Faktor Penyebab Kondisi Mata Juling

Faktor Penyebab Kondisi Mata Juling

Faktor Penyebab Kondisi Mata Juling

Penyebab Kondisi Mata Juling

Hallo Kawan Mama, Mata juling adalah salah satu masalag gangguan penglihatan yang umumnya di alami oleh kebanyakan orang. Kondisi ini umumnya lebih sering di alami pada usia kanak-kanak dan bayi. Bahkan kondisi mata juling ini menyumbang hingga 25 % dari semua ketidakselarasan dan masalah gangguan penglihatan pada anak-anak. Namun tidak jarang juga orang dewasa memiliki hal yang menjadi penyebab mengalami kondisi mata juling. Kondisi ini membuat penderitanya mengalami gangguan penglihatan di mana kedua matanya tidak dapat melihat lurus dengan selaras dan focus pada objek yang sama.

Pada dasarnya kondisi mata juling atau juga di kenal dengan istilah strabismus yang membuat bola mata tidak dapat melihat lurus sejajar dan seirama. Kondisi ini terjadi akibat otot dari kedua mata yang tidak berfungsi dengan baik dan normal sehingga membuat posisi dan gerak dari bola mata menjadi terganggu dan tidak seimbang. Hal tersebut akan membuat otak akan menerima informasi yang berbeda dari masing masing bola mata. Akibatnya salah satu bola mata dapat melihat lurus kea rah objek sedangkan mata yang lainya melihat ke arah yang arah lain atau berlawanan. Agar kedua mata dapat melihat dengan focus dan jelas pada satu objek yang sama di butuhkan kerja otot penglihatan secara sinergis. Apabila ketidakseimbangan terjadi maka akan mempengaruhi terhadap focus pandang pada objek. Jika tidak segera di atasi, kondisi ini akan menyebabkan mata juling menjadi permanen bahkan meskipun sangat kecil, tetap berisiko menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan atau kebutaan.

Sebagian besar kasus menunjukkan bahwa terjadinya kondisi mata juling ini tidak di pengaruhi oleh faktor genetikal atau keturunan. namun tidak sedikit juga yang mengalami kondisi mata juling yang di sebabkan oleh beberapa faktor lain. Apa saja faktor yang menyebabkan kondisi mata juling? Berikut ini Kawan Mama akan mambahas mengenai beberapa faktor penyebab kondisi mata minus. Karena umumnya banyak yang belum mengerti dan mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi mata juling.

Faktor Penyebab Kondisi Mata Juling

Kondisi mata juling terjadi akibat adanya ketidak seimbangan pada otot mata, atau adanya masalah koordinasi antara otak dan mata. Bahkan beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat menyebabkan seseorang mengalami kondisi mata juling. Meskipun belum di ketahui dengan pasti, usia anak-anak adalah usia yang paling rentan mengalami kondisi mata juling. Mengutip dari Children’s Natioanal menyabutkan bahwa anak-anak dengan riwayat keluarga yang memliki sindrom lebih berisiko untuk mengidap mata juling.

Mata juling dapat di alami oleh siapa saja tanpa mengenal batasan waktu dan usia. Namun kondisi ini biasanya lebih sering di alami dan di diagnosis sejak dini. Sekitar 1 dari 20 anak menunjukan gejala mata juling. Dan kondisi mata juling pada anak-anak dapat biasanya akan muncu dan terlaihat sejak lahir namun gejala yang sangat terlihat dan dapat di sadri dengan mudah terjadi pada bayi dengan usia 3 bulan. Meskipun begitu, orang dewasa juga perlu untuk berhati-hati terhadap kondisi ini.

Di lansir dari laman American Optometric Assosiation, menyebutkan bahwa terdapat 6 otot berbeda di setiap mata. Otot-otot pada mat tersebut akan bekerja secara bersamaan dan membuat keseimbangan pada kinerja gerakan antara kedua bola mata. Dengan adanya kesimbangan tersebut, kedua mata dapat focus melihat sebuah objek yang sama secara bersamaan. Mata juli terjadi akibat tidak adanya keseimbangan pada otot antar kedua bola mata.

Pada dasarnya penyebab kondisi gangguan penglihatan tersebut di bedakan menjadi dua macam, yaitu mata juling pada anak-anak dan pada orang dewasa. Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi mata juling.

  1. Penyebab Kondisi Mata Juling Pada Anak-Anak

    • Kelainan genetic yang mempengaruhi pertumbuha tengkorak (Apert Syndrome)
    • Rabun jauh dan dekat
    • Penderita astigmatisme
    • Penderita lumpuh otak
    • mengalami Infeksi atau penyakit campak
    • Riwayat diabetes
    • Cerebral palsy
    • Congenital rubella
    • Hemagioma dekat mata ketika waktu bayi
    • Kelainan gentik (syndrome down)
    • Kelaina genetic langka yang mempengaruhi kulit (Inconenti Pigmenti Syndrome)
    • kelainan genetic langka yang mempengarui tampilan wajah (Noonan syndrome)
    • kondisi genetic yang menyebabkan terbentuknya otot yang lemah (Prader-Willi Syndrome)
    • kelainan yang mempengaruhi mata (retinopathy of Prematurity )
    • kenker langka pada retina (retinoblastoma)
    • cedera otak traumatis
    • kelainan genetic yang menyebabkan cacat lahir (trisomy 18)
    • kelahiran premateur
    • Penyakit lain yang menyebabkan kehilangan penglihatan
  1. Penyebab Kondisi Mata Juling Pada Orang Dewasa

    • Botulisme
    • Diabetes (menyebabkan kondisi yang di sebut Acquired Paralytic Strabismus)
    • Penyakit Graves
    • Guillain-Barre Syndrome
    • Cedera pada mata
    • Cerebrial palsy
    • Keracunan akibat kerang-kerangan
    • Stroke
    • Cedera otak traumatis
    • Kehilangan penglihatan akibat penyakit mata atau kondisi lainya

Selain beberapa faktor kondisi kesehatan di atas, ada beberapa faktor lain yang berisiko menyebabkan kondisi mata juling. Seperti,

  • Faktor keturunan dari orang tua yang memiliki riwayat mata juling atau gangguan penglihatan lainnya.
  • Kelainan genetic yang menyebabkan gangguan penglihatab
  • Adanya kelainan pada otak seperti hidrosefalus, sindrom down, stroke, cedera otak , cerebral palsy atau bahkan tumor otak
  • Inveksi virus seperti penyakit campak
  • Gangguan pada penglihatan seperti penyakit mata malas (amblyopia), rabun dekat hingga kerusakan pada retina
  • komplikasi diabetes pada mata.

Dari sekian banyaknya faktor penyebab terjadinya kondisi mata juling, yang paling umum mengakibatkan kondisi tersebut adalah faktor keturunan. menurut dr. Junaedi seorang dokter spesialis mata RS Pondok Indah-puri indah. Menyebutkan bahwa sekitar 30 % anak-anak dengan kondisi mata juling memiliki anggota keluarga atau orang tua dengan kondisi yang sama. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa faktor-faktor di atas dapat menyebabkan mata mengalami kondisi mata juling. Meskipun kondisi mata juling banyak terjadi pada anak-anak terutama usia muda atau bayi, namun tidak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa juga dapat mengalami kondisi mata juling. Oleh sebab itu, sebaiknya mulai rawat kondisi kesehatan mata dan lakukan langkah pecegahan atau periksan ke dokter apabila muncul gejala kondisi mata juling.

Demikian pembahasan dari Kawan Mama mengenai faktor penyebab kondisi mata juling. Kondisi mata juling memang salah satu gangguan penlihatan yang umum di alami kebanyakan orang. Pada tahap awal kondisi ini masih bisa di tangani sendiri atau dengan bantuan medis. Namun jika di biarkan, kondisi ini dapat memperparah kondisi kesehatan pada mata hingga berisiko mengalami kebutaan.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • Alodokter
Gejala Kondisi Mata Juling

Gejala Kondisi Mata Juling

Gejala Kondisi Mata Juling

Gejala Kondisi Mata Juling

Hallo Kawan Mama, Gangguan terhadap penglihatan memang sering kali di alami dan menjadi keluhan umum pada kebanyakan orang. Terutama pada zaman sekarang di mana sebagian besar dari aktivitas yang kita lakukan mengharuskan kita untuk menghabiskan waktu lebih lama pada layar computer ataupun gadget. Akibatnya banyak sekali peningkatan terhadap keluhan akan adanya gangguan penglihatan. Salah satu kondisi gangguan penglihatan adalah gejala kondisi mata juling.

Apakah kamu salah satu penderita mata juling? Kondisi mata juling, pada dasarnya terjadi akibat posisi kedua mata yang tidak sejajar sehingga membuat mata melihat ke arah yang berbeda pada objek yang sama. Pada kondisi ini, ketika satu mata terfokus pada satu objek mata yang satunya dapat mengarah ke dalam atau menyilang. Selain itu, mata yang satu bisa juga mengarah ke luar (wall eye), mengarah kebawah (hipotropia) atau mengarah kebawah (hyperopia). Umumnya kondisi mata juling ini lebih banyak di alami oleh usia balita dan kanak-kanak. Namun ternyata kondisi mata juling juga dapat di alami oleh siapa saja tanpa mengenal batas usia. Umumnya, banyak yang beranggapan bahwa kondisi mata juling ini dapat sembuh dengan sendirinya. Namun sayangnya yang benar adalah kondisi mata juling tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Apabila penyakit ini tidak segera di tangani, maka dapat menyebabkan risiko penglihatan ganda.

Ketika kondisi mata juling terjadi dan tidak segera di tangani, maka risiko penglihatan ganda hingga menyebabkan penyakit mata malas atau di kenal dengan istilah amblyopia. Nah, pada kesempatan kali ini Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa gejala munculnya kondisi mata juling. Pada awal kondisi mata juling akan memunculkan beberapa gejala. Dengan mengetahui gejala munculnya mata juling, maka kita bisa lebih sigap dan segera melakukan langkah pencegahan.

Gejala Munculnya Kondisi Mata Juling

Mata juling atau juga di kenal dengan istilah strabismus yang umumnya berupa kondisi dari salah satu mata yang melihat ke depan sedangkanmata lainya melihat kerah berbeda. Bisa melihat kekiri, kekanan, keatas atau bahkan ke samping. Selain faktor keturunan, kondisi mata juling juga dapat di sebabkan oleh oleh faktor lain. Seperti gangguan pada system saraf atau bahkan adany tumpr juga berpotensi menyebabkan kondisi mata juling.

