan berfungsi untuk menjaga kesehatan organ tubuh dari berbagai gangguan, seperti infeksi akibat bakteri, kuman, virus dan sejennisnya. Namun ketika system kekebalan tubuh tersebut mengalami gangguan maka kondisi ini akan mengakibatkan terjadinya penyakit graves.

Penyakit graves adalah salah satu jenis penyakit di mana kondisi ini lebih sering terjadi ketika pertembahan usia yang matang dan menua. Umumnya usia 20 hingga 40 tahun ke atas menjadi usia yang rawan mengalami penyait graves. Meskipun demikian, anak-anak juga tetap memiliki risiko yang membuatnya dapat mengalami penyakit graves. Selain itu, jenis kelamin juga sedikit mempengaruhi, di mana kaum wanita memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami penyakit graves.

Seseorang yang mengalami kondisi penyakit graves umumnya akan mengalami beberapa gejala yang di timbulkan akibat kondisi ini. Gejala yang timbulkan umumnya sangat beragam mulai dari yang biasa hingga sampai kondisi yang berbahaya. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai tanda atau gejala yang muncul pada tubuh yang mengalami penyakit graves. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya sebagai berikut.

Kondisi Penyakit Graves

Kenali Tanda Atau Gejala Penyakit Graves

Panyakit graves pada dasarnya merupakan masalah kesehatan yang terbilang cukup serius, di mana terjadi gangguan pada sistem autoimun yang ada di dalam tubuh. system autoimun pada dasarnya merupakan jaringan yang berfungsi sebagai media yang akan menghasilkan atau memproduksi hormon teroid. Hormon teroid ini akan memiliki fungsi sebagai pengatur beberapa fungsi  dan kinerja dari organ tubuh.

Penyakit graves ini berupa kelenjar teroid yang bertugas sebagai autoimun mengalami gangguan sehingga tidak dapat memproduksi hormon teroid seperti dalam keadaan normal. Umumnya penyakit graves ini terjadi di mana adanya gangguan pada autoimun yang menyebabkan kelenjar teroid mengalami gangguan sehingga memproduksi hormon teroid yang lebih banyak dari biasanya. Kondisi ini di sebut dengan istilah hiperteroid di mana kondisi ini akan menimbulkan beragam gejala seperti detak jantung yang tidaK normal, tangan dan tubuh yang ge,etar, hingga mata yang lbebih menonjol.

Teroid sendiri pada dasarnya merupakan organ tubuh berupa kelenjar yang berbentuk kupu-kupu yang letaknya ada di bagian depan leher. Pada tempat tersebut, teroid akan di produksi dan berfugngsi untuk membantu mengatur metabolisme tubuh. Selain sebagai mengatur system metabolisme tubuh, teroid juga akan berfungsi mengontrol aktivitas dari organ tubuh. Ketika system atuoimun mengaami gangguan, maka akan berpengaruh terhadapt jaringan tubuh yang lain.

Di lasnir dari laman docdoc, bahwa seseorang yang mengalami penyalit graves, apabila tidak segera di tangani, maka kondisi ini akan menyebabkan risiko di mana penderitanya dapat mengalami komplikasi yang cukup serius. Dalam kasus yang lebih buruk, penderita penyakit graves akan mengalami berbagai masalah kesehatan serta rentan mengalami serangan penyakit dalam rentan waktu yang cukup lama. Bahkan beberapa kasus menyebutkan bahwa penyakit graves dapat menyebabkan penderitanya mengalami kematian.

Gejala Penyakit Graves

Gangguan pada system autoimun tersebut tentunya perlu untuk segera di atas agar tidak menjalar dan menyebabkan masalah kesehatan lainya. Untuk itu, mengetahui gejala-gejala yang muncuk pada kondisi garves merupakan hal yang perlu untuk di lakukan. pada tahap awal, penyakit graves tidaka akn menimbulkan gejala yang signifikan. Hal ini membuat seringkali penderitanya tidak menyadari bahwa ia mengalami penyakit graves.

Umumnya kondisi penyakit graves seringkali baru di sadari ketika kondisi ini memasuki tahap lanjut atau kondisi yang cukup parah. Selain itu, kondisi penyakit graves akan menimbulkan gejala yang cukup beragam. Beberapa gejala yang di timbulkan akibat penyakit graves anatara lain sebagai berikut.

  1. Pembesaran kelenjar teroid yang menyebabkan penyakit gondok
  2. Bagian tubuh yang mengalami tremor yang umumnya di alami oleh jari atau tangan
  3. Palpitasi jantung atau jantung yang berdebar-debar
  4. Detak jantung yang tidak menentu atau aritmia
  5. Perubahan pada siklus menstruasi, seperti haid yang terlambat atau datang terlalu cepat
  6. Mengalami disfungsi ereksi
  7. Berat badan yang menurun akibat hilangnya nafsu makan
  8. Kondisi mood atau suasana hati yang tidak menentu atau mudah berubah
  9. Penrurunan gairah seksual
  10. Mengalami insomnia atau kondisi kesulitan pergi tidur
  11. System pencernaan yang terganggu hingga menyababkan diare
  12. Berdampak pada kondisi rambut yang mengalami kerontokan
  13. Mudah kelelahan
  14. Mudah mengeluarkan keringat
  15. Lebih sensitive terhadap kondisi atau suhu udara yang cenderung lebih panas
  16. Kondisi bola mata yang cenderung lebih menonjol
  17. Gangguan penglihatan seperti pandangan yang kabur atau penglihatan ganda
  18. Kondisi kulit yang memerah dan menebal, terutama pada bagian tulang kering atau puncak kaki
  19. Pergerakan usus yang lebih aktif dari kondisi normal
  20. Kondisi otot yang lemah dan lemas
  21. Sulit untuk hamil
  22. Penurunan libido
  23. Munculnya benjolan di leher

