Muslimah Cerdas – Keutamaan Menutup Aurat

Muslimah Cerdas – Keutamaan Menutup Aurat

Hallo Kawan Mama, Allah SWT menciptakan manusia sebagai khilafah di bumi sebagai pemimpin untuk dirinya sendiri dan semua yang ada di sekitarnya. Dan manusia di ciptakan oleh Allah SWT dengan segala kesempurnaan di atas mahluk lainya, bahkan melebih malaikat sekalipun. Dengan Agama Islam sebagai pegangan dan Al-Qur’an sebagai pedoman bagi setiap mahluk untuk mencapai kesempurnaan tersebut. Hal tersebut juga berisi tentang bagaimana keutamaan menutup aurat bagi seorang wanita.

Agama Islam sangat memperhatikan dengan begitu detail terhadap pemeluknya, tak terkecuali mengenai perkara aurat. Karena Agama Islam hadir untuk menjaga kehormatan dan nailai dari manusia itu agar menjadi manusia dengan pribadi yang sebaik-baiknya. Namun dalam hal ini kadang banyak dari kaum wanita yang merasa enggan, ribet dan menyepelekannya. Padahal aurat seorang wanita adalah tanda kehormatan dan kesucianya untuknya agar mendapat surga Allah. Sebagaimana telah di jelaskan dalam hadis, Rasulullah Saw bersabda.

“Ada dua golongan penghuni neraka, yang tidak pernah aku lihat keduanya sebelumnya. Wanita-wanita yang telanjang, berpakaian tipis, dan berlenggak-lenggok dan kepalanya di gelung seperti punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan mencium baunya.” (H.R Ahmad)

Dari ayat tersebut dapat di ketahui bahwa menutup aurat merupakan sebuah kewajiban bagi kaum wanita agar terhindar dari api neraka dan akan mendapat surga Allah SWT. Pada tulisan kali ini Kawan Mama akan membahas tentang keutamaan menutup aurat bagi kaum wanita. Sebagai berikut.

Keutamaan Menutup Aurat Bagi Kaum Wanita

Bagi kaum wanita, menutup aurat merupakan hal yang pentig dan wajib di lakukan. Bukan hanya sebatas perintah syariat semata namun dengan menutup aurat, wanita tentu akan memperoleh keutamaan-keutamaan sebagi berikut.

  1. Perintah Allah SWT

Keutamaan yang pertama dalam menutup aurat yang paling dasar adalah menjalankan perintah Allah SWT. Sebagai msulimah yang taat beragama, menjalankan perintah Allah adalah suatu kewajiban yang harus di laksanakan. Dengan begitu, ia akan semakin dekat dengan Allah dan mendapat ridho-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’am Surat An-Nur ayat 31, yang artinya.

“Katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman, supaya mereka menahan sebagian penglihatan memelihara kehormatannya. Dan tidak memperlihatkan perhiasannya (tubuhnya) selain daripada yang nyata (mesti terbuka daripada bagian badannya yang sangat perlu dalam pekerjaan sehari-hari, seperti muka dan telapak tangan). Dan hendaklah mereka sampaikan kudungnya keleher (tutup kepalanya sampai keleher dan dada), dan tidak memperlihatkan perhiasannya (tubunya). Kecuali pada suami, ayahnya, ayah suaminya, anaknya, anak suaminya, saudaranya, anak saudara laki-lakinya, anak saudara perempuanya, perempuan islam, budaknya, lelaki yang menjalankan kewajiban tetapi tidak memiliki keinginan (terhadap perempuan), dan anak-anak yang tidak mnegerti aurat perempuan. Dan janganlah mereka pukulkan kakinya supaya di ketahui orang perhiasanya yang tersembunyi (seperti melangkah dengan cara yang menyebabkab betisnya terbuka atau perhiasan seperti gelang/rantai kakinya Nampak. Dan tuabatlah kamu semuanya kepada Allah SWT hai orang yang beriman, supaya kamu beruntung.“ (Q.S An-Nur : 31)

  1. Menjadi Wanita Yang Terhormat

Dengan menjaga aurat, seorang wanita akan menjadikannya lebih terhormat dan bermartabat. Sebab aurat seorang wanita merupakan sebuah tanda kesucian dan perhiasan dirinya. Karena bagimananpun menutup aurat juga merupakan sebuah langkah disiplin dalam adab berpakaian. Dan orang yang disiplin tentu akan lebih berwibawa dan di hormati oleh orang lain.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59, yang artinya.

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin agar mereka mengulurkn atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal ini menjadikan mereka lebih mudah di kenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak di ganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al-Ahzab : 59).

  1. Terhindar Dari Api Neraka

Bilamana seorang mukmin yang menutup auratnya dengan baik atas niat untuk mendekatkan diri kepada Allah, niscaya Allah SWT akan menjauhkannya dari siksa api neraka. Kewajiban menutupa aurat merupakan sebuah hal yang di perintahkan Allah kepada umat muslim. Sehingga wajib bagi muslimah untuk melaksanakan perintah tersebut agar dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah, dan di jauhkan dari siksa api neraka. Rasulullah SAW pernah bercerita ketika beliau tengah dalam isra’ mi’raj, beliau bersabda.

“Ada dua golongan penhuni api neraka yang aku tidak pernah melihat keduanya sebelumnya. Wanita-wanita yang telanjang, berpakaian tipis, dan berlengak-lenggok dan kepalanya yang di gelung seperti punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan mencium baunya. Dan laki-laki yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang di gunakan untuk menyakiti umat manusia.” (Imam Ahmad)

Dalam sebuah riwayat lain, Rasulullah SAW juga pernah menceritakan hal ini kepada anaknya Fatimah. Rasulullah SAW bersabda,

“Wahai anakku Fatimah, Adapun perempuan-perempuan yang akan di gantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutuo rambutnya daripada di lihat oleh laki-laki yang bukan mahramnya.” (H.R Bukhari dan Muslim)

  1. Terhindar Dari Fitnah Dunia

Dengan menaga aurat agar tetap tertutup dan tidak terumbar tentu akan membuat seorang wanita terhindar dari fitnah dunia. Pada zaman modern ini, mudah sekali terjadi fitnah pada kaum wanita. Sebab ketika seorang wanita tidak menutup auratnya dengan baik, bukan tidak mungkin akan banyak buruk sangka yang akan mengarah kepadanya. Apalagi jika ia secara terang-terangan mengumbar auratnya, bukan tidak mungkin sebuah stigma buruk seperti tuduhan wanita penggoda, atau wanita murahan akan tertuju kepadanya.

Hadirnya desain-desain baru pada dunia fashion (khususnya fashion muslimah) tentu menjadi kabar baik yang di tunggu. Sebab dengan begitu, kaum muslimah dapat tampil dengan tetap sesuai syariat dan tetap dapat berpenampilan menawan dengan desain-desain busana modern. Tentunya hal ini juga harus di niati untuk menjaga auratnya dan menjadi media agar semakin dekat dengan Allah SWT.

  1. Terhindar Dari Perkara Maksiat

Keutamaan wanita dalam menutup aurat tentu dapat membuatnya terhindar dari perkara-perkara maksiat yang merugi. Wanita yang tidak menutup auratnya dengan baik tentu bersiko mengalami gangguan syaitan dan dari lawan jenis. Sebab aurat yang terumbar bukan tidak mungkin akan membuat lawan jenis menjadi tertarik dan kemudian datang mengganggunya. Dengan menutupi aurat, maka akan menghindari perkara-perkara tersebut. Sebagaimana telah di jelaskan dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam surat Al-A’raf ayat 27, yang artinya.

“Wahai anak cucu Adam, janganlah kalian tertipu oleh setan. Sebagaimana ia telah mengeluarkan ibu bapak kalian dari surga dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya.” (Q.S Al-A’raf : 27)

di lansir dari laman Lifeislamically Salah satu penyebab banyaknya kasus pelecehan yang terjadi terhadap kaum wanita, adalah terdapat pada wanita itu sendiri. Aurat wanita yang tertutup tentu akan membuatnya terhindar dari perbuatan tercela tersebut. Sedangkan wanita yang berpenampilan terbuka dan cenderung mengumbar auratnya, tentu dapat mengundang nafsu dari kaum pria untuk berbuat hal yang tidak-tidak kepadanya. Oleh karena itu, penting bagi seorang wanita untuk menjaga dan menutup auratnya agar terhindar dari perbuatan-perbuatan maksiat.

  1. Menjadi Perhiasan Dunia

Perhiasan merupakan suatu barang atau benda yang mengkilau dan manjadi hal yang bernilai tinggi dan mahal dan menjadi dambaan orang pada umumnya. Begitu juga dengan wanita yang menutup auratnya dengan baik. Seorang wanita yang dapat menjalankan perintah untuk menjaga dan mentutup auratnya dengan baik juga di artikan sebagai perhiasan dunia. Dari semua kaum pria, tentu mendambakan untuk memilki wanita yang baik dan shalihah sebagai pasngan hidupnya.

Pada dasarnya penampilan adalah cerminan dari pribadi seseorang. Oleh sebab itu penting bagi wanita untuk menjaga dan menutup auratnya dengan baik. Dengan begitu akan mengangkat drajat dan kehormatanya menuju pribadi seorang wanita shalihah. Sebagaimana telah di jelaskan oleh Rasulullah SAW, beliau bersabda.

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (H.R Muslim)

  1. Tanda Memilki Rasa Malu

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak. Dan ahlak itu adalah rasa malu. Malu adalah bagian dari iman, dan iman itu di surga.”(H.R Muslim)

Seorang wanita yang menutup auratnya juga merupakan sebuah tanda bahwa ia memiliki rasa malu pada dirinya, orang lain dan kepada Allah SWT. Sedangkan sebuah rasa malu sendiri merupakan bagian dari iman seorang hamba kepada Tuhannya, sebagaiman telah di jelaskan dalam hadis tersebut.

Menutup aurat adalah sebuah perintah dari Allah SWT yang wajib untuk di lakukan oleh setiap umat Islam (khusunya kaum wanita). Karena dengan manjaga dan menutup aurat dengan baik dan sesuai dengan tuntunan syariat akan membuat seorang wanita mendapat keutamaan-keutamaan seperti yang telah di jelaskan di atas. Selain menjadi perhiasan dunia  dengan kehormatannya, wanita yang menjaga dan menutup auratnya akan semakin dekat dengan Allah dan mendapat surga-Nya. Begitulah bagaimana Islam memerhatikan dan memuliakan seorang wanita agar menjadi muslimah yang bermartabat.

Demikian pembahasan dari kawan mama mengenai kautamaan menutup aurat bagi kaum wanita. Dengan menjalankan perintah untuk menutup aurat akan membuat drajat dan kehormatan meningkat. Serta di jauhkan dari siksa api neraka dan mendapat ridho dan surga Allah SWT.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

Sumber :

  • Lifeislamically
  • Dalamislam
Istri Wajib Tahu!! Hukum Bagi Istri Yang Melawan Suami

Istri Wajib Tahu!! Hukum Bagi Istri Yang Melawan Suami

Hukum Bagi Istri Yang Melawan Suami Dalam Agama Islam

Hukum Istri MelawanSuami

 

Hallo Kawan Mama,

Pada dasarnya, rumah tangga adalah sebuah tempat berkumpulnya seorang laki-laki dan wanita untuk saling memadu kasih dalam sebuah ikatan yang di akui oleh agama dan negara. Karena Allah SWT telah menciptakan setiap mahluknya berpasang-pasangan, tak terkecuali manusia. Dan Allah SWT memerintahkan manusia untuk melangsungkan pernikahan untuk membuat keluarga yang tentram dan bahagia serta membuat keturunan dan memperbanyak umat. Dan dalam setiap rumah tangga, suami dan istri memiliki peran masing-masing untuk menunaikan tanggnung jawab dan kewajibannya agar rumah tangga tersebut dapat berjalan dengan semestinya.

Seorang suami adalah seorang imam dan kepala keluarga yang bertugas memimpin anggota keluarga (istri) dan membimbingnya menuju jalan yang benar, serta membahagiakannya. Oleh sebab itu suami mempunyai peran krusial dalam rumah tangga, tepatnya sebagai nahkoda dan penanggung jawab penuh terhadap berjalanya rumah tangga tersebut. Sama halnya dengan suami, seorang istri sebagai makmum dari sang suami, juga memiliki peran dan tanggung jawab yang wajib baginya untuk menunaikannya dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 34, yang artinya.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan. Oleh karena itu Allah telah melebihkan sebagian dari mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan). Dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka perempuan yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena itu Allah telah memelihara mereka.” (Q.S An-Nisa : 34)

Meski demikian, tidak jarang dalam sebuah rumah tangga mengalami pasang surut dan permasalahan-permasalahan yang mengganggu ketentraman rumah tangga. Hal ini dapat di sebabkan oleh beberapa sebab, seperti halnya tidak terpenuhinya hak dan kewajiban di antara keduanya. Seorang istri yang baik adalah istri yang patuh dan taat pada suaminya serta menerima segala keadaan yang terjadi pada suaminya. pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas mnegenai Hukum bagi seorang istri yang berani melawan dan menentang suami, berikut ini adalah ulasannya.

