Cara Mengatasi Kondisi Dehidrasi

Cara Mengatasi Kondisi Dehidrasi

Cara Mengatasi Kondisi Dehidrasi

Cara Mengatasi Kondisi Dehidrasi

Hallo Kawan Mama,

Tubuh kita pasti pernah mengalami kondisi di mana mudah sekai merasa lemas, lelah hingga meningkatnya rasa haus. Umumnya hal ini akan terjadi secara normal bila gejala tersebut muncul stelah kita melakukan aktivitas yang cukup menguras energy. Namun, gejala tersebut bisa saja menjadi indikasi bahwa tubuh kita tengah mengalami kondisi dehidrasi. Pasalnya dehidrasi merupakan sebuah kondisi di mana tubuh kehilangan banak cairan hingga menimbulkan gejala-gejala seperti itu.

Pada dasarnya, tubuh yang mengalami kondisi dehidrasi ini terjadi karena tubuh kehilangan banyak cairan. Selain itu tidak adanya cairan yang masuk untuk menggantikan cairan yang hilang membuat tubuh menjadi kering dan kekurangan akan cairan. Kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi, apabila tidak segera di tangani akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang cukup serius. Seperti halnya fungsi dari organ tubuh yang tidak lagi optimal, kerusakan orga tubuh hingga risiko kematian. Umumnya tubuh yang mengalami dehidrasi terjadi akibat aktivitas yang berat hingga mengeluarkan banyak cairan tubuh. Namun dalam kondisi medis tertentu, masalah kesehatan juga kerap menjadi penyebab tubuh mengalami dehidrasi. Seperti halnya kondisi muntah serta kondisi diare yang membuat tubuh banyak mengeluarkan cairan tubuhh.

Penanganan yang tepat untuk mengatasi dehidrasi merupakan hal yang penting. Sebab penanganan yang salah, tentu akan memperparah kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi. Nah, berikut ini adalah pembahasan dari Kawan Mama mengenai cara mengatasi kondisi dehidrasi. Berikut adalah penjelasannya.

Beberapa Cara Mengatasi Kondisi Dehidrasi

Dehidrasi merupakan salah satu masalah yang kerap di alami oleh semua orang. Umumnya hal ini di anggap sebagai masalah sepele, namun sebetulnya kondisi ini merupakan kondisi yang membahayakan nyawa kita. Umumnya tubuh yang mengalami dehidrasi akan menimbulkan gejala berupa tubuh yang lemas, munculnya rasa lesu, mudah lelah, mual dan sembelit. Dalam kondisi yang cukup parah dehidrasi berisiko membuat pusing dan sakit kepala yang dapat meyebabkan hilangnya kesadaran hingga koma.

Dalam sekala dehidrasi ringan, kondisi tersebut mungkin bisa di atasi dengan menambah suplai cairan tubuh. Hal ini bertujuan untuk menggantikan cairan tubuh yang telkah hilang dan menggantikan serta memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan mengenai cara mengatasi kondisi dehidrasi.

  1. Rehidrasi

Cairan di dalam tubuh, pada dasarnya merupakan sebuah cairan yang akan menjadi sumber energi dan stamina bagi organ tubuh untuk menjalankan fungsinya. Organ tubuh tersebut akan menggunakan cairan tubuh sebagai sumber motoric sehingga fungsi dari organ tubuh dapat bekerka. Tubuh yang kehilangan akan cairan tubuh akan mempengaruhi terhadap kondisi fungsi dan kinerja dari organ tubuh. Sebab tanpa adanya daya energy, maka organ tubuh tidak dapat bekerja menjalankan fungsinya.

Salah satu cara untuk menanganinya adalah dengan menhidrasi tubuh yang kehilangan banyak energy.  Karena kondisi dehidrasi sangat berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang akan mengancam nyawa. Oleh karena itu, menghidari tubuh merupakan langkah paling utama untuk mengembalikan kadar cairan di dalam tubuh yang telah hilang. dengan begitu, fungsi organ tubuh akan memiliki bahan energy untuk bekerja kembali.

Pada umumnya, tubuh seseorang yang tengah dalam kondisi normal membutuhkan supali air mineral hingga 8 gelas perharinya, atau sekitar 1 ½ liter. Namun ketika tubuh tengah mengalami kondisi dehidrasi, maka secara otomatis tubuh membutuhkan suplai air mineral denagn julmah lebih banyak dari biasanya. Maka dalam kondisi ini, tubuh membutuhkan suplai air mineral tidak kurang dari 2 hingga 2 ½ liter perharinya. Sehingga hilangnya cairan tubuh dapat tergantikan dan dapat memenuhi cadangan cairan tubuh.

  1. Menghidari Minuman Yang Mengandung Kafein Dan Minuman Manis

Pada dasarnya kafein dan minuman manis menjadi beberapa dari sekian faktor yang dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Namun ternyata, ketika tubuh tengah mengalami dehidrasi, kafein dan minuman manis ini berpotensi membahayakan dan memperparah kondisi tubuh yang tengah mengalami dehidrasi. Karenanya minuman berkafein dan memiliki rasa manis sebaiknya di hindari.

Minuman memang menjadi salah satu cara mudah untuk mengatasi kondisi dehidrasi. Namun tentunya, perlu adanya seleksi dan pemilihan minuman yang tepat. Sebab tidak semua minuman berdampak baik pada kondisi dehidrasi. Kafein dan minuman manis yang umumnya terdapat pada minuman seperti kopi, the, soda perlu untuj di hindari. Selain itu, minuman yang mengandung diuretic yang bersifat melarutkan mineral seperti alcohol juga tidak baik untuk kesehatan dan kondisi dehidrasi.

  1. Mengkonsumsi Obat Yang Tepat

Kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi ini baiknya di atasi dengan cara mengetahui lebih dahulu bagaimana penyebab munculnya dehidrasi itu sendiri. Pasalanya, kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi ini memiliki sebab yang berbeda-beda. Maka dengan mengetahui penyebabnya, akan mempermudah dalam mengatasi kondisi dehidrasi. Umumnya dehirasi dapat di sebabkan oleh hilangnya cairan tubuh akibat aktivitas berat dan kondisi medis berupa masalah kesehatan.

Pada faktor aktivitas yang berat tubuh, tubuh akan kehilangan banyak cairan dan menyebabkan dehidrasi. Kondisi ini dapat di atasi dengan menambah suplai cairan dengan air minum. Kamu juga bisa menggunakan minuman isotonic atau oralit sebagai pendorong suplai cairan tubuh. Sedangkan pada kondisi medis, umumnya berupa muntah atau diare. Kondisi ini akan memaksa cairan di dalam tubuh untuk keluar. Maka dalam hal ini kamu bisa memakai obat-obatan untuk menyembuhkan diare dan muntah.

Kondisi dehidrasi pada dasarnya merupakan fenomena umum yang sering terjadi dan bisa di alami oleh siapa saja. Bagi seseorang yang memiliki aktvitas berat seperti harus berada di bawah sinar matahri, angkat sesuatu yang berat dan juga atlit yang menyebabkan banyak cairan tubuhnya yang hilang. hal tersebut menjadi penyebab umum tubuh mengalami dehidrasi. Selain itu, beberapa kondisi medis juga menyebabkan tubuh mengalmi dehidrasi. Seperti kondisi diare dan muntah yang membuat tubuh terpaksa harus mengeluarkan cairan yang ada di dalam tubuh. Kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi ini umumnya dapat di atasi dengan cara menambah suplai mineral kedalam tubuh sehingga dapat menggantikan cairan yang telah hilang. untuk penyebab diare dan muntah perlu untuk memulihkan kondisi tubuh dari diare dan muntah terlebih dahulu.

Demikian pembahasan dari Kawan Mama mengani cara mengatasi kondisi dehidrasi. Kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi akan sangat berpengaruh terhadap kesehatn organ tubuh. Sebab cairan tubuh merupakan sumber energy bagi organ tubuh untuk menjalankan fungsinya.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Ciputrahospital
Hindari Jenis Makanan Penyebab Dehidrasi

Hindari Jenis Makanan Penyebab Dehidrasi

Hindari Jenis Makanan Penyebab Dehidrasi

Hindari Jenis Makanan Penyebab Dehidrasi

Hallo Kawan Mama,

Dehidrasi merupakan salah satu kondisi gangguan kesehatan tubuh yang membuat tubuh menjadi lemas, mudah lelah dan fungsi organ tubuh yang terganggu. Tubuh yang mengalami dehidrasi, umumnya masih di anggap sebagai gangguan keshatan yang normal. Namun pada dasarnya kondisi ini sangat berbahaya, bahkan tubuh yang mengalami dehidrasi berpotensi menyebabkan risiko kematian. Oleh karenanya ketika tubuh mengalami dehidrasi, perlu segera untuk di tangani.

Pada dasanya, tubuh yang tengah mengalami dehidrasi merupakan kondisi di mana cairan tubuh yang keluar dan hilang lebih bannyak jumlahnya di bandingkan dengan asupan cairan yang masuk ketubuh. Kondisi ini membuat tubuh mengalami kekeringan dan kekurangan akan asupan cairan tubuh. Sebab, suplai cairan tubuh ini akan berfungsi sebagai energy atau stamina bagi organ tubuh untuk menjalankan fungsinya. Tanpa adanya suplai cairan yang cukup, maka tubuh akan mengalami dehidrasi. Hal tersebut akan membuat ketidakseimbangan pada tubuh sehingga kinerja organ tubuh tidak dapat bekerja dengan baik. Akhirnya kondisi ini akan menyebabkan beberapa gejala, seperti timbulnya rasa haus yang bertambah, warena urine yang pekat, bibir dan kulit yang kering, mudah lelah dan lemas, hilangnya kesadaran hingga jantung yang berdenyut kecang namun lemah.

Selain kekurangan akan supali mineral, beberapa faktor lain juga dapat menjadi penyebab tubuh mengalami dehidrasi. Salah satunya adalah makanan. Umumnya makanan merupakan sumber energy utama bagi kinerja tubuh. Namun ternyata ada beberapa makana yang dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai jenis makanan penyebab dehidrasi. Karena memang makanan sendiri memiliki andil besar dalam kesehatan tubuh.

Jenis makanan penyebab dehidrasi

Umumnya, setip makanan sehat yang kita konsumsi mengadung berbagai nutrisi dan protein di dalamnya yang nantiya akan di cerna dan di serap oleh tubuh. Namun beberapa jenis makanan malah dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi bahkan memperparah kondisi tersebut. berikut ini adalah beberapa jenis makana yang perlu di hindari karena berpotensi menyebabkan dehidrasi.

  1. Makanan Berminyak

Makanan berminyak memang menjadi salah satu makanan yang tidak menyehatkan bagi tubuh. Meskupin rasanya yang lebih berasa dan enak, seperti halnya gorengan atau makanan minyak lainya yang mudah di temukan, namun memiliki risiko gangguan kesehatan. Sebab tingginya kadar minyak akan membuat jumlah kalori hingga koleterol tubuh menjadi bertambah. Ternyata, makanan berminyak ini juga dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi.

Selain adanya kadar minyak yang tinggi, makanan berminyak juga tidak lepas dari kandungan gula dan garam yang cukup tinggi. Kandungan-kandungan tersebut merupakan pemicu dehidrasi. Sebab suplai cairan yang msauk kedalam tubuh akan terserap dan larut bersama kandungan tersebut. Untuk lebih aman dan sehat, baiknya konsumsi jenis makanan yang mengandung lebih banyak mineral dan nutrisi sehingga dapat menghidrasi tubuh.

  1. Makanan Asin

Sama halnya dengan makanan berminyak. Makanan yang tinggi akan garam juga dapat meyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Umumnya, makanan asin atau yang menagndung kadar garam tinggi terdapat pada jenis makanan ringan seperti keripik dan sejenisnya. Karena memang kandungan tersbut merupaka perasa atau candu yang akan membuatnya ingin memakan lagi.

