Gejala Kondisi Mata Juling Atau Strabismus Eksotropia

Gejala Kondisi Mata Juling Atau Strabismus Eksotropia

Hallo Kawan Mama, Pernahkah kamu mendengari istilahh eksotropia? Atau mungkin kamu atau kenalanmu pernah atau bahkan sedang mengalami kondisi tersebut? Eksotropia pada dasarnya merupakan salah satu kondisi di mana mata sebagai alat penglihatan mengalami gangguan atau masalah kesehatan. Kondisi ini sendiri pada dasarnya adalah salah satu jenis gangguan penglihatan, yakni kondisi mata juling atau strabismus. Seseorang yang mengalaami eksotropia umumnya akan mengalami berbagai macam gejala akibat kondisi mata juling atau strabismus eksotropia ini.

Masalah kesehatan memang merupakan salah satu kondisi yang umum di alami oleh kebanyakan orang. Seperti halnya dengan jenis masalah kesehatan pada umumnya, gangguan pada fungsi penglihatan juga merupakan kondisi medis yang umum terjadi. Bahkan tidak sedikit yang mengalami kondisi ini karena bagaimanapun kondisi ini dapat di alami oleh siapa saja. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kondisi gangguan penglihatan ini cukup banyak di mana hampir setengah ari populasi orang di dunia mengalami kondisi gangguan penglihatan.

Dari sekian banyaknya jenis gangguan penglihatan, mata juling atau adalah salah satu jenis gangguan penglihatan yang umum terjadi dan di alami kebanyakan orang. Kondisi ini sendiri umumnya lebih sering di alami oleh usia anak-anak dan bayi. Meski demikian, kondisi mata juling ini juga dapat di alami oleh orang dewasa hingg oprang tua sekalipun. Seseorang yang mengalami kondisi ini biasanya akan mengalami gejala di mana system penglihatan tidak dapat berfungsi dengan normal.

Pada dasarnya, kondisi mata juling atau iini sendiri di klasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan kondisinya. Mata juling atau strabismua dengan jenis eksotropia adalah kondisi mata juling yang umum terjadi. Umumnya, kondisi ini dapat di ketahui di mana gejalanya berupa pergerakan bola mata yang menuju ke arah bagian luar dari kelopak mata. Untuk lebih jelasanya, berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai kondisi mata juling atau strabismus jenis eksotropia. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Mata Juling Atau Strabismus

Kenali Gejala Kondisi Mata Juling Atau Strabismus Eksotreopia

Mata juling atau dalam dunia medis di kenal dengan istilah strabismus pada dasarnya merupakan kondisi di mana jaringan pada system penglihatan yang mengalami gangguan. Kondisi ini merupakan salah satu kelainan refraksi yang sering kali muncul dan di alami oleh anak-anak dan bayi. Pada dasarnya, kondisi ini berupa adanya pergerakan yang berbeda dan tidak sejajar antara satu bola mata dengan bola mata lainya. Pergerakan kedua bola mata yang tidak sinkron tentunya akan membuat fungsi penglihatan menjadi terganggu.

Pada dasarnya, setiap dari system penglihatan terdapat berbagai jaringan yang berperan dalam terjadinya proses penglihatan. Salah satunya adalah jaringan otot yang terlatak pada bagian bola mata. Jaringan otot ini memiliki fungsi sebagai pengatur pergerakan bola mata untuk menangkap cahaya atau gambaran objek yang terlihat. Selain itu, jaringan otot pada bola mata ini akan di kendalikan oleh saraf yang di perintahkan untuk menggerakkan bola mata kea rah objek yang ingin di lihat. Dalam kondisi normal, jaringan otot pada bola mata ini akan membantu menggerakkan bola mata untuk mengarah sesuai dengan arah yang di perintahkan oleh otak.

Setelah cahaya dari objek yang terlihat oleh mata di tangkap dan masuk melalui lensa mata, kemudian cahaya objek tersebut akan di biaskan oleh kornea mata. Cahaya objek yang telah di biaskan oleh kornea ini akan di kirimikan ke retina mata dana kan di rubah menjadi informasi visual. Kemudian sebelum di kimkan ke otak, informasi visual ayang ada retina mata tersebut akan di rubuh menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik tersebut kemudian akan di kirmkan ke otak melalui saraf optik. Setelah sampai ke otak, informasi tersebut akan di interpretasikan otak menjadi sebuah gambaran objek yang di lihat oleh mata.

Namun, terjadinya kondisi mata juling di mana jaringan otot pada bola mata mengalami gangguan akan menyebabkan fungsi penglihatan menjadi terganggu. Akibatnya kedua bola mata tidak dapat melihat sejajar dan singkron menuju arah yang sama. Akibatnya cahaya atau informasi objek yang masuk ke mata akan berbeda antara satu mata dengan mata lainya. Ketika informasi objek yang di kirmkan ke otak berbeda, maka hal ini akan membuat focus system menjadi terganggu atau buyar.

Mata Juling Atau Strabismus Eksotropia

Secara garis besar, mata juling atau strabismus eksotropia ini termasuk ke dalam golongan strabismus horizaontal. Artinya, mata yang mengalami strabismus horizontal di tandai dengan pergerakan bola mata yang mengarah pada bagian samping mata. Strabismus golongan horizontal sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yakni strabismus esotropia dan strabismus eksotropia. Jika kondisi strabismus esotropia di tandai dengan bola mata yang mengarah ke dalam, maka strabismus eksotropia adalah kondisi di mana bola mata mengarah kea rah luar bola mata

Pada kondisi ini, umumnya, dapat di tandai dengan kondisi satu mata yang terfiksasi (berkonsentrasi) pada satu titik. Sedangkan mata yang satunya lagi cenderung akan mengarah ke samping atau bagain luar mata. Selain itu, eksotropia ini biasanya akan menimbulkan gejala berupa adanya sakit kepala, kesulitan membaca, mata lelah dan penglihatan ganda. Selain itu, penderita eksotropia juga terpaksa harus menutup salah satu matanya agar dapat melihat dengan jelas pada objek yang letaknya jauh atau di tempat dengan cahaya yang terang.

Kondisi ini sendiri juga sering di sebut dengan istilah strabismus eksotropia intermiten di mana kondisi ini dapa terjadi pada semua jenjang usia. Selain itu, dalam beberapa kasus yang terjadi menyebutkan bahwa kondisi ini dapat terjadi tanpa adanya gejala yang signifikan pada penderitanya. Sehingga seringkali orang lainya menyadari terlebih dahulu akan kondisi ini ketik ada yang tidak normal yan terjadi pada mata.

Risiko Komplikasi Mata Juling

Kondisi mata juling yang tidak dsegera di koreksi ini umumnya dapat menyebabkan munculnya risiko gejala-gejala komplikasi. Risiko ini akan lebih tinggi ketika kondisi mata juling ini dalam oleh anak-anak atau bahkan bayi. Sebab perkembangan dari kondisi mata juling ini seringkali akan menyebabkan terjadinya sakit kepala akibat mata yang lelah dan tegang. Selain itu, kondisi ini akan mmebuat penglihatan menjadi kabur hingga penglihatan 3-D yang buruk dan akan membuat mata kesulitan untuk membaca.

Seorang dokter ahli mata, yakni dr.junaidi mengatakan bahwa. “Kondisi mata juling yang terjadi pada anak-anak atau bayi dapat mengganggu fungsi penglihatannya. Bahkan kondisi ini dapat di sertai dengan adanya penglihatan ganda dan kondisi diplopia atau sakit kepala”. Di lansir dari laman American journal of ophthalmology, lebih dari 90% anak dengan mata juling ekstropia intermiten ini mengalami perkembangan hingga menjadi rabun ketika memasuki usia 20 tahun.

Penutup

Pada dasarnya, kondisi mata juling merupakan kelainan atau gangguan yang terjadi pada jaringan otot pada bola mata. Kondisi ini membuat arah penglihatan antara satu mata dengan mata lainya tidak sejajar atau singkron menuju kea rah yang sama. Pada kondisi ini, sering kali terjadi kesalah pahaman di mana banyak orang yang percaya bahwa kondisi mata juling (terutama pada anak-anak) akan sembuh dengan sendirinya. Namun pada kenyatannya, kondisi mata juling yang tidak segera di koreksi dapat menyebabkan terjadinya berbagai kondisi komplikasi pada penglihatan yang lebih parah.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai gejala kondisi mata juling atau strabismus eksotropia. Dari penjelasan di atas dapat di ketahui bahwa strabismus eksotropia merupakan kondisi strabismus di mana bola mata menjuling kea rah luar mata. meskipun umum terjadi, kondisi ini pelru di waspadai dan di koreksi sesegera mungkin. Sebab kondisi ini cenderung dapat berkembang dan menyebabkan munculnya berbagai risiko koplikasi.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Orami
  • Hellosehat
Gejala Kondisi Mata Juling Ke Dalam (Estropia)

Gejala Kondisi Mata Juling Ke Dalam (Estropia)

Hallo Kawan Mama, Keadaan system  penglihatan yang mengalami kondisi mata juling, umumnya akan menyebabkan berbagai gejala yang membuat fungsi penglihatan menjadi terganggu. Kondisi mata juling ini akan membuat gejala di mana kinerja dari fungsi penglihatan yang menjadi buram atau kabur ketika melihat objek yang tertangkap oleh mata. Pada dasarnya, kondisi mata juling ini terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan kondisinya, salah satunya adalah kondisi mata juling estropia. Umumnya, pederitanya akan mengalami gejala di mana kondisi mata juling ini cenderung masuk ke dalam atau di sebut dengan estropia.

Gangguan penglihatan pada dasarnya merupakan salah satu kondisi masalah kesehatan yang umum terjadi. Kondisi mata yang mengalami gangguan penglihatan akan membuat gejala-gejala di mana penglihatan tidak berfungsi dengan maksimal. Selain itum, akan muncul gejala-gejala yang membuat rasa tidak nyaman pada penderitanya. Bahkan kondisi gangguan penglihatan sendiri merupakan masalah yang umum terjadi di bagian seluruh penjuru dunia. Dari beberapa penelitian menyabutkan bahwa hampir separuh dari populasi dunia mengalami gangguan pada system penglihatannya.

Sementara itu, kondisi mata juling merupakan salah satu geangguan penglihatan yang umum terjadi di antara berbagai banyaknya jenis gangguan penglihatan. Umumnya, kondisi ini dapat di tandai dengan adanya gejala di mana bola mata tidak dapat melihat dengan sejajar. Hal ini menyebabkan perbedaan arah antara satu bola mata dengan bola mata lainya. Kondisi mata juling ini senidiri juga dapat di alami oleh satu mata saja atau bahkan terjadi pada kedua mata.

Kondisi mata juling ini sediri pada dasarnya di klkasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan kondisinya. Salah satu jenis kondisi mata juling adalah kondisi mata juling jenis estropia. Kondisi ini berupa keadaan mata yang menjuling ke arah dalam. Hal ini dapat terjadi pada satu mata saja atau pada kedua mata. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai gejala dari kondisi mata juling ke dalam atau mata juling jenis estropia. Untuk itu, simak penjelasannya sebagai berikut.

Kondisi Mata Juling

Gejala Kondisi Mata Juling Ke Dalam (Estropia)

Pada dasarnya, kondisi mata juling sendiri dalam dunia medis di kenal dengan istilah strabismus. Kondisi ini berupa adanya gangguan atau kelainan pada jaringan dalam system penglihatan yang membuat fungsi penglihatan menjadi tidak normal. Umumnya, penglihatan yang mengalami kondisi mata juling ini akan menimbulkan gejala di mana penglihatan menjadi tidak normal. Seperti halnya dengan bola mata akan melihat ke arah yang berbeda dengan bola mata yang satunya lagi. Hal ini akan menyebabkan kondisi eror pada otak dalam menerima dan mengolah informasi gambaran objek yang masuk ke mata.

Kenapa bisa demikian? Pada dasarnya, kondisi mata juling ini adalah kelainan yang terjadi dan di alami oleh jaringan otot pada bola mata. Setiap dari system penglihatan sudah bisa di pastikan memiliki jaringan otot pada bola mata. Jaringan otot pada bola mata ini akan berfungsi untuk mengatur pergerakan bola mata. Kelainan pada jaringan otot pada bola mata ini menyebabkan bola mata kesulitan dalam menyesuaikan pergerakannya pada arah objek yang ingin di lihat.

Sebab jaringan otot pada bola mata ini akan membantu menggerakan arah bola mata untuk melihat ke arah objek yang kita ingin lihat. Namun ketika jaringan otot mata ini mengalami gangguan atau kelainan, maka akan berdampak pada pergerakan dari bola mata. Hal ini mambuat pergerakan bola mata tidak dapat di control dan di gerakkan sesuai dengan keinginan pemiliknya. Akibatnya, pandangan antara satu bola mata dengan mata lainya tidak dapat melihat lurus sejajar pada arah yang sama ketika melihat objek.

Kondisi bola mata yang tidak terkontrol ini umumnya dapat bergerak ke arah mana saja. Ketika kedua bola maa tidak melihat ke arah yang sama, maka hal ini akan menyebabkan infromasi objek yang di rekam dan masuk ke mata menjadi berbeda. Sementara itu, agar penglihatan pada objek dapat menghasilkan gambar objek yang jelas, kedua bola mata harus melihat ke arah yang sama. Dengan begitu, informasi objek yang di rekam oleh kedua mata akan sama sehingga memudahkan fungsi penglihatan untuk mengelola informasi dari gambar objek yang masuk ke mata.

Kenali Gejala Kondisi Mata Juling Ke Dalam (Estropia)

Umumnya, secara garis besar, kondisi mata juling ini sendiri terbagi menjadi du kategori. Yakni pertaman adalah kondisi mata juing yang mengarah ke samping, atau di kenal dengan strabismus horizontal. Kedua adalah kondisi mata juling yang mengarah ke atas atau bawah atau di sebut dengan istilah strabismus vertical. Namun, kondisi mata juling ini sendiri telah di kerucutkan lagi menjadi 4 jenis mata juling berdasarkan kondisi atau arah menjulingnya bola mata.