Hukum Bagi Seorang Istri Yang Melawan Suami

Allah SWT memberikan kedudukan yang berbeda kepada seorang suami dan istri, di mana seorang suami memiliki kedudukan yang lebih tinggi di bandingkan sang istri. hal ini di sebabkan oleh peran suami yang berposisi sebagai imam, dan kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap berjalannya kelauarga yang ia pimpin tersebut. Bahkan Allah SWT telah menyebutkan sebuah indikasi bahwa akan ada dari kaum istri yang akan melawan dan menentang suaminya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 34, yang artinya.

“perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah SWT maha tinggi lagi maha besar.” (Q.S An-Nisa : 34)

Kata “Nusyuz” di artikan sebagai istri yang tidak mentaati  dan tidak mematuhi suami dan cenderung mununjukan sikap melawan dan menentang. Hal ini di indikasikan dengan tingkah lakunya yang mulai tidak patuh dengan suami, membangkang suami dan tidak lagi memperdulikannya lagi. Dari ayat tersebut dapat di ketahui bahwa hukum bagi seorang istri adalah haram dan termasuk dosa besar seorang istri. Sebab, seorang suami adalah seorang imam dan kepala keluarga yang menjadikannya wajib untuk di taati dan di patuhi.

Ketika seorang suami telah memenuhi hak dan tanggung jawabnya dengan baik kepada sang istri, maka wajib bagi seorang istri untuk taat dan patuh kepada suaminya. Dan apabila suami lalai kepda tanggung jawabnya untuk menunaikan hak dan kewajibannya kepada istri maka istri juga tidak boleh melawan suami. Seorang istri hanya boleh mengingatkan dan menasihati suami, itupun dengan adab dab cara bicara yang baik yang dapat membuat suami sadar akan hak dan tanggung jawab yang lalai dan belum ia tunaikan dengan sepenuhnya.

Menolak Perintah Suami

Menentang suami dan tidak patuh pada suami merupakan dosa besar seorang istri, sebab surga seorang istri ada pada ridho seorang suami. Apabila seorang suami tidak ridho pada sang istri, maka tidak akan terbuka pintu surga bagi seorang istri. maka wajib bagi seorang istri untuk melaksanakan perintah suami yang tujuan perintahnya tersebut untuk membuat istri berbuat baik dan sesuai dengan ajaran Islam. Dan seorang istri di perbolehkan untuk tidak menuruti suami apabila perintah yang di berikan oleh suami bertentangan dengan syariat Agama Islam. Sebagaimana telah di jelaskan dalam hadits mengenai di perolehkannya istri untuk tidak mematuhi perintah suami, Rasulullah SAW bersabda.

“tidak ada ketaatan pada mahluk dalam hal kemaksiatan kepada Allah Azza Wajalla.” (H.R Ahmad)

Jika hal demikian terjadi (perintah suami yang tidak baik) maka wajib bagi seorang istri untuk menolak perintah suami dan di wajibkan juga baginya untuk mengingatkan dan menasihati suami akan perintahnya yang bertentangan dengan syariat Islam. Dalam menasihati sang suami, hendaknya istri tetap menggunakan adab dan sikap, serta tutur kata yang baik sehingga suami akan sadar bahwa apa yang ia perintahkan merupakan perbuatan salah dan bertentangan dengan Syariat Islam.

Sebab jika istri menasihati dengan cara yang kasar maka bukan tidak mungkin suami akan menjadi marah kepada istri dan malah tidak menyadari perbuatannya yang salah. Karena pada dasarnya suami adalah seorang laki-laki yang cenderung menggunakan akalnya, tidak seperti wanita yang cenderung menggunakan hati dan intuisinya.

Seorang suami juga tidak wajib di turuti perintahnya apabila perintah yang suami berikan cenderung akan merugikan sang istri. Sebab perintah yang membuat rugi seorng istri tentu merupakan perintah yang bertentangan dengan kewajiban seorang suami dalam membahagiakan istri. Lalu dalam kondisi apa saja seorang istri dapat menolak perinta sang suami?, berikut ini adlah ulasannya.

    1. Perintah Untuk Berbuat Kufur Dan Syirik

Kufur dan syirik merupakan perbuatan dosa besar dan di larang bagi setiap umat islam. Sebab hal ini termasuk mendurhakai Allah SWT dan bertentangan dengan syariat islam. Dan apabila suami memrintahkan istri untuk melakukan hal tersebut, maka wajib bagi sang istri untuk menolak perintah tersebut. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 33, yang artinya.

“katakanlah : ‘Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah tidak menurunkan hujjah utuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang kamu tidak ketahui.” (Q.S Al-A’raf : 33)

    1. Perintah Untuk Memutuskan Hubungan dan Silaturrahim Tanpa Alasan Yang jelas

Di dalam Agama Islam, Allah memerintahkan bagi hamba-Nya untuk menjaga hubungan silaturrahim antar sesame dengan sebaik-baiknya. Dan Allah sangat membenci seorang hamba yang dengan sengaja memutus tali silaturrahimnya pada keluarga atau sesame. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Muhammad ayat 22-23, yang artinya.

“maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutusakan hubungan kekeluargaan?. Maka mereka itulah orang-orang yang di kutuk Allah, lalu di buat tuli (pendengarannya) dan di butakan peglihatannya.” (Q.S Muhammad : 22-23)

    1. Perintah Untuk Membuka Aurat Istri Di Muka Umum

Menjaga aurat agar tetap tertutup merupakan kewajiban bagi setiap msulimah tanpa terkecuali. Karena aurat seorang wanita yang terjaga adalah sebuah kehormatan dan tanda kesucian serta keimanan seorang wanita. Haram bagi seorang wanita terutama muslimah untuk membuka dan memamerkan auratnya di muka umum, apalagi wanita yang sudah mempunyai suami. Sebagaimana firman Allah SWT dalm Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 31, yang artinya

“katakanlah kepada wanita yang beriman : ‘hendaklah mereka menahan pandangannya dan memlihara kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali pada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra saudara laki-laki mereka, atau putra suadara-saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereke memukulkan kaki mereka agar di ketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Kemudian bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(Q.S An-Nur : 31)

    1. Perintah Suami Untuk Berhubungan Badan Dalam Keadaan Haid Atau Melalui Dubur

Selain perintah untuk melangsungkan pernikahan, Allah SWT juga memrintahkan hamba-Nya untuk memperbanyak keturunan dengan cara berhubungan badan. Berhubungan badan juga merupakan sebuah sunnah yang di anjurkan oleh Rasulullah. Namun dalam kedaan tertentu, berhubungan badan tidak di perbolehkan untuk di lakukan, di antaranya adalah ketika istri tengah haid atau melkuknya lewat dubur. Karena berhubungan dalam kondisi ini dapat membuat kondisi istri yang sedang haid menjadi terganggu dan dapat menularkan penyakit pada suaminya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 222-223), yang artinya.

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah ‘haid itu adalah kotoran (najis)’. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid. Dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang di perintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan orang-orang yang menyucikan diri.” (Q.S Al-Baqarah)

Hal ini di perjelas di dalam hadits Nabi, Rasulullah SAW bersabda.

“Di laknat orang yang mendatangi perempuan pada duburnya.” (H.R Abu Dawud dan An-Nasa’i)

    1. Perintah Suami Igar Istri Bekerja Keras Sedangkan Ia Bermalas-Malasan

Pada dasarnya, Seorang suami adalah imam dan kepala keluarga yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Dengan begitu wajib bagi seorang istri untuk mentaati dan patuh dengan perintah suami. Namun jika suami hanya bermalas-malasan dan tidak pergi mencari nafkah untuk sang istri, maka istri boleh untuk menolak perintah sang suami.

    1. Suami Menggunakan Harta Istri Tanpa Se izin Istri

seorang suami adalah seorang kepala keluarga yang bertugas untuk mencari nafkah dan memberikannya kepada sang istri. Namun tidak jarang terjadi suami menglamai masa di mana sulit mencari rizki untuk sang istri. Dan pada kondisi ini, suami tidak boleh menggunakan harta istri tanpa se izin dari istrinya. Apabila suami menggunakan harta istri tanpa adanya izin maka ia akan mendapat dosa dan istri dapat menolak setiap perintah dari sang suami.

Pada penjelasan di atas, dapat di ketahui bahwa melawan dan menentang suami adalah sebauh bentuk ketidaktaatan istri yang mendurhakai suami. Seorang suami merupakan imam dan kepala keluarga yang bertanggung jawab penuh terhadap jalannya rumah tangga yang ia pimpin yang nantinya akan ia pertanggungjawabkan kepada Allah SWT. Sehingga wajib bagi seorang istri untuk taat serta patuh pada setiap perintah suami, karena itu merupakan sebuah bukti pengabdiannya kepada suaminya. Dan haram bagi seorang istri menolak permintaan suami ketika hak dan kewajibannya telah di penuhi olehsang suami.

Demikian pembahasan dari Kawan Mama mengenai Hukum Bagi Istri yang Melawan Suami kami tulis. Seorang istri dapat menolak perintah suami dengan catatan apabila hak dan kewajibannya belum di penuhi oleh suami, serta menolak perintah suami yang bertentangan dengan syariat dan dapat merugikannya.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber:

  • Orami
  • Genpi
Kewajiban Suami Kepada Istri Dalam Islam

Kewajiban Suami Kepada Istri Dalam Islam

Kewajiban Seorang Suami Kepada Istri Dalam Islam

Kewajiban Suami Kepada Istri

 

Hallo Kawan Mama,

Keluarga bahagia yang harmonis pastilah merupakan impian setiap pria dan wanita sebagai pasangan suami istri. Maka dalam mewujudkannya, pasangan suami dan istri harus memainkan perannya dalam rumah tangga dengan sebaik-baiknya. Dengan adanya kerjasama dan dan saling mengisi kekurangan yang di miliki antara keduanya, maka insyaallah keluarga tersebut akan berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Di dalam Agama Islam, di ada peran khusus yang harus di laksanakan oleh suami dan istri agar rumah tangga tetap berjalan dengan seimbang, terutama peran bagi seorang suami. Islam sangat memperhatikan kegiatan umatnya sampai pada bagian pernikahan sekalipun. Agama islam memerintahkan suami dan istri untuk melaksanakan hak dan kewajiban masing dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu, rumah tangga dapat berjalan dengan semestinya dan mendapat ridho serta berkah dari Allah SWT.

Dalam sebuah rumah tangga, peran seorang laki-laki sebagai memang merupakan peran yang sangat krusial. Lai-laki memilki tanggung jawab sangat besar di pundaknya, sebab ketika telah melangsungkan pernikahan, laki-laki secara tidak lengsung mendapat hak dan tanggung jawab penuh lebih sebagai suami dan kepala keluarga, serta imam bagi sang istri dan anak-anaknya nanti. Sebagai seorang, suami dan istri hendaknya harus mengetahui hak dan kewajiban di antara keduanya. Hal ini berguna untuk saling mengingatkan apabila salah satu di antaranya mengalami kelalaian.

Nah pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahasa mengenai kewajiban seorang suami yang harus di laksanakan dan di pertanggung jawabkan kepada sang istri sebagai kepala dan imam keluarga. Berikut ini penjelasanya.

Kewajiban Seorang Suami Kepada Istri

Imam Ghazali menerangkan kewajiban seorang suami kepada istriny dalam sebuah kitab yang berjudul “Majmu’ah Rasa’il Al Imam Ghazali” (kaira, Al-Maktabah At-Taufiqqiyah, halaman 442). Dalam kitab tersebut, beliau menjelaskan bahwa,

“adab suami kepada sitri yaitu : berinteraksi dengan baik, bertutur kata yang lembut, menunjukkan cinta kasih, bersikap lapang ketika sendiri, tidak terlalu sering mempersoalkan kesalahan, memaafkan jika istri berbuat salah, menjaga harta istri, tidak banyak mendebat, mengeluarkan biaya untuk istri dengan cara tidak bakhil, memuliakan keluarga istri, senantiasa memberi janji yang baik, dan selalu bersemangat terhadap istri.”

Berikut adalah penjelasanya.

