Keluar Gumpalan Darah Ketika Haid

Keluar Gumpalan Darah Ketika Haid

Peyebab Gumpalan Darah Pada Periode Haid Atau Menstruasi

Gumpalan Darah Haid

 

Hallo Kawan Mama,

Saat wanita mengalami menstruasi atau haid, kadang bukan hanya darah cair yang di temukan pada pembalut yang di gunakan, namun terdapat juga gumpalan darah. Tidak perlu khawatir dan bingung, sebagian besar dari kaum wanita mengalami kejadian yang sama. Kondisi ini umumnya terjadi pada beberapa hari pertama haid dan akan menghilang setelah haid berhenti.

Jadi, apakah gumpalan darah saat haid termasuk kondisi yang normal atau tidak?

Sebagai kaum wanita, haid atau menstruasi tentu memiliki arti yang penting. Bisa juga menjadi pertanda masa kesuburan dan kesehatan pada rahim. Tidak heran, jika sebagian dari par wanita khawatir saat melihat gumpalan darah yang geluar saat masa menstruasi.

Penyebab gumpalan darah yang keluar saat haid

Periode haid atau menstruasi adalah waktu di mana dinding pada rahim atau endometrium akan tumbuh lebih tebal sebagai hasil dari perkembangan hormon estrogen. Penebalan tersebut dapat terjadi karena adanya sel telur yang telah di buahi yang membutuhkan tempat untuk menempel pada bagian rahim.

Namun jika pembuahan tidak terjadi, maka penebalan pada lapisan dinding rahim tersebut akan meluruh dan larut. Luruhan itulah yang akan keluar dari vagina dan berbentuk  cairan darah yang nantinya di sebut sebagai menstruasi ataupun haid. Proses peluruhan tersebut bisa berlangsung dalam beberapa hari. Selain mengeluarkan darah, substansi yang ikut keluar juga mengandung lendir dan jaringan.

Pada kenyataanya, darah haid yang keluar tidak melulu berbentuk cairan. Seorang wanita dapat mengeluarkan darah haid yang menggumpal berwarna merah pekat yang biasa terjadi pada awal periode menstruasi. penyebabnya, saat itu adalah saat di mana  aliran darah yang keluar dalam kondisi yang deras.

Pandangan Medis

Mengutip dari Kids Health, penyebab menggumpalnya darah saat haid adalah karena adanya sisa-sisa jaringan pada rahim. Saat rahim mengelupas atau meluruhkan lapisannya, maka jaringan yang menempel di dinding sebuah rahim akan lepas dan larut keluar dari vagina bersamaan dengan keluarnya darah haid dan akan berwujud layaknya gumpalan daging-daging kecil.

Gumpalan darah tersebut kadang mengeluarkan warna yang bervariasi, seperti warna merah cerah hingga warna merah pekat. Ukuran gumpalan darah yang keluar bisa berukuran kecil-kecil atau bisa juga agak besar. Jadi, umumnya gumpalan darah yang keluar selama periode haid adalah hal yang normal.

Dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, seorang konsultan dari Klikdokter.com mengatakan bahwa, gumpalan darah yang keluar tersebut dalam kasus ini adalah hal yang masih wajar dan normal. Beliau juga menambahi

Normalnya, tubuh mempunyai mekanisme dalam pencegahan pembekuan darah ketika haid. Hal ini terjadi agar darah yang keluar tidak jadi menggumpal. Namun jika darah haid yang keluar banyak, maka mekanisme ini dapat kewalahan dan membuat darah yang keluar jadi menggumpal”.

Ketika dalam periode haid, tubuh dari wanita akan melepaskan zat antikoagulan yang berfungsi mencegah pembekuan darah agar tidak jadi gumpalan. Pada saat darah yang keluar banyak dan tidak terkendali, maka zat antikoagulan tidak mampu mencegah pembekuan darah secara menyeluruh. Akibatnya, sebagian darah yang keluar bertekstur menggumpal.

Meski demikian, darah haid yang menggumpal tidak hanya di akibatkan oleh kondisi yang normal. Keadaan tersebut bisa juga di sebabkan oleh gejala lain seperti kelainan yang ada di dalam organ reproduksi.

Hal yang perlu di waspadai!!

Pada kondisi normal seperti darah haid yang keluar dengan banyak yang mengakibatkan gumpalan darah yang ikut keluar saat haid. Hal tersebut juga dapat terjadi karena beberapa kondisi yang serius. Waspadai jika kondisi seperti berikut terjadi,

    1. Ketidak seimbangan pada hormon

Kondisi dari lapisan rahim sendiri tentu bergantung dengan keseimbangan pada hormon progesteron dan esterogen. bila jumlah hormon terlalu banyak atau bahkan terlalu sedikit, maka jumlah keluarnya darah pada periode haid atau menstruasi dapat meningkat dan lebih dari biasanya. Darah yang keluar dengan banyak ketika haid inilah yang dapat menyebabkan menggumpalnya darah haid.

    1. Adenomyosis

Kondisi ini akan terjadi ketika lapisan pada rahim tumbuh ke dalam dinding rahim, yang dapat menyebabkan rahim tumbuh tebal dan membesar. Kondisi ini dapat mengakibatkan pendarahan dengan jumlah yang banyak dan di sertai gumpalan darah yang keluar dari vagina.

    1. Miom

Miom atau yang juga di kenal dengan istilah fibroid merupakan sebuah tumor jinak yang tumbuh pada dinding rahim. Kondisi ini bisa mengakibatkan darah keluar menjadi lebih banyak, dan inilah yang memuat membuat darah haid menjadi menggumpal.

    1. Keguguran

Salah satu gejala keguguran yang sangat umum adalah terjadinya pendarahan dari vagina yang di sertai keluarnya sebuah jaringan yang berbentuk seperti daging kecil atau darah yang gumpal. Biasanya, hal terjadi pada minggu-minggu pertama masa kehamilan. Pada beberapa kasus, sebagian dari wanita yang mengalami keguguran, ada kemungkinan dirinya tidak menyadari bahwa ia sedang dalam masa kehamilan.

    1. Endometriosis

Endometriosis dapat terjadi ketika jaringan yang ada pada rahim yang di sebut endometrium tumbuh di luar rahim. Penyebab terjadinya endometriosis ini belum dapat di ketahui dengan pasti. Namun, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko wanita mengalami endometriosis, di antaranya adalah faktor gen atau keturunan, hormon yang terganggu, dan memiliki riwayat operasi panggul.

Wanita yang mengalami endometriosis sering kali mengalami perdarahan  yang tidak normal dari vaginanya, yang di sertai darah yang menggumpal dan rasa nyeri.

    1. Kanker

Adanya gejala kanker serviks dan kanker rahim dapat di tandai dengan terjadinya perdarahan hebat yang di sertai dengan darah yang menggumpal. Perdarahan juga dapat terjadi di luar siklus atau periode menstruasi dan bahan setelah melakukan hubungan badan. Selain terjadinya pendarahan yang menggumpal, kanker serviks dan kanker rahim dapat menyebabkan gejala lain, seperti halnya turunannya berat badan tanpa ada penyebab yang jelas.

Gumpalan darah yang hilang dengan sendirinya, umumnya bukan termasuk kondisi yang berbahaya. Namun, kamu perlu waspada bilamana gumpalan darah yang keluar sangat banyak dan di sertai keluhan lain, seperti rasa nyeri saat melakukan hubungan badan, rasa lemas dan pucat serta keluarnya darah di luar siklus haid, atau darah haid yang menggumpal terjadi pada waktu yang sudah lama.

Segera pergi ke dokter jika gumpalan darah haid keluar di sertai dengan beberapa kondisi, seperti :

  • siklus haid tidak teratur
  • rasa sakit di bagian perut bawah,
  • sakit kepala hebat

waspadalah dengan gejala kesehatan pada kondisi rahim yang tidak normal. Bila perlu dokter akan melakukan pemeriksaan USG pada vagina, biopsi, tes MRI (untuk mengetahui perkembangan fibroid), atau langkah kuret.

Semoga tulisan ini dapat membantu permasalaan kamu,,

 

 

 

 

Sumber

  • Alodokter
  • Klikdokter
  • sehatq
Haid Tidak Lancar Dalam Pandangan Islam

Haid Tidak Lancar Dalam Pandangan Islam

Haid Tidak Lancar Dalam Pandangan Islam

Haid Tidak Lancar Dalam Pandangan Islam

 

Hallo Kawan Mama,

Pada umumnya, wanita normal ketika telah menginjak masa pubertas maka ia akan mengalami fase di mana tubuhnya mengeluarkan darah kotor, hal ini biasa di sebut kondisi haid. Umumnnya, terjadi pada perempuan apabila ia telah berusia  9 tahun atau lebih. Sebagian Ulama berpendapat apabila anak perermpuan yang belum berusia 9 tahun namun telah mengeluarkan darah dari dalam tubuhnya bukanlah merupakan darah haid, melainkan darah yang keluar akibat penyakit tertentu.

Haid adalah kondisi di mana lapisan dinding dalam Rahim yang mulai luruh akibat masa pendewasaan tubuh seorang wanita yang mulai bekerja. Hal ini merupakan sebuah kondisi yang akan di alami oleh setiap wanita normal pada umumnya. Ketika kondisi ini datang, wanita tersebut tidak di perbolehkan untuk melakukan kegiatan ibadah tertentu. Seperti melakukan ibadah shalat, menyentuh dan membaca mushaf Al-Qur’an, melakukan ibadah puasa, dan melakukan thawaf (haji), serta tidak di perkenankan masuk kedalam masjid. Hal ini terjadi karena wanita yang tengah mengalami haid, di takutkan akan mengeluarkan darah hadasnya ketika sedang berada di masjid.

