Beberapa Komplikasi Akibat Kondisi Mata Bintitan

Beberapa Komplikasi Akibat Kondisi Mata Bintitan

Hallo Kawan Mama, Sebagian besar dari kebanyakan orang, terutama masyarakat Indonesia mempercayai bahwa kondisi mata bintitan dapat terjadi akibat perilaku buruk, yakni suka mengintip. Pada dasarnya hal tersebut adalah kepercayaan terdahulu atau mitos belaka. Munculnya bintitan pada mata merupakan faktor alami yang terjadi secara logis karena beberapa faktor. Bahkan beberapa komplikasi da[at terjadi akibat kondisi mata yang mengalami bintitan.

Pada dasarnya, munculnya mata bintitan pada kelopak mata terjadi secara alami dan logis yang di sebabkan oleh beberapa faktor. Penyebab munculnya bintit pada kelopak mata adalah adanya infeksi yang di sebabkan oleh bakteri yang masuk ke mata. Di dalam mata, terdapat kelenjar minyak yang berfungsi untuk menjadi jalur pembuangan yang akan membuang kotoran, sel kulit mati hingga bakteri yang ada di mata. apabila jalur tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka kondisi ini akan menyebabkan munculnya bintit di mata.

Kenapa bisa demikian? Sebab kelanjar minyak di mata yang mengalami penyumbatan akan mengakibatkan kotoran dan sel kulit mati menjadi tidak bisa keluar yang pada akhirnya akan menumpuk di mata. Hal ini akan memudahkan bakteri untuk berkembang biak sehingga menginfeksi kelenjar minyakdan mengakibatkan peradangan atau inflamasi. Dengan begitu, maka kelopaka mata akan mengalami pembengkakan sehingga mengakibatkan munculnya benjolan pada kelopak mata.

Umumnya kondisi mata yang mengalami bintitan akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun beberapa kasus menyebutkan bahwa akibat dari beberapa kondisi dan faktor, mata bintitan dapat menyebabkan beberapa masalah komplikasi yang cukup serius. Nah, pada tulisan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa komplikasi yang terjadi akibat mata bintitan. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Kondisi Mata Bintitan

Beberapa Komplikasi Akibat Kondisi Mata Bintitan

Pada dasarnya, kondisi mata yang mengalami bintitan atau lebih di kenal dengan istilah hordeolum atau stye merupakan kondisi di mana kelenjar minyak pada mata mengalami peradangan atau inflamasi. Kondisi ini umumnya di sebabkan oleh bakteri staphylococcus yang masuk ke mata dan membuat kelenjar minyak mengalami penyumbatan. Kelenjar minyak di mata sendiri berfungsi sebagai jalur pembuangan yang akan mengeluarkan kotoran serta sel kulit mati dan bakteri yang ada di mata.

Bakteri staphylococcus ini dapat menyebabkan kelenjar minyak mengalami penyumbatan sehingga kotoran, sel kulit mati serta bakteri lainya menumpuk dan menyebabkan pembengkakan. Kondisi inilah yang membuat bakteri mudah tumbuh dan berkembang sehingga menyebabkan kelenjar minyak mengalami infeksi. Kelenjar minyak atau sekresi tersebut terletak pada bagian atas dan bagian bawah dari kelopak mata yang juga dapat menghasilkan atau mengeluarkan minyak.

Kelopak mata sediri memiliki banyak kelenjar minyak yang akan juga berfungsi untuk melindungi dan menjaga tingkat kelembapan mata agar tetap stabil. Infeksi ini akan mengakibatkan kelenjar minyak mengalami peradangan atau iflamasi sehingg mengakibatkan munculnya benjolan memerah atau bintit pada kelopak mata. Selain itu, mata bintitan juga akan mengakibatkan rasa tidak nyaman, mata perih, pegal dan nyeri hingga pandangan yang terlihat kabur.

Jenis Hordeolum

Jumlah kelenjar minyak di area mata terbilang sangat banyak karena memang ukurannya yang sangat kecil. Sedangkan mata bintitan dapat muncul di area mata mana saja, seperti di bagian atas pada kelopak mata, bagian bawah kelopak mata dan area lainya. Namun secara garis besar menurut laman klikdokter kondisi mata bintitan atau hordeolum di bagi menjadi dua jenis. Yakni hordeolum interna dan hordeolum eksterna.

Hordeolum interna berupa kondisi di mana bintit akan  muncul pada bagian dalam dari kelopak mata. sedangkan hordeolum eksterna  adalah bintit yang muncul pada kelopak mata bagian luar. Namun nintit yang muncul pada bagian dalam dari kelopak mata akan menimbulkan rasa yang jauh lebih menyakitkan di bandingkan binti yang muncul pada bagian luar kelopak mata. Meskipun demikian, umumnya kondisi bintit di mata hanya akan berlangsung selama beberapa hari saja dan akan sembuh dengan sendirinya.

Namun beberapa faktor dan kondisi dapat mengakibatkan bintit muncul hingga berminggu-minggu lamanya. Kondisi mata bintitan pada dasarnya dapat di tangani dengan penanganan efektif yang cukup sederhana yang bisa di lakukan sendiri di rumah. Seperti dengan mengompres menggunakan air hangat, atau menggunakan the celup selama beberapa menist saja setiap harinya. Kamu juga bisa menggunakan obat-obatan antinyeri atau antibiotic untuk mengurangi infeksi.

Komplikasi Akibat Mata Bintitan

Pada kondisi yang cukup parah akibat faktor tertentu, mata bintitan akan berkangsung cukup lama bahkan akan menimbulkan beberapa kondisi komplikasi. Hal ini juga dapat di sebabkan oleh kondisi mata bintitan yang di biarkan begitu saja, atau penanganan yang tidak tepat. meskipun jarang terjadi, namun mata bintitan tetap saja dapat menyebabkan beberapa kondisi komplikasi. Berikut adalah beberapa jenis komplikasi kaibat mata bintitan.

  1. Kista Meibom

Kista meibom adalah kista dari kelenjar kecil yang terletak pada kelopak mata. kelenjar minyak umumnya akan mengeluarkan pelumas yang di sebut sebum yang muncuk di tepian kelopak mata. kondisi bintit yang muncul di bagian dalam kelopak mata dapat berkembang menjadi kista Meibomian atau khalazion. Kondisi ini tak lain di sebabkan oleh kelenjar minyak yang tersumbat. Namun jenis kista yang satu ini terbilang masih dalam tahap mudah atau ringan dan efektif untuk di obati.

  1. Selutitis Preseptal Atau Periorbital

 Selutitis preseptal atau periorbital ini kan muncul dan berkembang jika infeksi yang terjadi pada kelenjar minyak menyebar pada jaringan di sekitar mata. lapisan kulit di sekitar mata akan menjadi meradang dan memerah yang membuat kelopak mata menjadi membangkak dan memerah. Namun untungnya saja kondisi ini umumnya masih dapat di obati dengan menggunakan antibiotic.

  1. Selulitis Palpebral

Selulitis palpebral merupakan sebuah kondisi komplikasi akibat mata bintitan di mana terjadi peradangan di dalam bola mata. Tepatnya berada di depan septum orbita, yakni area yang mengelilingi bola mata.

  1. Abses Palpebral

Abses palpebral merupakan sebuah komplikasi akibat mata bintitan di mana terjadi kelainan pada bagian kelopak mata. Kondisi ini umumnya mengakibatkan munculnya tanda-tanda infeksi serta mengakibatkan rasa nyeri, dan membuat mata menjadi kemerahan.

  1. Kondisi Komplikasi Lainnya

Selain menyeababkan beberapa kondisi komplikasi di atas. Mata bintitan juga dapat menyebabkan riisiko komplikasi lainya. Yakni,

    • Kondisi ini merupakan komplikasi yang paling sering terjadi akibat mata bintitan. Yakni kalazion yang menyebabkan perubahan bentuk dan struktur mata, iritasi kornea, dan bahkan terkadang kondisi ini memerlukan metode opersi agar dapat sembuh.
    • Kondisi mata yang membangkak hingga kelopak mata tidak dapat terbuka
    • Seluruh area mata berubah memerah
    • Perubahan kondisi yang membuat gangguan pada penglihatan
    • Pembengkakan yang berlangsung selama lebih dari 3 minggu
    • Bintitan yang kembali muncul setelah sembuh
    • Kerontokan pada bulu mata
    • Muncuk bintit di dekat hidung
    • Perubahan mata bintit yang semula putih menjadi memerah
    • Nanah yang terus mengalir dari mata
    • Demam tinggi

Meskipun beberapa kondisi komplkasi akibat mata bintitan dapat terjadi sebagaimana yang telah di sebutkan di atas. Namun perlu untuk di katahui bahwa sebagian besar kasus bintitan akan dapat sembuh dengan sendirinya atau intervensi. Dalam hal ini, penderita mata bintitan dapat menggunakan jenis obat-obatan yang tentunya sudah seizing dan atas resep atau rekomendasi dari dokter. Hindari menggunakan jenis obat mata sembarangan. Sebab beberapa kondisi mata terkadang tidak sesuai dengan jenis obat yang akan di gunakan.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama menganai beberapa komplikasi akibat kondisi mata bintitan. Mata bintitan merupakan gejala masalah kesehatan yang sudah umum dan seringkali muncul. Meskipun dapat sembuh dengan sendirinya, namun alangkah baiknya jika pergi memeriksakan kondisi mata ke dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat untuk menyembuhkan mata bintitan dengan segera.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Orami
  • Sehatq
Beberapa Jenis Obat Untuk Mengobati Mata Bintitan

Beberapa Jenis Obat Untuk Mengobati Mata Bintitan

Hallo Kawan Mama, Mata bintitan adalah salah satu gangguan penglihatan yang seringkali menyerang mata. Kondisi ini juga seringkali di alami oleh kebanyakan orang. Bahkan beberapa kasus menyebutkan kondisi mata bintian dapat di alami hingga lebih dari dua kali. Bintitan yang menyerang mata umumnya dapat di kenali dengan adanya benjolan merah yang muncul di area kelopak mata. Namun beberapa jenis obat dapat di gunakan untuk mengobati kondisi mata bintitan.

Kondisi mata yang mengalami bintitan umumnya tida akan mengganggu fungsi penglihatan atau bahkan menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Namun kondisi ini tentu akan menganggu pandangan serta membuat rasa tidak nyaman akibat gejala-gejala yang muncul akibat mata bintitan. Selain itu, kondisi ini banyak membuat penderitanya kesulitan dan kehilangan rasa percaya diri atau malu, terutama ketika harus bertemu atau berinteraksi dengan orang lain.

Umumnya, kondisi mata bintitan lebih di kenal sebagai kondisi yang muncul akibat perilaku yang tidak baik, yakni suka mengintip. Namun hal tersebut pada dasarnya merupakan mitos yang beredar di kalangan masyarakat belaka. Mata bintitan adalah kondisi masalah kesehatan yang terjadi secara alami dan logis pada penglihatan. Berbagai faktor dapat menyebabkan munculnya kondisi mata bintitan.

Pada dasarnya, untuk mengatasi kondisi ini, banyak cara sederhana atau bahan alami yang dapat di gunakan untuk mengobati mata bintitan. Namun tidak jarang pengobatan sederhana atau dengan menggunakan bahan alami tidak membuahkan hasil yang signifikan. Kondisi ini tentunya memerlukan pengobatan jenis lain, seperti menggunakan obat-obatan medis. Nah, pada tulisan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa jenis obat untuk mengobati mata bintitan. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Kondisi mata bintitan

Beberapa Jenis Obat Untuk Mengobati Mata Bintitan

Mata bintitan atau dalam dunia medis di kenal dengan istilah hordeolum atau stye adalah kondisi di mana adanya bennjolan pada kelopak mata. Benjolan tersebut umumnya berwarna merah dan cenderung menyerupai jerawat atau bisul. Benjolan tersebut umumnya muncul akibat adanya infeksi yang di sebabkan oleh bakteri yang masuk ke mata. Sementara itu, bakteri penyebab munculnya bintitan di mata adalah bakteri staphylococcus.

Di lansir dari laman sehatq, Umumnya bintitan akan muncul pada tepian luar kelopak mata tampak seperti jerawat dan di awali oleh infeksi pada folikel bulu mata. Kondisi ini lebih di kenal dengan istilah hordeolum eksterna. Namun ada pula kondisi di mana munculnya bintit pada kelopak mata bagian dalam. Kondisi tersebut di kenal dengan istilah hordeolum interna. Meskipun berbeda namun keduanya menimbulkan gejala-gejala yang cenderung sama. Meski begitu, kondisi horedeolum interna umumnya akan menimbulkan rasa nyeri dan perih yang lebih parah di bandingkan dengan hordeolum eksterna.