  1. Berinteraksi Dengan Baik Kepada Istri

Sangat penting di dalam rumah tangga tentang adanay interaksi yang baik anatara suami dan istri. dengan adanya interkasi yang baik antara keduanya, maka rumah tangga dapat berjalan dengan semestinya. Suami memilki kewajiban untuk bersikap baik dengan sang istri untuk menjaga hubungan rumah tangga tetap berjalan dengan baik.

Dengan inetraksi yang baik dari suami kepada istri, maka dengan begitu istri akan merasa lebih di saying dan di hargai dalam menjalankan peranya sebagai seorang istri. Suami sebagai pemimpin dan penanggung jawab harus memberi contoh yang baik dalam berinteraksi kepada anggota keluarganya. Sebab dengan mencontihkan interaksi yang baik dapat membuat anggota keluarga mengikutinya dalam berinteraksi.

  1. Bertutur Kata Yang Lembut

Ketika suami melakukan pembicaraan dengan istri atau anggota keluarga lainya, hendaknya suami menggunakan tutur kata yang baik dan lembut. Sebab bagaiamanapun juga, istri merupakan seorang wanita yang identik sebagai mahluk yang lemah lembut dan tidak suka di kasari. Dengan tutur kata yang lembut, maka istri akan merasa lebih di hargai dan di sayangi. Tentunya sikap dan tutur kata yang lembut dapat akan bertimbal balik kepada sang suami nantinya.

  1. Menunjukkan Cinta Kasih

Selanjutnya, dalam sebuah rumah tangga, suami juga wajib dan harus selalu menunjukkan cinta kasihnya kepada sang istri. bukan hanya menunujukkan, namun juga memberikanya cinta kasih dengan perbuatan yang tulus dan dapat membuat istri menjadi senang dan bahagaia. Sebuah hubungan rumah tangga yang di isi dengan rasa cinta kasih pastinya akan membuat keluarga menjadi bahagia dan harmonis.

  1. Bersikap Lapang Ketika Sendiri

Arti dsari bersikap lapang ketika sendiri adalah sikap tidak terlalu merasakan ketergantungan pada istri. ketergantungan pada istri memang baik untuk membuat suasana keluarga menjadi lebih harmonis, namun suami juga perlu melakukan kegiatan sehari-hari ketika istri tidak bisa melakukanya.

Baiknya suami memliki kemandirian dalam melakukan sesuatu ketika istri sedang berhalangan atau pergi. Dengan begitu, suami juga tidak terlalu membebankan istri dalam mengurus dirinya sendiri. Tentunya ini akan membuat istri merasa tenang ketika suatu saat istri tengah tidak bisa melakukan hal yang biasa ia kerjakan.

  1. Memberi Maaf

Ketika suatu saat istri melakukan kesalahan, baiknya suami dengan lapang memaafkan kesalahan sang istri. karena bagaimanapun juga, manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Dan tidak pernah ada manusia yang tidak pernah  melakukan kesalahan. Hendaknya berilah maaf kepada istri, kemudian tegur dan bombing ia agar semakain menjadi manusia yang baik dan tidak mengulangi kesalahanya.

Hal ini juga berlaku pada sang suami, ketika suatu waktu suami melakukan kesalahan, jangan sungkan-sungkan untuk meminta maaf kepada istri, sekalipun kesalahan tersebut merupakan hal sepele. Sebab naluri seorang wanita adalah mahluk yang perasa, yang cenderung melihat segala sesuatu dengan perasaan, bukan dengan akal sehat. Oleh sebab itu, kesalahan sekecil apapun sebaiknya suami memeinta maaf kepada istri agar tidak terjadi hal-hal yang di inginkan.

  1. Tidak Banyak Mendebat

Perdebatan sangat di larang dalam Agama Islam, apalagi bagi pasangan suami dan istri. sebab perdebatan yang di lakukan dapat mengakibatkan perpecahan antara keduanya. Dalam menjankan kehidupan rumah tangga, tidak jarang terjadi perbedaan pendapat antara suami dan istri. dalam hal ini, suami sebaiknya mengalah dan tidak meneruskan perdebatan dan berinisiatif meminta maaf agar perdebatan selesai sekalipun suami benar.

Jika di antara keduanya tetap bersikukuh berdebat, maka bukan tidak mungkin perdebatan tersebut dapat menyulut emosi dan menimbulkan kekerasan yang menjadi awal kebencian. Pada akhirnya perceraian adalah buah dari perdebataab tersebut.

  1. Menjaga Harta Istri

Dalam hubungan rumah tangga, istri tentu memiliki hartanya sendiri, seperti mahar yang ia terima, dan upah hasil ia bekerja. Dalam hal ini, suami memilki kewajiban untuk menjaga harta istri dengan sebaik-baiknya. Suami tidak di perbolehkan mengklaim atau mengaku harta istri sebagai hartanya, dan ia juga tidak di perbolehkan untuk membelanjakan harta istri dengan semaunya.

Suami hanya boleh menggunakan harta istri dengan syarat apabila suami telah mendapat izin dan persetujuan dari sang istri untuk menggunakan harta sang istri. dengan meminta izin, maka istri akan merasa lebih di hormati dan di hargai dalam rumah tangga tersebut.

  1. Membiayahi Kebutuhan Istri Dengan Semestinya

Sebagai kepala keluarga, pada umumnya suami juga menjadi sumber nafkah bagi keluarga. Oleh sebab itu semua kebutuhan istri dan keluarga merupakan tanggung jawab sebagai suami. Pada zaman ini tidak jarang wanita yang menjadi sumber nafkah bagi keluarga, karena memang rizki keluarga bisa dating dari mana saja.

Suami ketika menjadi sumber nafkah keluarga harus memenuhi segala kebutuhan bagi istri dan keluarga. Ia juga mempunyai tanggung jawab untuk mengabulkan setiap keinginan istri apabila ia mampu. Dalam hal ini, istri juga tidak boleh berfoya-foya dengan meminta apa saja yang ia mau kepada suami tanpa melihat kemampuan dari sang suami.

  1. Memuliakan Keluarga Istri

Ketika sepasang laki-laki dan wanita menikah maka secara tidak langsung keluarga dari istri menjadi bagian dari keluarga suami, dan keluarga suami pun menjadi keluarga sang istri. dan di sini suami memliki kewajiban untuk memuliakan keluarga sang istri sebagaimana ia memuliakan keluarganya sendiri.

Karena bagaimanapun juga, orang tua dari sang istri telah menjadi orang tuanya juga, beserta keluarga dan kerabat dari sang istri menjadi menjadi bagian darinya. Dan sebagai bagian dari anggota keluarga tersebut, suami di wajibkan untuk memuliakan kelurga barunya seperti ia memuliakan keluarganya sendiri tanpa adanya pilih kasih.

  1. Selalu Bersemangat Kepada Istri

Dalam berumah tangga, perlu adanya ghairah yang di curahkan antara suami dan istri agar hubungan rumah tangga berjalan dengan baik. Hal ini juga menjadi kewajiban bagi suami untuk selalu bersemangat kepada istri, entah dalam berbicara, memberi perhatian, dan memberi nafkah istri lahir dan batin.

  1. Memberi Janji Baik

Sebagai suami pasti memiliki keinginan untuk membahagiakan istri dan keluarga. Namun tidak jarang bagi suami yang hanyut dengan perasaan tersebut kemudian membuat janji yang berlebihan dan melebihi kemampuannya utuk menepatinya. Hal ini akan baik ketika menjadi motivasi untuk membahagiakan sang istri. Namun bila janji yang ia ucapak hanya sebagai iming-iming dan tipu daya belaka, atau janji yang pasti ia tidak bisa menepati, maka itu tidaklah di perbolehkan.

Suami juga tidak boleh membuat janji yang berisi ancaman-ancaman  kepada istri. sebab dengan adanya ancaman tersebut istri akan menjadi ketakutan dan selalu was-was yang pada akhirnya istri tidak lagi betah berumah tangga dengan suami. Sebainya buatlah janji dalam hal baik yang dapat di tepati asalkan hanya di niatkan untuk membahagiakan istri.

Peran seorang laki-laki ketika menjadi suami adalah bertanggung jawab penuh pada istri dan keluarganya. Sebab seorang lelaki merupakan pemimpin dan imam keluarga, sekalipun ia bukan sumber utama nafkah keluarga namun seorang suami tetaplah pemimpin dan imam untuk istri dan keluarga. Oleh karena itu, suami memilki kewajiban untuk menjaga rumah tangganya agar dapat berjalan dengan semestinya. Agama Islam telah memerintahkan agr suami merawat dan menyayangi istri dan keluarganya dengan sebaik-baiknya.

Demikian pembahasan dari Kawan Mama mengenai kewajiban seorang suami kepada istri dalam Agama Islam. Suami yang baik adalah suami yang dapat menjaga dan membahagiakan istri dan keluarganya dengan cara yang amanah. Dan cara yang amanah tersebut adalah dengan mejalankan kewajiban-kewajibanya dengan sebaik-baiknya.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Theasianparent
  • Orami
Kewajiban Seorang Istri Dalam Islam

Kewajiban Seorang Istri Dalam Islam

Kewajiban Seorang Istri Dalam Islam

Kewajiban-Seorang-Istri

 

Hallo Kawan Mama,

Pernikahan merupakan sebuah ibadah yang di anjurkan untuk di laksanakan bagi setiap umat islam yang memilki kemampuan. Tujuannya adalah membangun keluarga baru dan membuat keturunan sebagai penerus keluarga dan umat. Tentunya setiap orang yang ingin menikah menginginkan pernikahannya menjadi bahagia dan harmonis.

Di dalam keluarga yang harmonis dan bahagia pasti tidak luput dari peran seorang usami dan istri. Umumnya seorang suami yang menjadi kepala keluarga akan pergi keluar untuk mencari nafkah. Sedangkan sang istri yang menjaga rumah dan keluarganya. Peran-peran tersebut akan membuahkan keluarga bahagia dan harmonis apa di jalankan dengan baik dan ikhlas. Terkadang ada hal yang tidak sesuai dengan harapan, namun bila suami dan istri dapat saling melengkapi dari kekurangan-kekurangan yang mereka berdua miliki dengan ikhlas, maka keluarga tersebut akan serasa menjadi keluarga bahagia.

Agama Islam mewajibkan istri untuk menghoramati suami sebagai kepala keluarga. Peran inilah yang menjadi peran penting dalam kesuksesan berumah tangga. Istri yang baik juga memiliki kewajiban untuk mengingatkan dan tentunya memberi saran kepada suami, bukan hanya menghoramti dan diam sesuai perintah lelaki. Sejatinya, peran seorang suami adalah sebagai pemimpin yang menjamin dan bertanggung jawab penuh kepada istrinya. Namun istri juga memilki peran untuk melayani sang suami dengan spenuh hati. Lalu apa sebenarnya yang menjadi tugas-tugas dari seorang istri kepada suami?
Berikut ini Kawan Mama sajikan pembahasan menganai kewajiban seorang istri kepada suami.

Kewajiban seorang istri kepada suami

1. Menyenangkan Suami

Menyenangkan suami adakah kewajiban seorang istri dalam sebuah rumah tangga yang harus di lakukan. Sebab dengan adanya rasa senang dari suami, maka akan menimbal balik kepada istri yang pastinya akan di senagkan oleh suami. Dengan begitu, keluarga akan terasa harmonis dan bahagia. Istri dapat menyenangkan suami dengan cara menuruti kemauan baiknya, memasak masakan kesukaanya, berpenampilan cantik di hadapanya, bersikap manja hanya kepadanya, dan hal lain yang akan membuat suami menjadi senang.

Dalam sebuah hadis yang di riwayatkan oleh Abu hurairrah r.a, Rasulullah SAW bersabda, “sebaik-baiknya perempuan adalah perempuan yang apabila engkau melihatnya, engkau bahagia. Jika engkau perintah maka ia akan menurutimu. Dan jika engkau tidak ada, maka ia akan menjaga hartamu darinya”.

Dari hadis ini, dapat di pahami bahwa istri yang baik dalah istri yang ketika suami melihatnya, suami akan merasa senang. Tentu saja hal ini dapat di lakukan istri dengan cara berpenampilan menarik untuk sang suami, taat kepadanya dan menjaga harta dan kehormatan keluarganya ketika suami sedang pergi.