Pada umumnya, siklus haid terjadi paling singkat dalam waktu sehari semalam. Sedangkan waktu paling lama terjadinya haid berkisar pada 15 hari lamanya. Apabila setelah lima belas hari msaih mengeluarkan darah, para Ulama sepakat bahwa darah tersebut merupakan darah Istihadhah (penyakit). Biasanya, para kaum wanita memiliki waktu haidnya yang berbeda-beda dengan wanita lainya. Hal ini di karenakan kondisi Rahim setiap wanita yang berbeda beda. Namun banyak kasus di mana wanita mengalami fase di mana kondisi haidnya tidak berjalan dengan lancar. Hal ini tentu menjadi kendala bagi wanita untuk beribadah karena masa sucinya yang tidak menentu.

Pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai pandangan Islam terhadap haid yang terjadi secara tidak lancar. Berikut adalah penjelasannya.

Pengertian Haid Tidak Lancar

Setiap wanita yang menginjak masa pubertas akan di awali dengan keluarnya darah haid dari dalam tubuh. Kondisi haid wanita ini terjadi dengan berbeda-beda seseuai kondisi tubuh masing-masing. Namun kondisi haid yang paling cepat terjadi adalah sehari semalam, dan yang paling lama adalah 15 hari lamanya. Namun tidak jarang terjadi wanita mengalami kondisi haid yang tidak lancar. Hal ini di sebabkan oleh keadaan tubuh yang tidak dalam kondisi stabil atau sedang mengalami sakit yang akhirnya dapat mempengaruhi kondisi haid. Tentu hal ini menjadi kendala bagi wanita untuk melaksanakan ibadah.

Contohnya, ketika masuk pasca melahirkan biasanya kondisi haid akan terjadi setelah 6 bulan, namun tidak jarang terjadi di mana kondisi haid yang terjadi sebelum hari ke 15, namun ketika menginjak hari ke 15 darah dari dalam tubuh kembali keluar. Pada umumnya, wanita yang mengalami kondisi haid teratur di sebut dengan istilah Mu’taadah. Dan yang menjadi patokan dari kondisi haid ini bukanlah tanggal berapa haid terjadi dalam setiap bulannya. Namun waktu berapa lamanya ia mengalami kondisi haid pada setiap bulannya. Jika selang waktu haidnya sama dengan hari haid sebelumnya maka ia termsuk golongan Mu’taadah.

Jika darah haid sudah benar-benar berhenti maka wajib baginya untuk segera mandi wajib dan melaksanakan shalat. Wanita normal pada umumnya akan memeiliki kebiasaan waktu haidnya berlangsung. Ada yang terjadi dengan waktu 7 hari, 9 hari, atau bahkan 14 hari dalam setiap bulannya. Dan ia akan mengetahui kebiasaan haidnya setelah 3 kali megalami kondisi haid dengan waktu yang sama setiap bulannya. Namun jika wanita yang biasa mengalami haid dalam kurun waktu 7 hari, namun sebelum hari ke 7 darahnya berhenti keluar maka wajib baginya untuk segera mandi wajib dan beribadah. Hal ini sudah menjadi kesepakatan oleh para Ulama fiqih.

Haid Tidak Lancar Dalam Pandangan Ulama

Haid tidak lancar biasanya terjadi ketika haid pda bulan pertam berbeda dengan haid bulan kedua dan bulan ketiga. Hal ini tentu menganggu aktivitas wanita untuk melakukan ibadah-ibadahnya. Banyak kasus di mana haid terjadi sebelum waktu yang biasanya ia alami, dan banyak pula terjadi di mana darah haid masih keluar meskipun telah melewati lama waktu haid yang biasa ia alami. Berikut ini adalah pendapat dari Ulama mengenai kondisi haid yang tterjadi dengan tidak teratur.

    1. Madzhab Hanafi

Ulama madzhaf Hanafiah sangat memperhtikan antar wanita Mu’taadah dan yang bukan Mu’taadah dalam menentukan haid dan istihadhah. Menurut Madzhab ini, wanita Mu’taadah yang telah memilki waktu haid yang teratut ketika setelah hari terakhir masih mengeluarkan darah, maka darha yang keluar di hukumi sebagai darah istihadhah. Misalnya ketika wanita Mu’taadah memiliki kebiasaan waktu haid 10 hari namun pada hari berikutnya ia masih mengeluarkan darah, maka darah tersebut di hukumi sebagai darah istihadhah tanpa harus menunggu sampai 15 hari lamanya. Sebab menurut Madzhab ini, waktu haid paling lama adalah 10 hari dan darah yang keluar lebih dari 10 hari di hukumi sebagai darah istihadhah.

Madzhab ini berpendapat apabila darah haid berhenti sebelum hari kesepuluh namun kemudian darah tersebut kembali keluar, maka darah tersebut di hukumi sebagai darah haid. Dengan catatan yang kembali keluar tersebut masih dalam rentang waktu 10 hari. Dan apabila darah berhenti sebelum hari kesepuluh, maka di wajibkan bagi wanita untuk segera mandi wajib dan menunaikan shalat. Misalnya darah haid berhenti keluar pada hari ke 5 dan kemudian di hari ke 8 keluar, maka di wajibkan bagi wanita tersebut untuk mandi wajib dan shalat pada hari berhentinya darah haid (hari 5-7).

    1. Madzhab Maliki

Pendapat Madzhab Maliki dan Hanafi sebenarnya cenderung sama, namun perbedaanya adlah batas lamanya kondisi darah haid yang keluar. Madzhab Maliki memiliki batas waktu 15 hari bagi yang bukan Mu’taadah dan 18 hari bagi yang Mu’taadah, sedangkan Madzhab Hanafi memiliki batas waktu 10 hari bagi wanita haid. Menurut Madzhab Maliki batas minimal dari wanita haid adalah beberapa tetes saja, sedangkan Madzhab Hanafi batas minimal wanita haid adalah dalam waktu 3 hari.

Madzhab Maliki berpendapat bahwa waktu paling lama bagi wanita haid adalah 15 hari. Madzhab ini berpendapat bahwa apabila darah haid berhenti keluar di tengah-tengan dan kembali keluar sebelum masa haid paling lama berakhir, maka darah tersebut di hukumi sebagai darah haid. Dan ketika fase darahnya berhenti tersebut, maka ia di anggap suci dan harus segera mandi wajib dan menunakan shalat dan ketika kembali mengeluarkan darah (sebelum hari ke 15) maka ia di anggap telah masuk dalam kondisi haid dan tidak di perkenankan untuk beribadah.

    1. Madzhab Syafi’i

Ulama Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa waktu paling lama bagi wanita haid adalah 15 hari lamanya. Apabila wanita haid darahnya berhenti keluar sebelum hari ke 15 dan kembali keluar dalam fase yang sama (sebelum hari ke 15) maka waktu dari darah yang keluar tersebut merupakan waktu haid. Maksudnya apabila apabila wanita haid daarahnya berhenti keluar pada hari ke 8 dan kemudian kembali keluar pada hari ke 10, maka hari ke 8-9 tersebut di anggap termasuk ke dalam waktu haid di mana ia tidak dalam kondisi suci dan di larang meksanakan ibadah. Hal ini dapat terjadi apabila syarat-syaratnya terpenuhi, seperti.

      • Sejak pertama darah keluar hingga habinya darah kedua itu tidak melebihi masa maksimal haid (15 hari)
      • Darah yang berhenti ada di antara masa keluarnya darah yag terputus
      • Darah yang pertama keluar seudah melebihi waktu sehari semalam.

Hal ini bertujuan agar memudahkan wanita untuk menghitung masa hari haidnya agar dapat di ketahui bahwa ia termasuk wanita Mu’taadah atau bukan Mu’taadah, terutama mempermudah bagi wanita yang mengalami masa haid tidak lancar.

    1. Madzhab Hambali

Ulama Madzhab Hambali cenderung lebih sederhana dalam menyikapi hal ini. Ulama Madzhab ini berpendapat bahwa apabila wanita yang mengalami haid kemudian darahnya terputus ataupun berhenti, maka ia wanita tersebut di anggap telah suci dan harus segera mandi wajib dan menunaikan shalat. Dan apabila darahnya kembali keluar dalam masa kebiasaan haidnya, maka ia kembali mengalami haid dan di anggap tidak suci dan tidak melaksanakan shalat.

Dari penjelasan di atas dapat di ketahui, bahwa wanita yang memiliki masa haid yang teratur termasuk kedalam golongan wanita Mu’taadah. Sedangkan wanita yang memilki kondisi masa haid yang tidak teratur termasuk kedalam golongan wanita yang bukan Mu’taadah. Beberapa Ulama berbeda pendpat dalam menaggapi haid yang terjadi secara tidak lancar. Hal ini karena mereka memiliki pandangan yang berbeda-beda seseuai dengan pemikirannya. Apabila dari penjelasan tersebut masih membuatmu kebingungan dalam menentukan masa haid-mu, maka sebaikya jadikanlah masa haidmu selama 7 hari, sebagaimana teah di sampaikan oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda,

“Hal itu merupaka bagian dari gangguan syetan, maka jadikanlah haidmu 6 hari atau 7 hari dalam ilmu Allah (Allah yang lebih mengetahui). Kemudian mandilah sehingga jika menurutmu sudah suci dab bersih, maka dirikanlah shalat selama 23 malam atau 24 sehari semalam dan berpuasalah, maka hal itu sudah di anggap sah. Dan demikianlah yang anda lakukan setiap bulannya sebagaimana haid dan masa suci wanita lain, sesuai dengan lamanya masa haid dan masa suci mereka.” (H.R Ahmad dan Abu Dawud)

Demikian pembahasan dari Kawan Mama mengenai haid yang tidak lancar dalam pandangan Ulama. Mengetahui masa haid tentu merupakan hal yang penting bagi seorang wanita. Hal tersebut merupakan indikator baginya untuk berhenti beribadah dan mulai kembali melakukan shalat karena telah suci.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Rumahfiqih
  • Republika
Cara Mengatasi Haid Tidak Lancar

