Cara Mencegah Kondisi Penyakit Katarak

Cara Mencegah Kondisi Penyakit Katarak

Hallo Kawan Mama, Mata merupakan salah satu organ tubuh yang memiiki karakter sensitive sehingga mudah terserang oleh gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan memang menjadi masalah yang umum di mana banyak orang mengalami kondisi tersebut. Salah satu gangguan penglihatan atau penyakit yang kerap menyerang mata adalah katarak. Kondisi ini membuat penglihatan menjadi terganggu dan perlu adanya cara untuk mencegah kondisi penyakit mata katarak.

Katarak sendiri merupakan sebuah penyakit mata di mana adanya lensa mata yang terhalang oleh sesuatu. Umumnya lensa mata terbuat oleh air dan protein yang masuk ketubuh. Air dan protein tersebut akan menjaga mata agar tetap bersih dan jernih sehingga dapat menangkap cahaya yang melewatinya kamudian di salurkan pada retina. Kondisi mata yang mengalami penyakit katarak ini berupa lensa mata yang terhalang oleh air dan protein yang menggumpak dan menutupi mata. Hal ini di sebabkan oleh mata yang tidak dapat menyerap dengan baik akan air dan mineral atau suplai yang terlalu berlebihan sehingga mengumpul dan membentuk gumpalan yang menghalangi lensa mata.

Umumnya, penyakit katarak banyak di alami oleh orang dengan usia lanjut. Hal ini di sebabkan oleh fungsi organ tubuh terutama mata yang sudah tidak lagi normal atau seproduktif seperti dulu. Akibatnya, gumpalan tersebut akan menempel dan dan menghalangi cahaya yang masuk ke lensa mata sehingga tidak dapat meneruskannya menuju retina, dan terjadilah katarak.

Pada tahap yang serius, penyakit katarak hanya dapat di obati dengan melakukan operasi katarak. Namun ketika penyakit katarak dalam tahap yang ringan, kondi ini masih dapat di atasi dengan langkah pencegahan. Nah, pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mengenai cara mencegah penyakit katarak. Dengan melakukan langkah pendegahan sesegera mungkin, maka kondisi penyakit katarak tidak akan bertamabah parah.

Cara Mencegah Penyakit Katarak

Cara Mencegah Kondisi Penyakit Katarak

Penyakit katarak memang menjadi penyakit yang banyak di alami teruatama pada usia lanjut. Namun tidak jarang hal tersebut juga di alami oleh anak-anak atau orang dewasa. di lansir  dari laman kemkes menurut perwakilan peedami, Aldiana Halim menyebutkan bahwa terdapat 8 juta orang di Indonesia mengalami gangguan penglihatan. 1,6 juta mengalami kebutaan dan 6,4 juta mengalami gangguan penglihatan sedang dan berat

“Dari kasus kebutaan itu memag banyak di sebabkan oleh penyakit katarak hingga 81,2%. Di perkirakan ada sekitar 1,3 juta penduduk Indonesia yang mengalami kebutaan akibat katarak”, tutur Aldiana.

Meskipun faktor usia atau penuaan menjadi faktor umum penyebab penyakit katarak, namun bukan berarti kondisi ini tidak bisa di cegah. Ada beberapa cara yang dapat di lakukan untuk mencegah penyakit katarak agar tidak bertambah parah. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah penyakit katarak..

  1. Rutin Memeriksa Kondisi Mata

Salah satu cara untuk mencegah penyakit katarak adalah dengan rutin mengecek dan memeriksa kondisi mata. Dengan memeriksakan mata ke dokter, maka kamu akan mengetahui kondisi mata kamu dan dapat mencegah perkembangan mata yang terkena penyakit katarak lebih cepat. Karena kondisi mata yang mengalami penyakit katarak dalam tahap ringan lebih mudah di atasi dan di cegah pertumbuhannya.

Bagi orang dewasa, di anjrkan untuk memeriksa kondiis matanya ke dokteer tidak kurang dari 2 tahun sekali sampai usia 50 tahun. Namun bagi seseorang yang berusia lebih dari 50 tahun, di anjurkan untuk memeriksakan mata setahun sekali. Dan bagi seseorang yang memiliki riwayat penyakit diabetes sebaiknya lebih rutin untuk memiksa kondisi mata. Karena diabetes sendiri dapat menjadi penyebab penyakit katarak.

  1. Kaca Mata Hitam Untuk Melindungi Mata

Kaca mata adalah satu cara untuk mencegah pertumbuhan katarak. Hal ini di gunakan untuk melindungi dari sinar matahari yang mengandung ultraviolet serta debu dan radikal bebas lainya. karean ultraviolet dan debu serta bakteri dapat memperparah kondisi penyakit katarak. Radiasi dari UVB lebih berbahaya bagi mata dan kulit di bandingkan dengan radiasi UVA.

Di lansir dari laman American Academy of Opthalmology menyebutkan bahwa dalam memilih kaca mata untuk mencegah katarak, sebaiknya pilih kaca mata untuk anti ultraviolet. Sebab paparan sinra ultraviolet dapat meningkatkan risiko katarak dan memperparah penyakit katarak hingga risiko kanker.

  1. Membatasi Mengkonsumsi Makanan Berkarbohidrat

Seseorang yang telah terkena penyakit katarak di anjurkan untuk menghindari dan membatasi makanan yang tinggi akan karbohidrat. Sebab tingginya asupan karbohdrat di duga dapat menyebabkan dan memperparah penyakit katarak. Sebab, karbohidrat akan ikut menggumpal bersama protein dan menghalangi lensa mata.

