Daftar Makanan Pencegah Rabun Jauh

Daftar Makanan Pencegah Rabun Jauh

Hallo Kawan Mama, Di era yang serba digital dan modern ini sebagian besar dari aktivitas yang kita lakukan mengharuskan kita untuk mengggunakan barang eletronik seperti gadget ataupun computer. Tanpa di sadari, hal tersebut membuat kita beriteraksi dengan alat-alat tersebut semaiki banyak. Alhasil hal kondisi tersebut banyak menyebabkan seseorang mengalami gangguan penglihatan. Salah satu gangguan penglihatan yang disebabkan oleh kondisi tersebut. Namun tahukah kamu bahwa beberapa jenis makanan ternyata mampu menjadi pencegah terjadinya kondisi rabun jauh.

Pada dasarnya rabun jauh adalah sebuah gangguan penglihatan yang sudah umum terjadi dan di alami oleh kabanyakan orang di dunia. Kondisi ini akan membuat penderitanya kesulitan melihat dengan baik, terutama pada objek yang letaknya jauh. Namun di sisi lain, mata masih melihat dengan baik pada objek yang letaknya dekat. Meskipun demikian, tentunya mata yang mengalami kondisi rabun jauh tentunya akan sangat menganggu terutama ketika melakukan aktivitas sehari-hari.

Mata pada dasarnya merupakan salah satu bagian dari anggota tubuh yang memiliki peran dan fungsi yang tidak tergantikan. Sebagai alat penglihatan tentunya kondisi kesehatan mata perlu di jaga dengan sebaik-baiknya. Namun mata sendiri pada dasarnya memiliki karakter yang cenderung sangat sensitive dan rentan akan masalah kesehatan. Rabun jauh adalah salah satu kondisi gangguan penglihatan yang umum terjadi. Untuk faktor penyebabnya sendiri di ketahui adalah faktor genetik atau keturunan yang menajdi pemicu utamanya.

Meskipun demikian, kondisi tersebut juga dapat di sebabkan oleh mata uang kekurangan akan nutrisi. Nutrisi memang merupakan hal yang penting dalam metabolisme serta kondisi dan kinerja dari oragn tubuh termasuk mata. Ketika tubuh keurangan akan nutrisi maka tentunya hal ini akan berdampak pada kesehatan dan kinerja dari organ tubuh yang menjadi rentan mengalami masalah kesehatan.kondisi mata yang keurangan akan nutrisi juga dapat memicu terjadinya rabun jauh. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai daftar makanan pencegah rabun jauh. Berikut adalah penjelasannya.

Kondisi Rabun Jauh

Daftar Makanan Pencegah Rabun Jauh

Rabun jauh atau juga lebih sering di kenal mata minus atau juga dalam dunia medis sendiri di kenal dengan istilah miopi. Kondisi ini merupakan keadaan di mana mata tidak mampu bekerja dengan baik ketika melihat pada objek yang letaknya jauh. Berbeda dengan kondisi rabun dekat (hipermetropi) dan rabun senja (presbiopi) yang membuat penderitanya tidak dapat melihat dengan baik pada objek yang letaknya delat, mak rabun jauh adalah kondisi sebaliknya. Penderita rabun jauh akan mengalami kondisi di mana penglihatannya menajdi tidak jelas atau kabur  ketika melihat objek yang letaknya jauh atau yang memiliki ukuran kecil.

Kondisi mata yang mengalami rabun jauh atau mata minus umumnya berupa keadaa retina yang tidak menerima bayangan objek dengan sepenuhnya. Proses terjadinya penglihatan sendiri di mana adanya bayangan objek yang berasal dari pantulan cahaya yang kemudian masuk ke mata. bayangan objek tersebut akan melewati lensa dan kornea mata untuk kemudian samapai pada retina. Retina ini akan bertugas untuk mengubah bayangan objek tersebut menjadi sebuah gambaran visual yang nantinya akan dikirim ke otak. Sebelum di kirim ke otak, infomasi visual tersebut akan melalui macula dan kemudian di rubah menjadi sinyal listrik dan di teruskan ke otak oleh saraf optik. Setelah samapai di otak sinyal listrik tersebut akan di olah dan di interpretasikan menjadi gambaran objek yang terlihat. Rabun jauh atau mata minus berupa kondisi di mana kornea atau bola mata yang mengalami gangguan (biasanya akibat struktur bola mata yang terlalu panjang) yang membuat bayangan objek tidak jatuh tepat pada retina.

Bayangan objek yang tidak jatuh tepat pada retina akan mengakibatkan kondisi di mana mata tidak mampu melihat objek yang letaknya dekat. Ketika melihat objek yang letaknya jauh maka penglihatan pada objek akan menjadi buram atau kabur. Menurut mayoclinic, faktor genetik atau keturunan, kekurangan nutrisi dan vitamin hingga pertabahan suaia dan lingkungan atau kebiasaan yang buruk dapat memicu terjadinya kondisi rabun jauh.

Jenis Makanan Pencegah Rabun Jauh

Pada dasarnya setiap bahan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita akan menentukan kondisi kesehatan pada stiap oragn tubuh kita baik luar dan dalam termsuk juga mata. Sebab kandungan di dalam bahan makanan yang kita konsumsi akan di oleh sebagai sumber energy dan nutrisi agar dapat melakukan tugasnya. Jenis bahan makanan yang mengandung nutrisi baik tentunya akan membuat kondisi kesehatan tubuh menjadi baik, termasuk fungsi penglihatan.

Dalam menangani kondisi rabun jauh sendiri, umumnya dapat di lakukan dengan berbagai metode, seperti halnya dengan prosedur operasi atau bedah reraksi. Namun beberapa bahan makanan di yakni memiliki kandungan baik yang dapat di gunakan sebagai pencegah rabun jauh. Sebab di dalam makanan tersebut terdapat kandungan baik yang di butuhkan oleh mata. berikut adalah beberapa jenis bahan makanan yang memiliki manfaat sebagai pencegah rabun jauh.

  1. Wortel

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa wortel merupakan jenis bahan makanan yeng memiliki manfaat baik bagi kesehatan mata. Sebab di dalam wortel terdapat tinggi kandungan nutrisi berupa vitamin A yang akan mennjaga kesehatan mata. Selain itu, wortel juga akan membuat mata tetap cerah, segar dan juga kemampuan melihat yang menajdi jernih. Dengan begitu, mengkonsumsi wortel akan baik untuk mata dan mencegah terjadinya mata minus.

  1. Sayuran Hijau

Salah satu jenis makanan yang pasti menyehatkan untuk tubuh adalah sayuran hijau. Selain baik untuk menjaga kesehata tubuh sayuran hijau juga memiliki manfaat baik untuk kesehatan mata. Sebab di dalam sayuran hijau terdapat kandungan lutein dan juga ziaxanthin. Kedua kandungan tersebut sangat di butuhkan oleh mata dan memiliki peran besar untuk mencegah mata mengalami gangguan penglihatan seperti katarak dan juga rabbun jauh atau mata minus.

  1. Kacang Almond

Umumnya, kacang almond merupakan jenis bahan makanan yang sering kali di gunakan untul perawatan kulit. Namun ternyata, kacang almond ini juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan mata. Tingginya kandungan vitamin E di dalam kacang almond akan membuat kesehatan mata terjaga dan mencegah gangguan pada retina. Oleh karena itu, kacang almond menjadi salah satu piliha baik untuk melindungi mata dan mencegah terjadinya rabun jauh.

  1. Tomat Dan Blewah

Tomat dan blewah pada dasarnya merupakan bahan makanan yang dpat di golongkan sebagi bagiandari buah-buahan atau juga sayur-sayuran. Sama halnya dengan wortel, tomat ataupun blewah juga memiliki kandungan vitamin  A yang dapat mecegah serta mengurangi gejala mata minus pada penderita rabun jauh. Sebab selain vitamin A, di dalam tomat dan blewah juga terdapat kandungan karotinoid dan juga karoten yang baik untuk kesehatan mata.

  1. Alpukat

Alpukat adalah salah satu bahan makanan faforit yang umumnya di gunakan sebagai bahan minuman jus karena rasanya yang khas dan nikmat. Namun tahukah kamu bahwa alpukat ini juga memiliki manfaat bagi kesehatan mata. Selain terdapat kandungan lutein, buah alpukat juga dapat membantu penyerapan nutrisi alpha karoten dan beta karoten yang akan membantu pembentukan vitamin A. jadi dengan mengkonsumsi alpukat, selain rasanya yang nikmat, kesehatan mata juga akan terjaga dengan baik.

  1. Jeruk Dan Sitrus

Umumnya jeruk dan sitrus lebih di gunakan sebagai makanan yang mampu membantu menyembuhkan sariawan ataupun radang. Namun ternyata, selain manfaat tersebut jeruk juga bermanfaat bagi kesehatan mata. Sebab di dalam jeruk dan sitrus sendiri terdapat kandungan vitamin C yang akan berfungsi untuk meingkatkan kesehatan jaringan mata dan membuat kesehatan mata menjadi terjaga. Kandungan

  1. Telur

Pada dasarnya telur merupakan salah satu jenis bahan makanan yang memiliki sejuta manfaat baik bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya pada sayuran hijau saja. untuk mata sendiri, di daam telur juga terdapat lutein dan juga zeaxanthin yang sangat di butuhkan untuk menjaga kesehatan mata. Dengan adanya kandungan lutein dan zaixanthin, maka telut menjadi salah satu rekomendasi jenis makanan yang baik untuk mencegah terjadinya rabun jauh, serta jenis gangguan penglihatan lainya.

  1. Ikan Laut

Umumnya ikan laut terkenala akan kandungan omega 3 yang tinggi yang untuk kesehatan tubuh dan otak. Namun beberapa jenis ikan laut ternyata juga baik di kondusmi dan memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan mata. Beberapa jenis ikan laut seperti salmon, makarel dan tuna pada dasarnya tinggi akan kandungan DHA di dalamnya. DHA merupakan bagian dari asam lemak yang baik bagi kesehatan reina. Dengan mengkonsums jenis makan ini maka kesehatan mata akan terjaga dengan baik dan terhindari dari rabun jauh.

  1. Daging Sapi

Bagi kamu yang merupakan penggemar daging sapi tentu akan semakin menykainya ketika tahu bahwa daging sapi memiliki manfaat baik bagi kesehatan mata. Sebab di dalam daging sapi sendiri terdapat kandungan zinc yang tinggi serta kandungan nutrisi baik lainya. Selain dapat mencegah dan membantu memulihkan mata dari rabun jauh, daging sapi juga dapat mencegah terajdinya degenerasi macula.

Pada dasarnya, rabun jauh atau mata minus merupakan salah satu gangguan yang membuat penglihatan. Penglihatan akan menjadi buram dan kabur ketik melihat objek yang letaknya jauh. Kondisi ini berupa bola mata atau kornea mata yang memiliki bentuk terlalu panjang. Akibatnya bayangan objek yang masuk ke mata tidak jatuh tepat pada retina. Meskipun faktor genetikal atau keturunan di anggap sebagai faktor penyebab utamanya. Namun kondisi mata yang kekurangan akan nutrisi juga data menyebabkan seeorang mengalami kondisi rabun senja.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa daftar makanan pencegah kondisi mata minus. Setiap bahan makanan pada dasarnya akan mempengaruhi setiap kondisi kesehatah dari organ tubuh. Beberapa jenis bahan makanan di atas memiliki kandungan yang baik bagi kesehatan mata dan juga dapat mencegah terjadinya gangguan penglihatan seperti rabun jauh dan jenis lainya. Karenanya pemilihan bahan makanan yang baik tentunya akan membantu menjaga kesehatan mata kita.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Idntimes
  • Klikdokter
Kebiasaan Buruk Penyebab Terjadinya Rabun Jauh

Kebiasaan Buruk Penyebab Terjadinya Rabun Jauh

Hallo Kawan Mama, Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa mata merupakan salah satu bagian dari organ atau anggota tubuh yang memiliki fungsi dan peran yang sanagt penting. Meskipun memiliki peran yang sangat penting, namun mata juga memiliki karakter yang sangat sensiitif sehingga mudah terganggu atau mengalami masalah kesehatan. Rabun jauh adalah salah satu kondisi masalah kesehatan terkait gangguan penglihatan yang umum terjadi. Bahkan di katakana bahwa beberapa kebiasaan buruk dapat menajdi penyebab terjadinya kondisi rabun jauh.

Mata sendiri juga merupakan salah satu bagian dari 5 panca indra yang di miliki oleh manusia. Artinya mata mempunyai posisi penting sebagai alat untuk membantu melihat objek yang ada di sekitar. Meski demikian, masalah kesehatan berupa gangguan penglihatan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering kali dan umum terjadi dan di alami oleh kebanyakan orang. Salah satu jenis gangguan penglihatan yang seringkali terjadi dan di alami kebanyakan orang adalah rabun jauh. Kondisi ini akan membuat penderitanya kesulitan atau bahkan tidak dapat melihat dengan jelas pada objek yang letaknya jauh.