2. Taat dan Patuh Kepada Suami

Taat dan patuh merupakan sebuah hak dan kewajiban bagi seorang istri kepada suami. Namun istri juga dapat menolak apabila perintah dari suami melenceng dari agama dan hati nurani. Istri juga dapat melakukan apapun yang mereka mau dengan catatan atas seizing dari sang suami.
Ketika istri ingin melakukan sesuatu, hendaknya mendiskusikan dan meminta izin dari sang suami terlebih dahulu. Jika istri seenaknya melakukan apapun yang ia mau tanpa adanya diskusi dan izin dari suami maka itu dapat membuat suami merasa tidak senang.
Hal ini juga berlaku kepada sang suami, istri juga harus selalu mengingatkan suami terhadap apapun yang suami lakukan. Dengan begitu hubungan keluarga akan lebih dekat dan peran sebagai suami dan istri akan lebih terlengkapi. Apabila istri membantah perintah baik dari suami, dan tidak dapat di nasehati, maka suami dapat melakukan pisah ranjang dengan istri. Suami juga dapat memukul istri apabila istri membantah, namun memukul pada bagian yang tidak membahayakan istri. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 34, yang artinya.

Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pukulah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan kesusahan baginya. Sesungguhnya Allah maha tinggi lagi maha besar”. (Q.S An-Nisa : 34)

Dalam sebuah hadis yang di riwayatkan oleh mu’adz bin jabal yang artinya.

“Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata, Aku pernah pergi ke Syam. Lalu aku lihat mereka sujud kepada para pendeta dan ulama mereka. Maka engkau wahai Rasulullah SAW lebih pantas kami sujud kepadamu. Beliau berkata, Sekiranya aku memerintahkan seseorang sujud kepada seseorang, niscaya aku perintahkan wanita sujud kepada suaminya karena besarnya hak suami atas dirinya. Shahih: Al Albani (Shahih Al Jami’: 5294).

3. Menjaga Kehormatan Dan Nama Baik Suami

Kewajiban istri selanjutnya adalah untuk menjaga nama baik dan kehormatan dari suaminya. Menjaga nama baik dan kehormatan berarti apabila ada yang kurang dari seorang suami dan terdapat masalah dalam rumah tangga, maka wajib bagi istri untuk menjaga hal tersebut dan tidak mengumbarnya ke ranah umum. Bila istri berkhianat maka rumah tangga tersebut dapat terganggu dan dapat terpecah belah.
Seorang istri juga harus menjaga kehormatan atas dirinya sendiri. Dengan selalu taat kepada suami, menjadi teman diskusi suami, meminta izin ketika hendak pergi atau melakukan hal lain dan menutupi masalah dan aib keluarga agar tidak terumbar. Seorang suami adalah kepala dari rumah tangga, jika nama baik dan kehormatanya tercoreng dengan aib dan masalah dalam keluarga yang terumbar, maka itu membuktikan bahwa istri tersebut bukanlah istri yang baik dan suami dapat meninggalkanya.

4. Meredakan Kemarahan Suami

Dalam menjalankan sebuah ikatan pernikahan pasti ada saja masalah yang dating. Tidak bisa di pungkiri bahtera rumah tangga sesekali pasti akan di hantam dengan ombak pasang. Dalam hal ini terkadang suami memliki masalah dengan pekerjaanya atau orang lain yang membuat ia kesal atau bahkan perseteruan dengan istri sendiri. Perlu di ketahui bahwa sebaik-baiknya seorang istri adalah yang dapat meredakan kemarahan sang suami.
Istri dapat meredakan suami dengan mengajaknya berbicara dengan pelan, menjadi pendengar yang baik, menemani sang suami, menasihati dengan baik, membuat makanan dan minuman kesukaanya. Bukankah sangat beruntung apabila suami memilki istri dengan sifat-sifat tersebut.

5. Tidak Memberatkan Suami

Terkadang istri sebagai seorang wanita memiliki banya keinginan yang ia pendam dan ia idam-idamkan untuk tercapai. Namun sebagai seorang istri yang baik, tidak di perbolehkan meminta sesuatu di luar kemampuan suami, apalagi sampai memberatkan dan tidak dapat di penuhi oleh suami. Sebaiknya ketahui dulu bagaimana kemampuan suami sebelum meminta sesuatu untuk di penuhi.
Menerima segala pemeberian suami dengan senang juga merupakan hal yang harus di lakukan oleh istri, suka atau tidak dengan pemberian suami, istri haruslah menerimanya dengan rasa syukur. Istri dapat mengambil harta suami tanpa sepengetahuan suami apabila harta yang suami berikan kuarng untuk mencukupi kebutuhan. Sebagai catatan istri boleh mengambil harta tersebut dengan tujuan sebagai harta cadangan apabila suatu waktu ada kebutuhan tak terduga dan membutuhkan anggaran pengeluaran.

6. Menerima Tamu Dengan Seizing Suami

Ketika suami sedang bepergian, seorang istri tidak di perbolehkan untuk menerima tamu dan memasukkannya kedalam rumah, terlebih laki-laki lain yang bukan mahramnya. Istri data menerima tamu dan memasukanya ke dalam rumah apabila telah mendapat izin dan restu dari sang suami. Karena dengan memasukkan tamu terutama laki-laki lain yang bukan mahramnya tanpa seizing suami dapat mengakibatkan timbulnya sebuah fitnah dan perbuatan dosa lain.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya.

“kemudian jagalah dirimu terhadap wanita. Kamu boleh mengambil mereka sebagai amanah dari Allah, dan mereka halal bagimu dengan mematuhi peraturan-peraturan Allah. Kemusian kamu punya hak atas mereka, yaitu supaya mereka tidak memperbolehkan orang lain menduduki tikarmu. Jika mereka melanggar, maka pukulah mereka dengan cara yang tidak membahayakan. Sebaliknya, mereka punya hak atasmu, yaitu nafkah dan pakaian yang pantas”. (H.R Muslim)

7. Keluar Rumah Atas Izin Suami

Sebagai seorang istri taat dan menjaga kepercayaan suami merupakan hal yang penting dan harus di lakukan. Sebab dangan adanya taat dan rasa percaya dari suami itu akan membuat terjaganya hubungan sebuah rumah tangga. Istri yang hendak keluar dari rumah haruslah meminta izin kepada sang suami. Izin dari suami dapat menjadi tanda bahawa suami percaya dan tahu tentang urusan yang akan di kerjakan oleh sang istri.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya.

“tidak halal bagi perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir bepergian dalam jarak sehari semalam kecuali bersama dengan mahramnya”. (H.R Bukhari dan Muslim)

Izin dari suami adalah hal yang wajib di lakukan, bukan hanya ketika ingin keluar rumah, namun ketika istri hendak melakukan sesuatu hal. Dengan begitu suami akan tenang karena mengetahu apa-apa yang tengah di kerjakan oleh sang istri.

8. Melayani Suami

Istri di wajibkan untuk melayani sang suami lahir dan batin selama keinginana suami tidak melanggar syariat dan hati nurani. Istri juga harus melayani suami ketika suami hendak melakukan hubungan badan, sebab ketika istri menolak ajakan suami untuk melakukan hubungan badan maka istri akan di laknat oleh para malaikat Allah.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 223, yang artinya.

“Istri-istrimu adalah (seperti) tanah-tanah tempatmu bercocok tanam, maka datangilah tempat bercocok-tanammu itu sebagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal baik) untuk dirimu, dan bertaqwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kelak kamu akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman (Q.S Al-Baqarah : 223).

Dalam sebuah riwayat, Rassulullah SAW bersabda, yang artinya.

“jika suami memanggil istrinya untuk tidur di tempat peraduanya kemudian dia menolak (untuk dating) hingga suaminya itu marah kepada istrinya semalam suntuk maka malaikat akan melaknatnya sampai pagi”. (H.R Bukhari dan Muslim).

Kewajiban-kewajiban tersebut sebaiknya perlu di perhatikan dan di perhatika bagi seorang istri. Sebab surganya istri adalah ridho dari sang suami, apabila suami tidak ridho maka tidak ada surge bagi seorang istri. Dalam menjalankan peran sebagai seorang istri tentunya perlu dijalani dengan niat ikhlas dan tulus untuk beribadah dan mengabdi kepada suami agar mendapat ridho dari Allah SWT. Dengan menjalaninya dengan ikhlas dan tulus dengan niat ibadah, maka akan di permudah segala urusan-urusanya, terutama dalam berumah tangga.

Sekian pembahasan dari kawan mama mengenai kewajiban-kewajiban bagi seorang istri dalam Agama Islam. Istri yang baik adalah istri yang menaruh selalu menaruh hormat dan menjaga nama baik, harta dan kehormatan dirinya, dan suami serta keluarganya. Dengan mengamalkan hal-hal di atas tadi, pasti akan menambah pula rasa kasih dan sayang dari sang suami. Semoga kita dapat menjalankannya dengan baik dan benar sebagai mana mestinya.
Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat . . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Popmama
  • inews
Pantangan Seorang Istri Dalam Islam

Pantangan Seorang Istri Dalam Islam

Pantangan Yang Tidak Boleh Di Lakukan Sebagai Seorang Istri

Pantangan Seorang Istri

 

Hallo Kawan Mama,

Setelah melangsungkan pernikahan seorang pasangan akan berubah statusnya menjadi seorang suami dan istri dan akan hidup bersama sebagai keluarga baru dalam sebuah rumah tangga. Memilki keluarga yang bahagia dan harmonis tentu merupakan hal yang di inginkan oleh setiap pasangan suami istri. Dengan suami yang menjadi pemimpin dan kepala keluarga serta sebagai seorang imam, maka seorang istri wajib untuk menjadi makmum yang mentaati dan mengikuti segala perintah dan keinginan suami.

Kelurga bahagia pada umumnya tentu di isi oleh peran sebagai seorang suami yang sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab memberi nafkah bagi sang istri, baik nafkah lahir maupun batin. Dan peran seorang istri adalah sebagai teman dan pasangan bagi suami yang menjaga harta, nama baik dan kehormatan suami dan keluarga. Pada era globalisasi ini, banyak istri yang menjadi tumpuan nafkah bagi keluarga hal ini dapat di lakukan apabila penghasilan dari suami tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Seorang istri yang pergi mencari nafkah harus terlebih dahulu meminta dan mendapatkan izin dari suami, sekalipun ia sekarang berposisi sebagai pencari nafkah utama yang seharusnya di lakukan oleh suami. Sebab suami walau bukan sebagai sumber utama mencari nafkah, namun ia tetaplah imama dan kepala keluarga.

Penting bagi seorang istri untuk mengabdikan dirinya pada sang suami, sebab surga seorang istri terletak pada ridho seorang suami. Istri yang tidak mendapat ridho dari suami maka haram baginya surge Allah. Nah, pada kesempatan kali ini Kawan Mama akan memabahas mengenai pantangan pantangan yang tidak boleh di lakukan seorang istri kepada seorang suami. Berikut penkelasanya.

Hal Yang Tidak Boleh Istri Lakukan Kepada Suami

  1. Tidak Taat Pada Suami

Hal yang pertama adalah mengenai ketaatan seorang istri kepada suami. Ketika seorang istri telah menerima dan melakukan pernikahan sengan suami maka seketika itu pula ia wajib mentaati suami dengan sepenuhnya, lahir dan batin. Istri wajib untuk melakukan segala perintah dan keinginan dari suami selagi keinginan tersebut tidak bertentangan dengan Ajaran Islam dan hati nurani. Bila istri tidak taat dan membantah suami dengan alasan selain kepentingan serta kebaikan keluarga dan Agama Islam, maka seketika itu pula istri akan di laknat oleh para malaikat-malaikat Allah.

Sebagai seorang wanita pasti ingin menjadi seorang istri yang baik dan di saying oleh sang suami. Maka kewajiban untuk taat dari istri kepada sang suami merupakan hal yang perlu di lakukan. Rasulullah SAW bersabda, ang artinya.

“apabila seorang istri telah mendirikan shalat lima waktu dan berpuasa bulan Ramadhan, dan memelihara kehormatan dan mentaati suaminya, maka di ucapkan kepadanya; Masuklah surge dari pintu surge mana saja yang kamu kehendaki”. (H.R Ahmad dan thabrani.

 

  1. Menolak Ajakan Suami Untuk Berhubungan Badan

Bagi seorang istri, selama tidak ada kondisi atau udzur syar’I yang menghalangi untuk berhubungan badan, maka istri wajib menerima ajakan dari sang suami untuk melakukan hubungan badan. Karena hal ini juga termasuk sebagai rasa hormat dan taat kepada sang suami. Apabila istri enggan dan menolak ajakan suami sampai menyebabkan suami marah, maka niscaya istri akan di laknat oleh para malaikat-malaikat Allah sampai pagi hari.

Mengenai hal ini, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya.

“apabila seorang suami mengajak sang itri ke tempat tidur (untuk berjima’), kemudian istri menolak (sampai membuat suami murka), maka sang Istri akan di laknat oleh para malaikat hingga (waktu) subuh. (H.R Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya.

”Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seorang wanita tidak akan menunaikan hak Allah sebelum ia menuneikan hak suaminya. Andaikan sang sauami meminta kepada diriya, padahal ia sedang berada di atas punggung unta, maka ia (Istri) tetap tidak boleh menolak. (H.R Ahmad dan Ibnu Majjah)

Sebagai catatan, seorang suami tidak boleh memaksa istri melakukan hubungan badan apabila istri sedang mengalami kondisi udzur syar’I atau kondisi lain seperti sakit yang membuat istri tidak dapat melakukanya. Dan istri wajib menerima dan tidak boleh menolak ajakan dari suami ketika ia sedang sehat dan tidak dalam kondisi udzur syar’I dan mengalami sakit.

 

  1. Tidak Menjaga Harta, Nama Baik Dan Kehormatan Suami Dan Keluarga

Sebagai seorang istri, sangat penting untuk menjaga harta dan nama baik serta kehormatan dirinya, kehormatan suami dan keluarga. Ini juga merupakan sebuah bentuk ketaatan dan rasa hormat kepada suami. Menjaga harta berarti ketika suami tengah pergi keluar iastri menjaga harta agar tetap ada dan bermanfaat, istri dapat menggunakan harta tersebut tanpa seizing suami apabila harta tersebut di gunakan untuk kebaikan keluarga.

Sedangkan menjaga nama baik dan kehormatan suami adalah dengan menutupi kekurangan dan aib suami dan keluarga. Sebab aib dan masalah keluraga yang terumbar menandakan bahwa kelurga tersebut tidak berjalan bahagia dengan semestinya. Dengan menjaga nama baik dan kehormatan suami, tentu membuat sang suami akan lebih saying dan mengasihi sang istri.

Agama Islam juga telah mengatur bahwa istri tidak di perkenankan menerima dan memasukkan tamu kedalam rumah tanpa seizin suami, terutama laki-laki yang bukan mahramnya. Karena dengan memasukkan tamu terutama laki-laki yang bukan mahramnya dapat menimbulkan fitnah dan perbuatn dosa lainya.

 

  1. Keluar Rumah Tanpa Seizing Suami

Istri yang baik pastilah istri yang taat dan hormat kepada suaminya. Dalam hal bepergian pun islam telah mengatur bahwa seorang istri ketika hendak pergi keluar dari rumah entah karena alasan apapun, di wajibkan baginya untuk memnita izin kepada sang suami. Jika sang suami telah memberikan izin maka barulah seorang istri dapat pergi keluar rumah.

Istri yang baik adalah istri yang taat dan takut kepada suaminya. Karena ketika istri pergi keluar dari rumah tanpa meminta izin dari suami, itu dapat membuat tilmbunya kecurigaan dan prasangka buruk kepada istri yang dapat membuat kepercayaan suami berkurang dan menghilang. Sekalipun pergi ke pasar untuk membei kebutuhan keluarga, haram bagi istri untuk pergi keluar tanpa seizing suami.

 

  1. Berpenampilan Dan Berhias Untuk Suami.

Pada umumnya, wanita akan senang bila mendapatkan pujian tentang dirinya terutama tentang kecantikanya. Hal inilah yang akan menjadi sebuah perbuatan dosa bagi wanita. Di dalam Agama Islam telah di jelaskan bahwa istri yang baik adalah istri yang berpenampilan menarik dan berhias dengan cantik hanya untuk suami seorang, tidak lebih. Haram bagi seorang istri berpenampilan dan berhias selain untuk sang suami.

Penampilan dan berhias memang hal yang penting bagi wanita. Namun ketika itu salah di gunakan dengan memamerkanya kepada orang lain selain suaminya, maka secara tidak langsung wanita tersebut telah mengumbar auratnya di muak umum dan itu hanya akan menjadi perbuatan dosa belaka..

 

  1. Tidak Bersyukur Dan Meminta Kepada Suami Sesuatu Yang Melebihi Kemampuan Suami

Sebagai seorang wanita, akan wajar jika istri memiliki keinginanakan sesuatu di dalam benaknya, dan ia di perbolehkan memintanya kepada sang suami. Namun perlu di perhatikan bahwa, permintaannya tersebut tidaklah melebihi dengan kemampuan yang di miliki oleh suami. Karena itu akan menjadi beban lebih dalam hidupnya.

Setiap rizky dari pasangan suami istri telah di atur oleh Allah. Bahkan Allah telah menggabung dan melimpahkan bagi seseorang pasangan setelah ia melaksanakan pernikahan. Oleh sebab itu, perlu adanya rasa syukur pada Allah atas nikmat dan rizky yang telah Allah berikan.

 

  1. Durhaka Pada Suami

Sebagai seorang istri, wajib hukumnya untuk taat dan patuh dan suami. Istri tidak di peroblehkan menolak apa lagi membantah perintah suami. Istri hanya boleh menolak jika perintah dari suami melanggar syariat dan hati nurani. Selai itu wajib bagi istri untuk menjalankan apapun yang suami perintahkan kepadanya.

Pada dasarnya, banyak sekali hal-hal yang dapat memabuat istri durhaka pada suami. Dengan tidak melaksanakan kewajiban-kewajibanya sebagai seorang istri, maka seketika ia telah durhaka pada sang istri. Istri yang durhaka pada suami, tentu tidak ada surga Allah baginya.

 

  1. Curiga Dan Cemburu Secara Berlebihan

Sebagaimana umunya seorang manusia, cemburu adalah rasa manusiawi yang pasti semua orang memilkinya. Terutama bagi orang yang berpasangan. Seorang istri pasti terkadang merasa cemburu kepada suaminya karena beberapa alasan. Istri di perbolehkan untuk cemburu kepada suami dengan catatan rasa cemburu tersebut masih normal dan sesuai dengan koridor syari’at.

Dalam hubungan suami dan istri, perlu adanya rasa cemburu sebagai tanda bahwa masih ada rasa cinta antara keduanya, dan itu akan membuat hubungan menjadi lebih erat. Namun ketika rasa cemburu sudah berlebihan, maka dapat menyebabkan hubungan menjadi tidak sehat. Bukanya menjadi harmonis tapi malah membuat tumbuhnya rasa curiga berlebihan yang dapat mengganggu hubungan rumah tangga. Dari rasa cemburu yang berlebihan ini, maka permasalahan-permasalahan dan pertengkaran akan mulai hadir dan dapat membuat hancurnya sebuah rumah tangga.

 

  1. Berbakti Pada Suami

Selain melayani suami, sebagai sorang istri juga wajib untuk berbakti kepada suami. Dengan bakti seorang istri dapat membuat hubungan menjagi lebih erat dan harmonis. Karena bagaimanapun tidak ada suami yang tidak senang ketika ia memiliki istri yang berbakti kepada suami.

Bakti istri kepada suami berupa melayani suami, menjalankan perintah, mengjormati suami dan keluarga suami merawat suami (ketika sakit), menjaga harta, nama baik dan kehormatan suami. Serta melaksanakan kewaiban-kewajiban lain sebagai seorang istri. Sebagai istri yang baik, tidak di perbolahkan berkata kasar dan kotor kepada suami, istri juga tidak di perbolehkan menuruti perintah selain perintah dari suami dan tanpa seizing suami, apalagi ketika berada di rumah suami.

Istri memilki peran berupa kewajiban-kewajiban yang harus di laksanakan dalam hubungan rumah tangga. Tentunya kewajiban-kewajiban tersebut adalah hal yang ketika di laksanakan akan berbuah baik untuk hubungan rumah tangganya dengan sang suami. Berbakti dan taat kepada suami adalah poin utama yang harus di laukan oleh istri. Sebab ketika istri durhaka pada suami, maka tidak ada surga baginya. Karena surge seorang istri berada pada ridho seorang suami. Istri yang mendapat ridho dari suami tentu adalah istri yang telah mencoba melaksanakan kewajiban-kewajibanya sebagai seorang istri serta taat dan berbakti pada suami.

Sekian pembahasan dari Kawan Mama mengenai kewajiban seorang istri. Sebagai catatan ketika istri telah melaksanakan peranya dalam menajalankan kewajibanya, maka suami juga wajib untuk melaksankan kewajibanya sebagai seorang suami. Istri yang baik adalah iatri yang dapat menjalankan kewajiban-kewajibanya dengan niat ibadah dengan tulus dan ikhlas.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Mediapakuan
  • Makassarsindonews
  • inilahbanten
Keutamaan Dan Manfaat Memakai Jilbab Dalam Islam

Keutamaan Dan Manfaat Memakai Jilbab Dalam Islam

Manfaat Dan Keutamaan Memakai Jilbab Bagi Wanita

Manfaat Memaai Jilbab

 

Hallo Kawan Mama,

Agama Islam adalah Agama yang melindungi setiap pemeluknya tanpa terkecuali. Khususnya bagi kaum wanita, ada berbagai perintahdan aturan bagi kau wanita yang bertujuan untuk melinduginya dari perkara buruk, perbuatan tercela dan perbuatan dosa seta perkara-perkara lain yang sifatnya merugi. Jika kemu mempelajarinya dengan seksama, benyak sekali perhatian terkait dengan wanita dalam Agama Islam. Mulai dari bagaimana cara ia berprilaku, ketentuan wanita dan bagaimana penampilan ia berbusana. Hal ini di tujukan untuk menjaga kesucian wanita dan menjadikannya wanita mulia dengan kedudukan yang tinggi.

Sebagai kamu wanita, Agama Islam meberi aturan dan tuntunan dalam berbusana, tak terkecuali dengan jilbab. Islam menuntun para wanita agar berpenampilan dengan busana yang baik dan benar sesuai syari’at agar terhindar dari hal-hal yang merugi dan membahayakanya. Aturan ini bukan semata-mata untuk mengekang kebebasan hiudp wanita, namun untuk menjaganya agar tidak menjadi hina dan terjerumus dalam kemaksiatan. Wanita yang mengenakan jilbab berarti ia sudah mulai menjadi muslimah yang taat dan mulai mendekatkan diri pada Allah, dan tentunya akan lebih mejadi manusia yang bernilai.

Setiap perintah oleh Allah pasti memiliki unsur dan tujuan kemanfaatan di dalamnya. Hal ini dapat kita rasakan apabila kita menggunakan akal untuk mempelajarinya dan memahami maksud dari aturan dan perintah-perintah tersebut. Dengan memakai jilbab bukan semata-mata hanya karena menunujukan identitas sebagai seorang muslim, namun juga bentuk ketaatan sebagai seorang hamba kepada Allah. Dalam hal ini Allah telah berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 59, yang artinya.

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demkian itu agar mereka mudah di kenali, sehingga mereka tidak di ganggu.” (Q.S Al-Ahzab : 59).

Dari ayat tersebut dapat di pahami bahwa tujuan Allah memerintahkan wanita untuk menutupi tubuhnya dengan jilbab semata-mata agar kesucian dari wanita tersebut tetap terjaga dan tidak di ganggu oleh orang lain. Banyak sekali keutamaan-keutamaan memakai jilbab yang perlu kamu ketahui, khusunya sebagai kaum wanita muslimah.

Nah, sebetulnya apasih keutamaan memakai jilbab?. Tidak banyak dari kita yang benar tahu dan ingin tahu tentang ha tersebut. Oleh karenya, kali ini Kawan Mama akan membahas mengenai keutaman-keutamaan memakai jilbab. Berikut adalah penjeasanya.

Keutamaan dan Manfaat Memakai Jilbab

  1. Tanda Ketaatan Seorang Hamba Kepada Allah.

Seorang muslimah akan di katakan sebagai orang yang beriman apabila ia telah melaksanakan perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Iman adalah hal yang pokok sebagai seseorang yang mengaku sebagai umat Islam. Dengan menjalankan perintah Allah dengan memakai jilbab, itu berarti kamu sudah mulai taat dan menuju menjadi muslim yang sempurna. Seorang hamba akan dapat di katakan taat apabila tela mengamalkan 3 hal, yakni

    • Meyakini dengan sepenuhya
    • Meyebutdan mengamalkannya lewat lisan dan
    • Mengamalkannya melalui perbuatan.

Firman Allah tentang ketaatan dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 36, yang artinya.

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al Ahzab: 36)

Dari ayat tersebut dapat di pahami, bahwa seseorang yang tidak melakukan ketetapan (perintah) Dari Allah maka orang tersebut adalah yang tidak taat dan sesat. Allah juga berfirman tentang perintah memakai jilbab oleh wanita dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59 dan An-Nuur ayat 31, yang artinya.

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demkian itu agar mereka mudah di kenali, sehingga mereka tidak di ganggu.” (Q.S Al-Ahzab : 59).

