Ciri-Ciri Perbedaan Haid Dan Istihadhah

Ciri-Ciri Perbedaan Haid Dan Istihadhah

Ciri-Ciri Dan Perbedaan Darah Haid Dan Istihadhah

Perbedaan Haid Dan Istihadhoh

 

hallo kawan mama,

Setiap dari kaum wanita pasti akan mengalami kondisi di mana ia akan mendapati bahwa dirinya sedang haid atau pun istihadhah. Dari sekian banyak kasus yang terjadi, beberapa kaum wanita terutama ketika pertama kali mengalami kondisi haid. Tentuny masih asing dan belum bisa membedakan antara apa itu darah haid dan darah istihadhah. Nah, pada kesempatan kali ini kawan mama akan sedikit banyak mengulas menegenai perbedaan antara darah haid dan darah istihadhah.

Pada umumnya wanita mempunyai periode yang tetap di mana masa haid terjadi pada tanggal yang sama. Namun tidak sedikit pula wanita yang mengalami kondisi haid yang berbeda pada setiap bulanya. Hal seperti ini kadang membuat bingung dan menjadi pertnayaan, apakah ini darah haid atau darah istihadhah, dan bagaimana menyikapinya?

Pada dasarnya, perbeda’an dari ciri-ciri dari darah haid dan istihadhah bagi wanita memang dapat di ketahui. Wanita akan dengan mudah dalam menganalisa dan menemukan perbedaan di antara keduanya. Dengan melihat dan mengamati pada darah yang keluar, maka akan terlihat perbedaan darah sekalipun dengan kasat mata.

Tenang saja, berkut ini kami sajjikan penjelasan terkait perbedaan darah haid dan darah istihadhah.

Apa itu haid?

Pengertian haid ada Dalam sebuah kitab yang berjudul Risaalah ad-Dimaa’ ath-Thabi’iyyah li an-Nisaa’ yang menjelaskan bahwa haid atau menstruasi, secara bahasa berarti mengalirnya sesuatu. Sedangkan secara istilah berarti keluarnya darah secara alami dari rahim seorang wanita tanpa sebab apapun pada waktu tertentu.

Umumnya wanita yang akan mulai mulai mengalami periode haid ektika ia sudah menginjak umur 9 tahun. Ulama terdahulu sepakat, jika perempuan mengeluarkan darah sebelum berusia sembilan tahun, maka darah tersebut bukanlah darah haid, melainkan darah penyakit. Namun untuk batasan maksimal usia dari wanita yang mengalami haid, para ulama masih saling berbeda pendapat.

masa berlangsungnya waktu haid umumnya terjadi paling singkat sehari semalam. Sedangkan waktu paling lama memakan sampai 15 hari. Wanita haid tidak boleh menjalankan ibadah seperti sholat, menyentuh dan membaca mushaf Al-Qur’an serta di larang berpuasa. Namun tetap dapat melakukan ibadah-badah sunnah lainya, seperti dziir, shalawat, sedekah dan lain-lain.

Ketika wanita sudah mulai mengalami siklus haid itu menunjukan tanda bahwa ia telah baligh dan harus menjalankan semua perintah agama dan menjauhi larangannya. Dan apabila masa haid wanita telah berakhir di wajibkan bagi kaum wanita untuk melakukan mandi besar wajib, guna membersihkan najis dan kotoran lainya yang menempel pada tubuh.

Apa itu istihadhah?

Sebuah darah yang keluar dar tubuh wnaita dapat di katakan istihadhoh apabila keluarnya darah dari vagina lebih dari umumnya waktu haid yang biasa di alami  (umunya 15 hari). Hal ini merujuk pada pendapat imam Syafi’i yang mengatakan bahwa jika pada waktu normal haid keluar darah minimal sehari semalam dan maksimal haid adalah 15 hari. Dan apabila  seorang wanita mengalami haid selama 3 hari, kemudian ia suci, lalu kemudian 2 hari berikutnya keluar darah selama 5 hari, maka darah yg keluar ke tersebut di anggap darah haid (di kalkulasikan dari 3 hari, 2haridan 5hari = 10 hari) karena kurang genap dari 15 hari.
namun apabila haid berlangsung selama 10 hari, kemudian suci 4 hari berikutnya dan keluar lagi pada hari ke 15, maka yang 1 hari terhitung haid. Akan tetapi bila darahmash keluar lebih dari 15 hari maka selebihnya di anggap darah istihadhoh dan sudah wajib melaksnakan sholat dan lainya.

Cara membedakan darah haid da darah istihadhah

Cara membedakan darah haid dan darah istihadhah adalah, pada dasarnya darah haid biasanya akan keluar dari urat atau otot yang ada di ujung rahim wanita dalam waktu-waktu tertentu. Sedangkan darah Istihadhah merupakan darah yang keluar dari urat yang terletak di bawah otot Rahim wanita.

Darah istihadhah berupa darah yang keluar dari kemaluan wanita dalam jangka waktu yang cenderung lama dari waktu biasanya, yaitu melebihi dari kebiasaan lama waktu haid, yang bisa saja di sebabkan oleh adanya penyakit atau gangguan lain.

Dalam sebuah hadist, Nabi pernah menjelaskan bahwa.

“Jika darah tersebut adalah darah haid, maka warnanya akan kehitam-hitaman sebagaimana telah di ketahui sebelumnya. Jika ciri-ciri darahnya seperti itu maka tinggalkanlah shalat. Namun bila ciri-cirinya berbeda maka berwudhulah lalu kerjakanlah shalat, sebab darah tersebut tidak lain adalah darah yang keluar dari urat (keluar karena adanya gangguan)”. (H.R Abu Dawud)

Penting untuk di perhatikan sebagaimana telah di jelaskan oleh Rasullah dalam hadis tersebut. Bahwa bedanya warna darah haid dengan darah istihadhah adalah darah istihadhah yang keluar dari tubuh warnanya tidak kehitam-hitaman seperti darah haid. Pada umumnya warna dari darah istihadhah berupa merah cerah dan tidak memiliki bau khusus seperti darah haid. Darah istihadhah juga akan segera membeku setelah keluar dari tubuh. Sementara darah haid tidak akan membeku walau di di amkan hingga 1 tahun lamanya.

Jadi dapat di simpulkan bahwa, bagi seorang wanita yang telah selesai haid namun masih tetap mengeluarkan darah di luar siklus berlangsungnya masa haid. Maka darah yang keluar di anggap merupakan darah istihadhah dan sudah di perbolehkan menjalankan ibadah (sholat) seperti ketika ia sedang suci (tidak Haid).

sebagai muslimah yang cerdas tentu harus bisa membedakan kedua hal tersebut dong. karena ini menyangkut pada ibadah yang akan kita pertanggung jawabkan kelak. semoga artikel ini dapat membantu dan menambah wawasanmu ya. . .

 

 

 

 

sumber

  • Bincangmuslimah
  • Alomedika
Haid Atau Menstruasi Menurut Pandangan Ulama

Haid Atau Menstruasi Menurut Pandangan Ulama

Haid Atau Menstruasi Menurut Pandangan Ulama

Hanita Haid

 

Hallo kawan mama,

Pada tulisan kali ini kawan mama akan mengulas tentang bagaimana sih Haid atau Menstruasi dalam pandangan para ulama.

Haid atau di sebut juga dengan menstruasi pertama yang di alami oleh wanita merupakan merupakan fenomena dan kejadian yang penting dalam dalam kehidupanya. Dan perlu di tanamkan bahwa dengan datangnya fenomena haid, pada waktu itu pula Allah telah mewajibkan untuk bagi hamba-Nya agar melaksanakan segala perintah-Nya dengan baik dan menjahui semua larangan-Nya. Haid sendiri merupakan barometer atau tolak ukur kesehatan seorang wanita. Faktor penting kesehatan seorang wanita adalah kondisi kesehatan, baik secara mental, fisik, spiritual dan sosial, serta bagian terpenting lainya dari kesehatan seorang wanita adalah mengenai kesehatan reproduksinya.