Cara Mengatasi Haid Tidak Lancar

Cara Mengatasi Haid Tidak Lancar

 

Halo Kawan Mama,

Apa kabar kalian hari ini? Semoga sehat selalu ya!

pada Kali ini Kawan Mama akan membahas tentang hal kewanitaan nih, apasih hal kewanitaan trsebut?

pembahasan kali ini bertemakan hal kewanitaan, yaitu haid. Lebih tepatnya tentang haid yang tidak lancar. pada umumnya, wanita memiliki masa haidnya sendiri-sendiri. Dan tentunya antara satu wanita dengan wanita lain memiliki masa haid yang berbeda-beda. Kondisi haid yang tidak lancar tentu dapat menganggu segala aktivitas kita dan dalam beribadah. Sebab kondisi haid dapat mempengaruhi kondisi tubuh dan mood menjadi tidak setabil.

rasa mual dan nyeri pada perut akibat kondisi haid tentu akan mengganggu kita dalam beraktivitas. Selain itu haid kondisi haid juga memaksa kita untuk tidak di perbolehkan melakukan ibadah-ibadah tertentu. seperti shalat, memegangang dan membaca Al-Qur’an dan berpuasa. Jelas kondisi haid yang terjadi secara tidak lancar dapat menganggu aktivitas kita dalam beribadah.

lalu bagaimana sih cara mengatasi haid yang tidak lancar ? pertanyaan seperti ini pasti muncul dalam fikiran kita. karena bagaimanapun, kontraksi dalam tubuh akibat haid sangatlah tidak mengenakkan. berikut ini kami sajikan cara mengatasi haid yang tidak lancar.

Cara Mengatasi Haid Tidak Lancar

Cara Mengatasi Haid Tidak Lancar

  1. Jaga berat badan anda
    • berat badan berlebih dapat memicu tidak lancar haid, maka sebaiknya anda perlu menjaga berat badan anda agar ideal.
  2. Pastikan anda berolahraga secara teratur
  3. Anda juga direkomendasikan berlatih Yoga
    • Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa jika yoga di lakukan 35-40 menit setiap hari dalam lima hari dan rutin selama enam bulan, terbukti dapat menyeimbangkan kondisi hormon Anda
  4. Mengkonsumsi kayu manis
  5. Meminum cuka apel
  6. Mengkonsumsi Nanas
  7. Mengkonsumi jahe
    • Anda boleh mencoba membuat teh seduh jahe dengan madu, yang merupakan agen anti-inflamasi dan bermanfaat bagi kesehatan anda.
  8. Mengkonsumsi kunyit
  9. Mengkonsumsi Kurma
  10. Kacang dan biji-bijian
  11. Mengkonsumsi Vitamin B
    • salah satunya adalah dengan mengkonsumsi buah pepaya
  12. Mengkonsumsi Vitamin C
    • salah satu yang direkomendasikan adalah peterseli
  13. Mengkonsumsi Vitamin D

Demikian pembahasan dari Kawan Mama tentang Cara Mengatasi Haid Tidak Lancar yang sudah kami paparkan. dari penjelasn di atas dapat di ketahui, bahwa pola hidup kita dapat berdampak pada kondisi haid yang kita alami. oleh sebab itu biasakan untuk polas hidup sehat agar kondisi haid kita dapat berlangsung dengan stabil.

semoga dapat membantu dan bermanfaat ya!

 

 

 

Sumber:

  • sehatq.com
  • kompas.com
Keutamaan Dzikir Bagi Wanita Haid Menurut Islam

Keutamaan Dzikir Bagi Wanita Haid Menurut Islam

Keutamaan Dzikir Bagi Wanita Haid

Keutamaan Dzikir Bagi Wanita Haid

 

Hallo Kawan Mama,

Allah SWT menciptakan setiap mahluk-Nya dengan berbagai bentuk dan keunikannya masing-masing, dan berpasang-pasangan dengan jenis kelami yang berbeda, tidak terkecuali masnusia. Manusia di ciptak oleh Allah dengan jenis kelamin laki-laki dan perempun di mana terdapat perbedaan di antara keduanya yang membuat keduanya menjadi istimewa dengan kelabihannya masing-masing.

Tuhan menciptakan setiap mahluknya untuk beribadah kepada-Nya, hal ini berlaku untuk semua ciptaan-Nya termasuk dengan manusia. laki-laki dan wanita memiliki kewajiban yang sama untuk melakukan ibadah dan menyembah kepada-Nya. Dan ibadah tersebut secara garis besar di bagi menjadi dua bentuk, yaitu ibadah maghdah dan ibadah amaliah. Ibadah maghdah adalah ibadah fardhu di mana ibadah tersebut berupa hubungan langsung dengan Allah SWT dan wajib di lakukan oleh setiap hamba-Nya serta tidak boleh untuk di wakilkan. Seperti shalat, dan puasa dan ibadah wajib lainya. Sedangkan ibadah amaliyah adalah ibadah yang di lakukan kepada sesame mahluk ciptaan-Nya.

Namun pada kenyataanya, dalam menunaikan ibadah maghdhoh, wanita memiliki keunikan tersendiri dalam melaksanakan ibadah maghdah. Karena pada umumnya, wanita normal akan mengalami fase di mana ia tidak di perbolehkan untuk melaksanakan ibadah fardhu, yaitu ketika tengah dalam kondisi haid. Pada saat dalam kondisi haid, dari tubuh wanita akan mengeluarkan darah kotor yang biasa di sebut darah haid. Dan hal ini menyebabkan wanita tidak di perbolehkan melaksanakan ibadah fardhu karena darah yang keluar tersebut merupaka sebuah hadats. Karena syarat melakukan ibadah fardhu adalah suci, dan wanita kembali di perbolehkan untuk melaksanakan ibadah fardhu apabila ia telah suci.

Keutamaan Haid Bagi Wanita

Pada zaman jahiliah dulu, wanita yang mengeluarkan darah haid di anggap sebagai aib. Karena darah yang keluar dari kemaluan tersebut di anggap darah penyakit dan menandakan wanita tersebut adalah wanita penyalitan. Namun Pada kenyataanya, haid merupakan kondisi biologis yang akan di alami setiap wanita normal, yang merupakan tanda bahwa ia sudah sampai pada masa pubertas atau baligh. Dalam Al-Qur’an, haid telah di jelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 222, yang artinya.

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid. Dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang di perintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (Q.S Al-baqarah : 222)

Tidak jarang wanita yang tidak mengerti keutamaan haid yang membuatnya berharap agar tidak megalami haid agar dapat melaksanakan ibadah setiap waktu, terlebih ketika berada dalam bulan ramadahan. Pandangan seperti ini adalah pandangan yang keliru. Sebab haid yang di alami oleh wanita memiliki dampak yang baik bagi tubuh serta keutamaannya dalam hal ibadah. Sebagai wanita, tentu perlu untuk mengetahui manfaat dan keutamaan dari kondisi haid agar tidak keliru dalam menyikapinya. Di dalam sebuah kitab karya Utsman bin Hasan Ahmad Syakir yang berjudul Dzurotun Naasihin Fil Wadzi Wal Isroo riwayat, Aisyah r.a mengatakan bahwa.

“Tidak ada dari pada seorang perempuan yang kedatangan haid, melainkan adalah haidnya itu menghapus dosa-dosa yang telah lalu jika membaca do’a dan dzikir pada hari yang pertama ia haid.”

Dari penjelasan tersebut dapat di ketahui bahwa haid seorang wanita merupakan sebuah penghapusan dosa-dosa wanita yang telah ia lakukan di waktu lalu. Maka haid dapat di artikan sebagai momen istimewa bagi seorang wanita. Sebab ketika mengalami kondisi haid maka ia tengah di lebur dosa-dosanya oleh Allah SWT.

Perintah Dzikir

Pada dasarnya, selain perintah untuk melaksanakan ibadah fardhu, setiap manusia juga di perintahkan untuk mengamalkan dzikir di dalam kehidupannya. Tujuan dari dzikir adalah untuk selalu ingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam kondisi apapun. Hal ini termuat dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 41-42, yang artinya

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama ) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (Q.S Al-Ahzab : 41-42)

Dari ayat tersebut dapat di pahami bahwa Allah SWt memrintahkan pada setiap hamba-Nya untuk selalu berdzikir dan ingat kepada-Nya. Pada umumnya, dzikir baiknya di amalkan setiap hari. Namun ada beberapa waktu yang paling bagus untuk mengamalkan dzikir. Sebagai mana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Ghafir ayat 55. Yang artinya,

“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar. Dan mohon ampunlah untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu sore dan pagi.” (Q.S Al-Ghafir : 55)

Hal ini juga di pertegas oleh Rasulullah SAW, Beliau bersabda.

“Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah SWT mulai dari waktu sholat subuh hingga terbit matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak dari putra Nabi Ismail. Dan duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah mulai dari waktu ashar sampai terbenamnya matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak.” (H.R Abu Dawud)

Dzikir Bagi Wanita Haid

Wanita yang tengah dalam kondisi haid, meskipun tidak di perbolehkan untuk melaksanakan ibadah fardhu, namun ia di perintahkan untuk tetap berdzikir agar selalu ingat dengan Allah SWT. Sebagaimana telah di jelaskan dalam sebuah kitab karya Utsman bin Hasan Ahmad Syakir yang berjudul Dzurotun Naasihin Fil Wadzi Wal Isro. Dari sayyidah Aisyah r.a, Rasulullah SAW bersabda,

“Tidak ada perempuan haid, kecuali haidnya bisa menghapus dosa masa lalu dari semua dosanya. Dan jika ia membaca ‘Alhamdulillah ala kulli hallin wa astagfirullah min kulli dzambin’ pada hari pertama. Maka Allah akan menuliskan kepadanya bahwa ia akan melewatkan api neraka dan kemudian dapat berada di jembatan dhiratal mustaqim dengan selamat dana man dari siksaan dan akan di naikkan pangkatnya oleh Allah SWT. Setiap hari dan setiap malam pahal empat puluh syuhada bagi ia yang berdzikir tersebut kepada Allah dalam masa haidnya.” (Utsman bin Hasan Ahmad Syakir : Dzurotun Naasihin Fil Wadzi Wal Isroo)

Dari riwayat di atas dapat di ketahui bahwa wanita yang mengamalkan dzikir ketika dalam kondisi haid maka akan terhapus dosany yang lalu, terhindar dari apai neraka dan jika di amalkan setiap pagi dan sore maka wanita tersebut akan menadapat pahala empat puluh syuhada. Berikut ini adalah amalan amalan dzikir berserta artinya.

