Amalan Bagi Wanita Haid

Amalan Bagi Wanita Haid

Amalan Bagi Wanita Haid

Amalan Bagi Wanita Haid

 

Hallo Kawan Mama,

Setiap dari wanita normal pada umumnya akan megamalami kondisi haid, dan ini sudah menjadi kodrat di yang akan di alami kaum wanitaketika menginjak masa pubertas. Haid adalah keluarnya darah kotor akibat luruhnya dinding Rahim pada wanita yang keluar dari kemaluan wanita berupa cairan darah kotor dengan warna cenderung pekat.  Hal ini biasa terjadi pada wanita di mulai dengan umur Sembilan tahun. Dan di dalam agama Islam, wanita yang sedang haid akan mengalami kondisi tertentu di mana ia tidak di perbolehkan melakukan aktivitas tertentu, terutama dalam hal ibadah.

Wanita muslim yang mengalami kondisi haid tidak dapat melakukan kegiatan ibadah, seperti sholat fardhu, sholat sunnah, melakukan puasa, membaca dan memegang mushaf Al-Qur’an serta tidak di perblehkan melakukan thawaf. Seorang muslimah yang telah menikah juga tidak di perkenankan berhubunganb badan dengan sang suami ketika dalam kondisi haid. Sebagai muslimah yang taat beragama tentu hal ini menjadi kendala bagi kita dalam kegiatan beribadah. Tapi kamu tidak perlu risau kebingungan ketika mengalami kondisi seperti ini. Pada dasarnya banyak sekali kegiatan positif terkait dengan ibdah yang dapat kamu lakukan ketika dalam kondisi haid.

Karena pada hakikatnya, ibadah adalah kegiatan yang harus di lakukan oleh setiap umat Islam dalam kondisi apapun. Lalu bagaimana muslimah harus beribadah ketika dalam kondisi hais ?, Bagaimana muslimah dapat tetap dekat dengan Allah ketika tidak di perbolehkan melakukan ibadah-ibadah tersebut ?. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini pasti kerap muncul dalam benak kita sebagai muslimah yang ingin beribadah meskipun dalanm kondisi haid.

Pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas do’a dan amalan yang di anjurkan oleh Islam pada wanita ketika dalam kondisi haid. Karena bagaimanapun seorang muslimah tetap harus melakukan ibadah agar selalu dekat dengan Allah SWT. Berikut adalah penjelasannya.

Amalan Wanita Muslimah Dalam Kondisi Haid

  1. Do’a Hari Pertama Haid

Wanita muslimah yang mengalami kondisi haid tetap memiliki kewajiban untuk melakukan ibadah agar selalu ingat dan dekat dengan Allah SWT. Pada hari pertama, wanita muslimah yang tengah mengalami awal kondisi haid, di anjurkan untuk membaca do’a sebagai berikut.

“Alhamdulillah ala kulli hallin wa astagfirullaha min kulli dzanbin”

Artinya, “Segala puji bagi Allah atas segala perkara, dan aku mohon ampun kepada-Mu atas segala dosa.”

Do’a ini baik untuk di amalkan ketika hari pertama mengalami kondisi haid datang. Hal ini bertujuan agar kita tetap selalu bersyukur dan memohon ampun atas segala dosa-dosa yang telah di perbuat. Dengan mengamalkan ini, di harapkan agar kita dapat selalu ingat dan dekat dengan Allah SWT.

  1. Berdzikir

Meskipun dzikir bukanlah salah satu dari ibadah fardhu, namun sebagai seorang muslimah yang taat, Allah memerintahkan untuk selalu mengamalkan amalan ini. Dzikir dapat di lakukan oleh siapapun dan dalam kondisi apapun, bahkan bagi muslimah yang tengah dalam kondisi haid. Oleh sebab itu, dzikir merupakan amalan yang baik dan cocok untuk di amalkan bagi wanita muslimah yang tengah dalam kondisi haid. Mengamalkan dzikir bertujuan untuk selalu mengingat dan bersyukur kepada Allah SWT serta memohon pengampunan kepada-Nya.

Muslimah yang tengah dalam kondisi haid dapat mengalamkan dzikir berupa membaca kalimah-kalimah tayyibah. Seperti membaca tahmid, istrigfar, tasbih, tahlil dan membaca takbir dengan berulang-ulang. Karena para ahli fiqih (fuqoha) jug sudah sependapat akan amalan ini yang dapat di amalkan oleh muslimah walaupun dalam kondisi haid. Amalan ini walaupun bukan termasuk ibadah wajib, namun setidaknya dapat menggantikan ibadah wajib yang tidak bisa kita lakukan karena kendala haid. Dengan demikian akan baik bagi muslimah untuk mengamalkan amalan ini ketika dalam kondisi haid melanda.

  1. Mendengarkan Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan pedoman dan pegangan bagi setiap umat Islam yang di dalamnya memuat berbagai petunjuk kehidupan dari Allah SWT. Dan tentunya wajib bagi kita sebagai umat yang taat untuk selalu membaca dan mengamalkannya. Namun bagi wanita dalam kondisi haid, memgang mushaf dan membacanya merupakan perkara yang di haramkan. Sebab pada saat mengalami kondisi haid, terdapat hadas besar pada tubuh wanita, sehingga membuat wanita haram untuk menyentuh dan membaca Mushaf Al-Qur’an.

Namun jangan khawatir berlebihan, wanita haid tetap dapat mendengarkan lantunan ayat Al-Qur’an. Hal ini di maksudkan agar wanita dalam kondisi haid agar selalu ingat dan dekat dengan Allah SWT. Sebab bagaimanapun Al-Qur’an adalah kitab yang di dalamnya terdapat petunjuk-petunjuk kehidupan. Seperti telah di ceritakan oleh Aisyah r.a ketika ia tenga haid, beliau berkata.

“Rasulullah SAW meletakkan kepalanya di pangkuanku saat aku sedang haid, dan dia membaca Al-Qur’an” (H.R Ibnu Majjah)

Ketentuan membaca Al-Qur’an masih menuai banyak perdebatan oleh para ulama. Namun jika di kembalikan lagi, membaca Al-Qur’an adalah perintah dari Allah SWT yang harus di laksanakan bagi muslim yang telah suci. Beberapa ulama berpendapat bahwa boleh bagi wanita haid untuk membaca Al-Qur’an namun tidak dengan menyentuh mushafnya. Hal ini bertujuan agar mulimah dalam kondisi ini tidak meninggalkan Al-Qur’an dan selalu ingat kepada Allah SWT. Terutama bagi wanita yang tengah menghafal Al-Qur’an untuk menghindari hilangnya hafalan-hafalan yang ia miliki.

  1. Berdo’a

Berdo’a merupakan sebagai media untuk kita berkomunikasi dengan Allah SWT. Dengan berdo’a, kita dapat meminta apa yang kita inginkan dan menjadi media bagi kita untuk selalu ingat dan dekat dengan Allah SWT. Karena pada dasarnya, do’a adalah inti dari semua ibadah-ibadah yang telah kita lakukan. Sebagaimana telah di sampaikan oleh Rasulullah SAW, beliau bersabda.

“Do’a itu merupakan inti dari ibadah.” (H.R Tirmidzi)

Do’a adalah media kita untuk selalu berkomunikasi dan mengatakan keinginan kita kepada Allah SWT. Bahkan jika di ingat kembali, kita di anjurkan untuk selalu ingat dan berdoa walau dalam hal yang kita anggap sepele sekalipun. Seperti berdo’a ketika makan, setelah makan, masuk WC, keluar WC, memakai pakaian dan do’a pada kegiatan-kegiatan keseharian lainya. Hal ini di maksudkan agar kita selalu ingat kepada Allah dan meminta pengampunan dan perlindungan pada setiap aktivitas yang kita lakukan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Mu’min ayat 60, yang artinya.

“Dan tuhanmu berfirman, ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (Q.S Al-Mu’min : 60)

  1. Membaca Sholawat

Selain amalan-amalan di atas, wanita yang tengah dalam kondisi haid juga dapat membaca sholawat. Membaca sholawat adalah salah satu perintah Allah SWT kepada hamba-Nya. Sebab, membaca sholawat adalah sebagi media kita dalam mengutarakan cinta kasih kita, serta kerinduan kita pada Rasulullah SAW yang merupakan kekasih dari Allah SWT. Bahkan Allah dan para malaikat-Nya juga turut bersholawat kepada Rasulullah SAW. Karena bagaimanapun Rasulullah SAW adalah manusia yang paling sempurna yang telah membawa kita untuk mengenal agama Islam ini. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 56, yang artinya.