Gejala Lain

Selain beberapa gejala di atas, umumnya seorang perokok yang mengalami penyakit graves akan menimbulkan gejala yang lebih parah, termasuk masalah pada mata. sebab kondisi ini akan mengakibatkan otot dan jaringan yang ada di mata mengalami peradangan. Kondisi ini akan mengakibatkan struktur bola mata menjadi lebih menonjol dari soket mata atau di kenal dengan istilah exophthalmos. Pada dasarnya, belum di katahui secara pasti bagaimana penyait dan komplikasi ini dapat menyerang mata. selain itu, di yakni bahwa tidak ada keterkaitan anatara tingkat keparahan penyait dan seberapa parah penonjolan mata.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai tanda atau gejala penyakit graves. Umumnya pada tahap awal, tanda atau gejala dari penyakit graves cenderung masih ringan sehingga tidak jarang penderitanya tidak menyadari kondisi ini. Namun dalam tahap yang lebih lanjut, gejala dari penyakit ini baru saja akan mulai terasa. Sebelum hal tersebut terjadi, baiknya periksakan dengan rutin kondisi mata untuk mencegah perkembangan penyait graves.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Sehatq
  • Alodokter
Kenali Penyebab Terjadinya Penyakit Graves

Kenali Penyebab Terjadinya Penyakit Graves

Hallo Kawan Mama, Pernahkah kamu merasakan kondisi di mana mata kamu cenderung lebih menonjol seperti mau keluar dari kelopak mata? Jika iya, maka kamu sebaiknya perlu berhati-hati dan mewaspadai kondisi tersebut. pasalnya, kondisi tersebut adalah salah satu gejala adanya masalah kesehatan yang juga menjadi gangguan penglihatan berupa penyakit graves. Umumnya, masalah kesehatan yang satu ini dapat terjadi akibat beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya penyakit graves.

Kondisi ini umumnya lebih sering terjadi dan di alami oleh orang dewasa dan orang dengan usia lanjut. Meskipun demikian, kondisi ini juga dapat di alami oleh usia anak-anak. Bahkan kondisi ini apabila tidak segera di tangani akan menyebabkan masalah yang serius. Selain itu, kondisi ini juga akan mengahambat pertumbuhan dan perkembangan anak secara siginifikan apabila tidak segera di tangani. Kondisi ini juga akan berkembang dengan lebih cepat ketika produksi hirmon teroid semakin meningkat.

Umumnya, kondisi ini terjadi akibat system kekebalan tubuh yang akan berfungsi untuk menghasilkan atau memproduksi antibody. Hal tersebut akan merangsang kelenjar teroid untuk meningkatkan ukuran kelenjar dan menghasilkan hormon tiroid untuk meningkatkan ukuran kelenjar dan akan menghasilkan hormon teroid dalam jumlah yang lebih banyak. Kondisi inilah yang akan mengakibatkan terjadinya penyakit graves.

Ketika seseorang mengalami penyakit graves, umumnya dalam tahap awal, kondisi ini cenderung tidak menimbulkan gejala yang menganggu. Namun lambat laun kondisi ini akan semakin berkembang menjadi semakin parah dan menimbulkan gejala menganggu. Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa faktor penyebab terjadinya penyakit graves. Karena memang terjadinya kondisi ini tidak terlepas dari beberapa faktor yang berkaitan. Berikut adalah penjelasannya.

Penyakit Graves

Kenali Penyebab Terjadinya Penyakit Graves

Pada dasarnya, penyakit graves adalah penyakit yang terjadi dan menyerang autoimun di dalam tubuh. Pada kondisi ini, autoimun akan membuat tubuh menghasilkan hormon teroid secara berlebihan dalam jumlah yang lebih banyak dari kondisi normal. Kondisi ini juga sering di sebut dengan istilah hiperteroidisme di mana penyakit ini akan menimbulkan berbagai gejala yang beragam. Seperti detak jantung yang tidak menentu, tangan atau tubuh yang gemetar, hingga kondisi mata yang lebih menonjol.

Kelenjar teroid sendiri pada dasarnya merupakan jaringan yang memiliki tugas untuk memproduksi hormon yang akan mengatur beberapa fungsi tubuh. Seperti halnya dengan system saraf, fungsi dan perkembangan otak, serta mengatur suhu tubuh. Teroid sendiri merupakan kelnjar yang berbentuk kupu-kupu yang terletak di depan leher di mana hormon teroid di produksi yang akan membantu mengatur metabolisme tubuh. Selain itu, teroid ini juga akan bertugas sebagai pengontrol aktivitas tubuh.

Terjadinya peningkatan produktivitas hormon teroid ini akan membuat kelenjar teroid tidak dapat menampung hormon teroid dalam jumlah yang banyak. Ketika produktivitas hormon teroid meningkat, maka tubuh akan mengalami kondisi hiperteroidisme. Pada kondisi ini akan mengakibatkan beberapa fungsi tubuh mangalami gangguan. Seperti kondisi di mana gangguan yag cukup serius pada jantung, gangguan pada otot, terganggunya siklus menstruasi, masalah pada kulit dan juga gangguan pada mata.

Penyakit graves ini umumnya cendrung lebih sering terjadi pada kaum wanita di bandingkan dengan kaum laki-laki. Selain itu, penyakit ini juga lebih sering terjadi dan di alami oleh orang dengan usia 40 tahun ke atas. Mengutip dari laman docdoc, bila tidak segera di tangani, penyakit graves akan berisiko menyebabkan komplikasi yang cukup serius. Bahkan dalam kasus yang terburuk, kondisi ini dapat menyebabkan dampak buruk pada kesehatan seseorang dalam rentang waktu yang lama, hingga menyebabkan terjadinya kematian.