Di lansir dari laman Investigative Opthalmology and Visual science menemukan bahwa orang yang makan banyak karbohidrat memiliki risiko katarak tiga kali lebih besar di bandingkan dengan mereka yang sedikir mengkonsumsinya. Karenanya, sebaknya kurangi mengkonsumsi karbohidrat bagi agar penyakit katarak tidak bertambah parah.

  1. Hindari Asap Rokok Dan Alcohol

Rokok dan alcohol ternyata dapat menjadi penyebab munculnya panyakit katarak. Sebab asap rokok sendiri merupakan radikal bebas yang akan menempel pada lensa mata dan menghalangi cahaya masuk kemata. Akibatnya kondisi penyakit katarak akan semakin bertambah parah. Selain asap rokok, alcohol yang terbuat dari berbagai bahan yang tidak baik untuk tubuh dan juga mata. Maka sebaiknya hindari mengkonsumsi alcohol dan asap roko agar dapat mencegah penyakit katarak.

  1. Mengkonsumsi Teh Hijau

Salah satu jenis minuman yang dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan penyakit katarak adalah teh hijau. Di lansir dari laman Journal of Agricultural and Food Chemistry menyebutkan bahwa teh hijau dan hitam dapat menghambat perkembangan penyakit katarak terutama yang di sebabkan oleh diabetes.

  1. Vitamin C

Sebagaimana kita ketahui bahwa vitamin C adalah salah satu vitamin yang baik untuk mata. Peningkatan asupan vitamin C telah di kaitkan dengan penurunan risiko mata katarak. Sebuah studi yang di terbitkan dalam Journal of Nutrition mnemukan bahwa asupan vitamin C yang tinggi mengurangi risiko katarak hingga mencapai 64 %.

  1. Konsumsi Sayuran Hijau

Sayuran hijau adalah bahan makanan yang kaya akan nutrisi dan vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh. Ternyata, sayuran hijau ini juga baik untuk mencegah penyakit katarak pada mata. di dalam sayuran hijau terdapat kandungan vitamin E lutein dan ziaxanthin serta antioksidan lain yang akan mengurangi risiko berbagai penyakit mata termasuk katarak.

Dalam sebuh studi yang di muat oleh Havard Health Publishing menyebutkan bahwa,para peneliti telah menemukan pada wanita usia 50-79 tahun yang mengkonsumsi makanan kaya lutein dan zeaxanthin akan lebih sedikit terkena penyakit katarak. Kandungan tersebut banyak terdapat pada sayuran-sayuran hijau. Karenanya, sayuran hijau dapat menjadi pilihan baik untuk mencegah penyakit katarak.

  1. Atur Cahaya Yang Baik Untuk Mata

Tanpa di sadari kita seringkali menyepelakan kondisi cahaya pada ruangan yang kita gunakan. Namun ternyata, kondisi pencahayaan yang tidak baik akan menyebabkan penyakit katarak bertambah parah. Sebaiknya hindari betaktivitas pada cahaya yang redup dan atur cahaya yang terang di dalam ruangan. Dengan begitu, mata tidak akan terlalu terbebani dan penyakit katarak tidak bertambah parah.

Kondisi mata yang mengalami penyakit katarak seringkali tidak di sadari, terutama ketika kondisi penyakit katarak masih ringan. Karena pada kondisi tersebut, efek yang di timbulkan masih belum terlalu di rasakan sehingga tidak ada keluhan yang muncul. Namun seiring berjalanya waktu, kondisi penyakit katarak akan tumbuh menjadi lebih parah hingga menyebabkan berbagai keluahan. Karenanya, kondisi penyakit katarak dalam tahap ringan perlu untuk segera di cegah agar kondisi mata dapat pulih dan tidak bertambah parah. Ketika gejala-gejala gangguan pada penglihatan muncul, sebaikny segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Demikian penjelelasan dari Kawan Mama mengenai cara mencegah penyakita katarak. Selain terjadi pada lansia, penyakit katarak dapat di alami oleh siapa saja, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Karenanya langkah pencegahan perlu segera di lakukan agar gangguan penglihatan tidak bertambah parah.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hellosehat
  • Alodokter
Cara Mengobati Penyakit Mata Katarak

Cara Mengobati Penyakit Mata Katarak

Hallo Kawan Mama, Pernahkah kamu mendengar penyakit katarak? Ya, penyakit katarak adalah salah satu gangguan yag menyerang mata sehingga fungsi dari pengihatan tidak dapat bekerja dengan baik. Hampir setiap dari segala aktivitas yang kita lakukan membutuhkan bantuan mata sebagai fungsi penglihatan. Penyakit katarak merupakan juensi penyakit mata yang sudah umum di alami oleh kebenyakan orang. Beberapa cara dapat menjadi pilihan untuk mengobati penyakit mata katarak.

Kondisi mata yang sehat tentu akan membuat kita mudah melakukan segala aktivitas. Namun kondisi mata yang mengalami gangguan penglihatan atau katarak ini tentu tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga akan menganggu dan menghambat aktivitas kita. Pada dasaranya, penyakit katarak adalah sebuah kondisi gangguan penglihatan di mana lensa mata yang keruh akibat tertutup oleh benda asing atau sesuatu yang menghambat penglihatan. Kondisi ini membuat penderitanya keseulitan menglihatan dan mata yang keruh seperti tertutup awan. Pada awalnya, penyakit katarak tidak terasa menganggu hingga waktu ke waktu akan semakin berkembang dan biasanya akan terasa ketika sudah dalam kondisi yang cukup serius.