Pada era modern ini anak perempuan lebih cepat mengalami kondisi haid atau menstruasi. Menururt para ahli kandungan, pada zaman ini, anak perempuan cenderung lebih cepat mengalami kondisi haid, yang disebabkan banyaknya mengonsumsi makanan junk food yang mengandung unsur hormon.

Bagaimana fenomena tersebut dalam pandangan agama Islam?

Dalam sebuah kitab yang brjudul Risaalah ad-Dimaa’ ath-Thabi’iyyah li an-Nisaa’ di jelaskan bahwa haid atau menstruasi, secara bahasa berarti mengalirnya sesuatu. Sedangkan secara istilah berarti keluarnya darah secara alami dari rahim seorang wanita tanpa sebab apapun pada waktu tertentu.

Para ulama mazhab sepakat bahwa fenomena haid akan di alami seorang wanita, minimal ketika ia berusia 9 tahun. Jadi apabila seorang perempuan belum mencapai umur 9 tahun, namun telah mengeluarkan darah dari tubuhnya, maka darah tersebut bukanlah haid, melainkan darah penyakit.

Dalam pandangan Mazhab Hanafi, ketika seorang anak perempuan pada usia sembilan tahun kemudian mengalami haid, itu berarti  sudah wajib baginya untuk melaksanakan semua perintah agama, seperti halnya shalat dan berpuasa. Setiap bulan, seorang anak perempuan  akan mengalami kondisi haidsampai ketika ia berusia 55 tahun. Apabila setelah lebih dari usia 55 tahun, namun masih mengeluarkan darah haid, maka itu bukan termasuk darah haid. Kecuali, jika memilki ciri yang sama baru itu bisa dianggap darah haid.

Dalam ilmu fiqih, istilah iyas berarti berhentinya darah haid pada usia tertentu. Mengenai masa iyas ini, Mazhab Hanbali memiliki pendapat yang berbeda dengan Mazhab Hanafi. Mazhab Hanbali berpendapat bahwa iyas terjadi ketika seorang wanita  memasuki usia 50 tahun. Namun apabila pada usia tersebut seseorang masih mengeluarkan darah, maka itu tidak termasuk darah haid, Meskipun memiliki ciri yang sama.

Sedangkan Mazhab Maliki berpendapat bahwa seorang perempuan akan berhenti haid pada usia 70 tahun. Sedangkan Mazhab Syafi’i  mengatakan bahwa tidak adanya batasan usia seorang wanita mengalami kondisi haid. Menurut Mazhab Syafi’i, haid dapat di alami oleh semua perempuan selama ia masih hidup, sekalipun biasanya haid berhenti ketika memasuki usia 62 tahun.

Keempat mazhab sepakat bahwa hukum darah haid adalah najis. Dan, wanita tersebut di katakan suci setelah darah berhenti keluar,  lalu ia melakukan pensucian dengan cara mandi wajib. Jika darah haid hukumnya najis, lalu hukum bagi tubuh orang yang mengalami haid?

Dalam pandangan Syekh Yusuf Qaradhawi, seluruh anggota tubuh wanita haid, tidak najis. Beliau merujuk pada sebuah riwayat dari Aisyah r.a.

 

Suatu ketika Nabi Muhammad SAW meminta kepada Aisyah, “Bawakan kepadaku tikar kecil itu,” Kemudian ‘Aisyah menjawab, “Saya sedang haid, wahai Rasulullah” Maka Rasul SAW bersabda, “Inna haidhatiki laisat fii yadiki,” sesungguhnya haidmu itu tidak di tanganmu. (HR Bukhari).

 

Hadis ini dengan tegas mengisyaratkan bahwa tubuh seorang wanita yang sedang haid adalah suci. Tutur Syekh Qaradhawi, ketika ia menyentuh benda apapun termasuk air, tidak membuatnya menjadi najis. Namun bagaimana kalau ia menyentuh atau membaca Al-Qur’an?

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa, wanita haid di larang melakukan ibadah layaknya orang junub. Termasuk menyentuh Al-Qur’an dan masuk ke dalam masjid. Apabila ia membaca Al-Qur’an tanpa menyentuhnya, beberapa ulama memperbolehkannya. Namun ada juga yang melarang.

Imam Nawawi termasuk dari ulama yang melarang wanita haid membaca Al-Qur’an. Sedangkan ulama lain seperti Ibnu Jarir at-Thabari, Imam Bukhari dan Ibnu Munzir memperbolehkan. Al-Bukhari menyebutkan pendapat dari Ibrahim an-Nakha’i, “tidak ada salahnya seorang perempuan yang haid membaca ayat Al-Qur’an.

Dikutip oleh Syekh Muhammad al-Utsaimin dalam Fiqh Mar’ah al-Muslimah, Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa “tidak ada satupun sunnah yang melarang perempuan haid membaca Al-Qur’an”. Para wanita pada zaman Rasulullah juga mengalami haid. Maka, apabila membaca Al-Qur’an di larang sebagaimana dengan shalat, maka tentunya sudah di jelaskan pula oleh Rasulullah SAW. Beliau menambahi manakala tidak ada satupun riwayat dari Rasulullah yang mengharamakan perkara ini, maka tidak boleh di hukumi haram. Karena Rasulullah sendiri tidak menghukuminya haram.

Batas waktu berlangsungnya Haid

Dala menentukan batas waktu paling sebentar dan paling lamanya masa haid terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Seperti yang telah di jelaskan Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qaththani dalam Buku Shalatul Mu’min menjelaskan, bahwa tidak ada batasan pasti berapa lama atau sebentar kondisi haid berlangsung.

sebagian lainya berpendapat bahwa “waktu paling sebentar berlangsungnya haid adalah satu hari satu malam sedangkan waktu paling lama adalah 15 hari”, demikian pendapat dari jumhur ulama. Ibnu Taimiyah berpendapat tidak ada batasan waktu lama maupun sebentar dan tidak ada batasan masa suci di antara dua haid.

Dasar dari pendapatnya tersebut adalah adanya perselisihan yang terjadi di kalangan ulama dalam hal batas waktu paling lama masa haid. Namun, di antara para ulama tersebut, ada yang membatasi waktu paling lama masa haid saja tanpa membatasi waktu paling singkatnya. Hal tersebut membuat Ibnu Taimiyah memilih qaul di mana tidak ada batasan antara keduanya.

Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq bahwa,” tidak ada batasan pasti masa paling lama haid seorang wanita berdasarkan hujjah yang benar.”

Jika seorang wanita mengalami waktu haid dengan teratur dan rutin, maka ia dapat menggunakan panduan tersebut. Namun, apabila ia tidak memiliki siklus haid yang tetap, maka ia dapat menggunakan tanda-tanda dari darah yang keluar. Pendapat ini merujuk pada sebuah hadits yang diriwayatkan olehFatimah binti Abi Hubaisy yang menyebutkan bahwa darah haid wanita satu dengan wanita lainnya berbeda.

Dari Fatimah binti Abu Hubaisy, ketika ia sedang mengalami kondisi istihadhah, maka Nabi SAW bersabda, “Jika darah haid ia berwarna hitam yang biasa dikenal. Jika itu warnanya, maka berhentilah dari sholat dan jika yang lain maka berwudhulah dan sholatlah karena itu adalah keringat.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i dan lainnya. Di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih An-Nasa’i).

Ibnu Rusyd menjelaskan dalam kitab Bidayatul Mujtahid, Imam Malik berpendapat bahwa masa haid maksimal adalah 15 hari. Pendapat tersebut di dukung oleh Imam Asy-Syafi’i. Sedangkan, Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa, maksimal masa haid adalah 10 hari.

Sementara itu, Imam Malik tidak memberikan batasan terkait minimal masa haid berlangsung. Sekalipun yang keluar sebanyak satu tetes darah, tetap dapat di sebut sebagai darah haid. Sedangkan, Imam Asy-Syafi’iy berpendapat bahwa minimal masa haid adalah sehari semalam dan Imam Abu Hanifah berpendapat terjadi dalam tiga hari.