Penyebab Terjadinya Penyakit Graves

Pada dasarnya, penyakit graves atau juga di kenal dengan istilah graves disease dapat terjadi akibat adanya gangguan pada fungsi antiimun atau system kekebalan tubuh yang mengalami masalah. Dalam kondisi normal, biasanya system kekebalan tubuh akan dapat berfungsi untuk melindungi tubuh dari organisme asing yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan, yakni seperti bakteri, kuman dan juga virus.

Namun ketika seseorang mengalami penyakit graves, maka kondisi ini akan menyebabkan system kekebalan tubuh justru akan menghasilkan antibody thyroid-stimulating immunoglobulins atau TSI. Anti bodi tersebut malah berpotensi akan menyerang kelenjar teroid. Kondisi ini akan memicu kelenjar teroid menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang lebih banyak dari yang di butuhkan dan bisa di tamping oleh kelenjar teroid.

Meskipun begitu, pada dasarnya belum di ketahui dengan pasti penyebab utama terjadinya penyakit graves. Namun kondisi ini di kaitkan dengan beberapa faktor yang berpotensi menjadi penyabab terjadinya penyakit pada kelenjar teroid ini. Berikut ini adalah beberapa faktor yang menjadi penyebab seseorang mengalami penyakit graves.

  1. Jenis Kelamin Wanita

Kaum wanita memang di ketahui memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi untuk mengalami penyakit graves di bandingkan dengan kaum laki-laki. Untuk itu, penyakit graves lebih sering di alami oleh kaum wanita.

  1. Berusia 20 Hingga 40 Tahun Ke Atas

Usia juga sangat mempenagruhi kondisi kesehatan tubuh. dalam hal ini, meskipun penyakit graves dapat di alami oleh siapa saja. Namaun kondisi ini juga lbih sering terjadi, terutama pada usia 20 tahun sampai 40 tahun ke atas.

  1. Memiliki Keluarga Dengan Riwayat Penyakit Graves

Kondisi penyakit graves juga merupakan salah satu penyakit yang identic dengan faktor genetik atau keturunan. Apabila kamu mendapati seseorang dari anggoata keluargamu mengalami kondisi ini, terutama orang tua, maka cukup tinggi kemungkinannya bahwa kamu juga dapat mengalami penyakit graves.

  1. Pengidap Penyakit Autoimun, Seperti Rheumatoid Arthritis Atau Diabetes Type 1

Sebagaimana di jelaskan di atas, bahwa penyakit graves adalah salah satu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system autoimun atau kekebalan tubuh. maka apabila seseorang mengidap penyakit jenis atuoimun seperti rheumatoid atau diabtes type 1, maka kemungkinan besar orang tersebut dapat mengalami penyakit graves

  1. Mengalami Stress Fisik Dan Pikiran

Seseorang yang sedang mengalami stress, baik pikiran maupun fisik dapat menyebabkan munculnya penyakit graves. Sebab stress ini cenderung akan berdampak pada kondisi system kekebalan tubuh

  1. Kehamilan

Kehamilan menjadi salahs atu faktor yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit graves. Hal ini juga berlaku bagi seseorang yang baru saja melahirkan terutama dalam rentang waktu 1 tahun

  1. Memiliki Kebiasaan Merokok

Merokok akan mempengaruhi system imunitas tubuh yang akan menjadi kian menurun. Dan hal ini aka menjadi pemicu munculnya penyakit graves.

  1. Pernah Mengalami Infeksi Mononucleosis

Seseorang yang mengalami kondisi infeksi mononucleosis juga memiliki risiko tinggi untuk mengalami penyakit graves. Sebab kondisi infeksi mononucleosis erat kaitannya dengan kondisi penyakit graves.

Penyakit graves pada dasarnya merupakan sebuah kondisi di mana kelenjar teroid yang berfungsi memproduksi hormon teroid mengalami gangguan. Akibatnya kelenjar teroid akan memprosukdi hormon teroid dalam jumlah ynang lebih banyak dari kondisi normal. Akibatnya kondisi ini akan menyebabkan system autoimun atau kekebalan tubuh menjadi terganggu sehingga terjadilah kondisi penyakit graves. Meskipun belum di ketahui penyebab utama yang mengakibatkan terjadinya penyakit graves, namun beberapa hal di atas sangat berjaitan dan di anggap menjadi faktor penyebab penyakit graves.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya penyakit graves. Dalam tahap awal atau kondisi yang ringan, penyakit graves mungkin tidak akan menimbulkan gejala atau perubahan yang siginifikan. Namun dalam kondisi yang lebih serius, penyakit graves sangat berbahaya hingga dapat menyebabkan seseorang mengalami kematian.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Halodoc
  • Alodokter
Risiko Komplikasi Akibat Penyakit Neuritis Optik

Risiko Komplikasi Akibat Penyakit Neuritis Optik

Hallo Kawan Mama, Neuritis optik adalah salah satu jenis gangguan penglihatan yang sering kali terjadi dan di alami kebanyakan orang. Kondisi ini umumnya akan membuat fungsi penglihatan menjadi menurun , seperti pandangan pada objek menjadi kabur, atau bahkan pandangan menjadi buram. Bahkan seringkali kondisi ini terjadi di sertai dengan rasa nyeri yang datang secara tiba-tiba. Lebih dari itu, risiko komplikasi akibat penyakit neuritis optik juga dapat di alami oleh penderitanya.