Dalam tahap awal, penyakit katarak hanya akan terasa seperti gengguan penglihatan biasa lainya di mana mata tidak dapat melihat dengan baik. Pada kondisi ini, kaca mata atau lensa kontak masih tergolong dapat membantu mata untuk melihat. Namun pada kondisi yang cukup serius maka penderita katarak harus melakukan langkah operasi. Berikut Kawan Mama akan membahas mengenai cara mengobati kondisi penyakit katarak.

Penyakit Katarak

Cara Mengobati Panyakit Mata Katarak

Penyakit kataraka adalah jenis penyakit yang umumnya di alami oleh orang dengan usia lanjut. Namun ternayata, penyakit ini dapat di alami oleh siapa saja, baik orang dewasa atau anak-anak. menurut WHO, penyakit katarak mengakibatkan 48% kebutaan yang mewakili 18 juta jiwa di seluruh dunia. Karenanya katarak menjadi salah satu gangguan penglihatan yang cukup berbahaya bagi para penderitanya.

Pada dasarnya, lensa mata terbentuk oleh air dan protein yang terdapat pada bahan makanan yang di konsumsi. Air dan mineral tersebut akan di serap dan di salurkan kemata untuk di olah dan mencukupi kebutuhan mata. air dan protein yang tidak dapat terserap atau terurai dengan baik oleh mata akan menumupuk dan membantuk sebuah gumpalan yang akan menghalangi lensa mata. akibatnya lensa mata akan nempak keruh dan menghalangi cahaya yang masuk menuju lensa mata.

Pada kondisi normal, cahaya yang masuk akan dapat di terima oleh lensa mata dan meliwatinya kemudian di biaskan menuju retina. Lensa mata yang terhalang oleh gumpala  tersebut akan keusilatan untuk menerima cahaya sehingga sulit untuk membiaskan dan menyalurkan cahaya menuju retina. Akibatnya, penglihatan perlahan akan menjadi keruh seperti berawan dan kesulitan melihat dengan jelas.

Cara Mengobati Penyakit Katarak

Di lansir dari laman kemkes menurut perwakilan peedami, Aldiana Halim menyebutkan bahwa terdapat 8 juta orang di Indonesia mengalami gangguan penglihatan. 1,6 juta mengalami kebutaan dan 6,4 juta mengalami gangguan penglihatan sedang dan berat. “Dari kasus kebutaan itu memag banyak di sebabkan oleh penyakit katarak hingga 81,2%. Di perkirakan ada sekitar 1,3 juta penduduk Indonesia yang mengalami kebutaan akibat katarak”, tutur Aldiana.

Kasus tersebtu menunjukkan bahwa katarak merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan perlu adanya langkah untuk mengobati penyakit tersebut. Berbagai macam langkah pencegahan dapat di lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit katarak. Namun dalam hal pengobatan, sampai saat ini hanya berupa operasi katarak saja yang sudah teruji hasilnya.

Secara umum, operasi katarak tergolong aman di lakukan. Namun bukan berarti tanpa risiko komplikasi. Beberpa pasien bahkan membutuhkan operasi kedua untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Operasi katarak sendiri terbagi dalam beberapa macam. Berikut adalah macam beserta penjelasannya.

  1. Operasi Katarak

Operasi katarak merupakan langkah pengobatan yang paling umum di lakukan. Dalam operasi ini, lensa mata yang keruh akan di angkat dan di ganti dengan lensa yang baru dan lebih bening serta jernih. Operasi katarak ini membutuhkan waktu untuk pemulihan tidak kurang dari 2 minggu pasca operasi. Selain itu, kaca mata di butuhkan untuk membantu mata untuk melihat.

Jumlah penderita penyakit katarak setiap hari semakin bertamabah, terutama di Indonesia sendiri. Namun biaya yang cukup mahal sekitar 12 hingga 23 juta membuat tidak semua dari penderita mata katarak dapat melakukan langkah operasi. Hal ini tentu menjadi masalah meningkatnya jumlah penderita mata katarak dan angka kebutaan akibat katarak khususnya di indonesia.

  1. Operasi Laser Katarak

Operasi laser katarak atau di kenal dengan sebutan Bladeless Laser Cataract Surgary merupakan langkah operasi yang terbilang lebih modern dengan menggunakan tekonologi terbaru. metode ini menggunakan sinar laser yang memiliki kemampuan untuk memotong dengan sangat akurat di bandingkan teknologi laser lainnya dan dengan tingkat panas yang sangat rendah.

Dengan kelebihan-kelebihannya tersebut, operasi ini menjadi tidak lagi menakutkan dan lebih aman di bandingan dengan menggunakan pisau bedah. operasi ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit tanpa adanya risiko infeksi pasca operasi. Dengan teknologi yang lebih modern tentu membuat biaya yang di perlukan juga bertamabah, yakni sekitar 22 hingga 29 juta.

Selain 2 macam langkah operasi di atas, ada 2 lagi jenis terapi bedah atau operasi untuk meringankan gejala katarak. Yaitu operasi jenis small incision cataract surgery (phacoemulsification) dan extracapsular surgery. Berikut adalah penjelasannya.

