Makanan Sehat Untuk Mengatasi Penyakit Katarak

Makanan Sehat Untuk Mengatasi Penyakit Katarak

Hallo Kawan Mama, Gangguan penglihatan memang merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup umum terjadi. Kondisi ini umumnya membuat penderitanya mengalami gangguan pada fungsi penglihatan. Bahkan setiap orang baik anak-anak, dewasa dan orang tua pun mengalaminya. Salah satu jenis gangguan penglihatan yang seringkali di alami oleh orang tua adalah penmyakit katarak. Penyakit tersebut akan membuat penderitanya kesulitan untuk melihat. Namun beberapa makanan sehat di ketahui memiliki manfaat untuk mengatasi penyakit katarak.

Gangguan penglihatan memang merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum di alami oleh semua orang. Kondisi ini seringkali membuat penderitanya mengalami gejala-gejala yang menjadi keluhan. Penyakit katarak adalah salah satu kondisi kelainan refraksi yang seringkali di alami oleh orang dengan usia lanjut. Sebab pada ketika seseorang menginjak usia lanjut, organ serta system kekbalan dan produktivitas tubuh mengalami penurunan. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab utama munculnya penyakit katarak.

Meskipun umumnya kondisi ini umumnya muncul dan di alami ketika menginjak usia lanjut, namun kondisi ini juga dapat di alami oleh usia dewasa, bahkan usia anak-anak. Menurut laman nakita.grid, katarak merupakan salah satu penyebab terjadinya kebutaan di dunia. Bahkan penyakit ini sudah mencapai 25% di mana kondisi ini di ikuti oleh kelainan tefraksi yang tidak di koreksi dan juga penyakit diabetic retinopathy.

Pada dasarnya, setiap dari bahan makanan yang masuk ke tubuh akan mempengaruhi kondisi fungsi dam kesehatan tubuh. bahan makanan yang tidak baik tentu akan memnbuat kondisi organ dan fungsinya mengalami gangguan. Namun bahan makanan yang baik tentunya akan membuat kondisi tubuh tetap sehat. bahkan beberapa jenis bahan makanan di duga dapat mengatasi penyakit katarak. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai makanan sehat untuk mengatasi penyakit katarak. Simak penjelasannya sebagai beriktu.

Penyakit Katarak

Makanan Sehat Untuk Mengatasi Penyakit Katarak

Pada dasarnya, penyakit katarak merupakan kondisi di mana adanya gangguan pada fungsi penglihatan. Kondisi ini umumnya berupa kondisi di mana adanya kelainan pada lensa mata. Lensa mata pada dasarnya merupakan jaringan yang ada di dalam mata  yang berfungsi sebagai penerima cahaya dari objek yang terlihat oleh mata. selain itu, lensa mata ini juga memiliki fungsi untuk menyerap nutrisi dan protein yang berasal dari bahan makanan yang di konsumsi. Namun, gangguan pada lensa mata membuat fungsinya dalam menyerap nutrisi menajdi terhambat.

Dalam proses pengihatan sendiri di awali dengan cahaya dari pantulan objek yang membntu bayangan dan masuk ke mata. Cahaya tersebut masuk ke mata dan di tangkap oleh lensa mata. lensa mata ini akan menyalurkan cahaya tersebut menuju kornea dan di biaskan menuju pada retina mata. Retina mmata ini akan berfungsi untuk merubah cahaya dari gambaran objek yang masuk ke mata menjadi informasi visual. Ketika cahaya dari objek telah sampai pada retina maka akandi rubah menjadi informasi visual.

Informasi visual tersebut kemudian akan di rubuh menjadi sinyal listik yang akan di kirim ke otak. Sinyal listrik ini akan di kirimkan oleh otak melalui saraf optik. Dan setelah sinyal listrik ini sampai ke otak, maka otak akan mengolah dan merubahnya, serta menginterpretasikannya menjadi gambaran objek yang terlihat. Fungsi dari lensa mata ini selain menangkap dan megirimkan cahaya objek juga sebagai media untuk menyerap nutrisi dan protein untuk mata.

Gangguan pada lensa mata ini akan membuat fungsi dalam menyerap nutrisi dan protein menjadi tergangu. Akibatnya, kondisi ini membuat nutrisi dan protein menumpuk dan menggumpal. Dengan kondisi tersebut, gumpalan nutrisi dan protein tersebut perlahan akan menutupi lensa mata sehingga lensa mata akan kesulitan untuk menangkap cahaya objek. Umumnya, kondisi ini terjadi dan tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Namun ketika kondisi ini kian memburuk, maka penglihatan akan kian memburuk hingga penglihatan menjadi kabur dan buram. Bahkan kondisi ini berisiko menyebabkan terjadinya kebutaan.

Makanan Sehat Untuk Mengatasi Penyakit Katarak

Bertambahnya usia memang menajdi salah satu penyebab utama terjadinya penyakit katarak. Hal ini juga bisa di picu oleh kondisi kesehatan tubuh yang tidak sehat. Dalam hal ini dapat di pengaruhi oleh kadar nutrisi yang ada di dalam tubuh. Oleh karena itu, pemenuhan protein dan nutrisi untuk tubuh dapat menjaga kesehatan tubuh. Dengan bagitu, risiko berbagai masalah kesehatan termasuk penyakit katarak akan dapat kurangi atau di cegah.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyakit katarak ini di sebabkan oleh adanya oksidasi dari radikal bebas yang merusak protein dan enzim pada lensa mata. Namun beberapa penelitian lainya menyebutkan bahwa mengkonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan dapat mengurangi risiko penyakit katarak hingga sebesar 18%. Untuk itu, berikut adalah beberapa jenis bahan makanan sehat untuk mengatasi penyakit katarak.

  1. Wortel

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa wortel merupakan salah satu jenis bahan makanan yang mengandung manfaat baik bagi kesehatan mata. sebab di dalam wortel sendiri terdapat kandungan betakaroten yang sangat tinggi. Kandungan tersebut akan membantu menjaga kesehatan retina dan bagian mata lainya sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

  1. Alpukat

Alpukat merupakan salah satu jenis buah-buahan yang menajdi favorit dan banyak di minati. Buah ini juga seringkali di gunakan sebagai minuman jus karena rasanya yang khas dan menyegarkan. Namun ternayata, selain terkenal dengan rasanya, buah alpukat ini juga memiliki manfaat untuk mengatasi penyakit katarak. Sebab di dalam bbuah wortel ini terdapat kandungan manfaat beta karoten dan vitamin B6, C dan juga vitamin E. Oleh karena itu, buah alpukat menjadi salah satu pilihan tepat untuk mengatasi penyakit katarak.

  1. Teh Hijau

Dengan mengkonsumi the hijau 3-4 kai sehari dapat memberikan tubuh antioksidan yang di butuhkan untuk kesehatan mata. secara umum kandungan di dalam the hijau ini dapat menurunkan risiko masalah terkait penglihatan. Karenanya, the hijau merupakan salah satu pilihan tepat untuk mengatasi penyakit katarak.

  1. Sayuran Hijau

Sayuran hijau memang terkenal memiliki manfaat yang daoat menjaga dan menyehatkan tubuh. Namun ternyata, sayuran hijau juga memiliki manfaat untuk mengatasi penyakit katarak. Kandungan vitamin C di dalam sayuran hijau dapat mengurangi risiko gejala penyakit katarak. Sayuran hijau seperti kangkung, lobak, bayam merupakan jenis sayuran yang kaya akan kandungan karotenoid lutein. Dengan mengkonsumsi sayuran hijau, maka kesehatan mata akan terjaga dengan baik.

  1. Jus Gandum

Penyakit katarak umumnya akan membuat kondisi mata menjadi terganggu seperti terhalang sehingga membuat penglihatan seperti berkabut. Untuk mengatasi kondisi ini, kamu dapat mengkonsumsi jus gandum. Sebab kandungan di alam jus gandum dapat menghilangkan kabut yang menutupi penglihatan. Untuk itu, jus gandum merupakan salah satu pilihan tepat untuk mengatasi penyakit katarak dengan alami.

  1. Ikan Laut

Ikan laut menjadi salah satu pilihan tepat untuk mengatasi penyait katarak. Sebab di dalam ikan ini terdapat kandungan asam lemak DHA yang tinggi. kandungan tersebut akan membantu menjaga kesehatan mata serta menurunkan sindrom mata kering. Beberapa ikan yang baik untuk mengatasi kondisi ini adalah ikan salmon, ikan tuna, ikan makarel dan ikan asin dan juga tiram.

  1. Telur

Pada dasarnya, di dalam telur terdapat berbagai kandungan yang mebyehatkan tubuh. selain itu, di dalam telur juga terdapat kandungan seng yang akan membantu menjaga kesehatan mata. selain itu, kuning telur juga memiliki kandungan lutein dan ziaxanthin yang baik untuk menyehatkan mata. kandugan vitamin C E dan juga Zinc akan membantu menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan akibat penuaan, seperti halnya dengan penyakit katarak.

Pada dasarnya, setiap bahan makanan yang masuk ke tubuh akan masuk ke tubuh akan berdampak pada kondisi kesehatan tubuh. Ketika bahan makanan yang masuk ke tubuh itu sehat, maka hal ini akan membantu menjaga kesehatan tubuh. Namun apabila bahan makanan yang di konsumsi tidak baik, maka hal ini dapat memicu berbagai kondisi masalah kesehatan, termasuk penyakit katarak. Untuk itu, pemenuhan nutrisi dan protein yang di perlukan oleh mata, perlu untuk di lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit katarak.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai jenis makanan sehat untuk mengatasi penyakit katarak. Menjaga kesehatan mata pada dasarnya dapat di lakukan dengan cara-cara sederhana. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi makanan-makanan di atas. selain itu, beberapa makanan di atas juga memiliki kandungan untuk mengatasi dan mencegah penyakit katarak.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Berkeluarga
  • Momsmoney
Hal Yang Harus Di Perhatikan Setelah Operasi Katarak

Hal Yang Harus Di Perhatikan Setelah Operasi Katarak

Hallo Kawan Mama, Penyakit katarak adalah salah satu dari banyaknya jenis gangguan penglihatan yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami kehilangan fungsi penglihatan atau kebutaan. Umumnya kondisi ini lebih sering di alami oleh orang dengan usia lanjut yaknis 50 tahun ke atas. Dalam penanganannya sendiri, penyakit katarak mengharuskan untuk melakukan operasi. Namun ada beberaoa hal yang harus di perhatikan setelah melakukan operasi penyakit katarak.