Yakni, strabismus esotropia dan strabismus eksoropia yang tergolong ke dalam jenis strabismus horizontal. Sedangakan strabisum vertical sendiri juga terbagi menjadi dua jenis, yakni strabismus hipertropia dan hipotropia. Pada tulisan kali ini kami darI Kawan Mama akan membahas mengenai kondisi mata juling atau strabismus jenis esotropia. Sebab di antara 4 jenis klondisi mata juling, jenis mata juling esotropia merupakan kondisi yang paling umum terjadi. berikut adalah penjelasannya

Kondisi Mata Juling Atau Strabismus Jenis Esotropia

Pada dasarnya, mata juling atau strabismus jenis esotropia ini merupakan salah satu jenis kondisi mata juling di mana kondisi ini di tandai dengan bola mata yang mengarah ke arah dalam. Strabismus esotropia sendiri, pada dasarnya di klasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan faktor-faktor yang menyertainya. Seperti faktor mulai terjadinya kondisi tersebut, frekuensi strabismus, dan bagai mana tata cara penanganannya.

  1. Berdasarkan Usia Di Mulainya Kondisi Strabismus Esotropia

Menurut American Association for Pediatric Opthalmology and Strabismus (AAPOS), menyebutkan bahwa strabismus esotropia ini di bedakan berdasarkan usia terjadinya, jumlah frekuensinya dan tata cara penangananya menggunakan kaca mata. Semantara itu, kondisi ini juga tergolong menjadi beberapa jenis, yakni

    • Infantile Atau Bawaan

Esotropia infatile ini merupakan kondisi strabismus bawaan yang umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir. Dalam kondisi ini, bayi tidak dapat menggunakan kedua matanya secara bersama-sama. Salah satu dari kedua mata cenderung lebih sering mengarah ke dalam. Pada kondisi ini, bayi lebih rentan mengalami risiko mata malas atau amblyopia.

Umumnya, kondisi ini dapat di atasi dengan melakkan prosedur operasi atau menggunakan kaca mata atau bahkan suntikan botox. Baiknya, atasi kondisi tersebut sebelum anak menginjak usia 2 tahun. Meski demikian beberapa kasus menyebutkan bahwa anak dapat mengalami masalah penglihatan saat mereka tubuh dewasa. Selain itu, kondisi ini juga berkaitan dengan kondisi mata melayang ke atas, rabun dekat, hingga gerakan mata yang tidak normal atau nystagmus.

    • Acquired Atau Akomodatif

Esotropia acquired ini pada dasarnya merupakan kondisi yang terjadi akibat adanya riwayat penyakit atau kondisi medis tertentu. Seperti halnya dengan penyakit diabetes, penglihatan ganda atau kondisi rabun yang tidak di koreksi. Penderita esotropia acquired ini umumnya dapat di atasi dengan menggunakan kaca mata atau dengan terapi penglihatan. Selain itu, pembedahan juga termasuk metode yang dapat di gunakan untuk mengatasi kondisi ini.

  1. Berdasarkan Jumlah Frekuensinya

Kondisi mata juling atau strabismus sendiri, berdasarkan jumlah frekuensinya strabisumus estropia ini di bagi menjadi 2 janis. Yakni strabismus estropia sementara dan strabismus esotropia tetap. Pada umumnya, kondisi strabismus sementara ini umumnya merupakan kondisi mata juling yang cenderung bisa hilang dengan sendirinya. Namun perlu di ketahui bahwa kondisi strabismus esotropia ini juga dapat mucul kembali.

Selain itu, umumnya, kondisi strabismus semantara ini biasanya dapat di ketahui dan terlihat ketika seseorang mengalami kelelahan terutama pada bagian matanya. Hal ini juga sering muncul ketika seseorang mengalami sakit (terutama pada mata) dan mencari objek yang letaknya dekat atau yang letaknya lebih jauh. Sedangkan untuk strabismus esotropia adalah kondisi di mana mata juling yang mengarah ke dalam terjadi secara permanen.

  1. Berdasarkan Tata Cara Penanganan Atau Pengobatan Dengan Kaca Mata

Kondisi strabismus esotropia umumnya bersifat akomodatif di mana kondisi ini dapat di tandai dengan kondisi salah satu mata yang mengarah ke dalam. Umumnya, kondisi ini di tandai ketika sedang berusaha untuk melihat sebuah objek yang letaknya cenderung lebih dekat. Sebab kebanyakan dari orang yang mengalami strabismus esotropia ini memiliki atau di sertai dengan kondisi rabun dekat. Biasanya, dalam kondisi ringan atau sedang, penderita strsbismus esotropia akomodatif ini dapat di kendalikan dengan menggunakan alat bantu penglihatan.

Dalam hal ini, penderita strabismus esotropia ini dapat menggunakan kaca mata atau bahkan dengan lensa kontak. Umumnya, untuk pasien mata juling tidak di perkenankan menggunakan jenis lensa sembarangan dan di sarankan untuk menggunakan lensa prisma. Jika tata cara penanganan ini tidak berhasil, maka kemungkinan pasien memerlukan prosedur bedah atau operasi untuk menangani kondisi ini.

Pada dasarnya, kondisi mata jullinh atau strabismus esotropia ini merupakan kondisi mata juling dengan bola mata yang mengarah pada bagian dalam mata. Sama seperti kondisi mata juling dengan jenis lainya, di mana kondisi ini juga akan membuat fungsi penglihatan menjadi tidak normal. Namun, jenis jika jenis dari kondisi mata juling lainya membuat bola mata meihat pada arah luar, maka kondisi strabismus esotropia ini akan membuat salah satu bola mata mengarah pada mata bagian dalam. Kondisi ini juga akan mengakibatkan informasi gambar yang terekam dari kedua mata menjadi berbeda.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai gejala kondisi mata juling ke dalam (esotropia). Umumnya, kondisi mata juling atau strabismus esotropia ini muncul ketika seseorang masih berusia bayi. Namun kondisi ini juga dapat muncul dan berkembang ketika menginjak usia anak-anak. Selain itu, seseorang yang memiliki riwayat sindrom memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini.

Semoga tulisan ini dapat memabntu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
Terapi Untuk Mengobati Kondisi Mata Juling

Terapi Untuk Mengobati Kondisi Mata Juling

Hallo Kawan Mama, Gangguan penglihatan adalah salah satu kondisi masalah kesehatan yang cukup umum terjadi dan di alami oleh masyarakat umum. Mata yang mengalami kondisi gangguan penglihatan ini akan mempengaruhi kualitas penglihatan. Salah satu jenis gangguan penglihatan yang cukup umum di alami oleh banyak orang, terutama anak-anak adalah kondisi mata juling. Pada kondisi ini, umumnya pengobatan dengan prosedur medis menjadi pilihan utama untuk mengobati kondisi ini. Namun beberapa cara, seperti terapi juga dapat di lakukan untuk mengobati kondisi mata juling.

Masalah kesehatan terkait gangguan penglihatan memang merupakan salah satu kondisi medis yang umum di alami dan menjadi keluhan bagi penderitanya. Sebab terjadinya gangguan penglihatan ini tentunya akan membuat fungsi pengihatan terganggu dan membuat rasa tidak nyaman pada mata. Selain itu, umumnya kondisi gangguan penglihatan akan membuat kualitas dari fungsi penglihatan ini mengalami penurunan sehingga membuat pengihatan pada objek menjaditidak jelas.

Sama halnya dengan kondisi gangguan penglihatan lainya, mata yang mengalami kondisi mata juling juga akan menyebabkan penurunan pada kualitas penglihatan. Sebab mata yang mengalami kondisi mata juling ini umumnya berupa keadaan di mana salah satu dari kedua bola mata tidak dapat melihat atau menyesuaikan pandangan ke arah yang sama dengan bola mata yang satunya lagi. Bahkan tidak sedikit yang terjadi di mana kondisi mata juling ini terjadi pada kedua bola mata. Kondisi ini akan membuat mata kesulitan untuk memfokuskan pandanganya pada objek yang terlihat.

Dalam menangani kondisi mata juling, umumnya pengobatan medis merupakan pilihan tepat untuk di lakukan. Prosedur operasi atau bedah operasi merupakan penanganan medis yang umumnya di lakukan untuk menangani kondisi ini. Selain itu, penggunaan obat dan kaca mata dengan lensa khusus juga di sarankan untuk di lakukan, terutama ketika mata juling masih dalam tahap ringan. Meski demikian, ternyata beberapa metode terapi juga di sarankan untuk membantu mengobati kondisi mata juling. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Gangguan Penglihatan Mata Juling

Terapi Untuk Mengobati Kondisi Mata Juling

Pada dasarnya, kondisi mata juling ini merupakan keadaan di mana jaringan pada system penglihatan mengalami gengguan atau kelainan refraksi. Hal ini akan berdampak pada fungsi dari system penglihatan dalam menjalankan perannya. Gangguan penglihatan mata juling merupakan kondisi di mana salah satu bola mata tidak dapat bergerak dan melihat sejajar. Akibatnya bola mata tidak dapat melihat ke arah yang sama dengan arah dari padangan bola mata yang satunya. Hal ini aka membuat fungsi penglihatan kesulitan dalam menangkap atau merekam gambaran objek yang terlihat.

Pada dasarnya terjadinya proses penglihatan di awali dengan adanya pantulan cahaya dari bayangan objek yang di lihat oleh mata dan masuk ke mata. Pantulan cahaya objek tersebut akan masuk ke mata dan di tangkap oleh lensa mata dan akan di biaskan oleh kornea mata menuju retina menjadi informasi visual. Informasi visual dari gambaran objek tersebut kemduian akan di rubah oleh retina menjadi sinyal listrik agar daoat di kirmkan ke otak melalui saraf optik mata. Setelah sampai ke otak, maka sinyal tersebut akan di olah dan di interpretasikan menjadi gambaran objek yang di lihat oleh mata.

Semantara itu, pergerakan bola mata ketika hendak melihat objek ini sendiri si atur oleh jaringan otot yang ada pada bola mata. Kondisi mata juling ini terjadi umumnya berupa keadaan di mana adanya gangguan pada jaringan otot bola mata. Akibatnya kondisi ini membuat pergerkan dari bola mata dalam melihat ke arah objek menjadi tidak sejajar antara satu bola mata dengan bola mata lanya. Hal ini akan menyebabkan informasi objek yang masuk ke mata menjadi berbeda.

Ketika informasi yang masuk ke mata itu berbeda pada saru mata dengan mata lainya, maka hal in akan membuat eror pada otak dalam mengelola informsi objek tersebut. Akibat dari kondisi ini, system penglihatan akan kesulitan untuk memfoksukan pandangannya. Hal ini membuat kinerja dari fungsi penglihatan bekerja lebih keras dan mengalami penurunan kualitas. Hal ini akan berujung pada focus dan ketajaman penglihatan pada objek yang menjadi tidak makasimal. Umumnya kondisi ini dapat di kenali ketika penderitanya bengong atau melamun, maka perbedaan posisi mata akan terlihat.

Terapi Untuk Mengobati Kondisi Mata Juling

Umumnya terjadi pemahaman atau kepercayaan yang kurang tepat yang beredar di kalangan masyarakat. Hal ini berupa kondisi mata juling yang terjadi, terutama pada anak-anak akan sembuh dengan sendirinya. Selain itu, ada anggapan lain yang mengatakan bahwa kondisi mata juling pada bayi terjadi akibat cahaya lampu yang tidak sejajar dengan sudut pandang sang bayi. Faktanya, anggapan atau kepercayaan tersebut tidakah sepenuhnya benar.

Pada dasarnya, kondisi mata juling (terutama yang terjadi pada anak-anak atau bayi) memiliki risiko di mana akan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Sedikit kasus yang menyebutkan bahwa kondisi mata juling ini akan sembuh dengan sendirinya. Selain itu, penyebab terjadinya kondisi ini umumnya di sebabkan oleh beragam penyebab, seperti halnya dengan faktor gentikal atau keturunan. Sebab seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat mata juling memiliki risiko untuk mengalami kondisi tersebut.

Dalam menangani kondisi mata juling, umumnya jenis obat mata dan kaca mata tertentu akan di gunakan untuk mengobati mata juling dalam tahap ringan hingg sedang. Namun untuk mengatasi kondisi mata juling yang kronis atau parah, maka prosedur operasi atau bedah refraksi merupakan pilihan tepat untuk menangani kondisi tersebut. Meskipun demikian, beberapa metode terapi di yakini dapat mengobati kondisi mata juling. Berikut adalah beberapa metode terapi untuk mengobati kondisi mata juling.

  1. Brock String

Brock string merupakan salah satu metode terapi berupa olah raga atau senam mata. Metode ini biasanya akan menggunakan media berupa manik-manik untuk membantu melihat koordinasi kedua bola mata. Untuk caranya sendiri adalah dengan mengatikan manik-mannik tersebut pada satu benang dengan warna yang berbeda-beda secara berurutan. Benang yang di perlukan umumnya hanya sepanjang kurang lebih 12-30 Cm.

Setelah selesai di buat, maka kamu dapat meletakkan benang yang sudah terpasang manik-manik tersebut tepat di depan hidung. Kemudian setelah benang manik-manik terpasang maka kamu dapat memfokuskan arah penglihatan atau pandangan mata pada manik-manik tersebut secara bergantian tiap berapa detik atau menit. Metode ini akan membantu mata untuk dapat kembali memfokuskan pandanganya.

  1. Push-Up Pencil

Selain olah raga atau senam mata dengan metode brock string, kamu juga dapat menggunakan metode lainya, yakni push-up pencil. Metode terapi yang satu ini akan membantu mengarahkan focus pandangan kedua mata pada titik yang sama dengan adanya bantuan dari pensil. Caranya sendiri adalah dengan meletakkan pensil pada posisi yang sejajar di depan mata. Setelah itu, kemudian kamu dapat melakukan gerakan dengan menjauhkan dan mendekatkan pensil ke mata.