Kondisi mata yang mengalami Neuritis optik umumnya adalah salah satu gangguan penglihatan yang pada dasarnya belum di ketahui dengan pasti penyebab utamanya. Namun beberapa hal di kaitkan dan berhubungan dengan kondisi mata yang mengalami neuritis optik. Karena seringkali muncul pada usia 30 ke atas, maka faktor penuaan di anggap menjadi salah satu penyebab utama terjadinya neuritis optik. Namun hal ini tidaklah sepenuhnya benar.

Sebab, beberapa faktor lain juga di kaitkan dan berhubungan dengan terjadinya kondisi neuritis optik. Seperti infrksi bakteri atau kuman, serta beberapa riwayat kesehatan atau kondisi penyakit tertentu juga dapat menyebabkan seseorang mengalami neuritis optik. Selain itu, penggunaan beberapa jenis obat tertentu juga berpotensi menyebabkan seseorang mengalami kondisi neuritis optik. Beberapa hal tersebut umumnya akibat dari gaya hidup yang tidak sehat.

Sementara itu, mata yeng mangalami kondisi neuritis optik, di duga dapat mengalami beberapa kondisi risiko komplikasi akibat penyakit neuritis optik. Meskipun umumnya penyakit neuritis optik hanya berlangsung beberapa waktu saja namun ternayata memiliki risiko komplikasi yang berbahaya. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengeneai risiko komplikasi akibat penyakit neuritis optik. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya sebagai berikut.

Kondisi Neuritis Optik

Risiko Komplikasi Akibat Penyakit Neuritis Optik

Pada dasarnya, neuritis optik merupakan kondisi di mana adanya gangguan pada system penglihatan, tepatnya pada saraf optik yang ada di mata. Kondisi saraf optik yang mengalami gangguan akan mengakibatkan fungsi penglihatan menjadi terganggu. Hal ini akan berimbas pada pandangan yang menjadi tidak normal seperti biasanya. Gangguan tersebut berupa adanya peradangan akibat pembengakakan pada saraf optik yang di sebabkan oleh beberapa faktor.

Saraf optik merupakan jaringan yang ada di mata yang memiliki fungsi yang sangat penting di mana ia akan berperan sebagai media untuk mengirirm atau mengantarkan informasi visual ke otak. Informasi visual tersebut adalah hasil dari cahaya objek yang masuk ke mata. Pada dasarnya, proses penglihatan terjadi di mana cahaya objek yang masuk ke mata akan melewati kornea untuk kemudian sampai ke retina.

Retina ini akan berperan untuk mengubahnya menjadi informasi visual yang nantinya akan di kirimkan ke otak. Dan di sinilah peran saraf optik sebagai media yang bekerja untuk mengantarkan atau mengirim informasi tersebut ke otak. Ketika saraf oprik mengalami gangguan maka infomasi visual yang ada di retina akan kesulitan untuk sampai ke otak. Bahkan informasi visual yang ada pada retina tidak dapat sampai ke oatak.

Kondisi ini akan mengakibatkan fungsi penglihatan tidak dapat bekerja dengan baik sehingga menyebabkan pendangan menjadi menurun. Kondisi ini juga akan mengakibatkan ketajaman penglihatan yang ikut menurun. Selain itu, biasanya kondisi ini akan mengakibatkan pandagan yang menjadi kabur dan buram yang mana hal ini akan membuat mata kesulitan untuk mengenali objek yang terlihat. Selain itu, penderita neuritis optik juga akan merasakan rasa nyeri pada mata yang umumnya akan datang secara tiba-tiba.

Penderita Neuritis Oprtik

Pada dasarnya, neuritis optik merupakan salah satu gangguan penglihatan yang sampai saat ini masih belum di ketahui dengan pasti penyebab utamanya. Meski demikian, dalam beberapa penelitian, neuritis optik di kaitkan pada beberapa faktor yang berisiko menyababkan kondisi ini terjadi. Di lansir dari laman hellosehat, neuritis optik merupakan Janis penyakit mata yang lebih mudah terjadi dan di alami oleh kaum wanita di bandingkan dengan kaum pria.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa risiko kuam wanita untuk mengalami neuritis optik lebih tinggi hingga mencapai sekala 3 banding 1 di mana kaum penderita penyakit ini lebih jarang di alami kaum pria. Meskipun demikian, neuritis optik tetap saja perlu untuk di waspadai karena kondisi ini juga dapat di alami oleh kaum pria. Di sisi lain, selaon jenis kelami, faktor usia juga di kaitkan menjadi penyebab seseorang mengalami neuritis optik.

Sebab pada usia-usia remaja hingga orang tua merupakan usia yang rawan mengalami neuritis optik di mana lebih tepatnya pada usia 14 sampai 40 tahun ke atas. Meskipun usia-usia tersebut memiliki risiko yang cukup tinggi untuk mengalami neuritis optik, namun kondisi ini juga dapat di alami oleh usia anak-anak. Bahkan kasus yang terjadi pada anak-anak juga cukup sering terjadi hingga mencapai 60% di mana anak perempuan pada usia 9-10 tahun lebih rentan mengalami neuritis optik.

Komplikasi Akibat Neuritis Optik

Umumnya, neuritis optik akan menyebabkan kondisi atau gejala umum seperti penglihatan yang kabur, pandangan buram atau rasa nyeri yang datang secara tiba-tiba. Selain membuat rasa tidak nyaman, neuritis optik juga menyebabkan penderitanya kesulitan untuk melihat atau mengenali objek yang di lihat olrh mata. Namun ternayata, neuritis optik dapat menyebabkan seseorang mengalami beberapa kondisi komplikasi.