  • Small Incision Cataract Surgery (Phacoemulsification)

jenis operasi ini di lakukan dengan cara melakukan insisi kecil pada tepian kornea. Kemudian dokter akan menyinarkan gelombang ultrasound untuk menghancurkan lensa yang akan di ambil menggunakan alat penghisap.

  • Extracapsular Surgery

operasi jenis ini membutuhkan insisi yang lebih besar untuk mengeluarkan inti lensa yang berkabut. Selanjutnya sisa lensa tersebut akan di keluarkan dengan menggunakan alat penghisap.

Pada kedua proses dari operasi tersebut, lensa buatan atau di sebut dengan istilah lensa intraocular akan di masukkan untuk menggantikan lensa yang asli. Operasi ini akan membutuhkan waktu hingga 1 jam tanpa adanya rasa nyeri meskipun ada juga yang merasakan nyeri, umumnya tergantung pada tingat ketahanan atau toleransi tubuh. Biasanya dokter akan menggunakan obat tetes mata untuk membuat mata menjadi baal dan pengidap tetap sadar selama menjalani operasi.

Dalam upaya untuk mengobati penyakit katarak, terapi bedah atau operasi menjadi satu-satunya lengkah pengobatan yang sudah teruji dapat mengobati penyakit katarak. Meskipun demikian, biayanya yang mahal membuat banyak dari penderita panyakit katarak tidak dapat melakukan operasi karena tidak mampu mebayar biaya. Tentunya hal ini menjadi PR tersendiri bagi kita dan pemerintah tentang kesejahteraan terkait keshatan masyarakatnya. Sebab mahalnya biaya operasi penyakit katarak akan membuat penderita penyakit ini tidak dapat melekukan operasi, dan akan menambah jumlah penderita penyakit katarak.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai cara mengobati kondisi penyakit katarak. Panyakit katarak merupakan maslaah kesehatan yang menyerang fungsi penglihatan dan berisiko menyebabkan hikangnya penglihatan. Karenanya, menjaga dan merawat kesehatan mata merupakan hal yang penting agar terhindar dari penyakit atau gangguan penglihatan.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Optikseis
  • Hellsehat
Penyebab Munculnya Kondisi Katarak

Penyebab Munculnya Kondisi Katarak

Halllo Kawan mama, Salah satu dari sekian banyaknya gangguan penglihatan, yang tidak jarang di alami oleh kebanyakan orang adalah katarak. Ya, gangguan penglihatan memang menjadi masalah besar dan banyak sekali keluhan terhadap kondisi tersebut. Umumnya, kondisi kelainan berupa katarak sering kali terjadi pada usia lansia. Meskipun demikian ada beberapa faktor yang menjadi penyebab seseorang mengalami kondisi katarak.

Umumnya, katarak merupakan salah satu dari jenis penyakit degenerative (penuaan) yang sering kali di temukan pada irang tua. Usia yang rawan mengalami kondisi katarak biasanya terjadi pada usia 60 tahun. Pada dasarnya, kepnyakit katarak merupakan sebuah kondisi di mana lensa mata yang mengalami adanya gangguan. Pada lensa mata biasanya akan menyerap nutrisi dan protein yang di butuhkan oleh mata. Namun penyerapan protein yang tidak lancar menyebabkan preotein tersebut menggumpal pada mata. Akibatnya lensa mata menjadi keruh dan tidak dapat menerima cahaya dengan baik akibat terhalang oleh protein yang menggumpal.

Kondisi lensa mata yang terhalangi oleh gumpalan protein tersebut tentu akan membuat mata tidak dapat menerima cahaya dengan baik dan membuat penglihatan menjadi buram. Meskipun faktor penuaan menjadi penyebab oaling umum, namun ternyata ada beberaoa faktor penyebab munculnya kondisi katarak. Pada kesmepatan kali ini Kawan mama akan membahas menganai beberapa faktor penyebab munculnya kondisi katarak.

Namun tentunya kondisi penyakit katarak dapat di atasi dengan mengetahui penyebab yang jelas sehingga dapat menanganinya dengan tepat berdasarkan faktor penyebabnya.

Penyebab Munculnya Panyakit Katarak

Faktor Penyebab Munculnya Kodisi Katarak

Pada dasarnya mata memiliki struktur Kristal berwarna transparan yang berada tepat di bagian blakang pupil. Struktur dari krisatal tersebut akan bekerja seperti lensa kamera yang akan mengfokuskan cahaya yang masuk ke retina yang ada di bagian belakang mata. Lensa ini akan menyesuaikan mata dengan objek sehingga dapat melihat objek dengan jelas pada jarak yang dekat maupun juah. Lensa yang ada di mata pada dasaranya terbuat dari air dan protein yang membut struktur lensa dapat menerima cahaya melewatinya sehingga mata dapat melihat dengan jelas.

Namun proses pengeolahan atau penyerapa protein oleh mata yang tidak berjalan dengan lancar akan membuat protein menumpuk dan menggumpal pada mata. Hal ini membuat lensa mata terhalang oleh gumpalan protein tersebut sehingga tidak dapat menerima cahaya yang masuk dengan baik dan membuat pandangan menjadi buram. Pada kondisi ini, tanpa adanya langkah penanganan maka gumpalan protein tersebut akan semkain meluas hingga menhalangi lensa mata.

