Cara Untuk Mengobati Kondisi Mata Bintitan

Cara Untuk Mengobati Kondisi Mata Bintitan

Hallo Kawan Mama, Banyak dari kita, teruatama yang berusi 20 tahun ke atas pasti pernah mendengar bahwa kondisi mata bintitan merupakan sebuah akibat dari perilaku yang buruk, yakni suka mengintip. Berita tersebut sebenarnya hanyalah mitos seperti halnya mitos mitos lain yang beredar di kalangan masyarakat. Faktanya kondisi mata yang mengalami bintitan meruapakan kondisi medis yang hampi semua orang pernah mengalaminya. Beberapa cara dapat di lekukan untuk mengobati kondisi mata bintitan.

Sebagian besar orang pasti pernah mengalami keadaan di mana pada matanya, lebih tepat pada kelopak matanya muncul sebuah benjolan. Benjolan tersebut umumnya berwarna merah seperti bisul atau jerawat yang juga di kenal sebagai bintit. Karena memang mata bintitan adalah salah satu kondisi masalah kesehatan yang umum di alami oleh semua orang. Kondisi ini juga tidak memandang golongan usia dan dapat terjadi baik pada anak-anak, orang dewasa, hingga orang tua.

Bahkan tidak jarang yang mengalami di mana mata bintitan tidak hanya terjadi satu kali saja. Ada yang pernah mengalami hingga lebih dari dua kali dan bahkan seterusnya. Meskipun demikian kondisi ini mata bintitan umumnya akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Beberapa langkah sederhana dapat di lakukan sebagai penanganan yang efektif untuk membantu menhilangkan kondisi mata yang sedang bintitan.

Nah, pada pada tulisan yang lalu kami telah membahas menganai cara untuk mencegah kondisi mata bintitan. Maka pada tulisan kali ini Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa cara untuk mengobatai kondisi mata bintitan. Hal ini bertujuan untuk membantu kondisi mata agar lebih cepat dalam proses masa pemulihan. Untuk lebih jelasnya simak penjelasanya sebagai berikut.

Bintitan Di Mata

Cara Mengobati Kondisi Mata Bintitan

Meskipun bintitan di mata dapat dengan mudah untuk sembuh dengan sedirinya, namun bintitan pada mata tentu akan menganggu penglihatan serta aktivitas yang akan di lakukan. Selain itu, banyak penderita mata bintitan yang kehilangan kepercayaan diri karena kondisi mata bintitan. Sebab tentu mata bintitan akan menganggu penampilan yang akan membuat kita malu atau kurang percaya diri, terutama ketika harus beteamu dengan orang lain.

Meski lebih di kenal sebagai mitos akibat suka mengintip namun pada dasarnya bintitan merupakan salah satu kondisi medis yang terjadi secara alami dan di sebabkan oleh beberapa faktor. Sama halnya seperti masalaha kesehatan atau gangguan penglihatan lainya, bintitan di mata umumnya muncul akibat adanya bakteri yang masuk ke mata. Bakteri yang masuk ke mata akan menginfeksi dan menyebabkan mata membengkak.

Selain itu, kondisi ini juga terjadi akibat kelenjar minyak yang ada di mata mengalami penyumbatan. Pada dasarnya, kelenjar minyak tersebut berfungsi untuk membuang kotoran hingga sel mati yang ada di mata. Ketika kelenjar minyak tidak berfungsi dengan baik atau tersumbat maka kotoran-kotoran yang ada di mata akan menumpuk. Penyumbatan tersebut juga dapat di sebabkan oleh adanya bakteri pada kelenjar minyak.

Kelenjar minyak yang tidak berfungsi dengan baik akan membuat kotoran menumupuk hingga menyebabkan pembangkakan pada kelenjar minyak. Kondisi ini akan membuat bakteri di mata dapat dengan mudah menginfeksi sehingga kelopak mata mengalami peradangan atau inflasmi. Pada akhirnya akan muncul benjolan atau bintit pada kelopak mata dengan warna yang cenderung memerah seperti jerawat atau bisul.

Gejala Mengalami Kondisi Bintitan

Gejala yang paling umum munculnya bintitan di mata adalah adanya sebuah benjolan berwaran merah yang menyerupai bisul atau jerawat. Meskipun mata bintitan lebih sering muncul pada kelopak mata terluar bagian atas, namun perlu di katahui bahwa benjolan atau bintit pada dasarnya juga dapat muncul pada kelopak bagian bawah. Tidak hanya itu, beberapa kasus menyebutkan bahwa bintit juga dapat muncul pada bagian dalam kelopak mata.

Bintit yang muncul pada bagian dalam dari kelopak mata akan menimbulkan rasa sakit yang lebih parah jika di bandingkan dengan bintit yang muncul pada bagian luar dari kelopak mata. Meskipun demikian, ada beberapa gejala yang muncul dan dapat di ketahui sebagai indikasi mata bintitan. Anatara lain sebagai berikut.

  • Munculnya benjolan atau bintit seperti bisul atau jerawat pada area kelopak mata
  • Mata merah
  • Mata berair
  • Pembangkakan
  • Seperti ada yang mengganjal
  • Rasa nyeri
  • Sensitive terhadap cahaya
  • Adanya kotoran mata di area kelopak mata

Cara Mengobati Mata Bintitan

Kondisi mata bintitan pada dasarnya merupakan salah satu jenis gangguan penglihatan yang sudah menjadi hal yang umum dan hampir semua orang pernah mengalaminya. Beberapa orang bahkan mengalami kondisi ini lebih adri 2 kali. Dari penjelasan di atas, dapat kita pahami bahwa mata bintitan dapat terjadi pada siapa saja tanpa mengenal golongan usia dan dapat terjadi kapan saja.

Selain itu, kondisi mata bintitan merupakan gangguan penglihatan yang umum dan tidak membahayakan kesehatan tubuh. Umumnya kondisi mata bintitan akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalanya waktu. Namun tidak jarang kondisi ini berlangsung hingga berminggu-minggu lamanya. Dengan gejala-gejala yang muncul, tentunya kondisi mata bintitan menjadi keluhan dan akan sangat menganggu penderitanya.

Beberapa langkah pada dasarnya dapat di lakukan untuk mencegah munculnya kondisi mata bintitan. Namun apa bila kondisi mata sudah terlanjur mangalami bintitan, maka kamu dapat melakukan beberapa cara untuk mengobati kondisi mata agar sembuh dan kembali pulih. Berikut adalah beberapa cara sederhana yang dapat kamu lakukan untuk mengobati kondisi mata yang mengalami bintitan.

  1. Bersihkan Mata Terlebih Dahulu

Salah satu cara untuk mengatasi kondisi mata bintitan adalah dengan mencucinya hingg aberish terlebih dahulu. Pastikan sebelum menyentuh mata, tangan sudah di cuci hingg bersih dan steril. Kemudian kamu dapat membersihkan mata yang terkena bintitan. Kamu dapat menggunakan sampo bayi dengan air dan kapas atau kain. Gunakan untuk membersihkan mata secara teratur dan lebih baik pada kedua bola mata. Sebab bukan tidak mungkin mata yang satunya dapat ikut tertular oleh kondisi bintitan.

  1. Kompres Mata Dengan Air Hangat

Mengompres mata dengan air hangat merupakan salah satu cara yang di lakukan untuk mengobati berbagai kondisi gengguan penglihatan, termasuk mata bintitan. Kamu dapat menyaiapkan kain yang lembut yang sudah di rendam menggunakan air hangat. Letakkan atau kompres mata bintitan dengan kain tersebut selama 15-20 menit. Kamu dapat melakukanya 3-4 kali sehari. Dengan begitu, cairan di dalam mata bintitan seperti nanah akan keluar dengan sendirinya.

  1. Kompres Dengan Teh Kantong Celup

Siapa sangka bahwa teh kantong celup dapat menjadi media untuk mengobati kondisi mata bintitan. Bahkan di katakan bahwa efek dari penggunaan teh kantung celup lebih efektif di bandingkan dengan menggunakan air hangat. Kompres dengan teh hijau atau teh kamomil terbukti paling baik untuk menangani mata bintitan. Sebab dalam teh tersebut terdapat kandungan antibakteri yang akan merdakan gejala infeksi.

Kamu dapat merendam teh celup pada air panas selama 3 menit. Angkat dan diamkan sampai suhunya sedikit menurun. Setelah sisa air sedikit dan teh masih dalam keadaan hangat, maka kamu dapat menggunakannya untuk mengompres mata bintitan. Kompres mata bintian selalam 15 menit dan lakukan beberapa kali dalam sehari.

  1. Lidah Buaya

Kandungan mineral, enzim serta vitamin dan berbagai senyawa baik lainya di alam lidah buaya sanagat berguna untuk meredakan nyeri dan inveksi penyebab mata bintitan. Cukup dengan menyiapkan daun lidah buaya dan belah untuk di ambil getahnya dengan manggunakan alat seperti cotton bud. Kemudian oleskan getah tersebut pada mata bintitan beberapa kali sehari untuk meredakan infeksi.

  1. Daun Ketumbar

Daun ketumbar ternayat memiliki khasiat sebagai antiradang, antijamur,antibakteri dan antivirus. Karenanya menggunakan daun ketumbar merupakan salah satu pilihan yang tepat. Cukup dengan merebus sesendok daun ketumbar dengan setengah gelas air. Tiriskan hingga suhu menurun dan usapkan daun ketumbar pada mata bintitan. Agar supaya proses penyembuhan lebih cepat dan efektif, kamu dapat meminum air rebusan daun ketumbar tersebut.

  1. Air Garam

Pada dasarnya, garam memiliki kandungan magnesium yang berkhasiat untuk membunuh bakteri dan meredakan infeksi pada mata. Untuk menggunakanya sebagai bahan pengobatan bintitan, kamu dapat melarutkan garam dalam air hangat dan aduk hinga rata. Siapkan kain atau kapas untuk di celupkan pada ait tersebut untuk kemudian di gunakan sebagai kompres mata. diamkan selama 15-20 menit dan dapat kamu ulangi sampai bintitan mereda.

  1. Periksakan Diri Ke Dokter

Apabila upaya-upaya di atas telah di lakukan dan bintitan tak kunjung sembuh, maka kamu dapat pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi mata dan mendapatkan penanganan yang tepat. umumnya dokter akan memberikan resep obat selep mata dengan kandungan antibiotic di dalamnya. Selain itu, biasanya dokter juga akan memberikan resep obat anti nyeri yang akan memabntu meredalan gejala akibat mata bintitan.

Pada dasarnya, kondisi mata bintitan adalah salah satu jenis gangguan penglihatan yang umum di alami oleh semua orang. Umumnya kondisi ini akan sembuh atau pulih dengan sendirinya. Namun beberapa kasus menyebutkan tidak jarang mata bintitan berlangsung hingga berminggu-minggu. Pada kondisi ini, kamu dapat melakukan beberapa cara sedenrhana untuk mengobati mata bintitan. Beberapa cara di atas merupakan cara yang umum di lakukan untuk mengobati mata bintitan, dan sudah terbbukti hasil yang di berikan.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama menganai beberapa cara untuk mengobati kondisi mata bintitan. Meskipun dapat sembuh dengan sendirinya, namun beberapa cara pengobatan dapat di lakukan untuk mempercepat proses penyembuhan mata bintitan. Untuk menegah terjadinya kondisi mata bintitan sendiri, upaya yang paling sederhana adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Klikdokter
  • Hellosehat
Cara Mencegah Kondisi Mata Bintitan

Cara Mencegah Kondisi Mata Bintitan

Hallo Kawan Mama, Sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami kondisi di mana terdapat adanya benjolan merah di bagian kelopak mata. Yap benar, kondisi tersebut adalah kondisi mata bintitan. Bintitan memang merupakan salah satu masalah kesehatan atau gangguan penglihatan yang mudah terjadi pada siapa saja. Beberapa orang bahkan lebih dari satu kali mengalamikondisi mata bintitan. Namun ternayata, ada beberapa cara untuk mencegah mata mengalami kondisi bintitan.

Seringkali kita mendengar bahwa mata bintitan merupakan sebuah akibat dari tingkah laku yang buruk, yakni suka mengintip. Namun ternayata, hal tersebut merupakan mitos yang beredar di kalangan masyarakat belaka. Mata yang mengalami kondisi bintitan memang cenderung tidak berbahaya atau bahkan sampai membahayakan kesehatan tubuh atau mata. Namun kondisi ini, selain akan mengganggu penglihatan tentu juga akan mengganggu penampilan.

Umumnya kondisi ini akan segera sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun  banyak kasus yang menyebutka bahwa penderita mata bintitan dengan kondisi yang tak kunjung sembuh hingga berminggu-minggu lamanya. Bahkan beberapa menyebutkan benjolkan tersebut tumbuh dengan terus menerus. Tentunya kondisi ini akan sangat mengganggu bagi penderitanya. Karenanya kondisi ini bukan untuk di biarkan dan perlu adanya langkah penanganan yang efektif.

