Cara Mengobati Kondisi Mata Silinder

Hallo Kawan Mama, Gangguan penglihatan adalah salah satu kondisi adanya ketidaknormalan pada mata yang umum terjadi. Pada dasarnya, gangguan penglihatan yang umumnya di alami oleh kebanyakan orang adalah rabun dekat atau rabun jauh. Namun ada satu gangguan penglihatan yang umumnya tidak di sadari oleh para penderitannya, yakni mata silinder. Kenapa demikian? Karena umumnya mata silinder muncul di sertai dengan kondisi rabun jauh atau rabun dekat. Adakah cara mengobati mata silinder?

Apa Itu Mata Silinder ?

Cara Mengobati Mata Silinder

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya untuk kita mengetahui terlebih dahulu apa itu mata silinder? Mata silinder atau juga di kenal dengan sebutan astigmatisme pada dasarnya adalah kondisi dari bentuk kornea mata yang tidak berbentuk bulat sehingga tidak menjadikannya melengkung dengan sempurna. Kondisi ini membuat cahaya yang masuk tidak dapat di biaskan tepat menuju retina. Cahaya yang masuk tersebut jatuh di depan atau di belekang retina.

Kondisi ini membuat penderitanya tidak dapat melihat dengan jelas atau penglihatan yang kabur. Di lansir dari laman Havard Medical school, kornea dan lensa mata normalnya memiliki bentuk bulat sempurna. Kondisi ini akan memungkinkan semua cahaya dapat masuk dan dapat di tangkap dan di biaskan dengan baik oleh kornea mata. sedangkan korena pada mata silinder memiliki bentuk oval, sehingga mata tidak bisa sepenuhnya memfokuskan seluruh cahaya yang masuk munuju retina.

Akibat kondisi tersebut, mata tidak dapat melihat dengan baik atau mengalami kaburnya penglihatan pad objek yang jauh ataupun dekat. Tidak banyak yang menyadari bahwa kondisi  matanya tengan mengalami mata silinder. Karena memang, mata silinder ini umumnya muncul di sertai dengan  eabun dekat ataupun rabun jauh. Pada kondisi rabun jauh atau dekat, gejala yang muncul hamper sama dengan mata silnder, sehingga banyak orang yang tidak mengetahui kondisi tersebut.

Bagaimana Cara Mengobati Mata Silinder ?

Penderita mata silinder tidak dapat melihat objek dengan jelas pada objek jarak yang jauh ataupun dekat. Sehingg pada kondisi tersebut, penderita mata silinder membutuhkan alat bantu penglihatan agar dpat melihat dengan jelas. Meskipun demikian, kondisi mata silinder tetap dapat di cegah dan di obati. Pada dasaranya, pengobatan mata silinder ini memiliki beberapa cara yang umumnya di gunakan dalam dunia medis.

Menggunakan kaca mata, lensa kontak dan operasi mata silinder adalah pegobatan yang umumnya di lakukan untuk mengobati kondisi ini. Namun ada beberapa cara lain yang di anggap dapat menyembuhkan kondisi mata silinder. Berikut adalah beberapa cara mengobati kondisi mata silinder.

  1. Menggunakan Kaca Mata Silinder

Sebagiamana yang telah di jelaskan di atas, bahwa kondisi mata silinder membuat penderitanya membutuhkan alat bantu penglihatan agar dapat melihat dengan jelas. Kaca mata adalah salah satu alat bantu penlihatan yang dapat di gunakan untuk membantu penderita matas silinder agar dapat melihat dengan lebih jelas, baik dekat maupun jauh.

Pada kaca mata silinder di desain khusus melengkung untuk memfokuskan cahaya yang masuk sehingga dapat fikus menuju retina. Dengan begitu, penggunaan kaca mata khusus mata silinder dapat menangkal penglihatan yang kabur. Namun di ketahui bahwa penggunaan kaca mata hanya sebatas membantu melihat dan bukan untuk mengobati.

  1. Lensa Kontak

Pada dasarnya, lensa kontak merupakan salah satu alat bantu penglihatan seperti halnya dengan kaca mata. Namun lensa kontak memiliki bentuk yang berbeda dan cednrung lebih minimalis dan simple untuk di gunakan di bandingkan dengan kaca mata. karenanya, untuk kemu yang terganggu dengan kaca mata kamu dapat menggunakan lensa kontak sebagai penggantinya.

Sama halnya seperti kaca mata, Lensa kontak juga di desain khusus untuk mata silinder dan biasa di sebut dengan istilah toric. Lensa kontak jenis ini akan membantu mata silinder melihat dengan cara menangkap dan membelokkan cahaya yang masuk hingga tepat menuju pada retina. Semakin parah kondisi mats ilinder, maka sebaiknya gunakan lensa yang lebih kaku.

  1. Melakukan Operasi Refraktif

Mengingat mata silinder adalah salah satu kelainan refraktif pada mata, maka penderita mata silinder dapat mengatasinya dengan melakukan operasi refraktif. Metode operasi refraktif merupakan sebuah langkah medis yang biasa di lakukan untuk mangobati kondisi kelainan refraktif pada mata. beberapa metode operasi refraktif dapat di lakukan, seperti, LASIK, LASEK, PRK dan AK atau LRI.

    • Operasi LASIK

Operasi LASIK atau Laser-Assisted In Situ Keratomileusis adalah salah satu metode yang di gunakan untuk mengobati kondisi rabun jauh, dekat hingga silinder. Dalam prakteknya, pdosedur operasi LASIK menggunakan sebuah laser yang di gunakan untuk membentuk kornea. Hal tersebut di gunakan untuk memperbaiki cara mata memfokuskan cahaya pada menuju retina.

Dengan metode LASIK akan di buat flap (pembukaan lapisan) tipia pada kornea. Kemudian flap akan di lipat kembali dan sejumlah khusus jaringan korena di bawah flap akan di angkat dengan menggunakan laser excimer dan kemudian flap akan di kembalika pada tempat asalnya. Dengan begitu kondisi korena akan kembali melengkung dengan sempurna dan dapat memfokuskan cahaya pada retrina.

    • Operasi LASEK

Operasi LASEK atau Laser Asissted subepithelial keratomileusis merupakan salah satu metode operasi untuk mengatasi mata silinder. Pada dasranya, operasi LASEK hamipr sama dengan operasi LASIK. Namun pada  operasi LASEK menggunakan prosedur di mana lapisan kornea yang cenderung lebih tipis hingga setipis lapisan epitel.

Lapisan tersebut akan di lipat di belakang untuk membatasi cedera pada mata yang di sebabkan oleh aktivitas sehari-hari. Metode operasi yang satu ini di anggap sebagai metode yang paling cocok mengatasi mata silinder. Kondisi korena yang cenderung tipis atau tingginya risiko cedera mata akan cocok menggunakan metode LASEK

    • PRK

Operasi PRK atau Photorefractive Keratectomy merupakan metode operasi yang di gunakan untuk mengatasi kondisi rabun jauh atau dekat dan mata silinder dalam tahap ringan. Metode operasi ini juga menggunakan laser untuk mebentuk kembali kornea mata. Laser akan memancarkan cahaya yang sejuk dari sinar Ultraviolet pada permukaan korena mata dan tidak di bawah flap kornea seperti metode LASIK.

    • AK Atau LRI

AK atau Lri bukan metode operasi yang menggunakan laser, melainkan operasi bedah yang di gunakan untuk memperbaiki astigmatisme atau mata silinder. Sebab, kornea pada penderita mata silinder biasanya berbentuk seperti bola kaki. AK atau LRI akan mengoreksi mata silinder dengan mambuat satu atau dua sayatan di bagian kornea yang paling curam. Sayatan ini akan membuat kornea menjadi lebih santai dan lebih bulat.

  1. Mengkonsumsi Suplemen

Sama seperti halnya dengan organ tubuh lainya, mata juga membutuhkan suplai gizi dan nutrisi agar dapat berfungsi dengan baik. Kondisi mata yang kekurangan akan gizi atau nutrisi akan berdampak buruk pada pada mata dan berisiko menyababkan kondisi mata silinder. Bahan makanan yang mengandung banyak gizi dan nutrisi sangat si perlukan untuk memenuhi kebutuhan mata.

selain suplemen yang di anjurkan dokter atau yang berada di toko atau apotik, kamu dapat menemukan gizi dan nutrisi pada bahan makanan alami. Seperti, sayuran hijau, wortel, buah-buahan dengan kandungan vitamin A, C dan D serta kacang dan biji-bijian.

  1. Kompres Dengan Air Hangat

Salah satu cara untuk mengurangi atau mengobati kondisi mata silinder adalah dengan mengompres mata menggunakan air hangat. Alat bantu penglihatan seperti kaca mata atau lensa kontak memang mambantu penglihatan. Namun akan lebih baik bila tidak tergantung pada keduanya. Cobalah mengompres mata dengan rutin agar otot mata menjadi lebih rileks dan mata silinder akan lebih berkurang.

  1. Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat merupakan sebuah cara hidup dengan aktiviitas dan pola makan yang baik dan mengedepankan kesehatan. Bahkan sekarang ini banyak sekali yang sudah mulai menerapkan pola hidup sehat. Dengan menerapkan pola hidup sehat maka kondisi dari oragn tubuh juga akan terjaga, termasuk kesehatan mata.

Dalam hal ini, kamu dapat melakukan olahraga mata untuk menjaga kesehatan dan menghindari mata dari genagguan penglihatan. Pola makan yang sehat serta rajin menjaga kebersihan mata tentu sangat baik untuk kesehatan mata dan menjauhkan mata dari radikal-radikal bebas.

Kondisi mata silinder merupakan salah satu kelainan refraski mata yang membuat penderitanya tidak dapat melihat objek dengan jelas. Seperti halnya dengan kondisi rabun jauh atau dekat, mata silinder juga membuat penderitanya tidak dapat melihat objek jauh atau dekat dengan jelas. Meskipun umumnya kondisi mata silinder terjadi akibat faktor gentik atau keturunan, namun kondisi ini dapat di cegah dengan mejaga kondisi kesehatan mata. beberapa hal di atas adalah cara – cara yang banyak di lakukan untuk mencegah dan mengobati mata silinder. Pola hidup sehat adalah salah satu kunci terjaganya kondisi kesehatan dari organ-organ tubuh

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai cara mengobati mata silinder. Untuk mencegah terjadinya risiko-risiko yang lebih parah akibat mata silinder, maka perlu adanya langkah sseegera mungkin untuk mengobati kondisi mata silinder.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Optikeksis
  • Alodokter
  • Popmama
Faktor Penyebab Kondisi Mata Silinder

Faktor Penyebab Kondisi Mata Silinder

Hallo Kawan Mama, Apakah penglihatanmun Nampak kabur hingga harus memicingkan mata agar dapat melihat objek dengan jelas? Sebaiknya segera periksakan mata kamu jika mengalami kondisi tersebut. Sebab kondisi tersebut  bisa saja menjadi indikasi atau gejala mata kamu tengah mengalami kondisi mata silinder. Karena seperti halnya dengan rabun dekat (hipermetropia) dan mata minus atau rabun jauh (miopia), mata silinder juga tidak sedikit orang yang mengalaminya. Tentunya kondisi ini tidak lepas dari beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya mata silinder.