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa penyakit katarak ini akan membuat penderitanya tidak dapat melihat dengan normal, atau seperti ada semacam awan mendung yang menghalangi penglihatan. Pada dasarnya kondisi ini terjadi akibat lensa mata yang berfungsi untuk menerima dan menyalurkan cahaya menuju retina terhalang oleh gumpalan protein. Lensa mata umumnya terbiat dan terawat oleh air dan protein untuk tetap jernih sehingga dapat menerima cahaya dengan baik.

Pada usia lanjut atau kondisi medis tertentu, mata tidak dapat menyerap dengan baik protein tersebut sehingga membuat protein mengendap dan menggumpal serta menghalangi lensa mata untuk menerima cahaya. Akibatnya pandangan akan menjadi keruh serta seperti ada semacam awan mendung. Sampai saat ini, untuk mengobati penyakit katarak sendiri belum di temukan obatnya selain melakukan operasi.

Operasi penyakit katarak sendiri berupa pengangkatan lensa mata yang terkena katarak dan akan di ganti dengan lensa mata buatan yang baru. Sementara itu dalam upaya melakukan operasi katarak sendiri memerlukan persiapan yang tepat untuk menghindari berbagai risiko komplikasi akibat operasi katarak. Selain itu, ada juga hal yang haru si perhatikan setelah melakukan operasi katarak berlangsung. Berikut ini Kawan mama akan membahas mengenai hal yang harus di perhatikan setelah operasi katarak.

Prosedur Operasi Katarak

Hal Yang Harus Di Perhatikan Setelah Operasi Katarak

Di lansir dari laman Klikdokter, dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epld mangatakan bahwa operasi katarak adalah pengobatan efektif untuk mengobati penyakit mata tersebut. ia juga mengatakan bahwa 90% penderita katarak yang melakukan operasi merasakan adanya perbaikan. Selain itu, proses berjalanya operasi juga terbilang sebentar karenya hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam saja. Operasi katarak juga tidak menimbulkan rasa nyeri sehingga banyak pasien yang melakukan operasi dalam keadaan sadar.

Pada dasarnya, operasi mata katarak hanya dapat di lakkan oleh dokter spesialis mata. lensa mata yang terkena kataraka akan di angkat dan kemudian akan di ganti dengan lensa buatan baru atau lensa artifisial atau intraocular lens (IOL). Sementara itu, berikut adalah bagaimana prose dari operasi tersebut.

  • Dokter akan menggunakan gelombang suara fakoemulsifikasi untuk menghancurkan lensa yang buram.
  • Sinar lensa lalu akan di gunakan untuk membuat sayatan pada mata guna mengangkat lensa mata yang terkena katarak. Selain menggunakan sinar laser, pisau bedah juga dapat di gunakan untuk membuat sayatan.
  • Setelah lensa mata tersebut di angkat, maka dokter akan mengganti dan menanam lensa bauatan yang baru atau lensa artifisial.

Hal yang harus di perhatikan setelah melakukan operasi katarak

Setelah melakukan operasi, tentunya ada beberapa hal yang harus di perhatikan agar hasil operasi semakin baik, serta terhindari dari risiko komplikasi akibat operasi katarak. Sebab, tidak beberaoa kasus menyabutkan bahwa adanya pasien yang mengaami komplikas akibat tidak menjaga kondisi mata pasca operasi katarak.

Hal yang harus di perhatikan adalah adanya pantangan dan hal yang haru di lakukan untuk meningkatkan keberhasilan agar mendapat hasil yang maksimal dari operasi mata katarak. Berikut adalah beberapa hal yang menjadi pantangan dan hal yang perlu di lakukan sete;ah operasi mata katarak. Sebagai beriktu.

  1. Pantangan Setelah Operasi Katarak

Setelah melakukan operasi mata katarak ada beberapa hal yang menjadi panatangan dan tidak boeh di lakukan agar hasil dari operasi menadi maksimal. Yakni,

    • Mengucek Mata

Dengan karakter yang cenderung sensitive pasti membuat mata acapkali meras gatal. Dalam kondisi ini pantang bagi pasien yang telah melakukan operasi mengucek atau menggaruk mata. sebab hal tersebut dapat menyebabkan mata mengalami luka sehingga kemungkinan mata akan terkontaminasi dengan bakteri dan menyebabkan infeksi

    • Berenang Atau Berendam

Berenang menjadi kegiatan yang menyegarkan dan dapat menghiangkan stress. Namun bagi pasien yang telah melakukan operasi, kegiatan berenang atau berendam sangat tidak di anjurkan setidaknya hingga 2 minggu pasca operasi. Sebab air kolam dapat memasuki area mata dan dapat menyababkan infeksi pada mata.

    • Mengemudi

Aktivitas yang kita lakukan seringkali memaksa kita untuk mengemudikan kendaraan karena letaknya yang jauh. Namun bagi pasien yang baru melakukan operasi katarak, hal ini sebaiknya tidak di lakukan. Karena mengemudi tentunya akan membuat mata bekerja keras karena haru focus pada pandangan di depan. Hal ini akan membuat mata tegang dan kelelahan yang berisiko menyebabkan komplikasi. Karena bagaimanapun sebaiknya mata di buat istirahat pasca operasi katarak

    • Memakai Make Up Mata

Make up atau riasan mata pada dasarnya sudah menajdi kebutuhan terutama bagi kaum wanita. Sebaiknya hal itu di tahan untuk tidak menggunakanna dulu. Sebab riasan mata seperti eyeliner serta eyeshadow dan mascara dapat meninggalkan serpihan di mata. hal ini dapat menyebabkan mata mengalami infeksi.

  1. Hal Yang Di Anjurkan Pasca Operasi Katarak

Selain adanya pantangan melakukan seuatu pasca operasi, ada juga beberapa hal yang di anjurkan untuk di lakukan setelah melakukan operasi. Berikut adalah penjelasannya.

    • Memakai Obat Tetes Mata

Pasca operasi katarak, biasanya dokter akan memberikan obat tetes mata untuk mengurangi rasa perih atau gatal yang sering terjadi pada mata pasca operasi. Gunakan obat tersebut sebagaimana resep yang di berikan oleh dokter.

    • Menambah Waktu Istirahat

Jika kamu adalh orang yang memiliki aktivitas berat, maka sebaiknya hentikan terlabih dahulu dan gunakan untuk mengistirahatkan mata. Dengan istirahat yang cukup, maka mata akan memiliki waktu untuk memulihkan kondisinya lebih cepat. Selain itu, istirahat juga akan membuat mata terhindari dari berbagai gangguan yang dapat menyababkan infeksi pada mata.

    • Pakai Pelindung Mata

Melindungi mata dari sinaran cahaya yang langsung menuju ke mata sanag baik untuk menjaga kondisi mata pasca operasi. Pasalnya, sinar cahaya matahari atau lampu yang langsung menuju mata tidak baik bagi mata pasca operasi. Dokter juga menyarankan untuk memakai pelindung mata ketika tidur untuk menghindari gerakan tangan yang tanpa sadar dapat menyentuh mata semaunya.

  1. Risiko Pasca Operasi

Sama halnya dengan penanganan medis lainya, operasi katarak juga memiliki risiko yang dapat terjadi pada pasien pasca operasi katarak. Tentunya hal ini perlu untuk di hindari dengan melakukan perawatan yang tepat agar risiko komplikasi tidak terjadi. Berikut beberapa risiko komlikasi akibat operasi katarak

    • Mata bengkak
    • Infeksi pada mata
    • Pendarahan pada mata
    • Lensa buatan bergeser dari posisi yang semestinya
    • Ablasio retina atau terlepasnya retina
    • Hilangnya fungsi penglihatan atau kebutaan

Operasi penyakit mata katarak memang manjadi metode mengobati panyakit katarak yang paling cepat degan hasil yang maksimal. Namun tentu dalam pelaksanaanya tidak terlepas dari faktor pendukung yag di lakukan serta menjauhi faktor yang dapat menyebabkan risiko komplikasi akibat operasi penyakit katarak. Setelah melakukan operasi panyakit katarak, perlu bagi pasien untuk mengistirahatkan mata dengan waktu yang cukup. Sebab dalam kondisi tersebut mata bisa secara optimal untuk menyembuhkan dan memulihkan kondisinya dengan baik. Selain itu, hindari aktivitas yang dapat menyebabkan mata mengalami infeksi. Sebab hal tersebut dapat memicu risiko komplikasi pasa operasi.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa hal yang harus di perhatikan setelah operasi penyakit katarak. Apabila ada kondisi yang tidak wajar, sebaiknya segera konsultasi dan periksa kondisi mata pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan menghindari hal yang tidak di inginkan.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Klinikmatanusantara
  • Klikdokter
Obat Alami Untuk Penyakit Katarak

Obat Alami Untuk Penyakit Katarak

Hallo Kawan Mama, Penyakit katarak menjadi salah satu gangguan penglihatan yang kerap di alami oleh orang yang umumnya berusia 50 tahun ke atas. Namun ternyata, penyakit katarak ini daoat di alami oleh anak-anak maupun dewasa. Penyakit katarak terbilang sebagai gangguan penglihatan yang cukup serius karena dapat menyeababkan hilangnya penglihatan atau kebutaan. Umumnya cara mengobati katarak adalah dengan melakukan operasi. Namun ternayata ada obat alami untuk menobati penyakit katarak.

Sebagaimana kita ketahui, penyakit katarak adalah penyakit yang menyerang mata sehingga membuat fungsi penglihatan terganggu dan tidak berfungsi dengan normal. Kondisi mata yang mengalami penyakit katarak ini berupa lensa mata yang terhalang oleh gumpalan yang terdiri dari air dan protein. Pada dasarnya air dan protein merupakan senyawa yang membentuk dan merawat lensa mata tetap jernih. Namun karena faktor tertentu, air dan protein tersebut tidak dapat terurai dan terserap oleh mata.

Air dan protein yang tidak dapat terserap oleh mata akan akan menumpuk dan menggumpal sehingga menghalangi lensa mata untuk menerima cahaya. Akibatnya pandangan akan menjadi buram seperti terhalang oleh awan. Hal ini akan membuat penderita katarak tidak dapat melihat dengan normal dan akan mennimbulkan rasa tidak nyaman serta gejala lain seperti rasa nyeri hingga sakit kepala.