Dengan melakukan gerakan mendekatkan dan menjauhkan mat dari pensil ini akan membantu memfokuskan penglihatan mata dengan lebih baik. Metode ini dapat kamu lakukan dengan rutin setiap hari. Cukup dengan 100 kali gerakan yang di lakukan tidak kurang dari 15 menit setiap harinya. Dengan begitu, perlahan focus mata akan terlatih dan membaik secara bertahap dan akan membantu memperbaiki fungsi penglihatan menjadi normal.

  1. Barrel Cards

Pada dasarnya, kondisi mata juling ini terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan kondisinya. Terapi barrel cards sendiri umumnya merupakan salah satu jenis terapi yang di gunakan untuk melatih focus pada kondisi mata yang menjuling kea rah dalam (eksotropia). Metode ini sendiri di lakukan dengan cara menggambar tiga leingkaran dengan ukuran yang berbeda-beda. Di mulai dari gambaran lingkaran yang terkecil dan makin membesar di satu sisi kartu.

Selain itu, kamu dapat mengulanginya dengan menggunakan varian warna yang berbeda pada sisi satunya. Setelah itu kamu dapat menatap gambar tersebut untuk melatih focus penglihatan. Mulailah dengan manatap gambar dari yang terbesar hingga yang paling kecil selama 5 detik. Dan kamu dapat melakukanya bergantian antara satumata dengan mata lainya. Dengan melakukan metode tersebut di tujukan untuk melatih focus penglihatan menjadi lebih baik.

Kondisi mata juling pada dasarnya merupaka keadaan di mana bola mata yang berfungsi untuk menyesuaikan arah padangan pada objek tidak singkron atau sejajar antara satu dengan lainya. Hal ini akan membuat focus penglihatan menjadi terganggu sehingga menyebabkan penurunan pada kualitas penglihatan. Akibatnya, penglihatan akan menjadi buram atau kabur ketika melihat objek di depannya. Semantara itu, untuk menangani kondisi ini, umumnya pengobatan medis merupakan pilihan tepat untuk di lakukan. Namun beberapa metode cara di atas juga dapat di lakukan untuk membantu memfokuskan penglihatan.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa metode terapi untuk mengobati kondisi mata juling. Umumnya, mata juling yang parah hanya dapat di atasi dengan prosedur operasi atau bedah refraksi. Namun dalam tahap yang ringan penggunaan obat atau kaca mata khusus dapat membantu pemulihan kondisi ini. Selain itu, beberap metode terapi di atas jug di sarankan untuk di lakukan sebagai upaya ektra untuk membantu memfokuskan dan memulihkan kondisi penglihatan.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

Cara Alami Mengobati Kondisi Mata Juling Tanpa Operasi

Cara Alami Mengobati Kondisi Mata Juling Tanpa Operasi

Hallo Kawan Mama, Pernahkah kamu mendengar istilah atau kondisi strabismus? Bagi kebanyakan orang pada umumnya, istilah strabismus memang cukup asing di dengar, terutama bagi masyarakat awam. Pada dasarnya strabismus ini merupakan kondisi masalah kesehatan di mana orang lebih mengenalnya dengan sebutan mata juling. Umumnya, konisi ini terjadi pada system penglihatan yang menyebebkan fungsi penglihatan menjadi tidak normal. Umumnya, pengobatan medis, seperti obat-obatan atau bedah refrakis di lakukan untuk mengobati kondisi ini. Nemun beberapa cara alami di ketahui dapat di lakjkan untuk mengobati kondisi mata juling tanpa melakukan operasi.

Gangguan penglihatan memang merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup umum di alami oleh kebanyakan orang. Kondisi gangguan penglihatan ini terjadi dan di alami oleh system penglihatan yang membuat fungsi penglihatan menjadi tidak normal. Kondisi ini juga akan mengakibatkan gejala-gejala yang membuat rasa tidak nyaman pada mata. Sementara itu, kondisi mata juling ini merupakan keadaan di mana bola mata satu dengan lainya tidak dapat sejajar melihat ke arah yang sama.

Hal ini akan membuat mata kesulitan untuk melihat dengan focus pada objek. Kondisi ini akan mengakibatkan penglihatan pada objek menjadi tidak maksimal. Umumnya, kondisi mata juling ini cenderung lebih sering terjadi dan di alami oleh usia anak-anak. Selain itu, kondisi mata juling yag terjadi pada anak-anak umumnya muncul sejak masih bayi. Meskipun demikian, kondisi mata juling ini tentunya juga dapat di alami oleh siapa saja, baik orang dewasa maupun orang tua.

Umumnya, dalam menangani kodisi mata juling, pengobatan yang di lakukan adalah dengan menggunakan prosedur medis, yakni operasi atau bedah refraksi. Sebab dengan metode pengobatan tersebut, kondisi mata juling dapat di deteksi dengan lebih jelas. Meskipun demikian, beberapa cara alami di ketahui dapat mengobati kondisi mata juling. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai cara alami mengobati kondisi mata juling tanpa operasi. Untuk itu, simak penjelasannya sebagai berikut.

Kenali Kondisi Mata Juling

Cara Alami Mengobati Kondisi Mata Juling Tanpa Operasi

Tahukah kamu bahwa gangguan penglihatan merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum di alami oleh kebanyakan orang. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa hampir separuh populasi orang di dunia mengalami gangguan penglihatan atau kelainan refraksi. Mata juling adalah salah satu kondisi gangguan penglihatan yang umum di alami oleh kebanyakan orang. Meskipun kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, namun sebagian besar kondisi mata juling ini muncul ketika masih berusia anak-anak atau saat bayi.

Dalam dunia medis sendiri, kondisi mata juling ini di kenal dengan istilah strabismus. Kondisi ini berupa adanya gangguan yang di alami oleh kedua bola mata yang tidak dapat melihat lurus sejajar antara satu bola mata dengan mata lainya pada arah yang sama. Kondisi ini terjadi akibat adanya gangguan yang di alami oleh jaringan otot mata yang menganggu kinerjanya dalam menjalankan peranya sebagai bagian dari fungsi penglihatan. Jaringan otot ini terletak pada bagian bola mata yang berfungsi untuk mengatur pergerakan bola mata dalam menangkap cahaya yang masuk ke mata.

Dalam proses penglihatan sendiri, umumnya berupa cahaya yang akan menyinari obje dan memantul dan di lihat oleh mata. Cahaya tersebut akan masuk ke mata dan di tangkap oleh lensa mata dan di salurkan menuju kornea. Kornea mata ini akan membiaskan cahaya yang masuk ke mata menjadi informasi gambaran visual objek pada retina. Retina mata ini akan merubahnya menjadi sebuah sinyal listrik yang akan di kirimkan oleh saraf optik menuju ke otak. Setelah sampai ke otak, informasi visual berupa cahaya listrik ini akan di oleh dan di interpretasikan menjadi sebuah gambar yang di lihat oleh mata.

Jaringan otot pada bola mata ini akan membantu dan mengatur pergerakan bola mata untuk mengikuti cahaya objek yang masuk ke mata. Ketika terjadi gangguna pada jaringan otot ini, maka akan terjadi disfungsi yang membuat pergerakan bola mata menjadi tidak terkontrol dengan baik. Kondisi tersebut akan mengakibatkan fungsi dari jeringan otot dalam mengatur pergerakan mata menjadi tidak maksimal. Akibatnya pergerakan dari satu bola mata dengan bola mata lainya tidak dapat sinkron dan sejajar menuju pada arah yang sama.

Cara Alami Mengobati Kondisi Mata Juling

Di kalangan masyarakat sendiri, umumnya sebagian besar orang percaya bahwa mata juling yang di alami oleh bayi terjadi akibat cahaya lampu yang tidak searah dengan penglihatan bayi. Kondisi ini di percaya akan mengakibatkan sang bayi mengalami kondisi mata juling. Selain itu, terdapat keselah pahaman di mana kondisi mata juling ini akan sembuh dengan senndirinya. Faktanya, kepercayaan tersebut di sepenuhnya benar. Sedikti kasus yang menyebutkan bahwa kondisi mata juling ini dapat sembuh dengan sendirinya.

Menurut laman Children’s Natioanal, Kebanyakan kasus menyebutkan bahwa kondisi mata juling yang di alami oleh bayi atau anak-anak ini akan semakin berkembang dan bertambah buruk. Bahkan kondisi mata yang mengalami gejala strabismus ini, jika tidak segera di koreksi dapat menyebabkan gangguan penglihatan lainya, seperti mata malas atau penglihatan ganda. Dan beberapa kasus menyebutkan bahwa kondisi mata juling ini dapat mennyebabkan penderitanya mengalami kebutaan secara permanen.

Penanganan medis seperti prosedur operasi atau bedah refraksi menjadi pengobatan yang umum di lakukan untuk mengatasi kondisi mata julling. Namun, tentunya hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, menurut para ahli sendiri, umumnya, kondisi mata juling yang masih tergolong dalam tahap ringan dapat di tangani dengan beberapa cara tanpa melakukan prosedur operasi. Berikut adalah beberapa cara sederhana dan alami untuk mengobati kondisi mata juling tanpa melakukan operasi.

  1. Menggunakan Kaca Mata Berlensa Prisma

Pada dasarnya, dalam menangani kondisi gangguan penglihatan, kaca mata adalah salah satu alat bentu penglihatan yang sering kali di gunakan. Untuk penderita mata juling sendiri, umumnya akan di sarankan untuk menggunakan kaca mata dengan lensa khusus. Tidak seperti kaca mata untuk rabun jauh ataupun rabun dekat, untuk penderita mata juling akan di sarankan untuk menggunakan kaca mata dengan lensa prisma.

Kaca mata dengan lensa  prisma ini menggunakan bahan lensa yang di buat dengan bentuk yang lebih tebal di bandingkan dengan lensa lainya. Jenis lensa prisma ini di buat khusus untuk membantu memfokuskan pandangan mata yang mengalami kondisi mata juling. Penggunaan kaca mata dengan lensa prisma ini dapat membantu meluruskan kondisi mata juling. Cukup dengan memakainya sepanjang hari, maka lensa prisma tersebut akan membantu mengoptimalkan fungsi penglihatan.

  1. Penggunaan Obat Tetes Mata

Penggunaan obat tetes mata menjadi salah satu cara untuk mengatasi kondisi maa juling. Metode ini sendiri di rekomendasikan oleh dokter untuk membantu manangani mata juling yang masih dalam tahap ringan atau sedang. Dengan menggunakan obat tetes mata, akan membantu untuk meluruskan padangan bola mata pmenuju arah lurus pada objek. Dalam kondisi ini, penggunaan obat tetes mata yang akan di gunakanpun bukanlah obat tetes mata sembarangan seperti pada umumnya.

Jenis obat tetes mata yang di gunakan untuk kondisi mata juling ini pada dasarnya berupa obat tetes mata yang memiliki kandungan atropine. Kandungan atropine ini umumnya di gunakan untuk meredakan gejala nyeri dan akan membantu melemaskan jaringan otot pada bola mata. Penggunaan obat tetes mata dengan kandungan atropine ini akan bekerja untuk mengaburkan penglihatan mata yang normal selama beberapa jam. Hal ini bertujuan untuk membuat kondisi mata menjadi lebih rileks yang akan membuat kinerja mata menjadi lebih ringan.

  1. Terapi Oklusi

Terapi oklusi pada dasarnya merupakan metode yang cukup umum di gunakan untuk mengatasi permasalahan kondisi mata malas (Amblyopia). Kondisi mata malas umumnya merupakan salah satu komplikasi akibat kondisi mata juling. Sebab kondisi mata juling ini akan menyebankan penurunan pada kualitas dan ketajamn penglihatan. Terapi oklusi ini akan membantu mata untuk focus dalam melihat objek.

Selain itu, erapi oklusi ini berupa metode di mana mata yang normal akan di tutup untuk memberikan kesempatan pada mata yang mengalami juling atau malas agar dapat melatih focus dan ketajaman penglihatan. Proses pemulihan mata juling dengan metode ini biasanya membutuhkan waktu sesuai dengan kondisi mata juling itu sendiri. Kondisi mata juling yang ringan tentu akan membutuhkan waktu yang lebih cepat.

Pada dasarnya, mata juling merupakan salah satu kondisi gangguan penglihatan yang terbilang cukup umum terjadi dan di alami oleh banyak orang. Bahkan di antara banyakanya jenis gangguan penglihatan yang terjadi, kondisi mata juling cukup sering di alami dan di jumpai. Kondisi ini merupakan keadaan di mana salah satu dari mata tidak dapat melihat lurus pada arah yang sama dengan bola mata lainya. Ketidak singkronan ini, umumnya di sebabkan oleh adanaya gangguan atau disfungsi yang di alami oleh jaringan otot pada bola mata yang membuat kedua bola mata tidak sejajar melihat pada arah yang sama.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa cara alami untuk mengobati kondisi mata juling tanpa operasi. Meskipun umumnya operasi adalah pilihan tepat untuk mengobati konsisi mata juling, namun cara-cara tersebut dapat di lakukan untuk mengobati mata juling yang ringan. Perhatian terhadap kondisi gangguan penglihatan perlu di perhatikan dengan cermat dengan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan mata serta solusi untuk menanganinya.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Sehatq
  • Lifepal
Cara Untuk Mendiagnosis Kondisi Mata Juling

Cara Untuk Mendiagnosis Kondisi Mata Juling

Hallo Kawan Mama, Tahukah kamu bahwa usia muda, yakni bayi atau bahkan anak-anak memiliki tubuh yang masihr rentan akan adanya masalah kesehatan. Bukan hanya masalah kesehatan pada fungsi organ tubuh, namun juga masalah kesehatan pada system penglihatan. Salah satu jenis masalah kesehatan yang umumnya terjadi dan di alami oleh sua tersebut adalah kondisi mata juling. Pada tahap awal, kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala signifikan sehingga jarang di sadari. Namun beberapa cara dapat di lakukan untuk mengetahui atau mendiagnosisi kondisi mata juling.

Usia bayi dan anak-anak pada umumnya masih terbilang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Pada fase ini kondisi  dari sistem organisasi di dalam tubuh belum terbentuk sempurna, termasuk pada fungsi dari system penglihatan. Hal tersebut membuat terjadinya berbagai kondisi gangguan penglihatan pada usia anak-anak ini menjadi fenomena yang sudah cukup umum terjadi. Dan dari sekian banyaknya kondisi gangguan penlihatan, mata juling adalah salah satu kelainan refraksi yang seringkali di alami oleh banyak bayi dan anak-anak.