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” (QS. An Nuur: 31)

 

  1. Jilbab Sebagai Iffah (Menjaga Diri)

Allah memerintahkan setiap dari wanita untuk menutupi auratnya dengan memakai jilbab. Hal ini di lakukan dengan tujuan sebagai iffah (menjaga diri) si wanita tersebut dari perbuatan-perbuatan maksiat dan merugi. Firman Allah daam SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 59, yang artinya.

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demkian itu agar mereka mudah di kenali, sehingga mereka tidak di ganggu.” (Q.S Al-Ahzab : 59).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa tujuan di perintahkannya memakai jilbab adalah untuk menjaga diri dan kesucian serta kehormatan wanita agar tidak di ganggu dan terhindar dari perbuatan maksiat lainya. Perlu di ketahui bahwa seorang muslimah yang baik dan berbusana dengan benar sesuai dengan aturan Allah dengan menutupi aurat dan serta lekuk tubu dan kelakuakn sesuai syariat, tidak akan di ganggu dan tidak akan mengurangi timbulnya minat untuk berbuat maksiat.

 

  1. Jilbab Sebagai Pelindung

Dengan memakai jilbab, maka diri wanita akan terlindungi. Maksudnya adalah tubuh seorang wanita akan terlindungi karena tertutup oeh jilbab yang di kenakan. Tentunya sebagai wanita pasti merasa risih dan takut apabila ada tatapan liar yang terus memandang ke arahnya. Banyak kasus yang terjadi di mana kaum wanita mengalami kasus peecehan oleh lawan jenis. Kadang hal ini dapat di sebabkan oleh wanita yang pergi keluar rumah tanpa menutupi auratnya. Dengan tubuh yang tertutupi oleh jilbab, maka dapat mengurangi resiko terjadinya hal-hal tersebut.

Dalam surat Al-Ahzab di atas telah di jelaskan bahwa tujuan berjilbab adalah agar wanita tidak mendapat gangguan.

Selain bertujuan untuk terhindar dari gangguan, dengan memakai jilbab juga dapat melindungi rambut dari debu, polusi dan sinar UV serta perubahan cuaca yang dapat membuat rusaknya rambut. Rambut yang terhindar dari hal tersebut akan menjadi lebih sehat karena terlindungi oleh jilbab.

 

  1. Tanda Kesucian Seorang Wanita

Seorang yang menjalankan perintah Allah maka ia kan di sucikan oleh Allah. Dengan mengenaan jilbab, hati dan tubuh wanita akan menjadi suci sebab tidak melakukan perbuatan maksiat. “Karena sebuah mata yang tida dapat melihat maka hati pun tidak akan timbul nafsu.” Maksudnya apabila mata tidak melihat sesuatu yang dapat menimbulkan perbuatan maksiat maka hati pun tidak akan muncul nafsu berbuat maksiat. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa jilbab berperan sebagai penjaga kesucian dan benteng untuk menjauhkan diri dari perbuatan maksiat. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 32, yang artinya.

Jika kalian adalah wanita yang bertakwa maka janganlah kalian tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah Perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab: 32)

 

  1. Tanda Memiliki Rasa Malu

Seorang wanita yang mengumbar auratnya dapat di artikan bahwa ia adalah seorang yang tak punya rasa malu, Kalaupun ada itu hanya sedikit. Hal ini dapat di lihat dari perilakunya yang mengumbar aurat hanya dan dapat mengundang tatapan maksiat dari lawan jenis yang terkadang hanya karena ingin di bilang cantik dan seksi. Bagaimana mungkin seseorang yeng membuka auratnya dan memperlihatkanya kesemua orang memiliki rasa malu, sedang ia memamerkan kehormatan dan kesucianya pada orang-orang.

Sesunguhnya Allah hanya memperolehkan aurat seorang wanita di perlihatkan hanya kepada suaminya. Dengan memperlihatkan aurat kepada orang lain selain suaminya itu berarti ada kesombongan dalam dirinya. Allah telah menjelaskan bahwa barang siapa yang mendurhakainya (tidak melekukan perintah-Nya dan malah melakukan larangan-Nya), sesungguhnya ia adalah orang yang sesat.

 

  1. Pencegah Timbulnya Ghirah (Rasa Cemburu)

Tidak isa di pungkiri, bahwa terkadang antara wanita satu dengan lainya memiliki rasa kecemburuan. Hal ini dapat di pengaruhi oleh aurat yang terumabar bebas dan di pertontonkan kepada orang lain. Ketika satu wanita memperlihatkan aurat di khalayak umum maka akan timbul rasa cemburu oleh wanita lain yang juga melihatnya.

Pada kenyataanya, betapa banyak wanita yang timbul rasa cemburu, tidak senang dan benci kepada wanita lain yang mengumbar auratnya. Betapa banyak lelaki yang tadiny baik kemudian menjadi lelaki penuh nafsu da berbuat maksiat hanya karena melihat wanita yang mengumbar auratnya. Jilbab berperan sebagai media untuk menjaga kehormatan wanita dan penghalang tumbuhnya rasa cemburu dan nafsu dari kaum lelaki. Sesungguhnya orang yang beriman dan bertaqwa adalah ia yang menjalankan perintah Allah da menjauhi larangan-Nya.

 

  1. Melatih Diri Untuk Istiqomah

Dengan memakai jilbab untuk mentupi aurat dapat menjadi media untuk melatih diri agar menjadi muslimah yang istiqomah. Di zaman modern ini banyak sekali model-model jilbab yang hadir dengan gaya baru karena mengikuti permintaan atas berkembangnya zaman yang semakin modern. Namun tidak sedikit dari pemakainya yang hanya ingin ikut trand tanpa di niati dengan ikhlas untuk menjalankan perintah Allah dengan menutup aurat menggunakan jilbab. Dengan memakai jilbab dapar menjadi media bagi kita untuk terus istiqomah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Pada dasarnya setiap perintah dari Allah adalah perintah yang bertujuan untuk menjadikan manusia yang menjalankannya menjadi manusia yang terhormat yang terhindar dari maksiat dan perbuatan-perbuatan dosa. Bila di pelajari dengan seksama, tidak ada satupun perintah Alla yang sia-sia dan dapat membuat manusia menderita. Orang yang menganggap perintah Allah membuat manusia sengsara adalah orang yang tidak mempelajari Agama Islam sepenuhnya. Dengan menjalankan perintah Allah maka keselamatan dunia dan akhiratakan menjadi jaminanya.

Keutamaan dan manfaat memakai jilbab dapat di kita rasakan apabila melakukanya dengan sungguh-sungguh dengan niat beribadah dan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Banyak sekali wanita yang berjilbab namun tidak di niati sebagai ibadah, namun cenderung untuk mempercantik diri dan mengikuti trand saja. Dengan memakai jilbab yang baik dan benar maka kamu akan terhindar dari maksiat- dan perbuatan dosa, serta akan mendapat manfaat dan keutamaan dari memakai jilbab.

 

Demikian ulasan dari kawan mama mengenai manfaat dan keutamaan menutup aurat dengan menggunakan jilbab. Ketika memakai jilbab, utamakan niat hanya untuk beribadah dengan menjalankan perintah dan penjauhi laranganya agar semakin dekat dengan Allah. Semoga kita termasuk dalam golongan-golongan yang mendapat ridho-Nya, Amin.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

 

Sumber :

  • Hijup
  • Islampos
Cara Memakai Jilbab Yang Baik Sesuai Dengan Ajaran Islam

Cara Memakai Jilbab Yang Baik Sesuai Dengan Ajaran Islam

Cara Memakai Jilbab Yang Baik Sesuai Dengan Agama Islam

Cara Memakai Jilbab Dalam Islam

 

Hallo Kawan Mama,

Bagi kaum wanita, menjaga aurat dengan menutupnya merupakan hal yang sangat krusial. Agama islam memerintahkan setiap dari wanita mukmin untuk menutup auratnya tak terkecuali siapapun. Pada dasarnya, agama Islam adalah agama yang membebaskan setiap pemeluknya untuk melakukan apapun dengan catatan masih sesuai dengan koridor aturan islam. Menututp aurat umumnya para wanita khususnya di indonesia menggunakan jilbab, hijab ataupun kerudung.

jilbab secara bahasa berarti kain yang menutupi seluruh tubuh wanita, sedangkan kerudung adalah sebauh kain yanng di gunakan untuk menutup bagian kepala wanita. Bangsa arab menyebut istilah kerudung sebagai khimar berbeda lagi dengan hijab. Hijab secara bahasa adalah penutup atau penghalang yang di gunakan untuk menutupi sesuatu yang tidak dapat di perblehkan untuk di lihat oleh orang lain. Jadi istilah jilbab termasuk dari hijab, sedangkan hijab belum tentu bagian dari jilbab.

Di indonesia sendiri istilah jilbab, kerudung ataupun hijab sendiri hampir sama dari segi bentuk maupun motifnya. Perintah menutup aurat dengan menggunakan jilbab sudah di terangkan dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59, yang artinya.

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al-Ahzab : 59)

 

Penting bagi kaum wanita untuk mengetahui bagaimana mengenakan jilbab yang baik dan benar sesuai dengan ajaran Islam. Tidak jarang dari kaum wanita yang tidak mengerti bagaimana memakai ilbab yang baik dan bena, yang pada akhirnya memakai jilbab dengan asla-asalan. Di zaman sekarang ini, perkembangan fashion terutama di bidang busana jilbab mengalami perkembangan yang pesat. Banyaknya model jilbab dengan varian yang kekinian membuat pengguna jilbab semakin bertambah. Namun banyak juga dari model-model jilbab tersebut yang sebenarnya tidak syar’i dan hanya mengejar trandy.

Bagaimana sih tuntunan Agama Islam dalam mengenakan jilbab yang baik dan benar? Sebagian dari kita pasti bertanya-tanya seperti itu. Pada kesempatan kali ini, Kawan Mama akan membahas cara memakai jilbab yang baik dan benar sesuai dengan tuntunan Agama Islam. Yuk simak di bawah ini.

Cara Memakai Jilbab Menurut Agama Islam

    1. Menutupi Seluruh Angggota Tubuh

Sebagai seorang muslimah, melidungi tubuh dan aurat sangat di haruskan. Dalam memakai jilbab sebaiknya gunakan kai yang dapat seluruh tubuh. Bagi kamu yang milenialis, Kamu juga bisa menggunakan kerudung yang di padukan dengan gamis supaya tetap mengikuti model zaman. Rasulullah pernah mengatakan bahwa seluruh anggota tubuh seorang wanita adalah termasuk aurat yang harus di tutupi kecuali bagian wajah dan telapak tangan. Kamu juga dapat menambahkan cadar untuk lebih menjaga aurat dan tubuhmu.

    1. Tidak Membentuk Lekukan Tubuh

Menggunakan jilbab yang baik adalah dengan kain yang menutup badan. Namun sejatinya tidak hanya menutupi badan saja, Lekuk tubuh juga menjadi aurat seorang wanita. Ketika memakai pakaian maupun jilbab hendaknya menggunakan kain yang sedikit longgar dan tidak memperlihatkan lekuk tubuh. Karena wlaupun ketika seorang wanita telah menutupi tubuhnya dengan kain, namun lekuk tubuhnya msih terlihat itu sama saja ia telanjang. Penggunaan jilbab yang memperlihatkan lekuk tubuh sangat di kecam dalam Islam. Baiknya gunakan kain yang longgar yang tidak memperlihatkan setiap lekukan tubuh.

 

    1. Menutupi Bagian Dada

Para ahli tafsir menatakan bahwa penjelasan dari surat Al0Ahzab mengenai menutup aurat adalah sesuatu yang menjulur dari kepala yang menutupi sampai ke dada. Dari sini dapat di simpulkan bahwa, memakai jilbab yang baik adalah dengan menutupi bagin tubuh terutama bagian dada wanita. Sebab ketik bagian tersebut tidak tertutup dengan sempurna, di takutkan akan mengundang nafsu dari lawan jenis untuk berbuat dosa. Jadi bagaimana kamu menggunaan jilbab itu terserah asalkan bagian dada dapat tertutupi dengan sempurna. Allah telah berfirman dalam surat An-Nur ayat 31, yang artinya.

“dan hendaklah mereka menutupi kain kerudung hingga ke dadanya” (Q.S An-Nur : 31).

 

    1. Bagian Bawah Tidak Menggantung

Aturan berbusana dalam Agama Islam adalah dengan menutup aurat dari atas sampai bawah kecuali bagian muka dan telapak tangan. Jadi dalam memakai busana hendaknya gunakan busana yang tidak menggantung pada bagian bawahnya. Sebab ketika pada bagian bagian bawah menggantung, dapat memperlihatkan anggota tubuh yang menjadi aurat yang harusnys tertutupi. Dalam sebuah riwayat, Ummu kultsum r.a pernah bertanya pada nabi.