Umumnya kondisi ini hanya dapat di atasi dengan melakukan operasi katarak. Namun tentunya operasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kareananya, beberapa obat alami di anggap dapat mengobati kondisi mata katarak. Berikut ini Kawan Mama akan membahas menganai obat alami untuk penyakit katarak. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Beberapa Obat Alami Untuk Penyakit Katarak

Obat Alami Untuk Penyakit Katarak

Hingga kini sebenarnya bekum di temukan bat untuk menghilangkan penyakit katarak sehingg operasi menjadi metode yang paling ampuh untuk mengobati penyakit katarak. Namun ada beberap penelitian yang menyebutkan bahwa ada obat katarak yang dapat di coba sebelum melakukan operasi. Yakni bat mata yang mengandung lanisterol di sebut mampu melarutkn protein yang membuat lensa jadi keruh.

Sebagaimana di lansir dalam laman American Optopmetric Association yang menyebutkan bahwa lanosterol dapat melarutkan protein yang membuat lensa jadi keruh. Hal ini senada dengan yang di sampaikan oleh peneliti dari Shiley Eye Institute California Univercity. Penelitian tersebut di lakukan pada hewan dan mampu membersihkan penglihatan dari penyakit katarak setelah perawatan hingga enam minggu.

Meskipun belum di ketahui dengan pasti pengobatan selain melakukan operasi katarak, namun tentunya perlu ada penelitian yang lebih lanjut akan hal tersebut. selain dari pada itu, beberapa bahan alami di anggap sebagai obat untuk mencegah dan mengurangi penyakit katarak.  Berikut adalah beberap obat alami yang dapat mencegah dan mengurangi kondisi penyakit katarak

  1. Wortel

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa wortel memiliki manfaat yang sangat baik untuk fungsi penglihatan. Namun selain menjaga penglihatan tetap jernih, wortel juga di anggap sebagai obat alami penyakit mata katarak. Di dalam wortel sendiri mengandung vitamin A yang bermanfaat baik bagi mata. selain itu, di dalam sayuran oren ini terdapat lutein dan antioksidan yang akan menjaga kesehatan mata.

Sebagai karotenoid, lutein mampu mengurangi proses oksidatif pada mata. selain itu kondisi mata katarak karena protein yang mengendap sehingga membantuk plak yang menghalangi lensa juga akan tercegah pertumbuhannya. Manfaat wortel lainya juga dapat membantu memperlambat gejala degenerasi macula sehingga kesehatan mata akan terjaga secara menyeluruh.

  1. Teh Hijau

Teh hijau merupakan salah satu bahan alami yang banyak di gunakan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit. Dalam hal ini, teh hijau memiiki manfaat baik untuk mencegah penyakit mata katarak. Sebab, teh hijau memiliki kandungan yang kaya akan antioksidan yang menjadikannya obat alami mata katarak. Antioksidan tersebut juga akan menetralkan radikal bebas dan akan membantu mengelola stress oksidatif.

Selain itu, di dalam teh hijau juga terdapat fitonutrein yang sangatvefektif untuk memperlambat perkembangan katarak. Senayawa ini akan menetralisir radikal bebas dan memperlambat stress oksidatif di mata. karenanya, mengkonsumsi teh hijau merupakan langkah baik untuk mencegah penyakit mata katarak.

  1. Kacang Almond

Sejak dulu kacang almond di percaya dan telah di gunakan untuk mengobati berbagai kondisi panyakit. Kacang almond sendiri merupakan sumber asam lemak omega 3 yang dapat menjaga kesehatan serta mencegah peradangan dalam tubuh dan mengurangi perkembangan penyakit mata katarak. Rendam kacang almond semalaman dan konsumsi ketika pagi hari untuk hasil yang lebih maksimal.

  1. Bilberry

Buah yang satu ini memang terkenal akan tingginya kandungan antioksidan yang cukup kuat. Kadnungan tersebut akan meredakan stress oksidatif pada mata katarak. Selain itu, kandungan antioksidan di dalam bilberry akan mencegah kersusakan pada mata akibat radikal bebas, serta melindungi fungsi penglihatan mata secara keseluruhan.

  1. Rumput Gandum Atau Wheatgrass

Sebuah penelitian terbaru telah menemukan khasiat rumput gandum atau wheatgrass dalam mengurangi gejala katarak. Hal ini membuat tanaman satu ini menjadi makin populer sebagai obat alami untuk penyakit katarak. Di dalam bahan makana satu ini terdapat nutrisi yang lengkap serta tingginya kandungan antioksidan serta fitonutrein yang akan mengurangi gejala katarak.

  1. Jahe Dan Lemon

Campuran jahe dan lemon di percaya dapat mengobati atau mengurangi gejala penyakit mata katarak. Karena keduanya memiliki kandungan ontioksidan yang baik untuk kesehatan mata. kandungan vitamin A dan C di dalamnya akan mengurangi gejala degenerasi macula yang menganggu fungsi penglihatan.

  1. Papaya

Papaya merupakan buahyang lebih di kenal untuk mengobati kondisi masalah pencernaan. Faktanya, papaya jug dapat mencegah dan mengurangi pertumbuha penyakit katarak. Sebab di dalam pepeya mengandung konsentrai papain yang tinggi. papain ini akan mempercepat proses pencernaan protein dalam mata sehingg tidak mengendap dan menghalangi lensa mata.

  1. Pisang

Pisang sendniri adalah buah yang mengandung antioksidan serta lutein yang baik untuk kesehatan tubuh dan mata. enzim tersebut akan menjaga dan mengurangi pengendapa protein pada lensa mata. Karena penyebab katarak sendiri adalah lensa mata yang terhalang oleh endapan dari air dan protein.

  1. Madu

Madu merupakan salah satu bahan makanan yang sudah sedari dulu banyak di gunakan untu mengobati berbagai masalah kesehatan termasuk mata. Ternyata Madu sendiri dapat mengurangi gejala penyakit katarak serta gangguan penglihatan lainya. teteskan madu sedikit saja pada mata akan mambuat nutrisi dan antioksidan langsung bekerja pada mata.

  1. Ginseng India/Aswagandha

Di india sendiri jenis bahan yang satu ini di anggap dan di percaya sebagai obat yang dapat menyembuhkan berbagai panyakit. Dengan kandungan antioksidan dan nutrisi yang lengkap, ginseng india di gunakan sebagai obat untu penyakit mata katarak. Bahkan beberapa penelitian menyabutkan bahwa ekstrak bubuk akar ginseng ini dapat memperlambat perkembangan katarak dan memperbaiki kesehatan penglihatan.

Katarak pada dasarnya merupakan sebuah kondisi di mana lensa mata terhalang oleh protein yang mengendap sehingga berkumpul dan menghalangi penglihatan. Pada kondisi yang ringan mungkin penyakit katarak hanya akan menganggu fungsi penglihatan. Namun pada kondisi yang cukup serius, penyakit katarak dapat menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan atau kebutaan. Sementara untuk menghilangkan katarak sendiri, metode operasi menjadi satu-satunya metode yang dapat mengangkat katarak dan menghilangkannya dasri mata. namun beberapa obat alami di atas dapat mencegah dan mengurangi gejala penyakit katarak.

Demikian penjelasn dari Kawan Mama mengenai beberapa obat alami untuk penyakit katarak. Obat alami tentu memilki manfaat ang baik dana man untuk tubuh dan mata. hal ini bukan berarti kamu dapat menyepelekan dan tidak menjaga kondisi mata. merawat dan menjaga kesehatan mata merupakan hal yang penting dan tidak boleh untuk di tinggalkan.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Honestdocs
  • Cekaja
Cara Mendiagnosis Penyakit Katarak

Cara Mendiagnosis Penyakit Katarak

Hallo Kawan Mama, Beberaap dari jenis gangguan penglihatan atau penyakit mata seringkali di alami banyak orang ketika beranjak menua. Karena mata sendiri merupakan organ tubuh yang pada dasarnya memiliki karakter yang sangat  sensitive. Salah satu jenis penyait yang kerap menyerang ketika usia semakin bertmabah adalah penyakit katarak. Penyakit ini pada tahap awal sering kali tidak di sadari, namun cara mendiagnosis penyakit katarak dapat di ketahui dengan memeriksakan mata ke dokter.

Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, begitulah ungkapan kata pepeatah. Karena memang kesehatan tubuh menjadi faktor penting kesehatan jiwa. Katarak sendiri merupakan penyakit yang menyerang mata di mana lensa mata terhalang oleh seuatu sehingga penglihatan nampak keruh dan seperti terutup oleh awan mendung. Normalnya, lensa mata terbuat dari air dan protein yang membuat lensa mata menjdi bening dan jernih.

Lensa mata yang bening dan jernih akan mudah menangkap cahaya dan melewatinya menuju retina. Dengan begitu retina dapat menyalurkannya pada otak sehingga otak dapat merangsang cahay dari objek yang terlihat. Pada kondisi mata yang mengalami penyakit katarak, lensa mata tertutup oleh air dan protein yang tidak dapat di serap dengan baik oleh lensa mata. Akibatnya air dan protein tersebut akan menggumpal pada lensa dan menutupinya sehingga lensa mata tidak dapat menerima cahaya dengan baik.

Umumnya kondisi ini di sebabkan oleh faktor bertambahnya usia di mana usia lanjut memiliki kondisi di mana organ tubuh (termasuk lensa mata) tidak berfungsi atau menyerap protein dengan baik. Akibatnya banyak protein yang menumpuk karena tidak terserap dengan baik. Lalu bagaimana cara mengetahui mata kita terkena penyakit katarak sementara katarak sendiri sulit di ketahui pada tahap awal?, nah, pada kesempatan kali ini,Kawan Mama akan membahas mengenai cara mendiagnosis penyakit katarak.

Kondisi Penyakit Katarak

Cara Mendiagnosis Penyakit Katarak

Pada tahap awal, kondisi dari mata yang mengalami katarak memang cenderung sulit untuk di sadari, sehingga membuat penderitanya hanya terkesan menyepelekan dan menganggapnya gangguan penglihatan biasa. Namun pada tahap yang cukup serius penyakit katarak dapat menyebabkan kebutaan. Karena siring bertambahnya usia, gumpalan akan semakin bertambah sehingga semakin menutupi lensa mata.