Pada dasaranya, mata silinder atau juga di kenal dengan istilah astigmatisme adalah salah satu dari gangguan penglihatan yang membuat penglihatan penderitanya manjadi kabur. Hal ini terjadi akibat struktur kornea yang tidak cembung dengan sempurna. Karena seharusnya bentuk dari kornea mata bulat sehingga dapat membiaskan cahaya yang masuk dengan baik. Akibatnya, mata tidak bisa untuk membiaskan cahaya sehingga tiitik focus dari cahaya tidak jatuh tepat pada retina. Dalam kondisi mata yang normal, mata dapat menerima dan mebiaskan cahaya tepat pada retina. Ketika cahaya yang jatuh tidak tepat di retina maka penglihatan akan menjadi kabur. Kondisi mata silinder ini dapat di alami oleh siapa saja tanpa mengenal batasan usia.

Kondisi ini umumnya di sebabkan oleh faktor bawaan dari lahir atau di sertai dengan kondisi mata minus atau rabun jauh dan juga rabun dekat. Meskipun demikian, ternayata ada beberapa faktor lain yang menyebabkan kondisi mata silinder dapat terjadi. Berikut ini adalah pembahasan dari Kawan Mama mengenai beberapa penyebab terjadinya kondisi mata silinder. Dengan mengethui penyebab terjadinya mata silinder kita dapat melakukan pencegahan yang sesuai dan tepat.

Penyebab Terjadinya Kondisi Mata Silinder

Penyebab Kondisi Mata Silinder

Di lansir dari laman American Academy of Ophthalmology menyebutkan bahwa mata silinder yang di kenal dengan istilah astigmatisme ini terjadi akibat kelngkungan korena yang tidak normal. Kelengkungan atau kurvatur mata yang tidak sempurna tersebut menyebabkan penglihatan menjadi kebur dan berbayang atau focus yang lebih dari satu. Pada konsdisi normal bola mata akan melengkung bulat sempurna. Namun pada kondisi mats silinder, bentuk bola mata cenderung oval seperti telur.

Gangguan penglihatan berupa refraksi mata memang menjadi masalah pengliahatan yang kerap di alami banyak orang. Bahkan menurut data infografis dari kementrian kesehatan RI manyebutkan bahwa gangguan refraski mata menempati urutan pertama sebagai gangguan mata yang paling banyak di alami oleh masyarakat dunia hingga mencapai angka 48,99%. Bahkan di katakana bahwa kondisi mata silinder berisiko menyebabkan hilangnya penglihatan atau kebutaan pada penderitanya.

Umumnya penyebab terjadinya kondisi mata silinder ini adalah faktor bawaan dari lahir yang berkembang seiring bertambahnya usia. Selain itu kondisi ini bisa setelah mengalami cedera pada mata atau melakukan operasi mata. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi oleh mereka yang mengalami kondisi berikut ini.

  1. Faktor Genetik Atau Keturunan

Faktor genetik atau keturunan menjadi salah satu faktor yang paling umum menyebabkan kondisi mata silinder. Orang tua atau anggota keluarga yang memiliki riwayat mata silinder atau astigmatisme berisiko dapat menyebabkan keturunanya memiliki kondisi yang sama. Jadi jangan kaget apabila keluargamu mengalami mata silinder dan kamu juga ikut mengalami hal yang sama.

  1. Kelainan Mata

Beberapa kelainan mata juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kondisi mata silinder. Seperti halnya kelainan mata berupa keratoconus. Kelainan mata yang satu ini berupa kondisi kornea mata yang menipis dan menonjol seperti kerucut. Seseorang yang memiliki riwayat kelainan mata keratoconus memiliki risiko besar akan mengalami kondisi mata silinder.

  1. Terdapat Jaringan Parut Pada Kornea

Adanya jaringan parut pada kornea mata juga dapat menjadi salah satu penyebab mat silonder. Seba jaringan parut tersebut akan menganggu kornea untuk menerima cahaya dan membiaskannya pada retina. Akibatnya cahaya tersebut tidak dapat di biaskan tepat pada retina sehingga terjadilah kondisi mata silinder

  1. Kondisi Rabun Jauh Atau Dekat Yang Parah

Sebagaimana telah di jelaskan di atas, bahwa umumnya mata silinder ini di sertai dengan kondisi mata yang mengalami kelainan mata rabun jauh atau dekat. Kondisi rabun jauh atau dekat membuat mata tidak dapat melihat objek dengan jelas pada jarak tertentu. Bahkan, tidak jarang akibat kondisi ini membuat terjadinya kondisi penglihatan ganda pada penderitanya.

  1. Pernah Menjalani Operasi Mata Akibat Katarak Dan Penyakit Lainya

Faktor berikutnya yang dapat menyebabkan menyebabkan terjadinya kondisi mata silinder adalah riwayat menjalani operasi mata. beberapa kelainan atau penyakit pada mata memang mengharuskan penderitanya untuk melakukan operasi agar dapat sembuh. Namun tidak jarang juga operasi yang telah di lakukan menyebabkan terjadinya kondisi mata silinder.

Pada dasaranya, terjadinya kondisi mata silinder tidak di sebabkan oleh aktivitas buruk atau kebiasaan yag keliru. Namun bukan berarti kebiasan-kebiasaan tersebut dapat di lanjutkan dan tidak di perbaiki. Sebab bukan tidak mungkin kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut dapat menjadi peyebab munculnya kelainan atau peyakit mata yang lainya. Beberapa cara dapat di lakukan untuk mencegah atau mengurangi kondisi mata silinder agar tidak semakin memburuk. Seperti dengan menggunakan kaca mata lensa kontak khusus matra silinder. Selain itu, penderita mata silinder juga dapat melakukan langkah operasi agar kondisi mata dapat pulih dan melihat dengan normal tanpa bantuan kaca mata atau lensa kontak.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai faktor yang menjadi penyebab terjadinya kondisi mata silinder. Meskipun tidak di sebabkan oleh faktor seperti kebiasaan buruk dan sebagaianya, tentunya menjaga dan merawat kesehatan mata sangat penting untuk di lakukan. karena kondisi mata yang sehat akan membuat fungsi pengliahatan dapat bekerja dengan lebih baik.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Klinikmatanusantara
  • Orami
Jenis Vitamin Pencegah Mata Minus

Jenis Vitamin Pencegah Mata Minus

Hallo Kawan Mama, Menjaga kesehatan dari organ tubuh kita tentu merupakan hal yang perlu untuk kita lakukan agar dapat tetap dalam kondisi sehat dan dapat melakukan aktivitas. Beberapa organ tubuh memiliki karakter yang sensitive, salah satunya adalah mata. Beberapa jenis gangguan penglihatan seringkali di alami oleh kebanyakan orang, seperti halnya mata minus. Salah satu penyebabnya adalah mata yang kekurangan akan jenis vitamin yang di butuhkan sebagai pencegah mata minus.

Vitamin memang menjadi sumber zat adan energy yang di butuhkan oleh setiap oragn tubuh agar dapat berkembang dan menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. Fungsi dari oragn penglihatan juga tidak lepas dari adanya asupan yang masuk untuk memenuhi kebutuhan yang di perlukan. Salah satu gangguan penglihatan yang umum di alami kebanyakan orang adalah mata minus atau rabun jauh. Rabun jauh atau dalam istilah medis di sebut miopia merupaka sebuah gangguan penglihatan di mana penderitanya tidak dapat melihat objek yang letaknya jauh. Pada kondisi ini, penderita mata minus membutuhkan alat bantu penglihatan seperti kaca mata atau lensa kontak agar dapat melihat dengan jelas. Tanpa adanya bentuan alat tersebut, fungsi mata akan kesulitan dan tidak dapat melihat objek yang letakny jauh.

Meskipun beberapa faktor seperti genetik, keturunan dan lainya menjadi faktor yang umum menyebabkan kondisi mata minus. Namun kondisi mata yang kekurangan akan vitamin yang di butuhkan juga dapat menyebabkan kondisi mata minus. Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai berapa jenis vitamin pencegah mata minus. Karena bagaimanapun vitamin memiliki andil yang cukup besar dalam kesehatan dan fungsi dari kinerja mata.

Jenis Vitamin Pencegah Kondisi Mata Minus

Jenis vitamin pencegah mata minus

Pada dasarnya, kondisi mata minus tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh. Namun dalam kondisi tertentu seperti adanya kelainan kesehatan atau riwayat penyakit tertentu dapat memperparah kondisi mata minus. Kondisi mata minus atau rabun jauh terjadi karena penederita mata minus memiliki bentuk bola mata yang cenderung memanjang. Akibatnya kondisi ini membuat cahaya yang masuk kedalam mata tidak dapat di biaskan tepat pada retina, melainkan jatuh di depan retina.

Cahaya yang jatuh tidak tepat pada retina membuat fungsi mata tidak dapat melihat objek yang letaknya dekat. Pada kondisi mata minus atau rabun jauh yang ringan atau sedang, penderitanya mungkin masih bisa mengurangi kondisi ini dengan memakai kaca mata atau lensa kontak. Namun dalam kondisi yang cukup parah, penderita mata minus perlu untuk melakukan metode operasi agar fungsi mata dapat pulih.

Hal ini dapat di pengaruhi oleh kondisi mata yang tidak mendapat suplai vitamin yang di butuhkan. Karenanya, dengan memenuhi kebutuhan vitamin yang di perlukan oleh mata dapat membuat fungsi penglihatan tetap terjaga dengan baik. Berikut adalah beberapa jenis vitamin sebagai pencegah mata minus atau rabun jauh.

  1. Vitamin A

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa vitamin A menjadi salah satu jenis vitamin yang memiliki manfaat baik bagi kesehatan mata. Vitamin A memiliki manfaat untuk melindungi permukaan mata atau kornea mata. Sehingga fungsi pengliahatan menjadi lebih baik dan juga dapat mempertahankan kornea agar tetap jernih dan cerah.

Vitamin A juga akan membantu permukaan mata dan selaput lendir menjadi penghalang yang efektif terhadap masuknya bakteri dan virus. Mengkonssumsi vitamin A dapat di kombinasikan dengan antioksidan yang akan menurunkan risiko hilangnya dingsi penglihatan akibat degenerasi macula (AMD). Vitamin A dapat kamu temukan pada sayuran hijau atau wortel hingga buah-buahan.