Secara garis besar, kondisi mata juling ini di kategorikan menjadi 2 macam kondisi, yaitu mata juling dengan sudut yang besar dan mata juling dengan sudut yang kecil. Mata juling dengan sudut yang besar merupakan kondisi di mana adanya ketidak sejajaran yang sangat terlihat antara duo bola mata. Sedangkan mata juling dengan sudut yang sempit merupakan kondisi ketidaksejajaran posisi mata yang hanya sedikit dan tidak terlalu terlihat. Pada mata juling dengan sudut yang besar umumnya tidak akan membuat penegangan otot hingga sakit kepala. Karena otak tidak akan berusaha untuk memperbaiki penglihatan. Namun pada mata juling dengan sudut yang sempit akan menyebabkan penegangan otot dan sakit kepala. Kondisi ini terjadi karena mata juling dengan sudut yang sempit akan terus membuat otak mengfokuskan pada penglihatannya.

Kondisi mata juling atau strabismus ini lebih sering terjadi pada balita. Pada saat berumur 3-4 bulan, umumnya mata sang bayi dapat melihat dengan focus pada objek yang terlihat dengan posisi mata yang lurus dan rata. Dan pada usia 6 bulan, bayi sudah dapat melihat objek yang jauh dengan focus dan lbih jelas. Namun bayi yang mengalami mata juling posisi matanya akan mengalami peruabahan arah gerak pada objek tertentu. Berikut adalah ciri-ciri gejala kondisi mata juling atau strabismus.

  1. Posisi kedua mata yang tidak sejajar

  2. Kedua mata tidak melihat kea rah atau objek yang sama

  3. Otot mata yang tegang

  4. Mata yang mudah lelah

  5. Sakit kepala

  6. Sering berkedip dan memicingkan mata

  7. Penglihatan yang buruk atau kabur

  8. Adanya penglihatan ganda

  9. Mencoba menutup salah satu mata saat berusaha focus melihat pada objek tertentu

  10. Pergerakan mata yang tidak terkoordinasi atau tidak seirama

  11. Kehilangan penglihatan

Kondisi mata yang mengalami kondisi penglihatan ganda tidak terlalu berlaku pada anak-anak. hal ini di sebabkan oleh dua gambar yang terekam oleh mata kiri dan kanan yang di kirimkan ke otak akan di acuhkan dan di pilih salah satu. Umumnya objek yang di pilih berdasarkan kondisi mata yang lebih sehat. jika di biarkan, kondisi ini dapat mengakibatkan kemampuan salah satu mata menjadi menurun dan mengalami mata malas atau amblyopia.

Kondisi kesehatan mata, perlu untuk di jaga dengan sebaik-baiknya. karena kondisi mata yang mengalmi gangguan penglihatan tentu akan menganggu dan membuat repot penderitanya. Mata juling adalah salah satu kondisi gangguan penglihatan yang umum di alami oleh kebanyakan orang. Kondisi ini akan membuat penderitanya tidak dapat melihat dengan jelas hingga memiliki penglihatan ganda. Karenanya, apabila gejala-gejala di atas muncul, sebaiknya sesegera mungkin lakukan tindakan pencegahan agar kondisi mata dapat kembali normal.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai gejala kondisi mata juling. Meskipun umumnya terjadi pada anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan bahwa kondisi ini dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal batasan usia. Rawat dan sayangi mata kamu mulai dari sekarang.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Klikdokter
  • Docdoc
Kenali Beberapa Masalah Gangguan Penglihatan

Kenali Beberapa Masalah Gangguan Penglihatan

Kenali Beberapa Masalah Gangguan Penglihatan Dan Penyakit Mata

Kenali Beberapa Masalah Gangguan Penglihatan Dan Penyakit Mata

Hallo Kawan Mama, Kondisi mata yang sehat tentu membuat pemilikinya menjadi nyaman dalam melakukan aktivitas. tidak bisa di pungkiri, karena mata memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam kehidupan kita. namun, mata juga memiliki karakteristik yang sangat sensitive dan rentan mengalami masalah maupun penyakit mata. Tak jarang banyak dari kita yang memiliki masalah gangguan penglihatan dan penyakit mata. Karenanya, penting untuk menjaga kesehatan mata kita.

Gangguan penglihatan dan penyakit mata pada dasarnya dapat di alami oleh siapapun tanpa mngenal batasan usia. Beberapa dari masalah gangguan penglihatan dapat sembuh dengan sendirinya atau menggunakan perawatan secara alami. Namun ada juga beberapa kondisi masalah gangguan penglihatan yang mengharuskan penderitanya mendapatkan pengobatan medis. Masalah gangguan penglihatan ini seringkali di anggap remeh dan sepele ketika masih dalam tahap ringan. Namun sebenarnya masalah gengguan penglihatan ini tidak bisa di anggap sepele meskipun dalam kondisi yang cukup ringan. Pasalnya dengan menyapelakan hal tersebut, dapat menyebabkan kondisi masalah gangguan penglihatan dan penyakit mata menjadi bertambah parah. Bahkan beberapa kondisi dari jenis gangguan penglihatan dapat menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan atau kebutaan.

Tentunya masalah gangguan penglihatan ini dapat membuat rasa tidak nyaman dan akan menganggu segala aktivitas sehari-hari. Meskipun tidak sampai pada ancaman kematian, namun tetap saja masalah gangguan penglihatan bukanlah hal yang baik untuk di biarkan. Pada kesempatan kali ini Kawan Mama akan membahas mengenai Kenali beberapa masalah gangguan penglihatan dan penyakit mata. Dengan mengetahui beberapa masalah gangguan penglihatan di harapkan agar kamu dapat tahu dan lebih hati-hati serta mengetahui dan dapat segera mengatasinya dengan cara yang tepat.

Masalah Gangguan Penglihatan, Serta Kelainan Dan Penyakit Mata

Keluhan atas kondisi mata yang tidak sehat menjadi kondisi yang banyak di keluhkan oleh kebanyakan orang. Seperti keluhan pandangan yang kabur, munculnya bitnik hitam, sakit kepala, hingga mata perih dan lelah menjadi hal yang umum di keluhkan. Tak jarang gejala-gejala yang muncul tidak segera di tangani dan di anggap sepele yang mungkin saja gejala tersebut adalah awal dari munculnya masalah gangguan, atau kelainan dan penyakit mata. Berikut ini adalah beberapa masalah gangguan penglhatan.

  1. Rabun Dekat (Hyperopia)

Rabun dekat atau juga di kenal dengan sebutan hyperopia merupakan sebuah kondisi mata tidak dapat melihat objek yang letaknya dekat. Kondisi ini umumnya terjadi akibat faktor genetic atau keturunan dari orang tua yang menderita rabun dekat. Penderita dari rabun dekat terpaksa harus menggunakan alat bantu seperti kaca mata mupun lensa agar mata dapat berfungsi dan melihat dengan lebih optimal.

  1. Rabun Jauh (Miopia)

Rabun jauh atau biasa di keal dengan sebutan miopia ini adalah kebalikan dari rabun dekat. Miopia merupakan kondisi di mana mata tidak dapat melihat objek yang letaknya jauh. Sama halnya dengan rabun dekat, rabun jauh juga umumnya di sebabkan oleh faktor genetic atau keturunan. kondisi ini juga membuat penderitanya membutuhkan alat bantu kaca mata atau lensa bahkan melakukan operasi laser mata untuk menanganinya.

  1. Rabun Senja

Rabun senja merupaka sebuah kondisi masalah gangguan penglihatan yang membuat penderitanya tidak dapat meilhat dengan baik pada tempat gelap, malam hari atau tempat dengan pencahayaan yang buruk. Hingga saat ini, rabun senja yag di alami seseorang sejak lahir belum di temukan cara penyembuhannya. Namun rabun senja yang di sebabkan oleh kekurangan vitamin A, katarak, hingga rabun dekat masih dapat di atasi oleh dokter.

  1. Katarak

Katarak merupakan salah satu masalah gangguan penglihatan atau kelainan mata yang terjadi akibat penumpukkan protein pada lensa mata sehingga membuat penglihatan menjadi samar. Kondisi katarak yang pali sering terjadi adalah katarak nuklir. Protein yang menumpuk umumnya di sebebkan oleh penuaan, obesitas, diabetes, radiasi sinar UV, cedera mata hingga bawaan dari lahir. Cara penanganan yang tepat adalah dengan melakukan operasi katarak sebagai media terapi penyembbuhan.

  1. Konjungtivitas

Konjungtiivitas atau biasa jugs di kenal dengan istilah pink-eye adalah gangguan penglihatan yang terjadi akibat peradangan pada konjungtiva. Konjungtiva sensiri merupakan selaput tipis yang melapisi bola mata dan kelopak mata pada bagian dalam. Umumnya kondisi ini terjadi akibat debu, bakteri atau virus, hingga pemakaian kosmteik dan asap rokok. Karenanya kebersihan dan rajin mencuci tangan perlu di takankan untuk kesehatan mata dan mencegah kondisi tersbut.

  1. Atigmatisme

Atigmatisme merupakan masalah gangguan penglihatan yang umumya di sebabkan oleh kelengkungan kornea atau lensa yang tidak sempurna atau tidak rata. Kondisi ini mengakibatkan perubahan letak jatuhnya bayangan objek pada retina menjadi bergeser. Akibatnya, penglihatan akan berubah menjadi tidak jelas atau samar atau berbayang. Umumnya kondisi Atigmatisme ini terjasi akibat faktor keturunan.

  1. Glaukoma

Glaucoma pada dasarnya merupakan sebuah penyakit yang menyebabkan gangguan saraf penglihatan yang di sebabkan oleh adanya peningkatan tekanan pada bola mata. Tekanan yang meningkat ini umumnya di sebabkan adanya tekana darah tinggi yang menyebabkan saluran air mata tersbumbat. Selain itu, penggunaan obat mata dengan golongan kortikosteroid secara berlebihan juga dapat menyebabkan kondisi glaucoma.

  1. Buta Warna

Buta warna meruapak sebuah kelainan yang membuat penderitanya tidak dapat melihat warna tertentu atau tidak dapat membedakan warna satu dengan warna lainya. umumnya penderita buta warna tidak dapat melihat atau membedakan warna merah dan hijau. Hal ini di sebabkan oleh sel kerucut atau sel warna di dalam mata yang tidak bekerja atau berfungsi dengan normal. Pada umumnya, kondisi ini bawaan sejak lahir, atau di sebabkan pengaruh obat-obatan hingga efek penyakit tertentu.

  1. Presbyopia

Presbyopia merupaka masalah gangguan penglihatan di mana penderitanya kesulitan membaca tulisan. Umumnya kondisi ini di sebabkan oleh faktor bertambahnya usia atau penuaan. Sebagian besar dari penderita Presbyopia ini di alami pada usia 40 tahun keatas. Kondisi mata yang mengalami penuaan akan mengakibatkan lensa mata menjadi kurang fleksibel. Sehingga membuat penglihatan tidak bisa focus melihat pada objek yang dekat. Kondisi ini membuat penderitanya membutuhkan alat bantu kaca mata atau lensa kontak.

