Hallo Kawan Mama, Degenerasi makula adalah salah satu gangguan penglihatan yangseringkali di alami orang dengan usia lanjut. Ya, orang dengan usia lanjut memang kerap sekali mengalami masalah kesehatan karena fungsi dari organ tubuh yang di miliki memang sudah tidak produktif seperti ketika masih muda. Salah satu gangguan yang sering di alami usia 60 tahun ke atas adalah degenerasi makula. Untuk mengetahui kondisi ini, kamu dapat melihat gejala yang muncul pada mata yang mengalami kondisi degenerasi makula.
Pada dasarnya, belum di ketahui dengan pasti penyebab seseorang dapat mengalami kondisi degenerasi makula. Namun beberapa hipotesis menyebutkan bahwa kondisi degenerasi makula dapat terjadi akibat faktor bertambahnya usia atau kondisi penuaan yang di alami oleh tubuh. Meskipun demikian, beberapa kondisi dapat menyebabkan seseorang mengalami kondisi degenerasi makula. Seperti tekanan darah yang tinggi, jumlah kalori dalam tubuh yang tinggi hingga riwayat keluarga yang mengalami degenerasi makula.
Kesehatan makula yang ada di dalam mata kita akan sangat mempengaruhi kondisi fungsi pengihatan, yakni ketajaman penglihatan. Apabila terjadi gangguan yang menyebabkan kondisi kesehatan makula terganggu, maka kondisi ini akan berpengaruh terhadap fungsi pengleihatan. Akibatnya cepat atau labat ketajaman penglihatan akan kian menurun. Bahkan beberapa kasus menyebutkan kondisi degenerasi makula dapat menyebab kebutaan bagi penderitanya.
Umumnya, kondisi mata yang mengalami degenerasi makula dapat di ketahui dari berbagai gejala-gejala yang muncul yang menjadi keluhan bagi para penderitanya. Lalu apa saja gejala-gejala yang menjadi indikasi mata mengalami degenerasi makula? Berikut ini Kawan Mama telah mengumpulkan informasi mengenai beberapa gejala yang muncuk akibat kondisi degenrasi makula. Simak penjelasannya sebagai berikut.
Degenerasi Makula
Degenerasi makula di anggap sebagai gangguan penglihatan yang menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebutaan, terutama pada orang tua. Meskipun tidak akan mengakibatkan kebutaan total, namun kondisi degenerasi makula akan mengakibatkan keterbatasan penglihatan. Di lansir dari laman allaboutvision, menemukan bahwa 8,7% populasi di seluruh dunia mengalami AMD dan proyeksi jumlah orang yang terkena penyakit ini pada tahun 2020 adalah sekitar 196 juta yang meningkat menjadi 288 juta pada tahun 2040 nanti.
Degenerasi makula sendiri merupakan kondisi di mana makula yang ada di mata mengalami gangguan atau kondisi diorientasi atau kehilangan panduan. Makula sendiri merupakan salah satu bagian dari mata yang terletak pada retina bagian tengah yang berfungsi sebagai receptor sinyal cahaya yang telah di tangkapoleh retina yang kemudian akan di hantarkan menuju otak. Kondisi makula yang mengalami gangguan tentu akan membuat fungsi penglihatan terganggu dan akhirnya ketajaman penglihatan akan menurun.
Dalam istilah medis, kondisi degenerasi makula di kenal dengan istilah AMD atau Age-related makular degeneration. Kondisi mata yang mengalami AMD akan menyebabkan terjadinya penurunan ketajaman penglihatan yang umumnya akan mudah di alami orang dengan usia 60 tahun ke atas. Namun beberapa kasus menyebutkan bahwa kondisi degenerasi makula juga dapat terjadi pada orang dengan usia 50 tahun ke atas.
Meskipun demikian, umumnya munculnya kondisi degenerasi makula juga di sertai atau di tandai dengan adanya drusen, hiperpigmentasi atau hipopigmentasi, neovaskularisasi atau timbulnya pembuluh darah baru, serta terjadinya pendarahan yang di alami oleh sub-retina. Kondisi-kondisi tersebut umumnya akan muncul bersamaan dengan mata yang mengalami degenerasi makula. Karenanya hati-hati ketika suatu saat kondisi tersebut muncul.