“Alhamdulillah ala kulli hallin wa astagfirullah min kulli dzambin.” Yang artinya,

“Segala puji bagi Allah atas segala perkara, dan aku mohon ampun kepada-Mu atas segala dosa.”

Penutup

Setiap wanita normal akan mengalami kondisi haid, karena itu adalah hal yang wajar secara biologis dan sudah menajdi kodrat bagi kaum wanita. Sungguh nikmat yang luar biasa bagi wanita yang telah mendapatkan keistimewaan berupa mengalami kondisi haid. Dengan mengamalkan dzikir di atas maka akan terhapus dosanya yang telah ia perbuat di masa lalu. Ia juga akan terhindar dari api neraka, dan akan selamat ketika melintasi jembatan shirotol mustaqim dan akan terhindar dari siksa Allah SWT. Dengan mengamalkan dzikir tersebut, Allah SWT juga akan mengangkat derajat wanita dengan lebih tinggi. oleh karenanya, akan sangat di sayangkan apabila wannita yang tengah dalam kondisi haid hanya menghabiskan waktunya dengan tiduran dan bermalas-malasan saja.

Demikian pembahasan dari Kawan Mama mengenai keutamaan dzikir bagi wanita haid. Stelah mengetahui hal ini, tentu perlu bagi kita untuk selalu mengamalkan dzikir setiap waktu. Terlebih ketika dalam kondisi haid di mana kita tidak di perbolehkan untuk melakukan ibadah-ibadah fardhu.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

Sumber :

  • Bincangsyariah
  • kalam.sindonews
Amalan Bagi Wanita Haid

Amalan Bagi Wanita Haid

Amalan Bagi Wanita Haid

Amalan Bagi Wanita Haid

 

Hallo Kawan Mama,

Setiap dari wanita normal pada umumnya akan megamalami kondisi haid, dan ini sudah menjadi kodrat di yang akan di alami kaum wanitaketika menginjak masa pubertas. Haid adalah keluarnya darah kotor akibat luruhnya dinding Rahim pada wanita yang keluar dari kemaluan wanita berupa cairan darah kotor dengan warna cenderung pekat.  Hal ini biasa terjadi pada wanita di mulai dengan umur Sembilan tahun. Dan di dalam agama Islam, wanita yang sedang haid akan mengalami kondisi tertentu di mana ia tidak di perbolehkan melakukan aktivitas tertentu, terutama dalam hal ibadah.

Wanita muslim yang mengalami kondisi haid tidak dapat melakukan kegiatan ibadah, seperti sholat fardhu, sholat sunnah, melakukan puasa, membaca dan memegang mushaf Al-Qur’an serta tidak di perblehkan melakukan thawaf. Seorang muslimah yang telah menikah juga tidak di perkenankan berhubunganb badan dengan sang suami ketika dalam kondisi haid. Sebagai muslimah yang taat beragama tentu hal ini menjadi kendala bagi kita dalam kegiatan beribadah. Tapi kamu tidak perlu risau kebingungan ketika mengalami kondisi seperti ini. Pada dasarnya banyak sekali kegiatan positif terkait dengan ibdah yang dapat kamu lakukan ketika dalam kondisi haid.

Karena pada hakikatnya, ibadah adalah kegiatan yang harus di lakukan oleh setiap umat Islam dalam kondisi apapun. Lalu bagaimana muslimah harus beribadah ketika dalam kondisi hais ?, Bagaimana muslimah dapat tetap dekat dengan Allah ketika tidak di perbolehkan melakukan ibadah-ibadah tersebut ?. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini pasti kerap muncul dalam benak kita sebagai muslimah yang ingin beribadah meskipun dalanm kondisi haid.

Pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas do’a dan amalan yang di anjurkan oleh Islam pada wanita ketika dalam kondisi haid. Karena bagaimanapun seorang muslimah tetap harus melakukan ibadah agar selalu dekat dengan Allah SWT. Berikut adalah penjelasannya.

Amalan Wanita Muslimah Dalam Kondisi Haid

  1. Do’a Hari Pertama Haid

Wanita muslimah yang mengalami kondisi haid tetap memiliki kewajiban untuk melakukan ibadah agar selalu ingat dan dekat dengan Allah SWT. Pada hari pertama, wanita muslimah yang tengah mengalami awal kondisi haid, di anjurkan untuk membaca do’a sebagai berikut.

“Alhamdulillah ala kulli hallin wa astagfirullaha min kulli dzanbin”

Artinya, “Segala puji bagi Allah atas segala perkara, dan aku mohon ampun kepada-Mu atas segala dosa.”

Do’a ini baik untuk di amalkan ketika hari pertama mengalami kondisi haid datang. Hal ini bertujuan agar kita tetap selalu bersyukur dan memohon ampun atas segala dosa-dosa yang telah di perbuat. Dengan mengamalkan ini, di harapkan agar kita dapat selalu ingat dan dekat dengan Allah SWT.

  1. Berdzikir

Meskipun dzikir bukanlah salah satu dari ibadah fardhu, namun sebagai seorang muslimah yang taat, Allah memerintahkan untuk selalu mengamalkan amalan ini. Dzikir dapat di lakukan oleh siapapun dan dalam kondisi apapun, bahkan bagi muslimah yang tengah dalam kondisi haid. Oleh sebab itu, dzikir merupakan amalan yang baik dan cocok untuk di amalkan bagi wanita muslimah yang tengah dalam kondisi haid. Mengamalkan dzikir bertujuan untuk selalu mengingat dan bersyukur kepada Allah SWT serta memohon pengampunan kepada-Nya.

Muslimah yang tengah dalam kondisi haid dapat mengalamkan dzikir berupa membaca kalimah-kalimah tayyibah. Seperti membaca tahmid, istrigfar, tasbih, tahlil dan membaca takbir dengan berulang-ulang. Karena para ahli fiqih (fuqoha) jug sudah sependapat akan amalan ini yang dapat di amalkan oleh muslimah walaupun dalam kondisi haid. Amalan ini walaupun bukan termasuk ibadah wajib, namun setidaknya dapat menggantikan ibadah wajib yang tidak bisa kita lakukan karena kendala haid. Dengan demikian akan baik bagi muslimah untuk mengamalkan amalan ini ketika dalam kondisi haid melanda.

  1. Mendengarkan Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan pedoman dan pegangan bagi setiap umat Islam yang di dalamnya memuat berbagai petunjuk kehidupan dari Allah SWT. Dan tentunya wajib bagi kita sebagai umat yang taat untuk selalu membaca dan mengamalkannya. Namun bagi wanita dalam kondisi haid, memgang mushaf dan membacanya merupakan perkara yang di haramkan. Sebab pada saat mengalami kondisi haid, terdapat hadas besar pada tubuh wanita, sehingga membuat wanita haram untuk menyentuh dan membaca Mushaf Al-Qur’an.

Namun jangan khawatir berlebihan, wanita haid tetap dapat mendengarkan lantunan ayat Al-Qur’an. Hal ini di maksudkan agar wanita dalam kondisi haid agar selalu ingat dan dekat dengan Allah SWT. Sebab bagaimanapun Al-Qur’an adalah kitab yang di dalamnya terdapat petunjuk-petunjuk kehidupan. Seperti telah di ceritakan oleh Aisyah r.a ketika ia tenga haid, beliau berkata.

“Rasulullah SAW meletakkan kepalanya di pangkuanku saat aku sedang haid, dan dia membaca Al-Qur’an” (H.R Ibnu Majjah)

Ketentuan membaca Al-Qur’an masih menuai banyak perdebatan oleh para ulama. Namun jika di kembalikan lagi, membaca Al-Qur’an adalah perintah dari Allah SWT yang harus di laksanakan bagi muslim yang telah suci. Beberapa ulama berpendapat bahwa boleh bagi wanita haid untuk membaca Al-Qur’an namun tidak dengan menyentuh mushafnya. Hal ini bertujuan agar mulimah dalam kondisi ini tidak meninggalkan Al-Qur’an dan selalu ingat kepada Allah SWT. Terutama bagi wanita yang tengah menghafal Al-Qur’an untuk menghindari hilangnya hafalan-hafalan yang ia miliki.

  1. Berdo’a

Berdo’a merupakan sebagai media untuk kita berkomunikasi dengan Allah SWT. Dengan berdo’a, kita dapat meminta apa yang kita inginkan dan menjadi media bagi kita untuk selalu ingat dan dekat dengan Allah SWT. Karena pada dasarnya, do’a adalah inti dari semua ibadah-ibadah yang telah kita lakukan. Sebagaimana telah di sampaikan oleh Rasulullah SAW, beliau bersabda.