  1. Vitamin C

Vitmian C merupakan salah satu jenis antioksidan yang dapat melindungi mata dari serangan bakteri atau radikal bebas yang akan menganggu fungsi penglihatan. Di lansir dari American Optometric Association, menyebutkan bahwa viamin C jika di konsumsi dengan butrisi lainya dapat memperambat laju hilangnya ketajaman visual yang dapat menyebabkan mata minus semakin bertambah parah.

Vitamin C akan meningkatkan kesehatan kapiler halus yang ada pada retina. Selain itu, vitamin C memiliki manfaat untuk menurunkan risiko katarak hingga degenerasi macula. Kondisi tersebut umumnya di sebabkan oleh faktor usia yang semakin menua. Manfaat Vitamin C dapat di temukan pada buah-buahan seperti, jeruk, lemon, alpukat, dan juga buah anggur.

  1. Vitamin B2

Vitamin B2 atau juga di kenal dengan sebutan riboflavin merupakan salah satu dari 8 jenis vitamin B yang memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan mata. Jenis vitamin ini juga merupakan salah satu jenis antioksidan yang dapat melindungi glutathione dan akan mengurangi stress mata yang seringkali di sebabkan oleh radikal bebas.

Gangguan penglihatan seperti katarak yang umumnya di sebabkan oleh kondisi mata minus juga dapat di cegah dengan mengkonsumsi vitamin B2. Selain itu, vitamin ini juga dapat di temukan dengan mudah di sekitar kita. Susu, dan gandum serta yogurt merupakan bahan makanan yang banyak mengandung vitamin B2.

  1. Vitamin B3

Vitamin B3 atau juga di kenal dengan istilah Niacin yang berfungsi untuk menurunkan tekanan pada mata. Jenis vitamin ini juga merupakan bagian dari antioksidan yang akan mencegah gejala kerusakan saraf yang umumnya menyebabkan kondisi glaucoma. Sebuah studi menemukan bahwa vitamin B3 memberi hasil yang bagus dalam mencegah dan menghentikan perkembangan glaucoma.

Karenanya vitamin B3 adalah salah satu jenis vitamin yang sangat baik untuk menjaga kesehatan mata. Vitamin ini dapat di temukan pada ikan, daging ayam, sapi, buah alpukat, jamur hingga kacang-kacangan. Sebagai catatan, di sarankan untuk tidak mengkonsumsi niacain atau vitamin B3 secara berlebihan. Sebab porsi yang berlebihan akan membuat pandangan manjadi kabur.

  1. Vitamin E

Vitamin E merupakan jenis vitamin yang kaya akan antioksidan yang dapat melindungi sel mata dari kerusakan akibat radikal bebas hingga penyakit katarak. Di lansir dari laman Allaboutvision menyebutkan bahwa, dapat mengurangi kondisi degenerasi macula yang memburuk akibat penuaan. Seseorang yang mengalami gangguan penglihatan atau penyakit mata di anjurkan untuk mengkonsumsi vitamin E.

Kondisi mata minus juga akan berkurang akibat sel mata yang terlindungi oleh vitamin E dari adanya radikal bebas yang dapat memcah jaringan sehat pada mata. Dengan menkonsumsi 400 IU/hari dengan 500 mg vitamin C, serta vitamin A dan zat seng akan memperlambat degenerasi macula lanjut hingga 25%, dan mencegah hilangnya ketajaman visual hingga 19 %. Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti almond, biji bunga matahri, kenari, mete, serta ubi jalar, alpukat hingga ikan salmon dan sereal fortifikasi merupkan bahan makanan sumber vitamin E.

Pada dasaranya, vitamin merupakan aspek penting yang sangat di butukan oleh tubuh agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin ini akan menjaga keseimbangan dan merawat sel dan jaringan pada tubuh sehingga fungsi daro organ tubuh dapat bekerja dengan baik. Meskipun para ahli menyebutkan bahwa mata minus atau rabun jauh tidak dapat di kurangi dengan suplemen atau vitamin, namun dengan mengkonsumsi vitamin tentu akan bermanfaat baik dan dapat mencegah kondisi gangguan penglihatan yang lebih buruk lagi. Selain itu, mengkonsumsi vitamin juga akan berdampak baik pada fungsi organ tubuh lainya.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai jenis vitamin pencegah mata minus. Beberapa vitamin di atas adalah bagian dari antioksidan yang akan menjaga mata dari radikal bebas yang merusak. Selain itu, organ tubuh lainya tentu membubtuhkan asupan vitamin agar dapat berfungsi dengan optimal.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Sehatq
  • Popmama
Cara Mencegah Kondisi Rabun Dekat

Cara Mencegah Kondisi Rabun Dekat

Hallo Kawan Mama, Gangguan pada mata atau fungsi penglihatan memang menjadi masaah yang banyak orang mangalaminya. Karena kondisi mata yang mengalami gangguan atau kelainan tentu akan membuat fungsinya menjadi tidak dapat bekerja dengan baik dan optimal. Beberapa jenis dari gangguan pelihatan yang kerap di alami terutama pada usia lansia adalah kondisi rabun dekat. Namun ternyata, selian usia lansia, orang dewasa bahkan anak-anak sangat rawan mengalami kondisi rabun dekat. Adakah cara untuk mencegah terjadinya kondisi rabun dekat?

Pada dasarnya, kondisi rabun dekat atau hipermetropia merupakan sebuah gangguan penglihatan yang membuat penderitanya tidak dapat melihat objek dekat, Namun pada objek yang letaknya jauh, penderita hipermetropia masih dapat melihat objek dengan baik. Kondisi rabun jauh terjadi akibat bentuk kornea yang tidak norlam dan cenderung lebih pendek sehingga cahaya yang masuk tidak dapat di biaskan atau refraksikan tepat pada retina. Kondisi ini membuat cahaya yang masuk jatuh ke belakang retina sehingga membuat objek yang dekat tidak terlihat dengan jelas. Umumnya, kondisi rabun dekat terjadi pada usia lansia di mana fungsi organ tubuhnya yang tidak seproduktif seperti ketika muda. Namun rabun dekat juga dapat di alami oleh orang dewasa dan usia anak-anak di mana faktor genetikal satau ketrurunan menjadi penyebab yang paling sering di temukan.

Di ketahui bahwa kaca mata atau lensa kontak dapat membantu hingga mengurangi kondisi mata rabun. Dalam tahap yang ringan, penderita rabun dekat belum memerlukan kaca mata hingga lensa kontak. Umumnya penderitanya masih bisa menyipitkan mata atau menjauhkan objek agar terlihat dengan jelas. Namun dalam tahap yang cukup serius, mata membutuhkan bantuan kaca mata hingga lensa kontak agar dapat melihat objek yang letaknya dekat. Nah, berikut ini Kawan Mama akan membahas mengenai cara mencegah terjadinya kondisi rabun dekat.

Cara Mencegah Terjadinya Kondisi Rabun Dekat

Cara Mencegah Terjadinya Kondisi Rabun Dekat

di lansir dari laman Tribunnews.com, dr. Aldiana Halim seorang perwakilan dari doker spesialis mata mengatakan ahwa pada tahun 2017 lalu terdapat 8 juta orang mengalami gangguan penglihatan. sebanyak 1,6 mengalam kondisi kebutaan sedangkan 6,4 lainya mengalami gangguan penglihatan tahap ringan dan tahap yang cukup berat.

Sama seperti masalah kesehatan atau gangguan penglihatan lainya, kondisi rabun dekat juga dapat di cegah agar tidak menjadi lebih parah. Pada dasarnya rabun dekat bukan tergolong ke dalam jenis penyakit mata. Rabun dekat merupakan sebuah gangguan penglihatan yang membuat mata tidak dapat fikus dan melihat dengan baik. Beberapa cara dapat kamu lakukan untuk mencegah kondisi rabun jauh bertambah parah.

Umumnya mata yang mengalami kondisi rabun jauh akan memunculkan beberapa gejala yang dapat di kenali. Seperti kesulitan dalam membaca hingga melihat dan mengenal huruf, mata yang mulai berair, sakit kepala, mata lelah setelah focus melihat objek dekat hingga mual. Kesulitan melihat objek yang letaknya dekat. Pada kondisi ini, sebaiknya lakukan langkah pencegahan agar kondisi rabun dekat tidak bertambah parah. Berikut adalah beberapa cara mencegah terjadinya kondisi rabun dekat.

  1. Mengenali Gejala-Gejala Rabun Dekat

Hal yang seringkali tidak di perhatikan dan tidak di ketahui terhadap kondisi mata adalah gejala-gejala gangguan penglihatan yang muncul. Padahal dengan megethui gejala-gejala yang muncul, kita bisa lebih sigap untuk melakukan langkah pencegahan agar kondisi mata dapat segera pulih dan tidak bertambah parah.

  1. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat memang akan sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik dan kesehatan tubuh. Dengan menerapkan pola hidup sehat, maka kesehatan dari organ tubuh akan terjaga dengan baik dan terhindari dari berbagai masalah kesehatan hingga gangguan penglihatan.

  1. Makan Makanan Bergizi Dengan Kandungan Nutrisi Yang Di Butuhkan Mata

Sebagaimana kita keahui, setiap bahan makanan apa yang kita monsumsi akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita termasuk juga mata. Pada dasaranya, mata membutuhkan asupan gizi berupa bahan makanan yang mengandung vitamin hingga anti-oksidan. Karena vitamin A dan D sangat membantu mata menjadi lebih jernih dan cerah.

Selain itu, anti-oksidan akan menjaga kondisi mata tetap sehat dan tehindar dari bakteri penyebab iritasi dan infeksi. Umumnya makanan yang memiliki kandungan baik untuk mata berupa, sayuran hijau, wortel, buah jeruk dan alpukat, telur, dan ikan.

  1. Melakukan Control Atau Cek Mata Dengan Dokter Mata

Melakukan control atau cek mata perlu di lakukan untuk mengetahui kondisi mata. Dengan mengetahui kondisi mata, kita dapat lebih sigap dan sesegera mungkin melakukan langkah pencegahan apabila ada sesuatu yang tidak beres yang terjadi pada mata, terutama bagi usia anak-anak. Karena pada usia tersebut tentunya anak belum mengetahui dan mengerti dengan apa yang terjadi terkait kondisi matanya. Segera pergi ke dokter apabila anak megeluhkan gejala rabun dekat.

  1. Menggunakan Pencahayaan Yang Baik Ketika Melakukan Aktivitas

Kondisi rabun dekat juga dapat di perparah dengan adanya aktivitas pada tempat yang gelap atau redup dan kurang akan cahaya yang memadai. Tidak hanya rabun dekat saja, aktivitas yang kekurangan akan cahaya dapat menyebabkan segala jenis gangguan penglihatan menjadi bertambah parah. Karenanya, aktivtas dengan cahaya yang baik dan memadai akan mencegah kondisi rabun dekat bertambah parah.