Meskipun usia bayi dan anak-anak menjadi usia yang paling rentan akan kondisi gangguan penglihatan ini, namun usia di atasnya, yakni dewasa dan orang tua juga dapat mengalaminya. Umumnya, seseorang yang mengalami kondisi mata juling ini akan mengalami gejala di mana satu mata dengan mata lainya tidak sejajar. Hal ini membuat mata kesulitan untuk memfokuskan pandangan pada objek dan mengirimnya ke mata. Sebab kondisi arah dari kedua mata yang tidak singkron tentunya akan membuat informasi objek yang dikirimkan ke otak berbeda.

Umumnya, setiap maslah kesehatan termasuk gangguan penglihatan dapat di ketahui dengan gejala-gejala yang di keluhkan. Namun pada tahap awal, umumnya kondisi mata juling cenderung tiadk di sadari oleh penderitanya. Apalagi jika kondisi ini terjadi dan di alami oleh anak-anak atau bahkan bayi yang tentunya akan membuat kondisi ini cukup sulit untuk di hindari. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberaoa informasi mengenai cara untuk mengetahui atau mendiagnosis kondisi mata juling. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Apa Itu Mata Juling?

Cara Untuk Mendiagnosis Kondisi Mata Juling

Gangguan penglihatan memang merupakan masalah yang umum di mana kondisi ini terjadi dan di alami oleh kebanyakan orang. Gangguan penglihatan sendiri pada dasarnya di bagi menjadi dua kategori, yakni gangguan penglihatan ringan atau sedang dan gangguan penglihatan serius atau kronis. Umumnya, pada tahap awal, mata juling terbilang sebagai kondisi ringan menengah. Namun kondisi ini dapat berkembang dan memburuk. Meskipun tidak menyebabkan mengancam nyawa atau menyebabkan kematian, namun kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya kebutaan.

Kondisi mata juling dalam dunia medis sendiri di kenal dengan istilah strabismus. Umumnya, kondisi ini merupakan keadaan di mana salah satu atau kedua mata tidak dapat melihat lurus sejajar pada arah yang sama. Hal ini terjadi akibat adanya kondisi dari jaringan otot pada kedua mata yang tidak singkron dan sinergis dalam melihat ke arah objek. Sementara itu, agar penglihatan pada objek dapat terlihat dengan jelas, jaringan otot pada kedua mata haruslah sinergis.

Jaringan otot pada kedua mata yang tidak singkron dan sinergis ini akan menyebabkan informasi objek yang terlihat yang akan di kirmkan ke otak menjadi berbeda. Akibatnya, otak akan kesulitan atau kebingunan dalam mengolah informasi yang berbeda yang di kirimkan dari kedua bola mata. Kelainan pada jaringan otot yang tidak segera di atasi dapat memperburuk kondisi penglihatan akibat mata juling. Dalam kasus yang terburuk, kondisi ini akan menyebabkan kerusakan pada system penglihatan yang berakhir pada kebutaan.

Sementara itu, seringkali terjadi kesalah pahaman bahwa kondisi mata juling yang di alami oleh bayi atau anak-anak dapat sembuh dengan sendirinya. Namun perlu di ketahui bahwa kondisi mata juling ini cenderung tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Bahkan seiring berjalannya waktu, kondisi ini akan semakin bertambah parah dan berisiko menyebabkan terjadinya gangguan penglihatan lainya. Sepeti kondisi penglihatan ganda, dan pada kondisi tertentu, mata juling dapat menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan secara permanen.

Seberapa Umum Kondisi Mata Juling?

Pada dasarnya, kondisi mata juling merupakan salah satu masalah kesehatan terkait gangguan pengihatan yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak. Meskipun usia anak-anak dan bayi rentan mengalami kondisi ini, namun orang dewasa dan orang tua juga dapat mengalami kondisi ini. Namun, dari penelitian yang di lakukan, menyebutkan bahwa dari 20 anak yang mengalami gangguan penglihatan, 1 anak di dapati mengalami gejala kondisi mata juling.

Semantara itu, di lansir dari laman Children’s Natioanal, menyebutkan bahwa seseorang (terutama anak-anak dan bayi) yang memiliki riwayat sindrom mata memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami  kondisi mata juling. Sampai saat ini, kondisi dari kasus mata juling ini telah mencapai angka 25% dari jumlah kasus gangguan penglihatan yang di alami oleh anak-anak. smentara itu kondisi mata juling yang di alami oleh anak-anak biasanya sudah muncul sejak lahir. Namun kondisi ini baru data di ketahui 3 bulan pasca melahirkan.

Cara Mendiagnosis Kondisi Mata Juling

Seseorang yang mengalami kondisi mata juling, umumnya dapat di kenali dengan melihat gejala-gejala yang muncul. Karena pada dasarnya, gejala dari kondisi mata juling ini sendiri umumnya terlihat dengan jelas. namun dalam kondisi tertentu, mata juling kadang tidak menimbulkan gejala-gejala yang muncul secara signifikan. hal ini juga seringkali di dapati ketika mata juling terjadi pada tahap awal, terutama pada bayi dan anak-anak.

Dengan begitu, perlu adanya pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui mata yang mengalami kondisi mata juling. Dalam hal ini, pemeriksaan medis sangat di sarankan untuk di lakukan. Sebab dengan melakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur medis, maka kondisi mata, baik luar ataupun dalam dapat di ketahui dengan lebih jelas. Dalam pemeriksaan medis sendiri umumnya akan di lakukan dalam beberapa tahapan cara untuk mendiagnosis kondisi mata juling. Yakni sebagai berikut.

  1. Anamesis

Dalam pemeriksaan medis untuk mengetahui dan mendiagnosis kondisi mata juling, umumnya doker akan melakukan prosedur anamesis terlebih dahulu. Metode ini berupa beberapa deretan pertanyaan yang akan di tanyakan dokter pada pasien terkait kondisi mata yang sedang di alami. Umumnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut seperti, “sudah berapa lama kondisi tersebut berlangsung? Apa saja gejala yang menjadi keluhan? Apakah memiliki riwayat penyakit lainya? apakah memiliki riwayat alergi?

  1. Tes Kemampuan Penglihatan

Setelah prosedur anamesis di lakukan dan dokter tela menerima informasi tentang kondisi pasien, maka akan berlanjut pada tahap berikutnya. Dalam prosedur tes kemampuan penglihatan ini, dokter akan melakukan tes untuk mengetahui kemampuan penglihatan pasien. biasanya dokter akan meminta pasien untuk melihat pada objek (menggunakan alat atau papan dengan ukuran huruf yang beragam) dengan jarak penglihatan yang telah di tentukan.

Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui seberapa besarmata juling mempengaruhi kekmapuan penglihatan pasien.

  1. Refraksi Mata

Prosedur refraski mata merupakan salah satu tahapan tes yang harus di lakukan untuk mengetahui dengan lebih jelas kondisi mata pasien. Dalam metode ini, umumnya dokter akan menggunakan beberapa macam lensa yang akan di tempatkan di depan mata. Metode ini bertujuan untuk mengukur tingkat ketebalan lensa yang di butuhkan oleh pasien agar dapat melihat dengan baik. Namun selain metode ini, secara garis besar terdapat beberapa metode pemeriksaan refrkasi lainya yang akan di lakukan oleh dokter. Yakni sebagai berikut.

    • Pemeriksaan Visus

Metode pemeriksaan visus pada dasarnya merupakan pemeriksaan untuk mengetahui ketajaman mata pasien. Metode ini perlu di lakukan untuk melihat kondisi mata yang di curigai terdapat gejala mata juling. Selain itu, tujuan lain dari metode ini adalah untuk memastikan kedua bola mata memiliki tingkat ketajaman yang sama baiknya.

Metode ini umumnya akan di lakukan dengan mengikuti usia dari pasien. Untuk pasien dengan usia di bwah 2 tahun umumnya pemeriksaana akan di lakukan menggunakan alat khusus yang berisi gambar-gambar yang kemudian akan di lihat dan di sebutkan oleh sang anak. jika anak dapat melihat gambar dengan baik, maka pemeriksaan akan menggunakan alat yang berisi huruf dengan ukuran yang berbeda-beda.

    • Pemeriksaan Pergerakan Bola Mata

Pada metode pemriksaan ini, pasien akan di minta untuk melihat ke delapan arah mata angin. Hal ini di lakukan untuk mengetahui pergerakan bola mata saat melihat ke delapan arah mata angin yang kemudian akan di nilai. Selain itu, senter kecil juga akan di gunakan sebagai penunjuk arah yang perlu untuk di ikuti oleh mata ketika melihat kea rah mata angin

    • Cover Test

Metode pemriksaan yang satu ini di lakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah seseorang dengan mata yang terlihat normal memiliki gejala mata juling yang tidak terlihat. Dalam metode ini, pasien akan di minta untuk menutup salah satu mata secara bergantian. Kemudian dokter akan melihat pergerakan dari bola mata. sebab dalam keadaan normal, tidak aka nada pergerakan bola mata meskipun salah satu mata dalam kondisi tertutup.

    • Tes Mata Hirschberg

Metode ini bertujuan untuk mengetahui derajat kejulingan mata pada pasien. senter kecil akan di gunakan dan di arahkan ke mata untuk melihat kondisi mata. Dalam kondisi normal, pantulan cahaya dari senter akan tepat berada di tengah pupil. Namun gejala mata juling ini akan membuat pantulan cahaya berada pada arah yang berlawanan. Pergeseran pantulan cahaya dari tengah pupil ke titik pantulan cahaya akan di ukur untuk mengetahui derajat kejulingan pada mata.

    • Pemeriksaan Bagian Dalam Bola Mata

Pada metode yang satu ini, dokter akan menggunakan alat khusus untuk melihat ke dalam bagian terdalam pada bola mata (funduskopi). Pemeriksaan ini bertujuan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan yang ada di dalam mata. Seperti retinoblastoma atau juga di kenal dengan kanker mata.

Dari pemeriksaan tersebut dokter akan mengetahui kondisi kesehatan mata, serta tingkat ketajaman penglihatan dan ada atau tidak gejala kondisi mata juling atau bahkan jenis gangguan penglihatan lainya. Apabila dokter menemukan adanya gejala lain yang ada di dalam mata dan menyertai, maka dokter akan melakukan prosedur pemeriksaan pada otak dan siste saraf. Selain itu, dokter juga akan menyarnkan ke pada pasien untuk menjalani tes otak untuk memastikan ada atau tidaknya kemungkinan gejala cerebral pasly atau sindrom guillain-barre.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai cara untuk mendiagnosis keondisi mata juling. Umumnya, kondisi mata juling memang dapat di ketahui dengan gejala-gejala yang muncuk. Namun dalam beberapa kondisi, kondisi mata juling tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Oleh karena itu, pemeriksaan medis perlu di lakukan untuk mengetahui dengan lebih jelas kemungkinan adanya gejala mata juling atau bahkan gejala gangguan penglihatan lainya.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Doktersehat
  • Hellosehat
Cara Mencegah Terjadinya Kondisi Mata Juling

Cara Mencegah Terjadinya Kondisi Mata Juling

Hallo kawan Mama, Setiap dari system penglihatan manusia pastinya pernah mengalami adanya kelainan atau gangguan yeng membuat fungsi penglihatan menjadi terganggu. Kelainan ataupun gangguan tersebut umumnya terjadi ketika memasuki masa pertumbuhan atau penuaan, yakni usia anak-anak dan juga orang tua. Salah satu gangguan atau kelainan pada system penglihatan tersebut adalah kondisi mata juling. Mata yang mengalami kondisi ini umumnya tidak dapat melihat dengan baik pada objek. Namun beberapa cara di ketahui dapat di lakukan untuk mencegah kondisi mata juling.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa pada dasarnya, mata merupakan salah satu bagian dari organ tubuh yang juga sebagai salah satu dari kelima panca indra pada setiap organisasi tubuh mahluk hidup. Dengan begitu, mata tentu memliki fungsi dan peran yang sangat penting, yakni sebagai alat untuk memperlihatkan objek yang ada di sekitarnya. Di samping itu, mata sendiri memiliki karakter yang sangat sensitive sehingga mudah mengalami berbagai masalah kesehatan.

Kondisi mata yang mengalami gangguan atau masalah kesehatan tentunya akan mempengaruhi dari fungi dan kinerja mata itu sendiri. Dan di atara banyaknya jenis gangguan penglihatan, kondisi mata juling adalah jenis gangguan penglihatan yang seringkali terjadi dan di alami ketika seseorang masih menginjak usia anak-anak. Meskipun kondisi ini lebih sering terjadi dan di alami oleh anak-anak namun kondisi ini juga dapat terjadi pada usia dewasa hingga orang tua.

Mata yang mengalami kondisi ini, umumnya akan membuat gejala di mana gestur dari bola mata yang tidak dapat melihat sejajar pada antara kedua bola mata. Pada kondisi ini, bola mata menjadi bersilangan dengan bola mata yang satunya lagi. Kondisi ini mengakibatkan mata tidak dapat melihat dengan focus pada objek di sekitar. Nah, berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai cara untuk mencegah terjadinya kondisi mata juling. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Kenali Kondisi Mata Juling

Cara Mencegah Terjadinya Kondisi Mata Juling

Kondisi mata yang mengalami gejala mata juling, dalam dunia medis sendiri lebih di kenal dengan istilah strabismus. Mata yang mengalami kondisi ini umumnya akan menemui gejala di mana kondisi bola mata yang tidak dapat melihat lurus sejajar pada arah yang sama. Kondisi mata juling ini umumnya berupa kondisi di mana oto pada kedua mata mengalami disfungsi yang membuat posisi dan pergerakan dari bola mata menjadi terganggu dan tidak stabil. Kondisi ini akan berdampak pada fungsi otak dalam menerima informasi gambar yang berbeda dari kedua bola mata.