Umumnya, kondisi rabun jauh ini dapat di alami oleh siapa saja tanapa mengenal usia. Namun dari beberapa penelitian yang di lakukan menyebutkan bahwa kondisi rabun jauh cenderung lebih umum dan seringkali di alami oleh usia anak-anak dan dewasa. Bahkan menurut liputan6.com, menyebutkan bahwa saat ini peningkatan rabun jauh sudah hampir mencapai angka 200 juta pasien. Bahkan di perkirakan hal ini akan terus mengalami peningakatan di mana penderita rabun jauh akan mencapai angka 500 juta pada tahun 2050 nanti.

Pada dasarnya belum di ketahui dengan pasti penyebab terjadinya kondisi rabun jauh pada mata. Namun beberapa penelitian juga mengatakan bahwa faktor genetik atau keturunan serta kurang nutrisi dan vitamin menjadi beberapa penyebab terjadinya kondisi rabun jauh. Kondisi rabun jauh yang di alami seseorang dapat terjadi akibat kebiasaan buruk. Berikut ini Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa hal yang menajdi kebiasaan buruk dan dapat menjadi penyebab terjadinya kondisi rabun jauh. simak penjelasannya sebagai berikut.

Rabun Jauh Atau Mata Minus

Kebiasaan Buruk Penyebab Terjadinya Rabun Jauh

Pada dasarnya rabun jauh atau mata minus merupakan kondisi gangguan penglihatan atau kelainan refraksi yang sudah umum terjadi. Dalam dunia medi sendiri rabun jauh atau mata minus juga di kenal dengan istilah miopi. Penderita mata minus sendiri akan mengalami kondisi di mana fungsi penglihatan akan terganggu dan tidak berfungsi dengan normal. Ketika melihat objek yang letaknya jauh, penglihatan akan menjadi buram atau kabur. Namun ketika melihat pada objek yang letaknya dekat, penglihatan masih berfungsi dengan normal.

Kondisi ini umumnya merupakan keadaan di mana retina mata tidak berfungsi dengan normal. Pada dasarnya proses terjadinya penglihatan di mulai dari bayangan objek dari pantulan cahaya yang masuk ke mata. Bayangan objek tersebut akan masuk ke mata dan melewati lensa dan kornea mata untuk kemudian sampai pada retina. Retina ini akan berfungsi untuk mengubah bayangan objek manjadi sebuah sinyal listrik yang nantinya akan di kirimkan melalui saraf optik menuju ke otak.

Setelah sampai ke otak, saraf optik akan di olah dan di interpretasikan menjadi sebuah gambaran objek yang terlihat. Terjadinya kondisi rabun jauh adalah di mana kondisi bola mata yang berubah menjadi lebih panjang. Akibatnya bayangan objek yang masuk ke mata tidak dapat jatuh tepat pada retina. Akibatnya informasi visual yang nantinya akan di ubah menjadi sinyal listrik dan di kirmkan ke otak menjadi tidak maksimal. Kondisi tersebut membuat sinyal listrik yang di interpretasikan oleh otak menjadi gambaran yang atau tidak jelas. Hal inilah yang membuat penglihatan sekan menjadi kabur ketika melihat objek yang letakna jauh.

Di lansir dari laman Mayo clinic, menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang menjadi penyebab dan dapat memicu terjadinya kondisi rabun jauh. Mulai dari faktor genetik atau keturunan, kekurangan vitamin atau beta karoten, pertambahan usia, faktor lingkungan hingga pemakaian kaca mata atau lensa kontak yang tidak sesuai dengan kondisi mata. Selain itu, beberapa kebiasaan buruk juga dapat menjadi penyebab terjadinya kondisi rabun jauh.

Kebiasaan Buruk Penyebab Rabun Jauh

Rabun jauh atau mata minus merupakan salah satu masalah kesehatan di mana penderitanya cukup banyak dan terus mengalami peningkatan setiap tahunya. Brian holden institute memperkirakan bahwa hampir setengah dari populasi akan mengalami rabun jauh pada tahun 2050 nanti. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, namun juga terjadi di seluruh dunia menjadikan rabun jauh merupakan masalah kesehatan yang menjadi PR bagi semua negara.

Beberapa penyebabnya di duga adalag kurangnya waktu di luar ruangan dan berbagai kegiatan yang berbasis pekerjaan mata yang membutuhkan tingkat ketelitian tinggi. Seperti main game, membca buku, pekerjaan rumah serta aktivitas di depan layar computer dan juga penggunaan ponsel. Tanpa adanya lengkah pencegahan bukan tidak mungkin bahwa angka penderita rabun jauh akan terus meningkat setiap tahunnya.

Selain beberapa faktor di atas, aktivitas yang di lakukan sehari-hari beberapa di antaranya juga menjadi kebiasaan buruk yang dapat menjadi penyebab dan memicu terjasinya rabun jauh.  Berikut adalah beberapa aktivitas yang menjadi kebiasaan buruk penyebab terjadinya kondisi rabun jauh.

  1. Aktivitas Padat Di Depan Layar Computer Ataupun Hadget Dan Juga Televisi

Di zaman yang serba modern ini di mana hampir dari semua aktivitas dan pekerjaan sudah mengharuskan kita untuk menggunakan barang elektronik. Hal ini secara tidak langsung mengharuskan kita untuk lebih sering berinteraksi dengan alat-alat eletronik seperti computer, gadget dan juga televise. Tanpa di sadari, hal tersebut membuat pekerjaan mata menjadi bertambah dan dapat membuat mata menjadi rentan mengalami masalah kesehatan.

Pada dasarnya setiap dari alat eletronik yang kita gunakan setiap harinya dapat memancarkan radiasi yang dapat membuat terjadinya gangguan penglihatan, termsuk rabun jauh. Dengan intraksi yang lebih sering, maka hal ini membuat meningkatnya risiko rabun jauh akibat penggunaan alat-alat eletronik tersebut. Baiknya gunakan alat elektronik tersebut secukupnya atau dengan menggunakan pelindung mata seperti kaca mata hitam. Selain itu, pastikan anak menggunakan gawai dengan waktu yang tepat karena bagaimanapun risiko gangguan pengilhatan pada anak lebih besar di bandingkan orang dewasa.

  1. Aktivitas Mata Dengan Pencahayaan Yang Buruk

Pada dasarnya, tingkat pencahayaan pada setiap tempat yang kita gunakan untuk beraktivitas sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan mata. Apalagi jika aktivitas tersebut membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi seperti halnya dengan membaca buku. Pencahayaan yang kurang baik akan membuat mata mengeluarkan tenaga ekstra agar dapat melihat dengan baik.

Kondisi tersebut membuat mata akan mudah tegang dan mengalami kelelahan. Hal tersebut tentunya akan membuat mata mudah mengalami gangguan serta rentan terkena berbagai gangguan penglihatan termasuk rabun jauh. Untuk itu, jika ingin melakukan aktivitas seperti membaca, baiknya perbaiki atau lakukan pada tempat dengan cahaya yang baik untuk mata agar terhindari dari berbagai jenis gangguan penglihatan, termasuk rabun jauh.

  1. Menggososk Mata

Sebagaimana yang telah di jelaskan di atas, bahwa mata merupakan salah satu bagian dari anggota tubuh yang memiliki karakter sangat sensitive. Hal ini membuat mata mudah dan peka ketika benda asing yang masuk dan mengganggu atau bahkan kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Ketika hal itu terjadi seringkali mata akan merasa gatal atau bahkan perih sehingga dengan ototmati tangan akan menggosoknya.

Pada dasarnya, hal tersebut merupakan salah satu akitivitas yang merupakan kebiasaan buruk. Sebab sadar atau tidak sadar, ketika tangan menggosok mata maka mata dapat mengalami iritasi ataupun infeksi akibat gosokan tangan yang bisa saja menggores struktur mata. Untuk itu, hindari menggosok mata lengsung menggunakan tangan agar mata tidak mengalami dampaknya. Kamu bisa mengakalinya dengan mebasuhkan air bersih agar kondisi mata menjadi reda.

  1. Begadang

Tanpa di sadari mata merupakan bagian dari organ tubuh yang memiliki pekerjaan berat setiap harinya. Sebab dari kondisi bangun tidur, mata sudah mulai bekerja sepanjang hari hingga waktu tidur datang lagi. Ketika mata di buat untuk begadang, maka hal ini tentu akan menambah pekerjaan mata hingga membuat mata menjadi mudah lelah. Biasanya, orang yang sering begadang dapat di lihat dari warna mata yang kemrahan karena kelelahan. Mata yang lelah sangat rentan mengalami infeksi dan iritasi serta berbagai jenis gangguan penglihatan.

  1. Merokok

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa meroko adalah salah satu aktivitas yang menjadi kebiasaan buruk. Sebab dengan merokok akan membuat kualitas dari fungsi organ tubuh, terutama paru-paru mengalami penurunan. Selain itu, asap roko juga tidak baik untuk kesehatan mata. Sebab mata menjadi mudah mengalami iritasi dan dapat menyababkan terjadinya gangguan penglihatan termasuk rabun jauh.

  1. Kekurangan Asupan Vitamin

Asupan nutrisi dan vitamin pada dasarnya merupakan kebutuhan mata untuk tetap sehat sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Mata yang kekurangan akan nutrisi dan vitamin tentunya akan berakibat pada kualitasnya yang akan menurun. Hal ini membuat mata menjadi rentan mengalami berbagai masalah kesehatan. Pemenuhan asupan vitamin yag di butuhkan olah mata dapat menjaga keseimbangan dan kualitas dari fungsi penglihatan tetap terjaga dengan baik.

Pada dasarnya mata merupakan bagian dari organ tubuh yang memiliki karakter cenderung sangat sensitive. Hal ini membuat seringkali terjadi di mana mata mengalami masalah kesehatan berupa kelainan refraksi, termasuk rabun jauh. Meskipun di ketahui bahwa rabun jauh banyak di sebabkan oleh faktor genetik atau kerutunan, namun beberapa aktivitas dapat menajdi kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan mata mengalami kondisi tersebut. Untuk itu, kebiasaan buruk tersebut perlu untuk di hindari atau di benahi. Sebab selain mengancam kesehatan mata, hal tersebut juga tidak baik bagi kesehatan bagian tubuh lainya.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa kebiasaan buruk penyebab terkadinya rabun jauh. perubahan gaya hidup yang labih sehat perlu di lakukan sebagai solusi pemulihan kondisi mata dan mencegah terjadinya kondisi rabun jauh. Dengan gaya hidup yang lebih sehat maka kesehatan akan terjaga dan kualitas hidup juga akan meningkat.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Idntimes
  • Halodoc
Cara Alami Mengatasi Kondisi Rabun Jauh

Cara Alami Mengatasi Kondisi Rabun Jauh

Hallo Kawan Mama, Pernahkah kamu mengalami kondisi di mana mata kamu tidak dapat melihat benda yang letaknya jauh? Penglihatan yang buram atau kabur saat melihat objek yang berukuran kecil? Sebaiknya waspadai kondisi tersebut, sebab bisa saja kamu mengalami kondisi rabun jauh. Rabun jauh memang merupakan salah satu jenis gangguan penglihatan yang umum terjadi. Kondisi ini biasanya akan membuat penderitanya kesulitan melihat objek yang kecil atau yang letaknya jauh. Meski begitu, beberapa cara alami di ketahui dapat mengatasi kondisi rabun jauh.

Gangguan penglihatan memang merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum di alami kebanyakan orang. Sebab gangguan penglihatan sendiri menjadi masalah kesehatan dengan angka yang cukup tinggi. Kondisi ini terjadi dan di alami oleh kebanyakan orang tanpa mengenal usia, baik anak-anak, dewasa hingga orang tua. Meski demikian rabun jauh sendiri umumnya lebih sering dan rentan terjadi pada usia anak-anak dan usia dewasa.

Rabun jauh atau juga akrab di kenal dengan istilah mata minus memang menajdi salah satu jneis gangguan penglihatan yang umum terjadi. Bahkan jenis gangguan yang satu ini telah banyak terjadi pada seluruh orang di dunia. Di lansir dari laman briliofood, menyebutkan bahwa telah di lakukan sebuah penelitian oleh dokter dari fakulktas kedokteran (FK) pada SMP di DIY. Dari hasil penelitian tersebut, 167 siswa dari 627 siswa secara keseluruhan mengalami gejala rabun jauh. Artinya, sebanyak 26% pasien di temukan mengidap gejala rabun jauh hanya dari lingkungan yang terbilang kecil.

Umumnya, untuk menangani mata yang mengalami kondisi rabun jauh dalam dunia medis di lakukan metode operasi atau bedah refraksi. Namun tentunya hal tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun beberapa cara alami di ketahui dapat mengatasi kondisi mata yang mengalami rabun jauh. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai cara alami untuk mengatasi rabun jauh. simak penjelasannya sebagai berikut.

Gangguan Penglihatan Rabun Jauh (Mata Minus)

Cara Alami Mengatasi Kondisi Rabun Jauh

Rabun jauh atau mata minus atau dalam dunia medis juga di kenal dengan istilah miopi. Kondisi ini pada dasarnya merupakan salah satu jenis gangguan penglihatan yang umum terjadi. Hal ini terjadi di mana mata mengalami kelainan refraksi yang membuat fungsi dari system penglihatan mengalami gangguan. Akibat dari kinerja system penglihatan yang tidak normal membuat fungsi penglihatan tidak bekerja dengan maksimal.