Risiko komplikasi akibat neuritis optik umumnya terjadi karena mata yang mengalami kondisi ini tidak di rawat. Selain itu, perawatan atau penanganan yang salah juga dapat menyebabkan penderita neuritis mengalami risiko komplikasi. Berikut ini adalah beberapa kondisi risiko komplikasi akibat neuritis ooptik. Anatar lain sebagai berikut.

  1. Kerusakan Saraf Optilk

Neuritis optik merupakan kondisi di mana adanya gangguan pada saraf optik yang ada di mata. Umumnya kondisi ini berupa adanya peradangan atau pembengkakan yang di alami oleh saraf optik. Namun ternyata, kondisi neuritis optik ini dapat menyebabkan risiko komolikasi. Yakni saraf optik yang mengalami kerusakan. Bahkan di ketahui bahwa kerusakan pada saraf optik dapat terjadi secara permanen.

Meskipun demikian, biasanya kerusakan pada saraf optik tidak akan menyebabkan gejala yang berbeda pada gejala-gejala yang biasa muncul. Namun tetap saja ketika saraf optik tersebut mengalami kerusakan maka kondisi ini akan berimbas pada fungsi penglihatan yang akan kesulitan untuk melihat pada objek. Dan parahnya lagi kondisi ini juga akan terjadi secara permanen.

  1. Penurunan Ketajaman Visual

Umumnya, neuritis optik hanya akan berlangsung selema beberapa minggu atau bulan. Kondisi ini juga akan sembuh dengan sendirinya, bahkan tanpa menggunakan pengobatan medis sekalipun. Namun hilangnya sebagian warna pada mata merupakan risiko komplikasi yang dapat di alami akibat kondisi neuritis optik. Bahkan beberapa kasus menyebutkan bahwa kondisi tersebut kemungkinan juga akan dapat terus berlanjut.

  1. Risiko Masalah Kesehatan

Selain berimbas pada fungsi penglihatan di mana pandangan menjadi kabur dan buram serta ketajaman penglihatan yang menurun, neuritis optik juga dapat menyebabkan beberapa kondisi medis. Penderita neuritis optik lebih rentan mengalami beberapa jenis penyakit, seperti penyakit deep vein thrombosis (DVT), emboli paru, atau bahkan mengalami ineksi pada saluran kemih.

  1. Risiko Komplikasi Akibat Efek Samping Pengobatan Atau Perawatan

Dalam penanganan penyakit neuritis optik, pasien dapat mengalami beberapa risiko efek samping akibat tidakan medis yang di lakukan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pasien berisiko mengalami komplikasi berupa kortikosteroid. Kondisi ini akan menyebabkan system kekebalan rubuh mangalami penurunan. Akibatnya, kondisi ini akan menyebabkan penderita neuritis optik lebih mudah dan mengalami infeksi.

Selain itu, penggunaan obat steroid yang biasa di gunakan untuk mengobati kondisi neuritis optik juga dapat menyababkan system autoimun atau kekebala tubuh menjadi menurun. Akibatnya berbagai infeksi sangat mudah menyerang organ tubuh, termasuk mata. Kondisi ini juga akan menyebabkan penderitanya mengalami kenaikan berat badan atau mengalami perubahan mood.

Neuritis optik merupakan salah satu gangguan penglihatan yang dapat di alalmi oleh semua orang tanpa terkecuali. Meski dmeikian, kondisi ini lebih rentan terjadi dan di alami oleh kaum wanita. Umumnya kondisi ini hanya akan berlangsung beberapa minggu atau bulan saja, dan akan sembuh dengan sendirinya,bahkan tanpa menggunakan pengobatan medis sekalipun. Namun ternyata, neuritis optik dapat menyebabkan penderitanya mengalami beberap risiko komplikasi akibat kondisi ini. Pada kondisi yang lebih buruk, penderita neuritis optik dapat mengalami keadaan di mana kerusakan pada saraf optik terjadi secara permanen.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai risiko komplikasi akibat penyakit neuritis optik. Meskipun bukan terilang sebagai penyakit yang berbahaya bagi kesehatan tubuh, neuritis optik dapat menyebabkan penderitanya mengalami berbagai risiko komplikasi yang akan mempengaruhi fungsi penglihatan. Oleh sebab itu, neuritis optik adalah salah satu jenis penyakit yang perlu untuk di waspadai.

Semoga tulisan ini dapat membantudan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Alodokter
  • Halodoc
Obat Alami Mengatasi Kondisi Penyakit Neuritis Optik

Obat Alami Mengatasi Kondisi Penyakit Neuritis Optik

Hallo Kawan Mama, Apakah kamun pernah mendengar atau bahkan sedang mengalalmi kondisi neuritis optik? Neuritis optik adalah masalah kesehatan di mana adanya gangguan penglihatan yang terjadi pada system penglihatan. Umumnya kondisi ini akan mengakibatkan gejala di mana pandangan menjadi buram dan di sertai dengan rasa nyeri yang datang secara tiba-tiba. Jika kamu mendapati kondisi ini sebaiknya perlu di waspadai. Beberapa obat alami di katakan dapat mengatasi kondisi mata yang mengalami penyakit neuritis optik.

Kenapa kondisi neuritis optik perlu untuk di waspadai? Sebab kondisi ini adalah keadaan di mana system penglihatan mengalami gangguan yang akan membuat penglihatan menjadi terganggu dan tidak dapat bekerja dengan maksimal. Neuritis optik umumnya adalah salah satu gengguan penglihatan yang dapat dan seringkali di alami oleh kebanyakan orang. Namun kondisi ini lebih sering di alami oleh seseorang dengan usia 30 tahun ke atas.