Pada dasarnya, di dalam setiap kelopak mata yang kita miliki, terdapat banyak kelenjar minyak yang berukuran kecil. Kelenjar minyak tersebut juga banyak terdapat pada area sekitar bulu mata. berbagai faktor dapat menyebabkan kelenjar minyak tersebut mengalami penyumbatan. Seperti halnya dengan kotoran mata, sel kulit mati hingga penumpukkan minyak yang berlebih. Kelenjar minyak yang mengalami penyumbatan akan membuat bakteri tumbuh dan berkembang sehingga menginfeksi dan menyebabkan kondisi mata bintitan.

Seputar Mata Bintitan

Mata bintitan pada dasarnya merupakan masalah kesehatan yang sudah menjadi kondisi umum di mana hampir semua orang pernah mengalaminya. Kondisi ini juga dapat di alami oleh siapa saja tanpa mengenal batasan usia, baik anak-anak, dewasa hingga orang tua. umumnya kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun beberapa jenis metode pengobatan dapat di lakukan untuk mengobati kondisi ini.

Seperti halnya dengan menggunakan beberapa bahan alami seperti lidah buaya, mentimun dan bahan lainya. Cara lain sederhana juga dapat di lakukan untuk magatasi kondisi ini, sperti dengan mengguanakan kompres air hangat, atau bahkan mengguanakn the kantung celup. Cara-cara tersebut sudah banyak di gunakan dan terbukti berkhasiat dan dapat mengatasi kondisi mata bintitan. Jika cara-cara tersebut tidak juga membuat kondisi mata membaik, atau bahkan menjadi lebih parah, maka sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Umumnya dokter akan memberikan beberapa langkah penanganan untuk mengatasi kondisi ini. Seperti halnya dengan menggunakan antibitoik untuk untuk mencegah penyebaran infeksi pada kelopak mata. selain itu, pemebrian obat antinyeri juga akan di lakukan oleh dokter untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri yang di sebabkan oleh kondisi mata bintitan. Dalam kondisi yang lebih parah, dokter akan melakukan tindakan operasi pembedahan untuk mengeluarkan kotoran yang menyumbat, serta mengurangi rasa nyeri akibat pembengakakan.

Jenis Obat Untuk Mengobati Mata Bintitan

Kondisi mata bintian pada umumnya tidak membutuhkan perawatan medis atau penggunaan obat-obatan tertentu. Namun apabila penggunaan abahan-bahan alami atau cara-cara sederhana tidak membuahkan hasil yang siginifikan, maka penggunaan obat-obatan dapat menjadi alternative lain. Beberapa jenis obat dapat di gunakan untuk mengobati kondisi mata bintitan. Namun perlu di kathui bahwa penggunaan obat tidak boleh di gunakan dengan semabarangan.

Penggunaan obat untuk mangatasi kondisi mata bintitan baiknya sesuai dengan resep yang di berikan oleh dokter. Selain itu, pastikan gunakan obat sesuai dengan aturan dan cara pemakaiannya untuk mencegah efek samping dari penggunaan obat yang salah. Berikut adalah beberapa pilihan jenis obat yang biasa di gunakan untuk mengatasi kondisi mata bintitan.

  1. Obat Anti Nyeri

Gejala rasa nyeri adalah gejala umum yang muncul akibat kondisi mata bintitan. Pada kondisi yang lebih buruk, mata bintitan bahkan dapat menyebabkan badan menjadi demam hingga kelelahan. Pada kondisi ini, jenis obat anti nyeri merupakan pilihan yang tepat untuk mengatsi kondisi ini. Ibuprofen, acetaminophen atau parasetamol dapat di gunakan untuk meredakan rasa nyeri akibat mata bintitan.

Sebagai upaya untuk menyembuhkan mata bintitan menggunakan jenis obat etrsebut, baiknya gunakan obat sesuai dengan resep dari dokter dan pastikan seuai dengan aturan pemakaian. Sebab beberapa kondisi mata bintitan tidak mengharuskan untuk menggunakan obat anti nyeri.

  1. Obat Antibiotic

Selain jenis obat anti nyeri, jenis obat antibiotic juga menjadi pilihan untuk mangatasi mata bintitan. Umumnya dokter akan menyarankan obat tetes mata antibiotic, atau krim antibiotic topical untuk di oleskan di kelopak mata. Jika kondisi mata bintitan berlanjut, maka kamu akan di minta menggunakan obat antibiotic dalam bentuk tablet atau pil. Penggunaan obat antibiotic umumnya dapat di sertai dengan salep atau krim Pereda infeksi.

  1. Salep Erythromycin

Salah satu jenis obat yang ampuh mengatasi mata bintitan adalah Salep erythromycin. Jenis salep ini juga di gunakan untuk mengatasi mata konjungtivitis. Salep ini pada dasarnya termasuk dalam kelas obat antibiotic makrolida yang berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Cukup dengan mengompres mata dengan air hangat dan oleskan salep ini dua kali sehari untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

  1. Obat Khusus Mata Bintitan

Jenis obat untuk mata bintitan lainy adalah obat resep atau non resep yang berfungsi untuk mencegah infeksi pada mata. tentunya dalam penggunaan obat ini perlu adanya anjuran atau resep dari dokter dan bukan untuk di gunakan semabarangan. Beberapa kandungan kimia dalam jenis obat antibiotic untuk mengobati mata bintitan ini antara lain.

    • Eristromisin

Antibiotic makrolida, eristromin dapat mengobati infeksi mata seperti konjungtivitis pada orang dewasa. Bahkan beberapa pendapat menyebutkan bahwa bayi baru lahir dapat menggunakan obat mata bintitan untuk mencegah konjungtivitis neonatal dan mengatasi mata bintitan.

    • Ciprofloxacin

Merupakan antibiotic kuinolon yang di gunakan untuk mengobati banyak infeksi mata yang di sebabkan oleh bakteri. Ciprofloxacin akan lebih cocok di gunakan untuk anak di atas usia 2 tahun  ke atas.

    • Gentamisin

Antibiotic aminoglikosida ini selain dapat di gunakan untuk mengobati mata bintitan, jenis obat ini juga dapat mengobati blepharitis, konjungtivitis dan blepharitis pada orang dewasa.

    • Polymixin B-Neomycin-Bacitracin (Neosporin)

Polymixin B-neomycin-bacitracin atau juga di kenal dengan istilah neospirin adalah antibiotic kombinasi yang dapat mengatasi kondisi mata bintitan. Selain itu, jenis obat ini juga dapat mengobati konjungtivitis, keratitis dan blepharitis pada oramg dewasa.

    • Polymixin B-Bacitracin (Polysporin)

Polymixin B-bacitracin atau juga di kenal dengan istilah polysporin juga merupakan antibiotic kombinasi yang di resepkan untuk sebagian besar kondisi mata yang terinfeksi akibat bakteri, termasuk mata bintitan.

    • Tobramycin

Antibiotic aminoglikosida ini sangat cocok untuk sebagian besar kondisi mata yang terinfeksi akibat bakteri. Jenis obat ini dapat di gunakan pada anak-anak dengan usia 2 tahun ke atas.

  1. Jenis Antibiotic Oral

    • Cephalexin 500 mg, 2 kali sehari selama 7 hari
    • Amoxicillin dan asam klaculanat, 500-1000 mg selama 7 hari
    • Azitromisin 500 mg, pada hari pertama dan di ikuti oleh 250 mg selama 4 hari berikutnya
    • Levofloxacin 500 mg, sekali sehari selama 7 hari
    • Ciprofloxacin 500-1000 mg, sekali selama 7 hari
    • Doxycycline adalah antibiotic yang biasa di gunakan untuk mengobati hordeolum presisten atau kompleks.

Pada dasarnya mata bintitan adalah salah satu jenis gangguan penglihatan yang menjadi masalah kesehatan yang umum di alami oleh kebanyakan orang. Kebanyakan kasus mata bintitan terjadi dan akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. namun penderita mata bintitan dapat melakukan cara sederhana atau dengan menggunakan bahan alami untuk mengatasi mata bintitan. Hal ini akan lebih baik dan terhindari dari penggunaan bahan-bahan kimia. Namun beberapa kondisi mata bintitan mengharuskan penderitanya menggunakan obat tertentu untuk membantu mengobai kondisi mata bintitan.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa jenis obat untuk mengobati kondisi mata bintitan. Meksi umumnya mata bintitan akan sembuh dengan sendirinya, namun kondisi tersebut dapat di bantu proses pemulihan dan penyembuhannya dengan manggunakan jenis obat-obatan di atas. Tentunya dalam penggunaan obat tersebut, pastikan sesuai dengan resep dari dokter, serta aturan pemakaian.

Semoga tulisan ini dapat membanti dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Orami
  • Honestdocs
Jenis Pengobatan Untuk Mengatasi Mata Bintitan

Jenis Pengobatan Untuk Mengatasi Mata Bintitan

Hallo Kawan Mama, Salah salah satu paca indra yang memiliki fungsi dan peran yang sangat penting adalah mata. Sebab segala sesuatu yang akan di lakukan membutuhkan bantuan penglihatan agar dapat melakukan aktivitas dengan baik. Namun sudah menjadi hal yang umum bahwa sanya mata kerap sekali mengalami berbagai gangguan penglihatan. Salah satu gangguan penglihatan yang kerap di alami kebanyakan orang adalah mata bintitan. Dalam kondisi ini, beberapa jenis pengobatan di ketahui dapat menjadi solusi untuk mengatasi kondisi mata bintitan.

Gangguan ada fungsi penglihatan pastinya akan menganggu dan membuat aktivitas yang di lakukan menjadi terhambat, mata bintitan adalah salah satu kondisi gangguan penglihatan di mana hampir dari semua orang pernah mengalaminya. Bahkan tidak jarang kondisi ini dapat terjadi hingg lebih dari dua kali. Mata bintitan tidak hanya akan menganggu penglihatan, namun seringkali kondisi ini membuat penderitanya kehilangan rasa percaya diri, terutama ketika hendak bertemu dengan orang lain.

Penampilan pada dasarnya menajdi hal yang penting untuk di perhatikan. Dengan adanya bintit pada mata tentu akan membuat kita menjadi tidak percaya diri lagi untuk berinteraksi dengan orang lain. umumnya kondisi ini terjadi akibat adanya bakteri yang masuk ke mata yang di sebabkan oleh faktor kebersihan yang kurang baik. Akibatnya bakteri mudah masuk ke mata dan menyebabkan mata mengalami bintitan.

Untungnya, mata bintitan bukanlah gangguan penglihatan yang membahayakan kesehatan. Namun tetap saja, kondisi ini perlu untuk segera di tangani agar tidak menganggu pandangan dan membuat rasa percaya diri kembali lagi. Beberapa jenis pengobatan memiliki khasiat untuk mengobati mata yang mengalami bintitan. Nah, pada tulisan kali ini Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa jenis pengobatan untuk mengatasi mata bintitan. Simak pnjelasannya sebagai berikut.

Kondisi Mata Bintitan

Jenis Pengobatan Untuk Mengatasi Mata Bintitan

Istilah mata bintitan meruoakan kondisi yang sering kita dengar dan di percaya terjadi akibat tingkah laku yang buruk, yakni suka mengintip. Namun pada dasarnya, mata bintitan adalah salah satu kondisi gangguan penglihatan yang umum terjadi dan di alami semua orang. Penyebabnya sendiri adalah adanya bakteri yang masuk dan menginfeksi mata. Selain itu, penyumabatanpada kelenjar minyak juga menjadi penyebab mata bintitan.

Pada dasarnya, mata bintitan atau dalam dunia medis leih di kenal dengan istilah hordeolum atau stye, merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada kelenjar minyak yang ada di mata. Kelenjar minyak yang ada di mata memiliki peran dan fungsi untuk menjadi jalur pembuangan bagi kotoran hingga sel kulit mati dan bakteri yang ada di mata. beberapa hal tersebut seringkali menjadi penyebab yang menyumbat kelenjar minyak sebagai jalur pembuangan.