  1. Mengistirahatkan Mata

Mata merupakan salah satu bagian dari organ tubuh yang hamper selalu bekerja keras setiap harinya. Terutama begi seseorang yang berktivitas membaca, atau melihat layar gadget dan computer pada waktu yang cukup lama. Aktivitas tersebut memaksa membuat mata bekerja lebih keras. Karenanya, perlu adanya tambahan waktu untuk mengistirahatkan mata. terutama bila muncul adanya gejala gangguan penglihatan. Dalam kondisi ini, mata  membutuhkan waktu lebih banyak untuk istirahat agar terhindari dari berbegai gangguan penglihatan.

  1. Hindari Cahaya Matahari Atau Sinar UV Langsung Ke Mata

Pad dasarnya, mata adalah salah satu bagian daro organ tubuh yang memiliki karakter yang sangat sensitive terutama pada cahaya. Sinar matahari secara langsung memiliki kandunan ultraviolet atau UV yang tidak baik untuk mata. Umumnya,sinar matahari memiliki kandungan vitamin D yang hanya berlangsung pada pagi hari sebelum jam 8/9 pagi. Selabihnya, sinar matahari tidak baik bagi keshetan mata.

  1. Hindari Asap Rokok Dan Alkohol

Asap rokok do ketahui dapat menyebabkan kondisi rabun jauh menjadi lebih parah. Karena mata yang terkena asap roko dapat mengalami iritasi. Akibatnya mata dengan kondisi rabun dekat akan semakin bertamabah parah. Karenanya, jauhkan mata dari asap rokok. Se;ain itu, alkohol juga merupakan salah satu minuman yang memilki efek buruk dan berpotensi memperah kondisi mat minus. Karenanya, sebabiknya hindari dan jauhkan mata dari kedua hal tersebut.

  1. Menggunakan Kaca Mata Yang Sesuai Dengan Keluhan Mengatasi Gangguan Kesehatan Yang Berisiko Memperparah Kondisi Rabun Dekat

Tidal jarang banyak dari kita yang menggunakan kaca mata yang tidak seuai dengan kondisi yang sedang di alami. Pada dasarnya, penggunaan kaca mata harus sesuai dengan kondisi mata. kaca mata yang beda ukuran atau tidak sesuai tentu akan berakibat buruk pada kondisi mata. banyak kasus menemukan bahwa ukuran kaca mata yang sesuai akan memperparah kondisi gangguan penglihatan. Karenanya, pastikan kaca mata yang di gunakan sesuai dengan krbutuhan akan kondisi mata.

Mengingat kondisi mata yang memiliki karakter sensitive. Maka mngenali tanda-tanda dan gejala munculnya kondisi gangguan penglihatan berupa rabun jauh perlu untuk di ketahui. Dengan begitu, apabila gejala-gejala tersebut muncul, kita akan segera mengetahui dan dapat mengambil langkag pencegehan sesegara mungkin. Mata yang sehat tentu akan membuat pemiliknya merasa nyaman dan mudah untuk menjalankan aktivitas. Beberapa pengobatan dapat di lakukan untuk mengobati mata dengan kondisi rabun dekat. Seperti menggunakan kaca mata atau lensa kontak tipe plus untuk meringkankan dan mencegah memburuknya kondisi mata. Selain itu, ada juga metode operasi untuk mengobati kondisi mata yang mengalami rabun jauh yang cukup serius.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai cara mengobati kondisi rabun jauh atau hipermetropia. Penganganan yang cepat dan tepat akan menjadi langkah yang bik untuk mencegah kondisi rabun jauh. Bila kondisi mata mengalami gangguan penglihatan, sebaiknya langsung periksakan diri ke dokter.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Klikdokter
  • Halodoc
Cara Mengobati Kondisi Rabun Dekat

Cara Mengobati Kondisi Rabun Dekat

Hallo Kawan Mama, Ketika menginjak usia 40 tahun atau lansia, umumnya seseorang akan mengalami berbagai kondisi gangguan kesehatan. Karena usia yang semakin menua tentu akan berpegaruh terhadap metabolisme dan produktivitas organ tubuh. Salah satu dari banyaknya gangguan kesehatan yang terjadi adalah gangguan penglihatan berupa kondisi rabun dekat. Beberapa cara dapat di lakukan untuk mengurangi hingga mengobati kondisi rabun dekat.

Pada dasaranya, kondisi rabun dekat atau hipermetropia merupakan gangguan penglihatan di mana mata tidak dapat melihat jelas pada objek yang dekat. Umumnya, pada usia lansia kondisi rabun dekat ini kerap terjadi karena fungsi dan produktivitas organ tubuh yang tidak lagi baik. Namun bukan berarti orang dewasa atau anak-anakn tidak dapat mengalami kondisi rabun dekat. Usia anak-anak juga merupakan usia yang sangat rawan mengalami gangguan penglihatan. Karena usia tersebut terbilang belum terjadi keseimbangan pada pertubuhan organ tubuh sehingga tubuh mudah mengalami gangguan kesehatan. Seseorang yang memiliki kondisi rabun dekat membutuhkan alat bantu penglihatan agar dapat melihat dengan jelas. Kaca mata atau lensa adalah beberapa jenis alat yang biasa di gunakan untuk mengatsi kondisi rabun dekat.

Kondisi rabun dekat yang terjadi pada usia anak-anak, umumnya akan membaik seiring bertambahnya waktu dan usia. Namun tidak jarang juga kondisi rabun dekat semakin memburuk, apalagi jika yang mengalami kondisi ini adalah orang tua. namun tentunya ada beberaoa cara yang dapat di lakukan untuk mengobati kondisi rabun dekat. Berikut ini Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa cara mengobati kondisi rabun dekat. Simak penjelasannya di bawah ini.

Beberapa Cara Untuk Mengobati Kondisi Rabun Dekat

Cara Mengobati Kondisi Rabun Dekat

Pada dasarnya, kondisi rabun dekat di mana mata tidak dapat melihat objek yang dekat ini hampir sama dengan kondisi mata tua atau presbiopi. Mata tua atau presbiopi juga merupakan gangguan penglihatan yang membuat mata tidak dapat melihat dengan jelas pada objek yang dekat. Namun kondisi ini terbilang hanya di alami oleh orang dengan suia lanjut. Sedangkan kondisi rabun dekat atau hipermetropia dapat di alami oleh orang dengan berbagai usia.

Pada kondisi rabun dekat, cahaya yang masuk dan di biaskan dari bagian depan mata melalui kornea dan lensa malah jatuh di bagian belakang retina. Kondisi ini lah yang membuat adanya gangguan penglihatan sehingga mata tidak dapat melihat objek dekat. Pasalnya, untuk dapat mengirimkan sinyal yang jelas ke otak, cahaya yang jatuh harus tepat pada bagian retina. Kondisi ini terjadi akibat bentuk bola mata yang lebih pendek sehingga membuat jarak antara lensa mata dengan retina menjadi terlalu dekat.

Beberapa jenis gangguan gangguan kesehatan tubuh yang mempengaruhi fungsi dari saraf optik juga berisiko menyebabkan terjadinya kondisi rabun dekat. Secara umum langkah yang di lakukan untuk mengobati kondisi rabun dekat terdapat 3 macam. Cara-cara ini sudah menjadi hal yang umum bahkan di dunia medis sekalipun. Berikut adalah beberapa macam cara mengobati kondisi rabun dekat.

  1. Menggunakan Kaca Mata

Salah satu upaya untuk mencegah atau meringankan kondisi rabun dekat adalah dengan menggunakan kaca mata. Bahkan dengan menggunakan kaca mata, kondisi rabun dekat dapat terobati. Rabun dekat membuat penderitanya di haruskan menggunakan kaca mata tipe plus. Kaca mata tipe plus sendiri merupakan sebuah kaca mata yang menggunakan lensa jenis konveks atau lensa cembung.

Mengutip dari American Academy op Opthalmology yang mengatakan bahwa, kaca mata plus dapat mengobati kondisi rabun dekat. Caranya dengan menggunakan kaca mata plus yang akan menyesuaikan bentuk bola mata yang memendek atau memperbaiki masalah kelengkungan kornea. Hal ini di lakukan dengan tujuan agar cahaya yang masuk dapat di biaskan tepat focus pada retina.

Dengan cahaya yang dapat masuk dan tepat focus pada retina, maka mata dapat kembali normal dan dapat melihat objek dekat. Untuk kondisi rabun dekat yang masih dalam tahap ringan, umumnya mata masih dapat menyesuaikan dan memfokuskan cahaya yang masuk menuju retina. Pada kondisi ini mata masih bisa melihat tanpa menggunakan bantuan kaca mata. Namun dalam tahap yang lebih serius, mata memerlukan bantuan kaca mata agar dapat melihat dengan jelas.

  1. Menggunakan Lensa Kontak

Selain menggunakan kaca mata tipe plus, penderita rabun dekat juga daoat menggunakan lensa kontak untuk meringankan dan mengobati kondisi rabun dekat. Lensa kontak juga dapat berfungsi untuk memfokuskan cahaya yang masuk tepat menuju retina. Lensa kontak, umumnya tersedua dalam bahan yang lunak ataupun keras hingga menggunakan bahan yang dapat menyerap gas.

Untuk mengobati kondisi rabun dekat, pastikan menggunakan lensa kontak yang nyaman di pakai di mata. Selain di dapat di gunakan untuk rabun dekat, lensa kontak juga di buat untuk rabun jauh atau mata minus. Untuk kondisi ini, umumnya kamu di anjurkan untuk menggunakan lensa dengan jenis bifocal, trifocal hingga lensa progresif. Dalam penggunaan lensa kontak, sebaiknya lakukan pemeriksaan refraksi mata untuk mengetahui jenis lensa yang sesuai.

  1. Melakukan Operasi Atau Pembedahan

Umumnya pembedahan atau operasi merupakan cara yang di lakukan untuk mengobati kondisi rabun dekat yang sudah cukup berat atau serius. Dengan melakukan operasi, maka penderita rabun dekata akan tidak perlu menggunakan kaca mata atau lensa kontak lagi. Sebagai catatan. Operasi refraksi mata di lakukan untuk mengembalikan bentuk kornea yang melengkung yang membuat mata tidak dapat melihat objek yang dekat.

Umumnya terdapat 3 metode oparsi yang di lakukan untuk mengobati kondisi rabun dekat. Brikut adalah penjelasannya.

    • Laser-Assisted In Situ Keratomileusis

Meyode iperasi Laser-assisted in situ keratomileusis di anggap sebagai metode yang cukup efektif dalam memperbaiki kondisi mata yang sulit untuk focus. Metode ini juga di kenal dengan istilah operasi LASIK di mana kondisi hipermetropia yang tinggi hingga mencapai +4 D (ditropi) dapat di perbaiki. Efektivitas yang di hasilkan dari penggunaan operasi LASIK ini dapat berlangsung hingga 5 tahun.