“Sungguh Allah dan para Malaikat-Nya bersholawa untuk Nabi Muhammad SAW. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian kepada Nabi. Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S Al-Ahzab : 56)

Dengan bershalawat kepada Nabi maka Allah akan bersholawat kepadanya sebanyak sepuluh kali. Hal ini menjadikan sholawat merupakan hal yang cocok untuk di amalkan bagi wanita yang tengah dalam kondisi haid. Karena pada dasarnya, sholawat dapat di lakukan oleh siapa saja, dan dalam kondisi apa saja serta faedah yang besar bagi siapa saja yang mengamalkannya. Sebagaiman telah di sampaikan oleh Rasulullah SAW, yang artinya.

“janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian kuburan dan janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat perayaan. Bersholawatlah kepadaku karena sesungguhnya ucapan sholawat kalian akan sampai kepadaku di manapun kalian berada.” (H.R Abu Dawud)

Penutup

Agama Islam memrintahkan bagi setiap umatnya untuk selalu melakukan ibadah kepada Allah SWT. Hal inijug berlaku bagi seorang wanita yang tengah dalam kondisi haid. Karena kondisi haid tidak membuat wanita sepenuhnya dapat meninggalkan ibadah. Meskipun beberapa ibadah tidak di perbolehkan untuk di lakukan, namun wanita dalam kondisi haid tetap harus mengamalkan perintah ibadah lainya agar selalu ongat kepada Allah SWT. Dari penjelasan di atas dapatdi pahami, bahwa masih ada beberapa kegiatan ibadah yang baik di lakukan oleh wanita yang tengah dalam kondisi haid. Hal ini tentu bertujuan agar wanita dalam kondisi haid tetap selalu ingat atas kewajibannya sebagai umat dan selalu dekat dengan Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW

Demikian pembahasan dari Kawan Mama mengenai amalan yang dapat di lakukan wanita yang tengah dalam kondisi haid. Agama islam sangat memperhatikan aktivitas umatnya sampai bagian terkecil sekalipun. Islam selalu memiliki cara untuk memudahkan umatnya untuk beribadah dan untuk selalu dekat dengan Allah SWT.

Semoga tulisan in dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

Sumber :

  • Merdeka
  • Orami
Aktivitas Baik Yang Di lakukan Ketika Haid

Aktivitas Baik Yang Di lakukan Ketika Haid

Aktivitas Yang Boleh Dan Baik Ketika Haid

Muslimah Belajar

 

Hallo kawan mama,

Dalam sudut pandang Agama Islam, haid atau menstruasi adalah kondisi di mana seorang wanita berada dalam keadaan yang tidak suci atau ‘kotor’ karena terdapat hadas terkait darah yang keluar dari tubunya. Menjelang masa haid, haram bagi wanita untuk melakukan kegiatan ibadah seperti sholat, thawaf saat haji, puasa dan di larang membaca Alquran.

Pada saat berlangsungnya masa haid, wanita yang sedang mengalami haid juga akan merasakan rasa lelah yang luar biasa. Tidak jarang pula yang harus menghabiskan seharian di ranjang. Karena pada saat haid, rasa sakit akan terasa lebih menggila hingga ada pula yang sampai pingsan karena kesakitan.

Dalam sebuah penelitian oleh, Obstetrics and Gynaecology Research mencatat, bahwa wanita yang sedang haid akan kehilangan produktivitas karena gejala yang di sebabkan oleh menstruasi. Survei tersebut telah di lakukan pada 32.748 wanita yang tengah mengalami haid.

Meski begitu, dalam agama Islam ada beberapa kegiatan dan aktivitas ketika haid, yang dapat di lakukan untuk tetap menjaga keimanan dan tetap dekat dengan Allah serta menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi rasa sakit akibat gejala haid.

Berikut ini adalah beberapa kegiatan dan aktivitas ketika dalam kondisi haid yang dapat kamu lakukan:

  1. Mendengarkan Al-Qur’an

aktivitas ketika haid yang boleh dan berpahala yang pertama adalah mendengarkan lantunan ayat Al-Qur’an. Meski memegang dan membaca terbilang di larang. Namun wanita haid tetap boleh dan di anjurkan untuk mendengarkan.

Dengan mendengar ayat suci Al-Qur’an, maka hati akan merasa sejuk, damai dan selalu dekat dengan Allah. Terkait kondisi haid, Aisyah r.a pernah berkata.

“Rasulullah SAW meletakkan kepalanya di pangkuanku saat aku sedang haid, dan dia membaca Alquran,” (HR Ibnu Majah).

Namun, dalam kalangan ulama, masih terdapat perbedaan antara boleh atau tidaknya mendengarkan Al-Qur’an, akan tetapi ada baiknya untuk tidak meninggalkan Al-Qur’an seluruhnya, agar diri tetap ingat dan dekat dengan Allah.

  1. Berdzikir

Dzikir merupakan aktivitas yang di anjurkan dan di perbolehkan untuk siapa pun dan dalam kondisi apapun. Wanita dalam kondisi haid dapat berdzikir dengan mengucapkan berbagai kalimah thayyibah seperti halnya tasbih, takbir, tahmid, tahlil, mengucap itstighfar dan dzikir lainnya.

Dalam hal ini, Para fuqaha (ahli fiqih) telah sepakat bahwa tiga hal terkait ibadah yang baik dan dapat di lakukan dalam kondsi suci ataupun tidak adalah membaca istighfar, zikir, dan doa kepada Allah. Berdzikir dapat menjadi aktivitas ibadah ketika haid datang menerpa.

  1. Bersholawat

Selain berzikir, aktivitas yang baik lainya ialah dengan bersholawat. Sholawat adalah bukti cinta dari seorang hamba mukmin kepada Allah dan Rasul-Nya. Sholawat dapat menyebabkan turunnya rahmat, pengampunan dari Allah dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Tidak ada dalil tentang pelarangan bersholawat dalam kondisi haid, artinya bersholawat dapat di lakukan saat suci atau kondisi hiad sekalipun.

  1. Berdoa

Sama halnya dengan aktivitas berzikir, berdoa dapat di lakukan oleh siapa pun dan kapan pun. Do’a merupakan ikhtiar dari seorang mukmin untuk semakin mendekatkan diri pada Allah dan dapat menjadi aktivitas yang baik dan berkah bagi wanita dengan kondisi haid.

Dalam keadaan haid, wanita masih dapat memanjatkan doa harian seperti Al-Matsurat yang merupakan kumpulan doa harian yang telah di amalkan oleh Rasulullah SAW.

  1. Menuntut Ilmu

Imam Muslim mencatat hadis tentang keutamaan orang yang sedang mencari ilmu, yang berbunyi.

” Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah SWT menunjukkan jalan menuju surga baginya.” (HR. Muslim)

Menuntut ilmu merupakan hal yang di wajibkan bagi setiap manusia yang mampu. Ada berbagai banyak cara menuntut ilmu yang dapat di lakukan oleh wanita yang sedang dalam kondisi haid. Seperti halnya dengan melakukan kegiatan mendengarkan tausiah, membaca buku, melihat vidio yang bermanfaat dan lain sebagainya.

  1. Berbuat Baik

Kegiatan ini dapat di lakukan oleh semua manusia tak terkecuali. Bahkan kegiatan ini di ajarkan dalam semua agama. Dengan mengamalkan kegiatan ini dapat menimbulkan rasa kepedulian antar sesama, keakraban antar sesama, dapat membantu orang yangkesusahan dan dapat mndekatkan diri dengan Alah SWT. Adai berbagai macam cara yanag dapat di lakukan dalam kegiatan berbuat baik. Seperti halnya, bersilaturahmi, bersedekah, membantu sesama dan lain sebagainya.

  1. Berolahraga

Olahraga adalah aktivitas yang di lakukan agar tubuh tetap sehat. Berolahraga pada saat haid merupakan aktivitas yang bagus untuk tubuh. Namun, pada kondisi haid, beberapa kegiatan olahraga yang berat cenderung akan memperparah kondisimu ketika haid.

Kamu perlu menyesuaikan jenis olahraga yang tepat yang akan di lakukan dalam kondisi tersebut. sperti melakukan olahraga, yoga, zumba, pilates, jalan kaki, berenang, dan menari. Namun dalam kondisi haid, usahakan berolahraga dengan secukupnya dan jangan sampai mengalami kelelahan. Karena kelelahan dapat memperburuk kondisi haid yang sedang kamu alami.