Penyumbatan pada kelenjar minyak akan membuat pembengkakan sehingga bakteri dalam mata akan mudah berkembang dan menyebabkan kondisi kelenjar minyak mengalami infeksi. Infeksi tersebut akan menyebabkan peradangan atau inflamasi pada kelanjar minyak yang membuat munculnya benjolan pada kelopak mata, atau yang di kenal dengan istilah bintit. Meskipun bintitan kerap muncul pada di luar dari kelopak mata bagian atas, namun ternyata, bintitan juga dapat muncul pada bagian  bawah  kelopak mata

Munculnya bintit di area kelopak mata bahkan dapat di alami oleh kelopak mata bagian luar. Kondisi ini akan memberikan rasa sakit yang lebih parad jika di bandingkan dengan bintitan yang muncul pada kelopak mata bagian luar. Selain itu, mata bintitan umumnya juga akan menyebabkan berbagai gejala yang menjadi keluhan bagi para penderintanya. Salah satunya adalah kondisi pandangan yang terganggu dan adanya rasa perih atau nyeri.

Gejala Mata Bintitan

Mata yang mengalami kondisi bintitan akan menimbulkam kondisi di mana mata mengalami berbagai gejala yang tidak normal. Gejala-gejala tesebut merupakan dampak inflamasi atau perdangan yang terjadi pda kelenjar minyak. Berikut adalah beberapa gejala yang muncul akibat kondisi mata bintitan.

  • Rasa sakit
  • Mata gatal
  • Rasa perih
  • Kelopak mata membangkak
  • Mata dan kelopak mata memerah
  • Kondisi mata menjadi berair
  • Muncul kerak di sekitar area mata
  • Adanya rasa nyeri, terutama ketika sedang berkedip

Jenis Pengobatan Untuk Mengatasi Kondisi Mata Bintitan

Pada dasarnya, beberapa pengobatan alami seringkali di gunakan untuk mengonati kondisi mata yang sedang bintitan. Namun tidak jarang pengobatan-pengobatan alami yang sudah di lakukan tidak juga membuahkan hasil yang memuaskan. Karenannya tidak jarang orang yang beralih dan mencari obat yang ampuh untu mengatasi kondisi mata yang mengalami bintitan.

Dalam penggunaan obat untuk mengatasi mata bintian sendiri pada dasarnya teredia banyak pilihan obat. Namun dalam penggunaannya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter dan gunakan jenis obat mata sesuai dengan resep dari sokter. Hal ini bertujuan untuk keamanan agar tidak terjadi kondisi-kondisi yang tidak di inginkan. Berikut adalah beberapa jenis obat untuk mengatasi kondisi mata bintitan.

  1. Obat Antibiotic

Obat anti biotik adalah salah satu obat yang umum ya g juga seringkali di resepkan oleh dokter untuk mengatasi berbagai jenis penyakit. Antibiotic  juga di sarankan untuk di gunakan untuk mangatasi kondisi mata yang mengalami bintitan. Di lansir dari lama MayoClinic Biasanya dokter akan menyarankan untuk menggunakan obat tetes mata antibiotic atau krim antibiotic dalam bentuk tablet atau pil.

Beberapa kondisi menyebutkan bahwa infeksi dan pembengkakan pada kelopak mata berisiko kian berlanjut hingga menyebar keluar area kelopak mata. Pada kondisi ini, umumnya dokter akan merekomendasikan antibiotic dalam bentuk tablet atau pil. Selain itu, penggunaan obat antibiotic biasanya akan di sertai dengan penggunaan salep atau krim untuk meredakan infeksi pada kelopak mata.

  1. Obat Pereda Nyeri

Beberapa gejala akan muncul akibat kondisi mata bintitan, salah satunya adalah munculnya rasa nyeri pada mata dan kelopak mata. bahkan dlam kasus yang lebih serius, penderita mata bintitan dapat mengalami demam hingga kelelahan akibat mata bintitan. Maka untu mengatasi gejala-gejala yang muncuk akibat mata bintitan adalah dengan menggunakan obat Pereda nyeri sementara terlebih dahulu.

Untuk mengkonsumsi obat Pereda nyeri sendiri, pada dasarnya akan lebih baik jika mengkonsumsi obat Pereda nyeri sesuai dengan resep dari dokter. Hal ini bertujuan untuk mencegah risiko penggunaan obat nyeri secara sembarangan. Namun ada beberapa jenis obat neyri yang umum di gunakan pada kondisi ini. Seperti ibuprofen, acetaminophen atau parasetamol. Namun untuk lebih berhati-hati, maka sebaiknya konsultasikan terlabih dahulu sebelum menggunakan obat anti nyeri. Selain itu, pastikan gunakan obat anti nyeru sesuai dengan resep yang di berikan, serta aturan pada kemasan.

  1. Suntik Steroid

Suntik steroid pada dasarnya merupakan obat yang cenderung ampuh untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang cukup ringan. Dengan menyuntikan obat steroid maka dapat membantu tubuh menyembuhkan dirinya sendiri dengan lebih cepat. Selain itu, beberapa dokter mungkin menyuntikan steroid sebagai obat mata bintian yang akan berfungsi mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi rasa nyeri akibat bintitan.

Selain dalam bentuk cairan yang di suntikkan, obat steroid juga tersedia dalam bentuk krim tropical dan juga obat tetes mata. kedua jenis obat steroid tersebut dapat di gunakan sebagai pilihan untuk menggunakan atau menginjeksikan obat steroid untuk membantu mempercepat proses pemulihan mata akibat kondisi bintitan.

  1. Operasi

Apabila jenis pengobatan di atas tidak juga membuahkan hasil dan kondisi mata yang mengalami bintitan tidak kunjung membaik dalam waktu yang cukup lama, maka biasanya dokter akan merekomendasikan untuk melakukan tindakan operasi atau pembedahan. Metode ini umumumnya akan di lakukan untuk menangani kondisi mata bintitan yang sudah cukup serius, akut atau kronis.

Metode operasi akan di lakukan degan mengatasi luka kecil di dalam kelopak mata untuk dapat mengeluarkan cairan (nanah) di dalamnya. Umumnya, metode operasi yang akan di lakukan menggunakan prosedur yang cukup sederhana. Yakni dengan langkah anestesi local yang bertujuan untuk mengerikngkan mata bintitan. Dengan mengeringkan mata bintitan juga dapat mencegah kondisi mata bintitan agar tidak terulanh kembali di kemudian hari.

Pada dasarnya mata bintitan adalah salah satu kondisi gangguan penglihatan yang biasanya tidak membahayakan bagi kesehatan tubuh atau bahkan risiko kebutaan. Namun kondisi ini akan membuat penderitanya kesulitan dalam melihat, serta berbegai gejala yang tidak mengenenakkan dan membuat rasa percaya diri menurun. Beberapa jenis pengobatan alami dapat di lakukan untuk mengobati kondisi mata bintitan. Namun apabila jenis pengobatan alami yang di lakukan tidak membuahkan hasil, maka umumnya jenis pengobatan di atas dapat di lakukan sebagai penanganan kondisi mata bintitan.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai jenis pengobatan untuk mengatasi kondisi mata bintitan. Dalam menanganai kondisi mata bintitan, agar lebih aman maka sebaiknya konsultasikan dan periksakan terlebih dahulu kondisi mata ke dokter. Hal ini untuk mencegah penaganan yang salah serta penggunaan metode dan obat yang tepat dalam upaya mengatasi mata bintitan.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Orami
  • Sehatq
Cara Untuk Mengobati Kondisi Mata Bintitan

Cara Untuk Mengobati Kondisi Mata Bintitan

Hallo Kawan Mama, Banyak dari kita, teruatama yang berusi 20 tahun ke atas pasti pernah mendengar bahwa kondisi mata bintitan merupakan sebuah akibat dari perilaku yang buruk, yakni suka mengintip. Berita tersebut sebenarnya hanyalah mitos seperti halnya mitos mitos lain yang beredar di kalangan masyarakat. Faktanya kondisi mata yang mengalami bintitan meruapakan kondisi medis yang hampi semua orang pernah mengalaminya. Beberapa cara dapat di lekukan untuk mengobati kondisi mata bintitan.

Sebagian besar orang pasti pernah mengalami keadaan di mana pada matanya, lebih tepat pada kelopak matanya muncul sebuah benjolan. Benjolan tersebut umumnya berwarna merah seperti bisul atau jerawat yang juga di kenal sebagai bintit. Karena memang mata bintitan adalah salah satu kondisi masalah kesehatan yang umum di alami oleh semua orang. Kondisi ini juga tidak memandang golongan usia dan dapat terjadi baik pada anak-anak, orang dewasa, hingga orang tua.

Bahkan tidak jarang yang mengalami di mana mata bintitan tidak hanya terjadi satu kali saja. Ada yang pernah mengalami hingga lebih dari dua kali dan bahkan seterusnya. Meskipun demikian kondisi ini mata bintitan umumnya akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Beberapa langkah sederhana dapat di lakukan sebagai penanganan yang efektif untuk membantu menhilangkan kondisi mata yang sedang bintitan.

Nah, pada pada tulisan yang lalu kami telah membahas menganai cara untuk mencegah kondisi mata bintitan. Maka pada tulisan kali ini Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa cara untuk mengobatai kondisi mata bintitan. Hal ini bertujuan untuk membantu kondisi mata agar lebih cepat dalam proses masa pemulihan. Untuk lebih jelasnya simak penjelasanya sebagai berikut.

Bintitan Di Mata

Cara Mengobati Kondisi Mata Bintitan

Meskipun bintitan di mata dapat dengan mudah untuk sembuh dengan sedirinya, namun bintitan pada mata tentu akan menganggu penglihatan serta aktivitas yang akan di lakukan. Selain itu, banyak penderita mata bintitan yang kehilangan kepercayaan diri karena kondisi mata bintitan. Sebab tentu mata bintitan akan menganggu penampilan yang akan membuat kita malu atau kurang percaya diri, terutama ketika harus beteamu dengan orang lain.

Meski lebih di kenal sebagai mitos akibat suka mengintip namun pada dasarnya bintitan merupakan salah satu kondisi medis yang terjadi secara alami dan di sebabkan oleh beberapa faktor. Sama halnya seperti masalaha kesehatan atau gangguan penglihatan lainya, bintitan di mata umumnya muncul akibat adanya bakteri yang masuk ke mata. Bakteri yang masuk ke mata akan menginfeksi dan menyebabkan mata membengkak.

Selain itu, kondisi ini juga terjadi akibat kelenjar minyak yang ada di mata mengalami penyumbatan. Pada dasarnya, kelenjar minyak tersebut berfungsi untuk membuang kotoran hingga sel mati yang ada di mata. Ketika kelenjar minyak tidak berfungsi dengan baik atau tersumbat maka kotoran-kotoran yang ada di mata akan menumpuk. Penyumbatan tersebut juga dapat di sebabkan oleh adanya bakteri pada kelenjar minyak.

Kelenjar minyak yang tidak berfungsi dengan baik akan membuat kotoran menumupuk hingga menyebabkan pembangkakan pada kelenjar minyak. Kondisi ini akan membuat bakteri di mata dapat dengan mudah menginfeksi sehingga kelopak mata mengalami peradangan atau inflasmi. Pada akhirnya akan muncul benjolan atau bintit pada kelopak mata dengan warna yang cenderung memerah seperti jerawat atau bisul.

Gejala Mengalami Kondisi Bintitan

Gejala yang paling umum munculnya bintitan di mata adalah adanya sebuah benjolan berwaran merah yang menyerupai bisul atau jerawat. Meskipun mata bintitan lebih sering muncul pada kelopak mata terluar bagian atas, namun perlu di katahui bahwa benjolan atau bintit pada dasarnya juga dapat muncul pada kelopak bagian bawah. Tidak hanya itu, beberapa kasus menyebutkan bahwa bintit juga dapat muncul pada bagian dalam kelopak mata.

Bintit yang muncul pada bagian dalam dari kelopak mata akan menimbulkan rasa sakit yang lebih parah jika di bandingkan dengan bintit yang muncul pada bagian luar dari kelopak mata. Meskipun demikian, ada beberapa gejala yang muncul dan dapat di ketahui sebagai indikasi mata bintitan. Anatara lain sebagai berikut.