“ya Rasulullah, bagaimana perempuan dan kain-kain mereka yang sebelah bawah?” Rasulullah kemudian menjawab. “hendaklah mereka memanjangkan kainya sejengkal dan janganlah bagi mereka menambahkanya lagi ke atas” (HR Tirmidzi dan Nasa’i).

 

    1. Tidak Memperlihatan Bagian Wajah Tertentu

Pada dasarnya menggunakan jilbab untuk menutupi aurat berupa anggota tubuh. Ketika seorang wanita sudah menggunaan jilbab namun bagian tertentu dari tubuhnya masih terlihat maka ia belum memakai jilbab dengan sempurna sebagaimana yang telah di perintahkan dalam Al-Qur’an. Ketentuan memakai jilbab adalah denga menutup anggota tubuh yang menjadi aurat, seperti telinga, leher, dada, bahakan sehelai rambut sekalipun merupakan anggota tubuh yang menjadi aurat yang harus di tutupi.

    1. Tidak Membentuk Punuk Unta

Islam memerintahkan bagi wanita untuk menutp aurat dengan berbusana yang tidak membentuk seperti punuk unta. Apasih maksud dari punuk unta?. Dalam hal ini punuk unta dapa di artikan seorang wanita yang telah berjilbab namun telanjang. Maksudnya seorang wanita yang telah menggunakan jilbab namun masih memperlihatkan lekuk tubuh dan berjalan dengan lenggak lenggok. Sifat centil seperti ini dapat menarik perhatian dari lawan jenis untuk menggoda dan melakuan perbuatan dosa. Berhijab dengan gaya ini akan sangat di kecam oleh Islam karena dapat menimbulkan mudharat padakeduanya.

    1. Tidak Berhias Berlebihan

Berikutnya adalah menggunakan jilbab namun di baluti hiasan yang berlebihan. Tidak bisa di pungkiri, sebagai wanita pasti ingin tetap tampil cantik dan menawan. Namun perasaan inilah yang akan mengantarknya berbudat dosa. Islam sebenarnya tidak melarang umatnya untuk berdandan dan berhias, namun bila dandan dan berhias karena nafsu yang ingin mendapatkan pujian maka itu menjadi perbuatan dosa yang di larang. Islam menganjurkan wanita berhias oleh wanita untuk menyenangkan suami saja.

 

    1. Memakai Kain Yang Tipis Dan Menerawang

Bagi kaum wanita, sebaiknya enggunakan busana dengan bahan kain yang tebal da tidak menerawang. Karena kain yang tipi dan menerawang akan membuat anggota tubuh dapat terlihat dan di saksikan banya orang. Dengan begitu sama saja kamu sudah mengumbar aurat dan berjilbab namun telanjang karena tetap memperlihatkan tubuh kamu dengan mengenakan pakaian yang tpis dan menerawang. Penting bagi wanita untuk menggunakan busana dengan pakaian yang tebal, bahkan di zaman arab dulu, wanita di sana tetap memakai pakaian tebal meskipun di daerah panas sekalipun. Hal ini di maksudan untuk melindungi aurat dan tubu mereka agar tetap terjafa dan tidak terlihat.

 

Dari penjelasan di atas, dapat di ketahui bagaimana cara mengenakan busana jilbab yang baik dan larangan yang dapat kamu hindari. Hendakya kenakan jilbab dengan kain yang tebal yang dapat menutup sleuruh anggota tubuh agar benar-benar dapat menutup aurat dengan sempurna. Usahakan dari bagian atas samapai bagian bawah tertutup dengan sempurna dengan menggunakan bahan yang longgar dan tidak memperlihatkan lekukan tubuh. Sebagai wanita kamu tentu dapat berhias seperti yang kamu mau, namun tidak untuk mengikuti nafsu sehingga berhias dengan berlebihan hanya untu mendapat pujian. Sebaik-baiknya berhias adalah untu sang suami.

Demikian pembahasan dari kawan mama mengenai cara memakai jilbab yang baik sesuai tuntunan Agama Islam. Sebai-baiknya wanita berbusana adalah yang melindungi diri dengan menjalankan perintah Allah. Sebab wanita shalihah sendiri adalah perhiasannya dunia.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

 

 

Sumber :

Hijabyuk

Alya-Hijab

 

Manfaat Memakai Jilbab Bagi Wanita

Manfaat Memakai Jilbab Bagi Wanita

Manfaat Memakai Jilbab Bagi Wanita

Manfaat Jilbab

 

Hallo Kawan Mama,

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Bagi umat islam, menutup aurat adalah hal yang pokok untu di lakukan, khususnya bagi kaum wanita. Bagi kaum wanita dengan menjaga auratnya agar tidak terlihat dan terumbar merupakan hal yang perlu dilakukan. Dengan menjaga aurat berartia ia juga menjaga martabat dan kesucianya sebagai wanita.  Di dalam Al-Qur’an telah di terangkan dalam berbagai surat mengenai perintah menutup aurat.

Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 59, yang artinya.

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Pada zaman sekarang perkembangan fashion terutama di bidang busana muslimah kian berkembang pesat. Dengan desai dan model-model terbaru dan kekinian ini membuat antusias para musimah menjadi semangat memakai jilbab. Harus di akui bahwa designer busana muslimah mempunyai peran penting yang berdampak pada semangat untuk kembali menutup aurat dengan memakai jilbab. Meskipun pada kenyataannya masih ada sebagian dari model jilbab yang belum islami bentuk modelnya. Semoga hal tersebut segera di benahi.

Sebenarnya dengan memakai jilbab ada manfaat-manfaat tersendiri yang dapat kamu rasakan. Nah pada kesempatan kali ini, kawan mama akan menhulas apa saja yang menjadi manfaat bagi kamu kaum muslimah ketika memakai jilbab. Berikut kami rangkum ulasan mengenai hal tersebut.

Manfaat Memakai Jilbab

  1. Semakin Dekat Dan Taqwa Kepada Allah

Ketika sudah berniat dan memilih berhijarah dengan menutup aurat mereka dan memakai jilbab ataupun hijab, itu berarti mereka perlahan telah mulai mendekatkan diri kepada Allah. Karena salah satu poin penting dalam Islam ada bertaqwa kepada Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. dengan mulai menutup aurat menggunakan jilbab itu berarti kamu telah melaksanakan perintah Allah.

 

  1. Menjaga Kehormatan Diri

Sebagai seorang muslimah yang beriman, menjaga kehormatan diri merupakan hal yang wajib di lakukan. Dengan menjaga diri berarti kamu juga telah menalankan perinta kepada Allah. Dengan menututp aurat dapat menghindari dari tatapan dan godaan dari kaum pria yang jelalatan.

Percaya atau tidak, hasil dari survei yang di lakukan ketika pria melihat wanita yang menutupi auratnya dengan jilbab, maka si pria akan lebih segan memandang apalagi untuk menggoda wanita tersebut. kadang sebagai wanita kita juga harus mengoreksi bagaimana penamilan kita dalam memakai busana, apakah sudah benar menutup aurat dengan benar, atau masih teumbar aurat kita. Sebaiknya benahi penampilan kita dengan menutup aurat sesuai dengan yang telah di perintahkan Allah.

 

  1. Memperbaiki Ahlak Menjadi Lebih Baik

Sebagai kaum wanita, ketika sudah memutuskan untuk hijrah dan menutup aurat, berarti kita juga harus mulai memperbaiki ahlak kita. Karena sejatinya penampilan adalah cerminan dari perbuatan atau ahlak seorang mausia. Dengan memperbaiki ahlak maka akan berdampak pada hal-hal lain yang kiranya masih kurang baik dalam diri kita. Jangan sampai ketika penampilan kita sudah mencerminkan wanita muslimah sebagai mana mestinya, namun perilaku dan ahlak kita masih amburadul. Wanita dengan perilaku yanng baik juga pastinya akan lebih di segani dan di hormati.

 

  1. Menjaga Kesehatan Rambut

Sebagai wanita tentu ingin memiliki tubuh yang cantik dan sehat. Nah, dengan memakai jilbab dapat membuat rambut kemu menjadi sehat. Umumnya rambut yang tidak tertutupi akan lebih rawan mengalami kerusakan akibat gangguan dan serangan dari polusi, debu dan sinar matahari yang tidak baik untuk kesehatan rambut.

Masalah dan keluhan terkait rambut yang rusak, ketombe, rambut bercabang, rambut kering  dan rambut rontok dapat di sebabkan oleh rambut yang tidak tertutupi dan terkena polusi, debu dan hal-hal jahat lainya. Dengan menutup rambut dengan jilbab, maka rambut akan lebih terlindungi dari gangguan-gangguan yang daat merusak rambut.

 

  1. Menjaga Rambut Dari Sinar UV Dan Mencegah Terjadinya Kanker Kulit

Bagi wnaita ang memilki aktivitas di luar runagan pastik akan takut jika mengalami gejala karena rambut  yang terkena sinar UV, apalagi bag wanita yang tidak mengenakan hijab. Rambut yang tekena sinar UV secara langsung beresiko terkena hyperpigmentasi. kondisi ini terjadi akibat kulit pada bagian aas mengalami penggelapan ataupun muncul flek hitam yang di sebabkan bagian kepala yang terkena sinar UV secara langsung. Sinar UV juga dapat mempercepat proses rambut menjadi uban dan mencegah produktivitas kolagen pada kulit, sehingga kulit akan mengalami penurunan keelastisan kulit yang menyebabkan penuaan dini.

Menjadi muslimah yang baik sebaiknya tidak hanya sekedar memakai jilbab. Bagi muslimah memperhatikan soal penampilan juga merupakan aspek penting. Selain menutup aurat, wanita hendaknya juga memperhatikan bagaimana bentuk dari busana yang di pakai. Baiknya kenakan pakian serta jilbab yang lebih longgar, hal ini berkaitan dengan kesehatan tubuh wanita.

Tubuh yang terbungkus oleh busana yang teralu ketat apalagi terkena sinar matahari secara lagnsung, akan dapat menyebabkan terjadinya serangan kanker milonama. Sebagiknya gunakan busana yang agak longgar dan tidak terlalu ketat.

 

  1. Menjadi Lebih Cantik Dan Anggun

Ingin terlihat anggun dan cantik, tentu merupakan harapan semua wanita tak terkecuali bagi kaum msulimah. Dengan menutup jilbab, maka aura kecantikan kamu akan semakin lebih keluar dan bertambah anggun dan elegan. Dengan memakai jilbab, penammpilan juga akan terlihat menjadi lebih rapi, feminim dan menawan serta terlihat lebih dewasa. Terlebih pada zaman modern ini, fashion jilbab menjadi trand karena model yang tetap kekinian dan tetap mengikti perkembangan zaman. Banyak model pilihan bagi kamu untuk memilih busan dan jilbab terbaru untuk kamu kenakan.

 

  1. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Dengan memakai jilbab, maka kamu juga dapat meningkatkan rasa percaya diri kamu bertambah. Pasalnya dengan memakai jilbab, kamudapat menutupi kekuranganmu yang membuatmu tidak percaya diri. Sperti rambut kering, keriting, mengalami botak, rambut rontok, warna kulit yang tidak sama(belang) dan kekurangan-kekurangan lainya. Dengan memakai jilbab kamu dapat menutupi kekurangan tersebut dan membuat penamipalan kamu menjadi lebih anggun dan meawan.

Pada dasarnya niat untuk menutup aurat dengan memakai jilbab hanya bertujuan menjalankan perintah dan mengharap ridho Allah. Namun kamu dapat menjalankannya secara bersamaan dengan jilbab sebagai penutup kekuranganmu.

 

  1. Melangkah Berdakwah Dan Menjadi Wanita Shalihah

Setiap dari kaum muslimah pasti menginginkan untuk menjadi wanita sholihah. Namun kadang bingung bagaimana harus memulainya. Sebenarnya dengan kamu mulai menutup aurat dengan memakai jilbab dan mulai memperbaiki ahlak, itu berarti kamu tengah di jalan menjadi wanita sholihah. Dengan mengenakan jilbab, secara tidak langsung kamu juga telah berdakwah tentang bagaimana cara menutup aurat bagi kaum wanita. Karena menutup aurat memanglah kewajiban bagi setiap kaum muslim terlebih lagi bagi kaum wanita.

 

Dari penjelasan di atas dapatdi simpulkan bahwa menuutup aurat memang sangat penting khususnya bagi kaum wanita. Dengan memakai jilbab kamu dapat menutupi anggota tubuhmu yang menjadi bagian dari aurat. Para muslimah akan menjadi lebih dekat dan taqwa kepada Allah karena telah menjalankan perintah dan menjauhi laranganya untu tidak mengumbar aurat.