Dengan berolahraga kamu dapat mencegah gejala seperti perut kembung, mengurangi rasa kram, nyeri dan memperbaiki mood kamu.

  1. Mengkonsumsi Makanan Sehat

Dengan mengkonsumsi makanan sehat kamu dapat mempertahankan tubuh kamu tetap sehat.  Makanan yang sehat tubuh akan dapat banyak asupan nutrisi dan tubuh tidak akan mengalami dehidrasi. Dengan begitu gejala nyeri dan lainy dapat terminimalisir. Salah satu makanan sehat yang baik di konsumsi adalah sayuran hijau dan buah bauahan yang tinggi serat.

 

Pastikan kamu mengetahui kondisi fisik kamu sebelum melakukan aktivitas-aktivitas tersebut. Bila kondisi fisik tidak mendukung sebaikny jangan lakukan aktivitas yang berat, kamu bisa mengompres bagian yang nyeri dengan air hangat untu meredakannya.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat..

 

 

Sumber

  • Orami
  • Sehatq
Wanita Pintar – Hal Yang Di Larang Ketika Haid Atau Menstruasi

Wanita Pintar – Hal Yang Di Larang Ketika Haid Atau Menstruasi

Pantangan Yang Tidak Boleh Di Lakukan Saat Haid

Darah Menstruasi

 

Hallo kawan mama,

Haid merupakan hal atau suatu kondisi alami yang akan di alami oleh setiap tubuh wanita pada setiap bulannya. hal ini terjadi karena ketika sel telur dalam tubuh wanita tidak di buahi, maka akan meluruh dengan sendirinya dan larut keluar dari melalui lubang kemaulan wanita. Dalam kondisi haid ini, akan terjadi bermacam-macam perubahan hormon dalam tubuh wanita.

Sebagian banyak dari wanita akan mengalami gejala seperti mood swing, nafsu makan yang tingi, nyeri pada sekujur tubuh, kepala pusing, dan kadang gairah berhubungan badan yang meningkat. Hal tersebut membuat wanita harus belajar mengontrol diri agar tidak pasrah dan menuruti perubahan hormonal tersebut.

Ternyata ada beberapa larangan yang pantang di lakukan dalam kondisi haid menurut Islam dan larangan haid secara medis. Berikut ini telah kami rangkum pantangan apa saja yang harus di hindari wanita dalam kondisi haid.

Larangan Ketika Haid

  1. Tidak Di Perbolehkan Membaca Al-Qur’an

Dalam kondisi haid, seorang wanita tidak di perbolehkan untuk membaca Al-Qur’an. Hal ini  telah di sampaikan langsung oleh Rasulullah Saw. Dalam sabdanya yang berbunyi:

“Orang junub dan wanita haid tidak boleh membaca sedikit pun dari Alquran.” (H.R Tirmidzi)

Namun terkait hal ini ada banyak pendapat para ulama menegnai larangan ini. Seperti pendapat  pendapat Syekh Shaleh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan yang menjelaskan, bahwa seorang muslimah yang sedang haid tidak di perbolehkan membaca Al-Qur’an. Baik dengan mushaf atau lewat hafalannya, karena tubuhnya masih terdapat hadats besar. Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa boleh membaca melalui hafalan namun tidak dengan menyentuh mushafnya.

  1. Melakukan Sholat

Suatu ketika, Aisyah r.a di datangi oleh seorang wanita dan kemudian wanita tersebut bertanya,

Apakah salah seorang dari kami harus mengqadha sholat bila telah suci dari haid?”. Kemudian Aisyah bertanya, “Apakah engkau wanita Hururiyah? Kami dulunya haid di masa Nabi SAW. Beliau tidak memerintahkan kami mengganti sholat.” (HR. Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya.

Apabila haid datang, tinggalkanlah salat,” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam kondisi haid wanita tidak di perkenankan melakukan sholat sebab ia sedang dalam keadaan tidak suci atau kotor oleh hadas.

  1. Di larang Berpuasa Wajib Ataupun Sunnah

Dalam sebuah hadist telah di sebutkan bahwa.

“Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami di perintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak di perintahkan untuk mengqadha’ shalat’” (HR. Muslim)

Dalam hadist tersebut, telah di sebutkan bahwa melakukan ibadah puasa merupakan perbuatan yang di larang. namun ibadah puasa tersebut yang tidak di kerjakan pada saat haid, dapat di lakukan atau di ganti di hari yang lain. Dalam kasus ini yang di larang bukan hanya puasa waib, melainkan  puasa sunnah lainya pun tidak boleh di kerjakan.

  1. Masuk Dan Berdiam Diri Dalam Masjid

Di dalam Al-Majmu II/163, An-Nawawi mengutip ucapan Ahmad bin Hanbal, yang berbunyi. “Haram bagi seseorang junub duduk dan berdiam diri di masjid, tetapi di bolehkan baginya melewatinya karena suatu keperluan. “Seseorang yang junub boleh berhenti dan duduk di masjid setelah dia berwudhu.”

Dari penjelasan tersebut dapat di pahami, bahwa wanita dengan kondisi haid tidak di perbolehkan untuk masuk ke dalam masjid kecuali jika ia mampu dalam memenuhi dua syarat tersebut. Yaitu mempunyai hajat yang harus ia tunaikan, serta boleh memasuki masjid jika ia dalam keadaan suci atau minimal dapat menaga keucian dari hadas haid yang ia alami.

  1. Tidak Di Perbolehkan Melakukan Hubungan badan.

wanita yang sudah menikah dan memliki suami di larang melakukan hubungan badan karena ia tengah berada pada kondisi haid dan tentunya dalam keadaan kotor dan tidak suci karena hadas haid. Hal ini telah di sebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 222.

  1. Tidak Boleh Di Talak Dan Meminta Talak Pada Suami

Ketika seorang istri medapat talak dari suami dalam kondisi haid, maka hal ini di sebut juga talak bid’i. Kejadian talak seperti ini sangat di larang dalam Islam. Di jelaskanoleh Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya dengan merujuk pada ucapan Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas dalam firman Allah yang bunyi, “Fathalliquuhunna li ‘iddatihinna.”

  1. Tidak Di Perbolehkan Thawaf Ketika Haji

Rasulullah SAW pernah berkata pada Aisyah ketika ia sedang melakukan ibadah haji, tetapi itu ia dalam kondisi datangnya haid. Rasulullah berkata,

“Kerjakanlah segala yang di kerjakan oleh orang yang sedang berhaji, tetapi jangan melakukan thawaf.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Tidak Di Perbolehkan Bermalas-Malasan Dalam Mengganti Pembalut

Larangan pada wanita yang berada pada kondisi haid menurut medis salah satunya adalah di larang malas dalam mengganti pembalut. Menurut Cleveland Clinic, ketika wanita dalam kondisi haid dengan pembalut yang jarang di ganti, maka dapat mengakibatkan infeksi dan ruam pada daerah kemaluan.

Pembalut, menstrual cup dan tampon merupakan benda yang kerap di pakai wanita haid. Di larang bermalas-malasan dalam menggantinya, terutama bila dalam kondisi darah keluar dengan banyak. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi pada vagina.

  1. Begadang

Tentunya tidur merupakan aktivitas primer yang di butuhkan setiap tubuh, terlebih jika kamu sedang dalam kondisi haid. Waktu tidur yang kurang akan menyebabkan meningkatnya hormon kortisol yang dapat mengakibatkan terganggunya keseimbangan hormon pada tubuh dan dapat memperburuk berbagai kondisi kesehatan tubuhmu ketika haid.

  1. Tidak Boleh Makanan Sembarangan

Pada saat memasuki kondisi haid, pola makan seorang wanita dapat berubah secara signifikan. Seperti makan dengan porsi besar atau makan dengan terus-menerus. Dalam kondisi haid, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak di konsumsi dan di hindari agar tidak rasa nyeri, sakit, dan kembung saat periode haid berlangsung tidak bertambah parah. Makanan tersebut berupa, alkohol, makanan yang mengandung kafein, garam, makanan berlemak (kolestrol), coklat, dan produk susu (es cream dan lainya).