Jika seseorang yang mengalami kondisi rabun dekat atau juga presbiopi (mata tua) tidak dapat melihat pada objek yang letaknya dekat, maka rabun jauh adalah kondisi sebaliknya. Rabun jauh merupakan kondisi di mana mata penderitanya tidak dapat melihat dengan jelas pada objek yang letaknya jauh. Ketika mata melihat pada objek yang letaknya jauh atau kecil, maka penglihatan akan menjadi buram atau kabur. Kondisi ini membuat penderitanya membutuhkan alat bantu penglihatan seperti kaca mata agar dapat melihat dengan baik dan jelas.

Rabun jauh sendiri secara medis merupakan kondisi di mana proses berlangsungnya fungsi penglihatan mengalami gangguan. Penglihatan mata umumnya di mulai dari bayangan objek yang berasal dari pantulan cahaya yang kemdian masuk ke mata. cahaya yang masuk ke mata tersebut akan melewati lensa mata dan juga kornea mata untuk kemudian jatuh teoat pada retina. Ketika cahaya tersebut jatuh tepat pada retina mata maka kemudian akan di kirimkan ke otak dan di ubah atau interpetasikan menjadi sebuah gambaran objek yang terlihat jelas.

Kondisi mata yang mengalami rabun senja adalah di mana bayangan objek dari pantulan cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat pada retina. Kondisi tersebut membuat bayangan objek yang di kirimkan ke otak menjadi tidak maksimal. Akibatnya gambar yang di olah oleh otak menajdi tidak jelas terutama bagi objek yang letakny jauh. Kondisi inilah yang membuat pendertia rabun jauh akan keslutan di mana penglihatab menjadi buram dan kabur ketika melihat objek yang letaknya jauh.

Cara Alami Mengatasi Rabun Jauh

Dalam penangananya sendiri, umumnya untuk mengobati mata yang mengalami kondisi rabun jauh adalah dengan menggunakan kaca mata ketika pada tahap awal. Namun penggunaan kacamata pada dasarnya tidak dapat menghilangkan kondisi rabun jauh itu sendiri. Dalam tahap yang serius maka akan di lelakukan prosedur medis. Prosedur medis yang di lakukan untuk menangani rabun jauh adalah dengan melakuka ooperasi atau bedah refraksi.

Sementara untuk langkah pencegahannya sendiri, belum di temukan dan belum di ketahui dengan pasti cara untuk mecegah terjadinya rabun senja. Hal ini tidak lepas dari faktor penyebabnya yang cenderung beragam dan belum di temukan dengan pasti. Meski demikian beberapa studi hingga penelitian menebutkan bahwa kondisi rabun jauh dapat di perlambat dan dapat di kurangi gejalanya. Berikut adalah beberapa cara alami untuk mengatasi kondisi mata yang mengalami gejala rabun dekat.

  1. Rutin Memeriksa Mata

Rutin memeriksa kondisi mata adalag salah satu langkah yang tepat untuk mangatasi berbagai jenis ganggguan penglihatanm termasuk rabun jauh. Sebab denmgan rutin memeriksakan kondisi mata, maka kamu akan mengetahui kondisi kesehatan yang sedang di alami oleh matamu. Selain itu, ketika di temukan adanya gangguan, maka dapat di lakukan penangan segera agar kondisi tersebut tidak bertambah parah.

  1. Mengontrol Dan Mengatasi Riwayat Penyakit

Meskipun belum di ketahui dengan pasti, namun beberapa kondisi medis memang di duga memiliki andil besar yang dapat memicu terjdinya kondisi rabun jauh. Penyakit diabetes dan darah tinggi atau hipertensi menjadi jenis penyakit yang memiliki risiko besar untuk memicu terjdinya rabun jauh. Untuk itu, penanganan atau mengontrol kondisi tersebut perlu di lakukan agar terhindari dari kondisi rabun jauh.

  1. Melindungi Mata

Mata pada dasarnya memiliki karakter dan sifat yang cenderung sangat sensitive terhadap benda yang ada di sekitarnya. Bila tidak berhati-hati mata dengan mudah dapat terluka oleh benda yang ada di sekitarnya, perlindungan mata baiknya perlu di lakukan untuk mengindari serangan dari darikal bebas mupun sinar UV dari paparan sinar matahari. Untuk itu, kamu dapat menggunakan kaca mata hitam agar kondisi mata tetap aman terlindungi.

  1. Konsumsi Makanan Bernutrisi Dan Kaya Vitamin

Selain sumber energy, Nutrisi dan vitamin pada dasarnya merupakan kebutuhan utama dari kesehatan organ tubuh. Sebab kesehatan tubuh ini di sebabkan oleh adanya kebutuhan berupa nutrisi dan vitamin yang masuk dan membuatnya organiasasi di dalam tubuh menjadi seimbang. Untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan butrisi dan vitamin kamu dapat mengkonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan segar serta kacang-kacangan untuk kesehatan mata.

  1. Berhenti Merokok

Sebagaimana kita tahu, merokok adalah kegiatan yang bmemiliki dampak buruk bagi kesehatan terutama paru-paru. Namun selain berdampak pada pernapasan, asap rokok ternyata juga dapat melukai mata dan memicu terjadinya gangguan penglihatan, termasuk rabun jauh. Untuk itu, bagi kamu yang memiliki kebiasaan merokok maka sebaiknya hentikan dan hindari, terutaa ketika kondisi mata sedang tidak sehat

  1. Gunakan Lensa Korektif

Salah satu tujuan rutin memriksakan mata adalah agar dapat menentukan jenis lensa yang akan di gunakan. Sebab pengguanaan lensa yang tidak sesuai dengan kondisi mata berisiko menyebabkan keadaan mata menjadi bertambah parah. Mata yang mengalami rabun jauh atau kelainan refraksi lainya membutuhkan bantuan kaca mata yang sesuai dengan kondisinya. Sebab hal tersebut selain akan memudahkan mata untuk melihat dengan jelasm juga akan menghindari risiko akibat penggunaan lensa yang tidak tepat.

  1. Perbaiki Pencahayaan

Pencahayaan adalah salah satu faktor yang menentukan kondisi kesehatan mata. Ketika pecahayaan yang di gunakan baik, maka hal tersebut tentunya akan mendukung kinerja dari fungsi penglihatan. Namun apabila pencahayaan yang di gunakan buruk atau terlalu redup, maka itu akan menyebabkan fungsi penglihatan menjadi menurun, serta rentan mengalami kelainan refraksi seperti rabun jauh. untuk itu, pencahayaan yang baik perlu di perhatikan dengan baik, terutama ketika beraktivitas membaca.

  1. Hindari Kelelahan Mata

Salah satu kondisi yang dapat menyababkan masalah kesehatan berupa gangguan penglihatan adalah kondisi mata yang kelelahan. Mata yang lelah, terutama setelah melakukan aktivitas berat akan menjadi tegang dan rentan mengalami gangguan. Pada kondisi tersebut, mata rentan mangalami infeksi ataupun iritasi dari benda-benda asing atau bahkan suhu atau cuaca di sekitarnya. Untuk itu, pengurangan aktivitas mata perlu di perhatikan dengan baik.

  1. Olah Raga Mata

Olahraga memang sangat penting bagi kesehatan tubuh, dan berlaku juga bagi kesehatan mata. Dengan melakukan olah raga mata atau senam mata dapat membuat mata menjadi lebih sehat dan segar. Dengan begitu, mata akan menjadi lebih elasti dan fleksibel sehingga tidak akan mudah mengalami kelelahan. Hal ini akan sangan membantu menjaga kesehatan mata dan menjauhkan dari gangguan penglihatan seperti rabun jauh.

Rabun jauh pada dasaranya merupakan kondisi mata yang mengalmai gangguan penglihatan. Klondisi ini merupakan kelainan refraksi yang membuat mata penderitanya kesulitan atau bahkan tidak dapat melihat dengan jelas objek yang letaknya jauh. Ketika melihat objek yang letaknya jauh atau berukuran kecil maka penglihatan akan nampak menajdi buram atau kabur. Kondisi ini mengharuskan mata bekerja dengan tenaga yang lebih besar lagi. Kesehatan mata pada dasarnya merupakan hal yang akan membuat mata terhindari dari berbgai jenis gangguan penglihatan atau kelainan refraksi.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beebrapa cara alami untuk mengatasi rabun jauh. Meskipun belum di katahui cara yang tepat dan pasti untuk mencegah terjadinya rabun jauh, Namun cara-cara di atas, mekskipun tidak sepenuhnya, namun setidaknya akan menajaga kesehatan mata dan mengurangi gejala kondisi rabun jauh.

Semoga tulisan ini dapat memabntu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Sehatq
  • Halodoc
Faktor Risiko Penyebab Rabun Dekat (Hipermetropi)

Faktor Risiko Penyebab Rabun Dekat (Hipermetropi)

Hallo Kawan Mama, Gangguan penglihatan merupakan salah satu masalah kesehatan yang di mana kondisi ini sering kali di alami dan menjadi keluhan kebanyakan orang. sebab kondisi tersebut tentunya akan menganggu penglihatan dan menghambat aktivitas sehari-hari. Di antara banyaknya jenis gangguan penglihatan, rabun dekat menajdi salah satu kondisi yang banyak di alami. Kondisi ini umumnya di sebabkan oleh cahaya objek yang masuk ke mata tidak jatuh tepat pada retina. Namun beberapa faktor di sebutkan memiliki risiko dan menjadi penyabab terjadinya rabun dekat.

Menurut informasi dari laman sehatq menyebutkan bahwa lebih dari 285 juta orang di dunia mengalami gangguan penglihatan. Dan 42% dari mereka yang mengalami gangguan penglihatan di sebabkan oleh adanya kesalahan refraksi pada mata yang tidak di koreksi. Rabun dekat adalah salah satu jenis gangguan penglihatan di mana kondisi ini umumnya terjadi pada usia lanjut. Namun tidak jarang kasus di mana anak-anak mengalami kondisi tersesbut. Dengan begitu, rabun dekat dapat terjadi pada siapa saja baik anak-anak maupun orang tua atau dewasa.

Sesorang yang matanya mengalami kondisi rabun dekat umumnya fungsi pengihatannya tidak akan bekerja dengan normal. Jika seseorang yang mengalami rabbun jauh tidak dapat melihat dengan jelas pada objek yang letaknya jauh. Maka rabun dekat adalah kondisi sebaliknya. Penderita rabun dekat umumnya tidak akan dapat melihat jelas pada objek yang letaknya dekat. Kondisi ini membuat penderitanya memerlukan alat bantu penglihatan seperti kaca mata dan alat sejenisnya.

Kondisi rabun dekat terjadi di sebabkan oleh cahaya objek yang harusnya masuk ke mat dan jatuh tepat pada retina, malah jatuh di belakang retina. inilah yang menyebabkan mata tidak dapat melihat dengan jelas pada objek yang letaknya dekat. Selain itu, umumnya terjadinya kondisi tersebut juga tidak lepas dari faktor yang memiliki risiko dan menjadi penyabab terjadinya rabun dekat. Beikut ini adalah beberapa faktor risiko penyebab terjadinya rabun dekat.

Definisi rabun dekat

Faktor Risiko Penyebab Rabun Dekat (Hipermetropi)

Pada dasarnya, di dalam mata terdapat berbagai jaringan dan sel yang memiliki peran dan fungsi untuk menjalankan system penglihatan agar mata dapat melihat dengan baik. Ketika jaringan dan sel di dalam mata mengalami ganggua, tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja dan kualitas penglihatan itu sendiri. Rabun dekat adalah salah satu kondisi di mana jaringan atau sel yang ada di dalam mata mengalami gangguan atau dalam kondisi yang tidak normal.

Kondisi mata yang mengalami rabun dekat, dalam dunia medis sendiri di kenal dengan istilah hipermetropi atau hipermetropia. Pada dasarnya kondisi rabun dekat merupakan kondisi yang hampir sama dengan penyakit presbiopi. karena presbiopi juga menyebabkan penderitanya tidak dapat melihat dengan jelas pada objek yang letaknya dekat. Namun presbiopi merupakan kondisi di mana adanya otot pada lensa mata yang mengalami gagguan atau kelainan refraksi. Sedangkan rabun dekat atau hipermetropi adalah kondisi di mana kornea mata mengalami perubahan bentuk.

Perubahan pada bentuk kornea mata tentunya akan berpengaruh terhadap fungsi penglihatan menjadi tidak normal. Meskipun banyak dari usia lanjut yang mengalami kondisi ini, namun pada usia tersebut orang lebih rentan mengalami presbiopi. sedangkan pada usia anak-anak merupakan usia yang rentan mengalami kondisi rabun dekat. Selain itu  berbeda dengan rabun dekat pada orang tua, rabun dekat pada anak-anak biasanya tidak akan menimbulkan gejala yang siginifak pada tahap ringan atau sedang. Hal ini di pengaruhi oleh daya tahan tubuh yang masih dalam tahap pertumbuhan.