  • Munculnya benjolan atau bintit seperti bisul atau jerawat pada area kelopak mata
  • Mata merah
  • Mata berair
  • Pembangkakan
  • Seperti ada yang mengganjal
  • Rasa nyeri
  • Sensitive terhadap cahaya
  • Adanya kotoran mata di area kelopak mata

Cara Mengobati Mata Bintitan

Kondisi mata bintitan pada dasarnya merupakan salah satu jenis gangguan penglihatan yang sudah menjadi hal yang umum dan hampir semua orang pernah mengalaminya. Beberapa orang bahkan mengalami kondisi ini lebih adri 2 kali. Dari penjelasan di atas, dapat kita pahami bahwa mata bintitan dapat terjadi pada siapa saja tanpa mengenal golongan usia dan dapat terjadi kapan saja.

Selain itu, kondisi mata bintitan merupakan gangguan penglihatan yang umum dan tidak membahayakan kesehatan tubuh. Umumnya kondisi mata bintitan akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalanya waktu. Namun tidak jarang kondisi ini berlangsung hingga berminggu-minggu lamanya. Dengan gejala-gejala yang muncul, tentunya kondisi mata bintitan menjadi keluhan dan akan sangat menganggu penderitanya.

Beberapa langkah pada dasarnya dapat di lakukan untuk mencegah munculnya kondisi mata bintitan. Namun apa bila kondisi mata sudah terlanjur mangalami bintitan, maka kamu dapat melakukan beberapa cara untuk mengobati kondisi mata agar sembuh dan kembali pulih. Berikut adalah beberapa cara sederhana yang dapat kamu lakukan untuk mengobati kondisi mata yang mengalami bintitan.

  1. Bersihkan Mata Terlebih Dahulu

Salah satu cara untuk mengatasi kondisi mata bintitan adalah dengan mencucinya hingg aberish terlebih dahulu. Pastikan sebelum menyentuh mata, tangan sudah di cuci hingg bersih dan steril. Kemudian kamu dapat membersihkan mata yang terkena bintitan. Kamu dapat menggunakan sampo bayi dengan air dan kapas atau kain. Gunakan untuk membersihkan mata secara teratur dan lebih baik pada kedua bola mata. Sebab bukan tidak mungkin mata yang satunya dapat ikut tertular oleh kondisi bintitan.

  1. Kompres Mata Dengan Air Hangat

Mengompres mata dengan air hangat merupakan salah satu cara yang di lakukan untuk mengobati berbagai kondisi gengguan penglihatan, termasuk mata bintitan. Kamu dapat menyaiapkan kain yang lembut yang sudah di rendam menggunakan air hangat. Letakkan atau kompres mata bintitan dengan kain tersebut selama 15-20 menit. Kamu dapat melakukanya 3-4 kali sehari. Dengan begitu, cairan di dalam mata bintitan seperti nanah akan keluar dengan sendirinya.

  1. Kompres Dengan Teh Kantong Celup

Siapa sangka bahwa teh kantong celup dapat menjadi media untuk mengobati kondisi mata bintitan. Bahkan di katakan bahwa efek dari penggunaan teh kantung celup lebih efektif di bandingkan dengan menggunakan air hangat. Kompres dengan teh hijau atau teh kamomil terbukti paling baik untuk menangani mata bintitan. Sebab dalam teh tersebut terdapat kandungan antibakteri yang akan merdakan gejala infeksi.

Kamu dapat merendam teh celup pada air panas selama 3 menit. Angkat dan diamkan sampai suhunya sedikit menurun. Setelah sisa air sedikit dan teh masih dalam keadaan hangat, maka kamu dapat menggunakannya untuk mengompres mata bintitan. Kompres mata bintian selalam 15 menit dan lakukan beberapa kali dalam sehari.

  1. Lidah Buaya

Kandungan mineral, enzim serta vitamin dan berbagai senyawa baik lainya di alam lidah buaya sanagat berguna untuk meredakan nyeri dan inveksi penyebab mata bintitan. Cukup dengan menyiapkan daun lidah buaya dan belah untuk di ambil getahnya dengan manggunakan alat seperti cotton bud. Kemudian oleskan getah tersebut pada mata bintitan beberapa kali sehari untuk meredakan infeksi.

  1. Daun Ketumbar

Daun ketumbar ternayat memiliki khasiat sebagai antiradang, antijamur,antibakteri dan antivirus. Karenanya menggunakan daun ketumbar merupakan salah satu pilihan yang tepat. Cukup dengan merebus sesendok daun ketumbar dengan setengah gelas air. Tiriskan hingga suhu menurun dan usapkan daun ketumbar pada mata bintitan. Agar supaya proses penyembuhan lebih cepat dan efektif, kamu dapat meminum air rebusan daun ketumbar tersebut.

  1. Air Garam

Pada dasarnya, garam memiliki kandungan magnesium yang berkhasiat untuk membunuh bakteri dan meredakan infeksi pada mata. Untuk menggunakanya sebagai bahan pengobatan bintitan, kamu dapat melarutkan garam dalam air hangat dan aduk hinga rata. Siapkan kain atau kapas untuk di celupkan pada ait tersebut untuk kemudian di gunakan sebagai kompres mata. diamkan selama 15-20 menit dan dapat kamu ulangi sampai bintitan mereda.

  1. Periksakan Diri Ke Dokter

Apabila upaya-upaya di atas telah di lakukan dan bintitan tak kunjung sembuh, maka kamu dapat pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi mata dan mendapatkan penanganan yang tepat. umumnya dokter akan memberikan resep obat selep mata dengan kandungan antibiotic di dalamnya. Selain itu, biasanya dokter juga akan memberikan resep obat anti nyeri yang akan memabntu meredalan gejala akibat mata bintitan.

Pada dasarnya, kondisi mata bintitan adalah salah satu jenis gangguan penglihatan yang umum di alami oleh semua orang. Umumnya kondisi ini akan sembuh atau pulih dengan sendirinya. Namun beberapa kasus menyebutkan tidak jarang mata bintitan berlangsung hingga berminggu-minggu. Pada kondisi ini, kamu dapat melakukan beberapa cara sedenrhana untuk mengobati mata bintitan. Beberapa cara di atas merupakan cara yang umum di lakukan untuk mengobati mata bintitan, dan sudah terbbukti hasil yang di berikan.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama menganai beberapa cara untuk mengobati kondisi mata bintitan. Meskipun dapat sembuh dengan sendirinya, namun beberapa cara pengobatan dapat di lakukan untuk mempercepat proses penyembuhan mata bintitan. Untuk menegah terjadinya kondisi mata bintitan sendiri, upaya yang paling sederhana adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Klikdokter
  • Hellosehat
Cara Mencegah Kondisi Mata Bintitan

Cara Mencegah Kondisi Mata Bintitan

Hallo Kawan Mama, Sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami kondisi di mana terdapat adanya benjolan merah di bagian kelopak mata. Yap benar, kondisi tersebut adalah kondisi mata bintitan. Bintitan memang merupakan salah satu masalah kesehatan atau gangguan penglihatan yang mudah terjadi pada siapa saja. Beberapa orang bahkan lebih dari satu kali mengalamikondisi mata bintitan. Namun ternayata, ada beberapa cara untuk mencegah mata mengalami kondisi bintitan.

Seringkali kita mendengar bahwa mata bintitan merupakan sebuah akibat dari tingkah laku yang buruk, yakni suka mengintip. Namun ternayata, hal tersebut merupakan mitos yang beredar di kalangan masyarakat belaka. Mata yang mengalami kondisi bintitan memang cenderung tidak berbahaya atau bahkan sampai membahayakan kesehatan tubuh atau mata. Namun kondisi ini, selain akan mengganggu penglihatan tentu juga akan mengganggu penampilan.

Umumnya kondisi ini akan segera sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun  banyak kasus yang menyebutka bahwa penderita mata bintitan dengan kondisi yang tak kunjung sembuh hingga berminggu-minggu lamanya. Bahkan beberapa menyebutkan benjolkan tersebut tumbuh dengan terus menerus. Tentunya kondisi ini akan sangat mengganggu bagi penderitanya. Karenanya kondisi ini bukan untuk di biarkan dan perlu adanya langkah penanganan yang efektif.

Dengan adanya benjolan pada kelopak mata, kondisi mata bintitan kerap menyebabkan penderitanya kehilangan kepercayaan diri karena penampilannya yang terganggu. Untuk itu, sebenarnya ada beberapa cara untuk mencegah kondisi  mata bintitan yangd apat kamu lakukan. Nah, pada tulisan kali ini Kawan Mama akan membahas menganai beberapa cara untuk mencegah kondisi mata bintitan. Berikut adalah penjelasannya.

Kondisi Mata Bintitan

Cara mencegah kondisi mata bintitan

Pada dasarnya, bintitan atau juga di kenal dengan istilah hordeolum adalah kondisi di mana pada kelopak mata muncul sebuah bintit atau sebuah benjolan. Benjolan tersebut umumnya berwarna merah dan menimbulkan rasa nyeri, perih pada mata hingga rasa sakit. Bintitan jug tidak hanya tumbuh pada bagian atas kelopak mata saja, nemun bintitan juga dapat tumbuh pada bagian bawah kelopak mata. bahkan data menyebutkan bahwa meskipun bintitan lebih banyak muncul di luar kelopak mata, namun bintitan juga dapat muncul pada kelopak mata bagian dalam.

Umumnya mata yang mengalami kondisi bintitan terjadi akibat adanya beberapa faktor. Seperti halnya dengan bakteri yang masuk ke mata sehingga berisiko membuat infeksi atau peradangan pada mata. mata bintitan adalah sebuah kondisi di mana bagian dalam mata mengalami peradangan atau inflamasi yang umumbya terjadi akibat kelenjar minyak pada mata mengalami penyumbatan. Kondisi tersebut membuat kotoran mata seperti sel kulit mati tidak dapat keluar atau terbuang.

Penyumbatan pada kelenjar minyak tersebut juga dapat di sebabkan bakteri yang kemudian juga menjadi penyebab kelenjar minyak terinfeksi. Pada kondisi normal, mata memiliki kelenjar minysk ysng berfungsi untuk membuang zat sisa atau kotoran yang ada di mata sehingga kondisi mata akan tetap baik dan stabi. Namun apabila kelenjar minyak sebagai jalur pembuangan terseumbat, maka secara otomatis kotoran dan bakteri tidak dapat keluar serta menumpuk dan memperparah penyumbatan kelenjar minyak.

Gejala Mata Bintitan

Kondisi mata yang mengalami binitian umumnya akan menimbulkan beberapa gejala yang menjadi keluhan penderita mata bintitan. Gejala yang paling umum dari mata bintitan adalah munculnya benjolan dengan warna yang cenderung memerah pada kelopak mata. Benjolan tersebut dapat muncul pada bagian atas maupun bagian bawah dari kelopaka mata. Sementara itu, ada beberapa gejala lain yang umumnya muncul akibat kondisi ini. Anatara lain sebagai berikut.

  • Munculnya benjolan atau bintit yang menyerupai jerawat atau bisul
  • Mata memerah
  • Mata berair
  • Kelopak mata membengkak
  • Seperti ada ganajalan di mata
  • Muncul rasa nyeri
  • Sensitive terhadap cahaya
  • Muncul kotoran mata di sekeliling kelopak mata

Cara Mencegah Mata Bintitan

Sebagiaman telah di bahas di atas, mata bintitan pada dasarnya merupakan salah satu masalah kesehatan yang umumnya akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalanya waktu. Meskipun demikian tidak jarang kasus di mana mata bintitan tak juga kunjung sembuh hingga berminggu-minggu. Selain itu, mata bintitan akan menyebabkan berbagai keluhan seperti rasa perih pada mata, pegal, dan keluhan lain yang akan menganggu penglihatan.

Kondisi mata bintitan juga akan membuat penderitanya menjadi malu atau kehilangan percaya diri dalam beraktivitas, terlebih pada seseorang yang harus sering bertemu dengan orang lain. Karenanya perlu adanya langkah penanganan yang efektif untuk mangatasi kondisi mata bintitan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah kondisi mata bintitan. Simak penjelasannya sebagai berikut.

  1. Hindari Menggosok-Gosok Mata

Menggosok mata pada dasarnya merupakan salah satu kebiasaan buruk yang sering kali kita lakukan setiap hari. Aktivitas tersebut, baik sadar maupun tidak sadar sering kita lakukan, terutama ketika bangun tidur atau ada sesuatu yang menganggu pada area mata. Padahal, aktivitas tersebut dapat memicu terjadinya iritasi yang dapat menyebabkan berpindahnya bakteri dari tangan (terutama tangan yang kotor) ke area mata.