Nah itu dia tadi, beberapa larangan yang tidak boleh di lakukan baik dalam pandangan agama Islam maupun dalam pandangan ilmu medis. Menjaga kesehatan dalam kondisi haid tentu sangat penting, pastikan kamu mengkonsumsi makanan yang sehat seperti sayuran hijau dan makanan sehat lainya agar terhindar dari gejala yang tidak mengenakkan.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

Sumber

  • Brilio
  • orami

 

Ciri-Ciri Perbedaan Haid Dan Istihadhah

Ciri-Ciri Perbedaan Haid Dan Istihadhah

Ciri-Ciri Dan Perbedaan Darah Haid Dan Istihadhah

Perbedaan Haid Dan Istihadhoh

 

hallo kawan mama,

Setiap dari kaum wanita pasti akan mengalami kondisi di mana ia akan mendapati bahwa dirinya sedang haid atau pun istihadhah. Dari sekian banyak kasus yang terjadi, beberapa kaum wanita terutama ketika pertama kali mengalami kondisi haid. Tentuny masih asing dan belum bisa membedakan antara apa itu darah haid dan darah istihadhah. Nah, pada kesempatan kali ini kawan mama akan sedikit banyak mengulas menegenai perbedaan antara darah haid dan darah istihadhah.

Pada umumnya wanita mempunyai periode yang tetap di mana masa haid terjadi pada tanggal yang sama. Namun tidak sedikit pula wanita yang mengalami kondisi haid yang berbeda pada setiap bulanya. Hal seperti ini kadang membuat bingung dan menjadi pertnayaan, apakah ini darah haid atau darah istihadhah, dan bagaimana menyikapinya?

Pada dasarnya, perbeda’an dari ciri-ciri dari darah haid dan istihadhah bagi wanita memang dapat di ketahui. Wanita akan dengan mudah dalam menganalisa dan menemukan perbedaan di antara keduanya. Dengan melihat dan mengamati pada darah yang keluar, maka akan terlihat perbedaan darah sekalipun dengan kasat mata.

Tenang saja, berkut ini kami sajjikan penjelasan terkait perbedaan darah haid dan darah istihadhah.

Apa itu haid?

Pengertian haid ada Dalam sebuah kitab yang berjudul Risaalah ad-Dimaa’ ath-Thabi’iyyah li an-Nisaa’ yang menjelaskan bahwa haid atau menstruasi, secara bahasa berarti mengalirnya sesuatu. Sedangkan secara istilah berarti keluarnya darah secara alami dari rahim seorang wanita tanpa sebab apapun pada waktu tertentu.

Umumnya wanita yang akan mulai mulai mengalami periode haid ektika ia sudah menginjak umur 9 tahun. Ulama terdahulu sepakat, jika perempuan mengeluarkan darah sebelum berusia sembilan tahun, maka darah tersebut bukanlah darah haid, melainkan darah penyakit. Namun untuk batasan maksimal usia dari wanita yang mengalami haid, para ulama masih saling berbeda pendapat.

masa berlangsungnya waktu haid umumnya terjadi paling singkat sehari semalam. Sedangkan waktu paling lama memakan sampai 15 hari. Wanita haid tidak boleh menjalankan ibadah seperti sholat, menyentuh dan membaca mushaf Al-Qur’an serta di larang berpuasa. Namun tetap dapat melakukan ibadah-badah sunnah lainya, seperti dziir, shalawat, sedekah dan lain-lain.

Ketika wanita sudah mulai mengalami siklus haid itu menunjukan tanda bahwa ia telah baligh dan harus menjalankan semua perintah agama dan menjauhi larangannya. Dan apabila masa haid wanita telah berakhir di wajibkan bagi kaum wanita untuk melakukan mandi besar wajib, guna membersihkan najis dan kotoran lainya yang menempel pada tubuh.

Apa itu istihadhah?

Sebuah darah yang keluar dar tubuh wnaita dapat di katakan istihadhoh apabila keluarnya darah dari vagina lebih dari umumnya waktu haid yang biasa di alami  (umunya 15 hari). Hal ini merujuk pada pendapat imam Syafi’i yang mengatakan bahwa jika pada waktu normal haid keluar darah minimal sehari semalam dan maksimal haid adalah 15 hari. Dan apabila  seorang wanita mengalami haid selama 3 hari, kemudian ia suci, lalu kemudian 2 hari berikutnya keluar darah selama 5 hari, maka darah yg keluar ke tersebut di anggap darah haid (di kalkulasikan dari 3 hari, 2haridan 5hari = 10 hari) karena kurang genap dari 15 hari.
namun apabila haid berlangsung selama 10 hari, kemudian suci 4 hari berikutnya dan keluar lagi pada hari ke 15, maka yang 1 hari terhitung haid. Akan tetapi bila darahmash keluar lebih dari 15 hari maka selebihnya di anggap darah istihadhoh dan sudah wajib melaksnakan sholat dan lainya.

Cara membedakan darah haid da darah istihadhah

Cara membedakan darah haid dan darah istihadhah adalah, pada dasarnya darah haid biasanya akan keluar dari urat atau otot yang ada di ujung rahim wanita dalam waktu-waktu tertentu. Sedangkan darah Istihadhah merupakan darah yang keluar dari urat yang terletak di bawah otot Rahim wanita.

Darah istihadhah berupa darah yang keluar dari kemaluan wanita dalam jangka waktu yang cenderung lama dari waktu biasanya, yaitu melebihi dari kebiasaan lama waktu haid, yang bisa saja di sebabkan oleh adanya penyakit atau gangguan lain.

Dalam sebuah hadist, Nabi pernah menjelaskan bahwa.

“Jika darah tersebut adalah darah haid, maka warnanya akan kehitam-hitaman sebagaimana telah di ketahui sebelumnya. Jika ciri-ciri darahnya seperti itu maka tinggalkanlah shalat. Namun bila ciri-cirinya berbeda maka berwudhulah lalu kerjakanlah shalat, sebab darah tersebut tidak lain adalah darah yang keluar dari urat (keluar karena adanya gangguan)”. (H.R Abu Dawud)

Penting untuk di perhatikan sebagaimana telah di jelaskan oleh Rasullah dalam hadis tersebut. Bahwa bedanya warna darah haid dengan darah istihadhah adalah darah istihadhah yang keluar dari tubuh warnanya tidak kehitam-hitaman seperti darah haid. Pada umumnya warna dari darah istihadhah berupa merah cerah dan tidak memiliki bau khusus seperti darah haid. Darah istihadhah juga akan segera membeku setelah keluar dari tubuh. Sementara darah haid tidak akan membeku walau di di amkan hingga 1 tahun lamanya.

Jadi dapat di simpulkan bahwa, bagi seorang wanita yang telah selesai haid namun masih tetap mengeluarkan darah di luar siklus berlangsungnya masa haid. Maka darah yang keluar di anggap merupakan darah istihadhah dan sudah di perbolehkan menjalankan ibadah (sholat) seperti ketika ia sedang suci (tidak Haid).

sebagai muslimah yang cerdas tentu harus bisa membedakan kedua hal tersebut dong. karena ini menyangkut pada ibadah yang akan kita pertanggung jawabkan kelak. semoga artikel ini dapat membantu dan menambah wawasanmu ya. . .

 

 

 

 

sumber

  • Bincangmuslimah
  • Alomedika
Haid Atau Menstruasi Menurut Pandangan Ulama

Haid Atau Menstruasi Menurut Pandangan Ulama

Haid Atau Menstruasi Menurut Pandangan Ulama

Hanita Haid

 

Hallo kawan mama,

Pada tulisan kali ini kawan mama akan mengulas tentang bagaimana sih Haid atau Menstruasi dalam pandangan para ulama.

Haid atau di sebut juga dengan menstruasi pertama yang di alami oleh wanita merupakan merupakan fenomena dan kejadian yang penting dalam dalam kehidupanya. Dan perlu di tanamkan bahwa dengan datangnya fenomena haid, pada waktu itu pula Allah telah mewajibkan untuk bagi hamba-Nya agar melaksanakan segala perintah-Nya dengan baik dan menjahui semua larangan-Nya. Haid sendiri merupakan barometer atau tolak ukur kesehatan seorang wanita. Faktor penting kesehatan seorang wanita adalah kondisi kesehatan, baik secara mental, fisik, spiritual dan sosial, serta bagian terpenting lainya dari kesehatan seorang wanita adalah mengenai kesehatan reproduksinya.