Kondisi tersebut seringkali membuat rabun dekat yang di alami anak-anak tidak di sadari bahkan oleh orang tuanya. Rabun dekat menajdi seringkali baru di sadari pada tahap yang serius yang menimbulkan gejala yang menggangu penglihatan penderitanya. Ketika rabun dekat memasuki tahap yang serius, maka penderitanya dapat mengalami kondisi di mana matanya hanya dapat melihat jelas pada objek yang letaknya cukup jauh. Sedangkan pada objek yang letaknya dekat atau sedang, kemampuan mata sudah tidak dapat melihatnya dengan baik dan jelas.

Faktor Risiko Dan Penyabab Rabun Dekat

Rabun dekat atau hipermetropi pada dasarnya terjadi akibat proses penglihatan yang mengalami gangguan akibat kelaina refraski. Cahaya dari pantulan objek yang harusnya masuk ke mata dan melewati kornea menuju retina tidak berjalan dengan normal. Rabun dekat membuat cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat pada retina, melainkan jatuh di belakang retina. kondisi tersebut di sebabkan oleh struktur kornea atau bola mata yang tidak normal dan cenderung lebih pendek.

Struktur kornea mata yang terlalu datar atau bahkan melangkung serta lensa mata yang kurang tebal juga dapat menyababkan terjadinya kondisi rabun dekat. Rabun dekat membuat pendertitanya seringkali mengalami gejala yang menjadi keluhan di mana penglihatan menjadi kabur. Selain itu, kondisi ini seringkali menyebabkan pusing dan sakit kepala terutama setelah melihat atau membaca dengan jarak yang dekat.

Umumnya, terjadinya kondisi rabun dekat yang di alami oleh mata dapat di sebabkan oleh berbagai ragam hal yang berbeda-beda pada setiap orang yang mengalaminya. Namun secara garis besar, ada beberapa faktor yang memiliki risiko yang mendasari terjadinya kondisi rabun dekat. Yakni sebagai berikut.

  1. Faktor Genetik

Rabun dekat pada dasarnya merupakan salah satu masalah kesehatan yang sifatnya genetikal. Artinya, rabun dekat dapat terjadi dan di sebabkan oleh adannya bawaan atau riayat keturunan dari orang tua atau anggota keluarga lainya. Salah satu anggota memiliki riwayat rabun dekat maka ada kemungkinan anggota keluarga lainya juga dapat mengalami kondisi tersebut.

  1. Anatomi Mata

Kondisi dari anatamo tubuh, terutama bagian mata dapat mempengaruhi dan menyebabkan mata mengalami kondisi gangguan penglihatan atau kelainan refraksi. Pada kondisi rabun dekat umumnya juga dapat di sebabkan oleh adanya anatomi mata yang tidak normal. Seperti kondisi struktur bola mata yang cednerung terlalu pendek, lensa mata yang terlalu tipis dan kornea mata yang terlalu datar atau kurang melengkung. Kelainan pada anatomi mata tersebut memiliki risiko besar yang dapat menyababkan terjadinya rabun dekat.

  1. Akomodasi Mata

Pada dasarnya, setiap system penglihatan memiliki daya akomodasi yang aka bertugas untuk mencembungkan atau mencengkungkan lensa mata untuk menyesuaikan dengan objek yang di lihat. Apabila daya akomodasi mata mengalami gangguan atau kelainan, maka hal ini akan berdampak pada fungsi penglihatan.

Rabun dekat biasanya juga di sebabkan oleh daya akomodasi mata yang mengalami gangguan sehingga tidak dapat membiaskan cahaya dengan baik. Kondisi inilah yang akan menyebabkan penglihatan menjadi buram atau bahkan kabur ketika melihat objek.

  1. Usia/Umur

Usia menjadi salah satu penyebab utama munculnya berbagai masalah kesehatan, termasuk kelain refraksi. Kondisi tubuh yang mengalami penuaan umumnya akan menyebabkan kualitas organ tubuh termasuk mata mengalami penurunan. akibatnya, tubuh dan juga mata rentan mengalami gangguan. Umumnya, rabun dekat seringkali muncul pada usia 40 hingga 50 tahun ke atas.

  1. Riwayat Penyakit Tertentu

Tubuh yang memiliki riwayat penyakit yang cukup serius umumnya dapat menyebabkan munculnya masalah kesehatan lainya, termasuk rabun dekat. Beberapa jenis penyakit yang berisiko dapat menybabkan rabun dekat seperti tumor mata, diabetes mellitus, hipertensi dan oveal hypoplasia. Jenis-jenis penyakit tersebut memiliki risiko tinggi yang dapat menyebabkan mata mengalami kelainan refraksi, termasuk denagn rabun dekat.

Pada dasarnya, rabun dekat atau hipermetropi merupakan gengguan penglihatan atau kelainan refraksi yang umum terjadi. Kondisi ini akan menyebabkan penderitanya tidak dapat melihat dengan jelas, terutama pada objek yang letaknya dekat. Usia lanjut dan usia anak-anak menjadi usia yang rentan mengalami kondisi rabun dekat. Rabun dekat yang terjadi pada usia anak-anak, biasanya akan sembu dengan sendirinya seiring beralannya waktu serta pekembangan dan pertumbuhan tubuhnya. Namun pada usia lanjut, kondisi ini umumnya akan semakin bertambah buruk, apalagi bila tidak di lakukan langkah pemeriksaan atau pengoreksian.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa faktor risiko panyebab terjadinya rabun dekat. Tentunya, mata yang mengalami kondisi rabun dekat membutuhkan perhatian dan penanganan secepatnya. Sebab kondisi ini dapat menjadi lebih buruk lagi apabila tidak di lakukan langkah penanganan. Selain itu, menghindari atau mengatasi faktor-faktor yang berisiko dapat menyebabkan terjadinya rabun dekat juga perlu untuk di lakukan.

Semoga tulisan ini dapat ,membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

Sumber :

  • Doktersehat
  • Hellosehat
Komplikasi Akibat Kondisi Rabun Dekat

Komplikasi Akibat Kondisi Rabun Dekat

Hallo Kawan Mama, Pernahkah kamu mendengar atau bahkan mengalami kondisi rabun dekat? Tentunya rabun dekat merupakan sebuah kondisi yang tidak asing di mana banyak dari orang-orang yang mengalaminya. Pada umumnya, kondisi ini akan membuat penderitanya mengalami kondisi di mana mata akan kesulitan melihat pada objek yang letaknya dekat. Selain itu, beberapa komplikasi juga dapat terjadi akibat mata yang mengalami kondisi rabun dekat.

Rabun dekat merupakan salah satu jenis masalah kesehatan berupa gangguan penglihatan atau kelainan refraksi. Kondisi ini memang sudah menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi di kalangan masyarakat. Umumnya kondisi ini seringkali menyerang orang yang memasuki usia lanjut. Namun tidak jarang juga kondisi ini di alami oleh orang dewasa, dan bahkan anak-anak juga merupakan usia yang rentan mengalami kondisi rabun dekat.

Menurut WHO, dari survei yang di lakukan, di perkirakan ada lebih dari 285 juta orang di dunia yang memiliki gangguan penglihatan. Dari data tersebut, sebanyak 42% dari mereka adalah pasien yang mengalami kondisi di mana adanya kesalahan refraksi mata yang tidak di koreksi. Orang dengan usia lanjut mejadi pasien terbanyak di ikuti oleh usia anak-anak. Rabun dekat yang terjadi pada anak-anak biasnya di sebabkan oleh faktor genetik atau keturunan dari keluarganya.

Pada tahap awal, rabun dekat umumnya tidak menimbulkan gejala yang siginifikan. Bahkan pada anak-anak, gejala rabun dekat ringan hingga sedang cenderung tidak akan menimbulkan gejala yang menganggu penglihatan. Namun, dalam kondisi yang serius, rabun dekat akan menganggu penglihatan penderitanya. Bahkan beberapa komplikasi dapat terjadi akibat kondisi rabun dekat yang parah. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai komplikasi yang terjadi akibat kondisi rabun jauh. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Apa Itu Rabun Dekat?

Komplikasi Akibat Kondisi Rabun Dekat

Rabun dekat atau hipermetropi pada dasarnya merupakan kondisi di mana mata mengalami kelainan refraksi yang membuat fungsi penglihatan menjadi tidak normal. Kondisi ini akan membuat penderitanya tidak dapat melihat pada objek yang letaknya dekat. Bahkan dalam kondisi yang serius, rabun dekat dapat membuat penderitanya hanya dapat melihat pada objek yang letaknya cukup jauh. Selain itu, beberapa kondisi komplikasi juga dapat terjadi akibat kondisi rabun dekat yang tidak di tangani.

Umumnya, kondisi ini hampir mirip dengan kelainan refraksi atau penyakit presbiopi. Mata yang mengalami kondisi presbiopi juga tidak dapat melihat dengan jelas pada objek yang letaknya dekat. Namun penyakit presbiopi merupakan kelainan mata yang umumnya di sebabkan oleh faktor penuaan. selain itu, presbiopi merupakan penyakit mata yang di sebabkan oleh adanya otot mata yang mengalami pengerasan. Pengerasan tersebut di sebabkan oleh faktor penuaan yang membuat lensa mata tidak berfungsi dengan normal.

Sedangkan rabun dekat adalah kondisi di mana kornea mata mengalami perubahan bentuk. Umumnya, perubahan bentuk tersebut dapat di sebabkan oleh berbagai hal, seperti halya dengan faktor genetikal atau keturunan. Perubahan bentuk pada kornea mata tersebut akan membuat cahaya dari pentulan objek yang masuk ke mata tidak dapat jatuh tepat pada retina. Namun cahaya objek tersebut akan masuk ke mata dan jatuh pada bagian belakang retina. Hal inilah yang membuat mata tidak dapat melihat dengan jelas pada objek yang letaknya dekat.

Sama halnya dengan penyakit presbiopi, usia 40 tahun merupakan usia yang cukup rentan akan risiko rabun dekat. Sebab dalam usia tersebut, tubuh dan juga system penglihatan sudah mengalami penurunan kualitas akibat faktor penuaan. Namun pada kondisi rabun dekat, selain usia lanjut, yakni 40 ke atas, rabun dekat juga seringkali di alami oleh usia dewasa dan meningkat pada usia anak-anak. biila di biarkan terlalu lama, kondisi ini akan menyebabkan terjadinya komplikasi pada fungsi penglihatan.

Jenis Komplikasi Akibat Kondisi Rabun Dekat

Rabun dekat yang tidak segera di tangani umumnya akan mengakibatkan mata berisiko mengalami jenis gangguan atau penyakit mata lainya. Meskipun hal tersebut biasanya tidak akan berbahaya dan menyerang kesehatan tubuh atau menyebabkan kematian, namun beberapa konisi komplikasi bisa saja terjadi. Sebab penglihatan yang tidak normal dan buruk dapat menyebabkan penderitanya mengalami cedera, terutama ketika sedang melakukan aktivitas.

Rabun jauh dapat menyebabkan penderitanya mengalami berbagai jenis kondisi komplikasi. Yakni antar lain sebagai berikut.

  1. Mata Juling

Beberapa kasus menyebutkan bahwa usia anak-anak yang sedang mengidap kondisi rabun dekat memiliki risiko mengalami kondisi mata juling. Mata juling merupakan kondisi di mana kedua mata memiliki posisi yang tidak sejajar. Hal ini dapat di lihat pada hitam mata yang bergerak kearah yang berbeda antar kedua bola mata. Namun untuk mengatasi kondisi ini, telah di buat kaca mata yang telah di desain untuk memperbaiki hipermetropi yang juga dapat di gunakan untuk mengatasi mata juling.

  1. Mengurangi Kualitas Hidup Penderitanya

Rabun jauh atau hipermetropi ini selain akan menganggu fungsi penglihatan juga akan membuat penderitanya mengalami penurunan kualitas hidup. Sebab kondisi mata yang tidak normal akibat rabun dekat tentunya akan menganggu penderitanya dalam melakkan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini akan terjadi dan semakin parah apabila mata yang mengalami rabuh dekat tidak juga di tangani dan di koreksi. Karenanya, besar kemungkinan penderita rabun dekat akan mengalami penurunan kualitas hidup akibat kondisi tersebut.

  1. Mata Tegang

Kondisi mata yang tidaka dapat melihat dengan normal akibat rabun dekat tentu akan memaksa mata bekerja lebih keras aagar dapat melihat dengan jelas. Hal ini tentunya membutuhkan tenaga dan fikus yang ekstra sehingga berisiko menyebabkan mata menjadi tegang. Ketika mata mengalami tegang akibat kinerja yang keras, maka mata akan rentan mangalami infeksi ataupun iritasi. Hal ini dapat menyebabkan mata lebih mudah mengalami jenis gangguan penglihatan yang berbahaya bagi fungsi penglihatan.

  1. Mata Lelah

Selain menjadi tegang, tentunya rabun dekat juga akan membuat mata menjadi mudah lelah. Sebab kinerja mata yang bertambah akan menguras energy dan tenaga mata sehingga mata mudah kelelahan. Ketika mata kelelahan, maka kondisi tersebut dapat menyebar ke saraf otak sehingga menyebabkan munculnya sakit kepala.

  1. Keamanan Terganggu

Selain menyebabkan gangguan pengihatan lainya, kondisi mata yang tidak normal akibat rabun jauh juga dapat menyababkan keamanan terganggu. Dalam hal ini, keamanan yang di maksud adalah keamanan dan keselamanat diri sendiri dan juga orang lain di sekitarnya.