Ketidak seimbangan pada otot mata ini akan mengakibatkan salah satu dari bola mata dapat melihat lurus dengan baik menuju objek, sedangkan satu bola mata lainya melihat ke arah yang berbeda. Pada dasarnya aga kedua bola mata dapat melihat menuju pada arah yang sama, mata membutuhkan kinerja otot yang sinergis antara kedua bola mata. Namun kondisi mata juling ini membuat jaringan otot pada kedua bola mata menjadi tidak sinergis. Kondisi inilah yang akan mempengaruhi dari keseimbangan mata dalam melihat dan memfokuskan pandangan pada objek.

Ketidak seimbangan pada jaringan oto dari kedua mata ini aoabila tidak segera di atasi maka berisiko menyebabkan memburuknya kondisi mata juling. Bahkan meskipun cukup jarang terjadi, dalam kondisi yang lebih parah, mata juling dapat menyebabkan terjdinya fungsi penglihatan yang hilang secara permanen atau kebutaan. Oleh karena itu, system penglihatan yang mengalami kondisi mata juling atau strabismus ini pelru untuk segera di tangani untuk menginndari risiko-risiko yang berbahaya.

Sebagaimana telah di singgung di atas, bahwa kondisi mata juling ini lebih sering terjadi dan di alami oleh usia bayi dan usia anak-anak. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa mata juling dapat di alami oleh usia dewasa hingga orang tua. Mata juling sendiri hingga saat ini telah mecapai angka 25% dari berbagai kondisi gangguan penglihatan atau kelainan refraksi yang di alai oleh anak-anak. Dari data tersebut, tentunya, mata juling adalah salah satu jenis gangguan penglihatan yang umum dan banyak di alami oleh anak-anak.

Penyebab Kondisi Mata Juling

Adanya kondisi ketidak seimbangan jaringan otot pada kedua bola mata menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kondisi mata juling. Pada dasarnya, pada setiap bola mata memiliki 6 jaringan otot berbeda yang akan bekerja secara bersamaan dan menyeimbangkan dan mmebuat sinergis dari kinerja antar kedua bola mata. Namun, selain ketidak seimbangan pada jaringan otot ini, koordinasi antara mata dan otak yang tidak sinergis juga menyebabkan gestur dari kedua bola mata tidak dapat melihat dengan baik pada arah yang sama.

Kebanyakan kasus mata juling ini pada umumnya di sebabkan oleh adanya faktor riwayat genetikal atau keturunan. Namun, beberapa faktor lainya juga dapat memicu dan menambah risiko terjadinya kondisi mata juling. Selain itu, beberapa jenis kondisi kesehatan atau riwayat penyakit tertentu lainya juga dapat menyebabkan terjadinya kondisi mata juling. Menurut laman Children’s Natioanal, menyebutkan bahwa anak-anak dengan riwayat sindrom, teutama pada mata memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi mata juling.

Cara Mencegah Kondisi Mata Juling

Sebagian besar kasus mata juling memang cenderung muncul sejak dini di dimana usia anak-anak hingga bayi yang sangat rentan akan kondisi tersebut. Bahkan sekitar dari 20 anak yang mengikuti survei, satu di antaranya mengalami gejala mata juling. Pada kondisi ini, umumnya kondisi mata juling ini akan muncul dan terlihat pada waktu pasca kelahiran sang bayi. Namun pada kondisi ini, umumnya gejala baru akan muncul dan terlihat ketika bayi mulai menginjak usia 3 bulan pasca kelahiran.

Faktor genetikal atau keturunan memang menjadi faktor yang sering kali menyebabkan terjadinya kondisi mata juling. Namun beberapa faktor lainya juga dapat menyebabkan terjadinya kondisi mata juling. Karena kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak, maka sebagai orang tua perlu untuk memperhatikan kondisi kesehatan pada fungsi penglihatan sanga anak. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah kondisi mata juling yang sering kali terjadi pada anak-anak

  1. Memperhatikan Dan Mengatur Bagaimana Anak Bermain

Usia anak-anak, terutama bayi tentunya belum mengetahui bagaimana cara bermain dengan benar dan cenderung hanya mengikuti insting semata. Hal ini membuat orang tua perlu untuk memperhatikan setiap aktivitas yang di lakukan olah sang buah hati. Untuk mencegah dan mengindarkan sang anak dari kondisi mata juling, orang tua hendaknya memperhatikan dan mengatur mata sang anak dalam aktivitasnya.

Setelah memasuki usia 2 bulan, umumnya pangihatan pada bayi akan mulai meningkat. Kondisi ini mambuat sang bayi akan mulai dapat memperhatikan segala hal yang ada di sekitarnya. Baiknya orang tua perlu untuk memperhatikan dan menjauhkan mainan dari bayi, tidak kurang dari 1,5 meter dari buaian. Jarak pandang bayi dengan mainan atau hal lainya ini akan sangat mempengaruhi fungsi dan kesehatan mata dari sang bayi. Karenanya, untuk mencegah terjadinya kondisi mata juling, hal tersebut perlu di perhatikan dengan sebaik-baiknya.

  1. Mengubah Posisi Anak/Bayi

Pada dasarnya, seorang bayi tidak dapat tidur di ranjang dalam waktu yang lama. Maka dalam hal ini, orang tua perlu untuk memperhatikan dan menggendong sang bayi dan mengubah posisinya menjadi tengkurap secara berkala. Sebab dengan begitu, bayi akan terbantu dan akan dapat melihat segala hal/objek yang ada d sekitarnya. Selain itu, hal ini akan membangkitkan rasa ingin tahu sang bayi, serta meningkatkan frekuensi rotasi mata sang bayi.

  1. Mengatur Durasi Tidur Sang Anak/Bayi

Kebiasaan waktu tidur seorang bayi pada dasarnya sangat mempengaruhi kondisi mata sang bayi. Sebab seorang bayi memiliki tubuh yang masih dalam tahap pembentukan dan perkembangan. Artinya, segala aktivitas yang di lakukan akan berdampak pada fungsi oragan tubuh termasuk mata sang bayi. Umumnya, bayi memerlukan waktu tidur yang tepat dan tidak boleh terlalu lama.

Kebiasaan waktu tidur yang terlalu lama pada bayi akan memembuat mata sang bayi menjadi sulit untuk beradaptasi. Karenanya, mengajak sang bayi untuk bangun di pagi hari serta membiasakan untuk belajar melihat benda-benda dari kejauhan merupakan upaya tepat untuk melatih penglihatan. Sebab kondisi mata yang terlatih dengan baik, tentunya akan mencegahbayi mengalai kondisi terebut.

  1. Mengatasi Faktor Pemicunya

Kondisi mata juling pada dasarnya seringkali di kaitkan dengan faktor genetikal atau keturunan. Namun tahukah kamu bahwa beberapa faktor lain seperti halnya riwayat penyakit dapat memicu terjadinya kondisi mata juling. Langkah pencegahan yang baik umumnya di mulai dengan mengatasi faktor-faktor penyebabnya terlebih dahulu. Maka dalam hal ini mengatasi beberapa jenis riwayat penyakit perlu di lakukan untuk mencegah dan mengurangi risiko mata juling. Beberapa jenis riwayat penyakit umumnya berupa rabun, astigmatisme, diabetes, dan lainya.

  1. Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Setiap dari gaya hidup yang kita terapkan dan kita lakukan sehari-hari akan berdampak pada kodndisi kesehatan tubuh dan juga mata. Maka bukan tidak mungkin gaya hidup yang tidak baik dapat memicu terajdinya kondisi mata juling. Oleh sebab itu, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat tentunya akan menjaga kesehatan tubuh dan membantu mengurangi risiko mata juling.

Mata juling pada dasarnya merupakan salah satu kelainan refraski di mana kedua bola mata tidak dapat melihat sejajar pada arah yang sama. Hal ini akan mengakibatkan penglihatan menjadi tidak maksimal di mana objek yang terlihat menjadi tidak jelas. Umumnya, kondisi ini seringkali muncul dan di alami oleh usia bayi hingga anak-anak. Meskipun demikian, usia dewasa juga dapat mengalami kondisi ini dengan beberapa hal yang menjadi faktor pemicunya. Mata yang mengalami kondisi ini perlu untuk segera di tangani agar tidak semakin memburuk. Sebab dalam kondisi yang lebih buruk, perkembangan mata juling dapat menyebabkan tejadinya kebutaan.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai  cara untuk mencegah kondisi mata ujuling. Pada dasarnya, belum di temukan dengan pasi cara yang spesifik dapat mencegar terjadinya kondisi mata juling. Namun beberapa cara di atas adalah alternative yang dapat kamu gunakan untuk mencegah dan mengurangi risiko kondisi mata juling.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Viva
Makanan Sehat Untuk Mengatasi Penyakit Glaukoma

Makanan Sehat Untuk Mengatasi Penyakit Glaukoma

Hallo Kawan Mama, Pernahkah kamu mendengar atau bahkan mengalami kondisi glaucoma? Glaukoma pada dasarnya merupakan salah satu masalah kesehatan terkait adanya gangguan penglihatan pada mata. Dalam tahap ringan, kondisi ini cenderung umumn terjadi. Namun tidak jarang kondisi ini berkembang dan bertambah parah, apa lagi tanpa adanya proses penanganan atau pengkoreksian. Namun tahukah kamu bahwa beberapa jenis makanan sehat dapat di gunakan sebagai upaya untuk mengatasi penyakit glaukoma?

Pada dasarnya setiap dari jenis bahan makanan yang di kondumsi dan masuk ke tubuh kita akan menentukan kondisi kesehatan organ-organ di dalam tubuh, termasuk system penglihatan. Sebab di alam setiap bahan makanan yang masuk ke tubuh mengandung protein dan nutrisi yang di butuhkan oleh tubuh. Protein dan nutrisi tersebut akan di oleh menjadi sumber energy yang akan menstimulasi setiap organ tubuh untuk menjalankan fungsinya.

Namun apabila bahan makanan yang masuk ke tubuh tidak baik, maka tenutnya hal ini akan berdampak pada kondisi kesehatan dan fungsi organ tubuh itu sendiri. Hal ini juga termasuk pada system penglihatan yang akan menerima efek sampingya. Dengan begitu, kondisi kesehatan organ tubuh juga tidak lepas dari setiap bahan makanan yang di konsumsi dan masuk ke tubuh. Tentunya hal ini juga berkaitan dengan kondisi kesehatan dan kinerja dari system penglihatan itu sendiri.

Sementara itu, glaucoma adalah salah satu jenis gangguan penglihatan yang di sebabkan oleh kerusakan pada saraf optik di dalam mata. Umumnya, hal ini di picu oleh adanya peningkatan tekanan pada bola mata yang di sebabkan oleh produktivitas cairan mata yang meningkat. Meskipun demikian, beberapa jenis makanan sehat di duga dapat membantu mangatasi penyakit glaucoma. Nah, berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai jenis makanan sehat untuk mengatasi penyakit glaukoma. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Kenali Kondisi Penyakit Glaucoma

Makanan Sehat Untuk Mengatasi Penyakit Glaucoma

Gangguan penglihatan pada dasarnya merupakan salah satu kondisi masalah kesehatan yang umum terjadi dan di alami oleh kebanyakan orang. Kondisi ini pada dasarnya merupakan masalah yang terbilang cukup serius. Sebab gangguan pada fungsi penglihatan tentunya akan membuat penglihatan menjadi tidak normal. Hal ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman yang akan menganggu dan menghambat aktivitas sehari-hari. Karenanya, gangguan penglihatan seperti penyakit glaukoma perlu untuk segaera di tangni.

Pada dasarnya, penyakit galaukoma merupakan kondisi di mana saraf optik yang ada di dalam mata mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut umumnya di sebabakan oleh adanya peningkaatn tekanan yang di alami oleh bola mata. Kerusakan pada saraf optik mata tersebut tentunya akan berdampak pada kinerja system penglihatan. Akibatnya, kondisi ini akan menyebabkan fungsi penglihatan menjadi tidak dapat memperlihatkan gambaran objek dengan baik. Sebab saraf optik sendiri merupakan salah satu jaringan dari system penglihatan yang memiliki peran yang sangat krusial.

Saraf optik pada dasarnya berfungsi sebagai media untuk mengirimkan sinyal listrik dari gambaran objek menuju ke otak. Dalam proses penglihatan sendiri, umumnya di awali dengan cahaya objek yang terlihat dan masuk ke mata dan di tangkap oleh lensa mata. Lensa mata ini akan meneruskan cahaya objek tersebut menuju pada kornea yang nantinya akan di biaskan menuju retina. Setelah cahaya objek tersebut sampai pada retina, maka kemudian akan di ubah menjadi infromasi visual yang akan di kirimkan ke otak.

Sebelum sampai ke otak, infromasi visual tersebut akan di ubah menjadi semacam sinyal listrik yang akan kemudian akan di kirimkan oleh saraf optik menuju ke otak. Setelah sinya listrik tersebut sampai ke otak, maka otak akan mengolah dan menginterpretasikannya menjadi gambaran objek yang terlihat oleh mata. Namun ketika saraf optik ini mengalami kerusakan tentunya hal ini akan berdampak pada kinerja dari system penglihatan dan akan membuat fungsi penglihatan menjadi menurun.

Gejala Penyakit Glaukoma

Menurut laman Glaukoma Research Foundation, menyebutkan bahwa dalam kondisi normal, umumnya tekana  pada bola mata berkisar antara 10-12 mmHg. Pada kisaran angkat tersebut, mata dapat menjalankan dungsinya dengan baik. Namun ketika tekanan pada bola mata mengalami penurunan, maka hal ini akan mempengaruhi struktu mata yang akan berubah menjadi lembek atau lemah. Sebaliknya, apabila tekanan pada bola mata mengalami peningkatan maka akan menyebabkan pengerasan pada struktur bola mata.

Tekanan pada bola mata yang meningkat ini, biasanya di sebabkan oleh adanya peningkatan produsktivitas cairan mata. Cairan mata yang di produksi secara berlebih ini membuat lubang pembuangan pada mata (sudut drainsae) tidak dapat menerima jumlah cairan yang di hasilkan. Hal ini mmebuat cairan tersebut akan menumpuk dan menggumpal pada sudut draise. Akibatnya, hal ini akan berdampak pada saraf optik yang mengalami kerusakan.