Pada era modern ini anak perempuan lebih cepat mengalami kondisi haid atau menstruasi. Menururt para ahli kandungan, pada zaman ini, anak perempuan cenderung lebih cepat mengalami kondisi haid, yang disebabkan banyaknya mengonsumsi makanan junk food yang mengandung unsur hormon.

Bagaimana fenomena tersebut dalam pandangan agama Islam?

Dalam sebuah kitab yang brjudul Risaalah ad-Dimaa’ ath-Thabi’iyyah li an-Nisaa’ di jelaskan bahwa haid atau menstruasi, secara bahasa berarti mengalirnya sesuatu. Sedangkan secara istilah berarti keluarnya darah secara alami dari rahim seorang wanita tanpa sebab apapun pada waktu tertentu.

Para ulama mazhab sepakat bahwa fenomena haid akan di alami seorang wanita, minimal ketika ia berusia 9 tahun. Jadi apabila seorang perempuan belum mencapai umur 9 tahun, namun telah mengeluarkan darah dari tubuhnya, maka darah tersebut bukanlah haid, melainkan darah penyakit.

Dalam pandangan Mazhab Hanafi, ketika seorang anak perempuan pada usia sembilan tahun kemudian mengalami haid, itu berarti  sudah wajib baginya untuk melaksanakan semua perintah agama, seperti halnya shalat dan berpuasa. Setiap bulan, seorang anak perempuan  akan mengalami kondisi haidsampai ketika ia berusia 55 tahun. Apabila setelah lebih dari usia 55 tahun, namun masih mengeluarkan darah haid, maka itu bukan termasuk darah haid. Kecuali, jika memilki ciri yang sama baru itu bisa dianggap darah haid.

Dalam ilmu fiqih, istilah iyas berarti berhentinya darah haid pada usia tertentu. Mengenai masa iyas ini, Mazhab Hanbali memiliki pendapat yang berbeda dengan Mazhab Hanafi. Mazhab Hanbali berpendapat bahwa iyas terjadi ketika seorang wanita  memasuki usia 50 tahun. Namun apabila pada usia tersebut seseorang masih mengeluarkan darah, maka itu tidak termasuk darah haid, Meskipun memiliki ciri yang sama.

Sedangkan Mazhab Maliki berpendapat bahwa seorang perempuan akan berhenti haid pada usia 70 tahun. Sedangkan Mazhab Syafi’i  mengatakan bahwa tidak adanya batasan usia seorang wanita mengalami kondisi haid. Menurut Mazhab Syafi’i, haid dapat di alami oleh semua perempuan selama ia masih hidup, sekalipun biasanya haid berhenti ketika memasuki usia 62 tahun.

Keempat mazhab sepakat bahwa hukum darah haid adalah najis. Dan, wanita tersebut di katakan suci setelah darah berhenti keluar,  lalu ia melakukan pensucian dengan cara mandi wajib. Jika darah haid hukumnya najis, lalu hukum bagi tubuh orang yang mengalami haid?

Dalam pandangan Syekh Yusuf Qaradhawi, seluruh anggota tubuh wanita haid, tidak najis. Beliau merujuk pada sebuah riwayat dari Aisyah r.a.

 

Suatu ketika Nabi Muhammad SAW meminta kepada Aisyah, “Bawakan kepadaku tikar kecil itu,” Kemudian ‘Aisyah menjawab, “Saya sedang haid, wahai Rasulullah” Maka Rasul SAW bersabda, “Inna haidhatiki laisat fii yadiki,” sesungguhnya haidmu itu tidak di tanganmu. (HR Bukhari).

 

Hadis ini dengan tegas mengisyaratkan bahwa tubuh seorang wanita yang sedang haid adalah suci. Tutur Syekh Qaradhawi, ketika ia menyentuh benda apapun termasuk air, tidak membuatnya menjadi najis. Namun bagaimana kalau ia menyentuh atau membaca Al-Qur’an?

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa, wanita haid di larang melakukan ibadah layaknya orang junub. Termasuk menyentuh Al-Qur’an dan masuk ke dalam masjid. Apabila ia membaca Al-Qur’an tanpa menyentuhnya, beberapa ulama memperbolehkannya. Namun ada juga yang melarang.

Imam Nawawi termasuk dari ulama yang melarang wanita haid membaca Al-Qur’an. Sedangkan ulama lain seperti Ibnu Jarir at-Thabari, Imam Bukhari dan Ibnu Munzir memperbolehkan. Al-Bukhari menyebutkan pendapat dari Ibrahim an-Nakha’i, “tidak ada salahnya seorang perempuan yang haid membaca ayat Al-Qur’an.

Dikutip oleh Syekh Muhammad al-Utsaimin dalam Fiqh Mar’ah al-Muslimah, Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa “tidak ada satupun sunnah yang melarang perempuan haid membaca Al-Qur’an”. Para wanita pada zaman Rasulullah juga mengalami haid. Maka, apabila membaca Al-Qur’an di larang sebagaimana dengan shalat, maka tentunya sudah di jelaskan pula oleh Rasulullah SAW. Beliau menambahi manakala tidak ada satupun riwayat dari Rasulullah yang mengharamakan perkara ini, maka tidak boleh di hukumi haram. Karena Rasulullah sendiri tidak menghukuminya haram.

Batas waktu berlangsungnya Haid

Dala menentukan batas waktu paling sebentar dan paling lamanya masa haid terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Seperti yang telah di jelaskan Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qaththani dalam Buku Shalatul Mu’min menjelaskan, bahwa tidak ada batasan pasti berapa lama atau sebentar kondisi haid berlangsung.

sebagian lainya berpendapat bahwa “waktu paling sebentar berlangsungnya haid adalah satu hari satu malam sedangkan waktu paling lama adalah 15 hari”, demikian pendapat dari jumhur ulama. Ibnu Taimiyah berpendapat tidak ada batasan waktu lama maupun sebentar dan tidak ada batasan masa suci di antara dua haid.

Dasar dari pendapatnya tersebut adalah adanya perselisihan yang terjadi di kalangan ulama dalam hal batas waktu paling lama masa haid. Namun, di antara para ulama tersebut, ada yang membatasi waktu paling lama masa haid saja tanpa membatasi waktu paling singkatnya. Hal tersebut membuat Ibnu Taimiyah memilih qaul di mana tidak ada batasan antara keduanya.

Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq bahwa,” tidak ada batasan pasti masa paling lama haid seorang wanita berdasarkan hujjah yang benar.”

Jika seorang wanita mengalami waktu haid dengan teratur dan rutin, maka ia dapat menggunakan panduan tersebut. Namun, apabila ia tidak memiliki siklus haid yang tetap, maka ia dapat menggunakan tanda-tanda dari darah yang keluar. Pendapat ini merujuk pada sebuah hadits yang diriwayatkan olehFatimah binti Abi Hubaisy yang menyebutkan bahwa darah haid wanita satu dengan wanita lainnya berbeda.

Dari Fatimah binti Abu Hubaisy, ketika ia sedang mengalami kondisi istihadhah, maka Nabi SAW bersabda, “Jika darah haid ia berwarna hitam yang biasa dikenal. Jika itu warnanya, maka berhentilah dari sholat dan jika yang lain maka berwudhulah dan sholatlah karena itu adalah keringat.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i dan lainnya. Di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih An-Nasa’i).

Ibnu Rusyd menjelaskan dalam kitab Bidayatul Mujtahid, Imam Malik berpendapat bahwa masa haid maksimal adalah 15 hari. Pendapat tersebut di dukung oleh Imam Asy-Syafi’i. Sedangkan, Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa, maksimal masa haid adalah 10 hari.

Sementara itu, Imam Malik tidak memberikan batasan terkait minimal masa haid berlangsung. Sekalipun yang keluar sebanyak satu tetes darah, tetap dapat di sebut sebagai darah haid. Sedangkan, Imam Asy-Syafi’iy berpendapat bahwa minimal masa haid adalah sehari semalam dan Imam Abu Hanifah berpendapat terjadi dalam tiga hari.

Dari penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa secara umum, para ulama fiqih telah sepakat jika seorang wanita mengalami kondisi haid lebih lama dari waktu yang biasanya, maka ia tengah mengalami istihadhah (darah penyakit).