  1. Degdenari Macula

Degdenari macula atau di sebut juga denga istilah Age related Macular Degeneration (AMD) adalah rusaknya penglihatan pusat pada retina yang akan membuat sulit membaca dan mengemudi. Umumnya kondisi ini menimbulkan gejala lapang pandang pusat yang tanpak hitam atau garis lurus yang tampak bergelombang. Usia 60 tahun ke atas atau faktor darah tinggi, obesitas, glaucoma hingga asap roko menjadi beberap penyebabnya. Selain itu, Degdenari macula di bagi menjadi dua, yaitu Degdenari macula basah dan kering.

  1. Retinopati Diabetikum

Kondisi ini di sebabkan oleh adanya riwayat diabetes tipe 1 dan 2 yang berpotensi menyebabkan sebagian penglihatah yang hilang dan berujung pada kebutaan. Diabestes tipe 1 dan 2 menyababkan pembuluh darah kecil dalam retina. Apabila penglihatan sudah mulai kabur serta adanya bitnik hitam atau rasa nyeri maka mungkin kondisi penyakit ini sudah cukup parah. Karenanya, penderita diabetes tipe 1 maupun di 2 di harapkan juga untuk rutin mengecek kondisi mata agar dapat mencegah kondisi tersebut.

  1. Retinitis Pigmentosa

Retinitis pigmentosa merupakan salah satu kondisi gangguan penglihatan yang umumnya di sebabkan oleh faktor keturunan. umumnya terjadi di mulai pada gangguan penglihatan pada malam hari. Selanjutnya di ikuti dengan gangguan lapang pandang samping secara perlahan yang kemudian akan membuat penderintanya seperti melihat di dalam terowongan. Risiko yang lebih parah adalah terjadinya kebutaan. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa dengan menambah jumlah asupan vitamin A dapat mencegah kondisi ini. Namun dengan catatan konsultasi dan mendapat panduan dari dokter agar tidak salah langkah.

  1. Floater

Floater merupakan sebuah bintik hitam atau benang halus yang bergerak dan menghalangi penglihatan. selain itu, floater ini merupakan debris atau kotoran di dalam cairan vitreus yang akan menutupi penglihatan. Meskipun tidak terlalu berbahaya, namun sebaiknya seger periksakan diri kedokter untuk berjaga-jaga.

  1. Amblyopia (Mata Malas)

Kondisi inni umumnya terjadi pada usia kanak-kanak di mana satu mata tidak dapat melihat dengan baik. Kondisi ini bisa terjadi akibat adanya ketidakseimbangan pada otak sehingga otak cenderung labih inten pada satu bagian mata. Mata juling atau penggunaan obat tetes mata dapat menjadi penyebab kondisi ini. Namun kebanyakan terjadi akibat bawaan lahir atau usia dini. Jika tidak segera di tangani, maka kondisi ini akan terjadi secara permanen.

  1. Bintitan (Stey)

Bintitan merupakan sebuah kondisi di mana pada area mata muncul sebuah benjolan merah lunak yang terlihat seperti jerawat pada kelopak mata. Umumnya hal ini terjadi akibat infeksi pada kelopak mata atau blefaritis. Kondisi ini umumnya akan berlangsung hanya dalam 1 minggu. Untuk mempercepat proses penyembuhan, kamu dapat mengompres hangat 3-6 kali setiap harinya.

  1. Infeksi

Beberpa faktor dapat menyebabkan mata mengalami infeksi. Seperti alergi, adanya benda asing hingga kondisi mata kering. Alregi atau benda asing dapat menyebabkan goresan pada bagian mata sehingga berpotensi mengalami iritasi yang akan menyebabkan infeksi. Kondisi mata kering juga memudahkan mata mengalami infeksi akibat kekurangan cairan yang berfungsi melempakan mata. Karenanya jika mata mengalami kondisi ini sebainya seger di tangani agar mencegah infeksi. Kamu bisa menggunakan obat tetes dengan takaran yang tepat untuk mengatsi kondisi ini.

Mata memang merupakan salah satu bagian dari organ tubuh yang memliki karakter sangat sensitive terhadap sesuatu. Entah itu benda atau pun suasana lingkungan hingga kondisi kesehatan tubuh. Sebagaimana yang telah di sebutkan di atas, bahwa banyak sekali jenis masalah gangguan penglihatanyang dapat terjadi pada mata. Karenanya menjaga kesehatan mata sangat penting dan sebaiknya di mulai sejal dini sebelum terlambat. Meskipun tidak memberi ancaman kematian, namun tetap saja mata memiliki fungsi dan peran yang penting bagi kita. terutama dalam melakukan segala aktivitas sehari-hari.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa masalah gangguan penglihatan dan penyakit mata. Beberapa masalah terkait gangguan penglihatan dapat di alami oleh siapa saja tanpa mengenal batasan usia. Karenanya jaga dan sayangi mata di mulai sedini mungkin.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Mayapadahospital
  • Alodokter
Gejala Kondisi Mata Minus

Gejala Kondisi Mata Minus

Gejala Kondisi Mata Minus

Gejala Kondisi Mata Minus

Hallo Kawan Mama, Apakah kamu salah satu dari orang penderita mata minus atau rabun jauh? Ya, mata minus atau rabun jauh ini memang salah satu penyakit yang kerap di alami kebanyakan orang. Umumnya, kondisi mata minus atau rabun jauh dapat di sebabkan oleh beberapa faktor. Seperti faktor genetic, kebiasaan buruk hingga faktor lingkungan. Tentunya kondisi tersebut dapat di ketahui dengan munculnya beberapa gejala kondisi mata minus.

Pada dasarnya, mata minus atau rabun jauh atau juga di kenal dengan istilah miopia merupakan gangguan pada penglihatan. Kondisi ini menyebabkan objek letaknya jauh dri mata menjadi terlihat kabur. Namun penderita mata minus atau rabun jauh masih bisa melihat objek dengan letak yang dekat. Dalam kondisi mata normal harusnya bayangan objek jatuh tepat atau focus pada retina. Sedangkan dalam kondisi mata minus bayangan objek yang jatuh tidak tepat pada retina, melainkan jatuh di depan retina. Kondisi inilah yeng membuat objek jauh menjadi terlihat kabur. Akibatnya penderita mata minus atau rabun jauh memerlukan bantuan kaca mata atau lensa agar dapat melihat objek yang letaknya jauh. Tanda- tanda seseroang mengalami rabun jauh umumnya mulai muncul pada usia 6-14 tahun. Di lansir dari Boston Children Hospital menyebutkan bahwa, sekitar 20 % anak usia 6-14 tahun mengalami konsdisi mata minus.

Pada kenyataannya, kondisi mata minus ini dapat terjadi pada seseorang dengan berbagai kalangan usia. Karenanya, perlu adanya upaya untuk menjaga mata tetap sehat sehingga dapat terhindar dari kondisi mata minus atau rabun jauh. Pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai gejala-gejala kondisi mata minus. Karena dengan mengetahui gejala-gejala yang terjadi, dapat membuat kita lebih sigap mencegah terjadinya kondisi mata minus.

Beberapa Gejala Terjadinya Kondisi Mata Minus

Kondisi mata minus secara umum dapat di sebabkan oleh beberapa faktor seperti, faktor keturunan, tubuh yang kekurangan zat betakaroten hingga kebiasaan-kebiasaan buruk. Karenanya, kondisi mata minus ini tidak hanya terjadi pada anak-anak saja, melainkan dapat terjadi pada semua orang tanpa mengenal batasan usia. Umumnya gejala mata minus ini terbagi menjadi dua macam, yaitu gejala mata minus pada orang dewasa dan gejala mata minus pada anak-anak. berikut ini adalah penjelasannya.

  1. Gejala Mata Minus Pada Anak-Anak

Meskipun hamper memiliki gejala yang sama, namun biasanya anak belum mengerti apa yang terjadi terhadap kondisi matanya. Oleh karena itu, orang tua perlu untuk lebih memperhatikan dan mengamati kondisi pada anaknya. umumnya anak yang mengalami kondisi mata minus dapat di keahui dengan gejala-gejala sebagai berikut.

    • Sering memicingkan mata
    • Saat menonton televise atau layar computer atau gadget anak akan duduk mendekat dengan alasan supaya terlihat lebih jelas
    • Sulit untuk melihat objek yang letaknya jauh
    • Mengedip-ngedipkan mata terus menerus
    • Seringkali menggosok dan mengucek-ngucek mata
    • Merasa mual sehabis membaca
    • Seringkali mengeluh sehabis lama membaca atau menonton televisi

Kondisi tersebut merupakan gejala mata minus yang umum sekali terlihat pada anak-anak. Ketika mendapati kondisi tersebut, baiknya orang tua harus segera memeriksakan anak ke dokter untuk mengambil langkah pencegahan dan solusi yang tepat. Lakukan tindakakan pencegahan sesegera mungkin untuk mencegah mata minus semakin bertambah.

  1. Gejala Mata Minus Pada Orang Dewasa

Gejala mata minus pada orang dewasa pada dasaranya ahampir sama dengan yang terjadi pada anak-anak. namun tentunya orang dewasa lebih mengerti dan memahami apa yang terjadi pada kondisi matanya. Berikut adalah gejala mata minus pada orang dewasa.

    • Pandangan yang tidak focus dan melihat dengan baik objek yang letaknya jauh
    • Memicingkan mata agar dapat melihat objek yang lataknya jauh
    • Sering merasa sakit kepala akibat kondisi mata yang terus berkontraksi
    • Pandangan yang tidak bisa focus dan menjadi kabur saat berkendara di malam hari
    • Mata mudah lelah dan terasa sakit

Apabila muncul gejala-gejala seperti di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter dan lakukan langkah-langkah pencegahan agar kondisi mata minus tidak bertambah parah. Selaon gejala tersebut ada beberapa kondisi yang mengharuskan kamu untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Seperti,

    • Munculnya floaters dalam jumlah banyak
    • Munculnya kilatan cahaya pada satu atau kedua mata
    • Adanya bayangan seperti tirai di atas bidang penglihatan

Tiga gejala di atas adalah gejala dari kondisi mata minus yang di sertai adanya tanda Ablasio retina atau kondisi retina yang lepas. Hal tersebut merupakan kondisi masalah penglihatan yang jarus segera di tangani dan mendapatkan perawatan medis sehingga kondisi mata dapat do cegah dan tidak akan bertambah buruk.