Lensa mata yang semakin tertutup oleh bertambahnya gumpalan protein tentu akan membuat kesulitan untuk menangkap cahaya. Pada kondisi yang lebih buruk, lensa mata akan sepenuhnya tertutupi hingga menyebabkan cahaya tidak dapat masuk dan hilangnya fungsi penglihatan atau kebutaan. Sebagaimana di lansir dari laman WHO yang menyebutkan bahwa 50% dari kasus kebutaan yang terjadi di sebabkan oleh penyakit katarak.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Penyait Katarak ?

Kondisi katarak yang sulit untuk di sadari pada tahap awal tentu membuat penderitanya kesulitan untuk cepat melakukan langkah pencegahan. Karenanya seringkali seseorang baru merasakan tau mengetahui kondisi matanya mengalami penyakit katarak ketika penyakit katarak sudah dalam tahap yang serius. Satu-satunya cara untuk mrngobati penyakit katarak di katahui hanya dengan melakukan langkah pembedahan atau operasu katarak.

Tentunya melakukan operasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karenanya penting untuk mengetahui kondisi mata yang mengalami katarak sedini mungkin sehingga dapat melakukan langkah pencegahan. Untuk leebih jelas dalam mengetahui kondisi mata, sebaiknya periksakan kondisi mata ketika adan gangguan atau semacam kondisi mata yang tidak beres. Karena dengan begitu kamu akan tahu kondisi mata dengan cara mendiagnosis mata yang mengakami penyakit katarak.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan evaluasi pada riwayat medis pasien dan melakukan pemeriksaan mata secara komprehensif. Untuk lebih jelas dan aman sebaiknya periksakan kondisi mata pada dokter spesialsi mata (ophthalmologist). Berikut adalah cara mendiagnosis kondisi mata yang mengalami penyakit katarak.

  1. Tes Ketajaman Visual

Untuk mengetahui kondisi dari kesehatan mata adalah dengan melakukan metode tes ketajaman visual. Umumnya, tes ketajaman visual akan menggunakan grafik mata untuk mengukur seberapa baik kondisi ata ketika melihat atau membaca serangkaian huruf. Mata akan di uji secara satu persatu di mana mata lainya dalam kondisi tertutup.

Mata yang terbuka akan di minta melihat ke depan di mana ada bagan yang atau alat tes pengihatan yang terdapat serangkain huruf di dalamnya dengan ukuran yang semakin kecil. Dengan begitu maka dokyter akan mengetahui kondisi mata yang sedang di alami dan akan menentukan bagaimana cara menanganinya.

  1. Pemeriksaan Lampu Celah

Lampu celah merupakan salah satu alat untuk melihat kondisi mata dengan jelas. Dengan menggunakan lampu celah akan memungkinkan dokter untuk melihat struktur pada bagian depan mata pasien di bawah kaca pembesar. Mikroskop tersebutd di sebut sebagai lampu celah karena menggunakan garis cahaya yang itens untuk untuk menerangi kornea, iris, lensa hingga ruang antara iris dan kornea mata.

Dengan melakukan langkah tersebut maka akan memungkinkan dokter untuk mengetahui dan mendeteksi kondisi mata pasien apabila terdapat kelainan. Alat tersebut juga akan mempermudah dokter untuk mengenali kelainan-kelainan kecail pada mata yang dapat mengganggu fungsi penglihatan.

  1. Tes Retina

Selain memeriksa kondisi dari lensa mata dan area sekitarnya, dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada bagian retina. Sementara itu, ketika dokter hendak melakukan tes mata pada bagian retina, maka dokter akan memberikan obat tetes mata. obat tetes mata tersebut di tujukan untuk membuka pupil dengan lebar pada mata pasien.

Dengan kondisi mata di mana pupil dapat terbuka dengan lebar, maka hal ini akan memungkinkan dokter untuk dapat dengan mudah memeriksa bagian belakang, tepatnya pada retina pasien. Hal ini akan memudahkan dokter untuk melihat kondisi yang terjadi pada retina pasien dan mengetahui bagaimana langkah yang harus di lakukan.

Sementara itu, cara mendiagnosis mata yang mengalami penyakit katarak adalah dengan mendeteksi penurunan visus yang dapat di perbaiki dengan koreksi refraksi. Mata akan di periksa dan di dapatkan oppsitas dari lensa mata.

  1. Anamesis

Keluhan akan kondisi penglihatan yang menjadi berkabut atau berawan serta ketajaman yang menurun seringkali di keluhkan oleh pasien. Anamesis pasien mengharuskan pasien di Tanya mengenai faktor risiko yang dapat membentu penyakit katarak, seperti usia lebih dari 65 tahun, diabetes militus, cedera atau trauma mata dan kondisi lainya. Dengan mengetahui faktor risiko maka akan membuat dokter semakin yakin akan kondisi yang sedang di alami pada mata pasien.

  1. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksan fisik ini sama seperti halnya dengan meliputi ketiga cara yang telah di jelaskan di atas. Yakni dengan melakukan tes ketajaman visual, serta pemeriksaan lampu celah dan tes pada untuk mengetahui kondisi dari retina.

  1. Diagnosis Banding

Pada metode ini pemeriksaan penyakit katarak akan di bandingkan dengan jenis gangguan penglihatan lain untuk menentukan kondisi mata dan hasil yang lebih jelas. Diagnosis banding katarak ini akan meliputi kelainan refraksi, dry eyes sindrom, glaucoma, edema macula hingga ablasio retina.

  1. Pemeriksaan Penunjang

Dalam menddiagnosis penyakit katarak umumnya dapat di tegakkan berdasarkan anamesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang untuk katarak, umumnya hanya di perlukan pada kondisi tertentu yang berhubungan dengan panyakit sitemik yang menyertai atau kelainan ocular lain. Pemeriksaan penunjang sendiri meliputi beberapa tahapan. Yakni

    • Pemeriksaan labboratorium
    • Oftalmoskopi direk dan indirek
    • Retinometri
    • Biometri

Seseorang yang kondisi matanya mengalami penyakit katarak umumnya pada tahap awal penyakit katarak cenderung tidak di sadari kemunculannya. Penderita katarak umumnya akan menyadari ketika penyakit katarak sudah dalam kondisi yang cukup parah. Maka untuk mecegah kondisi penyakit katarak yang parah, perlu adanya pemeriksaan kondisi mata oleh dokter secara rutin. Dengan begitu, mata yang mengalami kondisi penyakit katarak dapat di cegah sedini mungkin. Selain itu, pemeriksaan mata juga dapat membuat kamu mengetahui kondisi mata dan gangguan penglihatan lain yang kemungkinan terjadi pada mata kamu.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama menganai cara mendiagnosis penyakit mata katarak. Rajin menjaga dan merawat serta memeriksa kondisi mata merupakan hal yang perlu untuk di lakukan. dengan begitu kondisi mata akan tetap terjaga dan dapat segera melakukan langkah pencegahan apabila terjadi gangguan penglihatan.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Alomedika
  • Hellosehat
Komplikasi Akibat Pembedahan Katarak

Komplikasi Akibat Pembedahan Katarak

Hallo Kawan Mama, Katarak merupakan salah satu kondisi adanya ganggguan atau pneyakit yang menyerang mata. umumnya para penderita penyakit katarak tidak dapat melihat dengan baik karena bagian lensa mata yang terhalang sehingga tidak dapat menangkao cahaya dengan baik. Pada dasarnya satu-satunya cara untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan melakukan operasi atau pembedahan. Namun ternyata, hal ini dapat menyebabkan risiko komplikasi akibat pembedahan penyakit katarak.

Nnormalnya mata memiliki lensa yang berfungsi untuk menangkap cahaya yang masuk dan menyalurkannya pada retina. Lensa mata tersebut terbuat adri air dan protein sehingga membentuk tekstur yang bening dan jernih. Namun pada kondisi mata yang mengalami katarak lensa mata akan tertutup dan terhalang oleh protein tersebut sehingg kesulitan menerima dan menyalurkan cahaya menuju retina. Akibatnya, mata tidak dapat melihat dengan jelas dan penglihatan seperti tertutup oleh awan mendung.

Umumnya kondisi mata yang mengalami katarak di sebabkan oleh faktor penuaan. Tubuh yang semakin hari semakin menua juga berpengaruh terhadap kondisi organ tubuh yang tidak lagi berfungsi dengan baik. Hal ini berakibat pada lensa mata yang tidak dapat menyerap air dan protein sehingga air dan protein tersebut akan mengendap di lensa mata dan menghalangi cahaya masuk. Namun selain faktor penuaan, banyak di temukan faktor lain yang dapat menyebabkan mata mengalami katarak.

Penyakit seperti diabetes menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan penyakit katarak. Mata yang mengalami kondisi penyakit katarak pad dasarnya hanya dapat di atasi dengan cara operasi atau pembedahan. Sementara itu, prosedur ini ternayata memiliki risiko komplikasi. Berikut ini adalah penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa risiko komplikasi akibat pembedahan penyakit katarak.

Komplikasi Akibat Pembedahan Atau Operasi Penyakit Katarak

Komplikasi Akibat Pembedahan Katarak

Di alnsir dari lama National Library of Medicine mencatat sebua studi pada 221.594 pasien yang menjalankan operasi katarak pada tahun 1994 dan 2006. Studi tersebut menemukan bahwa pasien yang mengalami setidaknya satu jenis komplikasi hanya berupa 5% dari total responden. Artinya, 95% dari responden tidak mengalami komplikasi. Studi tersebut juga di bagi dalam 3 periode, yakni tahun 1994-1995, serta 1999-2000 dan 2005-2006.

Dari operasi tersebut hasil yang di dapat adalah angka penderita komplikasi yang tinggi namun semakin menurun dari tahun ke tahun. Namun paseien pembedahan tetap memiliki risiko komplikasi akibat pembedahan penyakit katarak. Berikut adalah beberapa komlpikasi akibat pembedahan penyakit katarak.