“Do’a itu merupakan inti dari ibadah.” (H.R Tirmidzi)

Do’a adalah media kita untuk selalu berkomunikasi dan mengatakan keinginan kita kepada Allah SWT. Bahkan jika di ingat kembali, kita di anjurkan untuk selalu ingat dan berdoa walau dalam hal yang kita anggap sepele sekalipun. Seperti berdo’a ketika makan, setelah makan, masuk WC, keluar WC, memakai pakaian dan do’a pada kegiatan-kegiatan keseharian lainya. Hal ini di maksudkan agar kita selalu ingat kepada Allah dan meminta pengampunan dan perlindungan pada setiap aktivitas yang kita lakukan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Mu’min ayat 60, yang artinya.

“Dan tuhanmu berfirman, ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (Q.S Al-Mu’min : 60)

  1. Membaca Sholawat

Selain amalan-amalan di atas, wanita yang tengah dalam kondisi haid juga dapat membaca sholawat. Membaca sholawat adalah salah satu perintah Allah SWT kepada hamba-Nya. Sebab, membaca sholawat adalah sebagi media kita dalam mengutarakan cinta kasih kita, serta kerinduan kita pada Rasulullah SAW yang merupakan kekasih dari Allah SWT. Bahkan Allah dan para malaikat-Nya juga turut bersholawat kepada Rasulullah SAW. Karena bagaimanapun Rasulullah SAW adalah manusia yang paling sempurna yang telah membawa kita untuk mengenal agama Islam ini. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 56, yang artinya.

“Sungguh Allah dan para Malaikat-Nya bersholawa untuk Nabi Muhammad SAW. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian kepada Nabi. Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S Al-Ahzab : 56)

Dengan bershalawat kepada Nabi maka Allah akan bersholawat kepadanya sebanyak sepuluh kali. Hal ini menjadikan sholawat merupakan hal yang cocok untuk di amalkan bagi wanita yang tengah dalam kondisi haid. Karena pada dasarnya, sholawat dapat di lakukan oleh siapa saja, dan dalam kondisi apa saja serta faedah yang besar bagi siapa saja yang mengamalkannya. Sebagaiman telah di sampaikan oleh Rasulullah SAW, yang artinya.

“janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian kuburan dan janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat perayaan. Bersholawatlah kepadaku karena sesungguhnya ucapan sholawat kalian akan sampai kepadaku di manapun kalian berada.” (H.R Abu Dawud)

Penutup

Agama Islam memrintahkan bagi setiap umatnya untuk selalu melakukan ibadah kepada Allah SWT. Hal inijug berlaku bagi seorang wanita yang tengah dalam kondisi haid. Karena kondisi haid tidak membuat wanita sepenuhnya dapat meninggalkan ibadah. Meskipun beberapa ibadah tidak di perbolehkan untuk di lakukan, namun wanita dalam kondisi haid tetap harus mengamalkan perintah ibadah lainya agar selalu ongat kepada Allah SWT. Dari penjelasan di atas dapatdi pahami, bahwa masih ada beberapa kegiatan ibadah yang baik di lakukan oleh wanita yang tengah dalam kondisi haid. Hal ini tentu bertujuan agar wanita dalam kondisi haid tetap selalu ingat atas kewajibannya sebagai umat dan selalu dekat dengan Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW

Demikian pembahasan dari Kawan Mama mengenai amalan yang dapat di lakukan wanita yang tengah dalam kondisi haid. Agama islam sangat memperhatikan aktivitas umatnya sampai bagian terkecil sekalipun. Islam selalu memiliki cara untuk memudahkan umatnya untuk beribadah dan untuk selalu dekat dengan Allah SWT.

Semoga tulisan in dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

Sumber :

  • Merdeka
  • Orami
Minuman Yang Baik Ketika Haid Atau Menstruasi

Minuman Yang Baik Ketika Haid Atau Menstruasi

Konsumsilah Minuman Ini Ketika Haid Atau Menstruasi

Minuman Sehat

 

Hallo kawan mama,

Pada artikel yang lalu, kawan mama telah membahas daftar makanan yang baik untuk di konsumsi ketika haid. Maka kali ini kawan mama akan mengulas minuman apa saja yang baik di konsumsi ketika haid.

Tidak hanya makanan tentunya, kamu juga perlu memperhatikan minuman apa yang kamu minum selama periode haid berlangsung. Menjaga tubuh mengoknsumsi minuman yang baik ketika haid tentunya menjadi hal yan penting. Jika salah mengkonsumsi minuman bisa saja efek sampingnya dapat memperburuk kondisi tubuh ketika haid.

Beberapa minuman memang sebaiknya di hindari terlebih daulu. Seperti minuman bersoda, minuman tersebut harus di hindari selama haid berlangsung. Sebab dapat mengakibatkan gangguan haid tingginya kandungan kafein dan gula.

Berikut ini kawan mama sajikan daftar minuman sehat yang yang dapat kamu minum ketika haid.

  1. Kunyit

Minuman Sehat Kunyit

Mengkonsumsi kunyit ketika haid atau menstruasi adalah pilihan tepat. Sebab ketika sedang haid otot-otot rahim akan mengalami kontraksi dan kunyit berperan untuk meredakan radang dan kontraksi pada rahi serta mengurangi rasa nyeri yang datang. Menggkonsumsi kunyit dapat membantu kamu mengatasi masalah sistem pencernaan. Kamu dapat meminumnya dengan di campur jahe atau lemon sebagai pelengkap.

  1. Jahe

Makanan Jahe

Jahe dapat menjadi opsi minuman ketika kamu haid. kandungan anti-inflamasi pada jahe, dapat membantu meredakan nyeri otot akibat kontraksi pada rahim. Tidak hanya itu, jahe juga dapat mengurangi rasa mual yang terjad. Namun, beberapa ahli mengatakan untuk mengurangi mengonsumsi jahe hangat dengan meminum dengan secukupnya dan tidak berlebihan. Cukup dengan 4 gram sehari, jika lebih takutnya bisa menyebabkan mulas dan sakit perut. Kamu juga dapat meminumnya dengan di tambahi kayu manis.

  1. Smoothies

 Makanan Sehat Smoothies

Smoothies sangat baik di konsumsi saat haid berlangsung. Karena dengan mengonsumsinya dapat membantu meredakan rasa nyeri ketika haid dengan sekali minum. Kamu bisa menambahkan apel dan pisang yang dapat membantu mengatasi sindrom PMS serta gejala lain akibat kondisi haid. Smoothies yang di tambah susu kedelai atau yoghurt untuk asupan kalsium akan menjadi lebih lengkap.

  1. Yoghurt

Makanan Yogurt

Dengan mengkonsumsi Yoghurt yang banyak kandungan nutrisi, kalsium dan magnesium. Kandungan bakteri baik yang ada di dalam yogurt dapat pula membantu sistem pencernaan agar kembali lancar sehingga dapat mengurangi resiko gejala nyeri pada perut ketika haid datang.

  1. Air Putih Hangat

Air Mineral

Jangan salah, air putih hangat juga dapat membuat haid menjadi lancar loh. Mengutip dari Healthline, H2O atau hidrogen dioksida yang terkandung dalam air putih sangat baik untuk tubuh. Ketika haid berlangsung, kondisi perut kadang akan terasa kembung di sertai nyeri, cara praktis dan simpel mengatasinya ialah dengan meminum air putih hangat.

  1. Mengkonsumsi Buah-Buahan

Buah Buahan Segar

Ketika wanta sedang berada dalam kondisi haid. Maka tubuh akan banyak kehilangan cairan dan dapat mengalami dehidrasi. Dengan mengakonsumsi buah-buahan yang segar dan kaya akan vitamin dan nutrisi dapat membantu mengisi kembali cairan tubuh yang hilang akibat kondisi haid.  kamu dapat membuat berbagai minuman dengan bahan dari buah-buahan segar. Beberapa minuman dari buah-buahan yang baik untuk di konsumsi ketika haid ialah, jus semangka, pisang dan jus nanas. Kamu juga dapat meminum jus wortel ataupun jeruk asli yang  kaya akan vitamin.

  1. Cokelat Hangat

Coklat Hangat

Kamu dapat mencoba mengonsumsi segelas cokelat hangat ketika sedang haid. Pasalnya, di dalam cokelat memiliki cukup banyak kandungan zat besi dan magnesium. kedua unsur tersebut sangat di butuhkan tubuh ketika dalam kondisi haid. Dan dengan mengkonsumsi cokelat hangat dapat membantu meredakan gejala-gejala yang datang akibat haid.

 

Itu loh daftar minuman yang baiknya di konsumsi ketika berada dalam kondisi haid. Namun Selain minuman tersebut dapat meredakan gejala kram, kembung dan nyeri saat haid bisa juga dengan cara mengompres perut dengan air hangat. Jika nyeri haid terasa semakin memburuk dan tidak kunjung mereda, Cobalah periksa ke dokter. Sebab, bisa jadi gejala haid yang berlebihan di sebabkan oleh faktor-fator lain.

Yuk mari mulai hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan dan minuman sehat agar tubuh kamu tetap dalam kondisi prima dan siap untuk beraktivitas.

 

Sumber

  • Halodoc
  • merdeka
Ciri Dan Tanda Anak Mengalami Haid Atau Menstruasi Pertama

Ciri Dan Tanda Anak Mengalami Haid Atau Menstruasi Pertama

Ciri-Ciri Anak Menjelang Haid Atau Menstruasi Pertama

Anak Dan Ibu

 

Hallo kawan mama,

Seorang gadis akan mengalami masa di mana ia beranjak dewasa, biasanya akan di awali dari masa pubertas dengan di tandai terjadinya haid untuk kali pertamanya.

Saat seorang anak gadis tumbuh dewasa, ia akan mengalami haid untuk pertama kalinya. Haid atau menstruasi yang pertama kali terjadi di sebut dengan menarche, ini adalah tanda yang jelas bahwa anak perempuan sudah memasuki usia puber. Fenomena tersebut mengindikasikan bahwa tubuh seoarang anak gadis telah siap tumbuh dewasa. Anak gadis, umumnya akan mengalami haid pertama ketika ia beranjak usia 10-15 tahun dan hal tersebut terjadi secara normal.