Ternyata, makanan asin ini juga merupakan salah satu makanan yang dapat menyebabkan tubh mengalami dehidrasi. Karena rasanya yang asin akan membuat tubuh merasa lebih haus lagi. Hal ini di sebabkan oleh kandunan natrium dan sodium yang ada pada makanan ini yang melarutkan cairan tubuh menujukandung kemih. Akibatnya cadangan cairan tubuh menjadi hilang dan mengalami kekeringan. Kondisi inilah yang menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi.

  1. Makanan Beku

Pada dasarnya, lebih dari 75 % sodium berasal dari makanan olahan. Makanan beku menjadi salah satu jenis makanan yang dapat menyebabkan tubuh mengalamo dehidrasi. Sebab  makanan beku merupakan bagian dari makanan olahan yang akan memperburuk kondisi dehidrasi. Sebab tingginya kadar sodium tersebut akan membuat cairan tubuh menjadi terserap oleh natrium dan langsung di salurkan ke kandung kemih. Kondisi ini akan membuat tubuh dehidrasi dan menjadi lebih haus akibat kekeringan.

  1. Asparagus

Asparagus merupakan salah satu tanaman atau sayuran yang memiliki sifat diuretic yang akan membuat cairan di dalam tubuh menjadi tekuras keluar. Umumnya gejala yang di hasilkan berupa seringkali buang air kecil. Karenanya sebaiknya hindari atau kurangi mengkonsumsi asparagus. Namun ketika mengkonsumsi asparagus hendaknya di sertai dengan asupan mineral yang cukup sehingga terhindari dari dehidrasi.

  1. Makanan Denga Bumbu Dan Penyedap Rasa Yang Tinggi

Bumbu dan penyedap rasa merupakan beberapa hal dan sudah menjadi bagian pokok dalam urusan masak-memasak. Namun ternyata, bumbu seperti micin, kaldu dan kecap dengan kadar garam yang tinggi ini berpotensi menyababkan tubuh mengalami dehidrasi. Sebaiknya untuk lebih aman kamu dapat menggunakan bahan alami sebagai penyedap rasa masakan. Seperti halnya menggunakan kaldu tulang, jamur dan tomat hingga rumput laut.

  1. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji adalah jenis dari bahan makanan yang banyak di gemari orang, sebab dengan penyajian yang simple sederhana dan cepat memudahkan mengngonsumsi makanan tersbut. Tetunya di sertai dengan rasanya yang enak dan berfarian. Namun faktanya, makanan saji mengandung kadari garam yang cukup tinggi. natrium tersebut akan menarik cairan tubuh dan membawanya larut kedalam pembuluh darah.

Dengan cairan tubuh yang telah di bawa kedalam pembuluh darah maka cairan yang akan menuju pada ginjal untuk di olah dan di buang sebagai urine menjadi lebih banyak. Kondisi ini yang pada akhirnya membuat tubuh lebih sering melakukan buang air kecil. Karena banyaknya cairan yang di keluarkan oleh tubuh, maka tubuh akan segera mengalami kekeringan dan dehidrasi.

  1. Makanan Kalengan

Makanan kalengan adalah slah satu makanan yang bisa bertahan cukup lama. Karena makanan tersebut menggunakan garam sebagai pengawet agar tidak di tumbuhi oleh bakteri yang akan membuatnya busuk. Ternyata, garam tersebut yang akan membuat makanan kalengan menjadi penyebab dehidrasi dan akan meperparah kondisi dehidrasi. Sebaiknya kurangi mengkonsumsi makanan kalengan apalagi ketika dalam kondisi dehidrasi.

  1. Cokelat

Coklat adalah salah satu makanan yang di gemari banyak orang, terutama anak-anak dan kaum wanita. Selain rasanya yang enak, beragam, gurih dan mengandung antioksidan yang akan menjaga kesehatan jantung. Namun faktanya, coklat juga menjadi salah satu makanan yang dapat menyebabkan dan memperparah kondisi dehidrasi. Karena kandungan kokoa di dalam coklat tersebut akan akan meningkatkan kinerja kandung kemih sehingga mengakibatkan lebih sering buang air besar.

  1. Makanan Pencuci Mulut

Makanan-makanan pencuci mulut, umumnya berupa kue, pancake serta wafel dan es krim. Merupakan makanan pencuci mulut yang mengadung tinggi gula. Kadar gula yang tinggi tersebut akan menyerap cairan tubuh dan menyalurkannya kedalam darah. Akibatnya, tekstir darah akan menjado lebih kental. Jadi selain mengubah tekstur darah, cairan tubuh akan ikut terkuras oleh kandungan gula tersebut.

Pada dasarnya, tubuh yang mengalami dehidrasi ini di sebabkan oleh banyaknya cairan tubuh yang hilang. Kondisi ini biasanya di sertai dengan asupan mineral yang di perlukan sebagai cairan tubuh kurang dari apa yang dibutuhkan oleh tubuh. Akibatnya tubuh akan mengalami kekerinagan sehingga tidak dapat bekerja dengan optimal. Namun beberapa faktor lain memiliki andil dalam terjadinya kondisi dehidrasi, seperti halnya dengan faktor makanan. Karena makanan sendiri termasuk kedalam sumber energy utama yang akan di serap nutrisi dan mineralnya sehingga menjadi cairan tubuh. Apabila kandungan di dalam bahan makanan tidak sesuai, maka usus tidak bisa menyarap dan mengolah mineral tersebut menjadi cairan tubuh. Hal ini tentu akan mempengaruhi kadar cairan yang ada di dalam tubuh. Dengan suplai yang tidak mencukupi kebutuhan, maka tubuh akan mudah mengalamio dehidrasi.

Demikian pmbahasan dari Kawan Mama mengenai jenis makanan yang menyebabkan dan memperburuk kondisi dehidrasi. Pemilihan bahan makanan yang akan di konsumsi memang sangat di perlukan.  Karena setiap apa yang kita makan akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh kita.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Klikdokter
  • Halodoc
Hindari Jenis Minuman Ini Ketika Dehidrasi

Hindari Jenis Minuman Ini Ketika Dehidrasi

Hindari Jenis Minuman Ini Ketika Dehidrasi

Hindari Jenis Minuman Ini Ketika Dehidrasi

Hallo Kawan Mama,

Pada dasarnya setiap aktivitas yang kita lakukan sehari-hari membutuhkan banyak energy untuk membuat tubuh dapat melakukannya. Kinerja tubuh ini di dorong oleh adanya cairan yang menjadi sumber utama energy dan motorik bagi tubuh untuk bergerak dan bekerja sesuai dengan fungsinya. Tentunya tubuh yang kehilangan atau kekurangan akan suplai cairan akan menganggua dan membuat fungsi tubuh tidak dapat bekerja dengan optimal.

Tubuh manusia hampir sekitar 70 hingga 80% terdiri dari mineral atau air. Air ini merupakan sumber energy dan motoric bagi kinerja fungsi tubuh. Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk tetap menjaga kadar air dalam tubuh kita dan memberikan suplai yang cukup apabila tubuh memerlukannya. Sebagian besar dari kita memiliki aktivitas yang berat atau kondisi tertentu hingga membuat tubuh kita banayak kehilangan cairan tubuh. Tubuh yang kehilangan banyak cairan ini apabila tiak sehera di tangani maka akan berisiko mengalami dehidrasi. Dedhidrasi merupakan kondisi di mana tubuh banyak kehilangan banyak cairan tubuh tanpa mendapatkan suplai cairan sebagai pengganti cairan tubuh yang telah hilang. kondisi ini membutuhkan dengan segera suplai mineral sebagai pengganti cairan tubuh agar keseimbagan tubuh tersebut tetap terjaga.

Umumnya tubuh yang tengah mengalami dehidrasi ini dapat di cegah dengan menambah jumlah air minum lebih dari biasanya. Karena ketika dehidrasi, tubuh membutuhkan lebih banyak suplai cairan. Namun ternyata tidak semau dai minuman yang kita konsumsi itu baik bagi tubuh yang mengalami dehidrasi. Nah, berikut ini adalah penbahasan dari Kawan Mama mengenai jenis minuman yag perlu di hindari ketika dehidrasi. Karena minuman-minuman tersebut terbukti tidak baik dan berisiko membahayakan kondisi tubuh.

Jenis Minuman Yang Perlu Di Hindari Ketika Dehidrasi

Dehidrasi merupakan kondisi di mana tubuh megalami kehilangan banyak cairan. Akibatnya oerlu adanya supalicairan yang masuk untuk menggantikan cairan yang telah hilang. karena memang cairan tubuh menjadi sumber energy utama kinerja fungi organ tubuh. Umumnya tubuh manuisa membutuhkan air tidak kurang dari 1 ½ liter atau sekitar 8 gelas air perhari. Namun dalam kondidi diare, tubuh membutuhkan lebih banyak suplai minuman hingga 2  hingga 2 ½ liter perharinya.

Jumlah tersebut di anggap dapat menggantikan cairan tubuh yang telah hilang. Namun ternayat tidak semua jenis minuman baik di konsumsi bagi tubuh yang mengalami dehidrasi. Beberapa minuman yang kita biasa kosumsi sehari-hari ternyata berbehaya apabila di konsumsi ketika tubuh mengalami dehidrasi. Tentunya jenis minuman-minuman tersebut perlu untuk kita hindari ketika dalam kondisi dehidrasi. Berikut adalah jenis minuman yang perlu di hindari ketika dehidrasi.

  1. Minuman Bersoda

Minuman bersoda merupakan salah satu minuman yang di gemari oleh orang dengan usia dewasa. Karena memang rasanya yang segar membuat minuman soda cocok untuk di konsumsi sebagai penyegar. Namun ternyata, ketika seseorang tengah mengalami kondisi dehidrasi dia tidak di perbolehkan untuk meminum minuman bersoda. Sekalipun minuman bersoda itu meyegarkan, namun minuman tersebut bukan jeni minuman yang bagi bagi penderita dehidrasi.

Hasil sebuah studi yang di publikasikan ke dalam American Journal of Physiology. Bahwa kebiasaan mengkonsumsi minuman bersoda ketika tengah mengalami dehidrasi dapat membuat kondisi dehidrasi memburuk hingga berisiko mengalami cedera ginjal. Karena minuman bersoda mengandung kafein dan gula yang akan menyerap air di dalam tubuh sehingga membuat cairan tubuh menjadi lebih terkuras. Dengan begitu minuman soda ini malah akan sangat membahayajan kondisi dehidrasu.

  1. Kopi

Kopi adalah minuman yang umumnya di nikmati semabri bersantai atau sebagai teman untuk mata tetap terjaga. Ternyata, kopi merupakan salah satu jenis minuman yang tidak di perolehkan untuk di konsumsi ketika kondisi dehidrasi. Karena kopi juga minuman yang bersifat diuretic yang membuat kamu akan lebih sering buang air kecil. Akibatnya tubuh yang telah kehilangan banyak cairan akan lebih terkuras lagi akibat meminum kopi.

Selain itu, kopi merupakan salah satu yang memeiliki kandungan tinggi kafein. Kadein ini cenderung akan membuat tubuh menjadi lebih haus lagi. Artinya kafein juga akan menguras cadangan cairan yang tersisa di dalam tubuh kita. oleh kerenanya, kopi adalah salah satu jenis minuman yang tidak baik di konsumsi ketika kondisi dehidrasi.

  1. Jus Buah Instan

Jus merupakan salah satu jenis minuman segar dengan berbagai varian rasa buah yang di gemari oleh kebanyakan orang. Membuat dan mengkonsumsi jus pada dasarnya merupakan salah satu upaya yang tepat untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi. Karena kandungan mineral dan vitamin C serta nutrisi dalam buah memang baik apabila di buat sebagai jus untuk di konsumsi yang juga akan menutrisi tubuh dan menggantikan cairan tubuh yang telah hilang.

Namun lain hal ceritanya dengan jus buah instan. Jus buah instan merupakan salah satu jenis minuman yang tidak di perbolehkan untuk di konsumsi dalam kondisi dehidrasi. Karena di dalam minuman ini terdapat banyak kandungan gula sehingga akan membuat cairan di dalam tubuh menjadi terserap. Selain itu, rendahnya kandungan sodium akibat proses pembuatannya menjadikan minuman ini tidak bisa menghidrasi tubuh yang kekurangan akan cairan. Baiknya konsumsi jus bbuah segar saja dari pada mengkonsumsi jus buah instan.