  1. Rajin Mencuci Tangan

Mencuci tangan pada dasarnya merupakan hal yang sudah menjadi kewajiban bagi semua orang terutama ketika akan atau sesudah menyentuh sesuatu. Hal ini di maksudkan agar dapat mencegah kuman dan bakteri yang munkin ada di tangan atau barang yang kita sentuh. Namun kebiasaan tersebut memang seringkali di sepelekan oleh kebanyakan orang.

Faktanya mencuci tangan akan sangat membantu untuk mencegah berbagai bakteri hingga virus masuk ketubuh dan mata. mencuci tangan sebelum menyentuh mata juga perlu untuk di lakukan. seba kita tidak pernah tahu apa saja yang menempel pada tangan kita yang dapat membahayakan kesehatan. Karenanya untuk mencegah bakteri panyabab mata bintitan masuk ke mata, sebaiknya rajin cuci tangan terutama sebelum menyentuh area mata.

  1. Gunakan Lensa Kontak Sesuai Dengan Aturan

Pengguna lensa kontak menjadi salah satu penderita mata bintitan terbanyak. Hal ini tidak lain karena penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai dengan aturan atau cara pemakaiannya. Sebelum pemakaian lensa kontak, pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan cuci lensa kontak dengan carian khusus. Hal ini juga berlaku pada saat perawatan lensa kontak agar tidak ada bakteri atau kuman yang hinggap pada lensa kontak.

  1. Berhati-Hati Dalam Menggunakan Alat Kosmetik

Selain pengguna lensa kontak, penggunaan alat kosmetik juga dapat menjadi penyebab yang memicu mata bintitan. Dalam menggunakan kosmetik sebaiknya perhatikan kosmetik yang kamu gunakan. Terutama alat kosmetik seperti eye shadow, eyeliner hingga pensil alis terkait tata cara penggunaan serta batas waktu kadaluarsanya. Sebab hal ini menjadi penyebab pali sering terjadinya kondisi mata bintitan hingga gangguan penglihatan lainya.

  1. Hindari Menggunakan Barang Bergantian Dengan Orang Lain

Pengguanaan barang yang bergantian dengan orang lain menjadi salah satu penyebab mata mengalami kondisi bintitan hingga penyakit mata dan berbagai masalah kesehatan. Mata bintitan pada dasranya dapat dengan sangat mudah menular pada orang lain. Dengan menghindari penggunaan barang dengan orang lain, maka hal tersebut termasuk langkah pencegahan agar terhindar dari mata bintitan.

  1. Rutin Memeriksakan Kondisi Mata

Pada dasarnya pemeriksaan kondisi mata adalah hal yang perlu di lakukan dengan rutin. Sekalipun mata normal, pemeriksaan kondisi mata dapat di lakuakn untuk mengetahui kondisi yang sedang di alami mata. Selain itu, kondisi ini dapat mencegah apabila mata mengalami gejala bintitan hingga kondisi kesehatan lainya. Maka dari itu, penting untuk pergi memeriksakan mata untuk mengethui kondisi dan melakukan langkah pencegahan apabila ada tanda-tanda yang tidak beres pada mata.

Bintitan pada mata umumnya berupa benjolan merah seperti jerawat atau bisul yang muncul pada bagian kelopak mata baik atas maupun bawah. Kondisi ini dapat di sebabkan oleh berbagai faktor panyebab seperti bakteri hingga penggu lensa mata atau kosmetik. Terlepas dari itu, bintitan di mata muncul umumnya akibat kebiasaan buruk yang kita lakukan sehari-hari. Baik dalam hal kebersihan penggunaan barang-barang tertentu terkait mata hingga bakteri yang hingga di area tubuh kita yang bisa kapan saja menginfeksi. Karenanya penting bagia kita untuk memperbaiki gaya hidup dengan lebih sehat.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa cara untuk mencegah kondisi mata bintitan. Berbagai masalah kesehatan termasuk gengguan penglihatan ada dasarnya dapat di cegah dengan cara-cara yang efektif. Cara-cara tersebut tidak lepas dari gaya hidup yang kita lakukan sehari-hari. Karenanya, dengan memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat, maka hal tersebut dapat mencegah munculnya berbagai penyakit.

Semoga tulisan ini dapat memabntu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Alodokter
  • Halodoc
Beberapa Jenis Penyakit Mata Bintitan

Beberapa Jenis Penyakit Mata Bintitan

Hallo Kawan Mama, Sebagian besar dari kita pasti pernah mendengar bahwa mata bintitan adalah akibat perilaku yang tidak baik. Yakni karena suka mengintip orang lain. Namun faktanya hal tersebut merupakan mitos belaka. Sebab mata bintitan merupakan sebuah kondisi gangguan penglihatan yang sangat umum dan sebagian besar orang pasti pernah mengalami kondisi tersebut. Lebih dari itu, mata yang mengalami kondisi tersebut ternyata terbagi menjadi beberapa jenis kondisi mata bintitan.

Pada umumnya, penderita mata bintitan akan mendapati sebuah bintit atau benjolam yang muncul di bagian kelopak mata. Benjolan yang muncul pada kelopak mata tersebut cenderung menyerupai bisul atau jerawat dengan warna yang cenderung agak memerah. Pada kondisi ini, seringkali penderita mata bintitan menjadi tidak percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas, terutama ketika harus bertemu orang lain karena ada benjolan di kelopak mata yang mengganggu dan mengurangi penampilan.

Kondisi mata yang mengalami bintitan sendiri pada dasarnya dapat terjadi oleh siapa saja. mata bintitan bisa di alami oleh siapa saja tanpa mengenal batasan usia, baik orang tua, orang dewasa hingga pada anak-anak sekalipun. Berita baiknya, mata yang mengalami kondisi bintitan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Meskipun demikian, mata bintitan akan menimbulkan gejala yang membuat penglihatan menjadi terganggu dan tidak nyaman.

Selain itu, kondisi mata bintitan sendiri secara garis besar terbagi menjadi beberapa jenis. Meskipun umumnya tidak akan membahayakan kesehatan, namun tetap saja kondisi ini perlu untuk di tindak lanjuti dengan melakukan langkah peneganan. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa jenis kondisi mata bintitan. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya sebagai berikut.

Kondisi Mata Bintitan

Beberapa Jenis Mata Bintitan

Mata bintitan atau dalam istilah medis di sebut dengan hordeolum pada dasarnya merupakan gangguan pada mata. Gangguan pada tersebut berupa adanya peradangan pada kelopka mata sehingga menyebabkan pembangkakan dan benjolan pada kelopak mata. Pada dasarnya, faktor umumnya menyebabkan kondisi ini adalah adanya bakteri staphylococcus aureus. Jenis bakteri tersebut yang seringkali menyerang kelenjar minyak dalam mata.

Akibat serangan dari bakteri tersebut, akan muncul benjolan pada bagian kelopak mata. bahkan di lansir dari laman theasianparent menyebutkan bahwa 90% dari kasus mata bintitan di sebabkan oleh bakteri staphylococcus aurus. Bakteri ini akan menyerang akar dari folikel pada bulu mata. sementara itu, penyebab masuknya bakteri tersebut umumnya berasal dari kebersihan yang tidak baik, hingga penyakit yang membuat kelopak mata mengalami peradangan hingga kondisi lingkungan.

Pada dasarnya, bakteri staphylococcus aureus ini umumnya hidup dan menetao di area kulit dan bukan bagian dari hama yang dapat membahayakan bagi kesehatan. Namun pada kondisi tertentu, terutama ketika bakteri ini masuk ke membrane lendir atau kelenjar kelopak mata, maka akan menyebabkan terbentuknya nanah di mata. selain menyebabkan peradangan, bakteri tersebut juga dapat menyebabkan penyumbatan pada kelennjar minyak di mata.

Kelenjar minyak yang mengalami penyumbatan akibat bakteri akan membuat kotoran yang ada di mata, seperti sel kulit mati dan sejenisnya tidak dapat terbuang dan menumpuk di area mata. Akibatnya, mata akan sangat mudah mengalami infeksi atau peradangan dan inflamasi yang menyebabkan pembangkakan hingga menyebabkan munculnya benjolan merah pada kelopak mata. kondisi ini seringkali membuat mata menjadi berair, memerah, seperti ada ganjalan, hingga rasa perih dan nyeri.

Jenis Mata Bintitan

Pada umumnya terdapat 3 jenis kelenjar yang ada di kelopak mata yang seringkali terinfeksi dan menyebabkan berbagai kondisi gangguan penglihatan. 3 jenis kelenjar tersebut adalah Zeis, Moll, dan juga Meibom. Namun berdasarkan kelenjar yang mengalami infeksi, kondisi mata bintitan di bagi menjadi 2 jenis, yakni hordeolum internal dan hordeolum eksternal. Beriktu adalah penjelasannya.

  1. Hordeolum Internal

Hordeolum internal merupakan infeksi yang terjadi pada kelenjar minyak jenis meibom yang terdapat di dalam garis bulu mata. Jenis mata bintitan atau hordeolum internal ini umumnya lebih berbahaya jika di bandingkan dengan hordeolum eksternal. Pada kondisi ini, umumnya harus di tangani dengan penanagan medis oleh dokter agar kondisi mata dapat kembali pulih dan normal.

Hordeolum internal juga cenderung tidak terlihat dari luar sehingga berpotenis menganggu fungsi penglihatan. Umumnya, Hordeolum internal akan menimbulkan gejala-gejala yang sedikit berbeda dari Hordeolum eksternal. Hal ini terjadi berdasarkan jenisnya yang cenderung berbeda. Berikut adalah beberapa gejala kondisi Hordeolum internal.

    • Penglihatan yang terganggu
    • Kondisi mata yang memerah
    • Munculnya bintit atau benjolan yang di sertai dengan keluarnya darah
    • Rasa sakit yang lebih parah di bandingkan Hordeolum eksternal.
  1. Hordeolum Eksternal

Hordeolum internal merupakan infeksi yang terjadi pada kelenjar minyak jenis Zeis atau moll. Jenis kelenjar tersebut berada di luar dari garis bulu mata. Hordeolum internal umumnya akan muncul pada pangkal dari bulu mata baik pada kelopak mata bagian atas maupun bagian bawah. Kondisi ini berbeda dengan Hordeolum internal di mana benjolan akan mengarah ke sisi dalam sehingga kelopak mata perlu di buka untuk dapat melihat benjolan dengan lebih jelas.

Hordeolum eksternal ini sering kali akan muncul bintit atau benjolan yang berwarna merah yang kemudian akan berubah mennjadi menguning. Selain itu, kondisi ini juga akan muncul dan di sertao dengan keluarnya nanah. Sementara itu, Hordeolum eksternal akan menyebabkan gejala-gejala sebagai berikut.

    • Mata membengkak
    • Penglihatan kabur sensasi seperti kelilipan atau ada benda asing yang mengganjal pada kelopak mata
    • Kemerahan dan kemudian menguning
    • Munculnya bintit atai benjolan yang di sertai dengan keluarnya nanah
    • Rasa nyeri
    • Mata berair

Kondisi Mata bintitan pada dasarnya merupakan istilah di mana mata mengalami peradangan pada kelenjar minyak. Peradangan tersebut dapat di sebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi akibat bakteri atau atau adanya radikal bebas (debu, kotoran dan sejenisnya) yang membuat kelenjar minyak mengalami penyumbatan. Akibatnya kotoran atau sel kulit mati di dalam mata tidak bisa keluar. Kondisi ini akan mengakibatkan pembengkakan serta kondisi mata yang memerah dan berair hingga mengakibatkan munculnya benjolan pada kelopak mata di sertai dengan rasa nyeri. Berita baiknya, mata bintitan umumnya akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu atau dengan menggunakan penaganan rumahan yang efektif.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa jenis penyakit mata bintitan. Meskipun kebanyakan mata bintitan dapat sembuh dengan sendirinya, namun beberapa kasus menyebutkan bahwa kondisi mata bintitan yang sudah berlangsung lebih waktu pada umumnya dapat berbahaya dan membutuhkan metode operasi untuk menyembuhkannya. Karenanya, bila kondisi ini terjadi pada kamu, sebaiknya segera tanagani dengan cara yang efektif atau segera periksakan diri ke dokter.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • Allaboutvision
Beberapa Faktor Penyebab Mata Mengalami Bintitan

Beberapa Faktor Penyebab Mata Mengalami Bintitan

Hallo Kawan Mama, Pernahkah kamu mendapati seperti ada yang mengganjal di matamu setelah bangun tidur? Dan saat kamu bercermin seperti ada benjolan merah yang mirip dengan jerawat yan terletak pada bagian luar dari kelopak mata? itu tandanya mata kamu sedang mengalami bintititan. Bintitan memang merupakan salah satu gangguan penglihatan yang umum di alami kebanyakan orang. Beberapa faktor dapat menjadi penyebab mata seseorang mengalami bintitan.