Kondisi tersbut merupakan proses terbentuknya penyakit katarak pada mata. umumnya kondisi ini akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkmbang. Namun katarak biasa di sadari ketika kondisinya telah cukup parah. Penyakit katarak seringkali di alami oleh orang dengan usia lanjut karena fungsi organ tubuh yang sudah tidak produktif seperti usia muda. Selain itu, ada beberapa penyebab lain dari meunculnya penyakti katarak. Berikut adalah penjelasannya.

  1. Faktor Penuaan

Sebagaimana telah di jelaskan di atas, bahwa penuaan menajdi salahsatu faktor munculnya penyakit katarak. Pada dasaranya, lensa mata terbuat dan tercukupi kebutuhannya melalui air dan protein yang di serap dari bahan makanan yang di konsumsi. Air dan protein tersebut akan di serap dan di bentuk sedemikian rupa hingga membuat lensa mata menjadi bening atau jernih dan dapat menerima cahaya dan melewatinya daengan baik.

Faktor usia yang sudah lanjut membuat penyerapan air dan protein tidak berjalan dengan baik. Akibatnya, air dan protein akan menumpuk dan bercampur dengan sel mati pada mata sehingga akan menutupi lensa mata. Protein, air dan sel mati tersebut akan membentuk seperti awan keruh yang mengahalangi cahaya masuk menuju lensa atau kornaa yang akan di salurkan pada retina.

Semakin hari kondisi penyakit katarak akan semakin bertambah parah hingga berisiko menutupi seluruh lensa mata. Akibatnya fungsi penglihatan pada mata akan menghilang.

  1. Bawaan Sejak Lahir

Beberapa kasus menyebutkan bahwa penyaki katarak dapat terjadi akibat bawaan dri lahir. Penyelait katarak bawaan atau di sebut dengan istilah katarak kongenital umumnya akan terbentuk sebelum waktu kelahiran. Kondisi ini juga sering di temukan pada tahun pertama kehidupan bayi.

Bayi yang mengalami kondisi penyalit katarak kongenital akan kesutlitan dalam melihat objek. Penyakit katarak bawaan atau katarak kongenital ini dapat di sebbakan oleh beberapa faktor. Seperti genetik atau keturunan, kelahiran premature, serta inveksi virus pada saat periode kehamilan.

  1. Galaktosemia

Galaktosemia merupakan sebuah kondisi penyait yang membuat tubuh pada bayo tidak mempu mengubah galaktosa pada tubuh. Galaktosa sendiri merupakan sebuah senyawa khusus yang terdapat pada karbohidrat yang akan menjadi glukosa dan akan menumpuk pada darah. Gallaktosa tersebut akan di olah menjadi galaktitol di mana keduanya akan menumpuk pada lensa mata.

Penumpukan tersebut akan menarik air hingg masuk kedalam lensa mata. Hal ini akan menciptakan semacam awan keruh dan penglihatan yang buram hingga berakhir dengan kondisi penyakit katarak. Dari banyaknya bayi yang memiliki riwayat galaktosemia, sekitar 75 %     akan mengalami pembentukan katarak pada kedua mata setelah ia lahir.

  1. Trauma Fisik

Trauma fisik adalah salah satu faktor yang menjadi penyebab muncunya kondisi penyakit katarak. Dalam hal ini, panyakit katarak dapat di alami oleh siapa saja baik lansia atau dewasa atau bahkan anak-anak. trauma fisik berarti adanya riwayat cidera fisik sehingge menyebabkan fungsi dari mata menjadi tidak normal.

Pada dasarnya mata memiliki semcam kapsul untuk melindungi lensa mata. Ketika cidera yang di alami menyabebkan kapsul rusak, maka seketika lensa membengkak hingga berubah warna menjadi keruh. Akibatnya hal ini berisiko menyebabkan penyakit katara pada mata. Dalam itilah medis, penyakit katarak akibat trauma fisik di kenal dengan sebutan katarak traumatic.

  1. Diabetes

Salah satu jenis masalah kesehatan yang sering di alami oleh kebanyakan orang adalah diabetes. Diabetes ini seringkali menjadi penyebab penyakit komplikasi, terutama pada usia lanjut. Ternayata, diabetes juga menjadi salah satu penyebab terjadinya penyait katarak. Penyakit diabetes ini berupa kondisi gula darah yang meningkat tinggi yang menyebabkan lensa mata mengalami pembengkakan.

Hal ini akan menjadi pemicu pembentukan katarak pada mata. di lasnir dari laman American Optometric Association menyebuitkan bahwa, penderita diabetes memiliki risiko yang lebih besar untuk dapat mengalami kondisi katarak di bandungkan dengan seseorang yang memiliki kondisi tubuh normal atau sehat.

  1. Toxocariasis

Toxocariasis adalah sebuah infeksi yang di sebabkan oleh adanya cacing gelang jenis toxocara yang umumnya di tularkan dari hewan kepada manusia. Masuknya cacing gelang ini umumnya tertular dari anjing atau kucing, juga mengkonsumsi daging hewan yang belum benar-benar matang, terutama daging domba dan kelinci.

Cacing ini termasuk cacing berbahaya yang dapat berpindah dan bertelur pada tubuh manusia hingga termasuk pada bagian mata. Cacing ini apabila sudah berpindah ke mata dapat menjadi penyabab mata mengalami penyakit katarak. Karenanya,sebaknya bersihkan badan sehabis bersentuhan dengan anjing atau kucing, serta mengankonsumsi daging hewan yang telag benar-benar matang.