Tidak ada kepastian umur yang benar-benar spesifik tentang kapan waktu terjadinya kondisi haid untuk kali pertama. namun akan ada beberapa tanda seorang anak gadis akan mengalami pubertas, seperti tumbuhnya payudara dan bulu ketiak yang kemudian berubah menjadi keputihan.  Keputihan tersebut biasanya akan muncul 6 bulan sampai 1 tahun sebelum anak gadis mengalami haid pertamanya.

Tentunya akan ada beragam reaksi dar anak gadis ketika mengalami haid  pertama kali, kadang  merasa takut, khawatir, kaget atau bersikap biasa saja. Sebagai orang tua, terutama seorang ibu harus memberi pengertian akan hal penting seputar haid. sehingga membuat si anak mulai semakin bertambah dalam menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh dengan lebih baik.

Nah berikut adalah ciri atau tanda anak gadis kamu mengalami haid pertamanya.

  1. Perubahan Bentuk Tubuh Pada Bagian Payudara

Perubahan bentuk pada bagian payudara dan bagian puting mungkin adalah hal pertama yang perlu di perhatikan ketika ingin mengetahui tanda-tanda anak mengalami.  Mulanya, akan ada benjolan kecil di area puting yang akan terangkat. Kemudian, area puting yang gelap akan berubah membesar dan mulai membengkak, dan mungkin akan terasa seperti adanya benjolan kecil di dada. Hal Ini di sebut dengan istilah tunas payudara.

Mengutip dari Hello Clue, fenomena ini bisa terjadi di kedua sisi secara bersamaan dan bisa hanya satu sisi saja pada mulanya. Bila hanya tumbuh pada satu sisi, maka di butuhkan waktu sampai 6 bulan untuk menyamai sisi lain. Pada umumnya seorang gadis akan mengalami haid pertama pada 2-3 tahun setelah payudara mulai tumbuh dan berubah. Jika kuncup payudara pada anak gadis mulai tumbuh pada usia sekitar 8 atau 9 tahun,maka mungkin di perlukan waktu sampai tiga tahun untuk haid petama kali terjadi.

  1. Perubahan Postur Tubuh

Ketika menjelang haid pertama, biasanya anak akan mengalami perubahan bentuk tubuh, mulai dari tinggi atau berat badan dan perubahan lainya. Umumnya perubahan-perubahan seperti ini dapat terjadi 2-3 tahun sebelum haid pertama terjadi. Namun tidak jarang seorang gadis menegalami perubahan seperti ini pada 6 bulan sampai 1 tahun sebelum mengalami haid pertama.

Sebagai seorang ibu, tentunya harus rajin mengamati bagaimana pertumbuhan yang di alami oleh anak gadisnya. Ketika pada bagian tubuh anak gadis terdapat perubahan, terutama, pada bagian payu dara, puting, kemaluan, bulu keitak atau bahkan postur tubuh. Maka itu dapat menjadi patokan bahwa anak kesayangan kamu sudah mulai tumbuh dewasa.

  1. Tumbuhnya Rambut

Tidak hanya perubahan pada fisik si anak, dalam masa puber, ketika seorang gadis mengalami keadaan tersebut maka ia akan mengalami pertumbuhan yang signifkan. Seperti tumbuhnya rambut pada bagian kemaluan dan juga pada bagian ketiak si anak gadis.

Tidak sedikit pula dari anak yang mengalami kondisi di mana tumbuh rambut pada kemaluan lalu kemudian barulah fisik akan mengalami perubahan. Sedangkan bagian ketiak, rambut akan tumbuh dengan sangat lambat. Biasanya ketik rambut pada ketiak sudah mulai tumbuh maka ia sudah dekat dengan masa pubertas.

  1. Keluarnya Cairan Dari Kemaluan Si Anak

Ketika beranjak puber anak akan mengalami fenomena keluarnya cairan dari kemaluan atau vagina. Cairan bertama biasanya berwarna kecoklatan, di sebut juga dengan istilah flek. Kemudian tanda berikutnya, akan keluar cairan yang berkarakter cenderung tipis dan agak lengket, bisa juga tebal dan lengket, dan berwarna bening, bisa juga putih atau bahkan putih pudar. Fenomena ini di sebut juga dengan istilah keputihan atau menarche, yang akan terjadi umumnya sekitar 6 bulan sebelum si anak mengalami haid pertamanya.

Jika si anak sudah merasa bahwa ia sudah mendekati haid pertamanya, maka mungkin lebih baik jika di lakukan persiapan. Seperti meletakkan pembalut dan pakaian dalam di ransel jika tiba-tiba terjadi haid sedangkan anak sedang tidak di area rumah.

  1. Mood Yang Tidak Menentu

Ketika anak menjelang haid untuk pertama kali, maka biasanya akan terjadi perubahan emosi pada si anak. kadang berubah sangat emosional dan pemarah kadang juga mejadi sedih hanya karena hal kecil. Kadang perubahaan mood ini juga di sebaban oleh pertumbuhan fisik sebelum mengalamai haid. Perubahan pada bagian payudara dan puting yang menjadi lebih lembut dan cenderung lebih sensitif dapat membuat anak mengalami kondisi mood yang tidak menentu.

Kondisi ini di sebut dengan premenstrual syndrome atau lebih di kenal dengan istilah PMS. Artinya ketika ada gejala yang mempengaruhi mood atau fisik atau bahkan kondisi  sikologi dar seorang gadis maka dapat di pastikan ia sedang mengalami premenstrual syndrome (PMS).

Gejala PMS umumnya terjadi 7 hari sebelum haid, tak perlu bingung ataupun memarahinya, sebab gejala PMS pada masa pubertas sangat wajar terjadi. Ini menunjukan bahwa si anak gadis kamu sedang berada di masa penyesuaian diri terhadap siklus pubertas yang sedang di alami.

Terkadang dalam kondisi ini, anak akan merasa sedikit malu, khawatir atau gugup tentang haid.

sebaiknya berbicaralah dengan anak seputar haid secara empat mata, atau bicarakan dengan seseorang yang dekat dan terpercaya. Ajari putri kesayanganmu bagaimana pengertian tentang haid atau menstruasi, apa saja efeknya, bagaimana cara menyikapinya, bagaimana cara membersihkannya. Dampingi anak dalam masa pertumbuhan menuju dewasa dengan baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Semoga tulisan ini bermanfaat. . .

 

 

Sumber

  • Orami
  • hellosehat
Anak Gadis Mengalami Haid Pertama kali

Anak Gadis Mengalami Haid Pertama kali

Hal Yang Di Lakukan Ketika Anak Gadis Mengalami Haid Pertama kali

Ibu Dan Anak Gadis

 

hallo kawan mama,

haid adalah kondisi yang akan di alami di alami oleh setiap wanita. Anak gadis  yang mulai beranjak dewasa juga akan mengalami haid untuk kali pertama. Namun ketika itu terjadi, apakah anak Ibu sudah siap ketika kondisi itu melanda? siapkah Ibu mendampingi anak menghadapi kondisi haid pertamanya?

Keluarnya darah dari anggota tubuh di area genital atau kemaluan, tentunya akan cukup menghawatirkan ketika pertama kali mengalami. Anak gadis akan terkejut dan bisa saja ketakutan jka ia tidak tahu-menahu kondisi ini. Penting bagi seorang Ibu untuk mengajari anak gadisnya fase haid atau menstruasi sebelum kondisi haid itu tiba.

haid akan terjadi untuk pertama kali biasanya pada gadis dengan rentang usia 9-16 tahun. Namun umunya, anak gadis akan mengalami haid pertamanya pada usia antara 11- 15 tahun. Jika anak gadis memliki hormon dengan pertumbuhan cepat, maka ia bisa mengalami haid pada usia 9 tahun. Namun jika terjadi kasus gadis berusia lebih dari 16 tahun namun sama sekali belum mengalami haid, maka cobalah berkonsultasi dengan dokter.

Agar anak gadis anda mengalami haid pertamanya dengan tanpa kendala apapun, baiknya perlu di ajari hal tertentu terkait haid yang di alami kaum wanita. Berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya ibu sampaikan pada si anak gadis:

Edukasi Untuk Anak Ketika Pertama Kali Mengalami haid

  1. Jelaskan Pengertian Haid Dengan Detail Pada Si Anak

Kamu dapat menjelaskan pengertian haid atau menstruasi dengan cukup detail. Ibu dapat mengatakan pada anak gadis, bahwa setiap wanita pasti akan mengalami kondisi haid dan itu terjadi secara normal. Baiknya jelaskan dengan menggunakan bahasamu, karena seorang ibu oasti lebih paham bagaimana berdialog dengan gadis kecilnya. Atau katakan saja bahwa datangnya kondisi haid merupakan proses di mana organ bagaian reproduksi pada wanita telah siap untuk di buahi dan sudah bisa hamil serta melahirkan.

Gejala dan perubahan kondisi yang terjadi pada anak gadis ini sebaiknya di sampaikan sedini mungkin. Sebelum gadis kecilmu mengalami haid untuk kali pertama. Sebagai orang tua, punya peran penting dalam mengajari terkait kondisi haid yang akan di alami oleh anak gadis kamu untuk mencegah terjadinya kesalahan informasi yang bisa saja anak dapati.

  1. Lama Waktu Berlangsungnya Haid

Tentunya perlu adanya penjelaskan pada si anak gadis, bahwa kondisi haid tersebut umumnya akan terjadi dengan berulang setiap 21 sampai 35 hari sekali. Kondisi Haid dapat terjadi dalam kurun waktu 3 sampai 7 hari dan kondisi ini bisa saja terjadi pada tanggal yang berbeda setiap bulannya. Selain itu, ketika pertama kal haid berlangsung, biasanya haida akan terjadi dengan tidak teratur. Namun seiring berjalanya waktu, periode haid tersebut perlahan-lahan akan berlangsung dengan teratur.