Mata yang mengalami kondisi bintitan bisa menjadi salah satu indikasi gangguan mata yang perlu untuk kamu waspadai. Sebab dampak dari mata yang mengelami bintitan memang akan mengganggu fungsi penglihatan dan tentunya menurunkan visual penampilan. Tidak jarang orang yang rasa percaya dirinya menurun akibat matanya mengalami bintitan. Selain itu, mata bintitan juga dapat menyebabkan iritasi mata, penglihatan yang kabur, warna kulit memerah serta kondisi inflamasi.

Umumnya kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja tanpa mengenal batasan atau golongan usia. Mata yang mengalami bintitian sendiri biasanya akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Beberapa penanganan yang efektif juga dapat membantu mata yang mengalami bitntinan agar dapat dengan cepat untuk pulih. Kondisi ini tidak terlepas dari beberapa faktor yang menjadi penyebab mata mengalami bintitan.

Pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa faktor yang menjadi penyebab mata mengalami bintitan. Faktor-faktor inilah yang dapat di hindari agar mata terhindar dari gejala bintitan dan dapat melakukan penanganan yang tepat untuk mengatasinya. Simak penjelasannya berikut ini.

Mata Bintitan

Beberapa Faktor Penyebab Mata Mengalami Bintitan

Mata bintitan atau dalam istilah lain di kenal dengan sebutan hordeolum atau stye. Pada dasarnya bintitan adalah kondisi ketika muncul bintil yang menyakitkan yang mirip dengan jerawat atau bisul yang tumbuh di tepian kelopak mata. Secara umum, mata yang mengalami bintitan dapat di sebabkan oleh infeksi bakteri dan biasanya hanya akan muncul pada salah satu kellopak mata saja. Kondisi ini umumnya lebih sering terjadi pada di kelopak mata bagian luar.

Proses terjadinya mata bintitan sendiri akibat adanya benda asing yang atau kotoran yang menyumbat kelenjar minyak pada kelopak mata. Penyumbatan yang terjadi pada kelenjar minyak yang ada pada kelopak mata tersebut menyebabkan mata mengalami pembengkakan dan seperti mengganjal mata, serta seringkali menimbulkan rasa sakit.

Beberapa kasus yang jarang terjadi menyebutkan bahwa bintitan juga dapat terjadi pada bagian dalam kelopak mata. Tentunya, bintil yang tumbuh di bagian dalam kelopak mata akan jauh lebih menyakitkan dari pada buntil yang tumbuh di luar kelopak mata. Meskipun akan sedikit menganggu penampilan dan pandangan, namun kondisi ini umumnya tidak akan berbahaya bagi fungsi penglihatan.

Penyebab Mata Mengalami Kondisi Bintitan

Sebagai mana yang telah di singgung di atasm bahwa sanya beberapa faktor dapat menjadi penyabab mata mengalami kondisi bintitan. Untuk lebih jelasnyam, berikut adalah beberapa faktor penyebab kondisi tersebut.

  1. Bakteri Staphylococcus

Jenis Bakteri staphylococcus merupakan golongan bakteri yang umumnya hidup di kulit tanpa menyebabkan penyakit. Bakteri inilah yang akan menyebabkan penyumbatan yang terjadi pada kelenjar minyak yang ada di kelopak mata. Selain itu penyumbatan tersebut juga akan menyebabkan peradangan pada kelopak mata. akibatnya selain pembengkakan, rasa perih pada mata juga akan muncul.

  1. Sel Kulit Mati

Pada dasaranya setiap dari sel yang ada di seluruh bagian dari tubuh manusia akan mengalami regenerasi di mana sel yang baru akan menggantikan sel yang sudah lama. Kondisi ini merupakan siklus normal dan alami. Namun beberapa kondisi pelepasan sel lama atau sel mati dapat mempengaruhi kondisi kesehatan, salah satunya menyebakan mata bintitan. Sebab sela kulit mati juga berpotenis menyumbat kelenjar minyak pada mata sehingga sel kulit mati menumpuk  dan menggumpal dan menyebabkan infeksi.

  1. Kotoran

Selain bakerti dan sel kulit mati, kotoran juga menjadi salah satu penyebab umum mata mengalami bintitan. Kotoran pada mata tersebut dapat muncuk dari dalam tubuh ataupun dari luar tubuh. Umumnya kotoran yang berasal dari luar tubuh lebih sering menyebabkan mata bintitan. Sama halnya seperti kedua faktor di atas, kotoran juga berpotensi menyumbat kelenjar minyak pada mata sehingga pembengkakan pada kelopak mata tidak dapat di hindarkan.

Faktor Risiko Penyabab Mata Bintitan

Selain beberapa faktor penyabab mata bintitan di atas, ada beberapa faktor lain yang seringkali dapat menyebabkan mata mengalami kondisi bintitan. Yakni sebagai berikut.

  • Lalai menjaga kebersihan
  • Menyentuh mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu
  • Memakai lensa kontak tanpa membersihkanya terlebih dahulu
  • Kebiasaan tidur menggunakan make up
  • Memakai kosmetik yang sudah kadaluarsa
  • Mengalami blefaritis atau peradangan kronis pada kelopak mata
  • Terkena rosacea, yaitu penyakit kulit yang di tandai dengan muka dan hidung yang memerah.
  • Mengalami stress
  • Perubahan hormon
  • Riwayat penyakit seperti, eksim dan kanker kulir hingga koleterol.

Bintitan pada dasarnya merupakan salah satu kondisi di mana kelopak mata mengalami pembengkakan. Pembengkakan tesebut akan mengakibatkan benjolan pada kelopak mata yang menyerupai bisul atau jerawat yang memerah. Umumnya kondisi ini mucul di sertai dengan adanya rasa perih atau rasa akit. Kondisi ini terjadi akibat peradangan akibat bakteri, atau penyumbatan pada kelenjar minyak pada mata akibat sel kulit mati ataupun debu dan kotoran. Namun beberapa faktor lain seperti riwayat beberapa penyakit, stress, perubahan hormon hingga kosmetik juga dapat menyebabkan kondisi mata bintitan.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama menganai beberapa faktor yang menjadi penyebab mata mengalami kondisi bintitan. Selain bakteri yang menjadi faktor umum mata bintitan, lalai akan kebersihan juga menjadi faktor yang perlu di perbaiki untuk mencegah mata agar tidak mengalami kondisi bintitan hingga gangguan penglihatan lainya.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • Alodokter
Prosedur Operasi Penyakit Mata Glaucoma

Prosedur Operasi Penyakit Mata Glaucoma

Hallo Kawan Mama, Glaucoma adalah salah salah satu dari sekian banyak penyakit mata atau gangguan penglihatan yang sangat berbahaya bagi kondisi kesehatan mata. Sebab kondisi mata yang mengalami penyakit glaucoma akan berdampak pada fungsi penglihatan yang kian menurun. Bahkan beberapa kasus menyabutkan bahwa penyakit glaucoma dapat menyebabkan kebutaan bagi penderitanya. Sampai saat ini, belum di temukan metode pengobatan glaucoma selain operasi. Sementara iru, pada kondisi ini, ada beberapa prosedur operasi penyakit glaucoma yang harus di lakukan.

Di lansir dari laman WHO, setidaknya ada 2,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan jarak dekat dan jarak jauh. Setengah dari kasus tersebut beluk di tangani dan masih dapat di cegah perkembanganya. Untuk mencegah hal tersebut tentu memriksakan kondisi mata terlbih dahulu. Namun survei menyebutkan bahwa 850 responden di 6 negara asia tenggara, 45% warga Indonesia belum pernah memeriksakan kondisi matanya.

Penyakit glaucoma pada dasarnya dapat di derita oleh siapa saja tanpa mengenal batasan usia. Meskipun demikian, penyakit glaucoma lebih sering terjadi pada  orang dengan usia lanjut, yakni 40 tahun ke atas dan lebih rentan dan lebuh banyak di alami pada dusia 60 tahun ke atas. Kendati demikian, anak-anak dan orang dewasa juga perlu berhati-hati akan kondisi ini. Sementara itu, pengobatan penyakit glaucoma sendiri masih belum di ketahui dengan pasti selain melakukan operasi.

Pada tahap awal kemuculan penyakit glaucoma, penyakit glaucoma yang ringan masih dapat di cegah dengan penanganan yang efektif. Namun penyakit glaucoma yang parah hanya dapat di atasi dengan melakukan operasi. Metode operasi sendiri meliputi beberapa prosedur yang harus di lakukan untuk melakukan operasi terhadap penyakit mata glaucoma. nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas menganai beberapa prosedur operasi untuk mengatasi penyakit glaucoma. Berikut adalah penjelasannya.

Penyakit Glaukma

Prosedur Operasi Penyakit Mata Glaucoma

Penyakit galukoma adalah jenis penyakit ini berhubungan dengan kerusakan saraf-saraf optic yang ada di mata. Saraf optic terebut pada dasarnya merupakan pelaspis bagian belakang mata, serta memiliki fungsi untuk mengirimkan sinyal yang telah di tangkap oleh mata kepada otak. Kerusakan pada saraf-saraf optic tersebut terjadi akibat adanya peningkatan tekanan pada bola mata yang terjadi secara berlebihan. Kondisi inilah yang akan menganggu dan mempengaruhi fungsi penglihatan.

Peningkatan tekanan yang terjadi pada bola mata tersebut dapat di sebabkan oleh beberapa faktor. Seperti produksi cairan mata atau aqueous humuor yang humuor, atau saluran pembuangan cairan pada mata yang terhambat atau tersumbat sehigga mambuat cairan mata tidak dapat terbuang dan menumpuk. Dua kondisi tersebut menjadi penyabab paling umum yang mengakibatkan paningkatan tekanan pada bola mata.

Sementara itu, glaucoma sendiri merupakan penyakit yang menjadi penyebab terjadinya kebutaan kedua terbanyak  di dunia setalah penyakit katarak. Bahkan ada 4 hinnga 5 orang dari 1.000 orang di Indonesia yang menderita penyakit glaucoma. Meskipun terbilang jarang terjadi, namun tetap saja perlu berhati-hati akan kondisi penyakit yang satu ini.

Operasi Penyakit Glaucoma

Operasi glaucoma merupakan prosedur operasi berupa pembedahan yang di lakukan untuk menangani penyakit glaucoma. Metode ini merupakan bagian penting dari pengobatan glaucoma karena hanya operasi bedah yang baru di di temukan dan di ketahui hanya dapat menengani mata yeng terserang penyakit tersebut. Dengan melakukan prosedur operasi maka kerusakan pada saraf optic akibat penyakit glaucoma dapat di kurangi.

Sebab apabila penyakit glaucoma tidak segera di tangani, maka besar kemungkinan kondidi glaucoma dapat berkembang lebih buruk hingga berakhir kebutaan bagi penderitanya. Untuk itu, tujuan prosedur operasi di lakukan agar tekanan pada bola mata dapat di kurangi sehingga menurun, serta mengurangi ras sakit apada mata akibat penyakit glaucoma.

Waktu Untuk Melakukan Operasi Glaucoma

Pada dasarnya, operasi bukan menjadi pilihan utama untuk mengatasi penyakit glaucoma. Penderita penyakit glaucoma umumny akan di sarankan untuk melakukan operasi apabila penanganan-penanganan biasa tidak membuahkan hasil. Pada kondisi di manata penyalit glaukom masih dalam taap ringan, umumnya dokter akan menyarankan terlebih dahulu untuk menggunakan obat tetes mata. Obat tersebut akan berfungsi menurunkan tekanan pada bola mata.

Namun apabila penmggunaan obat tetes mata sudah tidak lagi dapat memperbaiki mata yang mengalami penyakit glaucoma. Maka dokter akan menyarankan untuk melakukan prosedur operasi penyakit glaucoma. Pasien yang juga memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi atau detak jantung tidak beraturan, maka di sarankan juga untuk melakukan prosedur operasi. Prosedur operasi akan di lakukan apabila kondisi mata sudah tidak terkendali dan tidak memungkinkan di tangani dengan obat tetes mata.