Dengan adanya benjolan pada kelopak mata, kondisi mata bintitan kerap menyebabkan penderitanya kehilangan kepercayaan diri karena penampilannya yang terganggu. Untuk itu, sebenarnya ada beberapa cara untuk mencegah kondisi  mata bintitan yangd apat kamu lakukan. Nah, pada tulisan kali ini Kawan Mama akan membahas menganai beberapa cara untuk mencegah kondisi mata bintitan. Berikut adalah penjelasannya.

Kondisi Mata Bintitan

Cara mencegah kondisi mata bintitan

Pada dasarnya, bintitan atau juga di kenal dengan istilah hordeolum adalah kondisi di mana pada kelopak mata muncul sebuah bintit atau sebuah benjolan. Benjolan tersebut umumnya berwarna merah dan menimbulkan rasa nyeri, perih pada mata hingga rasa sakit. Bintitan jug tidak hanya tumbuh pada bagian atas kelopak mata saja, nemun bintitan juga dapat tumbuh pada bagian bawah kelopak mata. bahkan data menyebutkan bahwa meskipun bintitan lebih banyak muncul di luar kelopak mata, namun bintitan juga dapat muncul pada kelopak mata bagian dalam.

Umumnya mata yang mengalami kondisi bintitan terjadi akibat adanya beberapa faktor. Seperti halnya dengan bakteri yang masuk ke mata sehingga berisiko membuat infeksi atau peradangan pada mata. mata bintitan adalah sebuah kondisi di mana bagian dalam mata mengalami peradangan atau inflamasi yang umumbya terjadi akibat kelenjar minyak pada mata mengalami penyumbatan. Kondisi tersebut membuat kotoran mata seperti sel kulit mati tidak dapat keluar atau terbuang.

Penyumbatan pada kelenjar minyak tersebut juga dapat di sebabkan bakteri yang kemudian juga menjadi penyebab kelenjar minyak terinfeksi. Pada kondisi normal, mata memiliki kelenjar minysk ysng berfungsi untuk membuang zat sisa atau kotoran yang ada di mata sehingga kondisi mata akan tetap baik dan stabi. Namun apabila kelenjar minyak sebagai jalur pembuangan terseumbat, maka secara otomatis kotoran dan bakteri tidak dapat keluar serta menumpuk dan memperparah penyumbatan kelenjar minyak.

Gejala Mata Bintitan

Kondisi mata yang mengalami binitian umumnya akan menimbulkan beberapa gejala yang menjadi keluhan penderita mata bintitan. Gejala yang paling umum dari mata bintitan adalah munculnya benjolan dengan warna yang cenderung memerah pada kelopak mata. Benjolan tersebut dapat muncul pada bagian atas maupun bagian bawah dari kelopaka mata. Sementara itu, ada beberapa gejala lain yang umumnya muncul akibat kondisi ini. Anatara lain sebagai berikut.

  • Munculnya benjolan atau bintit yang menyerupai jerawat atau bisul
  • Mata memerah
  • Mata berair
  • Kelopak mata membengkak
  • Seperti ada ganajalan di mata
  • Muncul rasa nyeri
  • Sensitive terhadap cahaya
  • Muncul kotoran mata di sekeliling kelopak mata

Cara Mencegah Mata Bintitan

Sebagiaman telah di bahas di atas, mata bintitan pada dasarnya merupakan salah satu masalah kesehatan yang umumnya akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalanya waktu. Meskipun demikian tidak jarang kasus di mana mata bintitan tak juga kunjung sembuh hingga berminggu-minggu. Selain itu, mata bintitan akan menyebabkan berbagai keluhan seperti rasa perih pada mata, pegal, dan keluhan lain yang akan menganggu penglihatan.

Kondisi mata bintitan juga akan membuat penderitanya menjadi malu atau kehilangan percaya diri dalam beraktivitas, terlebih pada seseorang yang harus sering bertemu dengan orang lain. Karenanya perlu adanya langkah penanganan yang efektif untuk mangatasi kondisi mata bintitan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah kondisi mata bintitan. Simak penjelasannya sebagai berikut.

  1. Hindari Menggosok-Gosok Mata

Menggosok mata pada dasarnya merupakan salah satu kebiasaan buruk yang sering kali kita lakukan setiap hari. Aktivitas tersebut, baik sadar maupun tidak sadar sering kita lakukan, terutama ketika bangun tidur atau ada sesuatu yang menganggu pada area mata. Padahal, aktivitas tersebut dapat memicu terjadinya iritasi yang dapat menyebabkan berpindahnya bakteri dari tangan (terutama tangan yang kotor) ke area mata.

  1. Rajin Mencuci Tangan

Mencuci tangan pada dasarnya merupakan hal yang sudah menjadi kewajiban bagi semua orang terutama ketika akan atau sesudah menyentuh sesuatu. Hal ini di maksudkan agar dapat mencegah kuman dan bakteri yang munkin ada di tangan atau barang yang kita sentuh. Namun kebiasaan tersebut memang seringkali di sepelekan oleh kebanyakan orang.

Faktanya mencuci tangan akan sangat membantu untuk mencegah berbagai bakteri hingga virus masuk ketubuh dan mata. mencuci tangan sebelum menyentuh mata juga perlu untuk di lakukan. seba kita tidak pernah tahu apa saja yang menempel pada tangan kita yang dapat membahayakan kesehatan. Karenanya untuk mencegah bakteri panyabab mata bintitan masuk ke mata, sebaiknya rajin cuci tangan terutama sebelum menyentuh area mata.

  1. Gunakan Lensa Kontak Sesuai Dengan Aturan

Pengguna lensa kontak menjadi salah satu penderita mata bintitan terbanyak. Hal ini tidak lain karena penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai dengan aturan atau cara pemakaiannya. Sebelum pemakaian lensa kontak, pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan cuci lensa kontak dengan carian khusus. Hal ini juga berlaku pada saat perawatan lensa kontak agar tidak ada bakteri atau kuman yang hinggap pada lensa kontak.

  1. Berhati-Hati Dalam Menggunakan Alat Kosmetik

Selain pengguna lensa kontak, penggunaan alat kosmetik juga dapat menjadi penyebab yang memicu mata bintitan. Dalam menggunakan kosmetik sebaiknya perhatikan kosmetik yang kamu gunakan. Terutama alat kosmetik seperti eye shadow, eyeliner hingga pensil alis terkait tata cara penggunaan serta batas waktu kadaluarsanya. Sebab hal ini menjadi penyebab pali sering terjadinya kondisi mata bintitan hingga gangguan penglihatan lainya.

  1. Hindari Menggunakan Barang Bergantian Dengan Orang Lain

Pengguanaan barang yang bergantian dengan orang lain menjadi salah satu penyebab mata mengalami kondisi bintitan hingga penyakit mata dan berbagai masalah kesehatan. Mata bintitan pada dasranya dapat dengan sangat mudah menular pada orang lain. Dengan menghindari penggunaan barang dengan orang lain, maka hal tersebut termasuk langkah pencegahan agar terhindar dari mata bintitan.

  1. Rutin Memeriksakan Kondisi Mata

Pada dasarnya pemeriksaan kondisi mata adalah hal yang perlu di lakukan dengan rutin. Sekalipun mata normal, pemeriksaan kondisi mata dapat di lakuakn untuk mengetahui kondisi yang sedang di alami mata. Selain itu, kondisi ini dapat mencegah apabila mata mengalami gejala bintitan hingga kondisi kesehatan lainya. Maka dari itu, penting untuk pergi memeriksakan mata untuk mengethui kondisi dan melakukan langkah pencegahan apabila ada tanda-tanda yang tidak beres pada mata.

Bintitan pada mata umumnya berupa benjolan merah seperti jerawat atau bisul yang muncul pada bagian kelopak mata baik atas maupun bawah. Kondisi ini dapat di sebabkan oleh berbagai faktor panyebab seperti bakteri hingga penggu lensa mata atau kosmetik. Terlepas dari itu, bintitan di mata muncul umumnya akibat kebiasaan buruk yang kita lakukan sehari-hari. Baik dalam hal kebersihan penggunaan barang-barang tertentu terkait mata hingga bakteri yang hingga di area tubuh kita yang bisa kapan saja menginfeksi. Karenanya penting bagia kita untuk memperbaiki gaya hidup dengan lebih sehat.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa cara untuk mencegah kondisi mata bintitan. Berbagai masalah kesehatan termasuk gengguan penglihatan ada dasarnya dapat di cegah dengan cara-cara yang efektif. Cara-cara tersebut tidak lepas dari gaya hidup yang kita lakukan sehari-hari. Karenanya, dengan memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat, maka hal tersebut dapat mencegah munculnya berbagai penyakit.

Semoga tulisan ini dapat memabntu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Alodokter
  • Halodoc
Beberapa Jenis Penyakit Mata Bintitan

Beberapa Jenis Penyakit Mata Bintitan

Hallo Kawan Mama, Sebagian besar dari kita pasti pernah mendengar bahwa mata bintitan adalah akibat perilaku yang tidak baik. Yakni karena suka mengintip orang lain. Namun faktanya hal tersebut merupakan mitos belaka. Sebab mata bintitan merupakan sebuah kondisi gangguan penglihatan yang sangat umum dan sebagian besar orang pasti pernah mengalami kondisi tersebut. Lebih dari itu, mata yang mengalami kondisi tersebut ternyata terbagi menjadi beberapa jenis kondisi mata bintitan.

Pada umumnya, penderita mata bintitan akan mendapati sebuah bintit atau benjolam yang muncul di bagian kelopak mata. Benjolan yang muncul pada kelopak mata tersebut cenderung menyerupai bisul atau jerawat dengan warna yang cenderung agak memerah. Pada kondisi ini, seringkali penderita mata bintitan menjadi tidak percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas, terutama ketika harus bertemu orang lain karena ada benjolan di kelopak mata yang mengganggu dan mengurangi penampilan.

Kondisi mata yang mengalami bintitan sendiri pada dasarnya dapat terjadi oleh siapa saja. mata bintitan bisa di alami oleh siapa saja tanpa mengenal batasan usia, baik orang tua, orang dewasa hingga pada anak-anak sekalipun. Berita baiknya, mata yang mengalami kondisi bintitan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Meskipun demikian, mata bintitan akan menimbulkan gejala yang membuat penglihatan menjadi terganggu dan tidak nyaman.

Selain itu, kondisi mata bintitan sendiri secara garis besar terbagi menjadi beberapa jenis. Meskipun umumnya tidak akan membahayakan kesehatan, namun tetap saja kondisi ini perlu untuk di tindak lanjuti dengan melakukan langkah peneganan. Berikut ini Kawan Mama telah merangkum beberapa jenis kondisi mata bintitan. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya sebagai berikut.

Kondisi Mata Bintitan

Beberapa Jenis Mata Bintitan

Mata bintitan atau dalam istilah medis di sebut dengan hordeolum pada dasarnya merupakan gangguan pada mata. Gangguan pada tersebut berupa adanya peradangan pada kelopka mata sehingga menyebabkan pembangkakan dan benjolan pada kelopak mata. Pada dasarnya, faktor umumnya menyebabkan kondisi ini adalah adanya bakteri staphylococcus aureus. Jenis bakteri tersebut yang seringkali menyerang kelenjar minyak dalam mata.

Akibat serangan dari bakteri tersebut, akan muncul benjolan pada bagian kelopak mata. bahkan di lansir dari laman theasianparent menyebutkan bahwa 90% dari kasus mata bintitan di sebabkan oleh bakteri staphylococcus aurus. Bakteri ini akan menyerang akar dari folikel pada bulu mata. sementara itu, penyebab masuknya bakteri tersebut umumnya berasal dari kebersihan yang tidak baik, hingga penyakit yang membuat kelopak mata mengalami peradangan hingga kondisi lingkungan.

Pada dasarnya, bakteri staphylococcus aureus ini umumnya hidup dan menetao di area kulit dan bukan bagian dari hama yang dapat membahayakan bagi kesehatan. Namun pada kondisi tertentu, terutama ketika bakteri ini masuk ke membrane lendir atau kelenjar kelopak mata, maka akan menyebabkan terbentuknya nanah di mata. selain menyebabkan peradangan, bakteri tersebut juga dapat menyebabkan penyumbatan pada kelennjar minyak di mata.