Kondisi mata minus dapat di alami oleh siapa saja tanpa mengenal batasan usia. Karenanya perlu adanya langkah cepat dalam menangani apabila munjul gejala-gejala mata minus. Karena meskipun tidak akan membayakan kesehatan hingga risiko kematian, namun gejala yang muncul apabila tidak segera di atasi akan menyebabkan mata minus bertambah. Tentunya hal tersebut akan membuat tidak nyaman dan akan menghalangi untuk melakukan aktivitas yang di lakukan setiap hari. Karenenya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat untu mengatasinya.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai gejala kondisi mata minus. Kondisi tersebut juga dapat di cegah sejak dini dengan mulai menerapkan pola hidup dan makan yang sehat. karena pola hidup dan makan yang sehat akan berpengaruh baik pada kesehatan seluruh organ tubuh.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • Sehatq
Cara Mengobati Mata Minus Atau Rabun Jauh

Cara Mengobati Mata Minus Atau Rabun Jauh

Cara Mengobati Mata Minus Atau Rabun Jauh

Cara Mengobati Mata Minus Atau Rabun Jauh

Hallo Kawan Mama, Mata yang mengalami rasa pegal, perih hingga rasa pusing merupakan beberapa gejala yang kerap di alami oleh seorang penderita mata minus atau rabun jauh. Terlebih para penderita mata minus ini tidak dapat melihat benda atau objek dengan jarak yang cukup jauh. Alhasil, penderita mata minus atau rabun jauh ini membutuhkan alat bantu penglihatan seperti kaca mata untuk bisa melihat benda atau objek yang cukup jauh dari pandangan.

Pada dasarnya, kondisi mata minus ini terjadi karena fungsi mata yang tidak dapat menangkap bayangan objek jatuh tepat di retina. Kondisi mata minus membuat bayangan objek jatuh di depan retina. Karenanya, kondisi ini menyebabkan mata tidak dapat meilhat pada objek jauh. Dengan begitu, dapat di pahami bahwa, penderita mata minus atau rabun jauh ini hanya bisa melihat objek dekat saja. Setiap dari penderita mata minus atau rabun jauh juga memiliki tingkat keseriusan atau keparahan yang berbeda-beda. Umumnya, seseorang penderita mata minus yang masih kecil belum memerlukan alat bantu penglihatan. Namun pada kondisi mata minus yang sudah cukup parah akan memaksa penderitanya menggunakan alat bantu penglihatan seperti kaca mata. Meskipun tidak tidak membahayakan bagi kesehatan tubuh namun kondisi mata minus tentu akan mengganggu dan menghalangi aktivitas-aktivitas yang kita lakukan.

Beberapa faktor dapat menyebabkan seseorang mengalami mata minus. Seperti halnya faktor keturunan, atau kebiasaan membaca dan melihat layar gadget atau computer terlalu sering dengan jarak yang cukup dekat, serta kebiasaan menggosok mata. Lalu adakah cara untuk mengobati kondisi mata minus? Bagaimana cara mengobati mata minus? Pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai cara mengobati mata minus atau rabun jauh. Meskipun belum di ketahui dengan pasti obat dari mata minus, namun beberapa cara berikut di anjurkan dan di percaya dapat mengobati mata minus.

Cara Yang Di Lakukan Untuk Mengobati Mata Minus

Di lansir dari laman lifestyle.kontan menyebutkan bahwa prevalensi miopia atau rabun jauh terus menerus meningkat di dalam maupun luar negeri. Temuan WHO menyebutkan bahwa sekitar 40 % dari populasi dunia atau sekitar 3,3 miliar orang akan menderita mata minus atau miopia pada 2030 mendatang. Bahkan hal ini bisa terjadi dan mencapai angka hingga setengan populasi dunia atau sekitar 4,8 miliar orang pada yahun 2050 nanti.

Hal ini juga di sebab kan oleh kondisi berkembangnya zaman dan masa pandemic yang mengharuskan orang berkativitas lebih banyak menggunakan smartphone dan computer serta menjalankan anjuran untuk tetap di rumah. Upaya menggunakan kaca mata atau lensa kontak memang dapat mempermudah mata untuk melihat. Namun alat bantu tersebut tidak dapat mengobati mata yang mengalami kondisi minus atau rabun jauh. Nah, berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegah dan mengobati kondisi miopia atau mata minus atau rabun jauh.

  1. Menggunakan Kaca Mata Atau Untuk Mata Minus

Salah satu cara untuk mengurangi kondisi mata minus adalah menggunakan kaca mata atau lensa untuk mata minus. Meskipun belum terbukti dapat mengobati kondisi rabun jauh atau mata minus, namun dengan memakai kaca mata atau lensa dapat mengontrol dan mengubah cahaya dan bayangan jatuh tepat focus pada retina. Hal ini akan membuat penglihatan yang sebelumnya buram menjadi terlihat lebih jelas.

Karena kaca mata atau lensa khusus untuk mata minus memang di desain agar bayangan dapat jatuh tepat pada retina. Penggunaan kaca mata atau lensa juga tergantung pada tingkat kondisi mata minus. Karena mata minus yang masih dalam tahap ringan biasanya tidak terlalu membutuhkan alat bantu dan hanya membutuhkan alat bantu pada kondisi tertentu saja. Pada konsdisi yang cukup parah maka kamu akan membutuhkan bantuan kaca mata hamper di segala aktvitas yang akan di lakukan.

Ada yang beranggapan bahwa memakai kaca mata dapat menyebabkan kondisi mata minus semakin bertambah parah. Pendapat ini berdasarkan kondnisi mata yang menjadi ketergantungan akan penggunaan kaca mata. Namun faktanya penggunaan kaca mata tidak akan mempengaruhi kondisi mata minus. Perubahan mata minus menjadi lbih parah akibat kerja mata yang lebih berat tanpa istirahat yang cukup. Selain itu, penggunaan kaca mata yang tidak sesuai dengan tingkat minus mata inilah yang berpotensi memperburuk mata minus.

  1. Tetes Mata Atropine

Cara selanjutnya yang dapat kamu gunakan untuk mengurangi dan mengobati mata minus adalah dengan menggunakan tetes mata atropine. Tetes mata atropine merupakan cara untuk mengurangi serta meperlambat perkembangan miopia pada anak-anak yang sudah terbukti secara signifikan. Sebuah percobaan besar yang telah di lakukan di Asia membuahkan hasil berupa perkembangan mata minus yang melambat hingga 60 % pada anak-anak.

Namun perlu di ketahui bahwa, kondisi miopia ini masih belum bisa di sembuhkan, namun dapat di kurangi atau di perlambat. Sehingga penderitanya ketika menggunakan tetes mata atropine masih memerlukan bantuan kaca mata atau lensa kontak untuk membantu penglihatan. Setidaknya dengan menggunakan tetes mata atropine membuat penderita mata minus tidak terlalu ketergantungan dengan kaca mata atau lensa kontak.

  1. Ortho-K

Ortokeratologi atau biasa di singkat menjadi Ortho-K atau juga biasa di kenal dengan istilah terapi refraksi kornea (CRT). Cara yang satu ini merupakan pengobatan untuk mata minus non-operasi. Namun penderita mata minus di haruskan untuk menggunakan lensa kontak khusus setiap malam ketika tidur. Hal ini di maksudkan agar dapat mengubah bentuk lengkungan pada korena sehingga mengurangi kondisi mata minus. Lensa kontak yang di pakai tersebut akan memberikan tekanan pada kornea sehingga dapat meratakan bentuknya.

  1. Melakukan Operasi Refraksi Mata

Salah satu cara yang di anggap cukup ampuh untuk menghilangkan atau mengurangi kondisi mata minus adalah dengan melakukan operasi refraksi. Di lansir dari National Eye Institute manyebutkan bahwa ada dua jenis operasi yang dapayt di lakukan untuk menghilangkan dan mengurangi mata minus. Yakni operasi PRK (Photorefractive Keratectomy) dan operasi Laser in Situ Keratomileusis atau operasi LASIK.

Kedua jenis operasi tersebut sama-sama menggunakan teknologi laser yang dapat menghilangkan mata minus dengan mengubah bentuk kornea sehingga bisa memfokuskan cahaya pada retina. Namun, selain kedua jenis operasi tersebut, ada juga jenis operasi refraksi lain. Seperti, LASEK, Epi-LASIk, SMILE, Pertukaran refraksi Lensa (RLE) dan implant lensa.

Sebagai catatan, perlu untuk di ketahhui bahwa operasi refraksi tidak selalu meberikan hasil yang di iniginkan. Setiap prosedur refraksi memiliki risiko dan efek samping. Karenanya pilih dan diskusikan terlebih dahulu operasi refraksi mana yang sesuai dengan kondisi kamu.

  1. Melakukan Cara Alami

Selain cara-cara di atas, kamu juga bisa melakukan pengobatan dan pencegahan mata minus dengan melakukan cara-cara alami yang di anggap dapat mengobati mata minus. Cara alami untuk mengobati mata minus berupa mengkonsumsi makanan bergizi. Seperti mengkonsumsi wortel, buah bit, daun sirih hingga lidah buaya. Makanan tersebut memiliki kandungan yang dapat menjaga jesehatan mata.

Selain mengkonsumsi makanan bergizi, kamu juga bisa menjemur mata di pagi hari hingga jam 8 untuk mendapatkan asupan vitamin D yang baik untuk mata. Selain itu, senam mata, Eye palming, melatih focus mata hingga terapi lilin juga merupakan cara yang di anggap dapat mengobati kondisi mata minus. Tentunya, cara tersebut termasuk cara yang aman tanpa efek samping yang berbahaya.

Kondisi mata minus tentu membuat tidak nyaman dan sangat mengganggu aktivitas yang sedang dan akan kita lakukan. Karenanya, kaca mata di buat sebagai salah satu alat bantu penglihatan sehingga mata dapat lebih berfungsi dengan optimal. Penggunaan kaca mata memang dapat membuat fungsi mata menjadi lebih optimal, namun bukan berari dapat menyembuhkan kondisi mata minus. Cara-cara di atas merupakan cara medis dan alami yang dapat kamu pilih untuk mengobati kondisi mata minus. Tentunya perlu ada usaha dan proses agar mata minus dapat kembali sembuh dan pulih seperti sedia kala. Terutama jika kamu memilih cara alami, sebab cara alami membutuhkan ketelatenan dan kesabaran serta proses yang lebih lama di bandingkan cara pengobatan medis.