  1. Kebiasaan Merokok

Merokok adalah sebuah aktivitas yang sudah menjadi kebiasaan umum terutama bagi masyarakat Indonesia. Namun ternyata, merokok di duga dapat menyebabkan mata mengalami penyakit katarak. Sebab asap roko di duga dapat berkurangnya antioksidan pada mata dan menumpuknya molekul berpigmen 3-Hydroxy Kyneurine dan chromophores yang menyebabkan terjadinya penguningan warna pada lensa. Hal ini dapat menyebabkan munculnya penyalit katarak pada mata.

  1. Melihat Sinar Matahari Secara Langsung

Umumnya kita megenal bahwa sinar matahari memiliki kandungan manfaat yang baik bagi kesehatan mata. namun ternyata hal ini tidak sepenuhnya benar. Sebab pada waktu tertentu sinar matahari dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Seperti ketika lebh dari jam8 atau semilan pagi di mana sinar ultraviolet (UV) dari matahari sangat berbahaya bagi mata.

Umumnya sinar matahari memiliki manfaat baik untuk kesehatan mata. namun hal ini di anggap hanya berlaku pada waktu pagi hari sebelum jam 8 atau 9. Sebab menerima cahaya matahari secara langsung pada waktu tersebut, maka sinar UV dari paparan sinar matahari tersebut akan menyebabkan lensa mata mengalami oksidasi. Kondisi ini akan memicu munculnya risiko panyakit katarak pada mata.

Meskipun lansia menjadi salah satu faktor umum munculnya penyakit katarak, namun dari pejelasan di atas dapat di pahami bahwa kondisi penyakit katarak ini dapat di alami oleh siapa saja. Selain faktor kondisi tubuh yang mengalami penuaan, ternayata ada beberapa faktor lain penyebab katarak seperti yang telah di sampaikan di atas. Pada dasarnya, kondisi munculnya penyalit katarak ini tidak lepas dari kondisi kesehatan yang mengalami kelaianan akibat kurangnya perawatan. Karenanya, menerapkan polah hidup sehat dan makan makanan yang sehat dapat menjadi solusi dan akan membantu untuk menjaga kesehatan organ tubuh.

Demikian penjelasan dari Kawan Mama mengenai faktor penyebab munculnya kondisi penyakit katarak. Jika menyimak dari penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa penyakit katarak muncul tidak lepas dari kelalaian kita dalam merawat tubuh dengan baik. Karenanya, jaga dan rawat kesehatan tubuh sebaik mungkin mulai dari sekrarang.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Klinikmatanusantara
  • Hellosehat
Jenis – Jenis Penyakit Yang Menyerang Mata

Jenis – Jenis Penyakit Yang Menyerang Mata

Jenis – Jenis Penyakit Yang Menyerang Mata

Jenis-Jenis Penyakit Yang Menyerang Mata

Hallo Kawan Mama, Mata merupakan salah satu bagian dari anggota tubuh yang memiliki peran dan fungsi yang sangat penting. Sebab, mata memiliki fungsi sebagai penglihatan untuk melihat area di sekitar kita. Oleh sebab itu kesehatanmata memiliki peran yg sangat krusial bagi seseorang. Mata yang terkena serangan-serangan penyakit dapat menimbulkan berbagai kondisi di mana keluhan yang di sebabkan oleh mata yang tidak dapat bekerja dengan normal. Gejala-gejala yang di timbulkan biasanya berupa mata merah, gatal, nyeri, hingga adanya gangguan dalam penglihatan atau bahkan kebutaan merupakan beberapa dari jenis penyakit mata.

Dari beberapa cerita yang beredar di kalangan masyarakat, ada kepercayaan di mana beberapa penyakit mata dapat menular dari satu orang ke orang lain. Namun pada dasarnya tidak ada penelitian yang benar-benar mengatakan bahwa penyakit mata dapat menulari orang lain. Penyakit mata merupakan penyakit pada umumnya yng di mana semua orang dapat mengalaminya, kapan saja dan di mana saja. oleh sebab itu, penting sekali bagi kita untuk manjaga mata agar selalu sehat dan terhindar dari berbagai penyakit mata.

Beberapa dai kondisi penyakit mata, ada yang hanya menimbulkan efek samping berupa gangguan pada mata atau rasa gatal dan nyeri saja. Namun dalam beberapa kondisi penyalit mata dapat menyebebkan penderitanya mengalami kebutaan yang tentunya berbahaya bagi kesehatan tubuh. Pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas jenis penyakit mata yang umumnya terjadi dan menyerang mata kita. Tentunya hal ini harus kita ketahui agar dapat mengantisipasi dan mencegah mata dari serangan penyakit. Berikut adalah penjelasannya.

Jenis – Jenis Penyakit Mata

  1. Mata Juling (Strabismus)

Istilah strabismus atau mata juling adalah salah satu jenis kondisi kelainan yang menyebebkan mata tidak dapat berfungsi dengan normal. Strabismus ini identic dengan posisi bola mata yang bisa melihat kearah kanan dan kiri sehingga membuat pandangan mata yang sebenarnya lurus tidak dapat terkontrol dengan baik. Penyakit ini merupakan kelainan yang bisa menyerang dan di alami oleh siapapun termasuk anak kecil dan orang dewasa ataupun lansia.

  1. Katarak

Katarak merupakan salah satu penyebab terjadinya risiko penyakit mata yang kerap berakhir dengan kebutaan. Penyakit ini identic dengan kondisi di mana lena mata akan mulai keruh dan membuat pandangan mata manjadi kabur. Umumnya penyalkit ini biasa di temukan pada orang-orang lansia dengan jenjang usia 60 tahun ke atas. Namun tidak jarang juga penyakit ini di alami oleh anak kecil maupaun orang dewasa.