  1. Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol adalah salah satu minuman yang pada dasarnya tidak baik bagi kesehatan. Selain itu, alcohol juga bersifat diuretic yang akan membuat tubuh lebih sering buang air kecil. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, tubuh membutuhkan suplai cairan dari luar. Alcohol yang bersifat diuretic ini akan membuat cadangan cairan di dalam tubuh menjadi lebih banyak yang hilang.

Di lansir dari halaman Health yang menyatakan bahwa alcohol akan menghambat kinerja hormon diuretic yang seharusnya menyuplai cairan tubuh. Seharusnya cairan tubuh tersebut akan di salurkan ke bagian tubuh yang kekeringan, namun alcohol ini akan membuat cairan tersebut langsung menuju kandung kemih. Akibatnya tubuh akan lebih sering bbuang air besar dan menambah kadar cairan tubuh yang hilang.

  1. Es Teh Manis

Siapa yang tak tergiur ketika telah selesai melakukan aktivitas berat dan melihat es teh manis. Es teh manis merupakan minuman yang biasa di konsumsi dan membuat tubuh terasa jauh lebih segar. Namun ternyata, es teh manis bukanlah minuman yang baik untuk tubuh yang mengalami dehidrasi. Pada dasarnya teh memiliki antioksidan, namun adanya tambahan gula akan menghiangkan kandungan antioksidan di dalam teh. Sehingga perlu adanya tambahan air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan dari kondisi dehidrasi.

  1. Cokelat Panas

Salah satu minuman yang mengandung kadar gula tinggi adalah cokelat panas. Kandungan gula ini akan menyerap cadangan cairan tubuh yang di butuhkan untuk kinerja fungsi organ tubuh. Bahkan di katakana bahwa satu cangkir cokelat panas mengandung lebih banyak kadar gula dan kalori di bandingkan dengan minuman bersoda. Hal ini akan membuat tubuh lebih banyak kehilangan cadangan cairan. Baiknya, hindari mengkonsumsi coklat panas ketika tubuh mengalami dehidrasi.

  1. Minuman Berenergi

Minuman berenergi merupakan salah satu minuman yang dapat memperburuk kondisi dehidrasi. Pasalnya, jenis minuman yag satu ini di kemas dengan kandungan kafein serta pemannis buatan dan bahan-bahan kimia yang rumit. Umumnya minuman ini di konsumsi untuk menambah stamina tubuh. Namun dalam kondisi dehidrasi, kandungan dalam minuman ini akan lebih menguras cairan di dalam tubuh.

Kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi merupakan kondisi tubuh yang membutuhkan suplai cairan yang tepat. Sebab tidak semua dari jenis minuman dapat membantu memberikan suplai cairan yang di butuhkan oleh tubuh. Banyak dari jenis minuman yang setaip hari kita konsumsi ternayat tidak baik bagi kesehatan tubuh, terlebih ketika tubuh mengalami kondisi dehidrasi. Jenis meinuman-minuman di atasa merupakan minuman-minuman yang dapat memperparah kondisi tubuh yang tengah mengalami dehidrasi. Karenanya minuman tersebut perlu di hindari dan di gantikan dengan minuman yang jauh lebih sehat dan memiliki kandungan mineral yang baik untuk tubuh dan dapat menyuplai kebutuhan tubuh.

Demikian pembahasan dari Kawan Mama menganai Jenis Minuman yang perlu di hindari ketika dehidrasi. Meskipun minuman adalah salah satu cara menghidrasi tubuh, namun perlu ada pemilihan jenis minuman yang tepat dan baik untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Halodoc
  • Merdeka
Jenis Minuman Pencegah Dehidrasi

Jenis Minuman Pencegah Dehidrasi

Jenis Minuman Pencegah Dehidrasi

Jenis Minuman Pencegah Dehidrasi

Hallo Kawan Mama,

Pada dasarnya, sekitar 70 hingga 80 % dari tubuh manusia terdiri oleh air. Dengan begitu, maka sebagian besar dari organ tubuh kita tentu membutuhkan suplai air. Air sendiri merupakan sebuah cairan yang menjadi energy dan stamina bagi organ tubuh untuk menjalankan fungsinya. Oleh karena itu, tubuh kita membutuhkan suplai mineral dari luar untuk memenuhi asupan mineral yang di butuhkan oleh tubuh. Sebab tubuh yang mengalami kondisi kekurangan cairan akan berisiko mengalami dehidrasi.

Dehidrasi merupakan sebuah kondisi di mana tubuh yang kehilangan banyak cairan yang umumnya di sebabkan oleh keluarnyacairan tubuh. Seperti keringat, air mata, urine dalam jumlah banyak. Selain itu, kondisi gangguan kesehatan juga berpotensi menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Seperti diare, muntah, dan kondisi lain yang menyebabkan tubuh mengeluarkan banyak cairan. Tubuh yang telah banyak kehilangan cairan apabila tidak ada suplai cairan yang masuk dan menggantikannya maka akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Umumnya gejala diare ini di tandai dengan adanya rasa haus berlebihan, tubuh yang mudah lelah dan lemas, bibir kering, serta mulai hilang kesadaran dan denyut jantung yang kencang namun lemah. Bahkan akibat tubuh yang mengalami dehidrasi bisa menyebabkan risiko kematian.

Tubuh yang kehilangan dan kekurangan cairan tentu membutuhkan asupan cairan untuk menggantikan cairan yang telah hilang. Umumnya cara mengatasi tubuh yang mengalami dehidrasi adalah dengan menambah suplai cairan yang di butuhkan oleh tubuh. Nah, pada kesempatan kali ini Kawan Mama akan membahas mengenai jenis minuman pencegah dehidrasi. Minuman merupakan sebuah cairan yang di butuhkan sebagai suplai cairan untuk tubuh. Nmun tidak semua jenis minuman baik untuk menegah dan mengatasi kondisi dehidrasi.

Minuman Pencegah Dehidrasi

Pada dasarnya, setiap dari tubuh kita membutuhkan supali air minum hingga 8 gelas atau tidak kurang dari 1 ½ liter perhari. Namun dalam kondisi dehidrasi, tubuh membutuhkan lebih banyak suplai air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. maka dalam kondisi ini, paling tidak di perlukan hingga 2 sampai 1 ½ liter air puith dalam sehari. Kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi bukanlah kondisi yang patut untuk di sepelekan. Karena tanpa adanya suplai cairan seistem motoric metabolisme dalam tubuh tidak dapat berfungsi. Berikut ini adalah daftar jenis minuman pencegah dehidrasi.

  1. Air Putih

Sebagaimana kita ketahui bahwa air putih merupakan air yang biasa kita konsumsi dan menyehatkan bagi tubuh. Selain mendapatkannya yang sangat mudah air putih yang higienis juga tidak mengandung racun dan baik untuk tubuh. Air putih juga merupakan sumber utama suplai bagi cairan tubuh yang juga akan membantu memperlancar system pencernaa dan konerja otak, serta menghidrasi kulit dan anggota tubuh lainya.

Pastikan mengkonsumsi air puith yang sudah matang dan higienis untuk mencegah racun dan bakteri yang mungkin ada dalam air tersebut. sebagaimana yang telah di jelaskan di atas, bahwa tubuh membutuhkan suplai air putih hingga 8 kelas atau 1 ½ liter perhari. Tubuh yang mengalami dehidrasi membutuhkan suplai air puith lebih banyak. Maka di sarankan mengkonsumsi air putih hingga 2 sampai 2 ½ liter perhari.

  1. Air Kelapa

Selain air puith, air alami lainya yang dapat di gunakan sebagai pencegah dan mengatasi dehidrasi adalah dengan air kelapa. Selain rasanya yang segar, air kelapa juga merupakan salah satu minuman yang mengandung banyak zat elektrolit. Di dalam air kelapa ini terdapat kalsium, sodium, potassium, dan magnesium hingga vitamin C. kandungan tersebut akan sangat bermanfaat bagi kondisi kesehatan tubuh.

Kandungan kandungan tersebut akan membantu menguatkan imun tubuh, sumber energy, melancarkan pencernaan hingga menghilangkan dan menetralisir racun yang masuk kedalam tubuh. Kanungan antioksidan ini juga akan menjaga kesehatan tubuh serta kandungan guka yang rendah aman untuk tubuh. Jadi selain dapat mencegah dan mengatasi dehidrasi, air kelapa juga data menjaga kesehatan tubuh.

  1. Susu

Susu merupakan salah satu jenis minuman yang sangat menyehatkan bagi tubuh. Karena minuman ini juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi serta zat elektrolit seperti halnya air kelapa. Selain itu, susus juga memliki kandungan karbohidrat dan protein yang akan mengembalikan satamina tubuh yang hilang akibat dehidrasi. Namun sebaiknya pilih susu yang rendah akan lemak sehingga kesehatan tubuh benar-benar dapat terjaga dengan baik.

  1. Jus

Salah satu minuman segar untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi adalah dengan mengkonsumsi minuman jus. Karena jus sendiri merupakan sebuah minuman yang terbuat dari buah atau sayur yang memilki banyak nutrisi dan vitamin yang baik untuk membantu memulihkan kondisi tubuh akibat dehidrasi. Sebagai bahan pilihan, kamu dapat menggunakan jeruk sebagai bahan membuat jus. Sebab jus jeruk kaya akan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan yang akan melindungi tubuh dari berbagai infeksi dan radang.

  1. Minuman Isotonic

Beberapa dari kita memiliki aktivitas yang berat hingga harus berpanas-panasan di bawah sinar matahari. Aktivitas tersebut tentu akan membuat kita mengeluarkan banyak cairan tubuh. Kondisi ini tentu menjadi salah satu penyebab tubuh mengalami dehidrasi. Minuman isotonic adalah salah satu jenis minuman yang menjadi solusi bagi tubuh yang kehilangan banyak cairan.

Menurut seorang dokter bernama dr. Rio Aditya mengatakan bahwa, minuman isotonic memiliki tekanan osmotic yang sama dengan cairan tubuh. Hal ini dapat mempermudah pertukaran elektrolit maupun senyawa lainya di dalam tubuh. Maka dengan mengkonsumsi isotonic ini tubuh akan mendapatkan suplai cairan dan juga elektrolit yang akan menyeimbangkan dan mencegah kondisi dehidrasi.

  1. Oralit

Oralit adalah salah satu jenis minuman menyehatkan bagi tubuh. Umumnya oralit di gunakan untuk mengatasi kondisi diare. Namun oralit juga data di gunakan untuk mengatasi dehidrasi. Karena dehidrasi juga dapat di sebabkan oleh diare yang membuat banyak cairan tubuh yang hilang. oralit juga dapat kamu temukan di apotik terdekat atau bahkan membuatnya sendiri. Cukup dengan menyiapkan air hingga 1 liter serta 6 sendik the gula dan ½ sendok garam lalu campur dan aduk hingga merata.

Dehidrasi merupakan sebuah kondisi tubuh yeng kehilangan banyak cairan sehingga mengalami kekeringan. Kondisi ini dapat di alami oleh siapa saja, terutama bagi balita, serta lansia yang memiliki system metabolisme yang tidak stabil. Kondisi ini juga umum terjadi pada sesorang yang memiliki aktivitas di bawah terik matahari dan aktivitas berat lainya. karena aktivitas berat akan membuat kinerja organ tubuh menjadi bretambah dan menyebabkan cairan di dalam tubuh mejadi terkuras dalam jumlah banyak. Tubuh yang mengalami dehidrasi tidak bisa di anggap sebagai masalah sepele. Sebab dehidrasi merupakan salah satu penyebab gangguan pada organ tubuh yang menyebabkan fungsi organ tubuh tidak seimbang. Apabila di biarkan, dehidrasi akan membuat organ tubuh tidak dapat lagi berfungsi, bahkan dalam beberapa kasus dehidrasi dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, kondisi ini penting untuk segera di tangani.