Demikian pembahasan dari Kawan Mama tentang cara mengobati mata minus atau rabun jauh. Meskipun belum di ketahui secara pasi cara mengobati mata minus atau rabun jauh, namun cara-cara di atas sudah di anggap dan terbukti dapat mengurangi dan mencegah kondisi mata minus.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Kesehatan.kontan
  • Hellosehat
Kenali Cara Mencegah Mata Minus

Kenali Cara Mencegah Mata Minus

Kenali Cara Mencegah Mata Minus

Kenali Cara Mencegah Mata Minus

Hallo Kawan Mama, Saat ini mata minus atau rabun jauh merupakan salah satu kondisi gangguan penglihatan yang banyak di alami oleh orang dari berbagai belahan dunia. Bahkan di lansir dari kompas.com menyabutkan bahwa selama tahun 2020, anak usia 6-8 tahun ternyata memiliki risiko hingga 3 kali lipat lebih rawan mengalami mata minus atau rabun jauh di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Bahkan sebelum adanya pandemic Covid-19, organisasi kesehatan dunia (WHO) memprediksikan 40 % dari populasi dunia atau sekitar 3,3 miliar orang akan menderita rabun jauh pada tahun 2030. Karenanya kondisi ini memerlukan adanya cara untuk mencegah terjadinya mata minus atau rabun jauh

Mata minus sendiri atau rabun jauh atau juga di kenal dengan istilah miopia merupakan sebuah kondisi adanya gangguan penglihatan. Kondisi ini berupa objek yang terletak dengan jarak cukup jauh namun harusnya dapat terlihat dengan jelas oleh mata menjadi tidak terlihat jelas atau kabur akibat kondisi rabun jauh atau miopia. Umumnya, kondisi rabun jauh ini akan di alami oleh seseorang dengan usia lanjut. Karena seseorang dengan usia lanjut sudah tidak lagi memiliki organ tubuh yang produktif atau tidak bisa menjalankan fungsi organ tubuh seperti ketika ia muda dulu. Namun, ternyata selain terjadi pada usia lansia, kondisi ini juga dapat di alami sejak usia kanak-kanak hingga dewasa. Terlebih bila tidak segera di tangani, maka kondisi ini bisa semakin bertambah parah.

Umumnya mata minus atau rabun jauh ini terjadi dengan tanda dan gejala. Seperti, seringkali memicingkan mata ketika melihat, kesulitan memandang jauh ketika berkendara, seringkali mendekatkkan mata ke layar TV atau ponsel, kondisi mata yang mudah lelah dan tegang serta kerap mengucek atau menggosok mata. Lalu apakah kondisi ini dapat di atasi? Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai cara mencegah kondisi mata minus. Sebenarnya, belum di temukan dengan jelas bagaimana cara mengobati kondisi rabun jauh. Namun kamu bisa mengurangi dan mencegah terjadinya kondisi rabun jauh.

Cara Mencegah Mata Minus Atau Rabun Jauh

Pada dasarnya, kondisi mata minus, atau rabun jauh atau mipoia ini terjadi karena struktur bola mata yang berubah menjai lebih panjang. Akibatnya kondisi dari bentuk kornea mata akan menjadi cekung. Kondisi ini membuat cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat terfokus dengan baik sehingga objek di tempat jauh terlihat kabur. Berikut ini adalah beberapa cara mencegah mata minus atau rabun jauh.

  1. Konsumsi Makanan Bergizi

Pada dasaranya, setiap dari apa yang kita konsumsi setiap hari akan sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan oragn tubuh kita. Dalam hal ini, bahan makanan yang masuk kedalam tubuh kita juga akan mempengaruhi kondisi kesehatan mata. Karenanya, memperhatikan bahan makanan yang nantinya akan di konsumsi merupakan salah satu cara menjaga dan mencegah gangguan pada mata, termasuk kondisi rabun jauh.

Menurut American Academy of Ophthalmology menyebutkan bahwa, memilih menu makanan dengan sayur dan buah serta gandum di percaya dapat mengurangi risiko gangguan penglihatan. Sayuran dan buah yang mengandung vitamin A,C dan E serta anti oksidan adalah pilihan yang tepat. Kandungan manfaat tersebut dapat di temukan pada buah dan sayur seperti jeruk, tomat, wortel,brokoli, bayam, selada, stroberi, alpukat hingga kangkung.

  1. Konsumsi Minuman Dengan Kandungan Manfaat

Selain mengkonsumsi makanan bergizi, mengkonsumsi minuman yang kaya akan kandungan manfaat juga baik untuk mejaga kesehatan mata dan dan mencegah gangguan penglihatan. Beberapa minuman seperti jus buah atau sayur dapat menjadi pilihan yang tepat untuk kemu konsumsi. Seperti jus wortel, jus buah bit, lidah buaya, alpukat memiliki kandungan vitamin A yang baik untuk menutrisi dan menjaga kesehatan mata.

  1. Melakukan Olahraga Atau Senam Mata

Selain mengkonsumsi makanan bergizi, melakukan olahraga atau senam mata juga menjadi salah satu cara menjaga kesehatan mata. Pada dasarnya, olahraga memiliki manfaat baik untuk kesehatan seluruh anggota tubuh, termasuk mata. Selain melakukan olahraga berat untuk fisik, kamu juga dapat melakukan oleharaga ringan untuk menjaga keehatan mata agar terhindari dari rabun jauh atau miopia.

Kamu dapat melakukan beberapa olahraga mata, seperti menggunakan focus pada telunjuk dengan jarak hingga 10 cm kemudian melirik objek dengan jarak yang lebih jauh tanpa menggerakan kepala. Bisa juga dengan menggerakkan bola mata kekanan dan kekiri dan memutar bola mata serta berkedip hingga 100 kali setiap hari. Selain itu, kamu juga bisa menjamur mata di pagi hari sebelum jam 8 atau 9 untuk memperoleh asupan vitamin D. Atau kamu juga dapat melatih mata dengan menatap lilin selama beberapa menit tanpa berkedip hingga mata mengeluarkan air.

  1. Mengistirahatkan Mata

Selain melakukan olahraga, kamu juga harus memberikan istirahat untuk mata kamu. Hal ini juga baik bagi kamu yang memiliki aktivitas yang memberatkan mata seperti bekerja di depan gadget atau layar computer. Usahakan untuk mengatur cahaya ruangan agar tetap seimbang dan tidak menatap gadget atau layar computer pada ruangan yang gelap. Hal ini agar dapat membuat kerja mata lebih ringan dan rileks.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan eye palming untuk mengistrirahatkan mata. Eye palming ini dapat di lakukan dengan cara menggosokkan kedua tangan hingga hangat dan tempelkan pada kedua mata dalam kondisi tertutup. Energy yang di hasilkan dari menggosok kedua tangan hingga hangat akan membantu kondisi mata menjadi lebih rileks.

  1. Memberikan Pijatan Pada Mata

Akibat aktivitas yang berat tidak hanya akan berdampak pada tubuh yang lelah, kondisi mata juga akan ikut kelelahan. Salah satu upaya untuk membuat tubuh menjadi lebih ringan dan menghilangkan rasa lelah adalah dengan melakukan pijat. Ternyata, memijat tidak hanya bisa di lakukan pada mata, namun kamu juga bisa melakukan pijat pada mata untuk menghilangkan rasa lelah pada mata.

Aktivitas berat yang di lakukan setiap hari selain membuat tubuh lelah, juga akan membuat mata kelelahan. Dan dengan memijat mata maka akan memperbaiki dan merelaksasikan otot mata yang mengalami kelelahan. Kamu dapat memijat mata dengan cara menutup mata, dan memijat lembut di sekitar mata. Kemudian tekan perlahan dengan gerakan memutar hingga 20 kali di area mata searah jarum jam, dan lakukan dengan arah sebaliknya. Sebagai langkah terakhir, kamu dapat memijat dengan lembut pada bagian bawah mata.

  1. Cek Dan Periksa Kondisi Kesehatan Mata Secara Berkala

Salah satu langkah untuk mencegah gangguan kesehatan pada mata, adalah dengan mengetahui kondisi kesehatan mata. Caranya adalah dengan cek dan periksakan mata ke rumah sakit atau dokter mata secara rutin untuk mengethui kondisi kesehatan mata. Dengan memeriksakan kondisi mata, maka kamu akan tahu bagaimana kondisi kesehatan mata kamu. Selain itu, kamu juga akan mendapat panduan atau solusi apabila mata kamu mengalami masalah kesehatan.

  1. Melakukan Aktivitas Di Luar Ruangan

Sbagian besar dari penderita mata minus atau rabun jauh di alami oleh orang yang banyak melakukan aktivitas di dalam ruangan. Seperti, bermain gadget atau menatap layar computer dan aktivitas di dalam ruangan lainya. Melakukan kegiatan di luar ruangan akan sangat baik untuk mata agar menjdi lebih fresh. Sebuah hasil studi dalam jurnal Acta Ophthalmologica menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di luar ruangan memiliki dampak positif pada kualitas penglihatan dan dapat mencegah miopia atau rabun jauh.

  1. Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Beberapa kebiasaan dari aktivitas yang kita lakukan sebenarnya merupakan hal buruk yang dapat menyebabkan dan memperparah kondisi miopia. Sadar atau tidak, aktivitas yang kita lakukan memiliki dampak besar terhadap kesehatan oragn tubuh, termasuk mata. Aktivitas buruk seperti halnya dengan membaca terlalu dekat, terlalu sering menatap layar gadget atau computer, berktivitas pada ruangan gelap dan seringkali menggosok mata. Untuk menjaga kesehatan mata, sebaiknya hilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut.

Kesehatan mata tentu merupakan hal yang sangat penting dan perlu untuk di jaga. Sebab mata memiliki fungsi dan peran yang sangat krusial dalam setiap aktivitas yang kita lakukan. salah satu kondisi masalah kesehatan pada mata yang kerap dan banyak di alami oleh orang pada umumnya adalah mata minus atau rabun jauh atau miopia. Kondisi ini membuat mata tidak dapat melihat dengan jelas dan fokus objek pada tempat yang jauh. Sehingga yang terjadi adalah objek pada tempat yang jauh tidak terlihat dengan jelas atau blur. Kondisi ini akan membuat penderitanya memutuhkan alat bantu penglihatan, seperti kaca mata ataupun kontak lensa. Beberapa cara di atas adalah cara yang dapat kamu gunakan untuk mencegah mata mengalami kondisi rabun jauh atau miopia.

Demikian pejelasan dari Kawan Mama mengenai cara mencegah mata minus atau rabun jauh. Sebagai bagian dari organ tubuh yang memiliki peran dan fungsi yang sangat penting, maka menjaga kondisinya agar tetap sehat adalah sebuah keharusan. Karena mata yang sehat akan berfungsi dengan baik dan membantu dan mempermudah bagi kita untuk menjalankan segala aktivitas.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • Merdeka
Faktor Penyebab Mata Minus Atau Rabun Jauh

Faktor Penyebab Mata Minus Atau Rabun Jauh

Faktor Penyebab Mata Minus

Faktor Penyebab Mata Minus

Hallo Kawan Mama, Mata minus adalah salah satu gangguan penglihatan yang kerap di alami dan terjadi oleh orang pada umumnya. Umumnya gangguan penglihatan lebih sering terjadi pada orang dengan usia lanjut. Sebab usia lanjut merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat berproduksi dan menjalankan fungsinya dengan baik. Namun ternyata mata minus atau rabun jauh atau juga di kenak dengan istilah miopi ini juga banyak di alami oleh kaum muda dengan usia 40 tahun kebawah. Tentunya kondisi ini tidak datang begitu saja dan pastinya ada beberaoa faktor penyebab mata minus.