  1. Pendangkalan Kamera Okuli Anterior

Pendangkalan kamera okuli anterior atau KOA haru di hindari agar selama prosedur terdapat cukup ruang untuk instrumentasi dan menghindari cedera pada endotel kornea. Umumnya pendangkalan KOA ini di sebabkan oleh beberapa hal. Seperti,

    • Jumlah cairan yang masuk KOA kurang yang di sebabkan oleh inflow irigasi yang kurang, aspirasi berlebihan hingga ketinggian botol irigasi yang terlalu rendah.
    • Kebocoran cairan karena insisi yang terlalu besar
    • Tekanan dari luar bola mata
    • Tekanan vitreous yang tinggi
    • Pendarahan suprakoroid
  1. Trauma Termal Fakoemulsifikasi

Kondisi trauma termal dapat di timbulkan oleh ujung alat fakoemulsifikasi. Jaringan akan nampak keputihan di area insisi dan menyusut sehingga luka insisi tidak dapat menutup dengan senridinya. Trauma termal ini dapat terjadi akibat proses pendinginan ujung alat fakoemulsifikasi tidak adkuat (cairan irigasi kosong, tube irigasi yang tersumbat), serta penggunaan tenaga ultrasound yang terlalu lama atau aliran aspirasi cairan yang buruk dari alat fakoemulsifikasi.

  1. Membran Descemet Detachment

Terlepasnya membran Descemet dapat terjadi akibat terjepit oleh instrument LIO, saat injeksi viskoelastis, atau saat hidrasi stroma. Terlepasnya membrane Descemet dapat menimbulkan edema kornea.

  1. Rupture Kapsul Posterior

Rupture kapsul posterior dengan atau tanpa Vitreous Loss dapat menyebabkan tajam penglihatan pasca operasi yang tidak optimal. Faktor risiko kondisi ini adalah KOA dangkal, pupil miosis, intraoperative floppy iris syndrome, pseudoeksfoliasis dan zonulopati. Rupture kapsul posterior dapat meningkatkan risiko uveitis, dislokasi lensa introkular, edema macula sistoid, ablation retina dan edoftalmitis.

Teknik fakoemulsifikasi ini berkaitan dengan kejadian Rupture kapsul posterior yang meningkat. Apalagi bila di kerjakan oleh operator yang kurang mahir atau pada penyakit katarak dengan kondisi yang cukup parah atau lebih keras.

  1. Dislokasi Lensa Kristalin Ke Posterior

Dislokasi lensa kristalin ke posterior kristalin ke posterior (nucleus drop) adalah nukleus lensa yang jatuh ke vitreous. Faktor risiko nucleus drop ini berupa kondisi katarak hipermatur, katarak polar posterior, miopia berat, dan riwayat vitrektomi. Teknik fakoemulsifikasi cenderung lebih berisiko bagi pasien untuk mengalami kondisi nucleus drop.

Oleh karena itu sebaiknya di lakukan oleh fasilitas kesehatan yang memungkinkan untuk melakukan vitrektomi atau apabila ada akses menuju fasilitas kesehatan tersebut. Lensa kristalin di vitreus ini dapat menimbulkan peradangan intraocular, glaucoma sekunder, ablasio retina pada penderita mata katarak.

  1. Pendarahan

Operasi pembedahan katark dapa menyebabkan berbagai kondisi pendarahan, seperti pendarahan retrobulbar, suprakoroidal dan juga hifema.

    • Pendarahan Retrobulbar

kondisi ini di sebabkan oleh anestesi yang mengenai pembuluh darah obita. Kondisi ini akan menimbulkan tekanan intraocular, dan sindrom kopartemen yang meningkat. Gejalanya berupa ekimosis palpebra, pemasangan speculum yang sulit di lakukan, peningkatan tekanan intraocular dan pendarahan subkonjungtiva. Kondisi ini daoat di hindari dengan pemilihan teknik anestesi lain.

    • Pendarahan Suprakorodinal

Pendarahan suprakorodinal terjadi akibat dekompresi mata mendadak atau hipotoni yang berlangsung lama ketika operasi katarak. Kondisi ini di tandai rasa nyeri pada mata, tekanan posterior bola mata yang meningkat dan menyebabkan pendangkalan KOA, prolapsus iris, luka insisi yang tidak bisa rapat, pengeluaran lensa secara spontan.

Kondisi ini dapat berkurang dengan kontrol tekanan intraokular yang baik preoperatif, kontrol tekanan darah pasien, posisi pasien reverse Trendelenburg, teknik operasi dengan insisi yang kecil, durasi operasi katarak yang lebih cepat, dan mencegah terjadinya hipotoni okular intraoperative

    • Pendarahan Hifema

Pendarahan hifema terjadi akibat  trauma pada pembuluh darah margin pupil pada iris, pembuluh darah stroma iris, pembuluh darah badan siliaris, dan pembuluh darah insisi (saat membuat insisi). Hifema dapat menimbulkan penglihatan menurun pasca operasi, peningkatan tekanan intraokular, pewarnaan kornea, inflamasi kronis, sinekia anterior dan posterior.

Hifema dapat di atasi dengan penekanan sementara pada bola mata, injeksi viskoelastis ke dalam KOA untuk tamponade perdarahan, kauterisasi sumber perdarahan, injeksi udara ke KOA, dan injeksi epinefrin atau penilefrin intrakamera

Kauterisasi dapat di gunakan untuk mengendalikan perdarahan saat operasi. Namun kauter dapat menyebabkan koagulasi jaringan, merusak saraf, serta menipiskan sklera, sehingga terjadi penyembuhan luka lebih lama, jaringan parut, stafiloma, dan astigmatisme. Perdarahan dapat di kendalikan dengan melakukan irigasi selama pembentukan sclerocorneal tunnel. Umumnya perdarahan akan berhenti setelah tunnel terbentuk dan tidak ada darah yang masuk ke KOA.

  1. Peningkatan Tekanan Intraocular

Peningkatan tekanan intraokular merupakan kondisi komplikasi yang sering muncul karena sisa vikoelastik di dalam KOA. Pada kondisi yang ringan sering di temukan pada 4-6 jam pertama pasca operasi. Beberapa penyebab lain yang mengikuti operasi katarak adalah toxic anterior segment syndrome (TASS), hifema, uveitis, endoftalmitis, sisa massa lensa, sinekia anterior perifer, blok pupil, vitreus di KOA, dan glaukoma neovaskular.

Pencegahan dapat di lakukan dengan cara memastikan tidak adanya sisa viskoelastis dalam KOA. Peningkatan tekanan intraokular dapat di atasi dengan pemberian agen hipotensi okular jangka pendek atau dekompresi KOA melalui side port dengan bantuan slit-lamp.

  1. Edema Kornea

Edema bagian epitel dan stroma kornea merupakan kondisi yang dapat terjadi segera pasca operasi. kondisi Edema kornea bersifat multifaktorial, yakni akibat trauma mekanik intraoperatif, durasi operasi yang lama, peradangan, peningkatan tekanan intraokular. Kondisi ini di perbaiki dalam waktu 4-6 minggu, tetapi apabila menetap lebih dari 3 bulan sebaiknya di lakukan tindakan keratoplasti.

  1. Posterior Capsular Opacification

Posterior capsular opacification (PCO) adalah sebuah komplikasi yang paling sering terjadi pasca operasi. PCO dapat terjadi pada 28% pasien bahkan setelah 5 tahun operasi. Umumnya timbul karena adanya sisa epitel lensa pada kapsul posterior. PCO dapat di cegah dengan capsulorrhexis 360o, hidrodiseksi cortical cleaving, pembersihan sisa korteks yang maksimal, serta implantasi LIO dalam capsular bag. Kondisi PCO yang menyebabkan gangguan penglihatan signifikan umumnya di terapi dengan laser Nd:YAG (Neodymium yttrium-alumunium-garnet).

  1. Endoftalmitis

Endoftalmitis adalah komplikasi berat dari operasi katarak, walaupum sudah jarang sekali di temukan. Perkembangan teknik operasi, sterilisasi peralatan operasi yang baik, penggunaan povidone iodine preoperatif, penggunaan spekulum dan drape khusus sekali pakai untuk mengisolasi kelopak mata dan bulu mata dari lapangan operasi, serta penggunaan antibiotik profilaksis dapat menurunkan risiko endoftalmitis.

  1. Toxic Anterior Segment Syndrome

Toxic anterior segment syndrome atau TASS adalah inflamasi yang dapat terjadi setelah operasi katarak. Gejala TASS menyerupai endoftalmitis, tetapi onsetnya lebih cepat daripada endoftalmitis, yakni 12-48 jam setelah operasi. Gejala TASS umumnya terbatas pada segmen anterior, di sertai keluhan pandangan kabur, mata merah, nyeri pada mata, fotofobia, dan pada pemeriksaan hampir selalu di temukan edema kornea. Etiologi TASS antara lain kontaminasi pada cairan irigasi, bahan viskoelastis, instrumen operasi (liposakarida bakteri, residu logam, detergen), obat tetes mata, cairan antiseptik yang di gunakan untuk membersihkan lapangan operasi, serta LIO. TASS memberikan respons baik terhadap kortikosteroid topical.

  1. Edema Macular Sistoid

Kondisi Edema makular sistoid dapat menyebabkan penurunan tajam penglihatan hingga 2-6 bulan setelah operasi katarak. Edema makular sistoid terjadi pada 2-10% operasi EKIK, 1-2% operasi EKEK, dan <1% fakoemulsifikasi. Diagnosis dapat di lakukan melalui pemeriksaan fundus dan pemeriksaan penunjang seperti fundus fluorescein angiography (FFA) atau optical coherence tomography (OCT).

  1. Ablation Retina

Ablatio retina dapat terjadi pada 2-3% operasi EKIK, 0,5-2% operasi EKEK, dan <1% operasi fakoemulsifikasi. Ablatio retina merupakan salah satu komplikasi lambat yang dapat terjadi 6 bulan–1 tahun setelah operasi. Faktor risiko ablatio retina adalah operasi katarak yang sulit dengan ruptur kapsul posterior atau vitreous loss, pasien dengan miopia berat, dan riwayat keluarga dengan ablatio retina.

  1. Uveitis Kronis

Uveitis kronis terjadi apabila terdapat inflamasi yang menetap >4 minggu setelah operasi katarak. Kondisi ini di tandai dengan presipitat granulomatosa keratik dan hipopion. Penyebab uveitis kronis adalah vitreous inkarserata, malposisi LIO, dan fragmen lensa kristalin yang tersisa

  1. Asigmatisme

Astigmatisme dapat timbul terutama pada teknik EKIK dan EKEK karena perubahan kelengkungan kornea akibat insisi yang besar, kekuatan jahitan pada kornea, lokasi insisi, astigmatisme yang sudah ada sebelumnya (memberat setelah operasi), dan usia lanjut. MSICS dengan insisi sclerocorneal di temporal menimbulkan kasus astigmatisme yang lebih sedikit daripada insisi yang di lakukan di superior

  1. Dislokasi Lensa Intraocular

Dislokasi lensa intraokular (LIO) dapat terjadi intrakapsular atau ekstrakapsular. Risiko dislokasi LIO meningkat pada pasien dengan sindrom pseudoeksfoliasi, gangguan jaringan ikat yang menyebabkan gangguan zonula, uveitis, miopia berat, LIO pada sulkus/peletakan haptic LIO yang tidak seluruhnya di capsular baghaptic LIO rusak, dan pasien dengan riwayat operasi vitreoretinal.