Kelenjar minyak yang mengalami penyumbatan akibat bakteri akan membuat kotoran yang ada di mata, seperti sel kulit mati dan sejenisnya tidak dapat terbuang dan menumpuk di area mata. Akibatnya, mata akan sangat mudah mengalami infeksi atau peradangan dan inflamasi yang menyebabkan pembangkakan hingga menyebabkan munculnya benjolan merah pada kelopak mata. kondisi ini seringkali membuat mata menjadi berair, memerah, seperti ada ganjalan, hingga rasa perih dan nyeri.

Jenis Mata Bintitan

Pada umumnya terdapat 3 jenis kelenjar yang ada di kelopak mata yang seringkali terinfeksi dan menyebabkan berbagai kondisi gangguan penglihatan. 3 jenis kelenjar tersebut adalah Zeis, Moll, dan juga Meibom. Namun berdasarkan kelenjar yang mengalami infeksi, kondisi mata bintitan di bagi menjadi 2 jenis, yakni hordeolum internal dan hordeolum eksternal. Beriktu adalah penjelasannya.

  1. Hordeolum Internal

Hordeolum internal merupakan infeksi yang terjadi pada kelenjar minyak jenis meibom yang terdapat di dalam garis bulu mata. Jenis mata bintitan atau hordeolum internal ini umumnya lebih berbahaya jika di bandingkan dengan hordeolum eksternal. Pada kondisi ini, umumnya harus di tangani dengan penanagan medis oleh dokter agar kondisi mata dapat kembali pulih dan normal.

Hordeolum internal juga cenderung tidak terlihat dari luar sehingga berpotenis menganggu fungsi penglihatan. Umumnya, Hordeolum internal akan menimbulkan gejala-gejala yang sedikit berbeda dari Hordeolum eksternal. Hal ini terjadi berdasarkan jenisnya yang cenderung berbeda. Berikut adalah beberapa gejala kondisi Hordeolum internal.

    • Penglihatan yang terganggu
    • Kondisi mata yang memerah
    • Munculnya bintit atau benjolan yang di sertai dengan keluarnya darah
    • Rasa sakit yang lebih parah di bandingkan Hordeolum eksternal.
  1. Hordeolum Eksternal

Hordeolum internal merupakan infeksi yang terjadi pada kelenjar minyak jenis Zeis atau moll. Jenis kelenjar tersebut berada di luar dari garis bulu mata. Hordeolum internal umumnya akan muncul pada pangkal dari bulu mata baik pada kelopak mata bagian atas maupun bagian bawah. Kondisi ini berbeda dengan Hordeolum internal di mana benjolan akan mengarah ke sisi dalam sehingga kelopak mata perlu di buka untuk dapat melihat benjolan dengan lebih jelas.

Hordeolum eksternal ini sering kali akan muncul bintit atau benjolan yang berwarna merah yang kemudian akan berubah mennjadi menguning. Selain itu, kondisi ini juga akan muncul dan di sertao dengan keluarnya nanah. Sementara itu, Hordeolum eksternal akan menyebabkan gejala-gejala sebagai berikut.

    • Mata membengkak
    • Penglihatan kabur sensasi seperti kelilipan atau ada benda asing yang mengganjal pada kelopak mata
    • Kemerahan dan kemudian menguning
    • Munculnya bintit atai benjolan yang di sertai dengan keluarnya nanah
    • Rasa nyeri
    • Mata berair

Kondisi Mata bintitan pada dasarnya merupakan istilah di mana mata mengalami peradangan pada kelenjar minyak. Peradangan tersebut dapat di sebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi akibat bakteri atau atau adanya radikal bebas (debu, kotoran dan sejenisnya) yang membuat kelenjar minyak mengalami penyumbatan. Akibatnya kotoran atau sel kulit mati di dalam mata tidak bisa keluar. Kondisi ini akan mengakibatkan pembengkakan serta kondisi mata yang memerah dan berair hingga mengakibatkan munculnya benjolan pada kelopak mata di sertai dengan rasa nyeri. Berita baiknya, mata bintitan umumnya akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu atau dengan menggunakan penaganan rumahan yang efektif.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberapa jenis penyakit mata bintitan. Meskipun kebanyakan mata bintitan dapat sembuh dengan sendirinya, namun beberapa kasus menyebutkan bahwa kondisi mata bintitan yang sudah berlangsung lebih waktu pada umumnya dapat berbahaya dan membutuhkan metode operasi untuk menyembuhkannya. Karenanya, bila kondisi ini terjadi pada kamu, sebaiknya segera tanagani dengan cara yang efektif atau segera periksakan diri ke dokter.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • Allaboutvision
Beberapa Faktor Penyebab Mata Mengalami Bintitan

Beberapa Faktor Penyebab Mata Mengalami Bintitan

Hallo Kawan Mama, Pernahkah kamu mendapati seperti ada yang mengganjal di matamu setelah bangun tidur? Dan saat kamu bercermin seperti ada benjolan merah yang mirip dengan jerawat yan terletak pada bagian luar dari kelopak mata? itu tandanya mata kamu sedang mengalami bintititan. Bintitan memang merupakan salah satu gangguan penglihatan yang umum di alami kebanyakan orang. Beberapa faktor dapat menjadi penyebab mata seseorang mengalami bintitan.

Mata yang mengalami kondisi bintitan bisa menjadi salah satu indikasi gangguan mata yang perlu untuk kamu waspadai. Sebab dampak dari mata yang mengelami bintitan memang akan mengganggu fungsi penglihatan dan tentunya menurunkan visual penampilan. Tidak jarang orang yang rasa percaya dirinya menurun akibat matanya mengalami bintitan. Selain itu, mata bintitan juga dapat menyebabkan iritasi mata, penglihatan yang kabur, warna kulit memerah serta kondisi inflamasi.

Umumnya kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja tanpa mengenal batasan atau golongan usia. Mata yang mengalami bintitian sendiri biasanya akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Beberapa penanganan yang efektif juga dapat membantu mata yang mengalami bitntinan agar dapat dengan cepat untuk pulih. Kondisi ini tidak terlepas dari beberapa faktor yang menjadi penyebab mata mengalami bintitan.

Pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa faktor yang menjadi penyebab mata mengalami bintitan. Faktor-faktor inilah yang dapat di hindari agar mata terhindar dari gejala bintitan dan dapat melakukan penanganan yang tepat untuk mengatasinya. Simak penjelasannya berikut ini.

Mata Bintitan

Beberapa Faktor Penyebab Mata Mengalami Bintitan

Mata bintitan atau dalam istilah lain di kenal dengan sebutan hordeolum atau stye. Pada dasarnya bintitan adalah kondisi ketika muncul bintil yang menyakitkan yang mirip dengan jerawat atau bisul yang tumbuh di tepian kelopak mata. Secara umum, mata yang mengalami bintitan dapat di sebabkan oleh infeksi bakteri dan biasanya hanya akan muncul pada salah satu kellopak mata saja. Kondisi ini umumnya lebih sering terjadi pada di kelopak mata bagian luar.

Proses terjadinya mata bintitan sendiri akibat adanya benda asing yang atau kotoran yang menyumbat kelenjar minyak pada kelopak mata. Penyumbatan yang terjadi pada kelenjar minyak yang ada pada kelopak mata tersebut menyebabkan mata mengalami pembengkakan dan seperti mengganjal mata, serta seringkali menimbulkan rasa sakit.

Beberapa kasus yang jarang terjadi menyebutkan bahwa bintitan juga dapat terjadi pada bagian dalam kelopak mata. Tentunya, bintil yang tumbuh di bagian dalam kelopak mata akan jauh lebih menyakitkan dari pada buntil yang tumbuh di luar kelopak mata. Meskipun akan sedikit menganggu penampilan dan pandangan, namun kondisi ini umumnya tidak akan berbahaya bagi fungsi penglihatan.

Penyebab Mata Mengalami Kondisi Bintitan

Sebagai mana yang telah di singgung di atasm bahwa sanya beberapa faktor dapat menjadi penyabab mata mengalami kondisi bintitan. Untuk lebih jelasnyam, berikut adalah beberapa faktor penyebab kondisi tersebut.

  1. Bakteri Staphylococcus

Jenis Bakteri staphylococcus merupakan golongan bakteri yang umumnya hidup di kulit tanpa menyebabkan penyakit. Bakteri inilah yang akan menyebabkan penyumbatan yang terjadi pada kelenjar minyak yang ada di kelopak mata. Selain itu penyumbatan tersebut juga akan menyebabkan peradangan pada kelopak mata. akibatnya selain pembengkakan, rasa perih pada mata juga akan muncul.

  1. Sel Kulit Mati

Pada dasaranya setiap dari sel yang ada di seluruh bagian dari tubuh manusia akan mengalami regenerasi di mana sel yang baru akan menggantikan sel yang sudah lama. Kondisi ini merupakan siklus normal dan alami. Namun beberapa kondisi pelepasan sel lama atau sel mati dapat mempengaruhi kondisi kesehatan, salah satunya menyebakan mata bintitan. Sebab sela kulit mati juga berpotenis menyumbat kelenjar minyak pada mata sehingga sel kulit mati menumpuk  dan menggumpal dan menyebabkan infeksi.

  1. Kotoran

Selain bakerti dan sel kulit mati, kotoran juga menjadi salah satu penyebab umum mata mengalami bintitan. Kotoran pada mata tersebut dapat muncuk dari dalam tubuh ataupun dari luar tubuh. Umumnya kotoran yang berasal dari luar tubuh lebih sering menyebabkan mata bintitan. Sama halnya seperti kedua faktor di atas, kotoran juga berpotensi menyumbat kelenjar minyak pada mata sehingga pembengkakan pada kelopak mata tidak dapat di hindarkan.

Faktor Risiko Penyabab Mata Bintitan

Selain beberapa faktor penyabab mata bintitan di atas, ada beberapa faktor lain yang seringkali dapat menyebabkan mata mengalami kondisi bintitan. Yakni sebagai berikut.

  • Lalai menjaga kebersihan
  • Menyentuh mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu
  • Memakai lensa kontak tanpa membersihkanya terlebih dahulu
  • Kebiasaan tidur menggunakan make up
  • Memakai kosmetik yang sudah kadaluarsa
  • Mengalami blefaritis atau peradangan kronis pada kelopak mata
  • Terkena rosacea, yaitu penyakit kulit yang di tandai dengan muka dan hidung yang memerah.
  • Mengalami stress
  • Perubahan hormon
  • Riwayat penyakit seperti, eksim dan kanker kulir hingga koleterol.

Bintitan pada dasarnya merupakan salah satu kondisi di mana kelopak mata mengalami pembengkakan. Pembengkakan tesebut akan mengakibatkan benjolan pada kelopak mata yang menyerupai bisul atau jerawat yang memerah. Umumnya kondisi ini mucul di sertai dengan adanya rasa perih atau rasa akit. Kondisi ini terjadi akibat peradangan akibat bakteri, atau penyumbatan pada kelenjar minyak pada mata akibat sel kulit mati ataupun debu dan kotoran. Namun beberapa faktor lain seperti riwayat beberapa penyakit, stress, perubahan hormon hingga kosmetik juga dapat menyebabkan kondisi mata bintitan.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama menganai beberapa faktor yang menjadi penyebab mata mengalami kondisi bintitan. Selain bakteri yang menjadi faktor umum mata bintitan, lalai akan kebersihan juga menjadi faktor yang perlu di perbaiki untuk mencegah mata agar tidak mengalami kondisi bintitan hingga gangguan penglihatan lainya.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • Alodokter
Prosedur Operasi Penyakit Mata Glaucoma

Prosedur Operasi Penyakit Mata Glaucoma

Hallo Kawan Mama, Glaucoma adalah salah salah satu dari sekian banyak penyakit mata atau gangguan penglihatan yang sangat berbahaya bagi kondisi kesehatan mata. Sebab kondisi mata yang mengalami penyakit glaucoma akan berdampak pada fungsi penglihatan yang kian menurun. Bahkan beberapa kasus menyabutkan bahwa penyakit glaucoma dapat menyebabkan kebutaan bagi penderitanya. Sampai saat ini, belum di temukan metode pengobatan glaucoma selain operasi. Sementara iru, pada kondisi ini, ada beberapa prosedur operasi penyakit glaucoma yang harus di lakukan.

Di lansir dari laman WHO, setidaknya ada 2,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan jarak dekat dan jarak jauh. Setengah dari kasus tersebut beluk di tangani dan masih dapat di cegah perkembanganya. Untuk mencegah hal tersebut tentu memriksakan kondisi mata terlbih dahulu. Namun survei menyebutkan bahwa 850 responden di 6 negara asia tenggara, 45% warga Indonesia belum pernah memeriksakan kondisi matanya.