Penyakit ini umumnya di sebabkan oleh penumpukan protein pada mata yang tidak dapat terserap dengan sempurna karena faktor usia. Di lain hal, penyakit katarak juga dapat di sebabkan oleh penyakit diabetes, bekas cidera pada mata, paparan sinar Ultra Voilet (UV) dan iritasi akibat asap rokok. Selain itu, penyakit ini juga dpat di sebabkan oleh efek samping obat tertentu seperti kortikosteroid, dan terapi radiasi. Umumnya penyakit katarak hanya bisa di sembuhka dengan melakukan operasi katarak.

  1. Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah penyakit mata yang terjadi ketika jaringan lunak di sekitar mata meradang. Kondisi ini dapat membuat mata menjadi merah, gatal, perih dan berair. Penyakit ini di sebabkan oleh mata yang mengalami iritasi atau infeksi dan juga alergi. Gejala tersebut akan membuat mata menjadi bernanah dan sering kali di alami oleh anak-anak dan orang dewasa.

Cara untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan melihat penyebab yang kemudian di sesuaikan dengan cara mengobatinya. Jika konjungtivitis di sebabkan oleh virus maka akan sembuh sendiri selama bebrapa hari, atau dengan berobat pada dokter. Dan jika konjungtivitis di sebabkan oleh alregi, maka cukup dengan menjauhi pemicu alregi tersebut. Dan jika penyakit ini di sebabkan oleh bakteri, maka kamu dapat menggunakan obat tetes mata atau anti-biotik atau bisa juga pergi ke dokter.

  1. Glaucoma

Dari survei yag telah di lakukan, di Indonesia lebih dari 6 juta orang menderita penyakit glaucoma. Penyakit ini terjadi ketika kondisi saraf optic mata mengalami kerusakan sehingga menyebabkan gangguan penglihatan atau bahkan kebutaan. Kerusakan yang di alami saraf optic di sebakan oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata akibat adanya timbunan cairan yang tidak dapat di serap di salam mata.

Penyakit ini tidak memandang usia dan bisa menyerang siapa saja, namun lansia adalah usia yang paling rawan. Umunya penykit ini adalah penyakit kebutaan yang paling sering di alami oleh lansia pada usia 60 tahun keatas. Cara mencegah penyakit ini adalah dengan rajin meminum obat atau meneteskan obat mata untuk mengurangi tekanan pada boa mata. Jika sudah parah maka sebaiknya lakukan operasi untuk menyembuhkannya.

  1. Belekan

Belekan adalah penyakit yang menyerang mata dan biasa di sebut sebagai penyakit yang menular pada kalangan masyarakat. Namun hal ini tidaklah 100% benar terbukti kebenarannya. Penyakit ini umumnya di alami oleh anak-anak maupun bayi, sebab pada usia tersebut masih tergolong rawan terkena infeksi dari bakteri dan virus. Kondisi ini biasasnya akan menyebabkan mata mengeluarkan kotoran yang cukup banyak dan tidak kunjung berhenti.

Umumnya gejala yang di sebabkan oleh penyalit ini berupa mata yang menempel atas bawah dan sulit untuk di buka karena adanya kotoran yang merkat pada bulu mata. Penyakit belekan ini biasa di atasi dengan cara menghindari kontak langsung dengan lingkungan yang berdebu. Hindari juga makanan yang dapat menyebabkan panas dalam seperti cokelat dan gorengan.

  1. Bintitan

Kondisi mata yang mengalami penyakit bintitan adalah salah satu penyakit yang mengganggu penglihatan dan membuat kita malu. Namun biasanya penyakit ini tidaka akn berlangsung lama. Tanda-tanda mata bintitan biasanya di mulai dengan munculnya benjolan seperti bisul yang muncul di sekotar kelopak mata. Bintitan dapat di atasi dengan cara mengompres bagian mata dengan air hangat dan meneteskan obat tetes mata dan obat-obat anti-biotik.

  1. Graves

Penyakit ini adalah sebuah jenis penyakit mata dengan kondisi di mana adanya gangguan system kekebalan tubuh karena tubuh menghasilkan terlalu banyak hormone teroid. Hormone teroid ini dapat mempengaruhi semua system kesehatan tubuh dengan berbagai cara yang beragam. Penyakit ini biasa terjadi pada kaum wanita muda yang belum berusia 40 tahun. Akibat dari penyalit ini berupa kondisi mata yang lebih menonjol, mata seperti menghasilkan pasir, mata merah dan sensitive dengan cahaya, serta kehilangan kemampuan untuk melihat.

Umumnya, penyakit ini biasa di atasi dengan cara mengendalikan system kelenjar teroid. Hal ini bisa kau lakukan dengan cara mengkonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi dan vitamin yang tinggi dengan rutin. Selain itu, mengompres mata dengan air dingin dan tidur dengan bantal yang lebih tinggi dan menenangkan pikiran adalah cara yang cukup bagus untuk di gunakan.

  1. Degenerasi Macula

Penyakit ini adalah penyakit yang menyerang bagian macula pada mata sehingga menyababkan mata tidak bisa melihat dengan jelas atau kabur. Macula sendiri merupakan sebuah organ kecil pada mata yang terletak di bagian belakang bola mata yang berfungsi mengirimkan sinyal gambar ke otak. Kondisi ini serig kali menyerang lansia dengan usia 60 tahun ke atas. Gejala yang terjadi biasanya berupa munculnya garis pada penglihatan, pandangan yang kabur, dan tidak bisa mengenal warna dengan baik.