Dalam prosedur operasi LASIK, para ahli bedah mata akan membuat lipatan tipis pada kornea. Stelah itu, teknologi laser akan di gunakan untuk menyesuaikan bentuk kelengkungan kornea sehingga cahay yang masuk dapat focus tepat pada retina. Selain itu, prosos operasi Lasik di ketahui lebih cepat berlangsung di bandingkan dengan operasi lainya.

    • Laser-Assisted Subepithelial Keratectomy

Selain menggunakan operasi metode LASIK, salah satu metode operasi yang di lakukan untuk mengobati kondiis rabun dekat adalah dengan melakukan operasi metode Laser-assisted subepithelial keraktectomy atau juga di kenal dengan istilah LASEK. Berbeda dengan operasi LASIK, pada operasi LASEK, dokter bedah akan membuat lapisan tipis atau lapisan epitelium pada bagian luar kornea. Setelah itu, kelengkungan pada kornea akan di perbaikai dan mengganti lapisan epitelium.

    • Photorefractive Keratectomy

Metode operasi yang di lakukan selanjutnya adalah dengan metode photorefractive keratectomy. Metode ini sering juga di kenal denga metode PRK di mana dalam prosesnya msaih menggunakan technology laser untuk mengubah posisi kelengkunga pada kornea. Dalam metode PRK ini, lapisan epitelium akan sepenuhnya di angkat karena dapat tumbuh kembali dan menyesuaikan dengan korena yan telah di perbaiki. Hal inillah yang membuat metode operasi refrasksi mata membuat proses pemulihan mata menjadi normal nampak lambat.

Seorang penderita rabun jauh dalam tahap ringan terutama usia anak-anak, umumnya belum terlalu membutuhkan bantuan kaca mata atau lensa. Karena dengan menyipitkan mata atau menjaduhkan objek mata masih dapat melihat dengan jelas. Namun pada kondisi orang dewasa atau lansia, menyipitkan mata tidak akan membuat mata melihat dengan jelas sehingg membutuhka bantuan kaca mata atau lensa kontak. Pada kondisi rabun dekat yang sudah cukup parah dan serius, operasi refraksi menjadi salah satu cara yang di sarankan oleh dokter untuk mengobati kondisi rabun dekat. Dengan begitu, kondisi mata yang mengalami rabun dekat dapat pulih kembali.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa cara mengobati kondisi mata minus. Kondisi kesehata mata memang menjadi hal yang penting dan sanag berpengaruh terhadap segala aktivitas yang kita lakukan. Karenanya menjaga dan merawat kondisi mata agar tetap sehat merupakan langkah yang perlu unutk di lakukan.

Semoga tulisan ini dapat membantudan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • Halodoc

Faktor Penyebab Dan Gejala Kondisi Rabun Dekat

Hallo Kawan Mama, Salah satu kondisi gangguan penglihatan yang sering di alami oleh kebanyakan orang adalah rabun dekat. Umumnya pederita rabun dekat ini tidak dapat melihat benada atau objek yang letaknya dekat. Namun penderita rabun dekatmasih dapat melihat benda atau objek yang letaknya jauh. Kondisi ini membuat penderita rabun jauh perlu sedikit menjauhkan jangkauannya untuk melihat objek tersebut. tentunya, kondisi ini terjadi karenya adanya beberapa penyebab dan gejala yang muncul pada kondisi rabun dekat.

Pada dasarnya, rabun dekat atau biasa di kenal dengan istilah hipermetropia merupakan sebuah gangguan penglihatan yang membuat pdeneritanya tidak dapat melihat objek yang letaknya dekat. Pada objek yang letaknya dekat, mata tidak dapat melihat dengan jelas dan penglihatan menjadi kabur atau buram. Seperti ketika membaca buku atau tulisan atau gambar yang membubat penderita rabun dekat harus sedikit menjauhkan pandangannya. Umumnya, kondisi rabun dekat ini terjadi pada orang dengan usia 40 tahun ke atas. Namun tidak jarang di temukan pada usia anak-anak yang mengalami kondisi rabun dekat. Anak-anak yang mengalami kondisi rabun dekat dalam tahap ringan dapat melihat objek yang dekat dengan menyipitkan mata. Namun hal ini tidak berlaku pada orang dewasa atau orang tua, meskipun menyipitkan mata orang tua tetap kan kesulitan untuk melihat objek dekat.

Kondisi rabun dekat pada dasarnya tidak datang serta merta begitu saja, melainkan ada beberpa faktor yang menjadi penyebab seseorang mengalami kondisi rabun dekat. Lalu apa yang faktor yag menjadi penyebab terjadinya kondisi rabun dekat? Pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa faktor penyebab dan gejala kondisi rabun dekat.  Karena kondisi rabun dekat dapat di cegah dengan mengetahui penyebabnya untuk melakukan langkah pencegahan.

Faktor Penyebab Kondisi Rabun Dekat

Faktor Penyebab Dan Gejala Rabun Dekat

Jika seseorang yang mengalami kondisi mata minus atau rabun jauh tidak dapat melihat objek yang jauh, maka rabun dekat adalah kondisi sebaliknya. Rabun dekat membuat penderitanya tidak dapat melihat objek yang letaknya jauh. Orang dengan usia 40 tahun ke atas merupakan usia yang rawan mengalami kondisi rabun jauh. Namun banyak dari usia anak-anak yang mengalami kondisi tersebut. Pada usia anak-anak, kondisi rabun dekat dapat hilang seiring bertambahnua usia.

Di lansir dari laman sehatq menyebutkan bahwa WHO memperkirakan lebih dari 285 juta orang di dunia mengalami gangguan penglihatan dan 42% dari mereka di sebabkan oleh adanya kesalahan refraksi yang tidak di koreksi. Kondisi rabun dekat atau hipermetropia ini terjadi akibat adanya bentuk kornea atau lensa yang tidak normal sehingg mengakibatkan mata tidak dapat melihat dengan jelas pada objek yang dekat.

Selain terjadi pada usia 40 ntahun keatas, rabun dekat juga sering terjadi pada anak-anak yang muncuk sejak lahir dan bisa saja menurun dari orang tua. Kondisi ini membuat penderitanya memerlukan bantuan kaca mata atau lensa kontak untuk dapat melihat objek yang letaknya dekat. Dengan begitu mata dapat melihat dengan lebih jelas serta dapat menjadi media mengobati rabun jauh. Selain itu, pengobatan rabun dekat yang dapat di lakukan adalah dengan melakukan operasi.

Menurut American Optometric Association Berikut adalah penyebab terjadinya kondisi rabun dekat.

  1. Faktor genetic atau keturunan
  2. Usia yang lebih dari 40 tahun
  3. Kondisi mata yang terlalu pendek dan kornea yang kurang melengkung
  4. Lensa terletak lebih jauh di belakang mata di bandingkan dengan kondisi mata normal
  5. Diabetes
  6. Kanker mata
  7. Gangguan pada pembulih darah pada retina
  8. Retinopati atau tumor mata

Gejala Munculnya Kondisi Rabun Dekat

Faktor Penyebab Dan Gejala Kondisi Rabun Dekat

Umumnya, kondisi rabun dekat akan di ketahui oleh dokter dengan gejala dan keluhan yang muncul dari penderitanya. Berikut adalah gejala yang muncul pada kondisi rabun dekat atau hipermetropia.

  1. Kesulitan melihat benda atau objek dekat
  2. Kesuliatan membaca
  3. Mata berair
  4. Rasa nyeri pada kepala
  5. Penglihatan yang kabur
  6. Mata yang tegang atau sakit hingga terasa terbakar
  7. Mata mudah lelah ketika beraktivitas

Kondisi rabu dekat yang di alami oleh usia anak-anak dapat di atasi dengan menggunakan kaca mata atau lensa kontak dan akan membaik seiring bertambahnya usia. Namun pada usia 40 tahun ke atas, kondisi rabun dekat cukup lambat atau bahkan sulit untuk mata kembali normal. Sehingga penanganan yang baik untuk mengatasi kondisi rabun dekat adalah dengan melakukan langkah operasi. Dengan mengatahui gejala yang telah di jelaskan di atas, maka kita dapat segera melakukan langkah pencegahan agar kondisi rabun dekat tidak semakin parah.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai faktor penyebab dan gejala rabun dekat. Kondisi mata yang mengalami gangguan tentu akan membuat tidak nyaman dan menganggu segala aktivitas. karenanya langkah pencegahan perlu di lakuakn untuk mengobati dan mengembalikan kondisi kesehatan mata.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hallosehat
  • alodokter
Makanan Sehat Pencegah Mata Minus

Makanan Sehat Pencegah Mata Minus

Hallo Kawan Mama, Kondisi mata yang tidak normal atau adanya gangguan penglihatan tentu akan menjadi masalah yang cukup serius bagi semua orang. Pasalnya, mata adalah salah satu bagian dari organ tubuh yang memiliki fungsi untuk membantu dalam melihat sebuah objek. Dengan begitu, peran mata tentu tidak dapat tergantikan. Karenanya kondisi kesehatan mat perlu untuk di jaga dan di rawat dengan baik. Beberapa makanan sehat dapat menjadi pencegah munculnya gangguan penglihatan seperti mata minus.

Mata minus atau rabun jauh memang di ketahui menjadi salah satu dari beberapa jenis gangguan penglihatan yang kerap di alami oleh kebanyakan orang. Beberapa faktor bahkan kebiasaan yang kita lakukan sehari hari dapat menyebabkan mata mengalami kondisi mata minus. Seperti halnya faktor genetic atau keturunan, atau bahkan kegiatan membaca buku atau melihat ke layar gadget atau kom[puter terlalu lama. Seseorang yang mengalami kondisi mata minus akan berdampak pada penglihatan yang menjadi tidak jelas atau kabur. Untuk melihat objek yang dekat, mata masih dapat melihat dengan baik. Namun untuk objek yang letaknya jauh, maka penglihatan akan menjadi tidak jelas atau kabur. Namun tentunya kondisi mata minus ini dapat di kurangi dan di cegah pertumbuhannya.

Salah satu cara mengatasi atau mencegah terjadinya kondisi mata minus adalah dengan mengkonsumsi makanan – makanan sehat. karena bagaiamanapun, setiap dari bahan makanan yang kita konsumsi setiap hari akan berpengaruh pada metabolisme dan fungsi dari setiap organ tubuh kita. beberapa jenis makanan sehat di ketahui dapat mencegah kondisi mata minus. Berikut ini adalah penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa makanan sehat pencegah mata minus. Karena setiap kandungan dari bahan makanan yang kita konsumsi akan berpengaruh pada kesehatan organ tubuh.