Dari penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa secara umum, para ulama fiqih telah sepakat jika seorang wanita mengalami kondisi haid lebih lama dari waktu yang biasanya, maka ia tengah mengalami istihadhah (darah penyakit).

 

 

 

Sumber

  • News.detik
  • Republika
Makanan Yang Baik Saat Haid Atau Menstruasi

Makanan Yang Baik Saat Haid Atau Menstruasi

Daftar Makanan Yang Baik Untuk Di Konsumsi Saat Haid

Makanan Sehat

 

Halo Kawan Mama,

Sepanjang siklus haid, kebutuhan nutrisi yang di perlukan seorang wanita cenderung tidak menentu dan fluktuasi hormon juga bukan satu-satunya penyebab. Para wanita juga kehilangan unsur mineral dalam tubuh dan vitamin esensial karena pendarahan.

beberapa ahli merekomendasikan dengan pola makan yang seimbang dan sesuai dengan siklus haid mereka untuk mengembalikan kondisi tubuh agar menjadi stabil. beberapa sumber makanan dapat membantu mempertahankan unsur-unsur yang sehat dan baik untuk tubuh, serta dapat mengurangi kondisi akibat siklus haid ini, seperti halnya kondisi mual, kram, kelelahan, sakit kepala, dan bengkak.

Bagi kaum wanita, tentunya haruslah tahu apa saja jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi pada kondisi haid atau menstruasi.

Nah, berikut kami sajikan daftar makanan yang baik untuk dikonsumsi dalam kondisi haid atau mentruasi,

  1. Pisang

Makanan Sehat Pisang

Pisang dapat menjadi opsi untuk tetap mendapatkan nutrisi yang baik selama kondisi haid. Buah ini kaya akan serat, magnesium, dan kalium yang akan membantu mengelola proses kondisi buang air besar yang tidak teratur, diare, dan rasa lapar yang ekstra.

  1. Brokoli

Makanan Brokoli

Zat besi merupakan unsur mineral paling banyak yang hilang pada kondisi menstruasi. Nah, brokoli ini akan membantu mengembalian unsur mineral yang telah hilang. Brokoli juga kaya akan kalium, serat dan magnesium yang dapat membantu mengurangi perut kembung, melancarkan sistem pencernaan dan melemaskan otot yang kencang dan tegang karena kondisi kram.

  1. Cokelat Hitam

Makanan Cokelat Hitam

Makanan ini mengandung banyak mineral seperti halnya flavanol, zat besi, antioksi dan magnesium. Cokelat hitam juga dapat melancarkan aliran darah dan melemaskan pembuluh darah yang tegang akibat kondisi hiad.

  1. Jeruk Dan Lemon

Jeruk Dan Lemon

Buah jeruk dan lemon sangat cocok dan baik di konsumsi agar tubuh tetap tersuplai oleh vitamin dan mengurangi nafsu makan gula selama kondisi haid. Tidak vitamin, jeruk dan lemon juga mengandung banyak serat dan air yang akan menjaga tubuh tetap terhidrasi dan sistem pencernaan agar tetap normal lancar. Buah lemon dan jeruk dapat meredakan rasa mual dan gejala lain karena kondisi haid yang sedang di alami.

  1. Salmon

Makanan Salmon

Salmon mengandung unsur asam lemak omega-3 yang tentunya sehat dan sangat kaya dengan protein. Mengkonsumsi salmon selama periode haid dapat mengurangi peradangan, perut kram dan mengatur siklus menstruasi agar tetap stabil.

  1. Jahe

Makanan Jahe

Jahe adalah bahan konsumsi yang baik untuk mengontrol peradangan dan akan membantu mengurangi kondisi nyeri ketika haid. Jangan lupa tambahkan jahe segar ke dalam minuman jika perutmu mengalami ketidaknyamanan

  1. Yogurt

Makanan Yogurt

Makanan sehat ini kaya akan probiotik, dan dapat memberi makan bakteri baik pada vagina, dan dapat membantu mengerhindari infeksi ragi yang berisiko yang biasa di alami oleh wanita saat sedang haid, maupun sesudahnya. Yogurt juga sangat kaya akan kalsium dan magnesium, yang pastinya sangat berguna untuk tubuh ketika kondisi haid datang.

  1. Biji Adas

Makanan Biji Adas

Beberapa peneliti mengatakan sekitar dari 80% wanita yang mengkonsumsi kapsul dengan dosis 30 miligram biji adas sebanyak 4 kali dalam 3 hari, dapat mengurangi gejala menstruasi yang menyakitkan. Biji adas juga dapat mengurangi kontraksi pada rahim yang di sebabkan oleh prostaglandin.

  1. Sayuran Berdaun Hijau

Makanan Sayuran Hijau

Dalam kondisi haid biasanya terjadi penurunan kadar zat besi , terutama jika aliran darah haid sangat deras. Hal ini dapat mengakibatkan rasa lelah, nyeri badan, dan kepala pusing. Sayuran hijau dapat mengembalikan kadar zat besi yang telah hilang dalam tubuh. Sayuran hijau juga kaya akan unsur magnesium, yang dapat menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap sehat dan normal.

  1. Daging Ayam

Makanan Daging Ayam

Daging ayam merupakan makanan yang kaya akan protein dan zat besi dimana tubuh sangat memerlukan Protein pada kondisi haid. ketika kondisi haid tiba, daging ayam yang kaya dengan protein dan zat besi itu dapat mengisi nutrisi pada tubuh, sehingga tidak akan timbul rasa lapar berlebihan.

 

Dengan pola makan sehat dan baik akan membantu tubuh terhindar dari gejala haid yang tidak menyenagkan. Rasa nyeri dapat teratasi, bukan hanya dengan mengkonsumsi makanan sehat saat kondisi haid saja terapkan gaya hidup sehat agar saat menjelang haid tidak akan terasa menyakitkan.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaaat..

 

 

Sumber

  • Merdeka
  • Sehatq

 

 

Hindari Minuman Ini Pada Saat Haid Atau Menstruasi

Hindari Minuman Ini Pada Saat Haid Atau Menstruasi

Hindari Minuman Ini Pada Saat Haid Atau Menstruasi

Hindari Jenis Minuman Ini

 

Hallo Kawan Mama,

Pada waktu yang lalu Kawan Mama telah membahas tentang makanan yang perlu di hindari saat sedang haid ataupun menastruasi. Nah pada kali ini Kawan Mama akan mengulas tentang minuman apa saja yang baiknya di hindari ketika memasuki periode haid atau menstruasi. pertanyaan yang sering muncul di kalangan masyarakat awam ketika sednag haid adalah terkait tentang pantangan asupan minuman yang tidak baik jika di konsumsi ketika menjelang haid. Ada ngga sih minuman yang baiknya di hindari saat periode haid?

Pertama kamu perlu tahu, bahwa ketika haid atau menstruasi tak sedikit yang mengalami dismenore. Dismenore ini adalah rasa nyeri dengan gejala rasa sakit di bagian perut seperti halnya mual, kram, dan rasa emosional yang tidak menentu serta kerap di sertai dengan sakitnya kepala. Ada penelitian yang menemukan bahwa ada beberapa daftar minuman yang sebaiknya perlu di hindari agar gejala yang muncul ketika periode haid dapat terminimalisir.

Berikut adalah minuman yang sebaiknya di hindari ketika sedang haid.

  1. Susu

Minuman Susu

Meskipun terdapat kalsium yang baik untuk tubuh, namun minuman ini juga mengandung asam arachadonic yang akan me nambah rangsangan pada zat prostaglandin pada tubuh untuk keluar. Zat inilah yang menyebabkan dan memicu gejala kejang dan perut menjadi kram.