Demikian pembahasan dai Kawan Mama menganai jenis minuman pencegah dehidrasi. Minuman-minuman tersebut adalah minuman pilihan yang memiliki kadnungan baik dan dapat menjadi suplai cairan bagi tubuh yang mengalami dehidrasi. Selain dapat memenuhi kebutuhan akan cairan, minuman tersebut juga memilki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Semoga tuliasan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Sehataqua
  • Sehatq
Gejala Yang Muncul Akibat Dehidrasi

Gejala Yang Muncul Akibat Dehidrasi

Gejala Yang Muncul Akibat Dehidrasi

Gejala Yang Muncul Akibat Dehidrasi

Hallo Kawan Mama,

Pada dasarnya hampir dari 80 % tubuh manusia terdiri dari mineral air. Oleh karena itu, tubuh yang kekurangan mineral air akan membuat keseimbangan tubuh menjadi teraganggu. Akibatnya adanya ketidakseimbangan tersebut mambuat tubuh mudah mengalamai gangguan kesehatan. Dari sini kita bisa mengetahui bahwa pentingan kadar mineral di dalam tubuh agar tetap seimbang. Kondisi di mana tubuh kekurangan air mengakibatkan tubuh menjadi kekeringan hingga menyebabkan dehidrasi.

Dehidrasi merupakan sebuah kondisi di mana tubuh kehilangan atau banyak mengeluarkan cairan tanp adanya suplai mineral yang masuk sebagai pengganti. Pada dasarnya, setiap hari kita akan mengalami kondisi di mana organtubuh kita bekerja dan mengeluarkan cairan. Seperti halnya keringat, air mata, air liur, urin hingga kotoran kita terdiri dari cairan di dalam tubuh. Tanpa adanya cairan yang masuk sebagai suplai pengganti cairan tersebut, maka tubuh sangat rentan akan mengalami dehidrasi. Tubuh yang kehilangan banyak cairan membuat adanya ketidakseimbangan hingga menganggu kadar gula serta garam dan mineral di dalam darah. Kondisi ketidakseimbangan inilah yang memicu adanya gangguan kesehatan hingga berisiko menyebabkan komplikasi. Beberapa dari aktivitas dan kondisi tubuh kita ternyata menjadi penyebab tubuh mengalami dehidrasi. Seperti beraktivitas terlalu berat, jarang minum air, serta kondisi diare dan muntah.

Kondisi dehidrasi ini merupakan hal yang umum dan dapat terjadi pada usia berapa saja. Namun usia balita serta anak-anak dan lansia adalah usia yang sangat rawan. Tentunya kondisi tubuh yang hendak mengalami dehidrasi ini memiliki tanda-tanda atau gejala yang muncul. Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai gejala yang muncul akibat dehidrasi. Tubuh yang tengah kekurangan cairan dan akan mengalami sangat rentan mengalami dehidrasi. Namun dengan mengetahui gejala yang muncul akibat dehidrasi kita bisa lebh waspada dan dapat mencegah tubuh mengalami dehidrasi.

Gejala-Gejala Tubuh Akan Mengalamai Dehidrasi

Pada dasarnya dehidrasi meruapakan sebuah kondisi yang bisa di alami oleh semua orang. Karena semua orang pastinya akan mengeluarkan cairan dari dalam tubuh entah bagaiamanpun caranya. Umumnya suplai carian yang kurang untuk memenuhi kebutuhan tubuh yang telah banyaka kehilangan banyak cairan akibat aktivitas menjadi penyebab dehidrasi. Adanya rasa haus serta urine yang kelura berwarna lebih gelap menjadi gejala umum tubuh mengalami dehidrasi.

Gejala yang di timbulkan akibat dehidrasi ini sebetulnya tergantung dengan seberapa banyak tubuh kehilangan cairan. Umumnya gejala tubuh mengalami dehidrasi ini terbagi menjadi 2 bagian. Yaitu kondisi ringan dan kondisi parah. Namun ada pula gejala berbeda yang muncul pada bayi yang mengalami dehidrasi. Berikut adalah penjelasannya,

  1. Gejala Dehidrasi Ringan

Dehidrasi yang masih terbilang sebagai tahap ringan merupakan kondisi di mana tubuh kehilangan cairan dengan kadar yang tidak terlalu banyak. Namun hal ini biasanya di iringi dengan jumlah suplai cairan masuk yang kurang dengan jumlah yang di butuhkan oleh tubuh. Pada dasarnya setiap hari tubuh akan mengeluarkan cairan entah melali, nafas, keringat urine dan lain-lainya. meskipun tidak melakukan aktivitas berat sekalipun kinerja tubuh kita akan membuat keluarnya cairan tubuh.

Gejala Akibat Dehidrasi Ringan

    • Munculnya rasa haus
    • Urine yang keluar dengan lebih gelap dan pekat
    • Jarang buang air kecil dan urine dengan jumlah yang lebih sedikit
    • Kondisi mulut yang kering dan lengket
    • Mudah merasa ngantuk dan mudah lelah
    • Pusing dan sakit kepala
    • Sembelit

Pada kondisi denhidrasi dengan munculnya gejala tersebut, kamu dapat mengatasinya tanpa harus pergi kerumah sakit. Dengan penganganan-penanganan yang sederhana seperti menambah jumlah air minum, memperbanyak makanan yang mengandung air akan mencegah terjadinya gejala dehidrasi parah.

  1. Gejala Dehidrasi Parah Atau Berat

Selain gejala yang muncul akibat dehidrasi ringan, apabila tidak segera di atasi maka berpotensi menyebabakan gejala yang muncul akibat dehidrasi parah. Tubuh yang mengalami dehidrasi berat sangat rentan mengalami gangguan-gangguan kesehatan yang berbahaya. Karena dehidrasi sendiri merupakan kondisi medis darurat dan membutuhkan penganganan yang cepat. Tubuh yang mengalami kondisi dehidrasi berat akan menyebabkan munculnya gejala-gejala sebagai berikut.

Gejala Akibat Dehidrasi Berat

    • Gangguan mental berupa mudah sekali marah dan mudah kebingungan
    • Mulut kering
    • Tidak keular air mata, mata tampak cekung
    • Jantung yang lemah dengan denyutan yang cepat
    • Sesak napas
    • Demam
    • Tekstur kulit yang tidak lagi elastis
    • Tekanan darah yang rendah dan mudah mengantuk
    • Tidak bunag air hingga lebih dari 8 jam
    • Kepala yang sangat pusing
    • Penurunan kesadaran
    • Kejang

Dehidrasi berat merupakan kondisi berbahaya yang memerlukan penanganan medis untuk memulihkan kondisi tubuh. Sebab dehidrasi berat merupakan sebuah kondisi di mana tubuh yang mengalami banyak sekali kehilangan cairan. Umumnya, kondisi ini berawal pada kondisi dehidrasi ringan yang tidak segera di tangani. Akibat dehidrasi ringan yang tidak di tangani, maka kondisi tersebut berubah menjadi kondisi dehidrasi berat. Pada kondisi ini tubuh membutuhkan infus untuk menyuplai cairan tubuh yang telah hilang dan memulihkan kondisi tubuh yang tidak seimbang. Kondisi dehidrasi berat yang tidak segera di tangani akan menyebabkan risiko bahaya komplikasi.

  1. Gejala Dehidrasi Pada Bayi Dan Anak-Anak

Pada daasarnya, kondisi dehidrasi adalah kondisi yang sangat rentan di alami oleh usia bayi dan anak-anak. pada dasarnya tubuh bayi dan anak-anak masih terbilang kecil dan hanya memiliki sedikit cadangan cairan di dalam tubuh. Di sisi lain system metabolisme pada anak-anak dan bayi dengan mengalami peningkatan. Karenannya tubuh bayi dan anak-anak membutuhkan banyak suplai cairan sebagai bahan energy.

Dengan sedikitnya cairan di dalam tubuh anak, membuat bayi dan anak-anak rentan mengalami dehidrasi. Tentunya kondisi ini perlu untuk di cegah sebelum terjadi. Karena dehidrasi dapat membahayakan tubuh dan tumbuh kembang anak. selain itu, anak dan bayi yang mengalami dedhidrasi berisiko mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembang. Beikut adalah gejala-gejala dehidrasi yang muncul pada bayi dan anak-anak.

Gejala Akibat Dehidrasi Pada Bayi Dan Anak-Anak

    • Mulut dan lidah yang mongering
    • Tidak mengeluarkan air mata ketika menangis
    • Jarang buang air kecil
    • Popok kering dalam 3 jam
    • Terlihat lebih sering mengantuk
    • Keaktifan anak yang menurun
    • Lebih mudah marah
    • Ubun-ubun yang menyusut
    • Kulit lebih dingin da kering
    • Mata cenderung cekung kedalam

Pada dasarnya cukup sulit untuk mengetahui kondisi bayi yang tengah mengalami dehidrasi. Namun hal ini biasanya di awali dengan kondisi bayi yang mengalami diare dan muntah. Karena diare dan muntah memiliki risiko menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Menjaga kesehatan sang bayi dan anak-anak adalah sebuah tugas dari orang tua. karenannya penting bagi kita untuk memperhatikan kondisi kesehatan bayai kita agar dapat mencegah gangguan-gangguan kesehatan.

Dehidrasi merupakan sebuah kondisi gangguana kesehatan yang sangat umum di alami oleh siapa saja. bayi dan anak-anak serta lansia adalah usia di mana tubuh seringkali mengalami dehidrasi. Sebab pada usia anak-anak, cadangan cairan dalam tubuh masih terbilang sedikit di mana tidak sebanding dengan metabolisme dan aktivitas anak yang sedang naik-naiknya. Hal ini membuat anak lebih benyak kehilangan banyak cairan dan membutuhkan suplai cairan yang cukup untuk menggantikan cairan yang telah hilang. sedangkan pada usia lansia, di mana system metabolisme sudah tidak lagi berfungsi dengan baik. Akibatnya penyerapan mineral dari organ pencernaan menjadi tidak maksimal. Hal inilah yang menyebabkan usia lansia menjadi rawan mengalami dehidrasi. Untungnya, kondisi tersebut membuahkan gejala yang muncul akibat dehidrasi. Dengan begitu kita bisa lebih waspada untuk mencegah kondisi dehidrasi.

Demkian pembahasan dari Kawan Mama mengenai gejala yang muncul akibat dehidrasi. Ketika tubuh mengalami dehidrasi maka akan memunculkan gejala-gejala seperti yang telah di jelaskan di atas. Dengan mengetahui gejala-gejala tersebut memudahkan kita untuk cepat tanggap dalam mencegah dan mengangani kondisi dehidrasi.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Sehatq
  • Halodoc
Risiko Komplikasi Berbahaya Akibat Diare

Risiko Komplikasi Berbahaya Akibat Diare

Risiko Komplikasi Berbahaya Akibat Diare

Risiko Komplikasi Berbahaya Akibat Diare

Hallo Kawan Mama,

Diare merupakan salah satu kondisi di mana organ pencernaan mengalami gangguan kesehatan. Umumnya kondisi ini di anggap sebagai masalah sepele karena hanya berlangsung da;am waktu beberapa hari saja. Padahal tidak sedikit kasus yang menyebutkan tingginya angka kematian yang di sebabkan oleh diare. Diare ringan mungkin hanya akan berlangsung selama 2 sampai 3 hari saja. Namun pada kasus di mana diare berlangsung dalam rentan waktu yang lama bisa mengakibatkan kondisi berbahaya bagi kesehatan.

Pada dasarnya, diare merupakan kondisi di mana di dalam organ pencernaan kita terdapat iritasi yang terinfeksi akibat serangan bakteri. Kondisi ini membuat lambung tiak dapat mencerna makanan dengan baik, serta usus yang pergerakannya mengalami peningklatan. Akibatnya usus tidak dapat menyerap mineral dari bahan makanan yang kemudian akan membuat bahan makanan tersebut langsung menuju saluran pembuangan. Kondisi tersebut membuat fases yang keluar bertekstur cair di sertai dengan air. Diare umumnya akan menimbulkan gejala seperti perut yang nyeri,mulas, mual, sembelit dan membuat kita seringkali buanng air besar. Hal ini tentu sangat mengganggu aktivitas kita dan membuat kita menjadi tidak nyaman kaibat seringkali bolak-balik ke kamar mandi.