Prosedur Operasi Penyakit Glaucoma

Pelaksanaan operasi penyalit glaucoma sendiri, pada dasarnya di bagi menjadi du bagian. Yakni metode operasi laser dan metode operasi pembedahan trabekulektomi. Operasi laser merupakan metode pilihan pertama yang seringkali di gunakan oleh dokter untuk menangani glaukoma. Dan apabila metode operasi laser tidak membuahkan hasil sesuai dengan target, maka dokter akan melakukan metode operasi pemebedahan.

Smentara itu, operasi laser sendiri umumnya di bagi menjadi 4 jenis tindakan, yakni.

  • Argon laser trabeculoplasty (ALT)
  • Selective laser trabeculoplasty (SLT)
  • Laser peripheral iridotomy (LPI)
  • Laser cyclophotocoagulation

Jika ke empat jenis tindakan di atas tidak memberikan hasil yang siginifikan, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan operasi bedah trabekulektomy atau insisi mata. metode tersebut berupa pembuatan sayatan kecil pada bagian sklera mata atau bagian putih pada bola mata. sayatan tersebut akan berfungsi sebagai jalur keluarnya cairan dari bola mata. bahkan tingkat keberhasilan metode ini mencapai angka 70-90%.

Diagnosis Penyakit Glaucoma

Sebelaum melakukan prosedur operasi, umumnya dokter akan melakukan langkah pemeriksaan untuk mendiagnosis dan mengetahui kondisi mata. Hal ini juga akan memberitahu kondisi serta keparahan mata yang mengalami penyakit glaucoma. Delain itu dengan mendiagnosis kondisi mata dokter akan mengetahui langkah seperti apa yang di butuhkan atau operasi apa yang cocok untuk kondisi mata tersebut. berikut adalah beberapa metode untuk mendiagnosis kondisi mata.

  • Pemeriksaan tekanan bola mata (tonometry)
  • Evaluasi struktur saraf mata
  • Pemeriksaan luas lapang pandang (perimetri)
  • Pemeriksaan sudut balik mata depan (gonioskopi)

Tatalaksana Operasi Penyakit Glaucoma

Pada dasarnya, prosedur operasi penyakit glaucoma sama halnya dengan operasi mata lainya. yakni menggunakan mikroskop untuk membuat struktur bola mata terlihat lebih jelas.  Dalam pelaksanaan prosedur operasi penyakit glaucoma tentu ada langkah-langkah yang harus di lakukan yang sudah menjadi aturan tatalaksana operasi. Berikut adalah langkah-langkah prosedur yang akan di jalani selama proses operasi berlangsung.

  1. Pertama dokter akan memberikan obat anestasi atau obat bius local pada bola mata dan area sekitar bola mata. hal ini bertujuan supaya pasien tidak merasakan sakit saat prosedur operasi penyakit glaucoma berlangsung.
  2. Kedua dokter akan menggunakan mikroskop yang sudah di lengkapi dengan lampu celah untuk melihat struktur bola mata agar lebih jelas selama proses operasi berlangsung.
  3. Operasi biasanya akan berlangsung selama 45-75 menit saja. Hal ini juga tergantung dari jenis operasi yang di lakukan. terkadang pasien masih dapat merasakan bola mata yang di sentuh, namun tidak ada rasa sakit yang muncul sama sekali. Namun jika ada gejala atau kondisi yang tidak nyaman atau tidak normal, maka sebaiknya segera beritahu dokter.

Tatalaksana prosedur operasi penyakit glaucoma umumnya membutuhkan waktu untuk proses pemulihan. Terkadang waktu pemulihan yang di butuhkan bervariasi tergantung dengan usia, aktivita hingga tipe penyakit glaucoma yang di alami oleh pasien. Namun pada umumnya, sebagian besar pasien penderita penyakit glaucoma dapat melakukan operasi tanpa harus rawat inap meskipun kondisi mata tetap perlu untuk di balut perban selama beberapa waktu. Dan setelah operasi di lakukan, umumnya pasien di minya untuk menhindari berbagai hal yang dapat membahayakan mata.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai prosedur operasi penyakit mata glaucoma. Meskipun operasi menjadi satu-satunya metode untuk mengobati penyakit glaucoma, tarutama dalam kondisi yang parah, namun tentunya hal tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karenanya, sebaiknya lebih berhati-hati lagi menjaga kesehatan mata. Pastikan rutin untuk memeriksakan kondisi mata agar dapat mencegah kondisi glaucoma.

Sumber :

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • jec
Cara Mendiagnosis Penyakit Mata Glaukoma

Cara Mendiagnosis Penyakit Mata Glaukoma

Hallo Kawan Mama, Penyakit glaukoma adalah salah satu penyaktit yang menyerang mata dan sangat berbahaya bagi mata. Beberapa kondisi seperti terganggunya fungsi penglihatan hingga kebutaan dapat terjadi pada mata yang mengalami penyakit glaukoma. Sementara itu, belum di ketahui dengan pasti obat herbal atau alami untuk menobati glaukoma. Untuk saat ini, prosedur pelaksanaan operasi penyakit glaukoma menjadi satu-satunya metode untuk mengatasi penyakit glaukoma yang menyerang mata. namun sebeleum itu di lakukan, ada beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit glaukoma.

Pada dasarnya, kebanyakan orang masih asing dan belum mengetahui bahwa glaukoma adalah penyakit berbahaya yang dapat mengancam fungsi penglihatan. Namun, faktanya glaukoma adalah salah satu gangguan penglihatan atau penyakit mata yang berisiko dapat menyababkan penderitanya mengalami kebutaan. Bahkan glaukoma menjadi penyakit yang menyebabkan kebutaan terbanyak yang berada di urutan kedua setelah penyakit katarak.

Pada tahap awal kemunculan glaukoma sendiri, tidak banyak pasien yang menyadarinya. Karena memnag kemunculan dari penyakit glaukoma tidak akan terlelu memberikan dampak yang signifikan pada penderitanya. Tidak jarang pasien dan sokter mendapati penyakit ini sudah dalam kondisi yang parah. Sebab dalam kondisi tersebut, dampak atau efek samping dari glaukoma baru akan menimbulkan gejala-gejala yang signifikan.

Untuk penangananya sendiri, sampai saati ini prosedur operasi menjadi satu-satunya metode yang dapat mengatasi penyakit glaukoma, terutama dalam kondisi yang parah. Sementara itu, untuk melakukan prosedur operasi sendiri, ada beberapa cara yang harus di lalui terlabih dahulu. Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai cara mendiagnosis penyakit glaukoma. Berikut adalah penjelasannya.

Penyakit Glaukoma

Cara Mendiagnosis Penyakit Mata Glaukoma

Berdasarkan data dari WHO, setidaknya ada 2,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan jarak dekat dan jarak jauh. Setengah dari kasus tersebut beluk di tangani dan masih dapat di cegah perkembanganya. Untuk mencegah hal tersebut tentu memriksakan kondisi mata terlbih dahulu. Namun survei menyebutkan bahwa 850 responden di 6 negara asia tenggara, 45% warga Indonesia belum pernah memeriksakan kondisi matanya.

Penyakit glaukoma merupakan sejenis gangguan penglihatan atau penyakit mata di mana mata mengalami kerusakan pada bagian saraf-saraf optik. Kondisi tersebut terjadi akibat adanya peningkatan tekanan pada bola mata, sehingga mengakibatan kontraksi yang membuat saraf optik tidak kuat menahan beban sehingga mengalami kerusakan. Akibatnya, seiring pertumbuhan dan perkembangan glaukoma, perlahan fungsi dan ketajaman mata akan semakin menurun.

Gejala Penyakit Glaukoma

Pada tahap awal di mana glaukoma masih cukup ringan, kebanyakan dari penderita glaukoma tidak akan menyadari adanya glaukoma pada mata. Namun ketika kondisi glaukoma pada mata kian memburuk dan dalam tahap yang serius maka gejala-gejala akan mulai di rasakan. Umumnya mata yang mengalami glaukoma akan muncul beberapa gejala sebagai berikut.

  1. Mata memerah
  2. Nyari pada mata
  3. Sakit kepala
  4. Melihat bayangan lingkaran pada sekeliling cahaya
  5. Rasa mual hingga muntah
  6. Mata berkabut, terutama pada bayi
  7. Penglihatan yang makin menyempit hingga akhirnya tidak dapat melihat obyek sama sekali.

Diagnosis Penyakit Glaukoma

Setelah mengetahui gejala-gejala dari muculnya penyakit glaukoma yang menyeang mata, maka kamu dapat pergi ke dokter untuk mengetahui kondisi mata kamu. Dalam mendiagnosis mata yang terkena penyakit glaukoma, ada beberapa tahap pemeriksaan yang perlu di lakukan agar dapat mengetahui dengan pasti kondisi pada mata dengan lebih detail. Berikut adalah langkah pemeriksaan atau beberaoa cara untuk mendiagnosis penyakit glaukoma.

  1. Pemeriksaan Tekanan Bola Mata (Tonometry)

Pemeriksaan tekanan bola mata atau biasa di kenal dengan tonometry di lakukan sebagai upaya untuk mengukur dan mengetahui tekanan pada bola mata. Umumnya, obat tetes anestasi akan di gunakan untuk membuat mata baal. Pemeriksaan tersebut dapat di lakukan dengan Applanasi Goldman menyentuh sebagian kecil bola mata) atau dengan semburan udara. Kisaran tekanan mata dama kondisi normal adalah 10-12 mmHg. Pemeriksaan tersebut akan menunjukkan angka yang lebih tepat.

  1. Evaluasi Struktur Saraf Mata

Metode evaluasi struktur saraf mata umumnya dapat di lakukan secara manual maupun dengan alat pemeriksaan. Pemeriksaan ini sendiri biasanya akan di lakukan minimal 1 hingga 2 kali dalam setahun. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah sebagai evaluasi saraf mata untuk melihat ada tidaknya tanda-tanda glaukoma, atau sebagai evaluasi progresivitaa penyakit. Terkadang pemeriksaan ini menggunakan obat tetes midrasil untuk melebarkan anak mata (pupil) sehingga detail saraf mata dapat terlihat jelas.

Penggunaan obat tersebut akan membuat penglihatan buram dan silau hanya sementara, dan akan pulih selang beberapa waktu. Selain itu, terdapat beberapa pemeriiksaan tamabahan untuk menunjang keakuratan pemeriksaan struktur saraf mata. Di anatarnya adalah,

    • Heidelberg Retina Tomography (HRT) berupa pemeriksaan yang akan menghasilkan gambaran 3D dan beresolusi tinggi dari saraf mata. pemeriksaan ini akan membantu menilai kerusakan serabut saraf mata.
    • Optikal Coherence Tomography (OCT) merupakan alat untuk mengukur pantulan sinar laser untuk menilai struktur 3D dari serabut mata. OCT dapat membantu mendiagnosis glaukoma lebih dini dari pemeriksaan luas penglihatan.
  1. Pemeriksaan Luas Lapang Pandang (Perimetri)

Pemeriksaan luas lapang pandang atau yang biasa di sebut perimetri merupakan pemeriksaan luas penglihatan berupa pemetaan daerah yang bisa di lihat oleh pasien. Metode pemeriksaan ini akan memabntu menilai tingkat keparahan glaukoma, serta untuk mengetahui evaluasi terapi glaukoma. Pemeriksaan ini sendiri harus di lakukan dengan kondisi yang tenang dan penuh dengan konsentrasi.

Terkadang, dalam pemeriksaan ini di butuhkan pemeriksaan serial untuk mengetahui baseline atau gambaran defek yang di tampilkan menetap. Pemeriksaan ini umumnya di lakukan 1-2 kali dalam setahun. Perimetri ini  juga di lakukan apabila tekanan darah sudah terkontrol untuk menilai progresivitas.

  1. Pemeriksaan Sudut Bilik Mata Depan (Gonioskopi)

Metode pemeriksaan sudut bilik mata depan atau yang biasa di sebut Gonioskopi merupakan prosedur diagnostic secara rutin untuk mambantu mengevaluasi kondisi saluran drainase untuk menentukan tiupe glaukoma. Sudut glaukoma sendiri terbagi menjadi sudut terbuka dan sudut tertutup. Selain itu, pemeriksaan juga akan di lakukan setelah pasien di beri obat tetes anestesi untuk membuat mata baal.