Beberapa Jenis Makanan Sehat Pencegah Mata Minus

Makanan Sehat Pencegah Mata Minus

Pada dasarnya, kondisi mata minus atau juga di kenal dengan istilah miopia adalah sebuah kelainan pada mata. Umumnya, mata normal menangkap cahaya atau bayangan dari objek yang jatuh dan memfokuskannya ke pada retina. Namun mata minus membuat cahaya tersebut tidaj dapat jatuh tepat pada retina, melainkan jatuh di depan retina. Hal ini di sebabkan oleh kondisi mata minus yang memiliki tekstur bola mata yang memanjang.

Jika mendengar kesehatan mata, pastinya kita akan langsung mengingat dengan vitamin A. ya vitamin A memang merupakan salah satu jenis vitamin yang baik untuk kesehatan mata. Namun sebenarnya kesehatan mata tidak hanya membutuhkan asupan vitamin A saja. Jenis vitamin lainya hingga nutrisi dan mineral alami juga di butuhkan dan baik untuk kesehatan mata. Gangguan mata seperti mata minus ini dapat di cegah dengan makanan yang kaya akan kandungan vitamin dan nutrisi serta mineral alami yang di butuhkan oleh mata.

Selain vitamin A, makanan dengan kandungan seperti vitmian C, E, anti-oksidan, lutein, zeaxanthin, asam lemak atau omega 3, beta karoten serta seng juga di butuhkan dan baik untuk mata. Zat dan kandungan baik tersebut pada dasarnya dapat kita temukan pada berbagai jenis makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang dapat mencegah kondisi mata minus.

  1. Sayuran Hijau

Jika berbicara mengenai makanan sehat, tentu sayuran hijau adalah salah satu jenis bahan makanan yang sehat dan baik untuk tubuh. Tidak hanya untuk tubuh saja, sayuran hijau juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan mata. Di dalam sayuran hijau terdapat kandungan lutein dan zeaxanthin yang termasuk bagian dari anti-oksidan yang berguna untuk menjaga kesehatan mata dari berbagai gangguan penglihatan seperti mata minus.

Di lansir dari laman Nutrition & Metabolism menyebutkan bahwa kandungan lutein dan zeaxanthin sangat efektif dalam meingkatkan ketajaman optic mata dan pigmen macula. Selain itu, kandungan tersebut juga dapat mencegah munculnya gejala katarak akibat mata minus. Karenannya, sayuran hijau adalah salah satu pilihan tepat untuk menjaga kesehatan mata dari berbagai jenis gangguan penglihatan.

  1. Wortel

Salah satu jenis bahan makanan yang sedari dulu sudah banyak di kenal sebagai bahan makanan yang memiliki manfaat baik untuk mata adalah wortel. Pada dasarnya, wortel termasuk kedalam jenis sayuran yang mengandung beta kroten yang juga membuat wortel berwarna oren kejinggaan.  Beta karoten juga merupakan salah satu jenis dari vitamin A yang akan brfungsi untuk membantu menjaga kesehatan retina dan organ mata lainya.

Selain menjaga kesehatan mata, dengan mengkonsumsi wortel, maka fungsi mata dan pandangan juga akan menjadi lebih jernih  serta cerah dan segar. Jika tidak bisa mengkonsumsi wortel secara lsngsung, maka banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk  mengkonsumsi wortel. Seperti dengan membuat sup, jus wortel hingga menghaluskannya seperti bubur agar mudah di makan.

  1. Buah-Buahan

Selain sayuran hijau, buah-buahan juga menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk menjaga kesehatan mata. Umumnya, di dalam buah-buahan mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A dan C yang baik untuk kesehatan mata. Vitamin C di perlukan oleh mata sebagai antioksidan yang akan melindungi setiap organ mata seperti kornea dan retina. Jeruk, lemon dan alpukat hingga mangg adalah beberapa jenis buah yang baik untuk mata.

Kandungan-kandungan tersebut merupakan anti-oksidan yang akan membentuk dan mengelola jaringan ikat seperti kolagen yang ada di kornea mata. Selain itu, kandungan tersebut juga akan mencegah dan mengurangi risiko katarak hingga degenerasi Makula akibat kondisi mata minus. Karenanya buah-buahan adalah bahan makanan yang tepat untuk di konsumsi sebagai pecegah kondisi mata minus.

  1. Kacang-Kacangan Dan Biji-Bijian

Selain buah dan sayur, kacang-kacangan dan biji-bijian juga merupakan salah satu bahan makanan yang dapat mencegah kondisi mata minus. Karena di alam kacang-kacangan dan biji-bijian terdapat kandungan asam lemak omega 3 dan kadar vitamin E yang tinggi yang sangat baik untuk kesehatan mata. Kandungan vitamin E pada makanan tersebut dapat melindungi sel-sel mata dari gangguan radikal bebas yang mengakibatkan kerusakan aoda mata.

Sebuah studi yag di lakukan oleh JAMA Opthamology  menyebutkan bahwa adanya hasil yang jelas dari penurunan risiko katarak pada partisipan yang memakan asupan vitamin E yang tinggi. karenanya, bahan makanan berupa kacang-kacangan dan biji-bijian merupakan bahan makanan yang cocok untuk mencegah kondisi mata minus. Kamu dapat mengkonsumsi bahan makanan tersebut seperti kacang atanah, kacang almond, kedelai, biji bunga matahari, serta hazelnut dan sereal.

  1. Telur

Siapa yang tidak mengetahui manfaat yang ada pada telur. Ya telur memang merupakan salah satu jenis bahan makanan yang kaya akan kandungan yang bermanfaat untuk kesehatn tubuh. Ternyata, selain baik untuk kesehatan tubuh, telur juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan mata dan dapat mendegah kondisi mata minus. Karena bagaimanapun di dalam kuning telur terdapat kandungan vitamin A, serta seng dan zeaxanthin. Kandungan tersebut akan menajaga kesehatan retina dan melindiungi mata dari paparan cahaya yang berlebih.

  1. Ikan

Selain baik untuk fungsi otak, ikan juga memiliki manfaat yang baik untuk menjaga kesehatan mata. Pasalnya di dalam ikan terdapat kadnungan asam lemak omega 3 yang akan meningkatkan fungsi sel dan saraf pada mata. Asam lemak omega 3 juga akan menjaga kadar air mata sehingga terhindari dari kekeringan. Selain itu, asam lamak omega 3 tergolong sebagai lemak sehat dan baik yang akan meningkatkan system kekebalan tubuh. Karenanya, ikan adalah salah satu bahan makanan yang cocok untuk mencegah mata minus dan menjaga kesehatan mata.

Pada dasarnya, setiap dari segala bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari akan berdampak pada kondisi organ tubuh yang kita miliki. Makanan yang baik dan sehat tentu akan berpengaruh baik terhadap metabolisme dan fungsi dari setiap organ tubuh. Karenanya, kondisi mata minus dapat di cegah dengan memulai gaya hidup yang sehat dengan mengkonsumsi bahan makanan yang sehat. beberapa jenis bahan makanan di atas adalah bahan makanan yang kaya akan kandungan dan manfaat baik yang di butuhkan oleh mata dan tubuh. Dengan mengkonsumsi bahan makanan tersebut, maka kesehatan mata dan tubuh juga akan terjaga.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai makanan sehat pencegah mata minus. Kondisi mata minus atau rabun jauh tentu sangat menganggu penderitanya karena tidak dapat melihat dengan baik dan normal. Karenanya mengkonsumsi bahan makanan di atas sangat baik sebagai upaya lankah pencegahan kondisi mata minus.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Viooptical
  • Hellosehat
Risiko Akibat Kondisi Mata Minus Atau Rabun Jauh

Risiko Akibat Kondisi Mata Minus Atau Rabun Jauh

Hallo Kawan Mama, Jika kamu adalah seseorang yang memiliki kondisi mata minus, maka sebaiknya segera atasi dengan melakukan langkah pengobatan atau perawatan mata. Pasalnya, bila kondisi mata minus di biarkan, maka kondisi tersebut dapat menyebabkan kondisi penglihatan semakin memburuk hingg risiko komplikasi akibat mata minus. Karenanya, penting untuk merawat dan rajin untuk periksa kondisi mata pada dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Mata minus atau rabun atau dalam istilah medis di sebut miopia merupakan salah satu kelainan atau gangguan pada fungsi penglihatan. Umumnya penderita mata minus akan mengalami kondisi di mana mata masih dapat melihat objek yang letaknya dekat. Namun pada objek yang letaknya jauh, mata tidak dapat melihat objek tersebut sehingga pandangan menjadi tidak jelas atau kabur. Pada kondisi normal, bayangan dari objek jatuh tepat focus pada retina. Namun dalam kondisi mata minus, bayangan yang jatuh tidak tepat pada retina, melainkan jatuh di depan retina. Kondisi inilah yang menyebabkan mata tidak dapat melihat objek yang letaknya jauh. Apabila di biarkan berlangsung begitu saja, kondisi ini dapat mejadi semakin parah akibat beberapa faktor yang tidak kita sadari.

Pada seseorang yang mengalami kondisi mata minus, membuat mata memerlukan adanya alat bantu penglihatan agar dapat melihat objek yang letaknya jauh. Kaca mata atau lensa kontak adalah alat abntu penglihatan yang biasa di gunakan oleh penderita mata minus. Namun tentunya perlu adanya langkah perawatan atau pengobatan agar kondisi mata minus tidak dapat bertambah parah. Berikut ini, Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa risiko akibat mata minus atau rabun jauh.

Beberapa Risiko Komplikasi Akibat Kondisi Mata Minus Atau Rabun Jauh

Risiko Akibat Kondisi Mata Minus Atau Rabun Jauh

Pada dasarnya, agar dapat melihat dengan jelas, ada dua bagian dari mata yang harus berfungsi dengan baik. Yaitu kornea mata dan juga lensa mata. Kondisi mata normal pada kedua bagian mata yang berfungsi memfokuskan cahaya yang di lengkungkan halus seperti permukaan kelereng. Bentuk ini akan membiaskan (me-refraksikan) cahaya yang masuk sehingga dapat jatuh tepat pada retina. Kondisi mata minus memiliki bola mata dengan tekstur yang lebih panjang sehingga cahaya yang masuk tidak dapat di refraksikan ke retina.

Untuk mengetahui kondisi ketajaman mata akan di ukur dengan system Snellen. Umumnya dokter mata akan menggunakan phoropter yang merupakan alat pengukur tingkat keminusan mata. Pengecekan lensa tidak hanya di lakukan sekali, melainkan di ganti hingga mendapatkan hasil visual yang paling tajam bagi penderita mata minus atau rabun jauh. Pasien akan di minta untuk melihat grafik Snellen yang berisi sebelas baris huruf capital. Semakin kebawah, huruf akan semakin kecil.