Pada dasaranya, mata minus atau kondisi miopi ini merupakan sebuah kelainan refraksi. Kondisi ini terjadi di mana berkas sinar yang memasuki mata tanpa adanya akomodasi sehingga jatuh pada focus yang berada di depan retina. Umumnya dalam kondisi yang normal berkas sinat akan jatuh tepat pada bagian retina. Kondisi mata minus membuat objek yang berada di tempat jauh tidak terlihat dengan jelas karena sinar yang datang bersilangan dengan kaca dan menyebabkan divergen. Akibatnya akan membentuk semacam lingkaran yang difus dan akan menyebabkan bayangan menjadi kabur. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, prevalensinya tumbuh pada tingkatan yang cukup menghawatirkan. Pada zaman sekarang ini, banyak dari usia kanak-kanak yang menderita mata minus. Hal ini dapat di sebabkan oleh penggunaan gadget yang tidak beraturan sehingga menyebabkan mata kelelahan dan terjadilah gangguan penglihatan.

Namun tidak hanya itu saja, beberapa faktor dapat menjadi penyebab mata minus. Sepertihalnya dengan faktor keturunan dan faktor-faktor lainya. nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai beberpa faktor penyebab mata minus. Dengan mengetahui faktor penyebab mata mengalami kondisi minus ini di harapkan agar kita bisa mengatasinya. Karena memang kondisi mata minus tentunya sangat menganggu dan membuat kita terbatas dalam melakukan aktivitas.

Faktor Penyebab Kondisi Mata Minus

Mata yang mengalami kondisi minus umumnya membuat penderitanya membutuhkan alat bantu penglihatan. Hal ini di sebabkan mata minus yang tidak dapat melihat objek yang berjarak cukup jauh. Kaca mata dan lensa kontak atau softlens merupakan beberapa alat bantu yang dapat membuat penglihatan menjadi lebih baik. Bahkan seseorang yang mengalami mata minus dapat berisiko menjadi bertambah parah.

Di lansir dari Mayo Clinic menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang memicu terjadinya kondis mata minus. Mulai dari faktor genetic, lingkungan hingga kebiasaan membaca yag kurang baik dan tepat. Kondisi mata minus tidak menutup kemungkinan akan bertambah parah meskipun penderintanya telah memakai alat bantu seperti kaca mata sekalipun. Untuk lebih jelas, beikut adalah beberapa faktor penyebab mata minus.

  1. Faktor Genetikal

Penyabab yang paling umum seseorang mengalami mata minus adalah adanya faktor genetikal atau keturunan. Karena memang kondisi mata minus ini dapat di sebabkan oleh faktor keturunan. apabila orang tua (ayah atau ibu) memiliki riwayat mata minus, sangat besar kemungkinan bahwa sang anak juga akan mengalami kondisi mata minus. Sebab faktor genetikal ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang sang anak.

Terlabih lagi apabila kedua orang tua memiliki riwayat mata minus. Maka akan sangat besar kemungkinannya bahwa sang anak juga akan mewarisi hal tersebut dari orang tuanya. Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan bahwa ada sekitar tidak kurang dari 40 gen yang menjadi penyebab seseorang mengalami kondisi mata minus atau rabun jauh.

  1. Kurangnya Asupan Vitamin A Dan Zat Karoten (Betakaroten)

Tubuh yang kekurangan akan asupan zat karoten dapat menjadi salah satu penyebab mata minus atau rabun jauh. Beberapa dari dokter dan para ahli bahkan menyarankan kepada orang tua untuk memberikan asupan zat karoten agar terhindari dari miopi atau rabun jauh. Zat karoten ini dapat kamu temukan pada buah-buahan seperti pisang, pepeya, kiwi, apel dan bbuah naga serta buah-buahan lainya.

  1. Faktor Bertambahnya Usia

Faktor penyebab mata minus berikutnya adalah faktor bertambahnya usia. Seorang yang pada usia kanak-kanak sudah memiliki riwayat mata minus memiliki kemumgkinan kondisi mata minus akan bertambah parah. Karena bagaimanapun seiring bertambahnya usia, struktur mata juga akan berkembang dan risiko mata minus juga akan bertambah. Kondisi ini biasnya di iringi dengan sulitnya mengfokuskan penglihatan pada objek sebagai tanda penuaan yang sulit di hindari.

Kondisi tersebut merupakan kondisi yang pada umumnya menyerang sebagian besar orang. Dengan begitu, kondisi ini menyebabkan mata harus di bantu menggunakan kaca mata. Kondisi mata minus yang di sebabkan oleh presbiopi cepat atau lambat akan semakin berkembang dan sulit untuk di hindari. Karena presbiopi merupakan proses yang terjadi akibat penuaan secara alami.

  1. Memakai Lensa Atau Kaca Mata Yang Tidak Sesuai

Pengggunaan kaca mata yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan mata minus semakin bertambah parah. Kondisi ini sangat banyak dan umum di temukan pada selama pemeriksaan kondisi mata. Perhitungan lensa yang meleset atau tidak benar, meskipun hanya satu hingga du derajat akan menyebabkan penglihatan menjadi kabur dan kondisi mata minus semakin parah. Maka sebaiknya periksakan kembali kondisi mata dengan benar sehingga mendapatkan kaca mata yang sesuai dengan kondisi mata.

  1. Kebiasaan Buruk

Sadar atau tidak, faktanya bnyak dari kita yang seringakali melakukan kebiasaan buruk yang ternayat dapat menyebabkan kondisi mata minus. Kebiasaan buruk tersebut berupa membaca lama dengan jarak terlalu dekat, terlalu sering bermain gadget dan computer di ruangan yang gelap, seringakali menggosok mata, dan kurang tidur atau istirahat. Hal-hal tersebut merupakan sebuah aktivitas yang menjadi kebiasaan dan seringkali kita lakukan setiap hari. Jika di biarkan berlanjut bukan tidak mungkin mata akan mengalami rabun jauh dan memperparah kondisinya.

Mata minus adalah salah satu kondisi maslah penglihatan yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Umumnya, penderita mata minus atau rabun jauh ini akan kesulitan untuk melihat benda jauh dan akan terlihat blur atau tidak jelas. Kondisi ini membuat penderitanya membutuhkan alat bantu seperti kaca mata untuk melihat dengan baik. Untuk mengatasi masalah in, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapat solusi yang tepat. Karena saran dari dokter juga akan menentukan jenis kacamata yang sesuai dengan kondisi mata minus. Hindari menggunakan kaca mata yang tidak sesuai dengan kondisi mata. Sebab hal tersebut akan menyebabkan mata minus semakin bertambah parah.

Demikian pembahasan dari Kawan Mama mengenai faktor penyebab mata minus. Penanganan mata minus membutuhkan langkah yang tepat agar dapat mengurangi efek dan meringankan fungsi penglihatan agar tidak semakin buruk. Untuk mencegah mata minus, sebaiknay mulai dengan menghilangkan kebiasaan buruk dan menerapkan pola hidup dan makan yang sehat. hal ini akan menjaga mata dan organ tubuh lainya tetap terjaga kesehatannya.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • Alodokter
Kebiasaan Buruk Penyebab Mata Minus

Kebiasaan Buruk Penyebab Mata Minus

Kebiasaan Buruk Penyebab Mata Minus

Kebiasaan Buruk Penyebab Mata Minus

Hallo Kawan Mama, Beberapa dari kita ada yang memiliki kondisi si mana mana tidak dapat berfungsi dengan normal atau kondisi mata yang tidak bisa melihat objek dengan jarak yang cukup jauh dengan jelas. Umumnya kondisi ini di sebut dengan istilah rabun jauh atau mata minus. Kondisi ini membuat seseorang memerlukan alat bantu sehingga dapat melihat objek kauh dengan jelas. Namun tahukah bahwa beberapa kebiasaan buruk dapat menjadi penyebab mata minus.

Mata minus sendiri atau di sebut juga dengan istilah miopi atau rabun jauh merupakan kondisi di mana mata tidak dapat melihat dengan jelas terhadap objek dengan jarak yang cukup jauh. Kondisi ini banyak di alami orang pada umumnya di seluruh dunia. Orang yang menderita penyakit ini membutuhkan alat bantu seperti kaca mata dan alat sejenisnya untuk membantu mata melihat dengan lebih baik. Untuk seseorang yang memiliki riwayat mata minus umumnya menggunakan kaca mata negative atau lensa cekung. Umumnya kondisi ini banyak di alami oleh orang dengan usia lanjut karena memiliki fungsi organ mata yang tidak lagi bekerja dengan baik. Namun ternyata, tidak jarang usia anak-anak dan orang dewasa yang banyak mengalami kondisi tersebut. Bahkan beberapa kebiasaan yang sering kita lakukan ternyata menjadi penyebab mata minus.

Pada dasarnya mata minus terjadi karena mata yang mengalami kelainan akibat bayangan optik jatuh tidak focus pada retina. Bayangan optik tersebut jatuh pada bagian depan retina sehingga membuat bias dari bayangan menjadi terlihat kabur. Pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa kebiasaan buruk penyeabab mata minus. Karena memang beberapa kebiasaan yang kita lakukan setiap hari dapat menjadi peyebab mata mengalami hal tersebut.

Beberapa Kebiasaan Buruk Penyebab Mata Minus

Selain bayangan yang jatuh di depan retina hingga membuat objek yang terlihat menjadi kabur. Hal ini juga bisa di sebakan karena bola mata yang lebih panjang dari yang seharusnya atau kornea mata yang terlalu melengkung. Akibat hal tersebut, cahaya yang masuk ke mata tidak dapat terfokus dengan benar. Pada dasaranya, belum  di ketahui dengan pasti apa yang menyebabkan mata mengalami kondisi tersebut. Namun di lansir dari American Optometric Association menyebutkan bahwa kondisi mata minus umumnya dapat di sebabkan oleh faktor genetic dan kebiasaan sehari-hari. Nah berikut ini adalah penjelasan beberapa kebiasaan buruk penyebab mata minus.

  1. Kebiasaan Membaca Terlalu Dekat Dengan Cahaya Redup

Kebiasaan membaca buku pada dasarnya merupakan kegiatan yang sangat baik dan positif untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Namun dengan cara yang tidak tepat dapat menyababkan masalah dan gangguan pada mata. Seperti halnya ketika membaca buku dengan jarak yang terlalu dekat dengan waktu yang cukup lama yang dapat menyebabkan mata menjadi minus.