Pada dasarnya, belum di ketahui dengan pasti penyebab utama terjadinya kondisi neuritis optik. Beberapa pendapat mengatakan bahwa kondisi ini terjadi akibat faktor penuaan. Namun beberapa faktor lain juga mengatakan bahwa munculnya neuritis optik dapat di sebabkan oleh infeksi bakteri dan kuman, atau bahkan kondisi penyakit tertentu. Di sisi lain penggunaan jenis obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan seseorang mengalami neuritis optik.

Kondisi ini pada dasarnya belum di katahui dengan pasti obat yang tepat dan ampuh untuk mengatasi kondisi ini. Namun beberapa metode seperti penggunaan obat-obatan dan penanganan medis di katakan dapat memperbaiki kondisi ini. Selain itu, ternayata ada beberapa obat alami yang dapat di gunakan untuk mengatasi neuritis optik. Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai obat alami untuk mengatasi kondisi penyakit neuritis optik. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Apa Itu Neuritis Optik?

Obat Alami Untuk Mengatasi Kondisi Penyakit Neuritis

Pada dasarnya, neuritis optik merupakan salah satu kondisi gangguan penglihatan di mana adanya gangguan yang di alami oleh saraf optik yang ada di mata. Neuritis optik merupakan kondisi di mana saraf optik mengalami peradangan atau pembangkakan yang membuatnya tidak dapat berfungsi dengan baik. Saraf optik sendiri pada dasarnya merupakan jaringan saraf yang bertugas untuk mengirimkan informasi visual dari retina hingga sampai menuju otak.

Ketika saraf optik mengalami gangguan atau peradangan akibat pembangkakan, maka secara otomatis, infomasi visual akan kesulitan atau bahkan tidak akan terkirim ke otak. Kondisi inilah yang di sebut dengan neuritis optik yang akan mengakibatkan munculnya gejala terganggunya fungsi penglihatan, seperti pandangan kabur, buram, ketajaman penglihatan yang menurun, serta timbulnya rasa nyeri yang datang secara tiba-tiba.

Dalam kondisi normal, umumnya proses penglihatan terjadi di mana cahaya objek yang masuk akan di tangkap oleh kornea yang kemudian akan di lewati menuju retina. Retina inilah yang akan merubahnya menjadi informasi visual yang kemudian akan di kirimkan menuju otak. Saraf optik akan bekerja membawa informasi visual dari retina untuk di kirimkan ke otak. Sementara itu, peradangan dan pembangkakan akan membuat saraf optik tidak dapat mengirimkan informasi visual ke otak.

Pasien Neuritis Optik

Neuritits optik umumnya merupakan salah satu gangguan penglihatan yang dapat di alami oleh semua orang. Meskipun demikian, beberapa faktor dapat di kaitkan dengan neuriti optik. Seperti di lansir dari laman hellosehat yang mengatakan bahwa neuriti optik adalah jenis gangguan penglihatan yang umumnya lebih mudah di alami oleh kaum wanita di bandingkan dengan kaum laki-laki. Bahkan perbandingan pasien penderita neuritis adalah 3 banding satu di mana jumlah wanita lebih banyak.

Meskipun wanita lebih berisiko mengalami neuriti optik, namun tetap saja kondisi neuritis optik dapat terjadi dan di alami oleh kaum laki-laki. Karenanya baik kaum wanita maupun laki-laki perlu untuk mewaspadai akan kondisi neuritis optik. Selain itu, faktor usia ternayat juga tidak lepas dari terjadinya kondisi neuritis optik. Remaja, dewasa hingga orang tua atau kalangan usia 14 sampai 40 tahun ke atas merupakan usia yang rawan mengalami neuritis optik.

Meskipun pada kalangan usia tersebut, yakni remaja hingga orang tua memiliki kemungkinan risiko yang lebih besar untuk mengalami kondisi neuriti optik, namun meski jarang terjadi, kondisi ini juga dapat du alami oleh anak-anak. Bahkan kejadian pada anak-anak terjadi hingga mencapai angka 60% di mana anak perempuan dengan rata-rata usia mencapai 9 hingga 10 tahun lebih rawan mengalami neuritis optik.

Obat Alami Untuk Mengatasi Penyakit Neuritis Optik

Pada umumnya, neuritis optik merupakan penyakit yang dapat di alami oleh siapa saja dan dalam keadaan normal, kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Bahkan tanpa menggunakan pengobatan medis sekalipun neuritis optik dapat sembuh dan kembali pulih. Namun perlu untuk di katahui bahwa dalam keadaan tertentu neuritis optik juga perlu penanganan untuk membantu menyebuhkan dari kondisi tersebut.

Selain dengan menggunakan pengobatan medis, ternayata ada juga beberapa cara atau obat alami untuk mengatasi penyakit neuritis optik. Tentunya hal ini juga mudah dan sderhana dan dapat di lakukan di rumah. Berikut adalah beberapac cara atau obat alami untuk mengatasi penyakit neuritis optik.

  1. Mengkonsumsi Susu Kedelai

Susu kedelai atau juga biasa di kenal dengan sari kedelai adalah salah satu bahan konsumsi yang dapat membantu mengatasi kondisi penyakit neuritis optik. Sebab di dalam sari kedelai ini kaya akan kandungan vitamin B1, protein asam glutamate dan lesitin yang tinggi. Kandungan-kandungan tersebut di katahui dapat dengan efektif menyembuhkan neuritis optik. Selain itu, kamu juga bisa mencapmurkannya dengan madu alami untuk mempercepat proses penyembuhan.

  1. Apel

Apel adalah salah satu jenis buah-buahan yang kaya akan manfaat terutama untuk kesehatan mata. ternyata, apel juga dapat menjadi salah satu media untuj mengobati neuriti optik. Banyaknya kandungan vitamin di dalam buah apel, seperti A dan C yang juga berperan sebagai antioksidan akan membantu meredakan peradangan pada saraf optik yang ada di mata. cukup dengan memakannya 2 hingga 3 buah perhari maka kamu akan manfaatnya.