Penyakit glaucoma pada dasarnya dapat di derita oleh siapa saja tanpa mengenal batasan usia. Meskipun demikian, penyakit glaucoma lebih sering terjadi pada  orang dengan usia lanjut, yakni 40 tahun ke atas dan lebih rentan dan lebuh banyak di alami pada dusia 60 tahun ke atas. Kendati demikian, anak-anak dan orang dewasa juga perlu berhati-hati akan kondisi ini. Sementara itu, pengobatan penyakit glaucoma sendiri masih belum di ketahui dengan pasti selain melakukan operasi.

Pada tahap awal kemuculan penyakit glaucoma, penyakit glaucoma yang ringan masih dapat di cegah dengan penanganan yang efektif. Namun penyakit glaucoma yang parah hanya dapat di atasi dengan melakukan operasi. Metode operasi sendiri meliputi beberapa prosedur yang harus di lakukan untuk melakukan operasi terhadap penyakit mata glaucoma. nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas menganai beberapa prosedur operasi untuk mengatasi penyakit glaucoma. Berikut adalah penjelasannya.

Penyakit Glaukma

Prosedur Operasi Penyakit Mata Glaucoma

Penyakit galukoma adalah jenis penyakit ini berhubungan dengan kerusakan saraf-saraf optic yang ada di mata. Saraf optic terebut pada dasarnya merupakan pelaspis bagian belakang mata, serta memiliki fungsi untuk mengirimkan sinyal yang telah di tangkap oleh mata kepada otak. Kerusakan pada saraf-saraf optic tersebut terjadi akibat adanya peningkatan tekanan pada bola mata yang terjadi secara berlebihan. Kondisi inilah yang akan menganggu dan mempengaruhi fungsi penglihatan.

Peningkatan tekanan yang terjadi pada bola mata tersebut dapat di sebabkan oleh beberapa faktor. Seperti produksi cairan mata atau aqueous humuor yang humuor, atau saluran pembuangan cairan pada mata yang terhambat atau tersumbat sehigga mambuat cairan mata tidak dapat terbuang dan menumpuk. Dua kondisi tersebut menjadi penyabab paling umum yang mengakibatkan paningkatan tekanan pada bola mata.

Sementara itu, glaucoma sendiri merupakan penyakit yang menjadi penyebab terjadinya kebutaan kedua terbanyak  di dunia setalah penyakit katarak. Bahkan ada 4 hinnga 5 orang dari 1.000 orang di Indonesia yang menderita penyakit glaucoma. Meskipun terbilang jarang terjadi, namun tetap saja perlu berhati-hati akan kondisi penyakit yang satu ini.

Operasi Penyakit Glaucoma

Operasi glaucoma merupakan prosedur operasi berupa pembedahan yang di lakukan untuk menangani penyakit glaucoma. Metode ini merupakan bagian penting dari pengobatan glaucoma karena hanya operasi bedah yang baru di di temukan dan di ketahui hanya dapat menengani mata yeng terserang penyakit tersebut. Dengan melakukan prosedur operasi maka kerusakan pada saraf optic akibat penyakit glaucoma dapat di kurangi.

Sebab apabila penyakit glaucoma tidak segera di tangani, maka besar kemungkinan kondidi glaucoma dapat berkembang lebih buruk hingga berakhir kebutaan bagi penderitanya. Untuk itu, tujuan prosedur operasi di lakukan agar tekanan pada bola mata dapat di kurangi sehingga menurun, serta mengurangi ras sakit apada mata akibat penyakit glaucoma.

Waktu Untuk Melakukan Operasi Glaucoma

Pada dasarnya, operasi bukan menjadi pilihan utama untuk mengatasi penyakit glaucoma. Penderita penyakit glaucoma umumny akan di sarankan untuk melakukan operasi apabila penanganan-penanganan biasa tidak membuahkan hasil. Pada kondisi di manata penyalit glaukom masih dalam taap ringan, umumnya dokter akan menyarankan terlebih dahulu untuk menggunakan obat tetes mata. Obat tersebut akan berfungsi menurunkan tekanan pada bola mata.

Namun apabila penmggunaan obat tetes mata sudah tidak lagi dapat memperbaiki mata yang mengalami penyakit glaucoma. Maka dokter akan menyarankan untuk melakukan prosedur operasi penyakit glaucoma. Pasien yang juga memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi atau detak jantung tidak beraturan, maka di sarankan juga untuk melakukan prosedur operasi. Prosedur operasi akan di lakukan apabila kondisi mata sudah tidak terkendali dan tidak memungkinkan di tangani dengan obat tetes mata.

Prosedur Operasi Penyakit Glaucoma

Pelaksanaan operasi penyalit glaucoma sendiri, pada dasarnya di bagi menjadi du bagian. Yakni metode operasi laser dan metode operasi pembedahan trabekulektomi. Operasi laser merupakan metode pilihan pertama yang seringkali di gunakan oleh dokter untuk menangani glaukoma. Dan apabila metode operasi laser tidak membuahkan hasil sesuai dengan target, maka dokter akan melakukan metode operasi pemebedahan.

Smentara itu, operasi laser sendiri umumnya di bagi menjadi 4 jenis tindakan, yakni.

  • Argon laser trabeculoplasty (ALT)
  • Selective laser trabeculoplasty (SLT)
  • Laser peripheral iridotomy (LPI)
  • Laser cyclophotocoagulation

Jika ke empat jenis tindakan di atas tidak memberikan hasil yang siginifikan, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan operasi bedah trabekulektomy atau insisi mata. metode tersebut berupa pembuatan sayatan kecil pada bagian sklera mata atau bagian putih pada bola mata. sayatan tersebut akan berfungsi sebagai jalur keluarnya cairan dari bola mata. bahkan tingkat keberhasilan metode ini mencapai angka 70-90%.

Diagnosis Penyakit Glaucoma

Sebelaum melakukan prosedur operasi, umumnya dokter akan melakukan langkah pemeriksaan untuk mendiagnosis dan mengetahui kondisi mata. Hal ini juga akan memberitahu kondisi serta keparahan mata yang mengalami penyakit glaucoma. Delain itu dengan mendiagnosis kondisi mata dokter akan mengetahui langkah seperti apa yang di butuhkan atau operasi apa yang cocok untuk kondisi mata tersebut. berikut adalah beberapa metode untuk mendiagnosis kondisi mata.

  • Pemeriksaan tekanan bola mata (tonometry)
  • Evaluasi struktur saraf mata
  • Pemeriksaan luas lapang pandang (perimetri)
  • Pemeriksaan sudut balik mata depan (gonioskopi)

Tatalaksana Operasi Penyakit Glaucoma

Pada dasarnya, prosedur operasi penyakit glaucoma sama halnya dengan operasi mata lainya. yakni menggunakan mikroskop untuk membuat struktur bola mata terlihat lebih jelas.  Dalam pelaksanaan prosedur operasi penyakit glaucoma tentu ada langkah-langkah yang harus di lakukan yang sudah menjadi aturan tatalaksana operasi. Berikut adalah langkah-langkah prosedur yang akan di jalani selama proses operasi berlangsung.

  1. Pertama dokter akan memberikan obat anestasi atau obat bius local pada bola mata dan area sekitar bola mata. hal ini bertujuan supaya pasien tidak merasakan sakit saat prosedur operasi penyakit glaucoma berlangsung.
  2. Kedua dokter akan menggunakan mikroskop yang sudah di lengkapi dengan lampu celah untuk melihat struktur bola mata agar lebih jelas selama proses operasi berlangsung.
  3. Operasi biasanya akan berlangsung selama 45-75 menit saja. Hal ini juga tergantung dari jenis operasi yang di lakukan. terkadang pasien masih dapat merasakan bola mata yang di sentuh, namun tidak ada rasa sakit yang muncul sama sekali. Namun jika ada gejala atau kondisi yang tidak nyaman atau tidak normal, maka sebaiknya segera beritahu dokter.

Tatalaksana prosedur operasi penyakit glaucoma umumnya membutuhkan waktu untuk proses pemulihan. Terkadang waktu pemulihan yang di butuhkan bervariasi tergantung dengan usia, aktivita hingga tipe penyakit glaucoma yang di alami oleh pasien. Namun pada umumnya, sebagian besar pasien penderita penyakit glaucoma dapat melakukan operasi tanpa harus rawat inap meskipun kondisi mata tetap perlu untuk di balut perban selama beberapa waktu. Dan setelah operasi di lakukan, umumnya pasien di minya untuk menhindari berbagai hal yang dapat membahayakan mata.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai prosedur operasi penyakit mata glaucoma. Meskipun operasi menjadi satu-satunya metode untuk mengobati penyakit glaucoma, tarutama dalam kondisi yang parah, namun tentunya hal tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karenanya, sebaiknya lebih berhati-hati lagi menjaga kesehatan mata. Pastikan rutin untuk memeriksakan kondisi mata agar dapat mencegah kondisi glaucoma.

Sumber :

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • jec
Cara Mendiagnosis Penyakit Mata Glaukoma

Cara Mendiagnosis Penyakit Mata Glaukoma

Hallo Kawan Mama, Penyakit glaukoma adalah salah satu penyaktit yang menyerang mata dan sangat berbahaya bagi mata. Beberapa kondisi seperti terganggunya fungsi penglihatan hingga kebutaan dapat terjadi pada mata yang mengalami penyakit glaukoma. Sementara itu, belum di ketahui dengan pasti obat herbal atau alami untuk menobati glaukoma. Untuk saat ini, prosedur pelaksanaan operasi penyakit glaukoma menjadi satu-satunya metode untuk mengatasi penyakit glaukoma yang menyerang mata. namun sebeleum itu di lakukan, ada beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit glaukoma.

Pada dasarnya, kebanyakan orang masih asing dan belum mengetahui bahwa glaukoma adalah penyakit berbahaya yang dapat mengancam fungsi penglihatan. Namun, faktanya glaukoma adalah salah satu gangguan penglihatan atau penyakit mata yang berisiko dapat menyababkan penderitanya mengalami kebutaan. Bahkan glaukoma menjadi penyakit yang menyebabkan kebutaan terbanyak yang berada di urutan kedua setelah penyakit katarak.

Pada tahap awal kemunculan glaukoma sendiri, tidak banyak pasien yang menyadarinya. Karena memnag kemunculan dari penyakit glaukoma tidak akan terlelu memberikan dampak yang signifikan pada penderitanya. Tidak jarang pasien dan sokter mendapati penyakit ini sudah dalam kondisi yang parah. Sebab dalam kondisi tersebut, dampak atau efek samping dari glaukoma baru akan menimbulkan gejala-gejala yang signifikan.

Untuk penangananya sendiri, sampai saati ini prosedur operasi menjadi satu-satunya metode yang dapat mengatasi penyakit glaukoma, terutama dalam kondisi yang parah. Sementara itu, untuk melakukan prosedur operasi sendiri, ada beberapa cara yang harus di lalui terlabih dahulu. Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai cara mendiagnosis penyakit glaukoma. Berikut adalah penjelasannya.

Penyakit Glaukoma

Cara Mendiagnosis Penyakit Mata Glaukoma

Berdasarkan data dari WHO, setidaknya ada 2,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan jarak dekat dan jarak jauh. Setengah dari kasus tersebut beluk di tangani dan masih dapat di cegah perkembanganya. Untuk mencegah hal tersebut tentu memriksakan kondisi mata terlbih dahulu. Namun survei menyebutkan bahwa 850 responden di 6 negara asia tenggara, 45% warga Indonesia belum pernah memeriksakan kondisi matanya.

Penyakit glaukoma merupakan sejenis gangguan penglihatan atau penyakit mata di mana mata mengalami kerusakan pada bagian saraf-saraf optik. Kondisi tersebut terjadi akibat adanya peningkatan tekanan pada bola mata, sehingga mengakibatan kontraksi yang membuat saraf optik tidak kuat menahan beban sehingga mengalami kerusakan. Akibatnya, seiring pertumbuhan dan perkembangan glaukoma, perlahan fungsi dan ketajaman mata akan semakin menurun.

Gejala Penyakit Glaukoma

Pada tahap awal di mana glaukoma masih cukup ringan, kebanyakan dari penderita glaukoma tidak akan menyadari adanya glaukoma pada mata. Namun ketika kondisi glaukoma pada mata kian memburuk dan dalam tahap yang serius maka gejala-gejala akan mulai di rasakan. Umumnya mata yang mengalami glaukoma akan muncul beberapa gejala sebagai berikut.

  1. Mata memerah
  2. Nyari pada mata
  3. Sakit kepala
  4. Melihat bayangan lingkaran pada sekeliling cahaya
  5. Rasa mual hingga muntah
  6. Mata berkabut, terutama pada bayi
  7. Penglihatan yang makin menyempit hingga akhirnya tidak dapat melihat obyek sama sekali.