Belum di ketahui dengan pasti bagaimana cara menghilangkan katarak. Namun Operasi menjadi satu-satunya cara untuk menghilangkan kondisi mata yang mengalami penyakit katarak. Namun ternyata metode operasi sendiri memiliki berbagai risiko komplikasi yang dapat terjadi pada pasien. Kendari demikian sebagai mana yang telah di jelaskan di atas bahwa kecil risikonya seseorang mengalami risiko komplikasi akibat operasi pembedahan penyakit katarak. Apalagi alat untuk pemedahan sudah semakin modern. Tentu dapat mengurangi risiko komplikasi akibat operasi pembedahan katarak.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai risiko komplikasi akibat operasi pembedahan penyakit katarak. Pasca operasi memang akan muncul sesuatu yang tidak normal pada bagian mata. kondisi ini sudah menjadi hal yang umum terjadi. Namun apabila muncul gejala yang aneh, sebaiknya langsu periksakan kondisi mata pada dokter.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Alomedika
  • Allaboutvision
Risiko Komplikasi Akibat Operasi Penyakit Katarak

Risiko Komplikasi Akibat Operasi Penyakit Katarak

Hallo Kawan Mama, Penyakit katarak adalah salah satu jenis penyakit yang terjadi dan menyerang mata sehingga membuat fungsi penglihatan menjadi terganggu. Jenis penyakit yang satu ini cenderung sangat sulit  untuk di hindari. Sebab faktor penuaan menjadi faktor yang paling umum menyebabkan seseorang mengalami kondisi katarak. Namun beberapa cara dapat di lakukan untuk mengobati kondisi ini, yakni dengan melakukan operasi. Namun ternyata, akibat kondisi ini sendiri dapat menyebabkan beberapa risiko komplikasi akibat operasi penyakit katarak.

Pada dasaranya, kondisi penyakit katarak sendiri merupakan kondisi di mana lensa mata yang tertutupi oleh semacam gumpalan yang menghalangi cahaya masuk melalui lensa menuju retina. Lensa mata, pada dasarnya terbuat dari dan ternutrisi dari air dan protein yang masuk dan terdapat pada bahan makanan yang di konsumsi. Seiring berjalannya waktu atau bertambahnya fungsi dari oragn tubuh tidak akan seproduktif seperti dulu.

Proses regenerasi dari sel-sel dalam tubuh juga akan makin melambat. Akibatnya air dan protein pun kian menumpuk di area lensa mata sehingga menghalangi masuknya cahaya menuju retina. Selain itu, pada tahap awal, efek atau gejala dari penyakit katarak belum terlihat atau di rasakan. Namun seiring bertambahnya usia kondisi mata yang mengalami penyakit kataraka akan kesulitan untuk melihat karena lensa mata yang terhalang.

Meskipun tidak semua penderita penyakit katarak harus melakukan operasi. Namun, pada akhirnya setiap kondisi penyakit katarak akan semaki bertambah parah dan memiliki risiko kebutaan, terutama dalam tahap yang serius penyakit katarak hanya dapat di atasi dengan melakukan operasi. Meskipun begitu, operasi katarak sendiri ternayata memiliki risiko-risiko yang kondisi komplikasi akibat operasi penyakit katarak. Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa kondisi dari risiko komplikasi akibat operasi penyakit katarak. Simak penjelasannya berikut ini.

Beberapa Risiko Komplikasi Akibat Operasi Penyakit Katarak

Risiko Komlplikasi Akibat Penyakit Katarak

Pada dasarnya setiap dari operasi bedah yang di lakukan tentu memiliki risiko yang mungkin dapat di alami. Namun seiring berjalanya waktu, tekonology yang di gunakan untuk operasi juga semakin bertambah canggih dan lebih aman dari berbagai risiko yang terjadi. Meski demikian hal ini tidak menghilangkan risiko akibat operasi penyakit katarak.

Di alnsir dari lama National Library of Medicine mencatat sebua studi pada 221.594 pasien yang menjalankan operasi katarak pada tahun 1994 dan 2006. Studi tersebut menemukan bahwa pasien yang mengalami setidaknya satu jenis komplikasi hanya berupa 5% dari total responden. Artinya, 95% dari responden tidak mengalami komplikasi. Studi tersebut juga di bagi dalam 3 periode, yakni tahun 1994-1995, serta 1999-2000 dan 2005-2006.

Dari operasi tersebut hasil yang di dapat adalah semakin menurunya risiko komplikasi akibat operasi. Meskipun demikian hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa pasien tidak dapat mengalami risiko komplikasi. Karenanya penting untuk mengetahui risiko komplikasi akibat operasi penyakit katarak. Berikut adalah beberapa risiko komplikasi akibat operasi mata katarak.

  1. Endoftalmitis

Endoftalmitis adalah istilah yang di gunakan untuk menggambarkan peradangan yang hebat pada jaringan di dalam mata. peradangan ini biasanya di sebabkan oleh infeksi akibat bakteri atau jamur. Umumnya kondisi ini bersifat jarang terjadi, namun dalam tahap yang serius kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara permanen.

Kondisi ini umumnya ddapat di lihat dengan gejala yang muncul berupa adanya rasa nyeri, penglihatan yang memburukmata merah dan bengkak hingga keluarnya cairan kuning atau hijau dari mata. Pada kondisi ini hanya dapat di tangani dengan melakukan suntik antibiotic pada mata hingga melakukan langkah operasi.

  1. Kekeruhan Kapsul Posterior

Kekeruhan kapsul posterior atau di sebut juga dengan istilah PCO (Posterior Capsular Opacification) merupakan kondisi yang juga di kenal sebagai katarak sekunder. Faktanya kondisi ini lain halnya dengan katarak. Karena pada umumnya, katarak sekali telah di hancurkan tidak akan pernah bisa kembali lagi.

Dalam operasi katarak pada kapsul lensa yang ada di bagian depan akan di hancurkan dan di sedot. Namun pada bagian belakang tetap berada di tempatnya sebagai penyangga lensa baru yang akan di tanam (Intraocular/IOL). Hal inilah yang yang di sebut sebagai kapsul posterior yang terkadang bisa menjadi keruh atau buram.

Kondisi ini umumnya merupakan komplikasi yang sering terjadi namun mudah untuk di tangani. Sementera itu, kondisi ini dapat di lihat pada gejala yang muncul berupa penglihatan yang berubah menjadi keruh atau buram. Untuk menangani kondisi ini, umumnya dokter akan melakukan tindakan laser kapsulotomi untuk mengatasinya.

  1. Ablasio Retina

Pada dasarnya retina mata merupakan jaringan belakang mata yang berfungsi untuk memproses apa yang di lihat oleh mata dan mengirimkannya ke otak. Setelah operasi katarak di lakukan, ada kemungkinan retina akan robek, lubang, serta terluka atau bahkan terlepas dari dinding mata. komplikasi ini sendiri umumnya sangat jarang terjadi.

Pada sekitar 3.000 operasi katarak, rata-rata komplikasi ini hanya terjadi 1 kali. meskipun begitu, jika tidak segera di tangani, kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan akibat retina yang lepas dari dinding mata. kondisi ini dapat di tandai pada gejala yang muncul berupa sebagian mata yang terasa terutupi oleh semacam tirai.

Adanya titik-titik yang mengambang dalam gambaran penglihatan serta nampak sinaran ketika melihat. Bila kondisi ini terjadi umumnya dokter akan melakukan langkah operasi untuk memperbaiki kondisi retina. Jika robekan pada retina belum membuat retina lepas, maka dapat di tangani dengan operasi laser untuk menutup robekan. Namun apabila retina sudah terlepas atau ablasio, maka dokter akan melakukan metode operasi lainya.

  1. Diskolasi Lensa Intraocular (IOL)

Operasi katarak dapat menyebabkan bergesernya letak lensa buatan yang di tanam untuk menggantikan lensa yang telah keruh atau terkena katarak. Jika kondisi ini terjadi, sebaiknya segera lakukan langkah penganganan. Sebab umumnya lensa tanam akan segera menyatu dengan daging pada mata dalam waktu 3 bulan pasca operasi.

Kondisi ini umumnya jarang terjadi, namun dapat menyebabkan terjadinya komplikasi lain bila tidak seger di tangani. Seperti, pendarahan, hingga ablasio retina dan kondisi lainya. umumnya kondisi ini dapat di lihat dengan gejala yang muncu, berupa penglihatan yang buram, penglihatan ganda, dan pinggiran lensa implant yang dapat di lihat. Untuk penanganannya, dokter akan melakukan operasi reposisi lensa atau operasi untuk mengganti lensa.

  1. Opasifikasi Kapsul Posterior (PCO)

Operasi penyakit katarak dapat menyebabkan risiko Opasifikasi kapsul posterior pada pasien. Namun kabar gembiranya, PCO dapat di obati dengan terapi secara efektif dengan suatu prosedur yang di sebut kapsulatomi aser YAG. Selama prosedur ini, sebuah lubang akan di buat di zona tengah kapsul yang keruh dan penglihatan akan membaik dengan segera. Kapsulotomi laser YAG di bagi menjadi tiga langkah, yakni sebagai berikut.

    • Obat tetes mata yang di gunakan untuk mendilatasi pupil. Dengan demikian dokter spesialis mata di rumah sakit anda dapat melihat keseluruhan kapsul lensa
    • Laser untuk menghilangkan kapsul posterior berkabut dari pandangan anda tanpa membuat sayatan atau menyentuh mata.
    • Obat tetes mata di berikan setelah prosedur di lakukan untuk mencegah inflamasi.

Rosedur ini hanya berlangsung selama beberapa menit tanpa menimbulkan rasa sakit. Setelah menjalankan kapsulotomi laser YAG, kamu dapat segera menjalani aktivitas seperti biasa. Kemungkinan pasien akan mengalami floater setelahnya, namun hanya akan berlangsung selama beberapa pecan saja.