  1. Vitamin B

Makanan yang kaya akan kandungan vitamin B juga menjadi salah satu pilihan baik untuk membantu mangatasi kondisi neuritis optik. Sebab vitamin B akan membantu proses penyembuhan neuritis optik, serta meringankan rasa sakit yang muncuk akibat kondisi ini. Vitamin B dapat kamu temukan pada berbagai jenis ikan laut atau karang serta daging ayam tanpa lemak.

  1. Yogurt

Yogurt adalah salah satu jenis makanan olahan yang kaya akan kandungan vitamin B1 dan B12. Jenis vitamin-vitamin tersebut pada dasarnya merupakan vitamin yang baik untuk kesehatan serta fungsi mata. peradanga pada saraf optik juga akan terbantu proses pemulihannya dengan mengkonsumsi yogurt. Selain itu, bakteri yang ada di yogurt akan berperan sebagai katalis di dalam usus.

  1. Nanas

Kandungan asam esensial di dalam buah nanas merupakan senyawa yang sangat baik dan bermanfaat untuk membantu mengatasi neuritis optik. Selain itu, di dalam nanas juga mengandung vitamin A dan C yang akan bekerja sebagai antioksidan. Kamu dapat mengkonsumsi buah nanas satu gelas perhari dan kemudian akan merasakan manfaat baiknya.

Neuritis optik pada dasarnya merupakan kondisi saraf optik yang ada di mata yang sedang mangalami adanya gangguan. Umumnya hal ini berupa adanya peradangan atau pembangkakan sehingga saraf optik tidak dapat mengirimkan bekerja untuk mengirimkan informasi visual dengan bai ke otak. Akibatnya penglihatan akan menjadi buram, kabur hingga rasa nyeri yang datang secara tiba-tiba. Selain itu, umumnya neuritis optik akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. namun beberapa kondisi tertentu mengakibatkan neuritia optik berlangsung dalam waktu yang lama. Dan meskipun sangat jarang terjadi penyakit ini juga dapat menyebabkan kebuataan.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama menganai obat alami untuk mangatasi penyakit neuritis optik. Umumnya selain akan sembuh dengan sendirinya, beberapa pengobatan medis juga seringkali di lakukan untuk mengatasi kondisi neuritis optik. Namun beberapa hal di atas merupakan cara atau obat alami yan juga dapat di gunakan untuk membantu mengatasi kondisi neuritis optik.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Fimela
  • Halodoc
Cara Mengobati Penyakit Neuritis Optik

Cara Mengobati Penyakit Neuritis Optik

Hallo Kawan Mama, Mata adalah salah satu oragn tubuh yang memiliki peran serta fungsi yang sangat penting sebagai indra penglihataan. Namun beberapajenis pengliahatan seringkali menganggu dan menyerang mata sehingga kinerjanye terganggu dan mengalami penurunan. Salah satu gangguan di mana terjadi kerusakan pada saraf optik yang ada di mata adalah kondisi neuritis optik. Dalam hal ini, ada beberapa cara untuk mengobati jenis penyakit neuritis optik.

Umumnya, kondisi mata yang mengalami neuritis optik lebih sering terjadi dan di alami oleh orang dengan usia lanjut. Sebab bertambahnya usia menjadi salah satu faktor yang di duga penyebab munculnya neuritis optik. Meski demkian berbagai faktor lain juga daoat menyebabkan seseorang mengalami neuritis optik. Selain itu, pada dasarnya kondisi ini juga dapat di alami oleh orang dewasa. Meski jarang terjadi neuritis optik juga dapat di alami oleh anak-anak.

Neuritis optik biasanya hanya akan berlangung sementara atau hanya beberapa hari saja. Kondisi ini juga cenderung akan sembuh denan sendirinya, dan bahkan tanpa menggunakan obat atau pengobatan medis sekalipun. Meski demikian, banyak juga kasus yang menyebutkan bahwa kondisi neuritis optik tidak kunjung membaik bahkan setelah beberapa minggu. Dalam kasus yang lebih parah, bahkan kondisi ini di duga dapat menyebabkan terjadinya kebutaan pada penderitanya.

Berbagai gejala akan muncul akibat kondisi neuritis optik, seperti padangan yang tidak nyaman, objek yang kabur atau padangan buram. Kondisi ini juga akan memuat penderitanya kesulitan melihat dengan baik karena ketajaman penglihatan yang menurun. Karenanya, kondisi neuritis optik bukanlah sesuatu yang baik untuk di sepelkan. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai cara untuk mengobati penyakit mata neuritis optik. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya sebagai berikut.

Penyakit neuritis optik

Cara Mengobati Penyakit Neuritis Optik

Neuritis optik pada dasarnya merupakan salah satu gangguan penglihatan atau penyakit yang menyerang jaringan yang ada di mata, yakni saraf optik. Ketika saraf optik mengalami gangguan maka kondisi ini akan mempengaruhi fungsi penglihatan. Sebabs araf opti merupakan jaringan yeng berfungsi sebagai pengantar informasi visual dari retina menuju otak. Gangguan pada saraf optik membuat informasi tersebut menjadi keuslitan untuk sampai atau bahkan tidak akan sampai ke otak.

Pada dasarnya, pterjadinya proses penglihatan adalah di mana cahaya atau bayangan dari objek yang masuk ke mata melaulio kornea mata. kemudian cahaya tersebut akan menembus kornea hingg sampai pada retina mata. bagian tengah retina yang di sebut dengan macula ini akan membantu menghantarkan cahaya objek melalui saraf optik menuju ke otak. Ketika salah satunya menalami gangguan maka itu akan berdampak pada penglihatan. Neuritis optik adalah gangguan yang terjadi pada saraf optik.