Dalam keadaan normal, diare hanya akan berlangsung selama 2 sampai 3 hari saja, dan dapat di atasi dengan pengobatan sederhana. Namun kondisi diare yang berkepanjnangan ternyata dapat membahayakan kesehatan kita, bahkan berisiko menyebabkan penyakit berat hingga kematian. Maka dari itu, kondisi diare ini sebaiknya bukan untuk di sepelekan dan harus segera di tangani. Nah, pada kesempatan kali ini Kawan Mama akan membahas mengenai risiko komplikasi akibat diare. Tentunya hal ini perlu untuk di ketahui agar dapat lebih berhati-hati menjaga kesehatan tubuh.

Bahaya Kondisi Kesehatan Akibat Diare

Umumnya diare merupakan masalah kesehatan yang di anggap sepele karena hanya berlangsung beberapa hari saja. Kondisi gangguan kesehatan akibat diare sendiri tidak banyak yang mengatahui sehingga di anggap hanya sebatas penyakit ringan. Namun faktanya diare ini juga berpotensi menyebabkan kondisi berbahaya bagi kesehatan. Bahkan badan kesehatan dunia yaitu WHO mmenyebutkan bahwa komlikasi diare berisiko terjadi pada bayi, anak kekurangan gizi, riwayat system kekebalan tubuh yang lemah dan pengidap HIV.

Sedangkan menurut Kemenkes dalam bulletin berjudul Situasi Diare di Indonesia menyebutkan bahwa diare menempati urutan ke-3 penyakit menular berakibat kematian. Posisi 1 dan 2 masih di duduki oleh tuberculosis dan pneumonia. Pada bayi balita, diare menempati peringkat pertama penyebab kematian. Penyakit diare ini, umumnya di sebabkan oleh organ pencernaan yang infeksi bakteri yang berasal dari makanan atau lingkungan yang tidak higienis. Nah berikut ini adalah kondisi berbaya akibat diare.

  1. Dehidrasi

Dehidrasi merupakan kondisi yang paling umum terjadi akibat diare. Pada kondisi diare, tubuh akan kehilangan banyak cairan karena kinerja usus yang cepat dan tidak seimbang. Hal ini di sertai dengan tidak adanya asupan mineral yang masuk menggantikan cairan yang telah hilang. akibatnya tubuh akan mengalami kekeringan dan kekurangan cairan hingga dehidrasi. Tubuh yang mengalami dehidrasi juga tidak bisa di anggap sepele.

Fungsi dari organ tubuh tidak dapat bekerja tanpa adanya mineral sebagai sumber energy akibat dehidrasi. Jika di biarkan begitu saja, kondisi ini akan menyebabkan kerusakan pada sel dan organ tubuh lainya akibat kekeringan. Tubuh yang mengalami dehidrasi berisiko menyebabkan gangguan fungi ginjal, kerusakan dan kejang otot, otak yang membengkak hingga syok karena tekanan darah yang rendah. Kondisi tubuh yang megalami diare juga dapat kamu ketahui sebagai berikut.

Ciri-ciri dehidrasi akibat diare pada orang dewasa

    • Rasa haus yang berlebihan
    • Mulut atau kulit kering
    • Jumlah urine yang sedikit dan berwarna gelap atau tidak keluar sama sekali
    • Lemah, lelah, lemas dan pusing

Ciri ciri dehidrasi akibat diare pada anak dan bayi

    • Bayi tidak buang air kecil selama 3 jam atau lebih
    • Mulut dan lidah yang kekeringan
    • Demam hingga suhu di atas 39 drajat C
    • Rewel dan menangis tanpa air mata
    • Terlihat lemah, lemas dan tidak responsif
    • Mata menjadi cekung
  1. Malabsorbsi

Diare berkepanjangan juga berpotensi mengakibatkan malabsorbsi. Malabsorbsi atau juga di sebut sebagai sindrom malabsorbsi ini merupakan kondisi yang umumnya di sebabkan oleh gangguan penyerapan oleh usus halus terhadap nutrisi yang masuk kedalam tubuh. Kondisi ini umumnya di sebabkan oleh usus yang mengalami iritasi hingga peradangan dan infeksi. Maka dari itu diare yang terhjadi akibat adanya bakteri yang menginfeksi organ pencernaan menjadi salah satu penyebab malabsorsbsi.

Sehingga membuat usus tidak sapat menyerap nutrisi dengan baik. Organ tubuh yang tidak dapat berfungsi menyerap nutrisi dengan baik akan menyebabkan malnutrisi. Kondisi inilah yang seringkali membuat tumbuh kebang sang anak mengalami keterlambatan hingga berhenti berkembang.

  1. Malnutrisi

Kondisi lain yang di sebabkan ikeh kondiisi diare adalah malnutrisi atau biasa di kenla dengan istilah kekurangan gizi. Kondisi ini juga sangat rawan terjadi pada bayi dan anak-anak. malnutrisi umumnya terjadi akibat kondisi diare yang berkepanjangan dan tidakdi sertai dengan suplai nutrisi yang cukup. Ketika diare tidak hanya mineral saja yang terkuras, namun nutrisi juga ikut terkuras dan hilang. Maka dari itu, tubuh yang tidak tersuplai oleh nutrisi akan mengalami kondisi malnutrisi.

Umumnya diare berkepanjangan akan menyebabkan tubuh menimbulkan gejala sering buang air besar, dan muntah. Sehingga selain suplai mineral, perlu adanya bahan makanan bernutrisi untuk mengganti nutrisi yang hilang. Dengan begitu kondisi diare bisa segera membaik dan terhindar dari risiko malnutrisi. Karena seseorang yang mengalami nutrisi, terutama anak-anak akan mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya.

Ciri-ciri malnutrisi akibat diare

    • Nafsu makan yang berkurang di sertai berat badan yang menurun
    • Tubuh yang lemah dan mudah lelah
    • Mudah sakit dan penyembuhan pada luka yang lambat
  1. Septikemia

Selain berpotensi menyebabkan malnutrisi, diare berkepanjangan juga menyebabkan terjadinya risiko septikemia. Septikemia sendiri merupakan kondisi di mana darah mengalami keracunan akibat masuknya bakteri jahat kedalam aliran darah. Umumnya kondisi ini di sebabkan oleh kondisi diare yang berasal dari serangan bakteri Clostridium difficile yang membuat usus besar mengalami radang hingga menyebabkan diare parah.

Akibat usus besar yang meradang membuat bakteri masuk kedalam aliran darah hingga berisiko mengalami sepsis. Sepsis sendiri merupakan kondisi di mana bagian seluruh tubuh telah terserang oleh infeksi bakteri. Usia lansia dan orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah adalah orang yang rentan mengalami kondisi ini. Bakteri yang meradang membuat darah menjadi menggumpal serta menghambat peredaran oksigen. Kondisi ini menyebabkan terjadinya gagal fungsi pada sel dan organ tubuh yang akan berujung pada kematian.

Ciri-ciri septikemia akibat diare

    • Badan lemah dan tidak memiliki nafsu makan
    • Seringkali buang air besar di sertai air
    • Mual dan muntah hingga demam
    • Sangat peka terhadap cahaya
    • Detak jantung berdetak lebih cepat
    • Koma

Meskipun terbilang penyakit ringan, namun apabila menyepelakan dan menganggap remeh, faktanya diare dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan hingga kematian. Kondisi tubuh yang mengalami diare, perlu utuk segera di tangani agar terhindar dari berbagai kondisi gangguan kesehatan. Apalagi jika yang mengalami diare adalah bayi atau usia kanak-kanak. Karena usia tersebut merupakan usia yang rentan mengalami diare. Selain itu, gejal-gejala yang di timbulka akibat diare juga sangat merepotkan dan mengganggu aktivitas yang kita lakukan. oleh kerena itu, perlu adanya perhatian dan penanganan yang segera di lakukan untuk mencegah diare sehingga tidak menimbulkan kondisi komplikasi yang berbaya bagi kesehatan.

Demkian pembahasan dari Kawan Mama mengenai risiko komplikasi berbahaya akibat diare. Dengan mengetahui gejala-gejala tersebut kita bisa lebih tanggap untuk mengantisipasi dan mencegah risiko gangguan penyakit berbahaya bagi tubuh.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Sehatq
  • hellosehat
Cara Mencegah Dehidrasi Akibat Diare

Cara Mencegah Dehidrasi Akibat Diare

Cara Mencegah Dehidrasi Akibat Diare

Cara Mencegah Dehidrasi Akibat Diare

Hallo Kawan Mama,

Segala aktivitas yang kita lakukan tentu akan berjalan dengan lancar apabila kondisi kesehatan tubuh kita juga terjaga. Ketika tubuh mengalami gangguan kesehatan, maka tentunya hal tersebut akan berdampak dan menganggu aktivitas yang kita lakukan. diare merupaakan salah satu gangguan kesehatan yang sangat menganggu aktivitas yang kita lakukan. bahkan kondisi tubuh yang mengalami diare parah dapat menyebabkan tubuh kita mengalami dehidrasi.

Pada dasarnya, diare meupakan sebuhan kondisi di mana terjadinya peningkatan pergerakan usus dari kondisi normal. Kondisi ini merupakan sebuah masalah pada organ pencernaan yang mengalami gangguan yang umumnya di sebabkan oleh infeksi akibat bakteri dan virus. Bakteri dan virus tersebut akan membuat organ pencernaan berupa lambung dan usus tidak dapat menyerap cairan dan mineral dari bahan makanan yang masuk ke perut. Akibatnya tubuh akan mengeluarkan lebih banyak cairan dan fases bercampur dengan banyak air dan membuat kita seringkali pergi kekamar mandi. Pada kondisi tubuh yang mengalami diare para ini, bila tidak segera di tangani akan menyebabkan tubuh mengalami risiko dehidrasi. Tubuh yang mengalami diare dan dehidrasi ini akan membuat munculnya masalah-masalah kesehatan lainya. Bahkan mungkin kamu harus di rawat di rumah sakit akibat kondisi tersebut.

Kondisi tubuh yang mengalami diare yang parah dan tidak segera di tangani memang berpotensi menyebabkan dehidrasi dan masalah-masalah kesehatan lainya. maka dari itu, perlu adanya penanganan yang segara di lakukan untuk mencegah dehidrasi. Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas menganai cara mencegah risiko dehidrasi akibat diare. Pengangan sebagai bentuk pecegahan risiko dehidrasi memang perlu untuk di lakukan. karena hal ini akan memebuat diare menjadi reda dan mencegah munculnya masalah-masalah kesehatan lainya.

Cara Mencegah Risiko Dehidrasi Akibat Diare

Pada dasarnya, ketika tubuh mengalami kondisi diare, cairan dari bahan makanan yang masuk yang seharusnya di serap oleh tubuh menjadi terbuang percuma. Hal ini di sebabkan oleh usus dan lambung yang mengalami infeksi sehingga tidak dapat menyerap cairan tersebut. Selain itu, cairan alami di dalam tubuh juga akan ikut larut terbuang akibat kondisi ini. Kondisi tubuh yang kehilangan banyaka cairan tanp adanya suplai cairan yang cukup akan menyebabakan tubuh mengalami dehidrasi dan akan menyebabkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Kondisi tersebut dapat membuat kamu perlu untuk pergi kerumah sakit dan mendapatlan infus untuk menyuplai cairan yang di butuhkan tubuh. Karena cairan tubuh sendiri merupakan bahan energy untuk menjalankan fungsi dari kinerja organ-organ tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk segera mengatasi tubuh yang mengalami diare agar tidak menyebabkan dehidrasi. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat kamu gunakan untuk mencegah dehidrasi akibat diare.

  1. Menambah Suplai Cairan

Sebagaimana yang telah di jelaskan di atas, bahwa cairan tubuh merupakan sebuah sumber energy utama bagi kinerja dari fungsi tubuh. Kondisi tubuh yang mengalami kondisi diare berpotensi menyebabkan risiko dehidrasi akibat banyaknya cairan yang terbuang tanpa adanya suplai cairan untuk menggantikannya. Kondisi inilah yang membuat perlu adanya suplai cairan untuk menggantikan cairan tubuh yang telah hilang.