Laser YAG pada dasarnya menghilangkan zona tengah dari kapsul posterior yang keruh di belakang lensa  intraocular dan kondisi tersebut tidak dapat kembali. Dengan begitu, hanya satu pengobatan laser yang di perlukan untuk mengatasi hilangnya penglihatan secara permanen yang di sebabkan oleh PCO setelah operasi katarak.

  1. Risiko Kapsulotomi Laser YAG

Operasi penyakit katarak juga dapat menyebabkan risiko komplikasi kaspulotomi laser YAG. Meskipun demikian, kondisi ini terbilang sangat jarang terjadi pada pasien. Namun, prosedur tersebut dapat meningkatkan risiko ablasi retina hingga taraf tertentu. Sebuah riset menunjukkan bahwa risiko pelepasan retina seumur hidup akibat komplikasi operasi katarak sekitar 1%. Risiko tersebut akan meningkat hingga 2% apabila di ikuti dengan kapsulotomi laser YAG.

  1. Risiko Lainya

Selain beberapa risiko komplikasi akibat operasi panyakit katarak yang telah di sebutkan di atas. Berikut adalah beberapa risiko komplikasi lainya yang dapat terjadi.

    • Mata manjdi sensitive terhadap cahaya
    • Melihat kilatan cahaya (fotopsia)
    • Begian sentral retina yang membengkak (edema macula)
    • Kelopak mata turun (ptosis)
    • Tekanan mata meningkat (hipertensi ocular)
    • Korena mata atau retina yang membengkak
    • Tertinggalnya kepingan lensa mata yang keruh yang di hancurkan saat operasi katarak
    • Penumpukan cairan pada retina
    • Pendarahan

Dalam upaya mengobati kondisi penyakit mata katarak, belum di temukan pengobatan yang tepat selain melakukan operasi pembedahan. Meskipun demikian ternyata operasi penyakit katarak juga memiliki beberapa risiko sebagai mana telah di jelakan di atas. Namun semakin berkembangnya zaman, teknologi dan alat untuk operasi semakin bertambah modern dan lebih canggih. Hal ini tentunya dapat mengurangi risiko-risiko komplikasi akibat operasi penyakit katarak. Komplikasi atau efek minor atau ringan, umumnya dapat sembuh dan hilang dengan mudah seiring berjalanya waktu. Namun pada kondisi komplikasi di atas maka pasien membutuhkan langkah penanganan yang lebih serius oleh dokter.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa risiko komplikasi akibat operasi penyakit katarak. Operasi memang di ketahui menjadi satu-satunya cara yang ampuh mennyembuhkan penyakit katarak apabila muncul gejala yang tidak normal pasca operasi, sebaikny segera konsultasikan kepada dokter untuk penanganan yang tepat.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Klinikmatanusantara
  • Allaboutvision
Cara Mencegah Kondisi Penyakit Katarak

Cara Mencegah Kondisi Penyakit Katarak

Hallo Kawan Mama, Mata merupakan salah satu organ tubuh yang memiiki karakter sensitive sehingga mudah terserang oleh gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan memang menjadi masalah yang umum di mana banyak orang mengalami kondisi tersebut. Salah satu gangguan penglihatan atau penyakit yang kerap menyerang mata adalah katarak. Kondisi ini membuat penglihatan menjadi terganggu dan perlu adanya cara untuk mencegah kondisi penyakit mata katarak.

Katarak sendiri merupakan sebuah penyakit mata di mana adanya lensa mata yang terhalang oleh sesuatu. Umumnya lensa mata terbuat oleh air dan protein yang masuk ketubuh. Air dan protein tersebut akan menjaga mata agar tetap bersih dan jernih sehingga dapat menangkap cahaya yang melewatinya kamudian di salurkan pada retina. Kondisi mata yang mengalami penyakit katarak ini berupa lensa mata yang terhalang oleh air dan protein yang menggumpak dan menutupi mata. Hal ini di sebabkan oleh mata yang tidak dapat menyerap dengan baik akan air dan mineral atau suplai yang terlalu berlebihan sehingga mengumpul dan membentuk gumpalan yang menghalangi lensa mata.

Umumnya, penyakit katarak banyak di alami oleh orang dengan usia lanjut. Hal ini di sebabkan oleh fungsi organ tubuh terutama mata yang sudah tidak lagi normal atau seproduktif seperti dulu. Akibatnya, gumpalan tersebut akan menempel dan dan menghalangi cahaya yang masuk ke lensa mata sehingga tidak dapat meneruskannya menuju retina, dan terjadilah katarak.

Pada tahap yang serius, penyakit katarak hanya dapat di obati dengan melakukan operasi katarak. Namun ketika penyakit katarak dalam tahap yang ringan, kondi ini masih dapat di atasi dengan langkah pencegahan. Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai cara mencegah penyakit katarak. Dengan melakukan langkah pendegahan sesegera mungkin, maka kondisi penyakit katarak tidak akan bertamabah parah.

Cara Mencegah Penyakit Katarak

Cara Mencegah Kondisi Penyakit Katarak

Penyakit katarak memang menjadi penyakit yang banyak di alami teruatama pada usia lanjut. Namun tidak jarang hal tersebut juga di alami oleh anak-anak atau orang dewasa. di lansir  dari laman kemkes menurut perwakilan peedami, Aldiana Halim menyebutkan bahwa terdapat 8 juta orang di Indonesia mengalami gangguan penglihatan. 1,6 juta mengalami kebutaan dan 6,4 juta mengalami gangguan penglihatan sedang dan berat

“Dari kasus kebutaan itu memag banyak di sebabkan oleh penyakit katarak hingga 81,2%. Di perkirakan ada sekitar 1,3 juta penduduk Indonesia yang mengalami kebutaan akibat katarak”, tutur Aldiana.

Meskipun faktor usia atau penuaan menjadi faktor umum penyebab penyakit katarak, namun bukan berarti kondisi ini tidak bisa di cegah. Ada beberapa cara yang dapat di lakukan untuk mencegah penyakit katarak agar tidak bertambah parah. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah penyakit katarak..

  1. Rutin Memeriksa Kondisi Mata

Salah satu cara untuk mencegah penyakit katarak adalah dengan rutin mengecek dan memeriksa kondisi mata. Dengan memeriksakan mata ke dokter, maka kamu akan mengetahui kondisi mata kamu dan dapat mencegah perkembangan mata yang terkena penyakit katarak lebih cepat. Karena kondisi mata yang mengalami penyakit katarak dalam tahap ringan lebih mudah di atasi dan di cegah pertumbuhannya.

Bagi orang dewasa, di anjrkan untuk memeriksa kondiis matanya ke dokteer tidak kurang dari 2 tahun sekali sampai usia 50 tahun. Namun bagi seseorang yang berusia lebih dari 50 tahun, di anjurkan untuk memeriksakan mata setahun sekali. Dan bagi seseorang yang memiliki riwayat penyakit diabetes sebaiknya lebih rutin untuk memiksa kondisi mata. Karena diabetes sendiri dapat menjadi penyebab penyakit katarak.

  1. Kaca Mata Hitam Untuk Melindungi Mata

Kaca mata adalah satu cara untuk mencegah pertumbuhan katarak. Hal ini di gunakan untuk melindungi dari sinar matahari yang mengandung ultraviolet serta debu dan radikal bebas lainya. karean ultraviolet dan debu serta bakteri dapat memperparah kondisi penyakit katarak. Radiasi dari UVB lebih berbahaya bagi mata dan kulit di bandingkan dengan radiasi UVA.

Di lansir dari laman American Academy of Opthalmology menyebutkan bahwa dalam memilih kaca mata untuk mencegah katarak, sebaiknya pilih kaca mata untuk anti ultraviolet. Sebab paparan sinra ultraviolet dapat meningkatkan risiko katarak dan memperparah penyakit katarak hingga risiko kanker.

  1. Membatasi Mengkonsumsi Makanan Berkarbohidrat

Seseorang yang telah terkena penyakit katarak di anjurkan untuk menghindari dan membatasi makanan yang tinggi akan karbohidrat. Sebab tingginya asupan karbohdrat di duga dapat menyebabkan dan memperparah penyakit katarak. Sebab, karbohidrat akan ikut menggumpal bersama protein dan menghalangi lensa mata.

Di lansir dari laman Investigative Opthalmology and Visual science menemukan bahwa orang yang makan banyak karbohidrat memiliki risiko katarak tiga kali lebih besar di bandingkan dengan mereka yang sedikir mengkonsumsinya. Karenanya, sebaknya kurangi mengkonsumsi karbohidrat bagi agar penyakit katarak tidak bertambah parah.

  1. Hindari Asap Rokok Dan Alcohol

Rokok dan alcohol ternyata dapat menjadi penyebab munculnya panyakit katarak. Sebab asap rokok sendiri merupakan radikal bebas yang akan menempel pada lensa mata dan menghalangi cahaya masuk kemata. Akibatnya kondisi penyakit katarak akan semakin bertambah parah. Selain asap rokok, alcohol yang terbuat dari berbagai bahan yang tidak baik untuk tubuh dan juga mata. Maka sebaiknya hindari mengkonsumsi alcohol dan asap roko agar dapat mencegah penyakit katarak.

  1. Mengkonsumsi Teh Hijau

Salah satu jenis minuman yang dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan penyakit katarak adalah teh hijau. Di lansir dari laman Journal of Agricultural and Food Chemistry menyebutkan bahwa teh hijau dan hitam dapat menghambat perkembangan penyakit katarak terutama yang di sebabkan oleh diabetes.

  1. Vitamin C

Sebagaimana kita ketahui bahwa vitamin C adalah salah satu vitamin yang baik untuk mata. Peningkatan asupan vitamin C telah di kaitkan dengan penurunan risiko mata katarak. Sebuah studi yang di terbitkan dalam Journal of Nutrition mnemukan bahwa asupan vitamin C yang tinggi mengurangi risiko katarak hingga mencapai 64 %.

  1. Konsumsi Sayuran Hijau

Sayuran hijau adalah bahan makanan yang kaya akan nutrisi dan vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh. Ternyata, sayuran hijau ini juga baik untuk mencegah penyakit katarak pada mata. di dalam sayuran hijau terdapat kandungan vitamin E lutein dan ziaxanthin serta antioksidan lain yang akan mengurangi risiko berbagai penyakit mata termasuk katarak.