  1. Kopi

Minuman Kopi

Di dalam kopi terdapat kandungan kopi yang dapat membuat perut kembung dan menimbulkan asam lambung naik. Dan akibatnya rasa nyeri ketika haid pun akan bertambah. Kandungan kafein juga dapat menyebabkan menyempitnya pembuluh darah yang akan memebuat dehidrasi pada tubuh. Bila gejala ini terjadi maka tubuh akan cepat lelah dan timbul rasa pusing.

  1. Alkohol

Minuman Alkohol

Mengkonsumsi minuman beralkohol juga dapat merubah siklus haid menjadi tidak stabil. Beberapa dari penelitian menyatakan bahwa rasa nyeri ketia haid dapat bertambah lama jika tubuh terasupi oleh alkohol. Dengan meminum alkohol dapat menggangu emosional saat masa haid.

  1. Teh

Minuman Teh

Minuman teh mengandung zat yang bisa menghambat tubuh untuk menyerap zat besi. Hal ini dapat mengakibatkan produksi sel darah merah dalam tubuh menjadi terganggu. Padahal ketika menstruasi berlangsung, sebagian dari sel darah merah yang lama dan tua akan meluruh serta larut melalui vagina dan tergantikan dengan sel yang baru.

  1. Es Batu

Minuman Es Batu

Dengan mengonsumsi es batu dapat membuat proses kerja rahim yang akan meluruhkan darah kotor terganggu, akibatnya darah kotor akan tertahan di rahim dan mengendap kemudian membeku. Jika kondisi seperti ini terus berulang, rahim akan butuh waktu untuk bekerja lebih keras dan akan mengakibatkan kram pada perut menjadi sakit luar biasa.

  1. Minuman Manis

Minuman Manis

Di dalam minuman yang manis terdapat kandungan glukosa yang tinggi seperti halnya minuman bersoda dan lainya. Saat minuman manis di konsumsi oleh tubuh dalam jumlah banyak, maka kalori dan kadar gula pada darah akan terus meningkat dan pada akhirnya emosi tidak dapat di kendalikan.

 

Agar kondisi tubuh tetap sehat dan prima ketika haid, baiknya hindarilah jenis minuman-minuman tersebut. Jaga juga pola makan kamu dan mulailah terapkan gaya hidup sehat. Dengan memperbanyak mengkonsumsi minuman seperti, air putih dan jangan ragu untuk berkonsultasi tentang kondisi kesehatan kamu dengan dokter jika kamu merasa ada yang tidak beres dengan tubuh kamu.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat..

 

 

 

Sumber

  • Klikdokter
  • cantik.tempo
Hindari Makanan Ini Saat Haid Atau Menstruasi

Hindari Makanan Ini Saat Haid Atau Menstruasi

Hindari makanan ini pada saat haid atau menstruasi

Makanan Sehat Ketika Haid

 

Hallo Kawan Mama,

Umumnya, memasuki periode haid atau menstruasi, sebagian kaum wanita akan mengalami gejala yang tidak terjadi pada waktu normal. Seperti timbulnya nafsu makan yang tidak terkontrol, suasana hati yang tidak menentu, perut kembung, mudah lelah, dan mengalami kram.

Para wanita biasanya mencoba mengalihkan pikiran dari rasa tak nyaman tersebut dengan mengonsumsi makanan favorit dan makanan yang enak. Mengkonsumsi makanan yang banyak sebenarnya boleh saja, namun harus tetap hati-hati dalam mengkonsumsi makanan-makanan tersebut. Bisa saja, makanan yang di konsumsi justru menyebabkan gejala pada periode haid bertambah buruk.

Sebenarnya ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak di konsumsi dan di hindari agar tidak memperparah keadaan haid. Tidak  hanya tentang nafsu makan yang akan meningkat, biasanya memasuki periode haid ini pola makan dari seorang wanita dapat berubah secara signifikan. Seperti halnya ingin terus untuk makan meskipun kondisi perut sudah kenyang, makan dengan porsi besar dan tidak seperti biasanya, atau bahkan makan dengan terus-menerus.

Berikut ini adalah beberapa Makanan Yang Sebaiknya Di Hindari Ketika Memasuki Periode Haid.

  1. Makanan yang mengandung alkohol

Makanan Beralkohol Tape

Hindari makanan-makanan yang mengandung alkohol pada saat memasuki periode haid karena dapat  mengakibatkan gejala haid atau premenstrual syndrome (PMS) akan semakin memburuk. Alkohol juga dapat menjadi penyebab turunya kadar gula darah, sehingga dapat membuat kamu jadi lebih sensitif dan temprament, mudah gelisah, gampang lelah, dan dapat mengakibatkan sakit pada kepala. Makanan yang mengandung alkohol sperti brem, tape singkong, tape ketan, cuka atau durian fermentasi dan hindari buah yang telah di fermentasikan sperti apel, anggur dan kentang.

  1. Kafein

Apabila kamu adalah penggemar kopi tau makanan berkafein, jika tidak ingin gejala datang saat periode haid bertambah semakin parah, maka sebaiknya kurangi mengkonsumsi asupan makanan yang mengandung kafein. Kopi adalah salah satu yang mengandung kadar kafein sangat tinggi. Bila kamu mengkonsumsinya dengan berlebihan, maka dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi). Akibatnya, perut kembung dan rasa kram yang datang saat periode haid dapat bertambah parah.

Black Coffee

  1. Garam

mengkonsumsi makanan dengan kadar garam yang tinggi pada periode haid sebaiknyadi hindari. Dengan begitu, dapat mengurangi kembung dan cairan pada pembuluh darah yang berkumpul dan tertahan (retensi).

Garam

  1. Makanan berlemak

Makanan yang berlemak dapat mengakibatkan meningkatnya jumlah prostaglandin dalam tubuh. Akibatnya, pada kondisi ini dapat menyebabkan rahim jadi berkontraksi. Kontraksi pada rahim akan membuat rasa kram dan dan memperburuk rasa nyeri. Makanan yang sebaiknya di hindari seperti junk food, daging berlemak, daging asap, sosis, keju, kue kering, dan makanan bersantan.

Makanan Berlemak Hamburger

  1. Cokelat

Mengkonsumsi cokelat  dapat menyebabkan meningkatnya kadar prostaglandin yang mengakibatkan rasa kram saat periode haid.

cokelat

  1. Produk susu

Mengonsumsi jenis makanan seperti produk olahan susu ketika haid dapat menngakibatkan kram pada perut. Produk susu yang beredar, seperti keju dan es krim ini pasalnya mengandung unsur asam arakidonat (asam lemak omega-6), yang bisa menyebabkan peradangan yang akan memperparah rasa nyeri ketika haid berlangsung.

Es Kream

Meningkatnya nafsu makan pada saat memasuk periodei haid terbilang normal. Namun, tetap perhatikan nutrisi-nutrisi yang di konumsi oleh tubuh dan sebaiknya hindari mengkonsumsi makanan yang dapat memperparah gejala saat periode haid. Asupan nutrisi yang baik dan tepat tentu penting untuk terjaganya kesehatan tubuh secara menyeluruh  dan dapat meringankan rasa nyeri haid.

Jadi, baiknya makanlah makanan alami yang kaya serat dan dapat dengan mudah di cernaoleh tutbuh, seperti halnya mengkonsumsi buah dan sayuran hijau. Kamu juga boleh mengkonsumsi daging ikan dan ayam yang di masak dengan baik sebagai sumber protein dan zat besi. Namun tetap dengan catatan porsinya yang harus tetap di batasi.

Semoga tuliasn ini dapat membantu dan bermanfaat..

 

 

 

 

Sumber

  • Alodokter
  • health.kompas
Membaca Sholawat Bagi Wanita Haid

Membaca Sholawat Bagi Wanita Haid

Bacaan Sholawat Bagi Wanita Haid

Membaca Sholawat Bagi Wanita Haid

 

Hallo Kawan Mama,

Sebagai kau wanita, ketika sudah menginjak masa pubertas, kita pasti akan mengalami kondisi di mana danya darah yang keluar dari tubuh kita melalui alat kemaluan. Hal ini di namakan dengan istilah kondisi haid, yaitu kondisi di mana terjadinya lapisan dinding Rahim yang luruh akibat masa pendewasaan (pubertas) yang kemudian larut dan keluar dari dari tubuh melalui alat kemauluan berupa cairan darah yang berwarna merah pekat. Kondisi ini merupakan hal yang wajar dan sudah menjadi kodrat bagi setiap wanita yang pastinya akan mengalaminya.