Umumnya, untuk menggantikan cairan yang telah hilang tersebut, kamu dapat dengan menggunakan air mineral. Karena air mineral merupakan sumber utama kebutuhan cairan tubuh. Dengan mengkonsumsi air mineral di harapkan cairan tubuh yang hilang dapat tergantikan. Selain air mineral, kamu juga mengkonsumsi bahan cairan lainya. Seperti, air kelapa, kuah sup, kaldu dan teh tanpa kandungan kafein.

  1. Meminum Susu Rendah Lemak

Umumnya susu adalah salah satu minuman yang kaya akan kandungan dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Namun dalam kondisi diare, mengkonsumsi susu biasa bisa menyebabkan diare yang di alami menjadi semakin parah. Karena kandungan lemak yang tinggi dalam susu biasa justru tidak baik bagi tubuh yang sedang mengalami kondisi diare. Sebab lemak tersebut akan menghalangi organ pencernaan dalam menyerap cairan.

Sebaliknya, susu rendah lemak merupakan salah satu minuman yang baik untuk mengatasi diare dan mencegah tubuh mengalami risiko dehidrasi. Karena susu rendah lemak sendiri memiliki manfaat untuk menggantikan cairan tubuh yang telah hilang. Dengan kandungan senyawa elektrolit di dalamnya membuat cairan dalam tubuh menjadi seimbang. Sehingga tubuh kondisi tubuh akan terhindari dari risiko dehidrasi.

  1. Mengkonsumsi Buah Dan Sayuran Tertentu

Mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran umumnya merupakan bahan makanan yang baik untuk kesehatan. Karena bagiamanapun buah dan sayuran memiliki kandungan nutrisi yang baik di dalamnya. Namun, ketika tubuh tengah dalam kondisi diare, perlu adanya pemilihan buah dan sayur yang tepat untuk di konsumsi. Sebab dalam kondisi ini, tidak semua jenis dari buah dan sayur baik bagi tubuh.

Ketika dalam kondisi diare, tubuh kehilangan banyak cairan sehingga membutuhkan suplai cairan. Buah dan sayur yang baik untuk di konsumsi dalam kondisi ini adalah buah dan sayur yang mengandung banyak air. Karena kandungan air dakam buah dan sayur terebut sangat di perlukan untuk menggantikan cairan tubuh yang telah hilang. Buah dan sayuran tersebut berupa, jeruk, melon, anggur, beri, selada, bayam, kubis dan juga wortel.

  1. Membuat Oralit

Meminum danmenambah air mineral memnag salah satu langkah yang tepat untuk mencegah dehidrasi. Namun faktanya air mineral tidaklah cukup untuk menggantikan kandungan garam dan air yang hilang. nah, salah satu bahan minuman yang dapat kamu gunakan sebagai solusi adalah membuat oralit. Karena oralit sendiri merupakan larutan khusus yang sangat efektif di gunakan untuk mensuplai cairan tubuh dan mencegah dehidrasi akibat diare.

Karena larutan ini berbasis sebuah minuman yang mengandung berbagai jenis zat elektrolit seperti kalium, dekstrosa (gula), klorida dan natrium. Kabar baiknya, kamu bisa mendapatkan manfaat dari larutan oralit ini dengan membuatnya senidiri di rumah. Berikut adalah cara membuat larutan oralit.

    • Siapkan wadah yang cukup besar atau pancai
    • Siapkan 1 liter air, ½ sendok teh garam dan 6 sendok teh gula pasir
    • Tuangkan kedalam wadah
    • Campur dan aduk hingga larut
    • Langsunsg bisa di konsumsi
    • Sebagai catatan, Kamu juga bisa menambahkan penyedap rasa sesuai selera.
  1. Mengkonsumsi Suplemen Zinc

Zinc atau juga di kenal dengan istilah seng merupakan senyawa atau sejenis mineral yang penting dan sangat di butuhkan oleh tubuh. Sebab zinc ini adalah salah satu mineral yang dapat menggantikan cairan tubuh akibat kondisi diare. Bahkan, penggunaan zinc ini juga telah di rekomendasikan dan dapat di gunakan oleh anak-anak pengidap diare. Selain itu, cara mencegah dehidrasi akibat diare menggunakan asupan zinc ini dapat mencegah gejala-gejala komplikasi.

  1. Kaldu

Salah satu bahan konsumsi yang dapat di gunakan untuk mencegah dehidrasi akibat kondisi diare adalah kaldu. Kaldu sendiri merupakan tulang dari daging ayam atau sapi dan hewan lainya yang di rebus untuk di konsumsi. Ternyata selain rasanya yang kuat dan enak, kaldu ini juga bisa mencegah dehidrasi. Sebab, kaldu sendiri mengandung banyak protein dan asam amino yang memudahkan untuk di cerna dan di serap oleh organ pencernaan. Tidak hanya itu saja, kaldu juga mengandung mineral dan senyawa lain berupa magnesium, fosfor dan kalsium yang tentunya baik untuk kesehatan tubuh.

Kondisi tubuh yang tengah mengalami diare memang membuat tubuh menjadi banyak kehilangan cairan. Hal ini di sebabkan kondisi kinerja usus yang bekerja lebih cepat di banding biasanya. Lambung dan usus juga tidak bisa menyerap mineral yang ada pada bahan makanan. Sehingga banyak cairan tubuh yang terbuang tanpa adanya pengganti hingga berisiko mengalami dehidrasi. Tubuh yang kehilangan banyak cairan akan membuatnya menjadi lemah dan lemas hingga menyebabkan organ tubuh sulit berfungsi. Akibatnya berat badan akan mulai menurun dan berpotensi menyebabkan risiko masalah-masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, penting untuk segera menangani kondisi tubuh yang mengalami diare. Hal ini juga sebagai upaya mencegah tubuh mengalami risiko dehidrasi akibat diare.

Demikain pembahasan dari Kawan Mama mengenai cara mencegah dehidrasi akibat diare. Selain merepotkan dan membuat jengkel karena membuat kita harus bolak-balik ke kamar mandi. Ternyata diare juga bisa berisiko menyebabkan dehihdrasi. Kondisi diare yang di sertai dehidrasi merupakan kondisi yang sangat berbahaya. Maka dari itu, cara-cara di atas dapat kamu gunakan untuk merdekan diare dan mencegah dehidrasi akibat diare.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Klikdokter
  • Hellosehat
Jenis Bakteri Penyebab Diare

Jenis Bakteri Penyebab Diare

Jenis Bakteri Penyebab Diare

Jenis Bakteri Penyebab Diare

Hallo Kawan Mama,

Salah satu kondisi masalah kesehatan yang membuat kita sangat tidak nyaman adalah diare. Diare merupakan sebuah kondisi di mana organ pencernaan kita mengalami gangguan kesehatan. Kondisi tubuh yang tengah mengalami diare umumnya akan membuat tubuh mudah merasa mual, mules, dan seringakali inigin buang air besar. Akibatnya kondisi ini akan membuat kita sering bolak-balik pergi kekamar mandi, dan akan menganggu segala aktivitas yang kita lakukan.

Pada dasarnya banyak sekali faktor yang berpotensi menjadi penyebab tubuh mengalami kondisi siare. Seperti halnya, mengkonsumsi makanan yang kurang baik, efek obat-obatan, operasi pembedahan perut dan faktor-faktor lainya. Namun Salah satu penyebab yang paling umum bagi tubuh yang mengalami kondisi diare adalah adanya serangan dari bakteri. Bakteri sendiri merupakan sebuah organisme yang sangat kecil yang hidup di lingkungan sekitar kita. Bahkan beberapa jenis bakteri ada yang hidup di dalam tubuh kita. bakteri yang ada di dalam tubuh kita, umumnya merupakan bakteri yang tidak berbahaya bagi kesehatan. Bakteri yang berasal dari luar tubuhlah yang cendrung menjadi bakteri yang akan menganggu kesehatan tubuh.

Bakteri-bekteri yang berasal dari luar tubuh kita tersebut seringkali masuk kedalam tubuh dan mangganggu organ tubuh kita. Umumnya, bakteri tersebut akan masuk kedalam tubuh melalui minuman dan bahan makanan yang kita konsumsi. Pada dasarnya tidak hanya satu jenis bakteri saja yang dapat menyebabkan diare. Ada beberapa jenis bakteri yang memiliki karakteristik berbeda-beda yang menjadi penyebab tubuh mengalami diare. Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai bakteri jenis bakteri penyebab diare. Berikut adalah penjelasannya.

Jenis Bakteri Yang Menyebabkan Kondisi Diare

Umumnya kondisi diare ini akan berlangsung cukup cepat dan hanya membutuhkan beberapa hari saja unutk sembuh. Namun beberapa kasus menyabutkan bahwa tidak jarang orang mengalami diare dengan rentan waktu yang lebih lama. Kondisi ini bisa saja di sebabkan oleh penanganan yang tidak tepat hingga kondisi diare menjadi lebih parah dan menyebabkan masalah medis lainnya. Kondisi ini umumnya juga di sebabkan oleh infeksi bakteri-bakteri yang menyerang organ tubuh. Adapun jenis-jenis bakteri penyebab diare sebagai berikut.

  1. Jenis Bakteri Escherichia Coli

Bakteri Escherichia Coli (E.Coli) ini pada dasarnya merupakan bakteri yang memiliki ragam jenis hingga ratusan. Umumnya, sebagian besar dari bakteri jensi E.Coli ini hidup di dalam usus manusia hingga hewan. Bakteri ini pada dasarnya merupakan jenis bakteri yang tidak berbahaya. Malah bakteri tersebut akan membantu organ tubuh untuk mencerna bahan makanan yang di konsumsi. Namun, beberapa jensi dari bakteri E.Coli juga dapat menyebabkan gangguan pada organ pencernaan hingga mengalami diare.

Umumnya bakteri jenis E.Coli yang akan menganggu kesehatan organ tubuh dan berpotensi menyebabkan diare berasal dari luar tubuh. Biasanya bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh melalui bahan makanan seperti buah dan sayur yang tidak di cuci atau daging yang belum matang hingga susu segar. Oleh karena itu, dalam mengkonsumsi bahan makanan, sebaiknya cuci terlebih dahulu sayur dan buah yang akan di makan, masak hingga benar-benar matang daging yang akan di makan. Selain itu, sebaiknya hindari mengkonsumsi susu segar yang belum di pasteurisasi.

  1. Bakteri Shigella

Bakteri shigella merupakan salah satu jenis bakteri yang berpotensi menyebabkan tubuh mengalami diare. Umumnya, bakteri yang satu ini sering di temukan pada air dan makanan yang tidak higienis. Air dan makanan atau bahakan lingkungan yang tidak higienis tersebut umumnya sering kali tersentuh oleh anak-anak. Akibatnya banyak dari anak-anak yang mengalami diare di sebabkan oleh Bakteri shigella ini. Maka dari itu, kenersihan lingkungan terutama minuman dan maknan perlu untuk di perhatikan sehingga terhindar dari gejala diare.

  1. Bakteri Salmonella Enterica

Selain Bakteri shigella, jenis Bakteri Salmonella Enterica merupakan jenis bakteri yang juga terdapat buah dan sayur yang tidak higiensi, daging yang belum matang hingga telur setegah matang. Kondisi tersebtu membuat Bakteri Salmonella Enterica yang ada dalam bahan makanan tersebut belum sepenuhnya mati. Sehingga apabila bahan makanan tersebut di konusmsi maka tubuh berisiko akan mengalami diare. Sebaiknya pilih buah dan sayur yang di cuci dan higienis, serta masak daging dan telur hingga benar-benar matang.

  1. Bakteri Campylobacter

Bakteri Campylobacter merupakan salah satu dari jenis bakteri yang menyebabkan gengguan pada organ tubuh hingga mengalami diare. Sama halnya dengan Bakteri Salmonella Enterica dan Bakteri Shigella, Bakteri Campylobacter ini juga terdapat pada buah, sayur serta daging dan telur yang belum sepenuhnya matang. Pada dasarnya, tubuh yang terserang oleh Bakteri Campylobacter ini hanya mengakibatkan gejala ringan saja.