  1. Kenalkan Anak Pada Perlengkapan Yang Perlu Di Siapkan

Pada umumnya, ketika wanita mengalami kondisi haid mereka juga memiliki perlengkapan untuk membersihkan darah haid atau menstruasi yang keluar dari tubuh. umumnya barang  tersebut berupa pembalut ataupun tampon. Jangan lupa beritahu juga pada si anak tentang bagaimana cara membersihkanya.

Soerang bu juga harunya memberi tahu cara memilih pembalut atau tampon yang sesuai dengan anak. Hal ini di maksudakan agar tidak terjadinya iritasi dan infeksi pada alat vital anak karena sala memilih pembalut. Billa sediakan pembalut pada tas yang anak pakai untuk sekolah atau bepergian.

  1. Beritahu Cara Membersihkan Kemaluan Si Anak Ketika Haid

Setiap wanita biasanya memiliki cara tersendiri untuk membersihakan alat kemaluan etk berada dalam kondisi haid, ada yang mengunakan sabun bahkan sampo. Namun baiknya ajarkan anak memebersihkan alat kemaluan dengan air bersh yang mengalir saja. Baiknya di lakukan tanpa menggunaan sabun atau lainya, sebab di khawatirkan dapat membeuat iritasi ataupun infeksi pada alat kemaluan. Bersihkan mulai dari area ujung vagina sampai area ujung lubang anus.

  1. Gejala-Gejala Yang Terjadi Ketika Menstruasi

Beri penegertian pula pada anak bahwa umumnya, setiap wanita akan yang berada pada keadaan haid akan mengalami gejala seperti pertu keram, rasa nyeri, perut kembung dan kepala pusing. Beritahu juga kepada mereka bagaimana cara menanganinya dengan tepat.

  1. Beritahu Anak Untuk Mencatat Waktu Ketika Ia Mengalami Haid

Umumnya setiap wanita aka mengalami periode atau siklus haid yang teratur. Namun tidak jarang dari kaum wanita juga mengalami siklus atau periode haid yang tidak menentu. Dengan terjadinya siklus haid yang tidak menentu bisa jadi pertanda akan adanya gangguan pada sistem reproduksi wanita. Penting bagi seorang ibu untuk memberi tahu anak mereka untuk mencatat siklus atau periode haid. Di zaman digital ini, agar lebih mudah dan praktis peridode awal haid dapat di catat di handphone, atau bisa juga memasang kalender pribadi untuk si anak di kamar dan memintanya untuk menandai tanggal berlangsung haid. Bisa juga dengan mencatatnya di selembaran kertas yang di tempel di dinding kamar mandi.

  1. Ajarkan Pada Anak Tetang Tanggung Jawab Dirinya Dan Sekusalitasnya

Sangat perlu juga bagi seorang ibu untuk mengajarkan seorang anak menegenai tanggung jawabnya. Ajarkan anak dengan perlahan tentang bagaimana ia harus bertanggung jawab pada dirinya dan seksualitasnya. Misalnya, dengan mengajari anak tentang pengetahuan tentang pengertian alat reproduksi wanita, bagaimana fungsinya, siapa saja yang dapat melihatnya dan hal lain sebagainya terkait dengan alat reproduksi wanita dan hal-hal kewanitaan yang lain.

Pastinya membicarakan hal tersebut bukanlah perkara mudah, karena pastiya akan muncul pertanyaan-pertanyaan aneh dari si anak. Namun jangan khawatir, jawab saja sebagaimana kenyatanya dengan bahasa kamu yang pastinya dapat di menegrti oleh si anak. Usahakan si anak mengetahui tentan hal-hal tentang kewanitaan dari ibunya sendiri, dengan begitu seorang ibu dapat lebih memperhatikan tingkah polanya anak dengan lebih seksama. Jika hal tentang kawanitaan ia tahu dari orang lain, bukan tidak mungkin akan terjadi salah pengertian, salah informasi dan salah pemahaman.

Demikian pemahasan dari kawan mama terkait Hal yang perlu di lakukan seorang ibu ketika anak gadisnya mengalami haid untuk pertama kalinya. Nah, ketika mengalami haid untuk pertama kali, biasanya anak gadis akan mengalami perubahan pada emosi yang tidak menentu. Anak cenderung mulai kritis dalam berpendapat dan timbul semangat tinggi dakam beraktivitas.

Tanda-tanda sederhana seperti ini dapat di jadikan sebagai patokan kapan saatnya mulai mengedukasi anak gadis tentang haid dan organ reproduksinya. Usahakan dengan berdialaog dari hati ke hati tanpa ayah atau saudara laki-lakinya agar anak gadis merasa nyaman membicarakan topik tersebut atau hal pribadinya yang lain bersama sang Ibu.

semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

Sumber :

  • Klikdokter
  • Ibupedia
Aktivitas Baik Yang Di lakukan Ketika Haid

Aktivitas Baik Yang Di lakukan Ketika Haid

Aktivitas Yang Boleh Dan Baik Ketika Haid

Muslimah Belajar

 

Hallo kawan mama,

Dalam sudut pandang Agama Islam, haid atau menstruasi adalah kondisi di mana seorang wanita berada dalam keadaan yang tidak suci atau ‘kotor’ karena terdapat hadas terkait darah yang keluar dari tubunya. Menjelang masa haid, haram bagi wanita untuk melakukan kegiatan ibadah seperti sholat, thawaf saat haji, puasa dan di larang membaca Alquran.

Pada saat berlangsungnya masa haid, wanita yang sedang mengalami haid juga akan merasakan rasa lelah yang luar biasa. Tidak jarang pula yang harus menghabiskan seharian di ranjang. Karena pada saat haid, rasa sakit akan terasa lebih menggila hingga ada pula yang sampai pingsan karena kesakitan.

Dalam sebuah penelitian oleh, Obstetrics and Gynaecology Research mencatat, bahwa wanita yang sedang haid akan kehilangan produktivitas karena gejala yang di sebabkan oleh menstruasi. Survei tersebut telah di lakukan pada 32.748 wanita yang tengah mengalami haid.

Meski begitu, dalam agama Islam ada beberapa kegiatan dan aktivitas ketika haid, yang dapat di lakukan untuk tetap menjaga keimanan dan tetap dekat dengan Allah serta menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi rasa sakit akibat gejala haid.

Berikut ini adalah beberapa kegiatan dan aktivitas ketika dalam kondisi haid yang dapat kamu lakukan:

  1. Mendengarkan Al-Qur’an

aktivitas ketika haid yang boleh dan berpahala yang pertama adalah mendengarkan lantunan ayat Al-Qur’an. Meski memegang dan membaca terbilang di larang. Namun wanita haid tetap boleh dan di anjurkan untuk mendengarkan.

Dengan mendengar ayat suci Al-Qur’an, maka hati akan merasa sejuk, damai dan selalu dekat dengan Allah. Terkait kondisi haid, Aisyah r.a pernah berkata.

“Rasulullah SAW meletakkan kepalanya di pangkuanku saat aku sedang haid, dan dia membaca Alquran,” (HR Ibnu Majah).

Namun, dalam kalangan ulama, masih terdapat perbedaan antara boleh atau tidaknya mendengarkan Al-Qur’an, akan tetapi ada baiknya untuk tidak meninggalkan Al-Qur’an seluruhnya, agar diri tetap ingat dan dekat dengan Allah.

  1. Berdzikir

Dzikir merupakan aktivitas yang di anjurkan dan di perbolehkan untuk siapa pun dan dalam kondisi apapun. Wanita dalam kondisi haid dapat berdzikir dengan mengucapkan berbagai kalimah thayyibah seperti halnya tasbih, takbir, tahmid, tahlil, mengucap itstighfar dan dzikir lainnya.

Dalam hal ini, Para fuqaha (ahli fiqih) telah sepakat bahwa tiga hal terkait ibadah yang baik dan dapat di lakukan dalam kondsi suci ataupun tidak adalah membaca istighfar, zikir, dan doa kepada Allah. Berdzikir dapat menjadi aktivitas ibadah ketika haid datang menerpa.

  1. Bersholawat

Selain berzikir, aktivitas yang baik lainya ialah dengan bersholawat. Sholawat adalah bukti cinta dari seorang hamba mukmin kepada Allah dan Rasul-Nya. Sholawat dapat menyebabkan turunnya rahmat, pengampunan dari Allah dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Tidak ada dalil tentang pelarangan bersholawat dalam kondisi haid, artinya bersholawat dapat di lakukan saat suci atau kondisi hiad sekalipun.

  1. Berdoa

Sama halnya dengan aktivitas berzikir, berdoa dapat di lakukan oleh siapa pun dan kapan pun. Do’a merupakan ikhtiar dari seorang mukmin untuk semakin mendekatkan diri pada Allah dan dapat menjadi aktivitas yang baik dan berkah bagi wanita dengan kondisi haid.

Dalam keadaan haid, wanita masih dapat memanjatkan doa harian seperti Al-Matsurat yang merupakan kumpulan doa harian yang telah di amalkan oleh Rasulullah SAW.

  1. Menuntut Ilmu

Imam Muslim mencatat hadis tentang keutamaan orang yang sedang mencari ilmu, yang berbunyi.

” Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah SWT menunjukkan jalan menuju surga baginya.” (HR. Muslim)

Menuntut ilmu merupakan hal yang di wajibkan bagi setiap manusia yang mampu. Ada berbagai banyak cara menuntut ilmu yang dapat di lakukan oleh wanita yang sedang dalam kondisi haid. Seperti halnya dengan melakukan kegiatan mendengarkan tausiah, membaca buku, melihat vidio yang bermanfaat dan lain sebagainya.