 

 

 

Sumber

  • News.detik
  • Republika
Makanan Yang Baik Saat Haid Atau Menstruasi

Makanan Yang Baik Saat Haid Atau Menstruasi

Daftar Makanan Yang Baik Untuk Di Konsumsi Saat Haid

Makanan Sehat

 

Halo Kawan Mama,

Sepanjang siklus haid, kebutuhan nutrisi yang di perlukan seorang wanita cenderung tidak menentu dan fluktuasi hormon juga bukan satu-satunya penyebab. Para wanita juga kehilangan unsur mineral dalam tubuh dan vitamin esensial karena pendarahan.

beberapa ahli merekomendasikan dengan pola makan yang seimbang dan sesuai dengan siklus haid mereka untuk mengembalikan kondisi tubuh agar menjadi stabil. beberapa sumber makanan dapat membantu mempertahankan unsur-unsur yang sehat dan baik untuk tubuh, serta dapat mengurangi kondisi akibat siklus haid ini, seperti halnya kondisi mual, kram, kelelahan, sakit kepala, dan bengkak.

Bagi kaum wanita, tentunya haruslah tahu apa saja jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi pada kondisi haid atau menstruasi.

Nah, berikut kami sajikan daftar makanan yang baik untuk dikonsumsi dalam kondisi haid atau mentruasi,

  1. Pisang

Makanan Sehat Pisang

Pisang dapat menjadi opsi untuk tetap mendapatkan nutrisi yang baik selama kondisi haid. Buah ini kaya akan serat, magnesium, dan kalium yang akan membantu mengelola proses kondisi buang air besar yang tidak teratur, diare, dan rasa lapar yang ekstra.

  1. Brokoli

Makanan Brokoli

Zat besi merupakan unsur mineral paling banyak yang hilang pada kondisi menstruasi. Nah, brokoli ini akan membantu mengembalian unsur mineral yang telah hilang. Brokoli juga kaya akan kalium, serat dan magnesium yang dapat membantu mengurangi perut kembung, melancarkan sistem pencernaan dan melemaskan otot yang kencang dan tegang karena kondisi kram.

  1. Cokelat Hitam

Makanan Cokelat Hitam

Makanan ini mengandung banyak mineral seperti halnya flavanol, zat besi, antioksi dan magnesium. Cokelat hitam juga dapat melancarkan aliran darah dan melemaskan pembuluh darah yang tegang akibat kondisi hiad.

  1. Jeruk Dan Lemon

Jeruk Dan Lemon

Buah jeruk dan lemon sangat cocok dan baik di konsumsi agar tubuh tetap tersuplai oleh vitamin dan mengurangi nafsu makan gula selama kondisi haid. Tidak vitamin, jeruk dan lemon juga mengandung banyak serat dan air yang akan menjaga tubuh tetap terhidrasi dan sistem pencernaan agar tetap normal lancar. Buah lemon dan jeruk dapat meredakan rasa mual dan gejala lain karena kondisi haid yang sedang di alami.

  1. Salmon

Makanan Salmon

Salmon mengandung unsur asam lemak omega-3 yang tentunya sehat dan sangat kaya dengan protein. Mengkonsumsi salmon selama periode haid dapat mengurangi peradangan, perut kram dan mengatur siklus menstruasi agar tetap stabil.

  1. Jahe

Makanan Jahe

Jahe adalah bahan konsumsi yang baik untuk mengontrol peradangan dan akan membantu mengurangi kondisi nyeri ketika haid. Jangan lupa tambahkan jahe segar ke dalam minuman jika perutmu mengalami ketidaknyamanan

  1. Yogurt

Makanan Yogurt

Makanan sehat ini kaya akan probiotik, dan dapat memberi makan bakteri baik pada vagina, dan dapat membantu mengerhindari infeksi ragi yang berisiko yang biasa di alami oleh wanita saat sedang haid, maupun sesudahnya. Yogurt juga sangat kaya akan kalsium dan magnesium, yang pastinya sangat berguna untuk tubuh ketika kondisi haid datang.

  1. Biji Adas

Makanan Biji Adas

Beberapa peneliti mengatakan sekitar dari 80% wanita yang mengkonsumsi kapsul dengan dosis 30 miligram biji adas sebanyak 4 kali dalam 3 hari, dapat mengurangi gejala menstruasi yang menyakitkan. Biji adas juga dapat mengurangi kontraksi pada rahim yang di sebabkan oleh prostaglandin.

  1. Sayuran Berdaun Hijau

Makanan Sayuran Hijau

Dalam kondisi haid biasanya terjadi penurunan kadar zat besi , terutama jika aliran darah haid sangat deras. Hal ini dapat mengakibatkan rasa lelah, nyeri badan, dan kepala pusing. Sayuran hijau dapat mengembalikan kadar zat besi yang telah hilang dalam tubuh. Sayuran hijau juga kaya akan unsur magnesium, yang dapat menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap sehat dan normal.

  1. Daging Ayam

Makanan Daging Ayam

Daging ayam merupakan makanan yang kaya akan protein dan zat besi dimana tubuh sangat memerlukan Protein pada kondisi haid. ketika kondisi haid tiba, daging ayam yang kaya dengan protein dan zat besi itu dapat mengisi nutrisi pada tubuh, sehingga tidak akan timbul rasa lapar berlebihan.

 

Dengan pola makan sehat dan baik akan membantu tubuh terhindar dari gejala haid yang tidak menyenagkan. Rasa nyeri dapat teratasi, bukan hanya dengan mengkonsumsi makanan sehat saat kondisi haid saja terapkan gaya hidup sehat agar saat menjelang haid tidak akan terasa menyakitkan.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaaat..

 

 

Sumber

  • Merdeka
  • Sehatq

 

 

Hindari Minuman Ini Pada Saat Haid Atau Menstruasi

Hindari Minuman Ini Pada Saat Haid Atau Menstruasi

Hindari Minuman Ini Pada Saat Haid Atau Menstruasi

Hindari Jenis Minuman Ini

 

Hallo Kawan Mama,

Pada waktu yang lalu Kawan Mama telah membahas tentang makanan yang perlu di hindari saat sedang haid ataupun menastruasi. Nah pada kali ini Kawan Mama akan mengulas tentang minuman apa saja yang baiknya di hindari ketika memasuki periode haid atau menstruasi. pertanyaan yang sering muncul di kalangan masyarakat awam ketika sednag haid adalah terkait tentang pantangan asupan minuman yang tidak baik jika di konsumsi ketika menjelang haid. Ada ngga sih minuman yang baiknya di hindari saat periode haid?

Pertama kamu perlu tahu, bahwa ketika haid atau menstruasi tak sedikit yang mengalami dismenore. Dismenore ini adalah rasa nyeri dengan gejala rasa sakit di bagian perut seperti halnya mual, kram, dan rasa emosional yang tidak menentu serta kerap di sertai dengan sakitnya kepala. Ada penelitian yang menemukan bahwa ada beberapa daftar minuman yang sebaiknya perlu di hindari agar gejala yang muncul ketika periode haid dapat terminimalisir.

Berikut adalah minuman yang sebaiknya di hindari ketika sedang haid.

  1. Susu

Minuman Susu

Meskipun terdapat kalsium yang baik untuk tubuh, namun minuman ini juga mengandung asam arachadonic yang akan me nambah rangsangan pada zat prostaglandin pada tubuh untuk keluar. Zat inilah yang menyebabkan dan memicu gejala kejang dan perut menjadi kram.

  1. Kopi

Minuman Kopi

Di dalam kopi terdapat kandungan kopi yang dapat membuat perut kembung dan menimbulkan asam lambung naik. Dan akibatnya rasa nyeri ketika haid pun akan bertambah. Kandungan kafein juga dapat menyebabkan menyempitnya pembuluh darah yang akan memebuat dehidrasi pada tubuh. Bila gejala ini terjadi maka tubuh akan cepat lelah dan timbul rasa pusing.

  1. Alkohol

Minuman Alkohol

Mengkonsumsi minuman beralkohol juga dapat merubah siklus haid menjadi tidak stabil. Beberapa dari penelitian menyatakan bahwa rasa nyeri ketia haid dapat bertambah lama jika tubuh terasupi oleh alkohol. Dengan meminum alkohol dapat menggangu emosional saat masa haid.

  1. Teh

Minuman Teh

Minuman teh mengandung zat yang bisa menghambat tubuh untuk menyerap zat besi. Hal ini dapat mengakibatkan produksi sel darah merah dalam tubuh menjadi terganggu. Padahal ketika menstruasi berlangsung, sebagian dari sel darah merah yang lama dan tua akan meluruh serta larut melalui vagina dan tergantikan dengan sel yang baru.