Umumnya, kondisi ini akan menyebabkan terjadinya berbagai gejala yang menganggu. Namun dalam beberapa kasus menyebutkan bahwa penyait glaukoma ini dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala-gejala yang siginfkan. Meskipun demikian, umumnya kondisi ini akan menimbulkan gejala sebagai berikut.

  1. Rasa sakit pada mata yang berlebihan hingga menjalar hingga kepala
  2. Mata memerah
  3. Timbulnua rasa mual hingga menyababkan muntah
  4. Penglihatan kabur atau seperti tertutup oleh kapas
  5. Munculnya garis merah pada mata akibat pembuluh darah yang tegang.
  6. Struktur mata yang menjadi lebih keras

Makanan Sehat Untuk Mengatasi Penyakit Glakoma

Sebagaimana telah di jelaskan di atas, bahwa sanya setiap dari bahan makanan yang di konsumsi dan masuk ke tubuh akan berdampak dan menentukan kondisi kesehatan dari setiap organ tubuh. Hal ini juga berlaku pada kondisi kesehatan dan fungsi dari system penglihatan. Makanan sehat yang kaya akan kandungan nutrisi dan protein tentu akan membuat kondisi dari system penglihatan menajdi sehat. Namun jika makanan yang masuk ke tubuh tidak baik, maka hal ini juga akan mempengaruhi dari kondisi kesehatan dan kinerja dari fungsi penglihatan itu sendiri.

Salah satu upaya untuk menjaga kondisi kesehatan oragn tubuh dan system penglihatan adalah dengan mengkonsumi bahan makan sehat yang kaya akan kandungan manfaat di dalamnya. Sebab kandungan manfaat dalam bahan makanan yang masuk ke tubuh akan merawat dan menstimulasi kondisi system penglihatan untuk dapat bekerja dengan maksimal. Selain itu, kandungan manaaf baik dalam bahan makanan juga akan membantu menjaga dan mengurangi gejala-gejala akibat adanya kondisi gangguan penglihatan.

Menurut seorang dokter ahli asal amerika, yakni dr. Josh Axe dalam laman probadinya yaitu Draxe.com membagikan daftar makanan sehat yang boleh di konsumsi oleh penderita penyakit glaukoma. Makanan-makanan tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Makanan Dengan Kandungan Karotenoid Yang Tinggi

Bahan makanan yang mengandung karotenoid yang tinggi merupakan salah satu jenis bahan makanan yang baik untuk di konsumsi bagi penderita penyakit glaukoma. Sebab, zat karotenoid ini akan membantu menjaga kesehatan mata dan membuat penglihatan selalu cerah dan tajam. Umumnya, zat karotenoid ini seringkali di temukan pada sayuran-sayuran oranye dan sayuran-sayuran kuning yang juga banyak mengandung kadar vitamin A yang tinggi.

  1. Jus Buah Dan Sayuran Segar

Sebagian besar buah memiliki kandungan nutrisi dan vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh. Jus dan sayuran hijau memang terkenal sebagi bahan makanan yang menandung berbagai vitamin yang dan juga antioksidan yang baik untuk kesehatan mata. Jadi selain akan merasakan kenikmatan dan kesegaran dari jus dan syuran, kamu juga akan merasakan manfaat baik yang tersimpan dalam jusa buah dan syuran segar.

  1. Blueberry Dan Ceri

Buah-buahan memang terkenal memiliki rasa yang menyegarkan dan kaya akan kandungan vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh dan mata. Namun untuk menangani panyakit glaukoma, buah ceri dan blueberry merupakan jenis buah yang paling tepat untuk di konsumsi. Sebab di dalam buah-buahan tersebut mengandung anthocyanidin yang akan membantu melawan radikal bebas yang masuk ke mata. Kandungan tersebut juga akan membantu mengurangi gejala-gejala akibat penyakit glaukoma.

  1. Ikan-Ikanan

Ikan-ikanan memang merupakan salah satu jenis bahan makanan yang memiliki kandungan baik untuk kesehatan tubuh dan juga otak. Namun ikan-ikanan ini ternyata juga memiliki kandunganyang bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Sebab di dalam ikan-ikanan ini terdapat asam lemak EPA atau DHA dan juga Astaxanthin yang akan membantu memperbaiki kerusakan pada organ penglihatan. Beberapa jenis ikan yang baik untuk di konsumsi adalah ikan salmon, ikan tuna, dan ikan kakap

  1. Ragi Brewer Atau Ekstrak Ragi

Selain bahan-bahan makanan alami seperti buah dan sayuran, ragi brewer adalah jenis makanan lain yang baik di konsumsi bagi penderita penyakit glaukoma. Sebab di dalam ragi brewer ini terdapat kandungan kromium dan mineral yang sudah sangat terbukti bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Selain itu, kandungan di dalam ragi brewer ini juga akan membantu memulihkan kondisi organ mata yang mengalami gangguan atau bahkan kerusakan.

  1. Teh

Selain beberapa jenis makanan di atas, teh hijau merupakan jenis bahan konsumsi lainya yang bermanfaat untuk membantu mengatasi kondisi penyakit glaukoma. Bahkan menurut British journal of ophthalmology, meminum teh memiliki risiko 74% lebih rendah akan risiko glaukoma. Kandungan flavonois berupa antioksidan di dalam teh ini akan membantu melindungi sel-sel retina dari kerusakan radikal bebas yang dapat memicu penyakit glaukoma.

  1. Sayuran Kale

Sayur kale merupakan ssalah satu jenis sayur yang terkenal akan tingginya kandungan manfaat baik di dalamnya. Di dalam sayur kale ini terdapat kandungan beta karoten, lutein dan zeaxanthin yang dapat memabntu mencegah penyakit glaukoma. Bahkan selain penyakit glaukoma, kandungan tersebut juga dapat memabantu mencegah terjadinya gangguan penglihatan lainya. Seperti penyakit degenerasi, makula dan bahkan penyakit katarak dan berbagai gangguan penglihatan lainya.

Pada dasarnya, setiap dari bahan makanan yang di konsumsi dan masuk ketubuh akan menentukan kondisi kesehatan dari organ-organ tubuh itu sendiri. Ketika bahan makanan yang masuk ke tubuh tidak baik, maka hal ini akan membuat kondisi organ tubuh menjadi tidak sehat dan mudah mengalami gangguan panyakit. Namun bila bahan makanan yang masuk ke tubuh memiliki kandungan yang baik, maka hal ini akan memabntu menjaga kesehatan organ tubuh itu sendiri. Penyakit glaukoma ini pada dasarnya terjadi karena kerusakan saraf mata yang di sebabkan oleh peningkatan tekanan pada bola mata. Apabila tidak segera di atasi, kondisi ini akan bertambah parah hingga menyebabkan terjadinya irisko kebutaan.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai makanan sehat untuk mengatasi penyakit glaukoma. Meskipun penyakt glaukoma cenderung tidak di sebabkan oleh bahan makanan, namun bahan makanan yang tidak sehat tentu akan meningkatkan risiko penyakit glaukoma. Namun dengan mngkonsumsi bahan makanan yang sehat, maka akan menurunkan dan mencegah risiko penyakit glaukoma.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Tribunnews
  • Gaya.tempo
Kebiasaan Buruk Penyebab Terjadinya Penyakit Katarak

Kebiasaan Buruk Penyebab Terjadinya Penyakit Katarak

Hallo Kawan Mama, Salah satu kondisi biologis  yang akan di alami oleh semua orang adalah penuaan. penuaan memang merupakan salahs atu kondisi biologis yang terjadi secara alami. Pada kondisi ini, organ dan system metabolisme di dalam tubuh akan mengalami penurunan kualitas sehingga membuat kinerjanya menurun. Selain itu, bebrbagai masalah kesehatan seperti gangguan penglihatan juga mudah terjadi. salah satu ganggun penglihatan tersebut adalah panyakit katarak. Namun beberapa kebiasaan buruk di duga dapat menjadi penyebab terjadinya penyakit katarak.

Penuaan memang merupakan kondisi yang membuat tubuh rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan penglihatan. Penyakit katarak adalah salah satu dari beberapa jenis gangguan penglihatan yang di sebabkan oleh adanya kondisi penuaan. Mata yang mengalami kondisi katarak, umumnya akan mengalami kondisi di mana fungsi penglihatan mengalami penurunan. Hal ini akan membuat penglihatan menjadi buram atau kabur.

Umumnya, penyakit katarak lebih sering di alami oleh usia lanjut di bandngkan dengan usia di bawahnya. Namun, meskipun demikian tidak menutup kemungkinan bahwa kondisi ini juga dapat di alami oleh usia dewasa atau bahkan anak-anak. Jenis gangguan penglihatan yang satu ini umumnya berupa adanya gangguan pada lensa mata. Lensa mata ini umumnya akan menyerap nutrisi dan protein yang di butuhkan oleh mata. Namun katarak ini membuat penyerapan nutrisi dan protein menjadi tidak lancar hingga akhirnya mengendap dan menggumpal.

Umumnya, faktor utama yang menyebabkan kondisi ini adalah faktor penuaan. hal ini membuat katarak cenderung sulit di cegah dan di atasi. Kondisi ini membuat penyakit katarak hanya bisa di tangani dengan melakukan prosedur operasi. Namun beberapa faktor lain di duga sangat erat kaitanya dengan kondisi tersebut. berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai kebiasaan buruk penyebab terjadinya penyakit katarak. Untuk itu, simak penjelasannya sebagai berikut.

Mengenal Penyakit Katarak

Kebiasaan Buruk Penyebab Terjadinya Penyakit Katarak

Penyakit katarak pada dasarnya merupakan suatu penyakit yang membuat lensa mata menjadi keruh dan nampak berawan. Kondisi ini biasanya akan menyerang lensa mata dan berkembang secara perlahan dari waktu ke waktu. Mata yang mengalami kondisi ini umumnya akan menimbulkan gejala yang ringan. Hal ini seringkali membuat gejala-gejala tersebut tidak di sadari oleh penderitanya. Namun ketika memasuki kondisi yang lebih parah, penyakit katarak akan membuat penglihatan penderitanya menjadi terganggu.

Umumnya kondisi ini di awali ketika protein yang ada di mata membentuk gumpalam yang menumpuk di mata. Gumpalan protein yang ada di mata tersebut akan mencegah lensa mata untuk mengirimkan informasi gambar berupa bayangan objek menuju retina. Retina ini berfungsi sebagai penerima bayangan objek tersebut dan akan di rubah menjadi informasi visual dari objek. Kemudian infromasi visual tersebut akan di rubah menjadi sinyal listrik yang akan di kirimkan melalui saraf optik menuju ke otak.

Sinyal listrik yang telah masuk ke otak ini akan di olah dan di interpretasikan menjadi gambaran objek yang terlihat. Pada kondisi normal, fungsi penglihatan akan memperlihatkan gambaran objek dengan jelas. Namun, pada kondisi lensa mata yang terhalang oleh gumpalan nutrisi dan protein akan membuat fungsi penglihatan menjadi terganggu. Sebab gumpalan nutiri dan protein tersebut akan membuat lensa mata tidak dapat mengirimkan informasi atau bayangan objek menuju retina. Hal tersebut akan membuat penglihatan menjadi tidak jelas akibat informasi objek  yang tidak maksimal.

Seberapa Umum Kondisi Penyakit Katarak ?

Katarak menajdi penyebab terbesar terjadinya kebutaan di dunia. Di lansir dari laman nakita.grid, Bahkan kondisi ini mencapai 25% di ikuti oleh kelainan refraski akibat kesalahan yang tidak terkoreksi dan glaucoma. Di Indonesia sendiri, penyakit katarak telah menempati urutan pertama penyebab terjadinya kebutaan. Penyakit ini di ikuti oleh penyakit glaucoma serta kelaian refraktif dan diabetic retinopathy. Umumnya, kondisi mata yang mengalami penyakit katarak di alami oleh seseoang yang menginjak usia 50 tahun ke atas.

Namun beberapa data penelitian menyebutkan bahwa jumlah pasien penderita katarak mencapai lebih dari 23%. Bahkan dari data tersebut menyebutkan bahwa angka tersebut merupakan data di mana penyakit katarak terajdi pada seseorang ketika memasuki umur 45 tahun. Hal ini menjadi sebuah indirikasi bahwa penyakit katarak ini dapat di alami oleh siapa saja, bahkan pada usia muda di bawah 50-45 tahun ke bawah.

Penyebab Terjadinya Penyakit Katarak

Umumnya, penyakit katarak di kenal sebagai penyakit yang terjadi akibat adanya proses penuaan. selain itu, kondisi ini juga di kenal dengan adanya kondisi trauma yang juga menyebabkan perubahan pada jaringan yang ada di dalam mata. jaringan lensa mata ini pada dasarnya terdiri dari air dan protein. Namun bertambahnya usia kondisi lensa semakin bertambah tebal dan tidak fleksibel. Kondisi ini akan membuat gumpalan protein tersebut mangurangi cahaya objek yang masuk ke retina.

Selain itu berikut adalah beberapa penyebab umum terjadinya penyakit katarak.

  1. Usia

Katarak merupakan penyakit yang umum terjadi akibat adanya faktor penuaan. sekitar 50% pengodap kagtarak berasal dari kelompok usia 65 hingga 74 tahun. Sedangkan kelompok usia 75 tahun ke atas peluangnya akan meningkatkan risiko katarak hingga mencapai 70%.

  1. Kelainan Bawaan

Penyakit katarak juga dapat terjadi akibat adanya kelainan kongenital atau kelaian bawaan. Bahkan hal ini bisa saja di alami oleh bayi yang baru lahir. Kelainan kongenital ini dapat di sebabkan oleh adanya infeksi, cedera atau bahkan kondisi Rahim yang buruk. Kondisi ini juga bisa saja muncul pada usia anak-anak.