Dalam Agama Islam, ketika wanita mengalami kondisi haid, maka seketika itu juga ia tidak di perkennakan untuk melakukan ibadah. Ibadah yang di maksud ialah melakukan ibadah-ibadah fardhu seperti di larang melakukan shalat, puasa, memegang mushaf Al-Qur’an atau thawaf (haji). Larangan ini di berlakukan karena pada saat kondisi haid, darah yang keluar dari tubuh wanita merupakan sebuah hadas yang menjadikannya tidak dapat melakukan ibadah fardhu. Krena pada dasarnya, ketika hendak melakukan ibadah-ibadah tersebut, tubuh seseorang haruslah berada dalam kondisi bersih dan suci. Ketika wanita sedang haid, maka saat itu ia tengah membawa hadas yang menjadikannya tidak boleh melaksanakan ibadah-ibadah fardhu.

Jangan khawatir, seorang wanita haid, walaupun tidak di perbolehkan melaksanakan ibadah fardhu, namun ia tetap di perbolehkan melakukan ibadah-ibadah lainya. Seperti dzikir, mendengarkan Al-Qur’an, bersedekah dan membaca Sholawat. Karena pada dasarnya, Allah SWT memerintahkan bagi setiap mahluknya untuk selalu beribadah kepada-Nya dalam keadaan apapun. Meskipun dalam kondisi haid, wanita tetap memiliki kewajiban untuk beribadah kepada Allah.

Pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai bacaan Sholawat yang baik di lakukan ketika kondisi haid datang. Islam selalu memperlakukan umatnya dengan sangat adil, termasuk dalam ibadah. Hal ini yang membuat wanita dapat tetap beribadah meskipun dalam kondisi haid. Berikut ini adalah penjelasannya.

Perintah Membaca Sholawat

BerSholawat kepada nabi adalah perintah dari Allah SWT bagi setiap umatnya untuk di amalakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sebagai wujud dari cinta kasih kita kepada Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Dan membaca Sholawat merupakan ibadah yang dapat di lakukan oleh siapapun termasuk bagi waniat dalam kondisi haid. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 56. Yang artinya,

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berSholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, berSholawatlah kamu untuk Nabi, dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S Al-Ahzab : 56)

Keutamaan Membaca Sholawat

Selain perintah untuk bersahalawat kepada Nabi, tentu hal ini memiliki arti penting dan kemanfaatan bagi diri sendiri. Terutama bagi wanita haid yang tidak dapat melaksanakan ibadah-ibadah fardhu. Dengan bembaca Sholawat ketika dalam kondisi haid, maka akan berlipat ganda pahala baginya, dan akan di catat hari-harinya sebagai amalan baik oleh malaikat. Keutamaan membaca Sholawat dapat kita ketahui dalam sebuah hadis yang di riwayatkan oleh Anas bin Malik r.a, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa yang mengucapkan sahalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan berSholawat baginya sepulluh kali dan di gugurkan sepuluh kesalahan (dosa) nya. Serta di tinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak).” (H.R An-Nasa’I, Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

Dari hadis tersebut, kita dapat mengentahui bahwa membaca Sholawat merupakan salah satu media bagi kita untuk selalu dekat dengan Allah dan mendapatkan pahala darinya. Hal ini juga akan menambah rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW yang merupakan kekasih Allah SWT.

Hukum Membaca Sholawat Ketika Haid

Seperti yang telah kita ketahui, wanita dalam kondisi haid tidak di perkenankan untuk melaksanakan ibadah-ibadah fardhu. Meskipun wanita haid di larang melaksanakan ibadah farhu, namun tidak ada larang bagi wanita hai untuk membaca Sholawat kepada Rasulullah SAW. Wanita haid juga dapat mengamalkan amalan baik linya seperti, dzikir, berdo’a dan mendengarkan Al-Qur’an agar selalu ingat kepada Allah SWT. Sebagaimana telah di sampai kan Aisyah r.a, beliau berkata.

“Nabi SAW senantiasa berdzikir setiap waktu kepada Allah SWT.” (H.R Muslim).

Para ulama golongan Syafi’iyah juga telah sepakat bahwa wanita dalam kondisi haid tetap dapat membaca Sholawat dan dzikir serta berdo’a kepada Allah SWT. Hal in berdasarkan pada Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 156, mereka berkata.

“Di perbolehkan bagi wanita haid dan orang yang junub untuk mengucapkan ‘Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un’ (Q.S Al-Baqarah : 156) ketika tertimpa musibah. Namun hal ini tidak di maksudkan untuk bertilawah (membaca Al-Qur’an).”

Bacaan Sholawat

Lalu apa saja Sholawat yang baik untuk di amalkan bagi kaum wanita dalam kondisi haid ?. hal ini telah di bahas dalam sebuah riwayat hadis yang di riwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri. Beliau bertanya kepada Nabi.

“wahai rasulullah, adapun pemberian salam  kepadamu, kami telah mengetahuinya. Lalu bagaimana kami harus membaca Sholawat ?. Rasul menjawab, Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim innaka hamid majid. Allahumma barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama barakta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim innaka hamid majid.”

Artinya, “Ya Allah, limpahkan rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keslematan kepada keluarga Muhammad, sebagimana telah engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad. Sebagaimana telah engkau limpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Di seluruh Alam semesta, sesungguhny engkau adalah maha terpuji lagi maha agung.”  (H.R Bukhari, Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu majjah)

Selain membaca Sholawat tersebut, wanit haid juga dapat membaca Sholawat lainya. Seperti membaca Sholawat Nariyah dan Sholawat Tibbil Qulub.

    1. Sholawat Nariyah

      “Allahumma shollì sholaatan kaamìlatan Wa sallìm salaaman taaman ‘ala sayyìdìnaa Muhammadìn Alladzì tanhallu bìhìl ‘uqadu, wa tanfarìju bìhìl kurabu. Wa tuqdhaa bìhìl hawaa’ìju Wa tunaalu bìhìr raghaa’ìbu wa husnul khawaatìmì wa yustasqal ghomaamu bì wajhìhìl karììmì, wa ‘alaa aalìhì, wa shahbìhì ‘adada kullì ma’luumìn laka”

Artinya, “Ya Allah, berikanlah Sholawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjunganku baginda Nabi Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan di bebaskan dari kesulitan. Dan dengannya juga di tunaikan hajat dan di peroleh segala keinginan dan kematian yang baik. Serta  memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, juga kepada keluarganya, sahabatnya dengan seluruh ilmu yang Engkau miliki.”

    1. Sholawat Tibbil Qulub

“Allahumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin thibbil qulubi wa dawa ihaa wa’aafiyatil abdaani wa shifaa ihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallim”

Artinya, “Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW. Sebagai obat hati dan dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Dan semoga rahmat terurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya.”

Sebagaimana telah di jelaskan dalam penjelasan di atas. Bahwa seorang wanita dalam kondisi haid tidak di perbolehkan untuk melakukan ibadah-ibadah fardhu. Namun sebagai penyeimbanya, wanita haid tetap dapat melaksanakan ibadah ibadah sunnah seperti dzikir, membaca do’a dan membaca Sholawat. Membaca Sholawat adalah langkah yang baik dan di perbolehkan untuk di lakukan bagi wanita dalam kondisi haid atau bahkan junub. Hal ini akan menjadi baik bagi kaum wanita haid karena tetap dapat melakukan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWt dan Rasul-Nya meskipun sedang dalam keadaan berhadas.