  1. Berbuat Baik

Kegiatan ini dapat di lakukan oleh semua manusia tak terkecuali. Bahkan kegiatan ini di ajarkan dalam semua agama. Dengan mengamalkan kegiatan ini dapat menimbulkan rasa kepedulian antar sesama, keakraban antar sesama, dapat membantu orang yangkesusahan dan dapat mndekatkan diri dengan Alah SWT. Adai berbagai macam cara yanag dapat di lakukan dalam kegiatan berbuat baik. Seperti halnya, bersilaturahmi, bersedekah, membantu sesama dan lain sebagainya.

  1. Berolahraga

Olahraga adalah aktivitas yang di lakukan agar tubuh tetap sehat. Berolahraga pada saat haid merupakan aktivitas yang bagus untuk tubuh. Namun, pada kondisi haid, beberapa kegiatan olahraga yang berat cenderung akan memperparah kondisimu ketika haid.

Kamu perlu menyesuaikan jenis olahraga yang tepat yang akan di lakukan dalam kondisi tersebut. sperti melakukan olahraga, yoga, zumba, pilates, jalan kaki, berenang, dan menari. Namun dalam kondisi haid, usahakan berolahraga dengan secukupnya dan jangan sampai mengalami kelelahan. Karena kelelahan dapat memperburuk kondisi haid yang sedang kamu alami.

Dengan berolahraga kamu dapat mencegah gejala seperti perut kembung, mengurangi rasa kram, nyeri dan memperbaiki mood kamu.

  1. Mengkonsumsi Makanan Sehat

Dengan mengkonsumsi makanan sehat kamu dapat mempertahankan tubuh kamu tetap sehat.  Makanan yang sehat tubuh akan dapat banyak asupan nutrisi dan tubuh tidak akan mengalami dehidrasi. Dengan begitu gejala nyeri dan lainy dapat terminimalisir. Salah satu makanan sehat yang baik di konsumsi adalah sayuran hijau dan buah bauahan yang tinggi serat.

 

Pastikan kamu mengetahui kondisi fisik kamu sebelum melakukan aktivitas-aktivitas tersebut. Bila kondisi fisik tidak mendukung sebaikny jangan lakukan aktivitas yang berat, kamu bisa mengompres bagian yang nyeri dengan air hangat untu meredakannya.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat..

 

 

Sumber

  • Orami
  • Sehatq
Wanita Pintar – Hal Yang Di Larang Ketika Haid Atau Menstruasi

Wanita Pintar – Hal Yang Di Larang Ketika Haid Atau Menstruasi

Pantangan Yang Tidak Boleh Di Lakukan Saat Haid

Darah Menstruasi

 

Hallo kawan mama,

Haid merupakan hal atau suatu kondisi alami yang akan di alami oleh setiap tubuh wanita pada setiap bulannya. hal ini terjadi karena ketika sel telur dalam tubuh wanita tidak di buahi, maka akan meluruh dengan sendirinya dan larut keluar dari melalui lubang kemaulan wanita. Dalam kondisi haid ini, akan terjadi bermacam-macam perubahan hormon dalam tubuh wanita.

Sebagian banyak dari wanita akan mengalami gejala seperti mood swing, nafsu makan yang tingi, nyeri pada sekujur tubuh, kepala pusing, dan kadang gairah berhubungan badan yang meningkat. Hal tersebut membuat wanita harus belajar mengontrol diri agar tidak pasrah dan menuruti perubahan hormonal tersebut.

Ternyata ada beberapa larangan yang pantang di lakukan dalam kondisi haid menurut Islam dan larangan haid secara medis. Berikut ini telah kami rangkum pantangan apa saja yang harus di hindari wanita dalam kondisi haid.

Larangan Ketika Haid

  1. Tidak Di Perbolehkan Membaca Al-Qur’an

Dalam kondisi haid, seorang wanita tidak di perbolehkan untuk membaca Al-Qur’an. Hal ini  telah di sampaikan langsung oleh Rasulullah Saw. Dalam sabdanya yang berbunyi:

“Orang junub dan wanita haid tidak boleh membaca sedikit pun dari Alquran.” (H.R Tirmidzi)

Namun terkait hal ini ada banyak pendapat para ulama menegnai larangan ini. Seperti pendapat  pendapat Syekh Shaleh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan yang menjelaskan, bahwa seorang muslimah yang sedang haid tidak di perbolehkan membaca Al-Qur’an. Baik dengan mushaf atau lewat hafalannya, karena tubuhnya masih terdapat hadats besar. Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa boleh membaca melalui hafalan namun tidak dengan menyentuh mushafnya.

  1. Melakukan Sholat

Suatu ketika, Aisyah r.a di datangi oleh seorang wanita dan kemudian wanita tersebut bertanya,

Apakah salah seorang dari kami harus mengqadha sholat bila telah suci dari haid?”. Kemudian Aisyah bertanya, “Apakah engkau wanita Hururiyah? Kami dulunya haid di masa Nabi SAW. Beliau tidak memerintahkan kami mengganti sholat.” (HR. Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya.

Apabila haid datang, tinggalkanlah salat,” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam kondisi haid wanita tidak di perkenankan melakukan sholat sebab ia sedang dalam keadaan tidak suci atau kotor oleh hadas.

  1. Di larang Berpuasa Wajib Ataupun Sunnah

Dalam sebuah hadist telah di sebutkan bahwa.

“Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami di perintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak di perintahkan untuk mengqadha’ shalat’” (HR. Muslim)

Dalam hadist tersebut, telah di sebutkan bahwa melakukan ibadah puasa merupakan perbuatan yang di larang. namun ibadah puasa tersebut yang tidak di kerjakan pada saat haid, dapat di lakukan atau di ganti di hari yang lain. Dalam kasus ini yang di larang bukan hanya puasa waib, melainkan  puasa sunnah lainya pun tidak boleh di kerjakan.

  1. Masuk Dan Berdiam Diri Dalam Masjid

Di dalam Al-Majmu II/163, An-Nawawi mengutip ucapan Ahmad bin Hanbal, yang berbunyi. “Haram bagi seseorang junub duduk dan berdiam diri di masjid, tetapi di bolehkan baginya melewatinya karena suatu keperluan. “Seseorang yang junub boleh berhenti dan duduk di masjid setelah dia berwudhu.”

Dari penjelasan tersebut dapat di pahami, bahwa wanita dengan kondisi haid tidak di perbolehkan untuk masuk ke dalam masjid kecuali jika ia mampu dalam memenuhi dua syarat tersebut. Yaitu mempunyai hajat yang harus ia tunaikan, serta boleh memasuki masjid jika ia dalam keadaan suci atau minimal dapat menaga keucian dari hadas haid yang ia alami.

  1. Tidak Di Perbolehkan Melakukan Hubungan badan.

wanita yang sudah menikah dan memliki suami di larang melakukan hubungan badan karena ia tengah berada pada kondisi haid dan tentunya dalam keadaan kotor dan tidak suci karena hadas haid. Hal ini telah di sebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 222.

  1. Tidak Boleh Di Talak Dan Meminta Talak Pada Suami

Ketika seorang istri medapat talak dari suami dalam kondisi haid, maka hal ini di sebut juga talak bid’i. Kejadian talak seperti ini sangat di larang dalam Islam. Di jelaskanoleh Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya dengan merujuk pada ucapan Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas dalam firman Allah yang bunyi, “Fathalliquuhunna li ‘iddatihinna.”

  1. Tidak Di Perbolehkan Thawaf Ketika Haji

Rasulullah SAW pernah berkata pada Aisyah ketika ia sedang melakukan ibadah haji, tetapi itu ia dalam kondisi datangnya haid. Rasulullah berkata,

“Kerjakanlah segala yang di kerjakan oleh orang yang sedang berhaji, tetapi jangan melakukan thawaf.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Tidak Di Perbolehkan Bermalas-Malasan Dalam Mengganti Pembalut

Larangan pada wanita yang berada pada kondisi haid menurut medis salah satunya adalah di larang malas dalam mengganti pembalut. Menurut Cleveland Clinic, ketika wanita dalam kondisi haid dengan pembalut yang jarang di ganti, maka dapat mengakibatkan infeksi dan ruam pada daerah kemaluan.

Pembalut, menstrual cup dan tampon merupakan benda yang kerap di pakai wanita haid. Di larang bermalas-malasan dalam menggantinya, terutama bila dalam kondisi darah keluar dengan banyak. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi pada vagina.

  1. Begadang

Tentunya tidur merupakan aktivitas primer yang di butuhkan setiap tubuh, terlebih jika kamu sedang dalam kondisi haid. Waktu tidur yang kurang akan menyebabkan meningkatnya hormon kortisol yang dapat mengakibatkan terganggunya keseimbangan hormon pada tubuh dan dapat memperburuk berbagai kondisi kesehatan tubuhmu ketika haid.

  1. Tidak Boleh Makanan Sembarangan

Pada saat memasuki kondisi haid, pola makan seorang wanita dapat berubah secara signifikan. Seperti makan dengan porsi besar atau makan dengan terus-menerus. Dalam kondisi haid, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak di konsumsi dan di hindari agar tidak rasa nyeri, sakit, dan kembung saat periode haid berlangsung tidak bertambah parah. Makanan tersebut berupa, alkohol, makanan yang mengandung kafein, garam, makanan berlemak (kolestrol), coklat, dan produk susu (es cream dan lainya).

Nah itu dia tadi, beberapa larangan yang tidak boleh di lakukan baik dalam pandangan agama Islam maupun dalam pandangan ilmu medis. Menjaga kesehatan dalam kondisi haid tentu sangat penting, pastikan kamu mengkonsumsi makanan yang sehat seperti sayuran hijau dan makanan sehat lainya agar terhindar dari gejala yang tidak mengenakkan.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

Sumber

  • Brilio
  • orami