Namun pada tubuh yang tengah dalam kondisi system kekebalan tubuh yang terganggu akan mengakibatkan kondisi yang cukup fatal. Infeksi akibat bakteri ini dapat di cegah dengan menkonsumsi makanan daging yang di masak dengan matang dan susu yang telah di pasteurisasi  serta membiasakan diri untuk mencuci tangan menggunakan sabun hingga bersih.

  1. Bakteri Vibrio Cholera

Pada dasarnya jenis Bakteri Vibrio Cholera ini merupakan bakteri yang seringkali menyebabkan tubuh mengalami penyakit kolera. Namun ternyata, bakteri ini juga menjadi salah satu penyebab tubuh mengalami diare. Selain itu, tubuh yang mengalami diare juga berpotensi mengalami diare akibat Bakteri Vibrio Cholera ini. Umumnya bakteri ini hidup dan dapat di temukan pada air dan serta makanan yang tidak higienis.

Selain itu, sayuran yang telah di sirami dengan air yag mengandung kotoran manusia juga menjadi tempat tinggal bagi bakteri tersebut. sebagai upaya untuk menghindari masuknya Bakteri vibrio cholera ke dalam perut, sebaiknya perhatikan kebersihan makanan dan minuman yang akan kamu konsumsi. Selain itu, hindari menggunakan air yang mengandung kotoran manusia untuk menyirami sayuran yang di tanam.

Sebagaimana yang telah di jelaskan di atas bahwa penyebab paling umum seseorang mengalami diare adalah akibat dari bakteri. Bakteri sendiri memang kerap menjadi sumber utama terjadinya berbagai penyakit yang di alami oleh tubuh, terutama dalam organ-organ pencernaan. Umumnya hal ini seringkali terjadi dan di alami oleh usia kanak-kanak dan usia lansia. Sebab usia kanak-kanak merupakan usia pertumbuhan di mana anak-anak sendiri seringkali bermain kotor-kotoran dan makan makanan yang belum tentu berih dan higienis. Hal inilah yang membuat berbagai jenis bakteri masuk kedalam tubuh dan menyerang organ pencernaan. Untuk usia lansia, diare juga menjadi salah satu gangguan kesehatan yang kerap di alami. Sebab, fungsi dari organ tubuh terutama pencernaan sudah tidak seproduktif seperti dulu lagi. Cara yang paling aman untuk mencegah bakteri masuk kedaam tubuh adalah dengan memperhatikan tingkat kebersihan, serta kematangan dari bahan makanan yang akan di konsumsi.

Demikian pembahasan adri Kawan Mama menganai jenis bakteri yang menjadi penyebab diare. Pola hidup sehat dan bersih serta pengolhana bahan makanan yang benar merupakan salah satu cara mencegah masuknya bakteri penyebab diare.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Alvawater
  • Hellosehat
Cara Tepat Mengatasi Kondisi Diare

Cara Tepat Mengatasi Kondisi Diare

Cara Tepat Mengatasi Diare

Cara Tepat Mengatasi Diare

Hallo Kawan Mama,

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa diare meupakan salah satu kondisi tubuh yang mengalami gangguan pada organ pencernaan. Tubuh yang mengalami kondisi siare ini umumnya akan mengakibatkan munculnya gejala kondisi perut yang tidak menentu. Akibatnya seringkali merasa mules hingga bolak-balik pergi kekamar mandi. Tenunya hal ini membuat kita menjadi tidak nyaman dan menganggu segala aktivitas yang akan kita lakukan. oleh karena itu perlu adanya cara yang tepat untuk mengatasi diare.

Kondisi tubuh yang mengalami diare ini, pada dasarnya di sebabkan oleh adanya bakteri atau virus yang membuat iritasi dan menginfeksi organ pencernaan. Virus dan bakteri tersebut umumnya terdapat pada minuman dan bahan makanan yang kita konsumsi setiap hari. Karena kurang baik dalam menyiapkan dan mengolah bahan makanan tersebut sehingga bakteri dan virus di dalam bahan makanan belum sepenuhnya mati. Bakteri yang menginfeksi organ pencernaan ini akan membuat usus besar tidak dapat menyerap air dari bahan makanan tersebut. Akibatnya limbah dai bahan makanan tersebut akan bercampur dengan air yang tidak bisa diserap hingga tekstur fases menjadi cair. Kondisi tubuh yang mengalmi diare hebat juga berpotensi menyababkan tubuh mengalami dehidrasi. Karena bagaimanapun asupan mineral tubuh di dapatkan dari bahan makanan yang di konsumsi.

Diare memang merupakan salah satu kondisi gangguan kesehatan yang terbilang merepotkan. Karena selain membuat kondisi tubuh tidak nyaman, juga akan menganggua segala aktivitas yang kita lakukan. nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai cara untuk mengatasi diare. Untuk mengtasi diare, perlu bagi kita untuk mengetahui penyabab diare itu sendiri. Sebab selain di sebabkan oleh bakteri dan virus dari bahan makanan, beberapa kondisi tertentu juga berpotensi menyebabkan diare. Seperti, mengkonsumsi alcohol, pasca operasi pembedahan perut dan kondisi lainya.

Cara Mengatasi Kondisi Tubuh Yang Mengalami Diare

Salah satu gejala diare adalah seringkali buang air besar yang di tandai dengan adanya gejala muntah dan gastroenteritis. Gastroenteritis sediri meupakan kondisi lambung dan usus yang mengalami radang akibat bakteri maupun virus. Diare ini seringkali menyarang tubuh anak-anak yang masih rentan terserang panyakit. Namun pada kondisi tubuh yang mengalami diare parah, dapat menyebabkan masalah kesehatan lainya yang lebih serius hingga berakhir pada kematian.

Pasalnya, diare ini akan membuat tubuh tidak dapat menyerap mineral dari bahan makanan. Sehingga membuat tubuh akan kehilangan banyak cairan tanpa adanya suplai yang di butuhkan. Bahkan, saat ini, diare merupakan penyebab tingginya aangka kematian nomor 2 di dunia terutama pada anak-anak usia 5 tahun kebawah. Namun untungnya diare ini dapat di cegah dan di obati dengan penanganan yang tepat. Berikut ini adalah cara mengatasi tubuh yang mengalami kondisi diare.

  1. Menambah Suplai Cairan Yang Di Butuhkan Tubuh.

Kondisi tubuh yang mengalami diare membuat organ tubuh kehilangan banyak cairan dan kekurangan akan suplai cairan tubuh. Sehingga berpotensi memperparah kondisi diare dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Salah satu cara untuk mengatsinya adalah dengan memberi suplai asupan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan. Hal ini akan membuat tubuh terhindar dari gejala dehidrasi.

Di lansir dari Medical News Today, menghidrasi tubuh sangat penting di lakukan untuk sembuh dari diare. Dalam upaya pemulihan kondisi organ tubuh perlu adanya suplai cairan sebagai bagan energy untuk pemulihan organ tubuh. Minum air putoh merupakan salah satu upaya mudah dan sederhana yang dapat di lakukan. atau kamu juga bisa membuat larutan oralit sebagai pilihan lain. Cukup dengan garam setengah sendok teh serta 6 sendok the gula dan campurkan dengan 1 liter air.

  1. Mengkonsumsi Makanan Sehat Rendah Serat

Selain memperbanyak suplai cairan yang di butuhkan tubuh, pemilihan bahan makanan untuk di konsumsi pun mempengaruhi kondisi tubuh yang mengalami diare. Karena mengkonsumsi makanan semabarangan dan tidak tepat dapat memperparah kondisi diare. Dalam hal ini, kamu juga bisa mulai mengkonsumsi makanan sehat yang tinggi karbohidrat namun rendah akan serat.

Makanan sehat yang kaya akan nutrisi tersebut memudahkan lambung dan usus untuk mencerna dan menyerap manfaat di dalamnya. selain itu, kamu juga dapat memilih makanan dengan rasa tawar untuk mengurangi gejala mual. Pola makan seperti ini di sebut juga sebagai diet BRAT yang akan menghasilkan fases dengan tekstur yang padat. Dalam upaya Diet BRAT ini kamu dapat mengkonusmsi nasi, pisang saus apael dan rpti tawar.

  1. Mengkonsumsi Bahan Makanan Yang Mengandung Probiotik

Selain mengkonsumsi makanan yang rendaj serat, kamu juga bisa mengkonsumsi makanan yang mengadung probiotik. Pasalnya probiotik ini merupakan kumpulan bakteri yang baik bagi system pencernaan. Sehingga akan membantu organ pencernaan dalam mengolah dan mineral dan nutrisi dan mencegah terjadinya diare. Makanan probiotik ini berupa yogurt, tempe atau bahkan tahu dan sejenisnya.

  1. Makan Dalam Porsi Yang Lebih Sedikit

Untuk mrngatasi kondisi diare tidak hanya focus pada bahan makanan yeng di konsumsi. Namun jumlah porsi makan juga akan mempengaruhi kondisi tersebut. pasalnya makan dalam porsi yang banyak cenderung membuat kondisi diare menjadi lebih parah. Sebaiknya makan dengan porsi yang secukupnya atau lebih sedikit. Hal ini akan membuat keja usus menjadi lebih ringan dan menghidari adanya infeksi lainya.

  1. Menghindari Jenis Makanan Yang Menyebabkan Diare

Pada dasarnya, mekanan memiliki manfaat baik untuk tubuh sebagai sumber energy yang juga akan di serap kandungan manfaat di dalamnya. namun beberapa jenis makanan dapat menyebabkan atau bahkan memperparah kondisi diare. Makanan yang patut di hindari berupa makanan pedas, berminyak dan tinggi akan gula atau pemanis buatan. Selain itu, minuman berupa kopi, soda, serta susu dan eskrim merupakan makanan yang dapat memperparah kondisi diare.

Jenis makanan tersebut merupakan makanan yang tidak dapat di cerna dengan baik oleh organ pencernaan ketika mengalami diare. Sehingga ketika mengkonsumsi makanan terebut akan membuat kondisi tubuh yang sedang diare menajdi lebih parah. Selain itu, bebera makanan yang patut di hindari berupa, kacang-kacangan, kubis, brokoli, buncis, kol bunga, sayuram hijau lainya, jagung, beri, paprika, kafein, alcohol dan minuman bersuhu panas.

  1. Meminum Teh Chamomile

Mengkonsumsi minuman teh chamomile merupakan salah satu cara alami mengatsi kondisi diare. Karena teh chamomile juga di percaya dapat membuat keadaan lambung menjadi tenang dan lebih rileks. Hal ini akan membuat kinerja lambung menjadi lebih ringan dan tidak terlalu terbebani. Sebagaimana hasil studi oleh Molecular Medicine Reports yang menyebutkan bahwa, teh chamomile ini akan membantu mengatasi kembung, sakit perut dan mual yang di sebabkan oleh kondisi diare.

  1. Mengonsumsi Obat Diare

Pada dasarnya, mengatasi diare baiknya menggunakan cara-cara yang alami dan bersahabat terlebih dahulu. Namun dalam kondisi diare yang cukup parah, kamu bisa menggunakan obat diare untuk mengatasinya. Obat tersebut banyak di jual di toko obat dan apotek tanpa harus menggunakan resep dokter. Namun akan lebih baik kamu melakukan pemeriksaan yterlebih dahulu sehingga benar-benar tahu penyebab serta kondisi tubuh kamu sehingga dapat mengatasinya dengan cara yang tepat.

Kondisi tubuh yang mengalami diare umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu dekat. Namun tidak jarang kasus yang menyabutkan bahwa tubuh yang mengalami diare tak kunjung sembuh. Hal ini tentu membuat kita tersiksa dan khawatir akan kondisi tubuh kita. Kondisi tubuh yang mengalami diare bila tidak segera di atasi berpotensi menyababkan dehidrasi. Hal ini di sebabkan oleh fungsi organ pencernaan yang tidak dapat berfunsgi menyerap mineral dan nutrisi dari bahan makanan yang di konsumsi. Kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi akan menyababkan berbagai masalah kesehatan karena fungsi metabolisme tubuh yang tidak dalam kondisi yang baik. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk segara mencegah dan mengatasi tubuh yang mengalami gejala diare.