Rabun dekat atau hipermetropi pada dasarnya merupakan salah satu jenis kelainan refraksi yang menyebabkan penderitanya kesulitan melihat dengan jelas pada objek dekat. Kondisi ini tentunya akan sangat mengganggu dan membahaykan keselamatan penderitanya. Selain itu, jika tidak di lakukan langkah penanganan atau pengoreksian terhadap kondisi ini maka mata berisiko dapat mengalami berbagai jenis komplikasi. Karenanya, penanganan yang cepat sebaiknya di lakukan untuk memperbaiki kondisi mata dan menegah terjadinya berbagai jenis komplikasi.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai komplikasi akibat kondisi rabun dekat. Pemeriksaan mata sebaiknya di lakukan denagn rutin untuk sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi kesehatan dan fungi penglihatan. Sebab jika tidak segera di tangani, kondisi ini akan menyebabkan kondisi komplikasi yang tentunya hal ini akan membutuhkan biasya yang lebih besar.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Sehatq
  • Hellosehat
Cara Untuk Mendiagnosis Rabun Dekat

Cara Untuk Mendiagnosis Rabun Dekat

Hallo Kawan Mama, Apakah kamu salah satu penderita rabun dekat? Atau mungkin keluargamu atau temanmu mengalami kondisi tersebut? Rabun dekat memang merupakan salah satu masalah kesehatan berupa gangguan penglihatan di mana kondisi ini banyak orang yang mengalaminya. Seseorang yang mengalami kondisi rabun dekat umumnya akan mengalami kondisi di mana ia akan kesulitan untuk melihat objek yang letaknya dekat. Beberapa cara di ketahui dapat di lakukan untuk mendiagnosis rabun dekat.

Masalah kesehatan mata memang merupakan kondisi yang umum dan banyak yang mengalaminya. Sedangkan rabun dekat sendiri merupakan kelainan mata yang juga banyak orang mengalaminya. Di lansir dari laman hellosehat, menyebutkan bahwa rabu dekat merupakan kelainan refraksi mata di mana kondisi ini dapat terjadi pada segala usia. Meskipun demikian usia anak-anak menjadi usia yang peling rentan di mana rabun dekat sering kali terjadi. Namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa seiring bertambahnya usia, kondisi ini akan membaik di sertai dengan mengurangi faktor risikonya.

Penderita rabun dekat memang akan mengalami kondisi di mana penglihatannya akan kebur ketika melihat objek yang letaknya dekat. Kondisi ini umumnya cenderung terjadi dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi kesehatan mata dan faktor yang mempengaruhinya. Meskipun penderita rabun dekat akan kesulitan melihat pada objek yang letaknya dekat, namun ia pada objek yang letaknya jauh, mata tetap dapat melihat dengan normal.

Ketika kondisi rabun dekat terjadi pada orang dewasa atau orang tua, mungkin kondisi ini dapat segerai di sadari dengan lebih cepat. Namun ketikakondisi ini terjadi pada anak-anak, membuat kondisi ini seringkali sulit untuk di sadari. Namun pada kondisi ini, pemeriksaan mata di sarankan untuk di lakukan sebagai upaya untuk mengethui kondisi mata, atau untuk mendiagnosi adanya gejala rabun dekat. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai cara untuk mendiagnosis mata yang mengalami kondisi rabun dekat.

Pengertian Rabun Dekat

Cara Untuk Mendiagnosis Rabun Dekat

Rabun dekat atau dalam istilah medis di kenal dengan sebutan hipermetropi atau hipermetropia pada merupakan salah satu kondisi kelainan mata yang banyak di alami oleh kebanyakan orang. Pada dasarnya, kondisi ini merupakan gangguan penglihatan jarak dekat di mana penderita rabun dekat tidak dapat melihat dengan jelas pada objek yang letaknya dekat. Jika kondisi rabun jauh membuat mata kesulitan melihat obje yang letaknya jauh, maka kondisi rabun dekat adalah kebalikannya dari kondisi tersebut. Selain itu, penderita rabun dekat tetap dapat melihat dengan baik pada objek yang letaknya jauh.

Sebenarnya, kelainan refraksi rabun dekat hampir sama dengan kelainan refraksi presbiopi. Karena keduanya merupakan jenis kelainan refraksi yang membuat penderitanya tidak dapat melihat dengan jelas pada objek yang letaknya dekat. Meski demikian, kedua jenis kelaian refraksi tersebut merupakan jenis yang berbeda. Sebab presbiopi merupakan kondisi di mana adanya oto pada lensa mata yang mengalami gangguan. Sedangkan rabun jauh merupakan kondisi di mana adanya perubahan pada bentuk kornea mata yang tidak normal.

Umumnya, seseorang yang memasuki usia 40 tahun cukup rentan akan risiko rabun dekat. Namun kondisi ini juga sering terjadi dan dai alami usia anak-anak. Jika kondisi ini terjadi pada usia lanjut, maka biasanya akan menimbulkan gejala kesulitan melihat pada objek yang letaknya dekat. Bahkan ketika kondisi ini dalam tahap yang cukup parah, mata hanya dapat melihat jelas pada objek yang letaknya sangat jauh.

Sedangkan rabun jauh yang terjadi pada usia anak-anak, umumnya tidak akan menimbulkan gejala yang siginikan. Hal ini juga tidak lepas pada tingkat perkembangan dan keparahannya. Dalam tingkatan yang ringan ataupun sedang, umumnya anak-anak masih dapat melihat dengan jelas pada objek yang letakya jauh maupun dekat. Namun apabila kondisi ini sudah memburuk dan masuk ke dalam tahap yang parah, maka perlehan gejala-gejala rabun jauh akan muncul dan menganggu penderitanya. Meskipun demikian, gejala-gejala tersebut tidak akan separah pada kondisi yang di alami oleh orang tua.

Cara Mendiagnosis Rabun Dekat

Umumnya, kondisi rabun dekat yang di alami oleh orang dengan usia dewasa atau lanjut dapat di sadari dengan gejala-gejala yang muncul dan menganggu penglihatan. Namun apabila kondisi ini terjadi pada anak-anak, maka biasanya gejala yang muncul akan sedeikit berbeda dan cenderung sulit untuk di sadari. Hal ini membuat penanganan medis perlu untuk di lakukan agar dapat di ketahui dengan pasti apakah mata sang anak mengalami gejala rabun dekat.

Pemriksaan mata untuk mendiagnosis gejala rabun dekat biasanya akan di sesuaikan dengan usia. Pada anak dengan usia 6 bulan sampai 3 tahun, biasanya pemeriksaan akan di lakukan oleh dokter anak yang sudah terlatih. Rabun dekat dapat di diagnosis oleh dokter spesialis mata dengan pemeriksaan mata yang mendasar. Umumnya pemeriksaan tersebut akan meliputi prosedur uji refraksi dan pemeriksaan kesehatan mata.

  1. Uji Refraksi

Dalam uapaya untuk mendiagnosis kondisi mata, dokter akan menentukan penderita rabun jauh melalui tes ketajaman penglihatan. Dalam metode ini, pasien akan di minta untuk membaca huruf yang ukurannya bervariasi dengan jarak berbeda-beda. Tes ketajaman penglihatan yang di lakukan, umumnya juga di gunakan untuk melihat adanya gejala miopi, mata silinder atau bahkan gajala presbiopi.

jika dari hasil tes pemeriksaan menyebutkan pasien di nyatakan mengalami gejala rabun dekat, maka akan di lanjutkan dengan pemeriksaan retinoskopi untuk melihat kondisi retina.

  1. Pemeriksaan Mata.

Dalam pemeriksaan mata, dokter kemungkinan akan menggunakan obat tetes mata untuk di teteskan pada mata pasien. hal ini di lakukan untuk membut pupil menjadi lebih lebar dan terbuka selama pemeriksaan mata di lakukan. Hal tersebut bertujuan agar rongga pupil menjadi lebih renggang sehingga dapat di lihat dengan lebih jelas. Obat tets mata tersebut mungkin akan membuat mata pasien lebih sensitive terhadap cahaya selama beberapa jam pasca pemeriksaan.

Pemeriksaan dan tes mata pada usia kanak-kanak pada dasarnya merupakan hal yang harus di lakukan secara rutin. Sebaiknya lakukan tes mata setiap dua tahun sekali untuk mengetahui kondisi kesehatan mata sanga anak. Untuk itu, beberapa spesialis mata sesuai dengan keahliannya dapat di hubungi untuk periksa mata atau konsultasi. Seperti,

    • Optalmologis

Optalmologis adalah seorang dokter spesialis mata yang di latih untuk menangani evaluasi mata, meresepkan lensa korektif, mendiagnosis dan mengobati kelainan mata. Selain itu, dokter tersebut juga memiliki wewenan untuk melakukan prosedur bedah atau operasi mata.

    • Optometris

Optometris adalah dokter yang di latih untuk memberikan evaluasi mata  yang lengkap, merespkan lensa korektif dan juga mendiagnosis serta mengobati kelainan mata yang cukup umum terjadi.

    • Optician Atau Ahli Kaca Mata

Optician atau ahli kaca mata adalah seorang ahli mata yang membantu menentukan kacamata atau lensa kontak yang tepat untuk pasien. Hal ini tentunya akan di sesuaikan dengan resp dari optalmologs dan optometris.

Rabun dekat atau hipermetropi pada dasarnya merupakan salah satu jenis kelainan refkraksi mata yang cukup sering terjadi dan di Alamo oleh banyak orang. Kondisi ini umumnya di rentan terjadi dan dia alami ketika memasuki usia lanjut. Namun, tidak jarang tau bahkan banyak dari usia anak-anak yang juga mengalami kondisi tersebut. Untuk mengetahui datau mendiagnosis kondisi rabun dekat sendiri, pemeriksaan oleh para ahli, yakni dokter spesiali mata sangat di sarankan. Hal tersebut dapat membuat penderita rabun dekat mengetahui kondisi mata dan juga solusinya dengan tepat.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai cara untuk mendiagnosis rabun dekat. Sebelum melakukan pemerksaan mata, kamu dapat berkonsultasi terebih dahulu pada dokter spesialis mata untuk mengetahui bagai mana langkah untuk menangani kondisi tersebut. Pemeriksaan mata secara rutin merupakan hal yang pelru untuk di lakukan sebagai upaya untuk menjaga kesehatan mata.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Alodokter
  • Hellosehat
Jenis Nutrisi Untuk Penderita Penyakit Presbiopi

Jenis Nutrisi Untuk Penderita Penyakit Presbiopi

Hallo Kawan Mama, Pada dasarnya setiap dari organ dan system yang ada di dalam tubuh kita membutuh asupan nutrisi sebagai kebutuhan agar dapat berfungsi den bekerja sesuai dengan perannya. Pemenuhan nutrisi ini akan menjadi sumber tenaga yang membuat tubuh menjadu tumbuh dan berkembang. Namun tahukah kamu pemenuhan nutrisi ternyata juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi penyakit mata, seperti presbiopi. Selayaknya seperti organ tubuh lainya, mata juga memiliki kebutuhan nutrisi untuk mencgah dan mengatasi penyakit mata seperti presbiopi.

Presbiopi merupakan salah satu kondisi di mana mata mengalami kelainan atau gangguan pada system penglihatan yang membuat pandangan pada objek menjadi tidak jelas. Kondisi ini umumnya di sebabkan oleh adanya faktor penuaan yang membuat kualitas dari organ atau system penglihatan mengalami penurunan. Hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap fungsi penglihatan sehingga menjadikan pandangan menajdi terganggu dan tidak dapat melihat dengan baik.

Penuaan pada dasarnya merupakan sebuah fenomena biologis yang terjadi secara alami di mana semua orang di pastikan akan mengalaminya. Semakin menua, kondisi organ tubuh akan mengalami penurunan kualitas. Hal ini akan membuat tubuh rentan mengalami masalah kesehatan, termasuk presbiopi. Biasanya kondisi ini akan mulai muncul ketika seseoang memasuki usia 40 tahun dan gejalanya baru akan terasa pada usia 50 tahun ke atas.

Meskipun munculnya presbiopi terjadi akibat faktor penuaan, namun kondisi ini sebenarnya dapat di tangani dengan pemenuhan nutrisi yang di butuhkan oleh mata. Meskipun tidak akan menyembuhkan presbiopi sepenuhnya, namun pemenuhan nutrisi untuk mata tentunya dapat meningkatkan kualitas dari fungsi penglihatan itu sendiri. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai kebutuhan nutirisi untuk penderita penyakit presbiopi.

Definisi Presbiopi

Jenis Nutrisi Untuk Penderita Penyakit Presbiopi

Presbiopi pada dasarnya merupakan salah satu jenis gangguan penglihatan di mana kondisi ini umumnya akan terjadi pada seseorang yang berusia lanjut. Kondisi ini umumnya di sebabkan oleh faktor penuaan yang menajdi penyebab utamanya. Sebagaimana di lansir dari laman hellosehat yang menyebutkan bahwa kondisi ini akan di alami oleh seseorang ketika ia  memasuki usia 35 tahun ke atas. Selain itu, di sebutkan bahwa semua orang pasti akan mengalami kondisi penyakit presbiopi tanpa terkecuali.