  1. Faktor Genetik

Selain kelainan bawaan, faktor genetikal juga dapat menyebabkan penyebab terjadinya penyakit katarak. Apabila ada salah satu anggota keluarga yang memiliki riwayat katarak, maka anggota lain memiliki risiko lebih tinggi akan terjadinya kondisi penyakit katarak

  1. Riwayat Penyakit

Beberapa jenis penyakit di duga dapat menjadi penyebab terjadinya penyakit katarak. Salah satunya adalah penyakit diabetes, penyakit kulit, dermatitis optik, pemphigus dan penyakit eksim.

  1. Trauma Mata

Penyebab terjadinya katarak juga dapat di sebabkan oleh adanya kondisi traumatis pada mata. sebab lensa magta yang pernah mengalami trauma dapat menyebabkan penyakit katarak timbul dengan lebih cepat.

  1. Infeksi

Salah satu kondisi medis yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit katarak adalah adanya infeksi. Umumnya jenis infeksi ini berupa kusta, toksoplasmosis dan cysticercosis. Beberapa jenis infeksi tersebut dapat memicu kondisi mata menajdi buram. Selain itu, jenis infeksi akibat cacing gelang jenis toxocara yang di tularkan dari binatang ke manusia (toxocariasis).

Kebiasan Buruk Penyebab Penyakit Katarak

Sebagaimana yang telah di jelaskan di atas, kondisi mata yang mengalami penyakit katatak terjadi akibat faktor penuaan yang menjadi penyebab utamanya. Selain itu, beberapa faktor di atas juga dapat meningkatkan terjadinya risiko penyakit katarak. Namun beberapa kebiasaan buruk ternyata juga dapat di sebabkan oleh beberapa aktivitas yang menajdi kebiasaan-kebiasaan buruk. Nah, berikut ini adalah beberapa aktivitas yang menjadi kebiasaan buruk penyebab terjadinya penyakit katarak.

  1. Kebiasaan Merokok

Merokok sudah menjadi hal yang umum di lakukan oleh kebanyakan orang, terutama masyarakat Indonesia. Namun, tidak jarang orang yang tidak mengetahui bahwa merokok berkaitan dengan penyakit katarak. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa semakin sering seseorang merokok, maka akan semaki besar peluang untuk menderita penyakit katarak, sekalipun masih berusia muda.

Hal ini terjadi akibat asap rokok yang akan mengurangi cadangan antioksidan pada mata. Hal ini akan menyebabkan terjadinya oksidasi pada lensa mata. selain itu, kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan penumpukkan logam berat, seperti cadmium pada lensa mata. karenanya, merokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan tingginya risiko penyakit katarak.

  1. Penggunaan Obat-Oabatan

Selain merokok, penggunaan obat-obatan juga dapat memicu meingkatnya risiko penyakit katarak. Penyakit katarak dapat terjadi akibat penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat mempengaruhi fungsi penglihatan. Beberapa jenis obat-obatan seperti kortikosteroid yang di konsumsi terbukti banyak menyebabkan terjadinya penyakit katarak yang menyerang mata.

  1. Paparan Sinar Matahari

Pada dasarnya, sinar matahari merupakan hal yang baik bagi tubh dan mata. Namun sejatinya hal ini hanya berlaku pada sinar matahari waktu pagi. Namun ternyata, paparan sinar matahari dapat meningkatkan risiko penyakit katarak. Sebab di dalam sinar matahari terdapat sinar ultraviolet B yang tidak baik bagi mata. Paparan sinar Uv yang terlalu lama mengenai mata akan menyebabkan eksudasi pada lensa mata sehingga memicu terjadinya penyakit katarak.

  1. Kebiasaan Minum Alcohol

Sudah bukan rahasia lagi bahwa alcohol adalah salah satu jenis minuman yang tidak baik bagi keshetan. Sebab di dalam alcohol terdapat zat yang sifatnya dapat merusak fungsi dari organ tubuh. kebiassan meminum alcohol ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit katark. Dengan mengkonsumsi alcohol, maka risiko penyakit katarak akan semakin meningkat.

Pada dasarnya, panyekit katarak merupakan kondisi di mana lensa mata yang tertutup oleh gumpalan nutrisi dan protein di dalam mata. gumpalan tersebut terjadi akibat fungsi penyerapan pada lensa yang terganggu atau mengalami penuruna kualitas. Hal ini seringkali di sebabkan oleh adanya faktor penuaan yang membuat keualitas dan produktivitas dari organ tubuh, termasuk system penglihatan mengalami penurunan. Kondisi ini akan membuat penderitanya mengalami gangguan pada fungsi penglihatan di mana lensa mata dapat tertutup sehingga cahaya tidak dapat masuk ke dalam mata.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa kebiasaan buruk penyebab terjadinya penyakit katarak. Penuaan memang di duga manjadi penyebab utama terjadinya penyakit katarak. Namun, beberapa aktivitas yang menjadi kebiasaan dapat meningkatkan risiko penyakit katarak. Oleh karena itu, perbuhan gaya hidup yang lebih sehat dan lebih baik perlu di lakukan untuk menghindari dan menjaha kesehatan tubuh, baik dari penyakit katarak maupun penyakit lainya.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Merdeka
  • Alodokter

Makanan Yang Di Larang Bagi Pendertia Neuritis Optik

Hallo Kawan Mama, Kualitas penglihatan yang baik tentunya tidak lepas dari kesehatan sitem penglihatan itu sendiri. Sebab apabila kondisi dari sistemp penglihatan mengalami masalah, maka hal ini akan berdampak pada kualitas dari fungsi penglihatan itu sendiri. Namun , mata pada dasarnya memiliki karakter yang cenderung sangat sensitive sehingga mudah mengalami masalah kesehatan, termasuk kondisi neuritis optik. Bahkan bahan makanan yang di konsumi sehari-hari dapat memperparah kondisi tersebut. Oleh karena itu, beberapa jenis makanan di larang di konsumsi bagi penderita neuritis optik.

Gangguan penglihatan pada dasarnya merupakan salah satu kondisi masalah kesehatan yang sudah umum terjadi. Kondisi ini terjadi di mana adanya gangguan atau kelainan yang di alami oleh jaringan pada system penglihatan. Akibatnya, kinerja dan fungsi dari system penglihatan akan terganggu sehingga tidak dapat bekerja dengan maksimal. Pada kondisi ini kualitas dari fungsi penglihatan akan mengalami penurunan, hingga muncul gejala-gejala menganggu lainya.

Salah satu jenis gangguan penglihatan yang akan menyebabkan penurunan dari kualitas pengllihatan adalah penyakit neuritis optik. Neuritis optik memang merupakan salah satu penyakit mata yang umum di alami oleh kebanyakan orang. Kondisi ini dapat di alami oleh siapa saja, tanpa mengenal adanya batasan usia. Meski demkian, kondisi ini lebih mudah muncul dan di alami usia dewasa dan juga usia lanjut. Usia 20-40 tahun, dan usia 50 tahun menjadi usia yang rawan akan mengalami risiko kondisi neuritis optik.

Masalah kesehatan pada dasarnya tidak terlepas dari faktor bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari, termasuk kondisi neuritis optik. Mengkonsumsi bahan makanan yang tidak tepat dapat memicu berbagai kondisi masalah kesehatan, termasuk neuritis optik ini. Bahkan di ketahui bahwa beberapa jenis bahan makanan dapat memicu terjadinya neuritis optik. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai bahan makanan yang di larang bagi penderita neuritis optik. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Mengenal Kondisi Neuritis Optik

Makanan Yang Di Larang Bagi Pendertia Neuritis Optik

Gangguan penglihatan adalah salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi. Neuritis optik ini akan menyebabakan penurunan kualitas penglihatan, serta berbagai gejala-gejala yang menganggu dan membuat rasa tidak nayaman. Di lansir dari laman ayobandung, menyebutkan bahwa neuritis optik merupakan disfungsi saraf optik yang merupakan bagian dari system penglihatan. Kondisi ini bila tidak segera di atasi dapat menyebabkan kerusakan structural permanen pada saraf optik hingga mengakibatkan terjadinya kebutaan.

Kondisi peradangan yang di alami oleh saraf mata tersebut, umumnya di sebabkan oleh adanya gangguan atau kelainan yang menyebabkan kerusakan pada selaput mata. Selaput mata ini, berfungsi sebagai pembungkus yang akan melindungi saraf mata. Peradangan dan kerusakan tersebut akanmenyebar dan menyebabkan terjadinya kerusakan pada saraf mata hingga mengakibatkan terjadinya pembengkakan. Kondisi ini tentunya akan menganggu fungsi dan kinerja dari saraf mata itu sendiri, sehingga akan berdampak pada kualitas penglihatan yang kian menurun.

Proses penglihatan sendiri pada dasarnya terjadi dan di awali oleh cahaya yang merupakan pantulan dari bayangan objek yang masuk ke mata. Cahaya yangtelah masuk ke mata tersebut akan melewati lensa dan kornea mata. Kemudian, cahaya tersebut akan di biasakan oleh kornea dan di kirimkan tepat pada retina. Retina ini akan berfungsi untuk mengubah cahaya tersebut menjadi informasi visual dari gamabaran objek. Sementara itu, agar informasi visual tersebut dapat sampai ke otak, maka saraf optik akan merubah informas visual menjadi sinyal listrik yang kemudian akan di kirimkan ke otak.

Ketika telah sampei ke otak, sinyal listrik tersebut akan di olah dan di interpretaiskan menjadi gambaran objek yang di lihat oleh mata. Ketika saraf optik mengalami peradangan atau bahkan gangguan lainya, maka tentunya kondisi ini akan menganggu dan menghambat kinerja dari fungsi penglihatan. Sebab, pengiriman sinyal listrik oleh saraf optik menuju otak akan menajdi tidak makasimal. Akibatnya, peradangan tersebut akan membuat kualitas dari system pengihatan mengalami penurunan. Selain itu, kondisi ini juga akan menimbulkan berbagai gejala lain yang membuar rasa tidak nyaman pada mata.

Makanan Yang Di Larang Bagi Penderita Neuritis Optik

Setiap dari bahan makanan yang kita keonsumsi sehari-hari pada dasarnya akan berdampak terhadap kondisi kesehatan organ tubuh, termasuk mata. Meskipun belum di ketahui penyebab utama yang spesifik dapat menyebabkan terjadinya neuritis optik, pola makan yang tidak sehat serta masalah usus dan penggunaan obat-obatan dapat memicu munculnya neuritis optik. Selain itu, beberapa jenis makanan dapat memicu terjadinya kondisi tersebut.

Oleh karena itu, beberapa jenis bahan makanan sebaiknya di hindari untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya dan memburuknya kondisi neuritis optik. Sebab beberapa pemilihan bahan makanan yang tidak tepat dan tidak sehat dapat meningkatkan risiko neuritis optik. Berikut adalah beberapa jenis bahan makanan yang di larang untuk di konsumsi bagi penderita neuritis optik.

  1. Bahan Makanan Dengan Kandungan Tinggi Gluten

Salah satu bahan makanan yang sebaiknya di hindari untuk mencegah terjadinya atau memburuknya kondisi neuritis optik adalah bahan makanan yang mengandung gluten. Pada dasarnya, gluten merupakan protein yang banyaka dan seringkali di temukan pada gandum dan tepung kue. Biasanya kandungan ini seringkali terdapat pada makanan seperti roti, sereal, pasta, kue, atau makanan dengan bahan dasar gandum lainya.

Penderita neuritis optik sebaiknya mengindari makanan yang tinggi akan kandungan gluten. Sebab kandungan glutendi dalam makanan tersebut dapat memicu dan memperburuk gejala neuritis optik. Selain itu, gluten sendiri seringkali di kaitkan dengan kondisi peradangan yang dapat menyerang saraf optik pada mata.

  1. Biji-Bijian Olahan (Refined Grain)

Selain menghindari makanan dengan kandungan gkuten ang tinggi, penderita neuritis optik juga perlu untuk menghindari bahan makanan dengan jenis biji-bijian olahan. Sebab, bahan makanan jenis biji-bijian olahan ini umumnya bersifat glikemik. Glikemik merupakan sebuha senyawa yang dapat meingkatkan tekanan dan kadar gula darah. Penderita neuritis optik apabila mengalami peningkatan kadar gula darah maka akan dapat memperburuk kondisi tersebut.

Selain itu, beberapa kondisi neuritis optik juga berkaitan dengan penyakit diabetes, sehingga pengendalian gula darah merupakan hal yang penting untuk di lakukan. Oleh karena itu, penderita neuritis optik di sarankan untuk mengganti roti putih, pasta, nasi putih, keripik kentang dan bahan makanan lainya yang termasuk dalam biji-bijian olahan untuk di ganti dengan biji-bijijan utuh.

  1. Makanan Olahan

Beberapa jenis bahan makanan pada dasarnya memiliki kandungan yang tidak baik bagi tubuh, dan ternayata juga dapat memicu neuritis optik. Bahan makanan olahan tersebut umumnya berupa makanan ringan kemasan, makanan beku dan makanan cepat saji, yang sebaiknya di hindari. Bahan makanan tersebut, umumnya mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan tubuh dan mata.

Selain itu, jenis bahan makanan tersebut, umumnya tinggi akan kandungan garam di dalamnya. Dengan begitu, kandungan garam yang tinggi tersebut dapat menigkatkan risiko peradangan dan kerusakan pada system penglihatan yang dapat memperburuk kondisi neuritis optik.

  1. Bahan Makanan Dengan Kandungan Gula Tinggi

Sebagaimana pada umumnya, bahan makanan yang tinggi akan kandungan gula memang lebih menarik untuk cicipi, namun tingginya kandungan gula sangatlah tidan baik bagi kesehatan tubuh. Selain itu, Jenis bahan makanan tersebut juga berpotensi meningkatkan risiko neuritis optik. Karenanaya, bahan makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi sebaiknya di hindari, terutama bagi penderita neuritis optik.

Karena pada dasarnya, tingginya kandungan gula dalam bahan makanan yang di konsumsi dapat meningkatkan kadar insulin. Hal ini dapat memicu terjadinya pelepasan zat yang memicu peradangan atau di kenal dengan sebutan sitokin. Zat tersebut akan meningkatkan risiko terjadinya neuritis optik menajdi lebih parah. Selain itu, kandungan tersebut juga sangat erat kaitannya dengan gejala kerusakan gigi, diabetes, dan obesitas.