Pada dasarnya, meskipun bukan menjadi penyabab utama kondisi mata minus, namun membaca dengan jarak terlalu dejat terlebih pada tempat yang redup dapat menyebabkan dan memperburuk kondisi mata minus. Bahkan beberapa penelitian menyabutkan bahwa seseorang yang gemar membaca memilki risiko rabun jauh yang lebih besar di bandingkan dengan orang yang jarang membaca. Untuk menghindarinya, sebaiknya biasakan membaca denagn jarak tidak kurang dari 40 cm dari objek atau buku.

  1. Bermain Gadget Dan Komputer

Mata yang mengalami kondisi minus juga dapat di sebabkan oleh penggunaan gadget. Kondisi ini banyak di alami oleh kebanyakan orang, terutama pada anak-anak dan orang dewasa. Karena memang di zaman ini mengahruskan kita untuk lebih banyak berinteraksi dengan gadget dan computer. Namun penggunaan yang tidak tepat inilah yang dapat menyebabkan mata minus dan memperparah kondisinya.

Cahaya yang di hasilkan dari gadget dan computer pada dasarnya menjadi penyebab mata minus akibat radiasi yang di keluarkan. Terlebih lagi apabila menggunakannya pada jarak yang cukup dekat dengan waktu yang terlalu lama. Mata minus juga akan semakin cepat terjadi dan menjadi lebih buruk apabila menggunakan gadget dan computer pada ruangan yang gelap. Dalam kondisi yang lebih buruk, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan degenerasi makula parah hingga kehilangan penglihatan.

  1. Sering Menggosok Mata

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang sangat sensitive terhadap seuatu, karenanya kadang seringkali mata merasa gatal hingga sadar maupun tidak tangan kita mulai menggosoknya. Tanpa di sadari kebiasaan tersebut merupakan kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan mata minus. Terlalu sering menggosok mata juga daoat menyebabkan mata mengalami konjungtivitas alergi dan infeksi mata.

Selain itu, terlalau sering menggosok mata juga berisiko mengalami keratoconus. Kondisi ini berupa terjadinya penipisan dan pembentukan kembali kornea dari bentuk bulat ke kerucut. Kondisi inilah yang berpotensi menyababkan hilangnya fungsi penglihatan secara bertahap. Jadi selain menyababkan mata minus, kebiasaan menggosok mata perlu untuk di hilangkan untuk menjaga mata tetap aman.

  1. Tidak Mematikan Lampu Ketika Tidur

Banyak dari kita yang memiliki kebiasaan pergi tidur tanpa mematikan lampu terlebih dahulu. Tanpa di sadari, kebiasaan ini dapat menyebabkan mata mengalami kondisi minus. Pada dasarnya tidur yang baik adalah dengan mematikan lampu terlebih dahulu atau dalam ruangan yang gelap. Karena dengan begitu, mata akan benar-benar beristrirahat dan tidak melakukan aktivitas. Kondisi lampu yang menyala membuat mata tidak dapat berisitirahat dengan tenang. Bahkan mata minus dapat terjadi pada bayi usia di bawah dua tahun karena tidur tanpa mematikan lampu. Karenannya sebaiknya mulai hilangkan kebiasaan buruk ini.

  1. Kurang Tidur Dan Begadang

Begadang dan kurang tidur adalah kebiasaan yang umumnya seringakli di lakukan, terutama bagi kaum muda. Menurut Journal of Nature menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan mata mengalami ketegangan sehingga mudah kelelahan. Selain itu, kabiasaan kurang tidur juga menyababkan mata memerah di sertai fungsi mata yang menurun hingga terganggunya fungsi penglihatan. Pada dasaranya, untuk anak-anak di sarankan tidur 10-12 jam setiap hari. Sedangkan untuk orang dewasa, di sarankan 7-9 jam setiap harinya.

Mata adalah salah satu organ tubuh yang memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dan tidak tergantikan. Karenanya, perhatian akan perawatan dan pemeliharan mata harus di lakukan dengan baik sejak dini. Sebagaimana yang telah di jelaskan di atas, bahwa beberapa hal yang biasa kita lakukan dan mungkin kita sepelakan ternayat sangat berpengaruh terhadap fungsi pengihatan mata kita. karena pada dasaranya memang setiap dari aktivitas atau pola hidup yang kita lakukan setiap hari akan mempengaruhi terhadap setiap metabolisme dan fungsi organ tubuh yang kita miliki. Karenanya, sebaiknya mulai sekarang hindari melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering kita lakukan tersebut.

Demikian pembahasan dari Kawan Mama mengenai Kebiasaan buruk Penyebab mata minus. Dalam upaya untuk menjaga kodisi kesehatan dan penglihatan mata, kamu dapat memulainya dengan menerapkan pola hidup yang sehat. maka secara tidak langsung kamu juga akan merawat dan menjaga kesehatan serta fungsi seluruh organ tubuh.

Semoga tulisan ini dapat membatu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Cnnindonesia
  • Bola.com
Bahaya Mandi Tanpa Melapas Softlens

Bahaya Mandi Tanpa Melapas Softlens

Bahaya Mandi Tanpa Melapas Softlens
Bahaya Mandi Tanpa Melapas Softlens

Hallo Kawan Mama, Mandi merupakan salah satu kegiatan untuk menjaga tubuh kita agar tetap bersih dari kotoran serta kuman dan bakteri. Dengan mandi yang bersih maka akan membuat kesehatan tubuh kita menjadi terjaga. Namun pernahkah kamu mandi tanpa melepaskan atau tetap masih menggunakan softlens pada mata kamu? Ketahuilah bahwa mandi dengan kondisi mata tanpa melepaskan softlens ternyata memiliki dampak bahaya bagi kesehatan mata.

Sebagaimana yang telah kita ketahui, bahwa softlens merupakan salah satu alat bantu penglihatan yang di buat dengan bentuk yang minimalis dan sederhana untuk di pakai. Sepertihalnya kaca mata, softlens atau biasa di sebut dengan lensa kontak ini juga mampu membantu gangguan penglihatan menjadi lebih baik. Bedanya, tidak seperti kaca mata yang mempersempit pandangan ketika di pakai, namun softlens lebih minimalis dan tidak akan menghalangi pandangan ketika di kenakan. Tentunya dengan memakai softlens ini akan lebih mempermudah penggunanya dalam melakukan aktivitas. Karenanya penggunaan softlens ini sudah menjadi hal yang umum dan banyak terutama dari kaum wanita yang mengganggapnya sudah sebagai kebutuhan.

Namun pada kenyatannya, penggunaan softlens tersebut juga memiliki aturan-aturan yang harus di lakukan agar terhindar dari risiko yang tidak di inginkan. Seperti rajin menjaga kebersihannya, entah dalam pemakaian ataupun penyimpanan dan perawatannya. Namun bagaimana bila memakai softlens ketika sedang mandi? Nah, pada kesempatan kali ini Kawan Mama akan membahas mengenai bahaya mandi menggunakan softlens. Meskipun terbilang sepele, mandi menggunakan softlen memiliki dampak buruk bagi kesehatan mata.

Beberapa Kondisi Berbahaya Akibat Mandi Masih Menggunakan Softlens

Sebagaimana telah di singgung di atas, bahwa aktivitas mandi yang masih menggunakan atau tidak melepas softlens yang ada di mata ternyata berbahaya bagi mata. Pada dasarnya, softlens ini merupakan alat yang aman jika di pakai dengan aturan yang benar. Tentunya ada waktu-waktu tertentu di mana softlens tersebut harus di lepaskan dan tidak boleh di pakai. Hal ini bertujuan agar softlens yang di pakai tidak menimbulkan dampak buruk bagi mata.

Dengan melepaskan softlens yang terbilang sederhana namun cukup sulit kadang membuat kita mejadi malas untuk melepaskannya. Terutama ketika hendak tidur ataupun mandi. Namun, sebaiknya hati-hati dengan kondisi ini, sebab kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebab softlens dapat melukai mata hingga menganggu fungsi penglihatan. Karena softlens yang berkontak dengan air lain selain cairan khusus untuk softlens dapat membahayakan kondisi mata. Berikut ini adalah beberapa bahaya yang di sebabkan oleh mandi tanpa melepas softlens.

  1. Acanthamoeba

Acanthamoeba merupakan sebuah organnisme mikroskopis yang secara alami tumbuh dan terdapat pada air laut, serta danau hingga ke sungai. Namun Acanthamoeba ini ternyata juga biasa di temukan pada bak air di kamar mandi atau shower kamar mandi pada umumnya. Organisme Acanthamoeba ini selain tidak baik dan dapat menganggu kesehatan, ternyata juga dapat menempel pada softlens dan membuat mata iritasi dan menginfeksinya.

Mata yang tengah tertutupi sebagian oleh softlens ini akan membuat organisme tersebut masuk ke mata dan juga menempel pada softlens. Dan tidak menutup kemungkinan bahawa organisme tersebut akan bertumbuh kembang pada softlens yang di pakai dapat dengan mudah berpindah dan menginfeksi mata.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) organisme Acanthamoeba adalah ameba bersel tunggal yang umumnya di temukan di air, tanah hingga udara. Pengguna lensa berisiko terkena dan tertular infeksi ini jika tidak apik dalam melakukan perawatan penggunaan lensa matanya. Seperti halnya dengan membersihkan lensa mata dengan air keran, berenang dengan lensa kontak hingga mandi dengan lensa kontak sangat berisiko terkena dan tertular infeksi Acanthamoeba.

  1. Acanthamoeba Keratitis

Acanthamoeba keratitis merupakan sebuah kondisi di mana mata yang mengalami infeksi yang di akaibatkan oleh organisme Acanthamoeba. Organisme Acanthamoeba ini akan menyebabkan korena mata mengalami peradangan akibat infeksi yan terjadi. Ia akan dengan mudah masuk ke mata melalui air dan akan menginfeksi mata. Sampai saat ini, kondisi ini paling sering di alami oleh para pengguna lensa kontak. Dengan mandi tanpa melepas softlens terlebih dahulu akan meningkatkan terjadinya risiko infeksi.

Softlens yang masih di gunakan ketika mandi dapat merangkap air kemungkinan besar mengandung organisme Acanthamoeba. Kondisi mata yang terdapat organime tersebut, maka organisme tersebut akan melepaskan protein yang larut pada kornea yang ada pada lapisan luar. Setelah itu, organisme ini akan menyerang kornea mata dan akan memakan sel-sel korena mata hingga mata kehilangan akan fungsi penglihatannya. Di lansir dari Fox News bahwa pada tahun 2018 seorang pria bernama Nick Humphrys, asal Shropshire, Inggris mengalami Acahanthamoeba keratitis yang menginfeksi pada kornea mata kanannya.