Hal ini juga di jelaskan dalam jurnal American Academy of Ophthalmology yang menyebutkan bahwa penyakit presbiopi merupakan keadaan yang sudah pasti akan di alami oleh semua orang. Meskipun demikian, presbiopi umumnya terjadi dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi kesheta mata dan faktor yang mempengaruhinya. Karena memang meskipun faktor penuaan menjad penyabab utama, namun ada beberapa faktpr lain yang dapat menyebabkan mata mengalami peyakit presbiopi.

Di dalam mata pada dasarnya terdapat berbagai jaringan dan sel yang memiliki fungsi dalam terjadinya proses penglihatan. Presbiopi adalah penyakit mata di mana terdapat otot mata yang mengalami penurunan kualtas dan membuatnya menjadi mengeras. Otot tersebut terletak mengelilingi lensa mata dan bertugas untuk mengatur pergerakan lensa mata agar dapat memfokuskan ccahay yang msauk ke mata. Cahaya yang masuk ke mata pada dasarnya akan melalui lensa mata terdahulu yang kemudiana akan di jatuhkan tepat pada retina.

Ketika otot pada lensa mata mengalami pengerasan karena penurunan kualitas akibat penuaan, maka kondisi ini akan berpengaruh pada system dan fungsi penglihatan. Akibatnya lensa mata tidaka dapat bergerak bebas karena otot lensa yang mula elastis kini sudah mengeras. Pada akhirnya cahaya yang masuk ke mata tidak akan jatuh tepat pada retina melainkan jatuh di belakangnya. Hal ini membuat penderita penyakit presbiopi tidak dapat melihat dengan jelas karena pandangannya yang menjasi kabur ketuika melihat objek, terutama yang letaknya dekat.

Nutrisi Yang Di Butuhkan Oleh Penderita Penyakit Presbiopi

Dalam upaya untuk mengatasi masalah kesehatan, mengetahu faktor penyebabnya merupakan hal yang penting untuk di lakukan. Sebab dengan mengetahui faktor penyebab yang memisu munculnya masalah kesehatan, langkah penanganan dapat di lakukan dan di sesuaikan dengan faktor penyebabnya. Hal ini juga termasuk dalam menangani penyakit presbiopi. Meskipun faktor utama pemicu munculnya penyakit presbiopi merupakan faktor penuaan, namun kondisi ini dapat di atasi dengan menambah suplai nutrisi untuk menjaga kesehatan mata.

Dalam upaya untuk menjaga kesehatan mata untuk mengurangi faktor panuaan, kamu dapat memngkonsumsi bahan makanan yang mengandung berbagai jenis nutrisi yang baik untuk mata. Berikut adalah beberapa jenis nutrisi yang baik dan di butuhkan mata untuk menjaga kesehatan mata,. nutrisi berikut juga akan mengurangi atau mencegah penurunan pada kualitas dari fungsi penglihatan.

  1. Lutein Dan Ziaxanthin

Lutein dan ziaxanthin merupakan dua fitonutrein yang memiliki manfaat untuk membantu agar terhindar dari penyakit mata yang di sebabkan oleh faktor penuaan. Kedua nutrisi tersebut akan berfungsi sebagai pelindung mata dari paparan dan radiasi sinar UV matahari. Sebab sinar UV menjadi salah satu yang dapat menyebabkan penurunan kualitas pada system penglihatan. Lutein dan ziaxanthin akan melindungi jaringan yang ada di mata, termasuk lensa dan rertina mata.

Selain itu, nutrisi tersebut akan menyerap cahaya biru dan radiasi sinar UV dan menurunkan tingkat stress okidatif yang di alami oleh mata. Lutein dan ziaxanthin juga akan meningkatkan kualitas penglihatan terutama pada tempat dengan cahaya yang redup. Nutrisi tersebut dapat kamu temukan pada kuning telur, jagung, paprika oranye, kiwi, anggur, bayam hijau, kale, collard dan sayuran hijau lainya. Dengan mencukupi kebutuhan sebanyak 10 mg perhari maka kesehatan mata akan lebih terjaga dengan baik.

  1. Vitamin C

Nutrisi jenis vitamin C pada dasarnya merupakan salah jenis vitamin yang mudah larut di dalam tubuh. Vitamin C  sangat di butuhkan untuk membantu mempercepat penyambuhan luka. Bahkan dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi serta memperlambat proses penuaan. Dengan mengkonsumsi vitamin C, maka system kekbalan tubuh akan meningkat sehingga kesehatan mata akan terjaga dan penuaan akan menjadi lebih lambat.

Vitamin ini akan di simpan dalam bentuk kolagen yang akan membantu meregenerasi dan mengelola jaringan ikat pada kornea mata. Hal ini membuat vitamin C dapat mengurangi risiko penyakit presbiopi. Untuk itu, bagi susia lanut vitamin C perlu untuk di konsumsi sebanyak 75 mg perhari. Vitamin ini dapat di temukan pada buah-buahan seperti jeruk, mangga, nanas, jambu biji, dan sayuran hijau.

  1. Vitamin E

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa vitamin E mampu melindungi sel mata dari kerusakan akibat stress oksidatif atau paparan radikal bebas. Sebab hal-hal tersebut dapat mempercepat proses penuaan. Vitamin ini juga dapat mencegah terjadinya gejala degenerasi macula dan penykit katarak. Selain itu, sebuah penelitian menyebutkan bahwa menu makanan yang seimbang dan di perkaya dengan lutein, ziaxanthin, vitamin C dan E mampu mencegah berbagai jenis gejala penyakit mata.

  1. Zinc/Seng

Zinc merupakan jenis nutrisi yang membawa vitamin A dari hati menuju mata untuk membuat melanin. Melanin in berfungsi untuk melindungi dari penyakit mata. Untuk membantu tubuh menyerap zinxc dengan lebih baik, maka kamu dapat mengimbanginya dengan asupan mineral tembaga atau cooper. Zinc dapat kamu temukan oada kerang seafood, daging, kacang-kacangan dan juga kuning telur.

  1. Asam Lemak Omega 3

Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa asam lemak omega 3 dapat membantu meningkatkan kesehatan mata. Selain itu, Secara tidak langsung, asam lemak omega 3 juga kan membantu menurunkan risiko degenerasi macula. Asam lemak omega 3 akan membantu melindugi mata dari berbagai penyakit yang di sebabkan oleh faktor penuaan. Seperti presbiopi dan juga tekanan tinggi pada bola mata.

Contoh asam lemak omega 3 berupa DHA, EPA dan ALA. Asam lemak omega 3 juga dapat kamu temukan pada jenis makanan seperti salmon, tuna, kacang-kacangan, dan juga minyak zaitun. Dengan menbgkonsumsi asam lemak omega 3 di ikuti dengan nutrisi lainya maka keseimbangan kesehatan mata akan terjaga daengan baik, sehingga terhindar dari penyakit mata.

Presbiopi pada dasarnya merupakan masalah kesehatan berupa gangguan penglihatan yang membuat penderitanya tidak dapat melihat pada objek dengan jelas. Kondisi ini umumnya terjadi akibat adanya kondisi tubuh yang mengalami penuaan. Hal tersebut merupakan penyebab utama terjadinya presbiopi. Meskipun demikia, presbiopi juga dapat di sebabkan oleh beberapa faktor lainya seperti halnay riwayat penyakit. Kesehatan tubuh pada dasarnya merupakan faktor utama yang dapat mencegah terjadinya penyakit. Hal tersebut tentinya di dukung oleh sumber bahan makanan yang baik dan bermanfaat bagi kesehatan termasuk mata.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai jenis nutrisi untuk penderita penyakit presbiopi. Nutrisi pada bahan makanan yang masuk ke dalam tubuh pada dasarnya merupakan mineral yang akan menjadi sumber energy bagi organsiasi dalam tubuh. Dengan oemenuhan nutrisi yang tepat, maka tentunya hal ini akan berakibat baik bagi kesehatan tubuh.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Mydoctors
  • Hellosehat
Klasifikasi Dari Jenis Penyakit Presbiopi

Klasifikasi Dari Jenis Penyakit Presbiopi

Hallo Kawan Mama, Tahukah kamu bahwa ketika seseorang menginjak usia lanjut, maka ia akan rentan mengalami kondisi di mana matanya terserang penyakit presbiopi. Apa itu penyakit presbiopi? Penyakit presbiopi, umumnya merupakan salah satu jenis penyakit mata atau gangguan penglihatan yang sering di alam oleh orang tua. penyakit tersebut biasanya akan membuat penderitanya, yakni orang tua sering kali kesulitan untuk melihat dan mengenali objek. Dalam dunia medis sendiri, kondisii ini pada dasarnya terbagi dalam klasifikasi dari jenis penyakit presbiopi berdasakan gejalanya.

Bertambahnya usia atau penuaan memang merupakan sebuah hal yang akan di alami oleh semua orang dan tidak bisa di hindari. Kondisi tubuh yang mengalami penuaan umumnya akan berdampak pada kualitas dari organisasi pada tubuh baik di dalam ataupun dui luar yang mengalami penurunan. Penurunan kualitas tersebut menyebabkan tubuh rentan mengalami masalah kesehatan. Dalam hal ini sendiri, presbiopi adalah kondisi masalah kesehatan yang di sebabkan oleh penuaan pada mata.

Mata pada dasarnya merupakan salah satu dari panca indra manusia yang memiliki fungsi dan peran yang cukup penting. Kondisi mata yang mengalami gangguan atau masalah kesehatan tentunya akan membuat pemiliknya kesulitan untuk melihat, terutama dalam beraktivitas. Pada orang tua, penyakit presbiopi ini akan membuat mata tidak dapat melihat dengan jelas pada objek. Selain itu, ketika membaca, orang cenderung harus merentangkan mata dan tangannya agar tulisan dapat di baca dengan lebih jelas.

Penurunan kualitas pada system penglihatan akan membuat focus dan ketajaman mata mengalami penrurunan. Penyakit presbiopi sendiri pada dasarnya di klasifikasi dan terbagi menjadi beberapa tipe atau jenis berdasarkan tahap dan kondisi dari penyakit presbiopi itu sendiri. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapainformasi mengenai klasifikasi dan jenis penyakit presbiopi. Simak penjelasannya sebagi berikut.

Pengertian Presbiopi

Klasifikasi Dari Jenis Penyakit Presbiopi

Di lansir dari laman hellosehat, penyakit presbiopi merupakan kondisi masalah kesehatan berupa gangguan penglihatan yang di mana kondisi ini akan di alami seseseorang ketika menginjak usia 35 tahun ke atas. Artinya, kondisi ini merupakan fenmomena medis yang akan di alami oleh semua orang ketika menginjak usia tersebut. Dengan begitu, meskipun tidak ada ukuran kapan tepatnya waktu munculnya kondisi ini, namun orang yang berusia 35 tahun ke atas rentan dan bisa di pastikan akan mengalami penyait prrsbiopi.

Hal tersebut juga termuat di dalam jurnal American Academy of Ophthalmology yang menyebutkan bahwa kondisi ini merupakan keadaan yang pasti akan di alami oleh semua orang. faktor penuaan memang di katahui sebagai penyebab utama munculnya penyakit presbiopi. Dalam istilah lain, presbiopi atau presbiopia juga di kenal dengan istilah mata tua atau rabun senja. Karena memang kondisi ini muncul pada kategori usia-usia tua.

Pada dasarnya, di dalam mata terdapat otot-otot yang terletak megelilingi lensa mata yang memiliki karakter elastis dan fleksibel mengikuti pergerakan lensa mata. Otot tersebut akan mengatur pergerakan lensa agar dapat mengubah-ubah daya bias untuk menetapkan focus pada objek dekat melalui proses akomodasi. Kondisi penuaan yang di alami oleh mata mengakibatkan oto-otot tersebut mengalami penurunan kualitas.

Penurunan kualitas tersebut akan menyebabakan otot mata menjadi mengeras sehingga tidak elastis lagi. Otot mata yang mengeras akan mengakibatkan fungsi dari lensa mata menjadi terbatas sehingga tidak dapat memfokuskan cahaya menuju retina. Hal ini membuat pantulan cahaya dari objek yang masuk ke mata tidak jatuh tepat pada retina sehingga objek yang di lihat menjadi tidak jelas. Kondisi inilah yang di sebuat sebagai penyakit presbiopi akibat faktor penuaan.

Klasifikasi Jenis Penyakit Presbiopi

Penyakit presbiopi, pada dasarnya merupakan kondisi yang pada tahap awal cenderung sulit untuk di sadari. Sebab pada tahap awal kemunculan penyakit presbiopi, gejala-gejala yang muncul terkesan gejala gangguan mata yang umum terjadi. Selain itu, gejala-gejala yang muncul tersebut juga tidak memberikan dampak yang signifikan. Akibatnya seringkali orang tidak menyadari dan mendapati matanya mengalami presbiopi ketika telah memasuki tahap yang cukup serius.

Sementara itu, kondisi ini telah di klasifikasi menjadi beberapa jenis penyakit presbiopi berdasarkan kondisi dan tingkat keparahannya. Secara garis besar, penyakit pesbiopi terbagi menjadi 5 jenis. Berikut adalah beberapa jenis penyakit prersbiopi.