Diagnosis Penyakit Glaukoma

Setelah mengetahui gejala-gejala dari muculnya penyakit glaukoma yang menyeang mata, maka kamu dapat pergi ke dokter untuk mengetahui kondisi mata kamu. Dalam mendiagnosis mata yang terkena penyakit glaukoma, ada beberapa tahap pemeriksaan yang perlu di lakukan agar dapat mengetahui dengan pasti kondisi pada mata dengan lebih detail. Berikut adalah langkah pemeriksaan atau beberaoa cara untuk mendiagnosis penyakit glaukoma.

  1. Pemeriksaan Tekanan Bola Mata (Tonometry)

Pemeriksaan tekanan bola mata atau biasa di kenal dengan tonometry di lakukan sebagai upaya untuk mengukur dan mengetahui tekanan pada bola mata. Umumnya, obat tetes anestasi akan di gunakan untuk membuat mata baal. Pemeriksaan tersebut dapat di lakukan dengan Applanasi Goldman menyentuh sebagian kecil bola mata) atau dengan semburan udara. Kisaran tekanan mata dama kondisi normal adalah 10-12 mmHg. Pemeriksaan tersebut akan menunjukkan angka yang lebih tepat.

  1. Evaluasi Struktur Saraf Mata

Metode evaluasi struktur saraf mata umumnya dapat di lakukan secara manual maupun dengan alat pemeriksaan. Pemeriksaan ini sendiri biasanya akan di lakukan minimal 1 hingga 2 kali dalam setahun. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah sebagai evaluasi saraf mata untuk melihat ada tidaknya tanda-tanda glaukoma, atau sebagai evaluasi progresivitaa penyakit. Terkadang pemeriksaan ini menggunakan obat tetes midrasil untuk melebarkan anak mata (pupil) sehingga detail saraf mata dapat terlihat jelas.

Penggunaan obat tersebut akan membuat penglihatan buram dan silau hanya sementara, dan akan pulih selang beberapa waktu. Selain itu, terdapat beberapa pemeriiksaan tamabahan untuk menunjang keakuratan pemeriksaan struktur saraf mata. Di anatarnya adalah,

    • Heidelberg Retina Tomography (HRT) berupa pemeriksaan yang akan menghasilkan gambaran 3D dan beresolusi tinggi dari saraf mata. pemeriksaan ini akan membantu menilai kerusakan serabut saraf mata.
    • Optikal Coherence Tomography (OCT) merupakan alat untuk mengukur pantulan sinar laser untuk menilai struktur 3D dari serabut mata. OCT dapat membantu mendiagnosis glaukoma lebih dini dari pemeriksaan luas penglihatan.
  1. Pemeriksaan Luas Lapang Pandang (Perimetri)

Pemeriksaan luas lapang pandang atau yang biasa di sebut perimetri merupakan pemeriksaan luas penglihatan berupa pemetaan daerah yang bisa di lihat oleh pasien. Metode pemeriksaan ini akan memabntu menilai tingkat keparahan glaukoma, serta untuk mengetahui evaluasi terapi glaukoma. Pemeriksaan ini sendiri harus di lakukan dengan kondisi yang tenang dan penuh dengan konsentrasi.

Terkadang, dalam pemeriksaan ini di butuhkan pemeriksaan serial untuk mengetahui baseline atau gambaran defek yang di tampilkan menetap. Pemeriksaan ini umumnya di lakukan 1-2 kali dalam setahun. Perimetri ini  juga di lakukan apabila tekanan darah sudah terkontrol untuk menilai progresivitas.

  1. Pemeriksaan Sudut Bilik Mata Depan (Gonioskopi)

Metode pemeriksaan sudut bilik mata depan atau yang biasa di sebut Gonioskopi merupakan prosedur diagnostic secara rutin untuk mambantu mengevaluasi kondisi saluran drainase untuk menentukan tiupe glaukoma. Sudut glaukoma sendiri terbagi menjadi sudut terbuka dan sudut tertutup. Selain itu, pemeriksaan juga akan di lakukan setelah pasien di beri obat tetes anestesi untuk membuat mata baal.

Motde pemeriksaan ini akan di lakukan dengan menggunakan lensa kontak genioskopi yang akan di tempelkan pada bola mata. Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan ini terbilang sangat aman dan tidak akan menimbulakn rasa sakit ataupun efek samping yeng membahayakan kesehatan mata.

  1. Pemeriksaan Ketebalan Kornea Mata (Pekimetri)

Pemeriksaan ketebalan kornea mata atau yang biasa di sebut pekimetri merupakan metode atau alat untuk mengukur ketebalan kornea atau jaringan bening yang berada di bagian terdepan bola mata. Penting untuk melakukan pemeriksaan ini pali tidak sekali untuk mengatahui ketebalan kornea yang dapat mempengaruhi perhitungan tekanan bola mata. apabila korena lebih tebal dari batas normal, maka pengukuran bola mata dapat menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari biasanya.

Pada dasaranya, pemeriksaan skrining glaukoma tidak haru di lakukan bersamaan atau dalam satu waktu. Pada tehap pemeriksaan awal, biasanya hanya meliputi pemeriksaan tekanan bola mata dan penilaian bentuk saraf mata. Setelah itu, dokter akan kemudian akan menentukan pemeriksaan apa yang perlu untuk di lakukan berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan juga beberapa faktor risiko yang di miliki oleh pasien glaukoma. Pemeriksaan yang di lakukan memang terlihat banyak, sebab untuk mengetahui atau mendiagnosis glaukoma tidak selalu mudah.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama menganai cara mendiagnosis penyakit mata glaukoma. pemeriksaan untuk mendiagnosis glaukoma memang terbilang cukup banyak langkah yang harus di lakukan. meskipun demikan, pemeriksaan tersebut di lakukan untuk mengetahui hasil pasti dan kondisi mata yang mengalami glaukoma dengan lebih detail. Dengan begitu, dokter juga akan mengetahui tatalaksana penanganannya.

Semoga tulisan ini dapat memabantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • jec.co.id
Komplikasi Akibat Operasi Penyakit Glaukoma

Komplikasi Akibat Operasi Penyakit Glaukoma

Hallo Kawan Mama, Masalah kesehatan memang menjadi salah satu hal yang sangat penting dan menghawatirkan. Tidak hanya pada kesehatan tubuh, namun juga kesehatan mata. Mengapa demikian? Sebab mata memiliki peran penting yang berfungsi untuk membantu kita melihat setiap objek juga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satu penyakit yang menyerang mata dan sangat berbahaya adalah penyakit glaukoma. sementara itu, ada beberapa komplikasi akibat operasi mata yang mengalami penyakit glaukoma.

Masalah gangguan pada fungsi penglihatan memang menjadi masalah yang kerap di alami kebanyakan orang. Tentunya hal tersebut menimbulkan banyak kondisi yang menjadi masalah dan keluhan. Bahkan berdasarkan data dari WHO, setidaknya ada 2,2 miliar orang di dunia yang mengalami gangguan penglihatan jarak dekat dan jarak jauh. Setengah dari kasus tersebut belum di tangani danmasih dapat di cegah perkembangannya.

Untuk mencegah meningkatnya penderita gangguan penglihatan tentu harus melalui pemeriksaan mata. namun survei menyabutkan bahwa sebanyak 850 responden di 6 negara di asia tenggara, menyebutkan bahwa 45% marga Indonesia belum pernah melakukan pemeriksaan mata. glaukoma sendiri merupakan salah satu penyakit mata yang pada tingkat yang serius dapat menyebabkan kebutaan pada penderitanya. Lebih dari itu, penderita penyakit ini dapat mengalami beberapa komplikasi akibat penyalit glaukoma.

Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai beberapa komplikasi yang terjadi akibat operasi penyakit glaukoma. Dengan risiko yang sangat berbahaya bagi penderita glaukoma, maka perlu bagi kita untuk mengetahui beberapa komplikasi dari penyakit ini. Dengan begitu, kewaspadaan kita akan menyakit ini menjadi lebih tinggi. berikut adalah penjelasannya.

Penyakit Glaukoma

Komplikasi Akibat Operasi Penyakit Glaukoma

Glaukoma merupakan salah satu penyakit yang menyerang mata yang akan mengganggu fungsi penglihatan menjadi tidak normal. Pada dasarnya, penyakit glaukoma berupa kondisi di mana saraf-saraf optik pada mata mengalami kerusakan. Kerusakan pada saraf-saraf optik tersebut terjadi akibat tekanan pada bola mata yang mengalami peningkatan. Kerusakan pada saraf-saraf optik akan berdampak pada fungsi penglihatan yang kemudian akan semakin menurun.

Di dalam mata manusia terdapat saraf-saraf optik yang terdiri dari berbagai sel-sel ganglion retina. Sel-sel tersebut memiliki peran penting dalam proses penglihatan oleh mata. bahkan terdapat sekitar lebih dari 1 juta sel ganglion retina yang ada di setiap mata manusia. Glaukoma inilah yang merupakan penyakit yang menyerang sel-sel ganglion retina sehingga sel-sel tersebut akan mati dan saraf-saraf optik pada mata akan mengalami kerusakan.

Umumnya, pada tahap awal kerusakan pada saraf optik yang ada di mata tersebut akan hanya akan  mempengaruhi penglihatan peripheral saja . Penglihatan peripheral sendiri merupakan objek atau cahaya yang di tangkap pada bagian terluar atau pinggiran mata. Hal tersebut membuat penderita seringkali tidak menyadari munculnya gejala glaukoma. Sebab munculnya gejala glaukoma terjadi pada bagian terluar pada mata terlebih dahulu di mana dampak dari penyakit glaukoma masih belum terasa dan di sadari.

Pengobatan Glaukoma

Pada umumnya, penyakit glaukoma ketika masih dalam tahap awal atau ringan, efek atau dampak dari penyakit ini belum terlalu dapat di rasakan. Kondisi ini membuat penderita panyakit glaukoma tida menyadari bahwa mata yang ia miliki telah terserang penyakit glaukoma. Dalam tahap yang ringan, panyakit glaukoma cederung masih dapat di atasi atau di kurang efeknya dengan menggunakan obat herbal atau dengan obat tetes mata. namun hal ini tidak berlaku ketika glaukoma telah memasuki kondisi yang serius.

Sementara itu, penyebaran penyakit glaukoma terbilang cukup lambat sehingga memeberikan waktu bagi penderita penyakit ini untuk kembali pulih. Dan dengan penanganan yang tepat dan efektif kemungkinan untuk pulih dan terhinari dari komlikasi akibat glaukoma akan semakin tinggi. Namun, kebanyakan kasus penyakit glaukoma di temukan oleh dokter dalam kondisi yang cukup parah. Sehingga kondisi ini membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Umumnya dokter aka memberikan resep obat mata untuk mengurangi dan meringankan dampak yang muncul akibat penyakit glaukoma. Namun penyakit glaukoma yang suda dalam kondisi yang serius biasanya hanya dapat di atasi degan melakukan operasi pembedahan. Sebab dalam kondisi yanhg serius, kemungkinan risiko kebutaan dapat di alami oleh penderita penyakit glaukoma.

Komplikasi Akibat Operasi Penyakit Glaukoma

Untuk mengatasi penyakit glaukoma yang menyerang mata, operasi menjadi metode yang kerap menjadi pilihan untuk mengobati penyakit glaukoma. meski demikian, ada beberapa kondisi komplikasi atau risiko efek samping akibat operasi yang di lakukan untuk menangani penyakit glaukoma. Berikut ini adalah beberapa efek samping atau komplikasi yang di sebabkan oleh operasi penyakit glaukoma.

  1. Hipotoni

Hipotoni merupakan istilah pada mata yang mengalami tekanan yang rendah. Kondisi ini merupakan salah satu masalah atau komplikasi yang terjadi akibat operasi penyakit glaukoma. Tekanan pada bola mata yang terlalu rendah dapat terjadi akibat pembuangan cairan mata yang berlebihan. Selain itu, luka yang terjadi akibat operasi yang tidak di tangani dengan segera dan efektif.

Glaukoma adalah peningkatan tekanan yang terjadi pada bola mata. Namun kondisi di mana penurunan tekana berlebih pada bola mata juga berbahaya bagi kesehatan bola mata. Kondisi hipotoni yang terjadi dan tidak di tangani dengan segera maka dapat menyebabkan risiko lainya seperti penumpukkan cairan pada kornea, penyakit katarak, pendarahan hingga berakhir dengan kbutaan.

  1. Hifema

Selain hipotoni, hifema adalah salah satu komplikasi yang dapat terjadi akibat operasi penyakit glaukoma. Pada dasarnya, hifema adalah kondisi di mana adanya penumupukan darah pada bagian depan mata yang berada di antara iris dan kornea mata. Kondisi ini biasanya dapat terjadi pada 2 hingga 3 hari pasca melakukan operasi glaukoma. Apabila pasca operasi muncuk gejala hifema, maka sebaiknya segera atasi atau periksakan mata ke dokter.