Demikian pembahasan dari Kawan Mama mengenai cara mengatasi tubuh yang mengalami diare. Cara-cara di atas merupakan cara yang dapat kamu gunakan untuk mengatasi dan memulihkan kondisi kesehatan tubuhmu. Karena cara tersebut merupakan cara yang terbilang aman dan sudah banyak yang menggunakannya.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Health.kompas
  • hellosehat
Faktor Penyebab Tubuh Mengalami Diare

Faktor Penyebab Tubuh Mengalami Diare

Faktor Penyebab Tubuh Mengalami Diare

Faktor Penyebab Tubuh Mengalami Diare

Hallo Kawan Mama,

Setiap dari aktivitas yang kita lakukan tentu dapat di lakukan secara baik dengan adanya kondisi tubuh yang tengah dalam keadaan sehat. Ketika tengah dalam kondisi yang tidak fit, seringkali aktivitas yang kita lakukan juga terkena dampaknya hingga menggannggu segala aktivitas yang kita lakukan. Salah satu masalah kesehatan yang menganggu aktivitas adalah diare. Kondisi ini membuat aktivitas yang kita lakukan terganggu dan membuat kita tidak nyaman serta harus bolak-balik kekamar mandi.

Diare senidiri merupakan sebuah kondisi system pencernaan yang mengalami gangguan. Umumnya kondisi ini di tandai dengan seringakali perut merasakan mules, buang air besar di sertai dengan air. Masalah kesehatan yang satu ini dapat di alami oleh siapapun dan tidak mengenal kalangan usia. Namun usia muda seperti anak-anak adalah usia yang lebih rentan mangalami diare. Diare ini merupakan salah satu gangguan kesehatan yang umum di alami dan bisa menimbulkan kondisi yang cukup serius. Umumnya, kondisi tubuh yang mengalami diare ini di sebabkan oleh bahan makanan yang di konsumsi teah terkontaminasi dengan bakteri, atau pengolahannya yang salah atau bahkan kadaluarsa. Selain itu, tubuh yang mengalami diare dalam rentan waktu yang lama juga bisa menjadi salah satu indikasi masalah pencernaan dan penyakit lainya.

Tubuh yang terserang oleh diare tentu membuat kita menjadi tidak nyaman oleh gejala-gejala yang di sebabkan. Tentunya hal ini perlu untuk segara di atasi agar kita dapat kembali berkativitas dengan lancar seperti biasanya. Diare tentu tidakdatang begitu saja tanpa adanya faktor-faktor yang menjadi penyebab munculnya diare. Nah, pada kesempatan kali ini Kawan Mama akan membahas menganai faktor yang menyebabkan tubuh mengalami diare. Dengan mengetahui penyebab munculnya diare, tentu membuat kita menjadi lebih mudah mencegah dan mengatasinya.

Faktor Penyebab Munculnya Diare

Pada dasarnya, diare merupakan pergerakan usus yang tidak normal dan membawa cairan yang di sertai oleh infeksi gastrointertinal (GI) yang di sebabkan oleh bakteri dan virus atau parasit. GI sendiri pada dasarnya merupakan salah satu infeksi akibat bakteri yang di sebabkan oleh E.coli dan beberapa virus diare seperti rotavirus yang umumnya meneyrang pada bayi. Infeksi diare ini ini ternyata juga dapat menular melalui bakteri yang ada pada tangan kotor, serta air atau makanan yang telah terkontaminasi dan juga sebuah kontak langsung dengan feses. Nah, berikut ini adalah beberapa faktor yang menjadi penyebab tubuh mangalami diare.

  1. Keracunan Bahan Makanan

Bahan makanan menjadi salah satu penyebab umum tubuh seseorang mengalami kondisi diare. Pasalnya bahan makanan yang terkontaminasi oleh bakteri akan membuat bakteri dalam tubuh menyerang system pencernaan. Bakteri tersebut akan membuat organ pencernaan menajdi terinfeksi hingga menyebabkan diare. Umumnya makanan yag terkontaminasi bakteri ini terjadi akibat beberapa hal yang kurang di perhatikan. Seperti, senitasi yang buruk, pengolahan bahan makanan yang kurang baik, hingga kondisi makanan yanhg di simpan pada suhu yang tidak tepat.

  1. Ifeksi Akibat Bakteri

Kondisi tubuh yang mengalami diare, umumnya juga di sebabkan oleh infeksi yang di sebabkan leh bakteri. Umumnya, bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang tidak higienis. Selain itu, bakteri juga bisa masuk kedalam tubuh akibat bahan makanan yang di olah kurang matang. Karena bagaimanapun, bahan makanan yang kurang matang membuat bakteri yang menempel belum mati sepenuhnya. Beberapa jenis bakteri yang umumnya menginfeksi dan menyababkan tubuh mengalami diare berupa,

    • Escherichia coli (E.Coli), merupakan bakteri yang umumnya hidup di dalam usus yang umumnya keberadaanya tidak berbahaya. Namun beberapa jenis E.coli terutama yang berasal dari luar tubuh seperti bahan makanan yang kurang matang akan menimbulkan ifeksi parah.
    • Salmonella, merupakan jenis bakteri yang terdapat pada daging sapi, ungags, susu, hingga telur. Jenis bakteri ini infkesinya juga berpotensi menyebar pada usus hingga aliran darah dan organ tubuh lainya.
    • Shigella, merupakan bakteri yang berasal dari air atau bahan makanan yang telah terkontaminasi dengan kotoran. Bakteri ini akan melepaskan racun yang akan membuat iritasi pada usus sehingga mengalami infeksi. Umumnya bakteri ini seringkali menyerang usia anak-anak.
    • Campylobekter, merupakan bakteri yang terdapat pada burung, ayam dan jenis ungas lainya. Pengolahan yang tidak matang dengan maksimal membuat bakteri ini menjadi hidup dan menyerang organ pencernaan.
    • Vibrio cholera, merupakan jenis bakteri yang menyebabkan kolera. Kolera sendiri merupakan masalah kesehatan yang berpotensi dapat menyebabakn diare hingga tubuh mengalami dehidrasi.
  1. Infeksi Virus

Selain di sebabkan oleh bekteri, tubuh yang mengalami diare juga dapat di sebabkan oleh serangan virus. Virus yang menyebabkan diare antara lain berupa rotavirus dan norovirus. Umumnya virus yang menyerang tubuh ini juga masuk kedalam tubuh melalui minuman adan bahan makanan yang di konsumsi atau terjadinya kontak langsung dengan penderita diare. Karena seseorang yang terkena virus penyebab diare dapat menularkan dulu penyakitnya sebelum ia mengalami gejala diare.

  1. Infeksi Jamur Atau Parasite

Selain bakteri dan virus, peneybab lain tubuh mengalami diare adalah adanya infeksi yang di sebabkan oleh jamur dan parasite. Sama halnya dengan bakteri dan virus, jamu r dan parasite juga masuk kedalam tubuh melalui minuman dan bahan makanan yang di konsumsi. Umumnya, jenis parasite yang menyebabkan diare berupa giardia duodenalis. Umumnya kondisi diare yang di sebabkn oleh parasi di dasari pada lingkungan yang tidak steril, tidak menjaga kebersihan hingga tempat yang memiliki sanitasi air yang buruk.

  1. Traveler’s Diarrhea

Traveler’s diarrhea merupakan kondisi tubuh yang mengalami diare ketika dalam kondisi perjalanan atau pada tempat tujuan. Umumnya banyak dari para traveler yang mengalami diare akibat mengkonsumsi minuman dan makanan tapa mengetahui kadar kebersihan dan kehegenisannya. Sehingga bukannya berlibur untuk menghilangkar stress namun malah mendapat masalah kesehatan. Sebaiknya cari tahu terlebih dahulu makanan dan minuman ketika sedang melakukan perjalanan.

  1. Efek Samping Pemakaian Obat-Obatan

Umumnya, obat merupakan salah satu bahan konsumsi yang di gunakan untuk mengatasi dan mengobati penyakit tertentu. Namun beberapa efek dari obat tertentu, berpotensi menyebabkan tubuh mengalami diare. Pasalnya meski memiliki manfaat untuk membunuh bakteri, namun obat tidak dapat membedakkan antara bakteri baik dan bakteri buruk. Obat antibiotic ini juga akan membunuh bakteri baik yang berfungsi melindungi usus dan organ pencernaan. Sehingga membuat organ tubuh menjadi rentan mengalami infeksi. Jenis obat seperti antasida dan obat kanker juga merupakan obat yang berpotensi menyebabkan diare.

  1. Intoleransi Makanan

Beberapa orang memeng memiliki riwayat intoleransi makanan. Namun kondisi ini ternayat juga berpotensi menyebabkan tubuh mengalami diare. Sebab, organ oencernaan tidak dapat mencerna nutrisi atau kandungan zat di dalam makanan akibat tidak memiliki enzim khusus. Akibatnya, membuat tubuh meudah mengalami kram, mual, kembung hingga diare.

  1. Kondisi Medis Tertentu

Kondisi tubuh yang mengaami diare cukup lama merupakan indikasi diare kronis. Umumnya kondisi tubuh yang mengalami diare kronis ini di sebabkan oleh kondisi medis tertentu. Seperti adanya peradangan pada saluran pencernaan. Seperti kondisi irritable bowel syndrome (IBS) yang umumnya di picu oleh stress. Selain itu, kondisi inflammatory bowel disease (IBD) berupa gangguan usus kronis Chron disease dan colitis ulseratif.

Kondisi IBD ini berupa peradangan saluran pencernaan hingga meyababkan luka hingga sepanjang lapisan usus besar.  Selain itu ada lagi kondisi penyakit celiac akibat mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten hingga memicu respon system imun dan menyerang jaringan pada usus kecil. Kondisi ini akan membuat rusaknya lapisan usus sehingga penyerapan nutrisi terganggu (malabsorbsi).

  1. Mengkonsumsi Alcohol

Salah satu hasil studi oleh Havard Medical School menyebutkan bahwa minum alcohol berpotenis menyebabkan mencret dan diare. Kadar alcohol yang sedikit akan memicu usus bergerak cepat untuk mencerna makanan. Namun kondisi tersebut membuat usus besar tidak dapat menyerap air dengan maksimal. Akibatnya feses akan mengandungan banyak air hingga membuat tekturnya encer dan terjadilah mencret.

  1. Operasi Atau Pembedahan Pada Perut

Salah satu kondisi medis yang dapat menyababkan diare adalah pembedahan pada bagian perut. Perut yang sehabis mengalami operasi tentu masih dalam tahap pemulihan, sehingga fungsi belum dapat bekerja dengan optimal. Karena usus masih dalam tahap pemulihan dan belum dapat menyerap nutrisi dari bahan makanan yang di konsumsi. Alhasil kondisi ini berpotensi menyababkan tubuh mengalami diare.

Sebagaimana yang telah di jelaskan di atas, diare merupakan salah satu kondisi masalah kesehatan yang sangat mengganggu, terutama dalam berkativitas. Selain itu, tubuh yang mengalami diare juga akan membuat kita menjadi tidak nyaman dan tidak tenang. Akibatnya, semua aktivitas yang kita lakukan menjadi berantakkan. Berbagai faktor berpotensi menyebabkan tubuh mengalami kondisi diare, seperti yang telah di jelaskan di atas. Namun pada dasarnya, kondisi ini di sebab kan oleh adany gangguan pada system pencernaan. Bakteri, virus, hingga parasite menjadi masalah penyebab yang umum seseorang mengalami diare, terutama pada anak-anak. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengetahui faktor penyebab tubuh mengalami diare. Dengan begitu, kita jadi tahu bagaimana cara mencegah dan mengatasinya.

Demikian pambahasan dai Kawan Mama menganai penyenbab tubuh mengalami diare. Kondisi diare dapat di cegah dengan mengetahui penyebab dan mencegah serta mengantisipasinya sebelum kondisi tersebut menimpa tubuh kita.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Health.kompas
  • Hellosehat