Dalam sebuh studi yang di muat oleh Havard Health Publishing menyebutkan bahwa,para peneliti telah menemukan pada wanita usia 50-79 tahun yang mengkonsumsi makanan kaya lutein dan zeaxanthin akan lebih sedikit terkena penyakit katarak. Kandungan tersebut banyak terdapat pada sayuran-sayuran hijau. Karenanya, sayuran hijau dapat menjadi pilihan baik untuk mencegah penyakit katarak.

  1. Atur Cahaya Yang Baik Untuk Mata

Tanpa di sadari kita seringkali menyepelakan kondisi cahaya pada ruangan yang kita gunakan. Namun ternyata, kondisi pencahayaan yang tidak baik akan menyebabkan penyakit katarak bertambah parah. Sebaiknya hindari betaktivitas pada cahaya yang redup dan atur cahaya yang terang di dalam ruangan. Dengan begitu, mata tidak akan terlalu terbebani dan penyakit katarak tidak bertambah parah.

Kondisi mata yang mengalami penyakit katarak seringkali tidak di sadari, terutama ketika kondisi penyakit katarak masih ringan. Karena pada kondisi tersebut, efek yang di timbulkan masih belum terlalu di rasakan sehingga tidak ada keluhan yang muncul. Namun seiring berjalanya waktu, kondisi penyakit katarak akan tumbuh menjadi lebih parah hingga menyebabkan berbagai keluahan. Karenanya, kondisi penyakit katarak dalam tahap ringan perlu untuk segera di cegah agar kondisi mata dapat pulih dan tidak bertambah parah. Ketika gejala-gejala gangguan pada penglihatan muncul, sebaikny segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Demikian penjelelasan dari Kawan Mama mengenai cara mencegah penyakita katarak. Selain terjadi pada lansia, penyakit katarak dapat di alami oleh siapa saja, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Karenanya langkah pencegahan perlu segera di lakukan agar gangguan penglihatan tidak bertambah parah.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • Alodokter
Cara Mengobati Penyakit Mata Katarak

Cara Mengobati Penyakit Mata Katarak

Hallo Kawan Mama, Pernahkah kamu mendengar penyakit katarak? Ya, penyakit katarak adalah salah satu gangguan yag menyerang mata sehingga fungsi dari pengihatan tidak dapat bekerja dengan baik. Hampir setiap dari segala aktivitas yang kita lakukan membutuhkan bantuan mata sebagai fungsi penglihatan. Penyakit katarak merupakan juensi penyakit mata yang sudah umum di alami oleh kebenyakan orang. Beberapa cara dapat menjadi pilihan untuk mengobati penyakit mata katarak.

Kondisi mata yang sehat tentu akan membuat kita mudah melakukan segala aktivitas. Namun kondisi mata yang mengalami gangguan penglihatan atau katarak ini tentu tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga akan menganggu dan menghambat aktivitas kita. Pada dasaranya, penyakit katarak adalah sebuah kondisi gangguan penglihatan di mana lensa mata yang keruh akibat tertutup oleh benda asing atau sesuatu yang menghambat penglihatan. Kondisi ini membuat penderitanya keseulitan menglihatan dan mata yang keruh seperti tertutup awan. Pada awalnya, penyakit katarak tidak terasa menganggu hingga waktu ke waktu akan semakin berkembang dan biasanya akan terasa ketika sudah dalam kondisi yang cukup serius.

Dalam tahap awal, penyakit katarak hanya akan terasa seperti gengguan penglihatan biasa lainya di mana mata tidak dapat melihat dengan baik. Pada kondisi ini, kaca mata atau lensa kontak masih tergolong dapat membantu mata untuk melihat. Namun pada kondisi yang cukup serius maka penderita katarak harus melakukan langkah operasi. Berikut Kawan Mama akan membahas mengenai cara mengobati kondisi penyakit katarak.

Penyakit Katarak

Cara Mengobati Panyakit Mata Katarak

Penyakit kataraka adalah jenis penyakit yang umumnya di alami oleh orang dengan usia lanjut. Namun ternayata, penyakit ini dapat di alami oleh siapa saja, baik orang dewasa atau anak-anak. menurut WHO, penyakit katarak mengakibatkan 48% kebutaan yang mewakili 18 juta jiwa di seluruh dunia. Karenanya katarak menjadi salah satu gangguan penglihatan yang cukup berbahaya bagi para penderitanya.

Pada dasarnya, lensa mata terbentuk oleh air dan protein yang terdapat pada bahan makanan yang di konsumsi. Air dan mineral tersebut akan di serap dan di salurkan kemata untuk di olah dan mencukupi kebutuhan mata. air dan protein yang tidak dapat terserap atau terurai dengan baik oleh mata akan menumupuk dan membantuk sebuah gumpalan yang akan menghalangi lensa mata. akibatnya lensa mata akan nempak keruh dan menghalangi cahaya yang masuk menuju lensa mata.

Pada kondisi normal, cahaya yang masuk akan dapat di terima oleh lensa mata dan meliwatinya kemudian di biaskan menuju retina. Lensa mata yang terhalang oleh gumpala  tersebut akan keusilatan untuk menerima cahaya sehingga sulit untuk membiaskan dan menyalurkan cahaya menuju retina. Akibatnya, penglihatan perlahan akan menjadi keruh seperti berawan dan kesulitan melihat dengan jelas.

Cara Mengobati Penyakit Katarak

Di lansir dari laman kemkes menurut perwakilan peedami, Aldiana Halim menyebutkan bahwa terdapat 8 juta orang di Indonesia mengalami gangguan penglihatan. 1,6 juta mengalami kebutaan dan 6,4 juta mengalami gangguan penglihatan sedang dan berat. “Dari kasus kebutaan itu memag banyak di sebabkan oleh penyakit katarak hingga 81,2%. Di perkirakan ada sekitar 1,3 juta penduduk Indonesia yang mengalami kebutaan akibat katarak”, tutur Aldiana.

Kasus tersebtu menunjukkan bahwa katarak merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan perlu adanya langkah untuk mengobati penyakit tersebut. Berbagai macam langkah pencegahan dapat di lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit katarak. Namun dalam hal pengobatan, sampai saat ini hanya berupa operasi katarak saja yang sudah teruji hasilnya.

Secara umum, operasi katarak tergolong aman di lakukan. Namun bukan berarti tanpa risiko komplikasi. Beberpa pasien bahkan membutuhkan operasi kedua untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Operasi katarak sendiri terbagi dalam beberapa macam. Berikut adalah macam beserta penjelasannya.

  1. Operasi Katarak

Operasi katarak merupakan langkah pengobatan yang paling umum di lakukan. Dalam operasi ini, lensa mata yang keruh akan di angkat dan di ganti dengan lensa yang baru dan lebih bening serta jernih. Operasi katarak ini membutuhkan waktu untuk pemulihan tidak kurang dari 2 minggu pasca operasi. Selain itu, kaca mata di butuhkan untuk membantu mata untuk melihat.

Jumlah penderita penyakit katarak setiap hari semakin bertamabah, terutama di Indonesia sendiri. Namun biaya yang cukup mahal sekitar 12 hingga 23 juta membuat tidak semua dari penderita mata katarak dapat melakukan langkah operasi. Hal ini tentu menjadi masalah meningkatnya jumlah penderita mata katarak dan angka kebutaan akibat katarak khususnya di indonesia.

  1. Operasi Laser Katarak

Operasi laser katarak atau di kenal dengan sebutan Bladeless Laser Cataract Surgary merupakan langkah operasi yang terbilang lebih modern dengan menggunakan tekonologi terbaru. metode ini menggunakan sinar laser yang memiliki kemampuan untuk memotong dengan sangat akurat di bandingkan teknologi laser lainnya dan dengan tingkat panas yang sangat rendah.

Dengan kelebihan-kelebihannya tersebut, operasi ini menjadi tidak lagi menakutkan dan lebih aman di bandingan dengan menggunakan pisau bedah. operasi ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit tanpa adanya risiko infeksi pasca operasi. Dengan teknologi yang lebih modern tentu membuat biaya yang di perlukan juga bertamabah, yakni sekitar 22 hingga 29 juta.

Selain 2 macam langkah operasi di atas, ada 2 lagi jenis terapi bedah atau operasi untuk meringankan gejala katarak. Yaitu operasi jenis small incision cataract surgery (phacoemulsification) dan extracapsular surgery. Berikut adalah penjelasannya.

  • Small Incision Cataract Surgery (Phacoemulsification)

jenis operasi ini di lakukan dengan cara melakukan insisi kecil pada tepian kornea. Kemudian dokter akan menyinarkan gelombang ultrasound untuk menghancurkan lensa yang akan di ambil menggunakan alat penghisap.

  • Extracapsular Surgery

operasi jenis ini membutuhkan insisi yang lebih besar untuk mengeluarkan inti lensa yang berkabut. Selanjutnya sisa lensa tersebut akan di keluarkan dengan menggunakan alat penghisap.

Pada kedua proses dari operasi tersebut, lensa buatan atau di sebut dengan istilah lensa intraocular akan di masukkan untuk menggantikan lensa yang asli. Operasi ini akan membutuhkan waktu hingga 1 jam tanpa adanya rasa nyeri meskipun ada juga yang merasakan nyeri, umumnya tergantung pada tingat ketahanan atau toleransi tubuh. Biasanya dokter akan menggunakan obat tetes mata untuk membuat mata menjadi baal dan pengidap tetap sadar selama menjalani operasi.

Dalam upaya untuk mengobati penyakit katarak, terapi bedah atau operasi menjadi satu-satunya lengkah pengobatan yang sudah teruji dapat mengobati penyakit katarak. Meskipun demikian, biayanya yang mahal membuat banyak dari penderita panyakit katarak tidak dapat melakukan operasi karena tidak mampu mebayar biaya. Tentunya hal ini menjadi PR tersendiri bagi kita dan pemerintah tentang kesejahteraan terkait keshatan masyarakatnya. Sebab mahalnya biaya operasi penyakit katarak akan membuat penderita penyakit ini tidak dapat melekukan operasi, dan akan menambah jumlah penderita penyakit katarak.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai cara mengobati kondisi penyakit katarak. Panyakit katarak merupakan maslaah kesehatan yang menyerang fungsi penglihatan dan berisiko menyebabkan hikangnya penglihatan. Karenanya, menjaga dan merawat kesehatan mata merupakan hal yang penting agar terhindar dari penyakit atau gangguan penglihatan.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Optikseis
  • Hellsehat