Selain itu menutup bagian kepala dengan jilbab juga dapat membuat rambut dan kulit kepala terhindar dari sinar UV dan penyebab-penyebab lain yang dapat membuat rambut menjadi rusak serta mengurangi resio-resiko penyakit lain. Wanita yang mengenakan jilbab juga akan terlihat anggun serta menawan dan terkesan rapi dengan aura wanita dewasa. Hal ini tentunya akan membuat kamu menjadi lebih percaya diri lagi untuk beraktivitas dengan memakai jilbab.

Demikian pembahasan dari kawan mama mengenai manfaat memakai jilbab bagi kaum wanita. Selain menjadi kewajiban, menutup aurat juga tentu sebagai perlindungan diri dan media untuk menjaga kehormatan wanita.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan membantu. . .

 

 

 

Sumber ;

  • Dalamislam
  • Merdeka
Pengertian Dan Ketentuan Jilbab Syar’i

Pengertian Dan Ketentuan Jilbab Syar’i

Ketentuan Jilbab Syar’i

 

 

Hallo Kawan Mama,

Umunya, jilbab syar’i atau kerudung atau sejenisnya biasa di kenakan untuk menjalankan perintah agama sebagai seorang muslimah yang taat, yaitu dengan menutup aurat. Penggunaan jilbab dalam menutup aurat sendiri dapat menunjukan identitas diri bahwa sipemakai adalah sebagai seorang muslimah tanpa perlu kamu jelaskan lagi.

Jilbab syar’i adalah jilbab yang mempunyai ukuran yang lebih lebar jika di bandingkan dengan jilbab biasa. Jilbab syar’i dapat menutupi aurat penggunanya secara sempurna mulai dari kepala sampai bagian dada. Bahan yang di gunakan pun tentu lebih tebal dan tidak menerawang. jilbab syar’i akan cocok jika di padupadakan dengan busana gamis ataupun busana abaya yang tidak ketat.

Jilbab biasa memiliki ukuran stkamur yang lebih kecil dari pada jilbab syar’i. Pada umumnya, jilbab biasa di buat dengan bahan yang tipis sehingga akan terlihat menerawang dan ketika di kenakan tidak dapat menutupi bagian dada dengan sempurna.

Memakai jilbab adalah sebagian dari cara menutup aurat di mana itu merupakan suatu kewajiban bagi setiap kaum muslimah. Ketentuan berbusana seorang muslimah sebenarnya telah di atur didalam Al-Qur’an dan hadis. Lalu bagaimana sebenarnya jilbab yang sesuai dengan syariat islam,,??

Ketentuan Menutup Aurat

  1. Menutupi seluruh aurat
  2. jilbab bukan perhiasan
  3. Berbahan tebal
  4. Tanpa wewangian
  5. Tidak memperlihatkan lekuk tubuh.

Pada dasarnya, ada beberapa ciri-ciri perbedaan antara jenis jilbab syar’i dengan jenis jilbab pada umumnya. Dan di antaranya adalah terlihat dari pemilihan jenis bahan kainnya. Jenis bahan kain untuk jilbab syari biasanya dibuat dari bahan kain yang agak tebal dan tidak menerawang serta tidak memperlihatkan lekuk tubuh tentunya. Dengan begitu, pengguna jilbab syar’i tidak perlu risau lagi karena rambut dan auratnya akan benar-benar terjaga. Jenis jilbab syar’i biasanya juga menampilkan kesan kesederhanaan dan tidak menggunakan aksesoris dan perhiasan yang mencolok, karena jelas saja agama Islam sendiri mengajarkan umatnya tentang kesederhanaan.

Pada zaman yang sudah modern seperti sekarang ini, perkembanagn di dunia fashion sudah mulai mengalami banyak perubahan. Jilbab syar’i pun juga tidak lepas dari perubahan-perubahan zaman. Untuk tetap dapat bersaing, saat ini sudah banyak muncul jilbab syar;i dengan bebagai jenis dan model terbaru dengan bahan-bahan yang berkualitas. Tentu ini menjadi kabar baik untuk para pengguna jilbab syar’i.

Model Jilbab Syar’i

Pada umumnya, di indonesia sendiri ada beberapa jenis jilbab syar’i dengan varian model yang sering digunakan. Seperti,

1. Jilbab instan

jilbab-sisip-samping

2. Segi empat

jilbab segi empat motif bunga yang chic

3. Pashmina

jilbab model pashnmina lilit yang asimetris

4. Bergo

jilbab instan model bergo anti ribet

5. Khimar

busana khimar

6. Niqob

Busana Wanita Niqab

7. Burqa

burqa muslimah

Nah itu loh sedikit ulasan dari pengertian dan jenis tentang jilbab syar’i. Masihkah kamu ragu tentang bagaimana hendaknya busana seorang wanita Muslimah,,? Fungsi Jilbab Syar’i adalah sebagai pelindung diri dan penutup aurat dari perbuatan-perbuatan maksiat dan tercela lainya. Ketika memilih jilbab syar’i hendaknya perhatikan dulu bahan kainnya, seringkali masih ada jilbab yang bebahan tipis dan menerawang.

Nah semoga ulasan tadi dapat menambah wawasan kamu terkait pakain yang baik untuk seorang muslimah.

 

 

Sumber :

  • Alhigam
  • Mybest
  • Gamistrinit
Wanita Pintar – Hal Yang Di Larang Ketika Haid Atau Menstruasi

Wanita Pintar – Hal Yang Di Larang Ketika Haid Atau Menstruasi

Pantangan Yang Tidak Boleh Di Lakukan Saat Haid

Darah Menstruasi

 

Hallo kawan mama,

Haid merupakan hal atau suatu kondisi alami yang akan di alami oleh setiap tubuh wanita pada setiap bulannya. hal ini terjadi karena ketika sel telur dalam tubuh wanita tidak di buahi, maka akan meluruh dengan sendirinya dan larut keluar dari melalui lubang kemaulan wanita. Dalam kondisi haid ini, akan terjadi bermacam-macam perubahan hormon dalam tubuh wanita.

Sebagian banyak dari wanita akan mengalami gejala seperti mood swing, nafsu makan yang tingi, nyeri pada sekujur tubuh, kepala pusing, dan kadang gairah berhubungan badan yang meningkat. Hal tersebut membuat wanita harus belajar mengontrol diri agar tidak pasrah dan menuruti perubahan hormonal tersebut.

Ternyata ada beberapa larangan yang pantang di lakukan dalam kondisi haid menurut Islam dan larangan haid secara medis. Berikut ini telah kami rangkum pantangan apa saja yang harus di hindari wanita dalam kondisi haid.

Larangan Ketika Haid

  1. Tidak Di Perbolehkan Membaca Al-Qur’an

Dalam kondisi haid, seorang wanita tidak di perbolehkan untuk membaca Al-Qur’an. Hal ini  telah di sampaikan langsung oleh Rasulullah Saw. Dalam sabdanya yang berbunyi:

“Orang junub dan wanita haid tidak boleh membaca sedikit pun dari Alquran.” (H.R Tirmidzi)

Namun terkait hal ini ada banyak pendapat para ulama menegnai larangan ini. Seperti pendapat  pendapat Syekh Shaleh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan yang menjelaskan, bahwa seorang muslimah yang sedang haid tidak di perbolehkan membaca Al-Qur’an. Baik dengan mushaf atau lewat hafalannya, karena tubuhnya masih terdapat hadats besar. Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa boleh membaca melalui hafalan namun tidak dengan menyentuh mushafnya.

  1. Melakukan Sholat

Suatu ketika, Aisyah r.a di datangi oleh seorang wanita dan kemudian wanita tersebut bertanya,

Apakah salah seorang dari kami harus mengqadha sholat bila telah suci dari haid?”. Kemudian Aisyah bertanya, “Apakah engkau wanita Hururiyah? Kami dulunya haid di masa Nabi SAW. Beliau tidak memerintahkan kami mengganti sholat.” (HR. Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya.

Apabila haid datang, tinggalkanlah salat,” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam kondisi haid wanita tidak di perkenankan melakukan sholat sebab ia sedang dalam keadaan tidak suci atau kotor oleh hadas.

  1. Di larang Berpuasa Wajib Ataupun Sunnah

Dalam sebuah hadist telah di sebutkan bahwa.

“Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami di perintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak di perintahkan untuk mengqadha’ shalat’” (HR. Muslim)

Dalam hadist tersebut, telah di sebutkan bahwa melakukan ibadah puasa merupakan perbuatan yang di larang. namun ibadah puasa tersebut yang tidak di kerjakan pada saat haid, dapat di lakukan atau di ganti di hari yang lain. Dalam kasus ini yang di larang bukan hanya puasa waib, melainkan  puasa sunnah lainya pun tidak boleh di kerjakan.

  1. Masuk Dan Berdiam Diri Dalam Masjid

Di dalam Al-Majmu II/163, An-Nawawi mengutip ucapan Ahmad bin Hanbal, yang berbunyi. “Haram bagi seseorang junub duduk dan berdiam diri di masjid, tetapi di bolehkan baginya melewatinya karena suatu keperluan. “Seseorang yang junub boleh berhenti dan duduk di masjid setelah dia berwudhu.”

Dari penjelasan tersebut dapat di pahami, bahwa wanita dengan kondisi haid tidak di perbolehkan untuk masuk ke dalam masjid kecuali jika ia mampu dalam memenuhi dua syarat tersebut. Yaitu mempunyai hajat yang harus ia tunaikan, serta boleh memasuki masjid jika ia dalam keadaan suci atau minimal dapat menaga keucian dari hadas haid yang ia alami.

  1. Tidak Di Perbolehkan Melakukan Hubungan badan.

wanita yang sudah menikah dan memliki suami di larang melakukan hubungan badan karena ia tengah berada pada kondisi haid dan tentunya dalam keadaan kotor dan tidak suci karena hadas haid. Hal ini telah di sebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 222.

  1. Tidak Boleh Di Talak Dan Meminta Talak Pada Suami

Ketika seorang istri medapat talak dari suami dalam kondisi haid, maka hal ini di sebut juga talak bid’i. Kejadian talak seperti ini sangat di larang dalam Islam. Di jelaskanoleh Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya dengan merujuk pada ucapan Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas dalam firman Allah yang bunyi, “Fathalliquuhunna li ‘iddatihinna.”

  1. Tidak Di Perbolehkan Thawaf Ketika Haji

Rasulullah SAW pernah berkata pada Aisyah ketika ia sedang melakukan ibadah haji, tetapi itu ia dalam kondisi datangnya haid. Rasulullah berkata,

“Kerjakanlah segala yang di kerjakan oleh orang yang sedang berhaji, tetapi jangan melakukan thawaf.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Tidak Di Perbolehkan Bermalas-Malasan Dalam Mengganti Pembalut

Larangan pada wanita yang berada pada kondisi haid menurut medis salah satunya adalah di larang malas dalam mengganti pembalut. Menurut Cleveland Clinic, ketika wanita dalam kondisi haid dengan pembalut yang jarang di ganti, maka dapat mengakibatkan infeksi dan ruam pada daerah kemaluan.

Pembalut, menstrual cup dan tampon merupakan benda yang kerap di pakai wanita haid. Di larang bermalas-malasan dalam menggantinya, terutama bila dalam kondisi darah keluar dengan banyak. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi pada vagina.

  1. Begadang

Tentunya tidur merupakan aktivitas primer yang di butuhkan setiap tubuh, terlebih jika kamu sedang dalam kondisi haid. Waktu tidur yang kurang akan menyebabkan meningkatnya hormon kortisol yang dapat mengakibatkan terganggunya keseimbangan hormon pada tubuh dan dapat memperburuk berbagai kondisi kesehatan tubuhmu ketika haid.

  1. Tidak Boleh Makanan Sembarangan

Pada saat memasuki kondisi haid, pola makan seorang wanita dapat berubah secara signifikan. Seperti makan dengan porsi besar atau makan dengan terus-menerus. Dalam kondisi haid, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak di konsumsi dan di hindari agar tidak rasa nyeri, sakit, dan kembung saat periode haid berlangsung tidak bertambah parah. Makanan tersebut berupa, alkohol, makanan yang mengandung kafein, garam, makanan berlemak (kolestrol), coklat, dan produk susu (es cream dan lainya).

Nah itu dia tadi, beberapa larangan yang tidak boleh di lakukan baik dalam pandangan agama Islam maupun dalam pandangan ilmu medis. Menjaga kesehatan dalam kondisi haid tentu sangat penting, pastikan kamu mengkonsumsi makanan yang sehat seperti sayuran hijau dan makanan sehat lainya agar terhindar dari gejala yang tidak mengenakkan.

Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat. . .

 

Sumber

  • Brilio
  • orami