Gejala Degenerasi Makula
Degenerasi makula umumnya merupakan penyakit mata yang sifatnya progresif. Artinya kondisi ini akan semakin bertambah buruk seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia. Beberapa kasus menyebutkan bahwa degenerasi makula akan berkembang dengan sangat lambat seiring berjelennya waktu. namun beberapa kasus lain menyebutkan bahwa degenerasi makula akan berkembang dengan sangat cepat.
Gejala utama yang terjadi akibat kondisi degenerasi makula adalah terjadinya penurunan pada kemampuan penglihatan, terutama pada bagian tengah dari ruang pandang. Selain itu, kondisi mata yang mengalami degenerasi makula dapat menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan pada satu satu mata, atau bahkan kedua mata. Kondisi ini akan menyebabkan pandanagan terganggu, seperti memburam pada area pusat penglihatan.
Penurunan penglihatan ini umumnya juga di tandai dengan munculnya garis-garis dalam fungsi penglihatan. Kondisi ini akan membuat penderita degenerasi makula kesulitan mengenali wajah seseorang dan kesulitan melihat di ruangan atau tempat dengan cahaya yang redup. Pada kondisi awal degenerasi makula akan berkembang cukup lambat hingga membutuhakn waktu 5 sampai 10 tahun hingga mencapai kondisi yang parah.
Umumnya penderita degenerasi makula juga dapat mengalami 2 jenis gejala yang berbeda berdasarkan jenisnya, yakni degenerasi makula basah dan degenerasi makula kering. Perbedaan tersebut terjadi akibat perbedaan kerusakan yang terjadi pada bintik kuning (makula) mata. perlembangan degenerasi makula basah cenderung lebih cepat di bandingkan dengan degenerasi makula kering. Dan gejala-gejala degenerasi makula dapat di rasakan apabila degenerasi makula hanya terjadi pada satu mata.
-
Gejala Awal
Dengan perkembangan degenerasi makula yang umumnya terjadi dengan lambat dan bertahap membuat kondisi ini sulit di kenali pada tahap awal. Kehilangan penglihatan yang di rasakan pada bagian sentral sedangkan bagian tepi yang tetap dalam kondisi yang sama adalah gejala awal yang seringkali di rasakan. Objek yang semula jernih menjadi kabur serta terdistorsi, membesar, berawan, gelap atau tidak tidak terlihat. Selain itu, beberapa gejala lain yang muncuk antara lain
-
- Garis lurus tampak bengkok
- Pengurangan pengihatan pada satu atau kedua mata
- Kebutuhan cahaya yang lebih terang saat membaca atau melakukan pekerjaan dekat
- Kesulitan beradaptasi pada tempat dengan tingkat cahaya rendah
- Penglihatan kabur saat membaca
- Penurunan penglihatan pada kecerahan warna
- Kesulitan mengenali wajah
-
Gejala Lanjut
Ketika kondisi degenarasi makula berkembang atau memasuki tahap lanjut, maka kondisi ini akan menyebabkan fungsi penglihatan kian memburuk. Kondisi ini akan mempengaruhi kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti halnya membaca, menulis, mengemudi, serta mengerjakan pekerjaan lainya dan bahkan kesulitan untuk mengenali wajah seseorang.
Dalam beberapa kasus, degenerasi makula lanjut akan menyebabkan penderitanya benar-benar kehilangan fungsi penglihatan. Yang terburuk, meskipun cenderung jarang terjadi, kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami kebutaan secara permanen. Tentunya hal ini akan sangat membahayakan dan perlu untuk di hindari.
Degenerasi makula adalah salah satu gangguan pengllihatah atau penyakit mata yang umumnya lebih banyak di alami oleh orang dengan usia lanjut. Namun beberapa kondisi juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kondidi degenerasi mekula. Umumnya kondisi ini hanya akan menganggu fungsi penglihatan hingga penderitanya akan kesulitan melihat atau bahkan mengenali wajah seseorang. Namun apabila kondisi ini memasuki tahap yang parah, maka risiko kebutaan akan dapat di alami oleh penderita degenerasi makula.
Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai gejala yang muncul pada kondisi degenerasi makula. Umumnya masih belum di temukan obat yang ampuh untuk mengobati kondisi degenerasi makula. Cara atau pengobatan yang di lakukan hanya dapat mengurangi gejala dan perkembang kondisi degenerasi makula. Karenanya, menjaga kesehatan mata dan rajin memeriksa kondisi mata perlu untuk di perhatikan dengan baik. Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .
Sumber :
- Alodokter
- Halodoc