Demikian pembahasan dari Kawan Mama mengenai bacaan Sholawat bagi wanita haid. Membaca Sholawat adalah media bagi kita untuk selalu mencurahkan cinta kasih kita kepada Nabi Muhammad SAW dan sebagai media untuk selalu ingat kepada Allah SWT meskipun dalam kondisi tidak suci (haid).

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

 

Sumber :

Dalamislam

Kumparan

Apa Efek Meminum Air Kelapa Saat Haid ?

Apa Efek Meminum Air Kelapa Saat Haid ?

Bagaimana Efek Mengkonsumsi Air Kelapa Ketika Haid Atau Menstruasi ??

Kelapa Muda

 

Hallo Kawan Mama,

Pada umunya banyak sekali mitos yang beredar terkait apa yang boleh dan tidak boleh untuk di konsumsi oleh wanita ketika memasuki masa haid atau menstruasi. Banyak dari kaum wanita yang ragu dan idak mau meminum air kelapa saat haid karena di takutkan bisa memicu keputihan. Mitos lain yang beredar menyebutkan bahwa meminum air kelapa saat haid justru membuat aliran darah akan menjadi semakin deras. Namun semua cerita tersebut belum dapat di buktikan secara ilmiah

Tapi yang pasti, tidak ada sebuah larangan khsusus untuk meminum air kelapa pada masa haid. Justru sebenarnya terdapat kandungan mineral yang baik dalam air kelapa yang bisa menjaga daya tubuh agar terhidrasi dan mencegah terjadinya kram pada perut.

Air kelapa tidak hubungannya dengan terjadinya darah haid yang keluar dengan deras. Volume darah menstruasi yang keluar secara berlebihan pada umumnya terjadi karena ada ketidak seimbangan hormon pada tubuh sehingga lapisan pada dinding rahim berkembang menjadi lebih tebal dan darah menstruasi keluar dengan aliran yang lebih deras dari biasanya. Pada beberapa kejaidan, darah haid yang berlebihan (menorrhagia) bisa menandakan kondisi kesehatan yang lebih serius.

Minum Air Kelapa Saat Haid Dapat Membuat Terjadinya Keputihan?

Terjadinya keputihan pad tubuh seorang wanita tidak di sebabkan karena mengkonsumsi air kelapa pada saat haid. Keputihan adalah hal normal yang biasa terjadi pada semua wanita, tanpa harus di sebabkan oleh faktor apapun. Cairan keputihan tersebut di produksi alami oleh tutuh yan akan secara otomatis membantu membersihkan vaginamu agar tetap dalam kondisi bersih dan pelumas yang akan melindungi vagina dari  iritasi dan infeksi. Jika cairan keputihan keluar dengan warna putih bersih dan tidak menimbulkan bau amis, busuk, ataupun anyir, maka jangan terlalu di khawatirkan.

Air kelapa adalah salah satu minuman yang sehat dan tinggi elektrolit namun rendah gula maupun kalori dan bebas lemak serta kolesterol. Memiliki kadar kalium yang tinggi, di dalam air kelapa dapat pula membantu mengatur fungsi dari jantung agar tetap bekerja secara optimal. Air kelapa dapat juga menjaga fungsi otot dan pencernaan agar tetap normal. Air kelapa juga mengandung vitamin dan mineral. Kandungan vitamin dalam air kelapa, yaitu vitamin C  dan vitamin B kompleks (termasuk riboflavin, niasin, tiamin, piridoksin, dan folat).

Kandungan mineral yang ada di dalam air kelapa antara lain kalsium, zat besi, mangan, magnesium, dan seng. Jadi mineral dalam air kelapa ini lebih baik jika di bandingkan dengan kandungan mineral dalam jeruk. Kadar kalium yang ada pada air kelapa pun lebih tinggi jika di bandingkan ketika kamu memakan empat buah pisang. Berkat air kelapa yang memiliki kandungan elektrolit, vitamin, dan juga mineral ada di dalamnya, maka air kelapa menjadi salah satu minuman yang paling menyehatkan.

Daripada hanya fokus membahas mitos tentang larangan minum air kelapa yang tidak berdasar pada apapun, lebih baik yuk kita bahas manfaat minum air kelapa ketika dalam kondisi haid.

Manfaat Minum Air Kelapa Saat Haid

Sebagaimana kita tau, air kelapa merupakan salah satu minuman yang kaya akan manfaat dan menyegarkan. Apalgi jika mengkonsumsinya ketik masih berumur muda (kelapa muda) kesegaran dan kenikmatan sangat menggiurkan bukan. Namun apa benar air kelapa memiliki manfaat yang baik jika di konsumsi oleh wanita yang sedang haid? Pada umunya, wanita dalam kondisi haid akan mengalami banyak kondisi tubuh yang tidak menentu. Hal ini di sebabkan kontraksi yang terjadi di dalam rahim wanita yang menyebabkan banyak gejala yang terjadi. Berikut adalah manfaat meminum air kelapa ketika dalam kondisi haid.

  1. Rendah Kalori

Dalam satu cangkir air kelapa, ada 45 kalori sehingga sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi, oleh perempuan yang sedang haid sekalipun. Ketimbang mengonsumsi jus atau soda, Academy of Nutrition and Dietetics merekomendasikan air kelapa yang juga mengandung mineral dan elektrolit.

  1. Mencegah Dehidrasi

Ketika haid, banyak darah yang di keluarkan tubuh. Itulah mengapa perempuan yang sedang haid kerap merasa lesu dan kurang bertenaga. Minum air kelapa saat haid dapat mencegah dehidrasi dan memastikan asupan cairan tubuh tetap tercukupi.

  1. Kaya Magnesium Dan Asam Amino

Mengapa magnesium penting untuk dibahas ketika berbicara soal minum air kelapa saat haid? Tentunya karena magnesium membantu distribusi kalsium dan potasium ke otot tubuh sehingga tubuh lebih rileks dan menghindari kontraksi. Jadi, kram perut atau nyeri saat haid bisa di hindari. Jika ada asam amino yang membantu tubuh merespons stres seperti saat sedang haid, kandungan itu ada dalam air kelapa. Selain itu, air kelapa juga mengandung lebih banyak alanine, arginine, cysteine, dan serine di bandingkan dengan susu sapi. Kandungan arginine juga menjaga jantung tetap sehat.

  1. Mengandung Potasium Dan Memperlancar Pencernaan

Air kelapa memiliki kandungan potasium dengan kadar tinggi yang membuat buah ini di sebut sebagai salah satu air minum yang sehat bagi wanita pada masa haid. Bahkan, di sebut juga sebagai kalium yang 10 kali lebih banyak daripada minuman penyegar lainya.

Dalam satu buah kelapa terdapat sekitar 250 ml air yang terdapat kalium setara dengan buah pisang, ini adalah salah satu sumber kalium yang paling lengkap.Itulah alasan mengapa mengkonsumsi air kelapa juga dapat mencegah kram pada perut. Potasium juga menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh.

Mengkonsumsi air kelapa pada masa haid adalah salah satu pilihan yang tepat mengingat air kelapa cukup bersahabat dengan sisem pencernaan. Tidak pernah di temukan risiko seperti mengalami mual atau nyeri ketika wanita mengonsumsi air kelapa pada masa haid. Tidak hanya itu, air kelapa ini juga sangat alami tanpa mengandung gula atau sodium yang belum pasti di perlukan oleh tubuh.

Banyaknya nutrisi yang ada di dalam air kelapa menjadikannya sangat bagus di konsumsi oleh wanita haid. Sebab kandungan di dalam air kelapa dapat meringankan gejala PMS dan nyeri yang seringkali datang melanda wanita haid. Wanita dalam masa haid  sangat mudah mengalami dehidrasi dan anemia. Hal ini di  sebabkan karena wanita yang sedang haid akan kehilangan banyak cairan pada tubuh. Akibatnya membuat rasa nyeri, sakit kepala dan kram pada perut menjadi bertambah. Dalam kondisi ini, mengkonsumsi air kelapa akan menjadi pilihan yang tepat untuk mengurangi dan meredakan gejala yang terjadi. Sebuah penelitian telah di terbitkan oleh Medicine & Science in Sports & Exercise mengungkapkan bahwa dengan mengkonsumsi air kelapa dapat kembali mengisi cairan pada tubuh yang telah hilang.

semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber

  • Hellosehat
  • sehatq
Haid Tapi Hamil | BIsakah haid dalam kodisi hamil ??