Gejala hifema umumnya terjadi karena adanya trauma yang muncul pada saat berlangsungnya operasi glaukoma. Kondisi tersebut beraikbat munculnya luka atau sobekan pada iris mata. apabila penumpukkan darah akibat hifema berjumlah cukup banyak, maka biasanya dokter akan segera meminta untuk melakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan darah yang menumpuk di bagian depan mata tersebut.

  1. Pendarahan Suprakoroid

Pada dasarnya, pendarahan suprakoroid merupakan salah satu komplikasi yang cenderung jarang terajdi dan sangat langka. Namun kondisi ini bisa saja terjadi akibat prosedur pelaksanaan operasi glaukoma. Pendarahan suprakoroid dapat terjadi ketika pembuluh darah yang ada di mata mengisi bilik atau celah yang ada di sekitar sklera (bagian berwarna putih yang ada di mata).

Meskipun jarang terjadi, namun Pendarahan suprakoroid dapat mengakibatkan masalah yang serius dan fatal. Jika Pendarahan suprakoroid terjadi ketika operasi glaukoma berlangsung, maka pasien berisiko dapat mengalami kebutaan. Meskipun begitu, pendarahan yang terjadi beberapa hari pasca operasi, umumnya dapat di tangani dengan pengobatan steroid atau operasi pembedahan pada sklera mata.

Glaukoma merupakan penyakit mata berupa peningkatan tekanan yang terjadi pada bola mata. Peningkatan tersebut akan menyebabakan saraf optik pada mata mengalami kerusakan hingga perlahan fungsi penglihatan akan terganggu dan menurun. Dalam kondisi awal atau ringan, glaukoma umumnya dapat di atasi dengan obat alami atau obat tetes mata berdasarkan resep dokter. Namun pada kondisi yang parah, glaukoma hanya dapat di atasi dengan tidakan medis berupa operasi. Sementara itu, metode operasipun memiliki beberapa efek samping yang bisa saja di alami oleh pasien. meskipun begitu, tidak di temukan cara lain selain operasi untuk mengatasi penyakit glaukoma.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai beberap komplikasi akibat operasi penyakit glaukoma. pada dasarany komplikasi akibat poperasi jarang terjadi dan dapat di cegah dengan penanganan yang efektif dan rajin memeriksakan mata. dengan begitu, kondisi mata akan selalu dapat terpantau dengan  baik.

Semoga tulisan dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Winnetnews
  • Hellosehat
Obat Tradisional Alami Untuk Mengatasi Glaukoma

Obat Tradisional Alami Untuk Mengatasi Glaukoma

Hallo Kawan Mama, Kebutaan adalah salah satu masalah serius yang perlu kita hindari dan kita cegah. Beberapa faktor berupa berbagai jenis gangguan penglihatan atau penyakit mata dapat menjadi penyabab mata mengalami kebutaan. Salah satu faktor gangguan penglihatan adalah penyakit glaukoma. Ada berbagai metode yang dapat di lakukan untuk mangatasi glaukoma, seperti obat atau penanganan medis, serta obat tradisional alami untuk mengatasi penyakit glaukoma.

Obat tradisional sendiri merupakan jenis obat yang sudah di gunakan sejak dahulu kala untuk mengobati berbagai jenis penyakit yang menyeang kesehatan tubuh, termasuk juga kesehatan mata. Obat dan penanganan medis memang menjadi pilihan tepat untuk mengatasi berbagai penyakit mata. Namun tentunya untuk mendapatkan hal tersebut membutuhkan biaya yang mungkin tidaklah sedikit, sehingga banyak yang memilih mengguakan obat tradisional untuk mengatasi kondisi ini.

Glaukoma sendiri merupakan salah satu jenis gangguan penglihatan atau penyakit mata yang cukup berbahaya bagi para pendritanya. Sebab dalam kondisi yang serius, glaukoma dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi penglihatan hingga penderitanya mengalami kebutaan. Oleh sebab itu, perlu adanya langkah penanganan yang tepat untuk mengatasi penyakit glaukoma. nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai obat tradisional alami untuk mengatasi penyakit glaukoma. simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Glaukoma

Obat Tradisional Alami Mengatasi Penyakit Glaukoma

Pada dasarnya, glaukoma merupakan sejennis gangguan penglihatan atau penyakit mata di mana adanya kerusakan saraf optic yang ada di mata. saraf optic yang mengalami kerusakan tersebut terjadi akibat tekanan pada bola mata yang mengalami peningkatan. Kondisi ini akan membuat kondisi mata penderitanya mengalami penurunan penglihatan. Dan dalam beberapa kasus terburuk, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi penglihatan sehingga berakhir dengan kebutaan.

Umumnya, penyakit glaukoma muncul dan terjadi secara perlahan tanpa gejala awal yang signifikan. Tanpa adanya gejala yang signifikan tersebut, akibatnya seringkali penderita glaukoma tidak manyadari bahwa kondisi matanya terserang penyakit glaukoma. Kondisi mata yang telah terserang glaukoma seringkali akan di sadari ketika glaukoma telah berkembang dan menyebabkan kondisi fungsi penglihatan kian memburuk.

Penyakit Glaukoma

Berdasarkan adta yang di peroleh dari WHO, setidaknya ada 2,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan jarak dekat dan jarak jauh. Setengah dari kasus tersebut beluk di tangani dan masih dapat di cegah perkembanganya. Untuk mencegah hal tersebut tentu memriksakan kondisi mata terlbih dahulu. Namun survei menyebutkan bahwa 850 responden di 6 negara asia tenggara, 45% warga Indonesia belum pernah memeriksakan kondisi matanya.

Kebanyakan orang tentu masih asing ketika mendengar penyakit mata bernama glaukoma ini. Karena memang kebanyakan orang lebih akrab dan lebih dering mendengar penyakit mata lainya, seperti katarak. Namun perlu untuk di ketauhi, bahwa penyakit glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata yang menjadi penyabab terjadinya kebutaan. Bahkan glaukoma sendiri berada di posisi 2 setelah katarak sebagai penyakit mata penyebab kebutaan.

Obat Tradisnional Alami Untuk Glaukoma

Dengan risiko yang sangat berbahaya bagi penderita penyakit glaukoma, maka tentunya perlu adanya langkah pendegahan atau penanganan untuk mengatasi glaukoma. Beberapa jenis obat tradisonal yang bersifat alami di percaya dapat di gunakan untuk mangatasi penyakit glaukoma. dengan bahan-bahan yang di perlukan lebih sederhana dan mudah di temukan dan tidak mengeluarkan banyak biaya membuat banyak orang menggunakan obat tradisional.  Beriku adalah beberapa obat tradisional alami untuk mengatasi penyakit glaukoma.

  1. Biji Kemangi

Kemangngi adalah salah satu tanaman yang banyak di gunakan untuk berbagai kebutuhan. Seperti pengobatan hingga sebagai bahan makanan atau lalapan. Umumnya yang di gunakan dari tanaman kemangi adalah dunya. Namun ternayata, selain daunnya, biji kemang juga memiliki manfaat baik, dan dapat di gunakan dengan maksimal, juga untuk mengatasi penyakit glaukoma yang menyerang mata.

Cara menggunakan biji kemangi untuk mangatasi glaukoma adalah dengan menyediakan biji kemangi yang tela tua. kemudian setelah di bersihkan kamu dapat memasukkannya ke mata secara langsung dengan perlahan. Tutup mata sejenak dan kemudian buka kembali, dan biji kemangi akan keluar yang di anggap sebagai tahi mata. meskipun cara ini terbilang ngeri atau ekstrim, namun ini merupakan cara tradisional alami yang di anggap sangat efektif.

  1. Daun Turi

Selain tanaman kemangi ada juga tanaman turi yang tidak kalah efektif untuk mengatasi glaukoma tanpa adanya efek samping. Bagian yang di gunakan dari tanaman turi untuk mengatasi glaukoma sendiri adalah bagian daunya. Daun bunga turi dapat di gunakan secara efisien dan tentunya aman bagi mata. Selain itu  cara penggunaannya pun terbilang sederhana dan tidak ribet.

Kamu dapat menyediakan terlebih dahulu 10-15 gram daun turi yang masih muda. Kemudian sediakan adas sebanyak 4-5gram bersama juga kapur sirih pada takran yang samag dengan adas. Untuk penggunaannya, kamu dapat mencampurkan ketiga bahan tersebut dengan meremas dan menempelkan ramuan tersebut ke bagian alis 2 kali sehari. Tunggu dan jangan di angkat selama kurang lebih setengah jam untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  1. Mentimun

Umumnya, selain di gunakan untuk bahan makanan atau lalapan, metimun juga banyak di gunakan untuk kecantikan dan perawatan mata. Namun ternayata, mentimun juga dapat di gunakan untuk mengatasi glaukoma. iris timun dengan bentuk bulat dan tidak terlalu tipis/tebal. Letakkan mentimun pada mata yang tertutup. Dengan begitu, mata akan mendapatkan sensasi adem dan rileks. Selain itu, mentimun akan meringankan gejala glaukoma dan mata kering.

  1. Kacang Kenari

Kebutuhan nutrisi pada mata seperti omega 3 menjadi penting dan harus di penuhi untuk kesehatan mata. kandungan asam lemak omega 3 yang ada di kacang kenari dapat menyembuhkan gejala glaukoma dan menjaga kesehatan retina. Kandungan tersebut juga akan mencegah kerusakan lensa mata dan kornea. Selain itu, asam lemak omega 3 juga akan menjaga fungsi dan kinerja dari otak.

  1. Salmon

Ikan salmon merupakan salah satu obat tradisional untuk mengatasi glaukoma tanpa adanya efek samping berbahaya. Salmon juga mengandung banyak asam lemak omega 3 yang baik untuk otak dan juga mata. karenanya, sering mengkonsumsi salmon akan membuat fungsi dari retina dan kornea mata tetap terlindungi.

  1. Cokelat Hitam

Sedikit orang yang mengetahui bahwa, cokelat hitam merupakan bahan alami yang dapa meredakan stress pada otak dan juga mata. Kadar flavonoid yang tinggi di dalamnya dapat merawat mata dan membantu mengatasi mata yeng terkena glaukoma. Selain itu, cokelat hitam juga akan melindungi pembuluh darah di mata. dengan begitu, fungsi dari retina dan konea mata akan terjaga serta ketajaman penglihatan yang akan kian mambeik.

  1. Biji Bunga Matahari

Biji bunga matahri merupakan salah satu bahan alami yang baik untuk kesehatan mata. bahan alami ini juga dapat mendegah perkembangan glaukoma, serta mengurangi risiko dari gejala akibat glaukoma. Kandungan vitamin B2, E, selenium dan zinc akan melindungi dan menjaga mata dari bberbagai gangguan penglihatan. Bahkan, beberapa jenis penyakit mata yang di sebabkan oleh penuaan, seperti katarak dapat di cegah dengan sering mengkonsumsi biji bunga matahari.

  1. Kale

Kale merupakan salah satu jenis sayuran yang di percaya dapat mengatasi gejala glaukoma. sayuran jenis ini kaya akan nutrisi yang akan menjaga kesehatan mata tanpa adanya efek samping. Kandungan zeaxathin, lutein, Vitamin A, K dan C serta kalsium dan zat besi pada kale akan menyuplai nutrisi untuk kesembuhan mata yang mengalami gangguan penglihatan, termasuk gejala glaukoma.

  1. Stroberi

Kandungan asam float, serta vitamin B dan C pada stroberi akan mencegah penyabab mata mengalami glaukoma. buah yang satu ini juga akan menjaga kesehatan pembuluh darah yang ada di mata. karenaya di anjurkan untuk sering-sering mengkonsumsi buah stroberi untuk mencegah dan mangatasi penyakit glaukoma.

  1. Pisang

Buang pisang mengandung vitamin A dan C yang akan membantu proses puliihan dan penyembuhan pada mata yang mengalami glaukoma. selain itu, bebagai kandungan lain yang banyak dan baik tantunya membuat buah pisang perlu untuk sring-sering di konsumso untuk kesehatan mata dan juga tubuh.

  1. Brokoli

Brokoli merupakan jenis sayuran yang banyak mengandung zeaxanthin, lutein, vitamin C hingg kalsium yang tinggi yang akan menjaga kesehatan mata kamu. Kandungan tersebut juga akan melindungi mata dari sinar UV dan tentunya tanpa adanya efek samping. Kandungan pada brokoli tersebut dapat mengurangi risiko gejala glaukoma dan juga mencegah risiko katarak. Untuk mendapatkan manfaat penuh dari brokoli, kamu dapat mengkonsumsinya tanpa di masak atau di olah.