Motde pemeriksaan ini akan di lakukan dengan menggunakan lensa kontak genioskopi yang akan di tempelkan pada bola mata. Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan ini terbilang sangat aman dan tidak akan menimbulakn rasa sakit ataupun efek samping yeng membahayakan kesehatan mata.

  1. Pemeriksaan Ketebalan Kornea Mata (Pekimetri)

Pemeriksaan ketebalan kornea mata atau yang biasa di sebut pekimetri merupakan metode atau alat untuk mengukur ketebalan kornea atau jaringan bening yang berada di bagian terdepan bola mata. Penting untuk melakukan pemeriksaan ini pali tidak sekali untuk mengatahui ketebalan kornea yang dapat mempengaruhi perhitungan tekanan bola mata. apabila korena lebih tebal dari batas normal, maka pengukuran bola mata dapat menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari biasanya.

Pada dasaranya, pemeriksaan skrining glaukoma tidak haru di lakukan bersamaan atau dalam satu waktu. Pada tehap pemeriksaan awal, biasanya hanya meliputi pemeriksaan tekanan bola mata dan penilaian bentuk saraf mata. Setelah itu, dokter akan kemudian akan menentukan pemeriksaan apa yang perlu untuk di lakukan berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan juga beberapa faktor risiko yang di miliki oleh pasien glaukoma. Pemeriksaan yang di lakukan memang terlihat banyak, sebab untuk mengetahui atau mendiagnosis glaukoma tidak selalu mudah.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama menganai cara mendiagnosis penyakit mata glaukoma. pemeriksaan untuk mendiagnosis glaukoma memang terbilang cukup banyak langkah yang harus di lakukan. meskipun demikan, pemeriksaan tersebut di lakukan untuk mengetahui hasil pasti dan kondisi mata yang mengalami glaukoma dengan lebih detail. Dengan begitu, dokter juga akan mengetahui tatalaksana penanganannya.

Semoga tulisan ini dapat memabantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • jec.co.id
Jenis Operasi Untuk Mengatasi Penyakit Glaukoma

Jenis Operasi Untuk Mengatasi Penyakit Glaukoma

Hallo Kawan Mama, Glaukoma merupakan salah satu gangguan penglihatan atau penyakit mata di mana adanya kerusakan yang terjadi pada saraf optik yang ada di mata. Kerusakan pada saraf optik tersebut terjadi akibat adanya peningkatan tekanan pada bola mata. Kondisi bola mata yang mendapat tekanan secara berlebih membuat bola mata tidak mampu menerima beban berlebih sehingga membuat saraf optik pada mata berkontraksi hingga mengalami kerusakan. Pada kondisi ini operasi menjadi salah satu metode yang umu di gunakan untuk mengatasi penyakit glaukoma.

Umumnya penyakit glaukoma kan muncul dan terjadi secara perlahan-lahan dan menyerang bagian terluar pinggiran mata. Hal tersebut membuat sering kali gejala-gejala pada mata yang mengalami glaukoma tidak dapat di sadari. Sebab pada tahap yang ringan, mata yang mengalami penyakit glaukoma biasanya hanya akan menyababkan penurunan penglihatan secara perlahan. Kondisi ini yang seringkali menipu dan banyak orang yang menganggapnya sebagai gangguan mata biasa.

Namun ketika mata yang mengalami penyakit glaukoma sudah memasuki kondisi yang serius, maka efek samping seringkali baru di rasakan. Pada tahap awal, glaukoma mungkin masih dapat di cegah dengan penanganan efektif menggunakan obat tetes mata atau jenis lainya. Namun dalam kondisi yang serius, glaukoma biasanya hanya dapat di atasi dengan penanganan medis berupa operasi. Metode operasi glaukoma sendiri memiliki beberapa jenis yang umumnya di gunakan oleh para dokter.

Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa jenis metode operasi untuk mengatasi penyakit glaukoma. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Penyakit Mata Glaukoma

Jenis Operasi Untuk Mengatasi Penyakit Glaukoma

Glaukoma pada dasarnya merupakan suatu kelompok berupa gangguan pada mata yang merusak saraf optik yang ada di mata. Kondisi tersebut terjadi akibat adanya tekanan yang tinggi dan belebih pada bola mata. Kondisi ini adalah salah satu yang menjadi penyabab utama terjadinya kebutaan, terutama pada prang dengan usia 60 tahun ke atas. Namun kondisi ini juga dapat di alami oleh orang dewasa maupn anak-anak.

Di lansir dari laman hellosehat, setidaknya di dalam mata manusia terdapat saraf-saraf optik yang terdiri dari berbagai sel-sel ganglion retina. Sel-sel tersebut memiliki peran penting dalam proses penglihatan oleh mata. Bahkan terdapat sekitar lebih dari 1 juta sel ganglion retina yang ada di setiap mata manusia. Glaukoma inilah yang merupakan penyakit yang menyerang sel-sel ganglion retina sehingga sel-sel tersebut akan mati dan saraf-saraf optik pada mata akan mengalami kerusakan.

Pengobatan Penyakit Glaukoma

Umumnya, pada tahap awal kerusakan pada saraf optik yang ada di mata tersebut akan hanya akan  mempengaruhi penglihatan peripheral saja . Penglihatan peripheral merupakan objek atau cahaya yang di tangkap pada bagian terluar atau pinggiran mata. Hal tersebut membuat penderita seringkali tidak menyadari munculnya gejala glaukoma. Sebab munculnya gejala glaukoma terjadi pada bagian terluar pada mata terlebih dahulu di mana dampak dari penyakit glaukoma masih belum terasa dan di sadari.

Pada tahap awal, umumnya penanganan efektif seperti menggunakan obat herbal atau obat tetes mata dapat mencegah atau setidaknya mengurangi gejala penyakit glaukoma. Selain itu, dokter juga akan memberikan resep obat tetes mata yang sesuai dengan kondisi mata yang mengalami glaukoma. Namun ketika kondisi mata yang mengalami glaukoma sudah cukup parah, maka dokter akan melakukan rindakan operasi untuk mengatasi kondisi ini.

Operasi Penyakit Glaukoma

Operasi penyakit glaukoma merupakan tindakan medis berupa pembedahan yang bisa di bilang menjadi jalan terakhir untuk mengatasi kondisi mata yang terkena penyakit glaukoma. Selain itu, risiko kerusakan yang lebih berat akibat glaukoma dapat di atasi dengan menjalankan tindakan operasi. Dengan melaukan operasi, di harapkan agar tekanan berlebih pada bola mat adapt menurun dan normal sehingga tidak menimbulkan berbagai gejala yang berbahaya.

Kebanyakan kasus menyebutkan bahwa kehilangan fungsi penglihatan akibat glaukoma tidak dapat di sembuhkan. Karenanya, penting untukselalu rutin memeriksa kondisi mata untuk berjaga-jaga apabila gejala glaukoma muncul, dapat segera di atasi dan di cegah perkembangannya. Sedangkan operasi glaukoma umumnya tidak bisa mengatasi kondisi mata yang sudah hilang fungsi penglihatannya. Namun metode tersebut dapat mencegah perkembangan glaukoma, serta melindungi penglihatan yang tersisa.

Jenis Operasi Glaukoma

Secara garis besar, terdapat 2 jenis operasi yang sudah di tetapkan sebagai standarisasi penanganan glaukoma. Yakni metode operasi laser dan metode operasi trabekulektomi. Umumnya, metode operasi laser merupakan tindakan penanganan pertama yang akan di lakukan oleh dokter. Apabila metode ini tidak berhasil, maka dokter akan menggunakan metode trabekulektomi untuk tindakan selanjutnya.

Untuk operasi laser sendiri, teradapat 4 jenis tindakan yang akan dapat di lakukan oleh dokter. Beberapa jenis tindakan tersebut umumnya akan di sesuaikan dengan kondisi glaukoma dan tingkat keoarahan serta jenis glaukoma yang di alami. Berikut adalah beberapa jenis operasi untuk mengatasi penyakit glaukoma.

  1. Operasi Laser

    • Argon Laser Trabeculoplasty

Argon laser trabeculoplasty atau biasa di kenal dengan istilah ALT merupakan operasi laser yang di tujukan untuk pasien glaukoma sudut terbuka primer. Tindakan operasi laser akan membuka sumbatan pada saluran cairan mata sehingga system drainase atau jalur pembuangan cairan pada mata dapat bekerja lebih baik.

Umumnya, dokter akan mengerjakan setengah bagian dari sumbatan tersebut dan melihat bagiamana keadaa mata dari pasien. Sementara itu, bagian yang setengahnya lagi akan di kerjakan di lain waktu berikutnya. Menurut sebuah artikel dari Indian Journal of Opthalmology, sekitar 75% pasien glaukoma menunjukkan peningkatan kondisi setelah menjalani prosedur operasi ALT.

    • Selective Laser Trabeculopasty

Selective laser trabeculopasty atau biasa di kenal dengan istilah SLT merupakan metode operasi yang menggunakan laser dengan kekuatan yang cukup rendah. Laser SLT hanya akan di targetkan pada sel-sel tertentu pada area mata yang mengalami peningkatan tekanan. Metode SLT pada dasarnya serupa dengan metode ALT di mana metode ini juga di gunakan untuk glaukoma sudut terbuka.

Sebagai catatan, Metode operasi SLT ini umumnya akan di lakukan oleh dokter apabila metode operasi AlT yang telah di gunakan tidak membuahkan hasil yang signifikan.

    • Laser Peripheral Iridotomy

Laser peripheral iridotomy atau yang biasa di kenal dengan istilah LPI merupakan metode operasi laser yang umumnya di lakukan pada pasien yang mengalami glaukoma sudut tertutup. Glaukoma sudut tertutup sendiri berupa kondisi ketika sudut pembuangan cairan yang terletak di antara iris dan kornea mata sepenuhnya tertutup. Dengan menggunakan metode operasi LPI, maka dokter akan membuat lubang kecil di iris mata dengan laser sehingg cairan mata dapat keluar menuju saluran drainase dengan lancar.

    • Laser Cyclophotocoagulation

Laser cyclophotocoagulation merupakan tindakan operasi yang di lakukan apabila kondisi mata pasien sudah tidak menunjukkan perkembangan setelah menjalani jenis-jenis operasi laser yang telah di lakukan di atas. Operasi lser kan di tujukan langsung ke bagian dalam mata untuk mengurangi tekanan pada bola mata. Dengan begitu, kondisi mata di harapkan dapat pulih dan tekanan pada mata kembali normal.

  1. Operasi Pembedahan

    • Trabeculectomy

Trabeculectomy merupakan metode operasi yang bertujuan untuk membuat pintu atau lubang kecil pada bagian sklera mata. Dokter akan membuat semacam kantung pada conjunctiva yang di sebut filtration bleb. Kantong tersebut akan tersembunyi di balik kelopak mata atas dan tidak akan dapat di lihat. Cairan mata akan dapat mengalir melalui pintu atau lubang bleb dan akan di serap oleh jaringan di seputar mata yang akan mengurangi tekana pada mata.

    • Pemasangan Implant

Pemasangan implant merupakan metode yang akan di pilih oleh dokter di mana implant berbentuk pipa akan di pasang di saluran kecil pada mata pasien. Implant ini akan mengalirkan cairan ke sebuah penampungan yang di buat di bawah konjungtiva. Cairan yang terkumpul kemudian akan di serap oleh pembuluh darah terdekat.

Penting untuk di ketahui bahwa sanya operasi umumnya bukanlah pilihan utama untuka mengatasi dan mengobati mata yang mengalami penyakit glaukoma. Umumnya dokter hanya akan menganjurkan untuk melakukan tindakan operasi apabila penanganan yang telah di lakukan dengan obat tetes mata tidak membuahkan hasil yang di inginkan. Atau minimal, paling tidak cara tersebut dapat menurunkan tekanan pada bola mata. Selain itu, pasien yang mengalami efek samping akibat penggunaan obat tetes mata untuk glaukoma, seperti hipertensi atau detak jantung yang tidak beratuean juga di anjurkan melakukan tindakan operasi.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa jenis operasi untuk mangatasi penyakit glaukoma. Meskipun demikian, dalam beberapa kasus di mana tekanan pada bola mata sudah tidak terkendali, maka tindakan operasi harus segera si lakanakan untuk mencegah terjadinya komplikasi hingga risiko kebutaan pada pasien.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber ;

  • Hellosehat
  • Idnmedis