  1. Es Batu

Minuman Es Batu

Dengan mengonsumsi es batu dapat membuat proses kerja rahim yang akan meluruhkan darah kotor terganggu, akibatnya darah kotor akan tertahan di rahim dan mengendap kemudian membeku. Jika kondisi seperti ini terus berulang, rahim akan butuh waktu untuk bekerja lebih keras dan akan mengakibatkan kram pada perut menjadi sakit luar biasa.

  1. Minuman Manis

Minuman Manis

Di dalam minuman yang manis terdapat kandungan glukosa yang tinggi seperti halnya minuman bersoda dan lainya. Saat minuman manis di konsumsi oleh tubuh dalam jumlah banyak, maka kalori dan kadar gula pada darah akan terus meningkat dan pada akhirnya emosi tidak dapat di kendalikan.

 

Agar kondisi tubuh tetap sehat dan prima ketika haid, baiknya hindarilah jenis minuman-minuman tersebut. Jaga juga pola makan kamu dan mulailah terapkan gaya hidup sehat. Dengan memperbanyak mengkonsumsi minuman seperti, air putih dan jangan ragu untuk berkonsultasi tentang kondisi kesehatan kamu dengan dokter jika kamu merasa ada yang tidak beres dengan tubuh kamu.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat..

 

 

 

Sumber

  • Klikdokter
  • cantik.tempo
Haid Tapi Hamil | BIsakah haid dalam kodisi hamil ??

Haid Tapi Hamil | BIsakah haid dalam kodisi hamil ??

Apa Mungkin Haid Tapi Bisa Hamil ??

Haid Atau Menstruasi

Hallo Kawan Mama,

Wanita yang di nyatakan positif mengalami kehamilan mungkin adalah salah satu hal atau kabar yang sangat di tunggu kebanyakan dari pasangan yang telah resmi menikah. Karenanya, baik wanita ataupun laki-laki mungkin akan lebih hati-hati pada tanda-tanda kehamilan yang bisa terjadi kapan saja.

Telat haid atau menstruasi adalah salah satu tanda dari kehamilan yang sangat umum. Namun pada beberapa kasus yang telah terjadi, wanita bisa saja mengalami siklus haid yang  terjadi dalam waktu yang pendek. Usut di usut, ternyata hal tersebut adalah tanda-tanda sebuah kehamilan dan yang keluar bukanlah cairan darah kotor atau haid.

Sehubungan dengan hal ini, Dr.Marra Francis seorang dokter spesialis bidang kandungan dan kebidanan di San Antonio, Texas, mengatakan bahwa “setiap wanita memang mengalami waktu subur sendiri. jika siklus haid terjadi secara tidak teratur pada setiap bulannya, maka bisa saja waktu suburnya pun terjadi secara tidak normal. Akan tetapi tidak mungkin wanita hamil dalam keadaan haid”, ucapnya.

Siklus Menstruasi Wanita

Sementara itu, Deborah Weatherspoon, PhD, RN, CRNA, seorang nursing educator mengatakan bahwa, siklus menstruasi wanita rata-rata adalah 28 hari. Siklus menstruasi adalah waktu antara hari pertama menstruasi pada satu periode dan hari pertama pada periode berikutnya. Nah, ovulasi ( ketika ovarium melepaskan sel telur dalam proses) biasanya terjadi 7 – 19 hari setelah masa menstruasi berakhir.

Karena seseorang dengan siklus haid memakan waktu 28 hari biasanya tidak mengalami ovulasi sampai sekitar satu minggu setelah mereka berhenti berdarah, mereka biasanya tidak dapat hamil selama haid” ucapnya.

Dalam Pandangan Medis

Menurut dr. Devia Irine Putri seorang health educator and communicator di KlikDokter.com juga mengatakan bahwa “kemungkinan seorang mendapati positif hamil setelah haid adalah tidak mungkin terjadi. Hal Ini berdasar pada kehamilan yang hanya bisa terjadi bilamana sel telur telah di buahi oleh sel sperma. Sel telur hanya dapat di produksi ketika seorang wanita yang sedang mengalami masa suburnya alias ovulasi”.

Masa subur seorang wanita biasanya terjadi berbeda-beda. Hal ini di tentukan dari lama pendeknya siklus menstruasi seseorang. Namun pada umumnya, masa subur terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi terjadi” ujar dr. Devia.

Ia juga mengatakan, bahwa tanda kehamilan yang paling dapat di amati adalah terlambatnya masa menstruasi. Namun, bilaa tidak sedang dalam masa haid tapi muncul flek darah berwarna merah cerah selama satu sampai dua hari, maka ini bisa saja menjadi salah satu tanda-tanda kehamilan. Di sarankan untuk coba lakukan test pack terlebih dahulu.

“Bercak darah yang keluar itu biasa di sebut dengan istilah implantation bleeding atau implantasi darah. Bercak yang  muncul sekitar 10 sampai 14 hari pasca berhubungan seks. Hanya saja, tidak dari semua orang akan muncul darah implantasi, bisasaja  hanya terlambat haid yang di sertai dengan keluhan lain,” jelas dr. Devia.

Dalil dan Pendapat ulama

Dalam pandangan para ulama,  di kutip dari Shahih Fiqih Wanita yang di karang oleh Syekh Muhammad Al Utsamain, tidak ada satu pun dalil di dalam Al-Qur’an dan sunnah yang menyebutkan bahwa wanita hamil tak bisa mengalami haid. Shaikh Al Utsmain berpendapat bahwa, “darah tersebut merupakan darah haid ketika tanda-tandanya sama seperti pada darah yang keluar dari wanita haid. ketika tidak ada sesuatu hal yang menunjukkan itu adalah haid, maka itu bukanlah darah haid”.

Ustazah Aini Aryani Lc dari Rumah Fiqih menjelaskan, dari para ulama pun berbeda pendapat mengenai hal ini. Mazhab Hambali dan Hanafi berpendapat bahwa darah yang keluar selama masa kehamilan bukanlah darah haid, melainkan fasad (darah rusak) yang hukumnya sama dengan istihadhah, sebab wanita hamil tidak dapat mengalami haid. Maka, ketika keluar darah dari wanita hamil ini tetap wajib melaksanakan shalat dan puasa sebagaimana saat ia sedang suci. Sebagaimana sabda Nabi kepada lelaki yang ingin menikahi wanita yang hamil karena zina.

“Dan wanita hamil (sebab zina) tidak boleh di jima sampai ia melahirkan, dan begitu pula yang tidak hamil, sampai ia mengalami haid.” (HR Abu Dawud). Dari hadis tersebut, dapat di ketahui bahwa haid menjadi salah satu penyebab atas kosongnya rahim dari janin. Dengan begitu, maka hamil dan haid tidak terjadi dalam satu waktu.

Sedangkan, Ulama dari mazhab Syafi’i dan Maliki berpendapat bahwa wanita yang sedang hamil bukan tidak mungkin mengalami haid jika memenuhi syarat, seperti berupa durasi, warna, maupun gejalanya. Misalnya, jika ada wanita hamil yang dan ada darah keluar selama minimal sehari semalam dengan warna kehitaman maka darah itu adalah arah haid. Ulama dari mazhab ini merujuk pada dalil dari hadis Nabi yang di riwayatkan oleh Asiyah RA.

Darah haid itu di kenal dengan warnanya yang kehitaman. “(HR Abu Dawud).

Penutup

Adapun penyebab adanya perbedaan pandangan pada kalangan ulama mengenai wanita hamil yang dapat mengeluarkan darah itu haid atau istihadhah, di sebabkan karena adanya kesulitan pada mereka untuk mengetahui hal tersebut berdasarkan dua perkara yang rancu. Yaitu, bisa saja darah yang di keluarkan oleh wanita tersebut adalah darah haid, dan kadang darah yang di keluarkan tersebut di sebabkan karena kelemahan dan ketidaksehatan janin yang di ikuti oleh fisik wanita yang tidak sehat.

Normalnya, wanita hamil tidak akan mengalami haid atau menstruasi. Hanya saja, ada beberapa kasus wanita hamil mengalami pendarahan saat sedang hamil. Kasus tersebut ada kalanya bisa terjadi pada trimester tertentu. Bila kamu menemukan kasus tersebut, hendaklah langsung pergi ke dokter untuk periksa dan konsultasi agar masalah dapat segera teratasi.

semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

Sumber :

  • Haibunda
  • Klikdokter
  • Republika
Penyebab Haid Tidak Lancar

Penyebab Haid Tidak Lancar

Penyebab haid atau menstruasi tidak lancar

Penyebab Haid Tidak Lancar

Hallo kawan mama,

Setiap individu dari kaum wanita pasti memiliki siklus haid (menstruasi) terendiri. Kebanyakan dari kaum wanita mengalami haid dengan tepat waktu, namun ada pula beberapa wanita yang mengalami masa haid yang tidak teratur.