  1. Bayam

Bayam adalah salah satu sayuran yang kaya akan zeaxantihn dan lutein serta vitamin C yang tinggi yang sangat ampuh untuk membantu mengobati berbagai gangguan penglihatan, termasuk glaukoma. cukup dengan mengkonsumsinya seseriing mungkin maka kamu akan mendapatkan hasiat yang baik bagi mata dan tubuh.

  1. Bawang Putih

Bawang putih pada dasar memiliki efek samping yang harus di waspadai. Namun kandungan vitamin C dan B1, serta selenium dan quercetin hingga glutathione yang tinggi yang akan memperlancar sirkulasi darah pada mata tentu membuat bawang putih perlu di perhitungkan. Kandungan tersebut akan membuat lensa mata terlindung dari sinar UV dan penguat sel-sel optic pada mata. Karenanya bawang putih menjadi salah satu bahan alami yang tepat untuk memebantu mengatasi glaukoma, dengan catatan harus berhati-hati terhadap risikonya.

  1. Wortel

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa wortel memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan mata. Kandungan betakaroten pada wortel akan membantu mengobati gejala glaukoma dan gangguan penglihatan lainya. Dengan mengolah sebagai bahan masakan atau jus hingg langsung di konsumsi, manfaat dari wortel dapat kamu rasakan.

  1. Ubi Jalar

Kandungan kalium dan betakaroten pada ubi jalar dapat menjadi obat untuk mengatasi glaukoma. selain itum saraf optic yang ada di mata juga membutuhkan kandungan tersebut. karenanya sebaiknya sering-sering mengkonsumsi ubi jalar.

  1. Buah Beri Berwarna Gelap

Buah beri, terutama yang berwarna gelap sangat baik untuk membantu proses pemulihan dan penyenbuhan pada mata yang mengalami glaukoma. Beri hitam atau bilberry juga blueberry dan cranberry juga akan menjaga kesehatan mata yang juga akan menguatkan pembuluh darah dan sel-sel optic pada mata. kandungan pada beri hitam juga akan membantu menutrisi oto dan saraf yang ada di mata.

Pada dasarnya, tubuh manusia memerlukan asupan banyak jenis protein yang sudah menjadi kebutuhan sebagai bahan untuk menjalankan fungsinya. Ketika tubuh kekurangan akan nutrisi, maka terjadi ketidakseimbangan yang akan menyababkan gangguan kesehatan. Selain itu, asupan nutrisi dan protein juga akan membantu menjaga kesehatan tubuhdari berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan penglihatan berupa glaukoma. Beberapa obat tradisional alami tersebut dapat menjaga kesehatan mata serta membantu memulihkan dan menyembuhkan serta mengatasi mata dari gejala glaukoma.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama menganai obat tradisional alami untuk mengatasi glaukoma. Meskipun obat tradisional dapat mengatasi gejala glaukoma namun siftanya hanya sebagai pelengkap atau pembantu dari obat medis. Karenanya sebaiknya tetap gunakan obat medis dan konsultasikan penggunaan obat alami tersebut pada dokter sebelum menggunakannya.

Semoga tulisan ini dapat memabntu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Bibitbunga
Bahan Alami Untuk Mengatasi Glaukoma

Bahan Alami Untuk Mengatasi Glaukoma

Hallo Kawan Mama, Operasi umumnya merupakan salah satu metode yang di gunakan untuk menangani penyakit parah yang di derita oleh pasien, termasuk dengan kelainan mata. Beberapa kelainan mata, seperti glaukoma dalam tahap yang serius memerlukan metode operasi untuk mengatasinya. Namun beberapa kondisi di mana mata mengalami kelainan yang cukup parah dapat di atasi dengan menggunakan bahan alami untuk mengatasi penyakit mata, seperti glaukoma.

Pada dasaranya, mata merupakan salah satu oragn tubuh yang memiliki karakter yang sangat sesitif sehingga mudah sekali untuk mata mengalami kelainan atau penyakit. Glaukoma merupakan salah satu penyakit yang berbahaya bagi penderitanya. Sebab meskipun kasus ini tidak sering terjadi, namun dalam tahap yang serius, kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami kerusakan fungsi penglihatan hingga terjadinya kebutaan.

Dengan dampak atau efek yang di sebabkan oleh kondisi mata yan mengalami glaukoma cukup sangat berbahaya, maka tentunya kondisi ini perlu untuk di tangani dengan segera. Umumnya, dalam kondisi yang cukup serius, operasi hanya menjadi satu-satunya metode untuk menyembuhkan pasien glaukoma. Namun dalam tahap yang lebih ringan, metode lain seperti menggunakan bahan alami dapat menjadi opsi untuk mencegah perkembangan glaukoma.

Berikut ini Kawan Mama akan membahas mengenai bahan alami untuk mengatasi glaukoma. Cara berikut dapat di lakukan untuk mencegah perkrembangan glaukoma. Sebab, jika glaukoma masuk ke tahap yang serius, maka pasien membutuhkan operasi untuk sembuh. Tentunya, operasi sendiri membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Panyakit Glaukoma

Bahan Alami Untuk Mengatasi Glaukoma

Glaukoma pada dasarnya merupakan salah satu gangguan penglihatan atau penyakit mata yang sangata berbahaya bagi kondisi mata untuk para penderitanya. Umumnya, glaukoma merupakan kondisi di mana saraf optic yang ada di mata mengalami kerusakan akibat kondisi tertentu, yakni meningkatnya tekanan pada bulu mata. Ketika terjadi peningkatan tekanan pada bola mata, maka bola mata tidak akan mampu mennerima peningkatan tekana  tersebut sehingga berdampak pada saraf optic yang mengalmi kerusakan.

Akibat adrisaraf optic yang mengalami kerusakan, maka kondisi dari fungsi penglihatan akan mulai terganggu dengan ketajaman penglihatan yang menurun, hingga gejala-gejala lainya. kondisi tersebut akan berdampak pada aliran darah ke saraf mata yang mengalami penurunan hingga terjadilah kondisi glaukoma. Kondisi glaukoma yang terus menerus berkembang perlu segera untuk cegah. Hal ini untuk meminimalisir beberapa risiko berbahaya akibat perkembangan glaukoma.

Seputar Glaukoma

Mendengar kebutaan yang di sebabkan oleh penyakit atau kelaian pada mata, pasti tidak terlepas dari panyakit mata katarak. Kebanyakan orang, memang lebih familiar dengan penyakit yang satu ini. Namun ternayata glaukoma merupakan penyakit mata yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami kebutaan. Bahkan, glaukoma sendiri menjadi penyakit mata penyebab kebutaan nomor 2 setelah katarak.

Menurut WHO atau badan kesehatan dunia PBB sendiri, glaukoma dapat menjadi salah satu pemicu kebutaan setelah katarak. Di lansir dari lama  bibitbinga, bahkan glaukoma di anggap merupakan penyabab kebutaan nomor satu di dunia karena dapat menyebabkan kerusakan saraf atau serat optic sehingga dapat menurunkan fungsi dan daya lihat. Pada tahap awal, gejala glaukoma cenderung sulit di ketahui hingga banyak yang tidak menyadari.

Sementara itu, sebanyak 4 juta penduduk AS tidak menyadai bahwa kondisi matanya mengalami glaukoma. Sebab glaukoma sendiri cenderung tumbuh dan berkembang secara bertahap sehingga akan sulit di kenali, terutama pada tahap-tahap awal. Tidak jarang penyakit glaukoma di ketahui ketika sudah dalam kondisi yang parah. Karena hal tersebut, glaukoma juga di sebut dengan penyakit dengan istilah “pencuri penglihatan dalam diam”.

Gejala Glaukoma

Sebenarnya, mata yang mengalami penyakit galaukoma meskipun sulit di kenali, namun kondisi glaukoma tetap menunjukkan gajala-gejala yang dapat di identifikasi. Kerusakan yag terjadi pada saraf optic yang ada di mata akibat peningkatan tekanan bola mata akan menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut.

  • Mata memerah
  • Nyari pada mata
  • Sakit kepala
  • Melihat bayangan lingkaran pada sekeliling cahaya
  • Rasa mual hingga muntah
  • Mata berkabut, terutama pada bayi
  • Penglihatan yang makin menyempit hingga akhirnya tidak dapat melihat obyek sama sekali.

Bahan Alami Untuk Mengatasi Glaukoma

Pada dasarnya, dalam upaya untuk mengatasi kondisi mata yang mengalami glaukoma, obat menjadi salah satu media yang paling sering di gunakan. Sebab obat dapat dapat merdakan dan menurunkan tekanan pada mata, baik dengan mengurangi jumlah cairan yang terkumpul atau membantu mangalirkan cairan. Dan apabila kondisi glaukoma sudah dalam tahap yang serius, maka operasi menjadi metode yang di gunakan untuk mengatasi glaukoma.

Selain itu, ada beberapa metode lain yag di anggap memiliki efek baik untuk mengatasi kondisi mata yang mengalami glaukoma. Yakni dengan mengkonsumsi obat herbal atau obat alami yang tentunya juga berasal dari bahan berupa tanaman, buah serta sayuran alami. Beriut adalah beberapa bahan alami yang baik untuk mata. sebagai berikut.

  1. Makanan Tinggi Astaxanthin

Makan yang mengandung asaxanthin menjadi salah satu bahan makanan alami yang baik untuk menjaga dan merawat kesehatan mata. Sebab kandungan astaxanthin merupakan salah satu jenis dari karotenoid yang paling banyak mengandung antioksidan. Antioksidan akan berperan untuk membantu menangkal masuknya radikal bebas yang dapat memicu glaukoma dan penyakit mata lainya.

Sebuah penelitian yang di lakukan olah Journal Molecular Vision menemukan bahawa astaxanthin dapat memabntu mengurangi kerusakan retina yang di sebabkan oleh stress oksidatif  akibat radikal bebas. Penderita glaukoma dapat mengkonsumsi astaxanthin dalam bantuk suplemen herbal maupun dalam bentuk alami. Umumnya astaxanthin banyak di temukan pada buah seperti semangka, blewah, mangga dan lainya. wortel tomat, paprika merupakan saturan tinggi astaxanthin. Selain itu, telur ikan, salmon, udang, alga merah juga kaya akan astaxanthin.

  1. Makanan Dengan Kandungan Omega 3

Umumnya lemak lebih di kenal sebagai zat yang tidak baik untuk tubuh. Namun ada beberapa jenis lemak ayang baik untuk tubuh dan mata, yakni asam lemak omega 3. Dengan mengkonsumsi asam lemak omega 3 juga di anggap dapat sebagai cara efektif mengatasi glaukoma. Hal ini juga telah di buktikan melalui studi yang di lakukan pada oleh translational vision science and technology.

translational vision science and technology menyebutkan bahwa asam lemak omega 3 dapat membantu menurunkan tekanan intraocular (bola mata) yang mengalami glaukoma dini. Selain itu, asam lemak imega 3 juga akan membantu melindungi mata dari degenerasi macula hingga sindrom mata kering. Asam lemak omega 3 sendiri banyak di temukan pada jenis ikan, seperti salmon, cod, tuna, sarden,kerang hingga kepiting dan udang.

  1. Suplemen Koenzim Q10 (Coq10)

Selain beberapa cara di atas, cara untuk mengatasi glakumo juga dapat di lakukan dengan meminum Suplemen herbal dengan kandungan mkoenzim Q10 (CoQ10). Kandungan tersebut merupakan antioksidan yang sebenarnya hampir ada pada setiap sel dala tubuh. Antioksidan jenis ini akan membantu pertumbuhan dan pemeliharaan sel, serta melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Suplemen herbal dengan kandungan koenzim Q10 (CoQ10) akan mengurangi berbagai gejala yang terjadi akibat glaukoma. Sebab antioksidan jenis ini dapat mencegah kerusakan sel neuroretinal dan juga mengurangi jumlah radikal bebas yang masuk atau di hasilkan oleh mata.

  1. Mengkonsumsi Bilberry

Sejak zaman dahulu kala, bilberry merupakan salah satu buah yang telah banyak di gunakan dan di anggap ampuh untuk mengatasi berbagai penyakit. Beberapa studi telah mengujikan bilberry di mana efek dari buah ini sebagai obat herbal untuk glaukoma. Di dalam bilberry, juga terkandung bahan aktif berupa antosianin yang merupakan salah satu jenis flavonoid yang termasuk ke dalam jenis antioksidan yang baik untuk tubuh.

Antosianin yang ada pada bilberry tersebut di yakini mampu untuk melindungi saraf optic pada mata sel pada rertina yang akan memperlambat kerusakan pada mata. Karenanya, mengkonsumsi bilberry merupakan salah satu hal yang perlu untuk di lakukan sebagai metode penanganan glaukoma.