Di lansir dari laman Sehatq Mata orang normal, biasanya angka Snellen akan mencapai 20/20. Angka tersebut menunjukkan bahwa mata dapat melihat dengan jelas pada objek dengan jarak hingga 60 kaki atau 18 meter. Penderita mata minus atau rabun jauh akan memiliki angka yang lebih besar, yakni 20/60. Angka ini menunjukkan seseorang dapat melihat dengan jelas pada jarak 20 atau 6 meter saja. kondisi mata minus atau rabun jauh jika di biarkan akan semakin bertambah parah dan menyebabkan beberapa risiko kondisi mata yang berbahaya.

Berikut ini adalah beberapa risiko mata minus atau rabun jauh.

  1. Retina Yang Terlepas

Penderita mata minus atau rabun jauh yang memiliki ukuran minus yang cukup tinggi berpotensi akan mengalami risiko kondisi mata di mana retinanya terlepas (ablasio mata). Bahkan dalam sebuah peelitian yang terbit pada Journal of The Association  of Basic Medical science menyebutkan bahwa orang dengan ukuran minus mata ukuran -3,5 D hingga -7,49 D ke aras berisiko mengalami kerusakan pada retina yang mengarah pada ablasio retina.

Penelitian dalam jurnal Clinical Picture menyebutkan bahwa risiko lepasnya retina mata lebih tinggi pada penderita miopi atau mata minus karena kelainan mata yang cenderung parah. Akibat bentuk bola mata yang memanjang, risiko ablasio mata semakin tinggi. Karena kondisi minus mata yang tinggi akan manyebabkan retina semakin menipis hingga berisiko robek dan terlepas. Bahkan penelitian tersebut menyebutkan ukuran mata minus tinggi mencapai 15 hingga 200 kali lebih besar di bandingkan dengan mata normal.

  1. Myopic Maculopathy

Selain risiko ablasio mata atau retina yang terlepas, mata dengan ukuran minus tinggi juga berpitensi mengalami risiko Myopic maculopathy. Myopic maculopathy adalah kondisi di mana macula tidak dapat berfungsi dengan normal. Macula sendiri merupakan bagian dari mata yang berfungsi membuat pandangan menjadi tajam hingga detail pada warna dan bagian lainya. mata minus memiliki bola mata yang memanjang sehingga menyababkan menurunnya fungsi macula secara sigifikan akibat perubahan pada sel atau degenderasi macula.

Seseorang yang memiliki mata minus tinggi jika di biarkan akan mengalami kondisi degdnerasi makula. Kondisi ini akan menyebabkan hilangnya penglihatan di bagian tengah (Central Vission Loss). Pada sebuah riset yang yang telah terbit dalam jurnal Optometry and Vision Science menyebutkan bahwa setiap kenaikan -01,00 risiko terkena myopic maculopathy akan meningkat hingga mencapai 67 %.

  1. Glaucoma

Penderita mata minus juga berpotensi mengalami riskio kondisi glaucoma. Glaucoma sendiri pada dasarnya merupakan mata yang mengalami kerusakan akibat tekanan pada bola mata yang meningkat. Umumnya, peningkatan tekana tersebut terjadi akibat gangguan pada system aliran cairan mata hingga menyebabkan kerusakan saraf mata. Pada dasarnya, setiap mata memiliki system aliran cairan mata atau Aqueous Humour ke dalam pembuluh darah yang juga berfungsi menjaga bentuk mata dan mensuplai nutrisi hingga membersihkan kotoran mata.

Mata yang mengalami gangguan akan menyebabkan adanya penimbunan cairan aqueous  humour dan meningkatkan tekana bola mata (hipertensi ocular) yang kemudian akan merusak saraf optic. Meski tidak selalu mengalami kondisi macula, nemun penderita mata minus memiliki risiko tinggi akan glaucoma. Kondisi ini membuat penderitanya membutuhkan bantuan medis atau dokter untuk mengatasinya. Apabila tidak sgera di atasi, maka kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan permanen.

  1. Katarak

Salah satu kondisi kelainan mata atau gangguan penglihatan yang paling serung terjadi akibat mata minus adalah katarak. Mata minus atau rabun jauh dapat menyebabkan kondisi belakang lensa atau bagian tengah lensa berkeruh. Pada bagian tengah lensa yang mengalami pengeruhan tersebut di sebut dengen kondisi katarak nuklir. Sedangkan bagian belakang lensa yang mengalami pengeruhan di sebut dengan istilah katarak subcapsular posterior.

Umumnya, bentuk dari bola mata yang memanjang akibat kondisi mata minus atau rabun jauh akan mempengaruhi kualitas cairan dalam lensa. Hal tersebut akan berdampak pada daya retraktif lensa yang mengatur focus penglihatan. Menurut dokter Tjahjono D Gondhowiarjo  dari Rumah Sakit Mata JEC Kedoya, Jakarta barat menyebutkan bahwa “Proses katarak makin cepat pada mata dengan kondisi minus tinggi.

Kondisi katarak pada dasarnya dapat di atasi tanpa operasi, melainkan dengan menjaga kebutuhan nutrisi, membatasi asupan gula dan melindungi mata dari sinar UV. Namun dalam kondisi yang cukup parah, kataral memerlukan langak operasi untuk menyembuhkan dan membuat kondisi mata menjadi pulih. Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan pemderitanya mengalami kebutaan.

Kondisi mata minus sebenarnya tidak akan bertambah parah apabila di rawat dengan baik dan rajin melakuakan control untuk menjaga kondisi mata. Hindari menggunakan kaca mata yang tidak sesuai, karena hal tersebut berpotensi menyebabkan kondisi mata minus semakin tinggi. kondisi mata minus dapat di ketahui dengan menggunakan grafik Snellen dan phoropter. Angka yang muncul dapat menjadi patokan untuk menggunakan kaca mata atau lensa dengan ukuran yang sesuai. Jika tidak ingin menggunakan kaca mata, kamu bisa mengobati kondisi mata minus dengan melakukan operasi LASIK atau PRK.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai risiko kondisi mata minus atau arabun jauh. Sayangai mata kamu mulai sekarang dengan menjaga dan merawat serta rajin memeriksa agar kondisi mata tidak memburuk dan terhindari dari penyakit mata yang berbahaya.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Health.kompas
  • Sehatq
Gejala Kondisi Mata Minus Atau Rabun Jauh

Gejala Kondisi Mata Minus Atau Rabun Jauh

Hallo Kawan Mama, Apakah kamu salah satu dari orang yang memiliki gangguan penglihatan? Gangguan penglihatan memang menjadi hal yang cukup umum dan tidak sedikit orang yang mengalaminya. Salah satu kondisi gangguan penglihatan yang paling umum terjadi adalah mata minus rabun jauh. Jika terjadi gangguan pada penglihatan kamu dapat mengetahuinya melalui gejala-gejala yang muncul. Mata yang tengah mengalami kondisi mata minus dapat di ketahui dari beberapa gejala yang muncul.

Mata minus atau rabun jauh atau dalam istilah medis di kenal dengan sebutan miopia adalah salah satu dari banyaknya gangguan penglihatan yang banyak di alami oleh orang pada umumnya. Umumnya, kondisi ini berupa adanya gangguan penglihatan yang membuat mata tidak dapat melihat objek yang letaknya jauh. Namun pada objek yang dekat, mata masih dapat melihat dengan normal. Pada objek yang letaknya jauh, mata tidak dapat melihat dengan jelas atau pandangan pada objek yang terlihat kabur atau blur. Pada kondisi mata normal, cahaya atau bayangan dari objek akan jatuh tepat pada retina. Sedangkan dalam kondisi mata minus, atau rabun jauh, bayangan dari objek tidak jatuh tepat pada retina, melainkan jatuh di depan retina. Hal inilah yang membuat mata tidak dapat melihat objek yang letaknya jauh.

Kondisi mata minus atau rabun jauh mengharuskan penderitanya membutuhkan bantuan alat bantu penglihatan baik kaca mata maupun lensa kontak. Dalam kondisi mata minus yang cukup parah, maka membutuhkan bantuan medis atau dokter atau bahkan operasi LASIK untuk mengobatinya. Namun kondisi ini dapat di cegah ketika mengetahui gejala yang muncul. Pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa gejala mata minus atau rabun jauh. Karena dengan mengetahui gejala yang muncul, kondisi mata minus dapat segera di cegah.

Beberapa Gejala Mata Minus Atau Rabun Jauh

Gejala Mata Minus Atau Rabun Jauh

Pada dasaranya, mata minus atau rabun jauh atau juga di kenal dengan istilah miopia ini merupakan salah satu kelainan refraksi mata. Sehingga pada kondisi yang cukup para, kondisi mata minus membutuhkan penanganan dari dokter atau ahli refraksi. Namun tentunya hal itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karenanya, perlu untuk di ketahui beberapa gejala yang muncul akibat gangguan penglihatan mata minus atau rabun jauh.

Mata minus adalah gangguan penglihatan yang dapat di alami oleh siapa saja tanpa mengenal batas usia. Namun kondisi ini lebih sering terjadi pada usia anak-anak. Mata minus pada anak-anak umumnya akan membuat kesulitan ketika melihat dan membaca huruf. Sedanhkan pada orang dewasa, umumnya akan membuat kesulitan melihat jalan atau rambu-rambu saat berkendara terutama pada tempat yang cahayanya kurang atau gelap.

Kadang para penderita rabun jauh tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami kondisi mata minus. Mereka cenderung menyepelekan hal tersebut dan tidak jarang orang lain yang mengetahui dan memberitahunya. Kondisi mata minus perlu segera di tangani agar gangguan penglihatan tidak semakin bertamah parah dan mata dapat kembali normal. Umumnya, gejala yang muncul di bedakan menjadi dua macam, yalni pada anak-anak dan pada orang dewasa. Berikut ada;ah penjelasannya.

  1. Gejala Kondisi Mata Minus Pada Anak-Anak

Mata minus atau rabun jauh memang lebih sering dan mudah terjadi pada anak-anak. Bahkan salah satu penyebab terjadinya kondisi mata minus adalah faktor genetic atau keturunan. orang tua yang memiliki riwayat mata minus, maka anaknya berpotensi mengalami risiko mata minus. Kondisi rabun jauh pada anak-anak, umumnya akan muncul pada usia 6-14 tahun. Di lansir dari laman Boston Children Hospital, 20 % dari anak dengan usia tersebut mengalami mata minus. Berikut adalah gejala kondisi mata minus pada usia anak-anak.