  1. Makanan Dengan Kandungan Lemak Jenuh

Jenis bahan makanan dengan kandungan lemak jenuh merupakan salah satu bahan makanan yang perlu untuk di hindari, bahkan sekalipun tidak memiliki riwayat neuritis optik sekalipun. Kandungan lemak jenuh yang berada dalam bahan makanan yang di konsumsi tersebut dapat meningkatkan gejala peradangan dalam tubuh dan juga mata. Selain itu, kandungan tersebut juga akan meningkatkan kadar kolesterol jahat yang turut andil dalam resistensi insulin yang juga akanm merusak pembuluh darah.

  1. Minuman Beralkohol

Minuman alcohol pada dasarny merupakan salah satu dari sekian banyaknya jenis minuman yang tidak menyehatkan. Sebab, kandungan di dalam aklohol ini biasanya akan merusak fungsi dari organ tubuh. Jadi bukanya hanya bagi penderita neuritis optik saja, beberapa jenis riwayat penyakit lain juga perlu untuk menghindari mengkonsumsi alcohol. Karena minuman beralkohol ini akan memberi efek negative terhadap kadar gula darah.

Selain itu, ketika perut tengah kosong dan di isi oleh minuman beralkohol, maka akan meningkatkan risiko hipoglikemia. Kondisi ini akan labih parah apabila terjadi pada pengguna insulin. Hampir sama dengan makanan untuk neuropati, dengan mengkonsumsi alcohol, maka akan memperparah gejala berbgai riwayat penyakit, termasuk neuritis optik. Untuk itu, alcohol adalah salah satu jenis bahan makanan atau minuman yang patut untuk di hinadri.

Pada dasarnya, setiap bahan bahan makanan yang masuk ke tubuh akan berpengaruh dan menentukan kualitas dan kesehatan organ tubuh. Hal ini juga berpengaruh terhadap kinerja dan fungsi dari system penglihatan. Sebab, setiap bahan makanan yang masuk ke tubuh mengandung nutrisi yang di butuhkan oleh tubuh sebagai sumber energy untuk menjalankan fungsinya. Penyakit neuritis optik umumnya belum di ketahui dengan pasti penyebab utamanya. Namun tentunya hal ini tidak terlepas pada setiap kandungan dari bahan makanan yang kita konsumsi setiap harinya.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa jenis bahan makanan yang di larang bagi penderita neuritis optik. Meskipun bahan makanan bukanlah penyebab utama kondisi neuritis optik, namun hal tersebut juga akan menentukan kesehatan dan kualitas dari setiap organ tubuh, termasuk system penglihatan. Beberapa jenis bahan makanan di atas adalah bahan makanan yang sebaiknya perlu untuk di hindari, terutama bagi penderita neuritis optik.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Sehatq
  • Ayobandung
Faktor Risiko Penyebab Terjadinya Neuritis Optik

Faktor Risiko Penyebab Terjadinya Neuritis Optik

Hallo Kawan Mama, Kondisi mata yang mengalami gangguan atau masalah kesehatan tentunya akan menganggu dan membuat tidak nyaman pada pemiliknya. Kondisi ini tentunya juga akan membuat aktivitas pemeiliknya menjadi terganggu. Maslaah kesehatan terkait gangguan penglihatan memang merupakan salah satu kondisi yang sering di alami oleh banyal orang. seperti halnya dengan mata yang mengalami penyakit neuritis optik. Beberapa faktor bahkan di duga memiliki risiko dan dapat menjadi penyebab  terjadinya kondisi neuritis optik.

Gangguan penglihatan memang merupakan salah satu jenis masalah kesehatan yang umum di alami oleh kebanyakan orang. Seseorang yang mlulai menginjak usia tua lebih rentan mengalami kondisi gangguan penglihatan di bandingkan dengan orang dengan usia dewasa atau anak-anak. Sebab pada usia trersebut, kualitas dari organ dan produsktivitas dari system metabolisme termasuk pada fungsi penglihatan mengalami penurunan. Dengan begitu, seseorang yang menginjak usia tua, sangat rentan mengalami masalah kesehatan, termasuk gangguan penglihatan.

Neuritis optik adalah salah satu gangguan penglihatan yang umumnya lebih sering di alami oleh seseorang yang menginjak usia tua. Umumnya, kondisi ini seringkali terjadi ketika usia sudah memasuki angka 50 tahun ke atas. Selain itu, kondisi gangguan penglihatan neuritis optik ini lebih mudah di alami oleh wanita di bandingkan dengan laki-laki. Kondisi mata yang mengalami neuritis optik ini pada dasarnya buerupa adanya peradangan yang terjadi pada saraf perifer yang ada di dalam mata.

Umumnya, kondisi ini akan menyebabakan penderitanya mengalami berbagai gejala yang membuat mata menjadi tidak nyaman. Selain itu, kondisi ini juga akan menyebabkan penurunan kualitas pada fungsi penglihatan. Pada dasarnya, belum di ketahui dengan pasti penyebab terjadinya kondisi neuritis optik. Namun beberapa faktor di duga dapat memicu munculnya neuritis optik. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai faktor risiko penyebab terkadinya neuritis optik. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Apa Itu Neuritis Optik ?

Faktor Risiko Penyebab Terjadinya Neuritis Optik

Neuritis optik pada dasarnya merupakan kondisi di mana adanya peradangan yang terjadi dan di alami oleh jaringan pada bagian saraf mata. Jaringan saraf yang meradang ini umumnya terjadi akibat adanya gangguan yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada selaput mata yang berfungsi membungkus saraf mata. Peradangan tersebut akan membuat kerusakan pada jaringan saraf mata kian bertambah hingga menyebabkan terjadinya pembengkakan pada saraf optik yang ada di mata.

Umumnya, kondisi ini di sebabkan oleh adanya kelainan di mana autoimun yang merupakan system daya tahan tubuh malah menyerang bagian tubuh lainya. Kelainan pada daya tahan tubuh ini membuat system daya tahan tubuh menjadi tidak mengenali bagian tubuh lainya dan menganggapnya sebagai benda asing yang berbahaya. Dalam hal ini, jaringan saraf optik yang mengalami peradangan menjadi tidak dapat menjalankan fungsi dan perannya dengan baik. Akibatnya, fungsi penglihatan akan menjadi terganggu dan membuat penurunana pada fungsi penglihatan.

Jaringan saraf optik sendiri pada dasarnya merupakan sususan dari berbagai saraf yang ada di mata. Ia memiliki fungsi sebagai media yang akan menghantar atau mengirimkan informasi visual dari retine menuju ke otak. Pada proses terjadinya penglihatan sendiri, cahaya yang masuk ke mata akan melalui lensa dan kornea mata untuk kemduian sampai pada retina. Ketika cahaya sudah sampai ke retina, maka retina akan mengubahnya menjadi invormasi visual yang akan di kirimkan ke otak.

Sebalum sampai ke otak, informasi visual tersebut akan di rubah menjadi sinya listrik yang nantinya akan di kirmkan ke otak melalui saraf optik. Setelah sinyal listrik sampai pada otak, maka otak akan menginterpretasikannya menjadi gambaran objek. Peradangan yang terjadi pada jaringan saraf yang ada di mata ini akan membuat informasi visual dari retina tidak dapat terkirim sepenuhnya. Alhasil kondisi ini membuat penglihatan menjadi samara tau kabur. Kondisi ini umumnya juga akan menyebabkan terjadinya masalah pada otot mata, munculnya rasa nyeri hingga hilangnya fungsi penglihatan semantara, baik pada satu mata atau kedua mata.

Penyebab Neuritis Optik

Pada dasarnya, sampai saat neuritis optik adalah salah satu kondisi gangguan penglihatan atau kelainan refrkasi yang sampai saat ini belum di ketahui penyebab utamanya. Sebab, sebagian besar dari penyakit ini cenderung bersifat idopatik. Maksudnya adalah kondisi ini tidak ada penyakit lain yang mendasari kondisi tersebut. Dengan beberapa gejala yang muncul, maka para ahli meyakini bahwa kondisi ini terjadi akibat adanya system imun tubuh yang yang menyerang jaringan saraf sehingga terjadilah peradangan pada saraf mata.

Dalam kasus neuritis optik, umumnnya peradangan tersebut juga dapat terjadi pada bagian myelin. Mylelin ini merupakan lapisan yang menyelimuti saraf optik yang berfungsi untuk menghantarkan sinyal cahaya atau listrik dari retina mata menuju ke otak. Apabila peradangan terjadi pada myelin, maka hal ini dapat menhambat jelannya proses pengolahatan cahaya atau sinyal listrik menjadi sebuah visual. Akibatnya, fungsi penglihatan menjadi tidak berfungsi dengan normal.

Meski belum di ketahui dengan pasti penyebab utama dari kondisi ini, namun kondisi ini tidak lepas dan sangat berkaitan dengan beberapa kondisi medis dan hal tertentu. Yaitu,

  1. Multiple Sclerosis

Multiple sckerosi atau lebih akrab di sebut MS ini merupakan kondisi penyakit yang menyebabkan system imun menyerang selaput myelin. Selain itu, system imun tubuh juga akan menyerang saaraf tulang belakang. Jenis penyakit ini sanagat berkaitan dengan neuritis optik di mana neuritis optik seringkali muncul bersamaan dengan penyakit ini. Bahkan penderita penyakit MS ini berisiko mengalami neuritis optik, dan pendrita neuritis optik berisiko menglami penyakit MS tersebut.

  1. Neuromyelitis Optica

Kondisi ini akan menyebabkana peradangan pada saraf optik dan saraf tulang beakang. Meskipun cenderung mirip dengan multiple sclerosis, penyakit ini umumnya tidak menyebabkan kerusakan saraf otak seperti penyakit multiple sclerosis.

  1. Infeksi

Tubuh yang mengalami infeksi ternayata juga berkaitan dengan kondisi neuritis optik. Infeksi bakteri tersebut umumnya berupa penyakit lyme dan sifilis. Selain itu, infeksi virus seperti penyakit campak, gondongan dan herpes juga dapat memicu terjadinya penyekait neuritis ioptik pada mata. Sebab infeksi virus ataupun bakteri cenderung akan mempengaruhi system imun tubuh.

Faktor Risiko Penyebab Neuritis Optik

Sebagaimana telah di jelaskan di atas, bahwa pada dasarnya, neuritis optik merupakan jenis panyakit yang sampai saat ini belum di ketahui dengan pasti penyebabnya. Namun kondisi ini seringkali di kaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan di atas. Selain itu, beberapa faktor lainya di duga memiliki risiko yang dapat menjadi penyebab terjadinya kondisi neuritis optik. Berikut adalah faktor risiko penyebab neuritis optik.

  1. Efek Penggunaan Obat-Oabatan

Beberapa jenis obat-obatan yang biasa di konsumsi atau tidak ternayata dapat menyebabkan meningkatnya risiko neuritis optik. Sebab beberapa jenis obat cenderung mempengaruhi terhadap system imunitas tubuh. Beberapa jenis obat-obatan tersebut antara lain meliputi ethambutol sebagai obat penyakit TBC, obat methanol dan pil kina.

  1. Riwayat Penyakit Lainya

Neuriti opik memang seringkali di kaitkan dengan masalah kesehatan, seperti multiple sclerosis dan nueromyelitis optica. Namun beberapa jenis riwayat panyakit lain ternayata juga berisiko dapat menyebabkan terjadinya kondisi neuritis optik. Seperti penyakit lupus yang dapat menyebabkan neuritis optik terjadi bahkan secara berulang. Selain itu, ada juga penyakit seperti sarkodosis, arterific optic neuropathy, diabetes, glaucoma dan defisiensi vitamin B12.

  1. Narkoba

Obat-obatan tertentu sebagai mana di jelaskna di atas memang dppat memicu terjadinya penyakit neuritis optik. Namun obat-obatan jenis narkotika selain dapat menyebabkan kerusakan pada saraf dan otak, obat jenis ini juga dapat memicu terjadinya kondisi neuritis optik pada mata

  1. Jenis Kelamin

Ternyata salah satu faktor yang berisiko menyebabkan neuritis optik terjadi adalah faktor jenis kelamin. Sebab di ketahui bahwa jenis kelamin waniyta memiliki risikio atau peluang yang lebih besar untuk mengalami kondisi ini di badingkan dengan kaum laki-laki.

  1. Usia

Pada dasarnya kondisi neurtis optik ini umumnya lebih sering terjadi pada usia-usia tua. Namun seseorang dengan usia antara 20-40 tahun lebih berisiko menalami kondisi tersebut. apalagi bila di sertai dengan adanya raiwayat penyakit atau beberapa faktor di atas.

  1. Mutase Genetik

Sesorang yang mengalami kondisi di mana adanya mutase genetik dapat menyebabkan meningkatnya risiko neuritis optik. Selain itu risiko akan terjadinya multiple sclerosis pun juga mengalami peningkatan.

Pada dasarnya, neuritis optik merupakan kondisi di mana terjadinya peradangan yang menyebabkan kerusakan pada jaringan saraf mata. Kerusakan tersebut akan mengakibatkan informasi visual dari cahaya atau bayangan objek tidak dapat terkirim dengan maksimal ke otak. Akibatnya, kualitas penglihatan akan mengalami penurunan yang membuat ketajaman penglihatan menajdi buyar dan objek terlihat menjadi kabur. Kondisi ini juga akan memnyebabkan rasa nyeri pada mata hingga merembet pada otak dan menyebabkan sakit kepala. Sementara itu, penybab utamannya sendiri sampai saat ini belum di ketahui dengan pasti.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa faktor risiko penyebab neuritis optik. Meskipun belum di ketahui denga pasti penyebab utam yag signifikan dan menyebabkan kondisi ini, namun beberapa faktor perlu untuk di waspadai. Sebab beberapa faktor di atas sangat berkaitan dan dapat memicu risiko terjadinya neuritis optik.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Halodoc
  • Alodokter