  1. Presbiopi Insipient

Presbiopi insipient merupakan jenis presbiopi stase paling awal. Artinya jenis presbiopi ini merupakan kondisi di mana gejala-gejala awal dari mata yang mengalami presbiopi bermunculan. Pada kondisi ini, umumnya mata yang mengalami presbiopi akan mengalami penurunan fungsi penglihatan. Kondisi ini, sering kali membuat penderitanya kesulitan dalam melihat atau membaca tulisan, terutama yang berukuran kecil.

Pada kondisi ini, umumnya tidaka akan terlihat kelainan pada mata meskipun telah di lakukan tes pemeriksaan. Selain itu, pasien biasanya juga akan menolak preskipsi kaca mat abaca. Namun meskpun demikia, dari annamesa yang di lakukan, pasien pada dasarnya tetap mebutuhkan kacamata untuk membaca terutama pada objek yang letaknya dekat.

  1. Presbiopi Fungsional

Presbiopi adalah kondisi gangguan penglihatan di mana kondisi ini akan membuat penderitanya kesulitan untuk melihat. Pada kondisi presbiopi fungsional, pasien presbiopi akan mengalami keadaan di mana mata akan mulai kesulitan melihat, terutama dalam jarak yang cukup dekat. Pda kondisi ini, amplitude akomodasi dari penderita presbiopi menjadi kian menurun sehingga memperburuk kondisi mata.

Selain itu, ketika di lakukan tes pemeriksaan, maka akan di temukan kelainan pada daya akomodasi yang berupa otot pada lensa mata yang tidak normal. Agar dapat melihat dengan lebih jelas, pasien presbiopi harus sedikit menjauh kan mata atau meregangkannya. Kacamata di sarankan untuk di gunakan agar mata dapat melihat lebih jelas dan mencegah mata kelelahan.

  1. Presbiopi Absolut

Jika presbiopi tipe fungsional merupakan keadaan di mana mata kesulitan dalam melihat objek yang berjarak dekat, maka presbiopi tipe absolut adalah keadaan yang hampir sama. Namun pada kondisi ini, mata sudah dalam keadaan yang tidak lagi bisa memfokuskan padangannya pada objek yang letaknya dekat. Pada kondisi ini, pendetita presbiopi mengharuskan untuk menggunakan kaca mata agar dapat melihat focus pada objek.

Pada dasarnya kondisi ini merupakan keadaan di mana kondisi mata mengalami peningkatan derajat presbiopi dari kondisi presbiopi fungsional. Kondisi inilah yang menyebabkan daya akomodasi mata sudah tidak lagi berfungsi dengan baik. Kondisi ini membuat mata akan kehilangan focus dan ketajamannya untuk melihat pada objek.

  1. Presbiopi Premature

Sebagaiman yang telah di jelaskandi atas, bahwa faktor utama penyebab mata mengalami penyakit presbiopi adalah faktor penuaan di mana kondisi ini akan terjadi pada usia 35-40 tahun ke atas. namun beberapa kondisi tertentu dapat mengakibatkan seseorang mengalami penyakit presbiopi meskipun belum menginjak usia tersebut. kondisi inilah yang di sebut sebagai penyakit presbiopi premature.

Meskipun faktor utama pemicu munculnya penyakit presbiopi adalah penuaan, namun beberapa faktor lain dapat menyebabkan kondisi ini terjadi lebih cepat. Faktot gaya hidup yang tidak sehat serta beberapa riwayat penyakit dapat menyebabkan presbiopi terjadi lebih cepat. Seperti penyakit darah tinggi atau hipertensi dan penyakit diabetes. Kondisi ini juga dapat di sebabkan oleh efek dari alcohol atau riwayat operasi mata.

  1. Presbiopi Nocturnal

Selain beberaoa gejala atau kondisi-kondisi di atas, presbiopi juga akan mengakibatkan penderitanya mengalami kondisi di mana mata tidak dapat focus melihat pada objek. Hal ini akan menjadi semakin parah apabila mata melihat pada objek yang berada pada tempat dengan pencahayaan ayang buruk. Hal ini terjadi akibat diameter pada pupil mata yang mengalami peningkatan, sehingga membutuhkan cahay yang baik untuk melihat dengan jelas.

Penyakit presbiopi adalah salah satu jenis gangguan penglihatan di mana penyakit ini akan membuat penderitanya kesulitan atau bahkan tidak dapat melihat jelas pada objek. Kondisi ini akan semakin terasa ketika mata di gunakan untuk membaca, terutama pada objek yang letaknya dekat. Penyabab utamanya sendiri di ketahui berupa faktor penuaan yang di mana kondisi hal tersebut tidak dapat di cegah. Namun beberapa metode penanganan dapat di lakukan untuk mengurangi gejala berdasarkan pada kondisi atau tingkat keparahannya.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai klasifikasi jenis penyakit presbiopi. Selain faktor penuaan, faktor lain seperti gaya hidup yang tidak sehat, mengkonsumsi alcohol hingga riwayat penyakit dapat memicu munculnya penyakit presbiopi. Karenanya menjaga kesehatan mata baiknya di lakukan sedini mungkin untuk mencegah atau mengurangi risiko penyakit presbiopi.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Academia
  • Mydoctors
Kondisi Komplikasi Akibat Penyakit Presbiopi

Kondisi Komplikasi Akibat Penyakit Presbiopi

Hallo Kawan Mama, Tahukah kamu bahwa setiap dari kita, ketika memasuki usia lanjut akan mengalami kondisi di mana mata akan mengalami penyakit presbiopi. Apa itu penyakit presbiopi? Presbiopi pada umumnya merupakan jenis gangguan penglihatan di mana penyakit ini umumnya akan muncul ketika seseorang berusia 40 tahun ke atas. Bahkan di ketahui bahwa kondisi ini dapat menyebabkan beberapa jenis komplikasi akibat penyakit presbiopi.

Penuaan memang merupakan sebuah fenomena biologis yang terjadi secara alami. Kondisi ini tentunya akan di alami oleh semua mahluk hidup tanpa terkecuali. Semakin bertambahnya usia, seseorang akan mengalami siklus penuaan di mana umumnya kondisi ini umumnya akan berdampak pada metabolsime tubuh. Kualitas dari organisasi organ dan system di dalam tubuh kita juga akan mengalami penurunan. Jika waktu kecil pertambahan usia akan membuat organisasi tubuh menjasi tumbuh dan berkembang, namun ketika usia dewasa mengalami penuaan maka kualitas organ tubuh akan menurun.

Sitem penglihatan adalah salah satu organisasi tubuh yang akan menerima dampak dari penuaan. Akibatnya system penglihatan akan mengalami penurunan kualitas yang akan membuat fungsi penglihatan menjadi terganggu dan tidak jelas seperti biasanya. Presbiopi adalah salah satu kondisi di mana focus dan ketjaman mata akan mengalami penurunan akibat faktor penuaan.

Kondisi tersebut seringkali membuat penderitanya kesulitan mengenali objek. Bahkan penderita presbiopi akan kesulitan membaca sehingga harus merentangkan mata dan tangan agar terlihat lebih jelas. Selain itu, presbiopi yang di biarkan terlalu lama ternyata juga dapat menyebabkan komplikasi gangguan penglihatan lainya. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa informasi mengenai beberapa kondisi komplikasi akibat penyakit presbiopi. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Presbiopi Atau Mata Tua

Kondisi Komplikasi Akibat Penyakit Presbiopi

Presbiopi atau juga di kenal dengan sebutan presbyopia dalam istilah lain juga memiliki sebutan sebagai kondisi mata tua atau rabun senja. Hal tersebut tidak lepas dari kondisi penyakit presbiopi yang umumnya muncul ketika penderitanya memasuki usia lanjut ke atas. Faktor penuaan di anggap menjadi penyebab utama system penglihatan mengalami penurunan kualitas sehingga kemampuan focus dan ketajaman mata mengalami penurunan.

Pada dasarnya, di dalam mata terdapat otot-otot yang terletak mengelilingi lensa mata. Otot-otot tersebut cenderung memiliki karakter yang cekup elastis dan fleksibel. Otot-otot tersebut ini akan berfungsi sebagai media untuk mengubah bentuk lensa agar dapat memfokuskan cahaya objek yang masuk ke mata agar jatuh tepat pada retina. Mata yang mengalami penuaan akan membuat struktur dari otot pada lensa mata menjadi mengeras dan tidak lagi elastis dan fleksibel.

kondisi otot mata yang tidak lagi elastis dan mengeras atau kaku akan sulit atau bahkan tidak dapat berubah bentuk mengikuti lensa mata. Hal ini akan menyebabkan cahaya yang masuk ke mata tidak dapat jatuh tepat pada retina. Sehingga gambar dari objek yang terlihat menjadi tidak jelas dan terkesan kabur atau buram. Sementara itu, kondisi ini umumnya akan di alami ketika seseorang memasuki usia 40 tahu ke atas. Namun penyakit presbiopi ini juga dapat terjadi lebih cepat atau di bawah dari usia 40 tahun.

Sebagaimana di lansir dari laman hellosehat yang menyebutkan bahwa penyakit presbiopi adalah jenis gangguan penglihatan yang dapat terjadi dan di alami oleh seseorang ketika ia memasuki usia 35 tahun. Dengan begitu, sebagian besar atau bahkan semua orang di pastikan akan mengalami penyakit presbiopi ketika memasuki usia tersebut atau di atasnya. Hal ini juga termuat dalam journal American Academy of Ophthalmology yang juga mengatakan bahwa kondisi ini akan di alami oleh semua orang. dan faktor penuaan menjadi faktor utama penyabab terjadinya kondisi tersebut.

Komplikasi Akibat Penyakit Presbiopi

Penyakit presbiopi ini umumnya akan menyebabkan penderitanya mengalami keadaandi mana ia akan kesulitan untuk melihat objek di sekitarnya dengan jelas. Hal ini di sebabkan oleh focus dan ketajaman dari fungsi penglihatan yang mengalami penurunan kemampuan dan kualitas akibat faktor penuaan. Hal ini bisa di lihat ketika mata hendak melihat ata membaca yang mengharuskan penderitanya merentangkan mata dan tangannya agar objek yang di lihat menjadi terihat lebih jelas.

Kondisi tersebut tentunya akan membuat penderitanya kesulitand alam melakukan aktivitas sehari hari. Selain itu, penyakit presbiopi juga akan membuat mata menjadi mudah mengalami kelelahan. Sebab mata harus bekerja lebih keras dan membutuhkan tenaga yang lebih agar dapat focus melihat objek dengan lebih jelas, terutama bagi seseorang yang memilk pekerjaan yang membutuhkan ketelitian yang tinggi.

Pada dasarnya, penyakit presbiopi tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh dan tidak akan mengancam nyawa atau menyebabkan kematian. Namun jika kondisi ini di biarkan dan tidak di tangani dengan serius, maka presbiopi dapat menyebabkan berbagai jenis kondisi komplikasi. Hal tersebut tentu akan menyebabkan penderitanya mengalami jenis gangguan penglihatan yang lebih parah dan berbahaya. Berikut adalah beberapa jenis komplikasi akibat penyakit presbiopi.

  1. Astigmatisme

Pada dasarnya, asigmatisme atau juga di kenal dengan mata silinder merupakan jenis gangguan penglihatan yang terjadi akibat adanya kelainan pada kelengkungan korne atau lensa mata. Kondisi ini akan mengakibatkan pandangan menjadi kabur atau menyimpang untuk melihat objek, baik pada jarak dekat ataupun jarak jauh. Umumnya, kondisi ini terjadi bersamaan dengan adanya gejal rabun dekat atau rabun jauh.

Umumnya, kelainan pada kelengkungan lensa mata menyebabkan asigmatisme terjadi sejak masa kelahiran. Penyebab utama asigmatisme pada dasarnya belum di katahui dengan pasti. Namun di duga faktor keturunan serta cedera mata atau riwayat operasi mata dapat menyebabkan asigmatisme terjadi. Dalam hal ini kondisi presbiopi di mana otot pada lensa mata yang mengalami pengerasan, tentunya akan dapat menyebabkan terjadinya kondisi asigmatisme.

Sebab presbiopi membuat otot pada lensa yang bekerja sebagai media untuk mengubah bentuk lensa agar cahaya dapat masuk dan jatuh focus pada retina mengalami pengerasan. Akibatnya pengerasan otot pada lensa mata akan membuat pergerakan dari lensa mata menjadi lebih terbatas. Sehingga lensa mata akan mengalami perubahan bentuk berdasarkan dengan kondisi otot mata. Pada kondisi inilah presbiopi dapat menyebabkan mata mengalami asigmatisme.

  1. Miopi

Miopi atau juga di kenal dengan istilah rabun jauh pada dasarnya merupakan gangguan penglihatan yang menyebabkan penderitanya tidak dapat melihat dengan jelas pada objek yang letaknya jauh. Selain itu, kondisi ini biasanya juga akan membuat penglihatan menjadi buram dan menimbulkan sakit kepala. Kondisi ini umumnya juga dapat terjadi pada siapa saja tanpa mengenal usia dan dapat bekembang dengan begitu cepat atau secara perlahan.