Normalnya, masa haid wanita terjadi berkisar antara 21 sampai 35 hari dengan waktu perdarahan 2 sampai 8 hari. Umumnya, masa haid akan menjadi tidak teratur jika ada ketidak seimbangan hormon progesteron dan estrogendidalam tubuh.

Pada umumnya, masa haid wanita datang lebih cepat ataupun terlambat, terjadi dengan waktu yang singkat atau memeakan waktu yang lama, bahkan pendarahan saat haid pun kadang lebih banyak yang keluar dan ada saja yang lebih sedikit darah yang keluar dari biasanya.

Tidak menutup kemungkinan bahwa setiap wanita bisa mengalami masa haid atau menstruasi yang tidak teratur. Di satu sisi terlihat lebih normal, namun di lain sisi ada beberapa penyebab masa haid terjadi dengan tidak teratur yang perlu kamu waspadai.

Berikut adalah Gejala terjadinya haid yang tidak teratur

Haid bisa di katakan terjadi dengan tidak teratur bila terpenuhinya syarat berikut,

 

  1. Jumlah jarak hari (masa/siklus) di antara waktu haid berubah-ubah. contohnya, jika biasanya haid tadinya terjadi 30 hari sekali, tiba-tiba saja berlangsung dalam waktu  pendek menjadi 21 hari.
  2. Pendarahan kadang terjadi dan mengeluarkan banyak darah hingga lebih dari 7 hari lamanya, namun kadang pun sangat sedikit dan terjadi dengan singkat.
  3. Waktu terjadinya haid berbeda-beda pada tiap bulannya.

 

Saat haid terjadi pertama kali, mungkin saja kamu memiliki masa haid yang tidak menentu. Pada umumnya, butuh waktu sampai 2 tahun lamanya untuk mengetahui masa haid yang tetap. Seiring berjalannya waktu, pada umumnya siklus/masa haid, banyaknya darah yang keluar, dan waktu terjadinya haid akan tetap dan sama pada setiap bulannya.

Sangat penting untuk pergi ke dokter hanya untuk periksa ataupun sekedar konsultasi ketika kamu sudah mulai aktif melakukan hubungan seksual dan kemudian melewatkan jadwal menstruasimu. karena telat haid bisa menjadi indikasi kehamilan.

setiap wanita sebaiknya waspada terhadap kondisi berikut,

  1. Menstruasi berhentisecara tiba-tiba.
  2. Perubahan siklus dari yang tadinya teratur menjadi tidak menentu.
  3. Terjadinya haid yang lebih dari 7 hari
  4. Aliran darah yang deras dan tidak seperti biasanya.
  5. Masa haid yang lebih cepat selesaidi bandingkan biasanya.
  6. Haid lebih cepat dari masa terpendek (21 hari).
  7. haid berkepanjangan
  8. Mengalami kram pada bagian perut dan sakit parah di bagian perut.
  9. Haid yang terjadi tidak teratur telah terjadi selama 3 tahun lebih.
  10. Terjadinya penurunan atau kenaikan berat badan secara tidak normal.
  11. Demam ketika sedang haid.
  12. Ada bulu yang tumbuh di tempat yang tidak pada umumnya.
  13. Keluar sebuah cairan dari puting di luar waktu menyusui.
  14. Keluarnya cairan selain darah dari alat kelamin dan baunya yang tidak enak.

Jika kamu mengalami kondisi seperti diatas usahakan periksa diri anda ke dokter.

Nah, Berikut adalah penjelasan penyebab secara medis terjadinya haid tidak teratur :

  1. Gangguan Tiroid

Di dalam tubuh sel kelenjar teroid ini berperan mengatur metabolisme pada tubuh. Jika kelenjar tiroid tmengalami gangguan dan tidak bekerja dengan optimal, maka dampaknya siklus menstruasi bisa jadi terganggu. Biasanya gejala ketika ada gangguan pada kelenjar tiroid terjadi mulai dari rambut yang rontok, gampang lelah, berat badan naik atau turun drastis, dan mestruasi yang lebih banyak dari biasanya.

  1. Menjelang Menopause

Kelancaran haid wanita juga dapat terganggu. Bisa saja menjadi lebih sering mengalami haid atau bahkan sangat jarang mengalami haod. Hal ini terjadi karena hormon bagian kewanitaan mengalami penurunan secara drastis menjelang masa menopause ini.

  1. PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik)

PCOS dapat memicu siklus haid jadi terlambat. Menurut para ahli di National Institutes of Health – MedlinePlus, PCOS berupa adanya gejala kelainan pada hormon dan metabolisme pada tubuh, yang mengakibatkan fungsi dari indung telur terganggu dan tidak bekerja dengan optimal.

Kondisi tersebut dapat mengakibatkant periode haid menjadi tidak teratur. Sampai saat ini penyebab PCOS tersebut belum di ketahui dengan pasti. Namun ada kemungkinan kuat bahwa penyakit tersebut berberhubungan dengan kondisi lain.seperti, resistensi insulin atau sindrom metabolik.

  1. Pengunaan Alat Kontrasepsi

Penyebab haid yang terjadi secara tidak teratur juga dapat disebabkan oleh pemakaian alat kontrasepsi. Contohnya, pil KB atau IUD (spiral). Alat kontrasepsi tersebut dapat menimbulkan berubahnya flek di antara siklus haid. Dalam beberapa kasus, pemakaian spiral ini dapat mengakibatkan darah keluar menjadi lebih banyak daripada ketika waktu haid.

  1. Masa Pubertas

Pada kondisi tersebut, remaja wanita akan mengalami proses hormon yang berubah secara drastis dan organ reproduksi yang mengalami proses pematangan. hal ini membuat hormon pada remaja yang sedang pubertas menjadi tidak teratur. dampaknya, haid terjadi dengan tidak lancar pada periode menstruasi pertama.

  1. Stres

Stres yang berkelanjutan dapat merusak keseimbangan hormon dan mengganggu imune dalam tubuh. Dalam kondisi stres, tubuh dapat memproduksi hormon kortisol, dan Jika menghasilkan kadar yang berlebihan, maka dapat mempengaruhi sel pada otak yang berfungsi mengatur terjadinya haid.

Maka yang akan terjadi adalah siklus haid kamu dapat terjadi lebih cepat, lambat, atau bahan tidak mengalami haid sama sekali.

  1. Pola Hidup Sehari-Hari

Pola hidup pastinya dpat menyebabkan terjadinya haid yang tidak teratur. Misalnya, bila berolahraga berlebihan atau mengalami berat badan yang turun secara drastis, maka hal ini dapat mengakibatkan haid menjadi tidak teratur. Bukan hanya itu, obesitas, stres, hingga kurang tidur dapat menjadi penyebab haid terjadi secara tidak teratur.

  1. Kista

Siklus haid yang terjadi secara tidak teratur dapat disebabkan oleh kista, atau lebih tepatnya adalah kista ovarium (sejenis tumor). Tumor jinak ini dapat mengakibatkan gejala lainnya, seperti rasa nyeridan perih yang berlebihan krtika haid.

  1. Penyakit Celiac

Merupakan penyakit autoimun yang disebabkan karena mengonsumsi guleten. Ketika tubuh mengonsumsi guleten, maka sistem imun akan memberikan reaksi, yang membuat rusaknya lapisan pada usus halus. Ketika usus halus ini rusak, penguraian nutrisi pun terhambat (malabsorpsi nutrisi) dan menyebabkan haid terhambat.

  1. Penyakit Kronis

Penyakit seperti kangker rahim ataupun diabetes dapat menyebabkan haid menjadi tidak teratur. Hal ini terjadi karena gula darah yang tidak stabil dapat mempengaruhi perubahan pada hormon. Kondisi dapat membuat haid jadi terlambat dan tidak teratur.

 

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait haid yang terjadi secara tidak teratur, lebih baik dan aman bila langsung konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan solusi yang terbaik agar dapat diketahui penyebabnya dan dapat dilakukan penanganan yang tepat.

 

 

Sumber

  • Halodoc
  • hellosehat