Haid Tapi Hamil | BIsakah haid dalam kodisi hamil ??

Apa Mungkin Haid Tapi Bisa Hamil ??

Haid Atau Menstruasi

Hallo Kawan Mama,

Wanita yang di nyatakan positif mengalami kehamilan mungkin adalah salah satu hal atau kabar yang sangat di tunggu kebanyakan dari pasangan yang telah resmi menikah. Karenanya, baik wanita ataupun laki-laki mungkin akan lebih hati-hati pada tanda-tanda kehamilan yang bisa terjadi kapan saja.

Telat haid atau menstruasi adalah salah satu tanda dari kehamilan yang sangat umum. Namun pada beberapa kasus yang telah terjadi, wanita bisa saja mengalami siklus haid yang  terjadi dalam waktu yang pendek. Usut di usut, ternyata hal tersebut adalah tanda-tanda sebuah kehamilan dan yang keluar bukanlah cairan darah kotor atau haid.

Sehubungan dengan hal ini, Dr.Marra Francis seorang dokter spesialis bidang kandungan dan kebidanan di San Antonio, Texas, mengatakan bahwa “setiap wanita memang mengalami waktu subur sendiri. jika siklus haid terjadi secara tidak teratur pada setiap bulannya, maka bisa saja waktu suburnya pun terjadi secara tidak normal. Akan tetapi tidak mungkin wanita hamil dalam keadaan haid”, ucapnya.

Siklus Menstruasi Wanita

Sementara itu, Deborah Weatherspoon, PhD, RN, CRNA, seorang nursing educator mengatakan bahwa, siklus menstruasi wanita rata-rata adalah 28 hari. Siklus menstruasi adalah waktu antara hari pertama menstruasi pada satu periode dan hari pertama pada periode berikutnya. Nah, ovulasi ( ketika ovarium melepaskan sel telur dalam proses) biasanya terjadi 7 – 19 hari setelah masa menstruasi berakhir.

Karena seseorang dengan siklus haid memakan waktu 28 hari biasanya tidak mengalami ovulasi sampai sekitar satu minggu setelah mereka berhenti berdarah, mereka biasanya tidak dapat hamil selama haid” ucapnya.

Dalam Pandangan Medis

Menurut dr. Devia Irine Putri seorang health educator and communicator di KlikDokter.com juga mengatakan bahwa “kemungkinan seorang mendapati positif hamil setelah haid adalah tidak mungkin terjadi. Hal Ini berdasar pada kehamilan yang hanya bisa terjadi bilamana sel telur telah di buahi oleh sel sperma. Sel telur hanya dapat di produksi ketika seorang wanita yang sedang mengalami masa suburnya alias ovulasi”.

Masa subur seorang wanita biasanya terjadi berbeda-beda. Hal ini di tentukan dari lama pendeknya siklus menstruasi seseorang. Namun pada umumnya, masa subur terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi terjadi” ujar dr. Devia.

Ia juga mengatakan, bahwa tanda kehamilan yang paling dapat di amati adalah terlambatnya masa menstruasi. Namun, bilaa tidak sedang dalam masa haid tapi muncul flek darah berwarna merah cerah selama satu sampai dua hari, maka ini bisa saja menjadi salah satu tanda-tanda kehamilan. Di sarankan untuk coba lakukan test pack terlebih dahulu.

“Bercak darah yang keluar itu biasa di sebut dengan istilah implantation bleeding atau implantasi darah. Bercak yang  muncul sekitar 10 sampai 14 hari pasca berhubungan seks. Hanya saja, tidak dari semua orang akan muncul darah implantasi, bisasaja  hanya terlambat haid yang di sertai dengan keluhan lain,” jelas dr. Devia.

Dalil dan Pendapat ulama

Dalam pandangan para ulama,  di kutip dari Shahih Fiqih Wanita yang di karang oleh Syekh Muhammad Al Utsamain, tidak ada satu pun dalil di dalam Al-Qur’an dan sunnah yang menyebutkan bahwa wanita hamil tak bisa mengalami haid. Shaikh Al Utsmain berpendapat bahwa, “darah tersebut merupakan darah haid ketika tanda-tandanya sama seperti pada darah yang keluar dari wanita haid. ketika tidak ada sesuatu hal yang menunjukkan itu adalah haid, maka itu bukanlah darah haid”.

Ustazah Aini Aryani Lc dari Rumah Fiqih menjelaskan, dari para ulama pun berbeda pendapat mengenai hal ini. Mazhab Hambali dan Hanafi berpendapat bahwa darah yang keluar selama masa kehamilan bukanlah darah haid, melainkan fasad (darah rusak) yang hukumnya sama dengan istihadhah, sebab wanita hamil tidak dapat mengalami haid. Maka, ketika keluar darah dari wanita hamil ini tetap wajib melaksanakan shalat dan puasa sebagaimana saat ia sedang suci. Sebagaimana sabda Nabi kepada lelaki yang ingin menikahi wanita yang hamil karena zina.

“Dan wanita hamil (sebab zina) tidak boleh di jima sampai ia melahirkan, dan begitu pula yang tidak hamil, sampai ia mengalami haid.” (HR Abu Dawud). Dari hadis tersebut, dapat di ketahui bahwa haid menjadi salah satu penyebab atas kosongnya rahim dari janin. Dengan begitu, maka hamil dan haid tidak terjadi dalam satu waktu.

Sedangkan, Ulama dari mazhab Syafi’i dan Maliki berpendapat bahwa wanita yang sedang hamil bukan tidak mungkin mengalami haid jika memenuhi syarat, seperti berupa durasi, warna, maupun gejalanya. Misalnya, jika ada wanita hamil yang dan ada darah keluar selama minimal sehari semalam dengan warna kehitaman maka darah itu adalah arah haid. Ulama dari mazhab ini merujuk pada dalil dari hadis Nabi yang di riwayatkan oleh Asiyah RA.

Darah haid itu di kenal dengan warnanya yang kehitaman. “(HR Abu Dawud).

Penutup

Adapun penyebab adanya perbedaan pandangan pada kalangan ulama mengenai wanita hamil yang dapat mengeluarkan darah itu haid atau istihadhah, di sebabkan karena adanya kesulitan pada mereka untuk mengetahui hal tersebut berdasarkan dua perkara yang rancu. Yaitu, bisa saja darah yang di keluarkan oleh wanita tersebut adalah darah haid, dan kadang darah yang di keluarkan tersebut di sebabkan karena kelemahan dan ketidaksehatan janin yang di ikuti oleh fisik wanita yang tidak sehat.

Normalnya, wanita hamil tidak akan mengalami haid atau menstruasi. Hanya saja, ada beberapa kasus wanita hamil mengalami pendarahan saat sedang hamil. Kasus tersebut ada kalanya bisa terjadi pada trimester tertentu. Bila kamu menemukan kasus tersebut, hendaklah langsung pergi ke dokter untuk periksa dan konsultasi agar masalah dapat segera teratasi.

semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

Sumber :

  • Haibunda
  • Klikdokter
  • Republika
Penyebab Haid Tidak Lancar

Penyebab Haid Tidak Lancar

Penyebab haid atau menstruasi tidak lancar

Penyebab Haid Tidak Lancar

Hallo kawan mama,

Setiap individu dari kaum wanita pasti memiliki siklus haid (menstruasi) terendiri. Kebanyakan dari kaum wanita mengalami haid dengan tepat waktu, namun ada pula beberapa wanita yang mengalami masa haid yang tidak teratur.