  1. Keratitis Pseudomonas Dan Staphylococcus Aerus

Kondisi ini pada dasarnya di sebabkan oleh infeksi bakteri pseudomonas dan staphylococcus aerus. Umumnya kedua jenis bakteri tersebut dapat di temukan dengan mudah dan hidup pada area permukaan tanah hingga air dan bahkan pada tubuh manusia itu sendiri. Infeksi yang di sebabkan oleh bakteri ini, umumnya segera akan dengan cepat menginfeksi hingga mnyebabkan keratitis.

Pada dasarnya, memakai softlens adalah hal yang baik dan tepat untuk membantu fungsi mata agar dapat melihat dengan maksimal. Namun tentunya dalam penggunannya ada aturan-aturan yang harus di lekukan dan ada pula larangan-larangan yang harus di hindari. Hal ini tentu bertujuan untuk menjaga kesehatan mata dan menghindari dari risiko-risiko yang dapat membahayakan kondisi kehatan mata. Salah satu larangan yang tidak boleh di lakukan ketika memakai softlens adalah dengan memakainya ketika waktu mandi.

Jika kamu adalah seseorang yang mandi dalam keadaan di mana softlens tidak di lepas, maka kamu sedang mencari dan mendekat pada masalah kesehatan mata. Sebagaimana yang telah di jelaskan di atas, bahwa dalam perawatannya, softlens ini tidak di perbolehkan terkena selain dengan cairan khusus untuk softlens. Karena memang softlens sangat rentan terkena bakteri dan harus selalu dalam kondisi steril ketika hendak di gunakan. Oleh karenanya, sebaiknya lepaskan softlens ketika hendak mandi agar tidak terinfeksi oleh berbagai organisme jenis bakteri.

Demikian penjelasan dai Kawan Mama mengenai Bahaya mandi tanpa melapas softlens. Sayangi mata kamu dengan menggunakan softlens sesuai dengan aturan. Hindari penggunaan softlens ketika waktu mandi agar tidak mengalami infeksi akibat iritasi bakteri.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Nationalgeographic
  • Hellosehat
Macam-Macam Kondisi Dehidrasi

Macam-Macam Kondisi Dehidrasi

Macam-Macam Kondisi Dehidrasi

Macam-Macam Kondisi Dehidrasi

Hallo Kawan Mama,

Kekurangan cairan merupakan salah satu kondisi masalah kesehatan yang sangat tidak baik bagi ksehatan organ tubuh. Sebab tubuh membutuhkan suplai cairan sebagai bahan energy dan stamina bagi organ tubuh untuk menjalankan fungsinya. Tubuh yang kehilangan akan cairan dan tidak mendapatkan suplai cairan yang cukup akan mengalami ketidakseimbangan dan tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Pada kondisi tubuh yang mengalami hal ini di namakan kondisi dehidrasi.

Umumnya, tubuh yang mengalmi kondisi dehidrasi ini di sebabkan oleh beberapa faktor. Seperti halnya terlalu banyak melakukan aktivitas yang berat hingga banyak mengeluarkan cairan tubuh. Selain itu, gangguan kesehatan seperti diare dan muntah juga bisa menjadi penyebab tubuh seseorang mengalami dehidrasi. Sebab hal tersebut akan membuat cairan yang ada di dalam tubuh keluar dalam jumlah yang cukup banyak. Dengan tidak adanya suplai cairan yang masuk, maka tubuh akan mengalami dehidrasi. Maka dari itu, penting bagi kita untuk memenuhi umlah kebutuhan tubuh akan asiupan cairan. Umumnya gejala yang akan muncul akibat kondisi ini adalah keadaan tubuh yang menjadi lebih mudah lelah, lemas, lesu, hilang kesadaran hingga menyebabkan koma.

Pada dasarnya kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi ini, selain di sebabkan oleh beberapa faktor di atas, kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi juga terjadi dalam beberapa macam keadaan. Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai macam-macam kondisi dehidrasi. Hal ini memang terbagi menjadi beberapa macam. Untuk mengatasinya tentunya juga memerlukan penanganan yang berbeda sesuai dengan penyebab dan kondisi dehidrasi yang di alami.

Macam Dan Jenis Kondisi Dehidrasi

Menurut para ahli medis, dalam kondisi normal setiap tubuh manusia pada dasarnya membutuhkan asupan suplai mineral 8 gelas dalam sehari atau sekitar 1 ½ liter. Sedangkan ketika tubuh dalam kondisi dehidrasi, tubuh membutuhkan suplai mineral hingga 2 sampai 2, ½ liter perhari. Jumlah asupan tersebut di sebut dapat memenuhi jumlah kebutuhan tubuh akan cairan. Kondisi dehidrasi secara umum di bagi menjadi 2 macam. Yaitu dehidrasi berdasarkan kondisi keparahan dan dehidrasi berdasarkan kadar mineral elektrolit di dalam tubuh. Berikut ini adalah penjelasannya.

Dehidrasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

  1. Dehidrasi Ringan

pada situasi Dehidrasi ringan, merupakan kondisi tubuh yang khilangan atau kekurangan akan cairan dalam tahap ringan. Umumnya, kondisi ini akan menimbulkan beberapa gejala, seperti rasa haus yang luar biasa, tenggorokan yang mengering, kulit kering dan bibir yang mengalami pecah-pecah. Secara ilmu medis, dehidrasi tingkat ringan ini terjadi apabila sekitar dari 5 % cairan tubuh dari total berat badan telah hilang. umumnya, kondisi ini dapat di atasi hanya dengan memperbanyak jumlah suplai mineral yang masuk kedalam tubuh.

  1. Dehidrasi Sedang

Hampir sama dengan dehidrasi ringan, dehidrasidalam tingkat yang sedang juga terbilang masih mudah untuk di tangani. Hanya saja kondisi ini lebih riskan di bandingkan dengan dehidrasi ringan. Tubuh seseorang yang mengalami kondisis dehidrasi ringan ini akan menyababkan tubuh menjadi lemas di sertai dengan warna urine yang lebih pekat dengan jumlah yang sedikit. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pada kinerja tekanan darah.

Selain itu, dehidrasi sedang juga akan membuat kondisi detak jantung yang meningkat dengan debaran yang cukup kencang pada jantung yang lemah. Kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi sedang pada dasarnya tubuh akan kehilangan cairan hingga 5 sampai 10 % dari total berat badan. Kondisi ini perlu untuk segera di tangani sehingga tidak menyababkan risiko yang lebih parah.

  1. Dehidrasi Berat

Kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi berat merupakan kondisi kesehatan yang sangat serius. Umumnya seseorang akan mengalami dehidrasi berat apabila ia telah kehilangan cairan tubuh lebih dari 10 % dari total berat badannya. Kondisi ini, umumnya akan menimbulkan beberapa gejala seperti, otot yang mengalami kram, lidah yang membengkak tubuh yang tidak memiliki daya.

Selain itu kondisi dehidrasi berat ini juga akan membuat sakit kepala dengan rasa pusing hingga menyababakn hilang kesadaran dan pingsan. Lebih buruknya lagi, kondisi ini berisiko menyababkan tubuh mengalami koma. Kondisi ini membuat seseorang yang mengalamiya memerlukan bantuan infus untuk menyuplai cairan tubuh. Apabila tidal sgera di tangani, maka penderitanya akan mengalami gangguan pada ginjal serta fungsi organ tubuh yang memburuk dan berisiko mengalami kematian.

Dehidrasi Berdasarkan Kadar Mineral Elektrolit Di Dalam Tubuh

  1. Dehidrasi Hipertonik

Kondidi ini terjadi karena tubuh kehilangan banyak cairan sehingga kadar elektrolit di dalam tubuh berupa natrium (sodium) menjadi meningkat hingga lebih dari 145 mmol/liter. Umumnya kondisi ini kebih sering di alami oleh bayi dan anak-anak yang mengalami kekurangan jumlah minum. Hal tersebut akan menyebabkan bayi mudah mengalami diare atau sakit dengan muntah yang bertekstur encer.

Untuk mengatasi kondisi ini, di anjurkan untuk menambah jumlah asupan air/mineral atau minuman rendah akan natrium seperti jus jeruk atau apel.

  1. Dehidrasi Isotonic

Dehidrasi isotonic adalah sebuah kondisi di mana tubuh mengalami pengurangan kadar air dan natrium dengan jumlah yang sama. Kondisi ini, umumnya juga di sebabkan oleh penyakit diare. Cairan yang du butuhkan untuk menghidrasi tubuh adalah air/mineral dan minuman yang mengandung isotonic dengan kandungan elektrolit yang cukup tinggi.

  1. Dehidrasi Hipotonik Atau Hyponatremia

Kondisi dehidrasi yang satu ini, umumnya di sebabkan oleh kadar natrium di dalam tubuh yang mengalami penurunan, bahkan hingga melebihi banyaknya air hingga kurang dari 135 mmol/L. kondisi ini terjadi akibat jumlah air yang masuk ketubuh lebih banyak dari yang di butuhkan. Akibatnya jumlah natrium di dalam tubuh menjadi lebih rendah. Tubuh yang kehilangan cairan ini bisa terjadi melalui pernapasan (paru-paru), penguapan (kulit), kemih (ginjal) dan juga tinja.

Tubuh setiap menausia bahkan mahluk hidup tentu membutuhkan adanya supli mineral sebagai sumber energy. Umumnya hal ini bisa di dapatkan melalui makanan dan minuman yang di konsumsi. Kandungan nutrisi dan mineral dari makanan dan minuman tersebut anntinya akan di serap oleh organ pencernaan dan akan di salurkan menuju seluruh bagian tubuh. Pada kondisi normal, umumnya tubuhu manusia akan mengaluarkan cairan tubuh hingga 2,600 ml. Sedangkan kebutuhan akan mineral pada tubuh orang dewasa tanpa adanya aktivitas fisik berat adalah 1.500 sampai 2.000 ml. dari sini kia bisa melihat bahwa antara cairan yang masuk dan keluar jumlahnya lebih banyak yang keluar. Hal ini menjadikan tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, menjaga supali cairan untuk tubuh perlu untuk di perhatika, terlebih bagi kamu yang memiliki aktivitas berat.

Demikian pembahasan dari Kawan Mama mengenai macam-macam kondisi dehidrasi. Dehidrasi pada dasaranya terjadi di sebabkan oleh rubuh yang kehilangan banyak cairan tanpa adanya suplai cairan yang masuk. Namun beberapa kondisi seperti di atas juga berpotensi menyababkan tubuh mengalami dehidrasi.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Medi-call