Umumnya, miopi atau mata minus adalah kondisi di mana cahaya yang masuk ke mata di dapat jatuh focus pada retina, melainkan jatuh pada bagian depan retina. Hal tersebut di sebabkan oleh jauhnya jarak antara kornea dengan retina. Di sisi lain, presbiopi yang membuat keterbatasn lensa mata akibat otot yang mengalami pengerasan juga dapat menyebabkan mata mengalami miopi. Kondisi ini akan mengakibatkan pandangan pada obje menjadi tidak terlihat dengan jelas, terutama pada objek yang letaknya jauh.

  1. Hiperopia

Hyperopia atau juga di kenal dengan istilah rabun dekat merupakan kondisi di mana mata mengalami gangguan yang akan membuat penderitanya tidak dapat melihat dengan jelas pada obje yang letaknya dekat. Dalam dunia medis, kondisi ini merupakan jenis error refraksi atau kesalahan pada cara mata membiaskan cahaya yang melewati kornea atau lensa mata. Akibatnya cahaya yang masuk ke mata malah jatuh pada bagian belakang retina.

Umumnya kondisi ini di sebabkan oleh adanya kondisi kornea mata yang terlalu datar atau kurang melengkung atau lensa mata yang jurang tebal atau bahkan struktur mata yang terlalu pendek. Namun presbiopi juga dapat menyebabkan seseorang mengalami hyperopia. Pengerasan otot mata dapat menyebabkan struktur dari lensa mata atau kornea mengalami perubahan sehingga terjdilah kondisi hiperopia.

Pada dasarnya, presbiopi adalah salah satu jenis gangguan penglihatan yang mana umumnya di sebabkan oleh faktor penuaan sebagai faktor utamanya. Namun beberapa faktor lain seperti riwayat penyakit juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit presbiopi. Kondisi ini akan membuat penderitanya kesulitan dalam melihat objek di sekitarnya. Pemderita presbiopi harus merentangkan tanganya dan menambah tenaga ekstra pada mata agar objek menjadi terlihat lebih jelas.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai jenis komplikasi akibat penyekit presbiopi. Sebagiamana di jelaskan di atas, jika di biarkan terlalu lama, maka kondisi ini dapat menyebabkan berbagai jenis komplikasi bagi penderitanya. Karenanya, penanganan yang cepat perlu untuk di lakukan agar kondisi ini dapat terkontrol dan terhindar dari berbagai jenis komplikasi.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Psbb
  • Mydoctors
Faktor Risiko Penyebab Penyakit Presbiopi

Faktor Risiko Penyebab Penyakit Presbiopi

Hallo Kawan Mama, Tahukah kamu bahwa ketika seseorang menginjak usia lanjut, maka ia berisiko akan mengalami berbagai masalah kesehatan. Sebab fenomena pertambahan usia atau penuaan akan membuat kualitas dari organ dan system metabolsime di dalam tubuh mengalami penurunan. Hal inilah yang membuat seseorang ketika menginjak usia lanjut mudah mengalami masalah kesehatan, termasuk gangguan penglihatan. Salah satu jenis gangguan penglihatan yang terjadi akibat fenomena ini adalah penyakit presbiopi. Namun ternyata, beberapa faktor lain juga dapat menjadi risiko penyebab seseorang mengalami penyakit presbiopi.

Sebagaimana yang telah kita ketahui pada umumnya, penuaan merupakan salah satu kondisi yang akan di alami oleh semua orang. Konisi tersebut merupakan fenomena biologi yang terjadi secara alami di mana kondisi ini tidak ad acara untuk mencegahnya. Penurunan kualitas dari organ serta jaringan dan system metabolisme di dalam tubuh ini akan berdampak pada kinerja dan fungsi itu sendiri. Penurunan kualitas organisasi baik di dalam maupun di luar ini juga akan membuat tubuh mudah mengalami ganggau atau berbagai jenis masalah kesehatan.

Presbiopi adalah salah satu di antara banyaknya jenis masalah kesehatan terutama jenis gangguan penglihatan yang seringkali terjadi pada usia-usia lanjut. Kondisi ini akan membuat penderitanya kesulitan untuk melihat dengan jelas pada obje di sekitarnya. Sebab kondisi penyakit presbiopi berupa adanya penurunan focus dan ketajaman pada fungsi penglihatan. Hal ini dapat di lihat dari gejala-gejala yang muncul, seperti ketika orang tua sulit mengenali objek di sekitarnya.

Faktor penuaan di duga memang menjadi penyebab utama seseorang mengalami penyakit presbiopi. Hal ini dapat di ketahui karena sebagian besar penderita penyakit presbiopi adalah seseorang yang menginjak usia lanjut. Namun ternyata beberapa faktor lain di duga memiliki risiko dan menjadi penyebab penyakit presbiopi. Berikut ini Kawan Mama telah merangkaum beberapa informasi mengenai faktor risiko penyebab munculnya penyakit presbiopi. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Pengertian Penyakit Presbiopi

Faktor Risiko Penyabab Penyakit Presbiopi

Mata pada dasarnya merupakan salah satu bagian dari organ tubuh yang juga sebagi salah satu panca indra yang memilki peran dan fungsi yang sangat penting dalam struktur organisme tubuh. Selain itu, mata pada dasarnya juga memiliki karakter yang cenderung sangat sensitive sehingga menjadikannya sangat peka dan mudah mengalami kelainan atau jenis gangguan penglihatan. Presbiopi merupakan salah satu jenis penyakit mata atau gangguan penglihatan di mana banyak yang mengalaminya.

Presbiopi atau presbyopia dalam istilah lain juga di kenal sebagai kondisi mata tua atau rabun senja. Hal tersebut berdasarkan kondisi penyakit ini yang memang umumnya muncul dan terjadi ketika memasuki usia lanjut. Kondisi ini terjadi di mana fungsi dari system penglihatan mengalami penurunan. Hal ini mengakibatkan focus dan ketajaman penglihatan juga mengalami penurunan. Kondisi inilah yang membuat penderitanya kesulitan untuk melihat dengan jelas pada objek yang ada di sekitarnya.

Di lansir dari laman hellosehat menyebutkan bahwa presbiopi merupakan gangguan penglihatan yang dapat terjadi dan menyerang seseorang terutama ketika ia memasuki usia 35 tahu ke atas. oleh karenanya bisa di pastikan bahwa semua orang yang memasuki usia lanjut akan mengalami penyakit presbiopi. Meskipun demikian, kondisi tersebut cenderung terjadi dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh dan faktor pemicu lainya.

Pernyataan tersebut selaras dengan apa yang di muat oleh American Academy of Ophthalmology,. Dalam journal tersebut menyebutkan bahwa presbiopi adalah jenis gangguan yang pasti akan di alami oleh semua orang. Fenomena penuaan menjadikan keulaitas dari fungsi penglihatan menajdi menurun. Sebab di dalam mata terdapat otot mata yang terletak mengelilingi lensa mata dengan karakter yang elastis dan fleksibel yang juga bertugas menjalankan fungsi mata. Kondisi tubuh yang menua membuat otot tersebut mengeras sehingga akan berdampak pada kinerja dari fungsi penglihatn.

Faktor Risiko Penyebab Penyakit Presbiopi

Proses penglihatan sendiri terjadi di mana mata akan menangkap cahaya yang masuk ke mata yang memantul dari suatu objek. Cahaya tersebut akan nemebus selaput bening mata atau kornea yang kemudiana akan di teruskan menuju lensa yang ada di belakang selaput pelangi atau iris. Sedangkaln lensa mata memiliki peran untuk mengarahkan cahaya menuju retina. Cahaya tersebut kemudian akan di ubah menjadi cahaya listrik yang kemudian akan di kirim ke otak dan nantinya di proses sebagai sebuah gambar.

Gambar yang di hasilkan otak ini dapat terlihat dengan jelas atau tidak tergantung pada kemampuan lensa dalam mengarahkan cahaya. Ketika cahaya yang masuk jatuh tepat pada retina, maka umumnya gambar yang di hasilkan akan terlihat dengan jelas. Namun penuaan yang mengakibatkan otot mata menjadi mengeras dan mengakibatkan lensa menjdi kaku dan tidak dapat berubah bentuk. Akibatnya cahaya tidak dapat jatuh tepat pada retina dan membuat pandangan menjadi tidak focus dan tidak terlihat jelas.

Sementara itu, kondisi ini umumnya terjadi pada seseorang yang memasuki usia lanjut. Hal ini menjadikan bertambahnya usia atau penuaan sebagai penyebab utama seseorang mengalami penyakit presbiopi. Sebab sebagaimana telah di jelaskan di atas, bahwa penuaan ini akan membuat kualitas terutama dalam hal berupa jaringan dan sel yang ada mata mengalami penurunan dan perubahan struktur.

Meskipun pertambahan usia atau penuaan menjadi penyaban utama munculnya penyakit presbiopi, namun ternyata, beberapa faktor lain juga dapat menyebabkan terjadinya presbiopi. Selain penuaan berikut adalah beberapa faktor risiko penyabab penyakit presbiopi.

  1. Kondisi Medis Tertentu

Penuaan di ketahui memang menjadi penyabab utama seseorang mengalami penyakit presbiopi. Namun faktor lain yang memiliki risiko dan dapat menjadi penyebab penyakit presbiopi adalah kondisi medis tertentu. Maksud dari kondisi medis tertentu adalag ketika pasien juga memiliki riwayat masalah kesehatan atau penyakit yang memicu terjadinya penyakit presbiopi.

Beberapa jenis penyakit bahkan dapat menjadikan seseorang mengalami presbiopi yang berllangsung lebih cepat pada waktu normal. Jika pada waktu normal presbiopi umumnya akan muncul pada usia 35 atau 40 tahun ke atas, maka beberapa jenis penyakit dapat membuat presbiopi muncul sebelum usia tersebut. beberapa jenis riwayat penyakit antara lain yaitu,

    • Anemia
    • Penyakit jantung
    • Komplikasi akibat diabetes
    • Rabun dekat
    • Gangguan system saraf (otak dan tulang belakang) seperti multiple sclerosis
    • Gangguan saraf dan otot atau myasthenia gravis
    • Panyakit mata, cedera mata atau mata yang mangalami trauma
    • Gangguan aliran darah ke jantung
    • Hipertensi
  1. Efek Samping Akibat Penggunaan Obat-Oabatan

Selain penuaan dan beberapa jenis dari riwayat penyakit, ternyata penggunaan beberapa jenis obat-oabat juga dapat menyebabkan terjadinya presbiopi bahkan dalam waktu yang lebih cepat. Sebab pada dasarnya tidak semua jenis obat bagus untuk di konumsi terlalu banyak atau terlalu lama. Hal ini akan mengakibatkan munculnya efek samping dan masalah kesehatan lainya, termasuk penyakit presbiopi.

Beberapa jenis obat yang dapat memicu presbiopi premature se[erti antidepresan, antihistamin, antikecemasan,chlorpromaszine, hidroklorotiazin dan duretik. Untuk itu, penggunaan obat sesuai dengan resep yang di berikan oleh dokter sangat perlu untuk di perhatikan agar terhindari dari efek sampinhg penggunaan obat-oabatan.

  1. Mengkonsumsi Alcohol

Sebagaimana yang kita ketahui pada umumnya, mengkonsumsi alcohol yang sudah menjadi kebiasaan kebanyakan orang merupakan hal buruk bagi kesehatan tubuh. Kandungan di lama alcohol ini perlahan akan melumpuhkan saraf yang di tubuh sehingga menganggu keinerja dan keseimbangan organisasi di dalam tubuh. Selain itu, alcohol juga dapat menyebabkan berbegai masalah gangguan penglihatan, termasuk penyakit presbiopi.

  1. Jenis Kalemin

Pada dasarnya, penyakit presbiopi ini merupakan jenis gangguan penglihatan yang dapat di alami oleh semua orang tanpa terkecuali. Namun tidak menutup fakta bahwa wanita memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami penyakit presbiopi. Risiko ini akan bertambah terutama ketika seorang wanita telah memasuki masa menopause.

Penyakit presbiopi merupakan salah satu jenis gangguan penglihatan di mana faktor utamanya di sebabkan oleh kondisi bertambahnya usia atau penuaan. Sebab penuaan membuat terjadinya jaringan yang ada di mana mengalami penurunan kualitas. Akibatnya otot yang ada di area kensa mata tidak dapat mengontrol pergerakan mata karena telah mengeras. Penyakit mata yang di sebabkan oleh faktor penuaan sendiri umumnya beum di temukan obat yang dapat menyembuhkannya. Meskipun demikian, faktanya, selain penuaan beberapa faktor lain juga dapat menyebabkan seseorang mengalami penyakit presbiopi.

Demikian penjelasan darj Kawan Mama mengenai beberapa faktor penyabab munculnya penyakit presbiopi. Meskipun belum di temukan obat untuk menyembuhkan penyakit presbiopi, namun beberapa cara seperti penggunaan kaca mata atau prosedur operasi dapat mengurangi dan meringankan kondisi akibat penyakit presbiopi. Selain itu, untuk menjaga kesehatan mata dan menghindari penyakit tersebut, sebaiknya hindari beberapa faktor-faktor tersebut.

Semoga tulisan ini dapat membantu and bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Sehatq
  • Hellosehat