  1. Ekstrak Ginkgo Biloba

Ekstrak ginkgo biloba di anggap dan di percaya sebagai ramuan tradisional yang sangat efektif untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan dan juga penyakit mata. Glaukoma adalah salah satu penyakit mata yang dapat di atasi dengan menggunakan Ekstrak ginkgo biloba. Kandungan flavonoid dan terpenoid yang cukup tinggi dapat menjaga dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada mata.

Tanaman dari tiongkok ini terdapat lebih dari 60 jenis zat bioaktif yag di percaya dapat menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Kandungan yang ada di tanaman ini juga akan membantu memperbaiki sirkulasi darah pada mata, serta mengurangi kerusakan saraf optic pada mata dengan secara alami. Karenanya Ekstrak ginkgo biloba menjadi salah satu pilihan tepat untuk mengatasi penyakit glaukoma.

  1. Vitamin C Dan Lutein

Vitamin ac dengan dosis cukup tinggi telah terbukti efektif dan lebih aman di bandingkan dengan terapi obat penyakit glaukoma. pemberian suplemen vitamin C 1500mg/hari terbukti membuat tekanan pada mata menurun hingga memasukid batas  normal. Bahkan dalam situasi yang serius atau akut, viami C dapat di berikan langsung pada pembuluh darah untuk menurunkan tekanan secara awal.

Selain virtamin C, lutein menjadi salah satu piliha  untuk mengatsi penyakit glaukoma. tubuh manusia sendiri tidak dapat memproduksi lutein secara otomatis. Karenanya, perlu adanya asupan bahan makanan yang banyak mengandung lutein. Lutein juga sangat penting bagi usia lanjut karena dapat mengurangi penurunan fungsi penglihatan hingga degenerasi macula. Risiko kebutaan akibat glaukoma juga dapat di cegah dengan mengkonsumsi lutein. Lutein dapat kamu temukan pada banyak jenis sayuran, buah hingga suplemen.

Beberapa jenis adri bahan herbal atai alami pada dasaranya dapat di gunakan untuk mengatasi berbagai kondisi masalah kesehatan, termasuk juga dengan penyakit glaukoma. Beberapa jenis dari bahan alami di atas akan berfungsi untuk mencegaj gejala-gejala yang muncuk atau menjadi penyebab munculnya penyakit glaukoma. Pengunaan bahan-bahan tetrsebut tentunya membutuhkan resep atau izin dan sepengathuan dokter untuk mencagah hal-hal dan risiko yang tidak di inginkan. Sebab bukan tidak mungkin penggunaan yang sembarangan dapat menyebabakan bahan tersebut beriteraksi dengan obat lain yang di konsumsi.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama menganai bahan alami untuk mengatasi penyakit glaukoma. obat alami memang di anggap dan di percaya baik untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan, termasuk glaukoma. Namun bahan tersebut sifatnya hanya mengurangi dan butuh penanganan medis untuk benar-benar menyembuhkan penyakit glaukoma.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • Bibitbunga
Pengobatan Untuk Mata Yang Mengalami Glaucoma

Pengobatan Untuk Mata Yang Mengalami Glaucoma

Hallo Kawan Mama, Kondisi mata yang tenang dan rileks tentu akan membuat mata dapat berfungsi untuk melihat menjadi lebih baik. Kondisi mata yang mengalami tekanan akan mempengaruhi fungsi penglihatan sehingga penglihatan menjadi tidak normal dan tidak stabil. Salah satu penyakit akibat kondisi di mana mata mengalami tekanan adalah penyakit glaucoma. kondisi ini cenderung berbahaya sehingga membutuhkan metode pengobatan untuk mata yang mengalami glaucoma.

Mata yang mengalami peningkatan tekanan pada dasaranya merupakan salah satu indikasi bahwa ada sesuatu yang tidak beres atau kelainan pada mata. kondisi yang seringkali terjadi akibat peningkatan tekanan pada mata adalah kerusakan pada saraf optik yang ada di mata. kondisi ini lah yang di sebut sebagai glaucoma di mana banyak orang yang mengalaminya. Selain itu, kondisi ini umumnya lebih sering terjadi dan di alami oleh orang dengan usia lanjut.

Meskipun orang dengan usia lanjut lebih berisiko mengalami kondisi ini, namun glaucoma pada dasarnya dapat di alami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini akan sangat menganggu dan mempengaruhi fungsi penglihatan. Karenanya, perlu adanya langkah penanganan untuk mengatasi kondisi tersebut. Nah, kali Kawan Mama akan membahas menganai pengobatan untuk mata yang mengalami penyakit glaucoma. simak penjelasannya sebagai berikut.

Penyakit Glaucoma

Pengobatan Untuk Mata Yang Mengalami Glaucoma

Pada dasarnya, glaucoma merupakan salah satu kondisi mata yang mengalami gangguan di mana adanya peningkatan tekanan yang terjadi pada bola mata. Bola mata yang mengalami penigkatan tekanan akan mengakibatkan kerusakan pada saraf optik yang ada di mata. Kondisi ini akan membuat ketajaman pada fungsi penglihatan menjadi menurun. Dalam kasus yang lebih parah, kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan hingga kebutaan.

Penyakit glaucoma sendiri secara garis besar terbagia menjadi dua jenis berdasarkan kondisinya. Yakni penyakit glaucoma akut atau dan penyakit glaucoma kronis. Mata yang mengalami glaucoma akut umumnya, kondisi ini akan terjadi secara tiba-tiba. Sedangkan mata yang mengalami glaucoma kronis, umumnya akan terjadi secara perlahan-lahan. Ketika mata yang mengalami glaucoma tidak seger di tangani dengan baik, maka penderita glaucoma berisiko mengalami kebutaan.

Mata yang mengalami kebutaan akibat glaucoma, pada dasarnya terjadi akibat peningkatan tekanan pada bola mata. kondisi ini akan berdampak pada kondisi saraf optik pada mata mengalami tekanan yang terlalu tinggi dan berlebih. Akibatnya, saraf optik tidak sanggup menerima tekanan sehingga akan mengalami kerusakan. Kerusakan yang terjadi pada saraf optik umumnya tidak dapat di perbaiki lagi sekalipun menggunakan metode operasi.

Sementara itu, peningkatan tekanan pada mata dapat terjadi akibat cairan bola mata yang berlebih yang tidak dapat di buang melalui sudut drainase yang terletak pada iris dan kornea. Ciaran mata yang tidak dapat terbuang akan membuat tekanan pada bola mata meningkat. Kondisi ini akan membuat penurunan pada aliran darah ke saraf mata yang tertekan sehingga mata mengalami kondisi glaucoma.

Diagnosis Glaukoma

Untuk mengetahui mata mengalami glaukoma perlu adanya tes medis untuk hasil yang lebih jelas dan akurat. Dalam upaya untuk mendiagnosis glaukoma, dokter umumnya akan menggunakan alat untuk mengetahui tekanan pada bola mata, yakni Slit Lamp. Alat ini dapat mengetahui dan menilai keadaan sel dan komponen yang ada di mata mulai dari kornea mata, hingga pada retina. Sedangkan untuk mengukur tekanan pada bola mata, dokter akan menggunakan alat tonometry.

Di lansir dari laman klinikmatanusantara menyebutkan bahwa pemeriksaan komprehensif akan di lakukan dengan alat yang memadai, yakni.

  • Tonometer, alat untuk mengukur tekanan bola mata atau intraocular
  • Pekimetri, alat untuk mengukur ketebalan kornea yang relevan untuk mengukur tekanan bola mata secara akurat
  • Perimetri, berupa pemeriksaan lapang pandang di mana penglihatan perifer atau tepi akan di ukur luasnya.
  • Tomografi koherensi optik atau Optikal Coherence Tomography (OCT) dengan mengambil gambar/citra yang dapat memperlihatkan, memetakan, dan mengukur lapisan yang berbeda-beda pada retina. Alat ini juga akan mengukur dan mendokumentasikan saraf optik yang mengalami kerusakan
  • Foto saraf optik, menampilkan gambar/citra berwarna dan terperinci pada saraf optik dan dapat mendokumentasikan perubahan yang terjadi pada saraf optik seiring berjalannya waktu.

Mata pasien akan di berikan semacam obat tetes mata yang berfungsi untuk membuat kornea mata kebal. Kemudian sudut di antara iris dan korne akan di lakukan pemeriksaan gonioskopi untuk melihat apakah kondisi sudut tersebut terbuka atau tertutup. Dokter akan meneteskan obat tetes mata untuk melebarkan pupil agar kerusakan pada saraf optik dapat di ketahui. Pasien mungkin penglihatanya akan sedikit manjadi kabur. Namun kondisi ini merupakan efek samping dari pupil yang terbuka dan terbilang aman. Dengan begitu dokter akan mengetahui cara yang tepat untuk mengobati glaukoma.

Pengobatan Penyakit Glaucoma

Di kutip dari laman sehatq, Di dalam upaya untuk mengobati kondisi mata yang mengalami glaucoma, umumnya deteksi kondisi mata terkait glaucoma perlu di lakukan sejak dini atau lebih awal. Ketika telah mengetahui kondisi mata terkait penyakit glaucoma, maka metode pengobatan panykit glaucoma dapat di lakukan dengan lebih efektif.

Sementara itu, pengobatan glaucoma akan lebih baik di lakukan berdasarkan dengan jenis glaucoma itu sendiri.

  1. Pengobatan Glaucoma Akut

Ketika kondisi mata telah di ketahui mengalami penyakit glaucoma akut, maka kamu dapat melakukan langkah pertolongan pertama. Umumnya langkah pertolongan pertama berupa pengompresan pada mata dan kepala menggunakan air dingin. Selain itu, kamu juga dapat menggunakan obat antinyeri. Setelah hal tersebut di lakukan, maka sebaiknya segera periksakan kondisi mata ke dokter.

Dalam upaya untuk mengobati glaucoma akut sebenarnya dapat mengguanakan beberapa metode. Yakni seperti menggunakan obat tetes mata, obat suntik, tablet hingga melakukan metode pembedahan. Obat yang di gunakan untuk mengatasi glaucoma bisa menggunakan suntikan atau tablet yang mengandung acetazolamide, glycerol, isosorbide dan mannitol.

Semantara itu, untuk meredakan gejala akibat kondisi glaucoma, kamu dapat menggunakan obat anti nyeri atau obat anti muntah. Namun ketika sudut bilik mata telah tertutup hingga lebih dari 50%, maka harus di lakukan tindakan metode bedah. Seperti halnya prosedur iridektomi perifer untuk melancarkan cairan mata atau prosedur trabekulotomi untuk menurunkan tekanan pada mata.

  1. Pengobatan Glaucoma Kronis

Pada dasarnya, untuk metode pengobatan glaucoma kronis, kamu dapat melakukan metode terapi. Metofe terapi glaucoma sendiri umumnya terdiri dari penggunaan obat-obatan dan pembedahan. Namun metode terapi glaucoma lebih di tujukan pada orang yang mengalami penyakit glaucoma dalam tahap awal atau ringan hingga sedang.

Pada tahap awal, umumnya pasien akan di berikan obat glaucoma dengan golongan beta-blockers seperti timomol, betaxolol, levobunolol, carteolol dan metripanonol. Selain itu, obat glaucoma golongan simpatometik seperti adrenalin dan depriverin juga dapat menjadi opsi pilihan. Dan untuk mengatasi efek samping, obat tersebut akan di berikan dengan dosis terendah dengan frekuensi penggunaan yang tidak terlalu sering di lakukan.

Jika metode tersebut belum membuahkan hasil yang di inginkan atau perbuahan yang baik, maka dapat di lakukan peningkatan konsentrasi obat. Selain itu, obat juga akan di ganti dengan jenis lainya, atau dengan menambah dengan jenis obat lainya. apabila segala metode di atas telah di lakukan dan tidak juga membuahkan hasil yang baik, maka satu-satunya cara adalah dengan melakukan prosedur operasi.

Glaucoma pada dasarnya merupakan gangguan penglihatan di mana mata mengalami penigkatan tekanan pada bola mata. bola mata yang mengalami peningkatan akan membuat saraf optik pada mata tidak kuat menerima tekanan terebut sehingga mengalami kerusakan. Akibat saraf optik yang mengalami kerusakan akan berpengaruh terhadap fungsi penglihatan dan ketajaman penglihatan yang semakin menurun. Sementara itu, umumnya kondisi mata yang terkena glaucoma lebih sering terjadi dengan sendirinya.

Demikian pejelasan dari Kawan Mama mengenai pengobatan untuk mata yang mengalami penyakit glaucoma. Glaucoma yang terjadi pada orang tua umumnya dapat terjadi ketika menginjak usia 40 tahun ke atas dan cenderung sulit untuk di cegah. Sebab hal ini tidak terlepas dari kondisi fisik yang juga ikut menua.

Semoga tuisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Klikdokter
  • hellosehat