Normalnya, masa haid wanita terjadi berkisar antara 21 sampai 35 hari dengan waktu perdarahan 2 sampai 8 hari. Umumnya, masa haid akan menjadi tidak teratur jika ada ketidak seimbangan hormon progesteron dan estrogendidalam tubuh.

Pada umumnya, masa haid wanita datang lebih cepat ataupun terlambat, terjadi dengan waktu yang singkat atau memeakan waktu yang lama, bahkan pendarahan saat haid pun kadang lebih banyak yang keluar dan ada saja yang lebih sedikit darah yang keluar dari biasanya.

Tidak menutup kemungkinan bahwa setiap wanita bisa mengalami masa haid atau menstruasi yang tidak teratur. Di satu sisi terlihat lebih normal, namun di lain sisi ada beberapa penyebab masa haid terjadi dengan tidak teratur yang perlu kamu waspadai.

Berikut adalah Gejala terjadinya haid yang tidak teratur

Haid bisa di katakan terjadi dengan tidak teratur bila terpenuhinya syarat berikut,

 

  1. Jumlah jarak hari (masa/siklus) di antara waktu haid berubah-ubah. contohnya, jika biasanya haid tadinya terjadi 30 hari sekali, tiba-tiba saja berlangsung dalam waktu  pendek menjadi 21 hari.
  2. Pendarahan kadang terjadi dan mengeluarkan banyak darah hingga lebih dari 7 hari lamanya, namun kadang pun sangat sedikit dan terjadi dengan singkat.
  3. Waktu terjadinya haid berbeda-beda pada tiap bulannya.

 

Saat haid terjadi pertama kali, mungkin saja kamu memiliki masa haid yang tidak menentu. Pada umumnya, butuh waktu sampai 2 tahun lamanya untuk mengetahui masa haid yang tetap. Seiring berjalannya waktu, pada umumnya siklus/masa haid, banyaknya darah yang keluar, dan waktu terjadinya haid akan tetap dan sama pada setiap bulannya.

Sangat penting untuk pergi ke dokter hanya untuk periksa ataupun sekedar konsultasi ketika kamu sudah mulai aktif melakukan hubungan seksual dan kemudian melewatkan jadwal menstruasimu. karena telat haid bisa menjadi indikasi kehamilan.

setiap wanita sebaiknya waspada terhadap kondisi berikut,

  1. Menstruasi berhentisecara tiba-tiba.
  2. Perubahan siklus dari yang tadinya teratur menjadi tidak menentu.
  3. Terjadinya haid yang lebih dari 7 hari
  4. Aliran darah yang deras dan tidak seperti biasanya.
  5. Masa haid yang lebih cepat selesaidi bandingkan biasanya.
  6. Haid lebih cepat dari masa terpendek (21 hari).
  7. haid berkepanjangan
  8. Mengalami kram pada bagian perut dan sakit parah di bagian perut.
  9. Haid yang terjadi tidak teratur telah terjadi selama 3 tahun lebih.
  10. Terjadinya penurunan atau kenaikan berat badan secara tidak normal.
  11. Demam ketika sedang haid.
  12. Ada bulu yang tumbuh di tempat yang tidak pada umumnya.
  13. Keluar sebuah cairan dari puting di luar waktu menyusui.
  14. Keluarnya cairan selain darah dari alat kelamin dan baunya yang tidak enak.

Jika kamu mengalami kondisi seperti diatas usahakan periksa diri anda ke dokter.

Nah, Berikut adalah penjelasan penyebab secara medis terjadinya haid tidak teratur :

  1. Gangguan Tiroid

Di dalam tubuh sel kelenjar teroid ini berperan mengatur metabolisme pada tubuh. Jika kelenjar tiroid tmengalami gangguan dan tidak bekerja dengan optimal, maka dampaknya siklus menstruasi bisa jadi terganggu. Biasanya gejala ketika ada gangguan pada kelenjar tiroid terjadi mulai dari rambut yang rontok, gampang lelah, berat badan naik atau turun drastis, dan mestruasi yang lebih banyak dari biasanya.

  1. Menjelang Menopause

Kelancaran haid wanita juga dapat terganggu. Bisa saja menjadi lebih sering mengalami haid atau bahkan sangat jarang mengalami haod. Hal ini terjadi karena hormon bagian kewanitaan mengalami penurunan secara drastis menjelang masa menopause ini.

  1. PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik)

PCOS dapat memicu siklus haid jadi terlambat. Menurut para ahli di National Institutes of Health – MedlinePlus, PCOS berupa adanya gejala kelainan pada hormon dan metabolisme pada tubuh, yang mengakibatkan fungsi dari indung telur terganggu dan tidak bekerja dengan optimal.

Kondisi tersebut dapat mengakibatkant periode haid menjadi tidak teratur. Sampai saat ini penyebab PCOS tersebut belum di ketahui dengan pasti. Namun ada kemungkinan kuat bahwa penyakit tersebut berberhubungan dengan kondisi lain.seperti, resistensi insulin atau sindrom metabolik.

  1. Pengunaan Alat Kontrasepsi

Penyebab haid yang terjadi secara tidak teratur juga dapat disebabkan oleh pemakaian alat kontrasepsi. Contohnya, pil KB atau IUD (spiral). Alat kontrasepsi tersebut dapat menimbulkan berubahnya flek di antara siklus haid. Dalam beberapa kasus, pemakaian spiral ini dapat mengakibatkan darah keluar menjadi lebih banyak daripada ketika waktu haid.

  1. Masa Pubertas

Pada kondisi tersebut, remaja wanita akan mengalami proses hormon yang berubah secara drastis dan organ reproduksi yang mengalami proses pematangan. hal ini membuat hormon pada remaja yang sedang pubertas menjadi tidak teratur. dampaknya, haid terjadi dengan tidak lancar pada periode menstruasi pertama.

  1. Stres

Stres yang berkelanjutan dapat merusak keseimbangan hormon dan mengganggu imune dalam tubuh. Dalam kondisi stres, tubuh dapat memproduksi hormon kortisol, dan Jika menghasilkan kadar yang berlebihan, maka dapat mempengaruhi sel pada otak yang berfungsi mengatur terjadinya haid.

Maka yang akan terjadi adalah siklus haid kamu dapat terjadi lebih cepat, lambat, atau bahan tidak mengalami haid sama sekali.

  1. Pola Hidup Sehari-Hari

Pola hidup pastinya dpat menyebabkan terjadinya haid yang tidak teratur. Misalnya, bila berolahraga berlebihan atau mengalami berat badan yang turun secara drastis, maka hal ini dapat mengakibatkan haid menjadi tidak teratur. Bukan hanya itu, obesitas, stres, hingga kurang tidur dapat menjadi penyebab haid terjadi secara tidak teratur.

  1. Kista

Siklus haid yang terjadi secara tidak teratur dapat disebabkan oleh kista, atau lebih tepatnya adalah kista ovarium (sejenis tumor). Tumor jinak ini dapat mengakibatkan gejala lainnya, seperti rasa nyeridan perih yang berlebihan krtika haid.

  1. Penyakit Celiac

Merupakan penyakit autoimun yang disebabkan karena mengonsumsi guleten. Ketika tubuh mengonsumsi guleten, maka sistem imun akan memberikan reaksi, yang membuat rusaknya lapisan pada usus halus. Ketika usus halus ini rusak, penguraian nutrisi pun terhambat (malabsorpsi nutrisi) dan menyebabkan haid terhambat.

  1. Penyakit Kronis

Penyakit seperti kangker rahim ataupun diabetes dapat menyebabkan haid menjadi tidak teratur. Hal ini terjadi karena gula darah yang tidak stabil dapat mempengaruhi perubahan pada hormon. Kondisi dapat membuat haid jadi terlambat dan tidak teratur.

 

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait haid yang terjadi secara tidak teratur, lebih baik dan aman bila langsung konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan solusi yang terbaik agar dapat diketahui penyebabnya dan dapat dilakukan penanganan yang tepat.

 

 

Sumber

  • Halodoc
  • hellosehat