Saraf optik yang mengalami gangguan umumnya akan terjadi karena adanya peradangan yang di sebabkan oleh pembengkakan akibat faktor-faktor tertentu. Hal ini akan mengahambat proses pengiriman informasi visual menuju ke otak. Alhasil fungsi penglihatan terutama pada ketajaman akan semakin menurun. Bahkan meskipun jarang terjadi, di duga kondisi ini menjadi salah satru faktor yang dapat menyebabkan teradinya kebutaan.

Seputar Neuritis Optik

Di lansir dari laman hellosehat menyebutkan bahwa kondisi mata yang mengalami neuritis optik umumnya lebih mudah di alami oleh kaum wanita di bandingkan dengan kaum laki-laki. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kaum wanita memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami kondisi neuritis optik di mana 3 untuk wanita berbanding 1 untuk lelaki yang mengalami kondisi ini. Meskipun demikian, kondisi ini juga perlu di waspadai bagi kaum laki-laki.

Selain itu, neuritis optik juga juga lebih banyak di alami oleh pasien dengan rentang usia remaja hingga orang tua, yakni 14 tahun sampai 40 tahun ke atas. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak pun dapat mengalami kondisi neuritis optik. Bahkan kondisi ini kejadina pada anak-anak terjadi hingga mencapai 60% di mana nak permepuan dengan rata-rata usia 9 hingga sepuluh tahun. Sementara itu, penderita neuritis optik ini di sisi lain memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap kondisi penyakit komplikasi.

Dari data tersebut dapat di ketahui bahwa faktor jenis kelamin dan usia menjadi salah satu faktor yang tidak lepas pada kondisi neuritis optik. Sementara itu, dalam penanganannya, sendiri di katakana bahwa dapat di lakukan dengan cara mengurangi faktor-faktor penyebabnya. Sekalipun kondisi ini pada umumnya akan sembuh dengan sendirinya, namun data lain menyebutkan bahwa neuriti optik dapat kembali terjadi di kemudian hari. Bahkan 1 dar 3 pasien kembali mengalami neuritis optik setelah sempat mengalami kondisi ini.

Cara Mengobati Penyakit Mata Neuritis Optik

Umumnya, dalam kondisi normal, neuritis optik dapat sembuh dengan sendirinya. Namun beberapa kasus menyebutkan bahwa dalam kondisi tertentu, neuritis otik akan berlangsung hingga berminggu-minggu dan menyebabkan komplikasi. Kondisi ini tentunya membutuhkan penanganan agar dapat segera pulih. Sementara itu, cara pengobatannya pun tergantung dengan tingkat keparahan kondisi tersebut.

Berikut adalah cara untuk membantu mengobati penyait neuritis optik.

  1. Obat-Obatan

Penggunaan obat-obatan adalah salah satu metode pengobatan yang umumnya akan di lakukan pada tahap awal. Sebab dalam kondisi tersebut, jenis obat yang di konsumsi akan berpengaruh untuk mengurangi efeksamping dari gejala neuritis optik. Obat yang di konsumsi juga akan meredakan gejala-gejal dan membantu memerbaiki saraf optik yang mengalami kerusakan. Beberapa obat tersebut antara lain, yakni,

    • Jenis kortikosteroid seperti methylprednisolone
    • Imunoglobin intravena (IVIG)
    • Interferon
    • Suntikan vitamin B12
  1. Suntikan Obat Teroid Dengan Dosi Yang Tinggi

Pemberian suntikan obat jenis steroid ini alam membantu memperlambat perkembangan multiple sclerosis yang menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan neuritis optik. Meskipun begitu, obat jenis ini memiliki efek samping pada beberapa orang dalam kondisi tertentu. Seperti seseorang yang mengalami kenaikan berat badan (obesitas), gangguan lambung, insomnia, hingga perubahan suasana hati. Karenanya dalam penggunaanya perlu ada kehati-hatian.

  1. Terapi Penggantian Plasma

Metode pengobatan yang satu ini akan di gunakan ketika konsumsi jenis obat-obatan tidak menimbulkan efek yang baik secara signifikan. Ketika obat-obatan yang sudah di konsumsi tidak membuahkan hasil, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan metode terapi penggantian plasma. Terapi penggantian plasma akan di lakukan untuk membantu memperbaiki kerusakan pada saraf optik, serta memaksimalkan penglihatan.

Neuritis optik pada dasarnye merupakan masalah kesehatan berupa gangguan penglihatan yang terjadi pada saraf otik yang ada di mata. Gangguan pada saraf optik ini akan membuat infornmasi visual dari beyengan objek yang ada di retina akan keuslitan atau bahkan tidak sampai ke otak. Akibatnya, fungsi penglihatan akan terganggu sehingga menurun dan memnyebabkan berbagai gejala yang menjadi keluhan penderitanya. Pada dasarnya, pengobatan yang tepat pada neuritis belum di katahui dengan pasti karena penyebabnya yang juga belum di ketahui dengan pasti. Namun beberapa penelitian menyeubtkan bahwa beberacap cara di atas dapat membentu memulihkan dari kondisi tersebut.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai cara mengobati penyakit mata neuritis optik. Meskipun umumnya kondisi neuritis optik hanya akan berlangsung sebentar dan akan sembuh dengan sendirinya, namun kondisi ini perlu untuk tetap di waspadai. Sebab beberapa komplikasi bisa saja terjadi akibat neuritis optik.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Halodoc
  • Alodokter