Selain itu, di butuhkan cahaya yang terang untuk membaca, tidak bisa melihat warna cerah dan mengalami halusinasi. Penyakit ini biasa di atasi dengan cara mengkonsumsi makanan dengan kandungan anti-oksidan yang tinggi dan lemak alami, mengkonsumsi biji-bijian dan menjaga berat badan dari obesitas.

  1. Neuritis Optic

Penyakit ini di sebabkan karena adanya perdangan pada bagian saraf optic yang berupa kumpulan saraf yang menghubungkan onformasi mata ke otak. Penyaki ini biasa id tandai dengan rasa sakit ppada bagian mata dan adanya gangguan pada penglihatan. Penyakit ini juga berhubungan dengan penyakit multiple sclerosis. Gejalanya berupa rasa sakit dan nyeri pada bagian belakang mata, gangguan penglihatan, tidak mengenali warna dengan baik dan melihat bayangan lamu yang berkedip.

Cara mengatasi penyakit ini adalah dengan cara meminum obat-obatan, namun biasanya hanya sementara dana kan kembali kambuh. Sementara pengobatan yang lebih tepat adalah dengan melakukan pemeriksaan oleh dokter.

  1. Ablasi Retina

Penyakit ablasi retina ini adalah sebuah penyakit yang menyebabkan lapisan dari jaringan pada retina yang mengalami penurunan. Akibatnya posisinya akan lebih kebawah atau menarik ke dalam yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah. Kondisi ini dapat membuat retina menjadi kekurangan oksigen yang pada akhirnya akan menyebabkan kebutaan. Penyakit ini muncul dengan gejala terlihatnya bintik-bintik kecil dalam pandangan, munculnya gambaran rambut atau benang kecil dalam penglihatan, serta mata yang berkedip dengan cepat.

  1. Keratitis

Penyakit ini biasanya berupa penyakit yang menyerang kornea mata yang di sebabkan oleh virus, jamur dan juga bakteri. Peyakit ini akan menimbulkan bitnik-bintik putih pada mata dan menggangggu penglihatan. Penyakit yang satu ini adalah salah satu penyakit yang berbahaya dan dapat membuat pengihatan mata menjadi hilang atau kebutaan. Cara mengats penyakit ini dalag dengan cara melakukan cangkok mata.

  1. Presbiopi

Presbiopi dalah [enyakit mata dengan kondisi yang membuat mata tidak bisa melihat objek yang dekat maupun jauh. Umumnya penyakit ini akan menyerang pada lansia denga faktor usia yan sudah tidak lagi produktif. Dalam penangananya, biasanya orang tersebut akan di berikan kaca mata dengan lensa plus dan minus pada setiap bagiannya untuk menunjang penglihatannya.

  1. Rabun

Rabun mata adalah salah satu penyakit yang cukup popular dan di kenal semua orang. Penyalit ini biasa di sebabkan oleh mata yang terlalu sering meilahat cahaya yang mengandung radiasi. Radiasai tersebutakan menganggu pengihatan mata dan membuat mata lbih mudah lelah. Umumnya penyakit ini banyak di alami oleh anak-anak dan orang dewasa. Penyakit ini umumnya di bagi menjadi dua bagian, yaitu rabun dekat dan rabun jauh.

Rabun dekat adalah kelaina pada mata yang menyebabkan penderintanya tidak daoat melihat objek dengan jarak yang dekat. Umumnya penyakit ini biasa di alami pada orang dengan usia 40 ke atas. Sedang kan rabun jauh adalah kelainan pada mata yeng membuat mata tidak dapat melihat objek di tempat yang jauh. Kondisi ini kebih sering di alami oleh anak-anak dan orang dewasa.

  1. Iridoksilitis

Penyalit ini biasa di sebabkan oleh kuman yang ada di gigi yang kemudian merambat kebagian mata. Gejala dari penyakit ini biasanya berupa kondisi mata yang memerah tanpa mengeluarkan kotoran. Penderita dari penyakit ini akan mengalami bitnik-bintik hitam yang berterbangan pada penglihatan. Pengobatan yang cepat dan tanggap dapat membuat penyakit ini sembuh denagn total. Namun jika di tangani dengan langakah yang lelet dan terlambat maka dapat membuat mata menjadi rabun dan kebutaan pada penglihatan.

Mata merupakan bagian dari anggota tubuh yang memiliki fungsi sangat penting untuk melihat sekitar kita dan sangat membantu segala ativitas kita lakukan. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan mata merupakan hal pokok dan harus kit lakukan dengan sebaik-baiknya. Agar kondisi mata tidak terganggu dan terserang oleh bakteri dan virus yang dapat menyebabkan iritasi dan infeksi yang membahayakan kondisi mata. Sebaiknya ketika ada yang tidak normal pada mata, perhatikan gejala tersebut dengan seksama sehingga tahu gejala apa yang menganggu mata dan cepat dalam menanganainya atau membawanya kedokter.

Demikian pembahasan dari Kawan Mama menganai jenis – jenis penyakit mata. Menjaga kesehatan mata tentu sangat penting agar mata kita dapat selalu berfungsi dengan baik dan dapat membuat kita melihat keindahan semesta.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Alodokter
  • Halosehat