    • Menyipitkan dan memicingkan mata ketika melihat objek jauh
    • Kesulitan untuk melihat tulisan atau gambar yang ada di papan tulis
    • Seringkali mengedipkan mata
    • Sering mengucek dan menggosok mata
    • Merasa mual setelah membaca
    • Mendekat kepada objek agar dapat melihat lebih jelas
    • Melihat ke layar gadget, buku dan TV pada jarak dekat dengan alasan agar lebih jelas
    • Mengeluh sakit kepala ketika membaca atau menonton terlalu lama
  1. Gejala Kondisi Mata Minus Pada Orang Dewasa

Meskipun kondisi mata minus lebih sering terjadi dan di alami usia anak-anak, nemun kondisi ini juga dapat di alami oleh orang dewasa. Terlabih orang dewasa saat ini lebih sering beraktivitas menggunakan gadget atau computer pada waktu yang lebih lama. Hal ini juga berpotensi menyebabkan orang tersebut mengalami gangguan penglihatan mata minus akibat radiasi dan iritasi. Karenanya, orang dewasa juga perlu mewaspadai gejala kondisi mata minus. Berikut adalah gejala kondisi mata minus pada oran dewasa.

    • Pandangan yang kabur atau tidak dapat focus melihat objek jauh
    • Memicingkan mata untuk melihat objek jauh
    • Keluhan sakit kepala akibat mata yang berkontraksi
    • Pandangan yang tidak jelas atau kabur saat mengemudikan kendaraan di malam hari
    • Otot mata yang sering tegang dan mudah kelelahan.
    • Rasa perih pada mata ketika memandang objek dalam waktu yang lama

Kapan Harus Ke Dokter

Pada dasarnya, setiap adanya gangguan kesehatan, untuk penanganan yang lebih tepat adalah segera periksakan diri ke dokter sebagai ahli di bidang kesehatan, termasuk juga kondisi gangguan penglihatan mata minus. Apabila kondisi mata sudah tidak lagi nyaman sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan solusi yang tepat.

Selain itu, pada gangguan penglihatan akibat mata minus yang lebih serius memiliki potensi manyababkan risiko hingga hilangnya fungsi penglihatan atau kebutaan. Berikut adalah gejala kondisi yang mengaharuskan untuk segera pergi ke dokter.

    • Munculnya kilatan cahaya pada satu atau kedua mata
    • Munculnya bayangan seperti tirai ketika melihat
    • Mata yang muncul floaters atau berkunang-kunang

Gangguan penglihatan berupa mata minus memang menjadi salah satu masalah yang kerap di alami oleh kebanakan orang. Umumnya, ketika ada gangguan penglihatan atau kondisi mata yang tidak beres, maka orang deasa akan langsung menyadarinya dan dapat melakukan langkah pemeriksaan. Namun pada anak-anak yang mengalami kondisi mata minus tentu masih belum mengerti terhdap hal tersebut dan terkadang hanya mengeluh saja. Nah, di sinilah tugas sebagai orang tua untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak-anaknya.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa gejala kondisi mata minus atau rabun jauh. Lakukan kangak pencegahan ketika gejala-gejala kondisi mata minus mulai muncul. Penanganan cepat dan tepat akan mencegah terjadinya kondisi mata minus yang lebih serius.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • Sehatq
Jenis – Jenis Kondisi Mata Juling

Jenis – Jenis Kondisi Mata Juling

Hallo Kawan Mama, Apakah kamu salah satu dari kebanyakan orang yang mengalami gangguan penglihatan? Ya, gangguan penglihatan adalah salah satu kondisi yang sering kali di alami oleh beberapa orang. Seseorang yang mengalami gengguan penglihatan pastinya sangat terganggu dan tidak nyaman akibat kondisi tersebut. salah satu dari beberapa macam gangguan penglihatan adalah kondisi mata juling. Namun, hal tersebut ternyata memiliki beberapa jenis kondisi mata juling.

Gangguan penglihatan adalah salah satu hal yang sering di alami oleh kebanyakan orang dan sangat merepotkan. Pada dasarnya mata juling adalah salah satu dari banyaknya macam gangguan penglihatan di mana posisi kedua mata tidak dapat melihat kearah yang sama pada satu objek. Mata juling atau dalam istilah medis di kenal dengan istilah strabismus ini membuat posisi salah satu mata melihat lurus kedepan sedangkan mata yang satunya mengarah kea rah lainya. kondisi ini di sebabkan oleh adanya ketidak simbangan pada otot mata sehingga mata tidak dapat berfungsi dengan baik dan seimbang. Mata juling yang tidak segera di tangani dapat berisiko menyebabkan kondisi mata malas, hingga permanen. Dalam kondisi yang lebih buruk mata juling bahkan bisa menghilangkan fungsi penglihatan.

Pada kondisi ini, pemderita mata juling memerlukan bantuan kaca mata atau lensa kontak yang khusus. Dengan menggunakan lensa prisma, penderita mata juling baru dapat melihat dengan lebih baik. Namun ternyata, kondisi mata juling sendiri memiliki beberapa jensi. Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa jenis kondisi mata juling. Karena kondisi mata juling memang tidak hanya terjadi dengan kondisi yang sama.

Beberapa Jenis Kondisi Mata Juling

Jenis Kondisi Mata Juling

Mata juling umumnya lebih mudah di alami oleh usia anak-anak. Di lansir dari Children’s Ntional menyebutkan bahwa anak-anak dengan riwayat orang tua memiliki kelainan sindrom atau kondisi mata juling memiliki risiko mengalami mata juling. Kondisi ini juga sering terjadi pada anak dengan kelainan sistemik seperti kromosom atau neurologis dan lainya. Namun orang dewasa juga dapat mengalami kondisi mata juling akibat beberapa faktor.

Langkah pencegahan dan pengobatan dapat di lakukan untuk mengatasi dan menhilangkan kondisi mata juling. Seperti halnya dengan menggunakan kaca mata khusus mata juling, menggunakan obat tetes mata botulinum toksin (botox), melakukan terapi hingga melakukan operasi mata juling. Berdasarkan keadaan akibat mata juling, kondisi mata juling terbagi menjadi beberapa jenis. Secara garis besar mata juling atau strabismus di bagi menjadi dua jenis yakni strabismus horizontal dan strabismus vertical. Berikut adalah jenis dari kondisi mata juling.

  1. Strabismus Horizontal

Kondisi Strabismus horizontal juga di bagi menjadi 2 tipe, yakni esotropia dan eksotropia.

    • Esotropia

Kondisi Esotropia ini posisi bola mata tidak sejajar karena bola mata yang berputar ke arah dalam. Kondisi mata juling esotropia ini juga di bagi menjadi 3 bagian berdasarkan penyebabnya. Yakni, esotropia infatile (bawaan dari lahir), eseotropia akomodatif (terkait rabun dekat) dan esotropia karena adanya kelumpuhan saraf ke enam. Tipe esotropia melasir dari laman Cleveland Clinic strabismus tipe esotropia akomodatif biasanya di mulai pada beberapa tahun sejak si kecil lahir.

Esotropia infatile dan akomodatif adalah kondisi mata juling yang paling umum di temukan. Terutama esotropia infatile yang terjadi pada bayi usia 6 bulan dan esotropia akomodatif pada anak-anak usia 2 tahun atau lebih. Sebab faktor keturunan dan rabun jauh sangat mempengaruhi kondisi mata. Bahkan di lansir dari Children’s Natioanal bahwa anak-anak dengan riwayat keluarga yang memliki sindrom lebih berisiko untuk mengidap mata juling.

Kondisi ini menyebabkan salah satu mata melihat kearah depan sedangkan mata yang satu bergerak kea rah dalam. Akibatnya, perlu adanya usaha yang lebih agar mata dapat melihat lebih focus pada objek yang di tuju. Pada kondisi esotropia ini dapat di tangani dengan menggunakan kaca mata. Namun kamu juga dapat melakukan operasi untuk memperbaik otot mata yang mengalami gangguan.

    • Eksotropia

Eseotropia atau juga di kenal dengan esotropia intermiten merupakan kondisi mata juling di mana satu mata dapat focus kearah objek sedangkan mata yang lain mengarah ke luar. Umumnya, kondisi ini akan menimbulkan gejala berupa mata lelah, sakit kepala, penglihatan ganda, sulit membaca serta perlu menutup mata untuk melihat objek jauh atau pada cahaya yang terang.

Kondisi mata juling tipe Eksotropia ini dapat terjadi tidak hanya pada anak-anak saja. melainkan dapat juga di alami oleh semua orang tanpa mengenal batasan usia. Pada kondisi ini, penderita membutuhkan bantuan kaca mata atau penutup mata serta terapi atau bahkan operasi untuk mengembalikan kondisi mata menjadi normal.

  1. Strabismus Vertical

Kondisi mata juling atau strabismus jenis vertical juga terbagi menjadi dua tipe, yakni hipertropia dan hipotropia.

    • Hipertropia

Mata juling tipe Hipertropia ini merupakan kondisi di mana mata yang satu dapat melihat focus kearah objek, sedangkan mata yang satunya melihat kea rah atas. Kondisi mata juling tipe Hipertropia ini membutuhkan alat bantu kaca mata atau lensa kontak dengan bahan prisma agar kondisi mata dapat melihat dengan lebih baik. Selain itu, terapi dan operasi adalah cara yang sering di rekomendasikan dokter agar mata dapat kembali normal.

    • Hipotropia

Mata juling tipe hipotropia adalah sebuah kondisi di mana mata yang satu dapat melihat focus kearah depanm, sedangkan yang satunya bergerak kearah bawah. Sama halnya dengan tipe mata juling yang lainya, tipe hipotropia juga membutuhkan alat bantu kaca mata atau lensa kontak dengan bahan prisma agar mata dapat berfungsi lebih baik. Terapi dan operasi juga menjadi beberapa metode untuk menyembuhkan kondisi ini.

Selain beberapa jenis mata juling di atas, ada tipe lain kondisi mata juling, yakni mata juling tidak yang sejajar tingginya. Tipe mata juling ini berupa mata yang satu dengan yang lainya memiliki tinggi yang tidak sejajar. Kondisi tersebut dapat di lihat ketika penderita melihat satu objek yang ada di depan namun mata yang satu melihat ke atas sedangkan yang satunya melihat kebawah atau bersilangan.

Kondisi mata juling pada dasarnya terjadi akibat adanya gangguan pada saraf dan otot mata. Sehingga membuat adanya ketidaksimbangan pada koordinasi anatar otak dan mata dan membuat kedua mata tidak dapat focus kearah yang sama. Selain itu, faktor genetic atau keturunan menjadi faktor yang paling umum menyebabkan terjadinya kondisi mata juling. Orang tua yang memiliki riwayat mata juling, maka sang anak juga berpotensi memiliki risiko mata juling. Adapaun penyebab lain yang dapat menyebabkan mata juling adalah adanya kelainan pada mata, kesehatan tubuh hingga kondisi anak yang melamun dan juga kelelahan.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai jenis kondisi mata juling. Beberapa jenis kondisi mata juling di atas adalah yang kerap di alami oleh kebanyakan orang, terutama tipe esotropia infatile dan akomodatif. Apabila gejala kondisi mata juling terlihat, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan langkah pencegahan.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Rsmataachmadwardi
  • Hellosehat